Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH MANAJEMEN PEMASARAN

“Business Model Canvas”


KELOMPOK 4

Dosen Pengampu :
Sri Harjanti, SE, M.Si
Yuni Istanto, DR, MSI

DisusunOleh :
Fransisca Viana Putri T : 141180230 (17)
Fitria Dwijayanti : 141180238 (18)
Apriliana Sulistyowati : 141180240 (19)
Viola Ayu Andari : 141180262 (20)
Maulana Fadhila Satria P : 141180278 (21)
Aji Virdian Nurcahya : 141180287 (22)

PROGRAM STUDI MANAJEMEN


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL "VETERAN" YOGYAKARTA
2019

0
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan rahmat-Nya
kami dapat menyelesaikan makalah yang mengenai ““Business Model Canvas”. Meskipun
banyak rintangan dan hambatan yang kami alami dalam proses pengerjaannya, tapi kami
berhasil menyelesaikannya dengan baik.
Tidak lupa kami mengucapkan terimakasih kepada dosen pengampu mata kuliah
Manajemen Pemasaran yang telah memberikan kami kesempatan untuk menyelesaikan tugas
makalah ini. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada teman-teman mahasiswa yang
sudah memberi kontribusi baik langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan makalah
ini.
Kami berharap semoga makalah ini dapat menjadi sesuatu yang berguna bagi kita
bersama dan dapat membuat kita mencapai kehidupan yang lebih baik lagi.

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................ 1


DAFTAR ISI ........................................................................................................... 2
BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ............................................................................. 3
B. Rumusan Masalah ........................................................................ 5
C. Tujuan .......................................................................................... 5

BAB II. PEMBAHASAN


PROFIL USAHA .................................................................................................... 6
A. Customer Segment ....................................................................... 7
B. Value Proposition ........................................................................
C. Channels.......................................................................................
D. Customer Relationship .................................................................
E. Revenue Streams..........................................................................
F. Key Activities ..............................................................................
G. Key Resources .............................................................................
H. Key Partners .................................................................................
I. Cost Structures .............................................................................

BAB III. PENUTUP


A. Kesimpulan ..................................................................................
B. Saran ............................................................................................

2
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Ditengah pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini, daya beli masyarakat juga meningkat
diikuti dengan adanya kenaikan upah yang diiringi dengan meningkatnya populasi
masyarakat kelas menengah (middle class income). Salah satu sektor industri yang menjadi
penyumbang terbesar dalam perkembangan Indonesia adalah sektor makanan dan minuman.
Menurut Gabungan pengusaha Makanan dan Minuman (GAPMMI) mengutip pernyataan dari
Thomas Pameran bahwa omzet industri makanan dan minuman di Indonesia pada tahun 2008
mencapai 326 triliun rupiah atau 21,7% dari pangsa pasar makanan dan minuman domestik
sebesar 1500 triliun (Suprapto, 2008). Sektor makanan dan minuman menjadi kontributor
penting dalam pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional yang terus meningkat
dari 28,5 persen (2005) menjadi 36,3 persen (2012). Menurut Nugroho (2013), hal inilah
yang mengakibatkan bisnis makanan dan minuman menjadi salah satu bisnis yang paling
diminati. Dan didasari oleh hal tersebut, pemerintah terus berupaya untuk mengembangkan
sektor strategis usaha makanan dan minuman dalam negeri.
Untuk dapat bersaing di pasar dimana UMKM yang kini semakin menjamur,
wirausahawan dituntut untuk mempunyai strategi yang inovatif dan kreatif agar para
entrepreneur dapat bersaing dengan para pelaku bisnis lainnya yang ada. Salah satu
perusahaan yang mengalami permasalahan dalam model bisnisnya adalah Lovely Juice &
Milky Jelly yang merupakan salah satu usaha dalam sektor minuman. Lovely Juice & Milky
Jelly adalah sebuah usaha yang mengkhususkan diri untuk membuat minuman Juice buah
yang berbeda dengan Juice pada umumnya. Kemasan yang bagus juga menjadikan Lovely
Juice & Milky Jelly sangat cocok untuk dijadikan sebagai minuman untuk kesehatan, yang
menyebabkan Lovely Juice & Milky Jelly juga dikenal di berbagai kota. Munculnya pesaing
– pesaing baru dalam bisnis ini, menimbulkan dampak yang signifikan terhadap aliran
pendapatan yang dimiliki, Lovely Juice & Milky Jelly ditambah dengan pesaing-pesaing ini
banyak yang sudah lebih dikenal oleh masyarakat dibanding Lovely Juice & Milky Jelly.
Masalah ini ditimbulkan karena usaha marketing Lovely Juice & Milky Jelly yang masih
kurang. Terdapat permasalahan lain pada Lovely Juice & Milky Jelly yang juga menjadi
perhatian, yaitu dalam hal distribusi produknya, untuk sementara Lovely Juice & Milky Jelly
hanya melakukan penjualan kepada pembeli area sekitar daerah Klaten saja, sedangkan
banyak permintaan dari luar kota yang ingin menikmati produk dari Lovely Juice & Milky
Jelly. Oleh sebab itu dari masalah – masalah diatas, peneliti beranggapan bahwa business
model canvas sangat dibutuhkan agar Lovely Juice & Milky Jelly dapat meningkatkan
keunggulan kompetitif perusahaan, meningkatkan aliran pendapatan, dan menyampaikan
value perusahaan kepada konsumen dengan lebih baik. Dalam penelitian ini peneliti akan
melakukan identifikasi Business Model Canvas dari Lovely Juice & Milky Jelly saat ini yang
tergambar dalam sembilan elemen yaitu Customer Segments, Value Propositions, Channels,
Customer Relationship, Revenue Streams, Key Resources, Key Activities, Key Partnerships,
Cost Structure.

3
Menurut Wallin, Chriumalla, dan Thompson (2013), business model canvas adalah
sebuah alat manajemen stratejik yang membantu kita untuk menggambarkan, mendesain, dan
mengembangkan bisnis model yang sudah ada ataupun membuat bisnis model yang baru.
Business Model Canvas penting untuk dimiliki oleh sebuah perusahaan terutama perusahaan
yang ingin berkembang, karena business model canvas bisa menggambarkan pola yang
menunjukkan bagaimana logika perusahaan untuk menghasilkan uang. Business model
canvas dapat diibaratkan seperti cetak biru untuk strategi yang akan diimplementasikan ke
seluruh struktur organisasi, proses, dan sistem yang ada (Osterwalder & Pigneur, 2010).

4
B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana struktur organisasi BMC yang ada di Lovely Juice & Milky Jelly?
2. Bagaimana pemasaran dipahami di perusahaan tersebut?
3. Apa saja Business Model Canvass yang berkaitan dengan perusahaan Lovely Juice &
Milky Jelly?

C. Tujuan

1. Untuk mengetahui business model canvas saat ini dan membuat business model canvas
yang lebih baik pada Lovely Juice & Milky Jelly.

2. Untuk mengetahui kerangka Business Model Canvass pada perusahaan Lovely Juice &
Milky Jelly.
3. Untuk mengetahui bagaimana pemasaran dalam perusahaan Lovely Juice & Milky Jelly.

5
BUSINESS MODEL CANVAS

Business Model Canvas adalah metode pemetaan strategi bisnis menyeluruh yang
dikembangkan oleh konsultan bisnis dari Swiss, Alexander Osterwalder pada tahun 2010.
Hingga saat ini, BMC populer digunakan oleh banyak perusahaan untuk menggambarkan
operasi perusahaan karena bentuk pemetaannya yang sederhana, namun menyeluruh dan
kompleks.

Profil Usaha

Nama Usaha : Lovely Juice & Milky Jelly

Jenis Usaha : Minuman Juice buah dan Salad buah.

Pemilik Usaha :

Lokasi :

1. Jl. Rajawali No.16, Bareng Kidul, Bareng, Kec. Klaten Tengah, Kabupaten Klaten, Jawa
Tengah 57414

2. Jl. Mayor Kusmanto No. 34, Sungkur, Semangkak, Kec. Klaten Tengah, Kabupaten
Klaten, Jawa Tengah 57414

3. Jl. Dewi Sartika No. 44 Ruko No. 2, Klaten Tengah, Tegalklaten, Klaten, Kec. Klaten
Tengah, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah 57411

Struktur Organisasi :

Struktur Organisasi di Lovely Juice & Milky Jelly

6
Business Model Canvas

A. Customer Segments

Langkah pertama dari pemetaan Business Model Canvas adalah mengisi kolom
customer. Manager perlu mengidentifikasi kelompok pasar yang menjadi customer
perusahaan dan ciri-ciri konsumennya. Produk Lovely Juice & Milky Jelly dapat
dijangkau oleh anak-anak, remaja, karyawan kantor, hingga pecinta minuman sehat.
Pelanggan Lovely Juice & Milky Jelly saat ini mayoritas berasal dari Klaten, karena
Lovely Juice & Mikly Jelly masih belum bisa mengirimkan produknya keluar kota.

B. Value Proposition

Perusahaan perlu mencatat value apa yang ingin disampaikan ke masyarakat. Value
tidak selamanya harus berupa keunggulan produk, namun bisa juga diciptakan melalui
experience, kekuatan brand, sejarah, dan lain-lain. Lovely Juice & Milky Jelly
merupakan produsen minuman sehat berbahan dasar buah segar dengan kualitas yang
baik,kental dan tanpa menggunakan pemanis buatan. Selain itu juga dapat mengingkatkan
daya tarik masyarakat untuk hidup sehat dengan mengkonsumsi minuman jus dari buah
yang segar. Variasi salad buah menggunakan buah buah yang segar dengan komposisi
yang baik serta dengan bahan bahan yang berkualitas. Dan untuk variasi milky jelly
sendiri merupakan produk susu dengan kombinasi jelly di dalammnya dan dengan
peyajian dalam bentuk botol yang praktis untuk dibawa. Serta disediakannya fasilitas
tempat yang nyaman untuk berbincang ataupun bertukar pikiran

Nilai-nilai yang sudah diberikan dan digolongkan dalam elemen-elemen terkait dengan
value propositions adalah sebagai berikut:

a. Performance, Lovely Juice & Milky Jelly menjamin ketepatan waktu dalam
penyelesaian pemesanan sesuai dengan waktu yang dijanjikan. Dalam hal
memberikan pelayanan pada saat menerima pesanan maupun memberikan pesanan,
Lovely Juice & Milky Jelly selalu berusaha memberikan keramahan.
b. Design, Lovely Juice & Milky Jelly merancang design kemasan dan logo dengan
menyewa jasa professional designer untuk menciptakan design yang eksklusif dan
terkesan mewah bagi para pelanggannya.
c. Accessibility, Lovely Juice & Milky Jelly menyediakan sistem delivery untuk
pembelian produknya dan delivery terbatas pada area Klaten. Terkait informasi,
pelanggan bisa mendapatkan informasi tentang perusahaan atau produk-produknya
dari flyer, majalah majalah lokal, sosial media, atau langsung dari bagian sales saat
menelepon nomor telepon perusahaan.
d. Convenience / Usability, Menurut pelanggan tingkat kemudahan mengkonsumsi
produk dari Lovely Juice & Milky Jelly sudah cukup mudah untuk dikonsumsi.

C. Channel

Channel adalah bagian pemetaan dimana value diantarkan kepada kelompok


pelanggan. Dalam bagian ini, perusahaan mendaftarkan bentuk-bentuk medium apa saja
yang dimiliki perusahaan. Saat ini Lovely Juice & Milky Jelly termasuk pada jenis
channel sales force. Perusahaan menjalankan channel dengan menggunakan tenaga
manusia yang berasal dari perusahaannya sendiri. Lovely Juice & Milky Jelly juga

7
memiliki website, media sosial, dan program kolaborasi dengan Go-Jek, sehingga
pelanggan Lovely Juice & Milky Jelly tidak hanya dapat memesan di offline store,
melainkan juga melalui online store.

D. Customer Relationships

Customer Relationships adalah mengidentifikasi usaha-usaha apa yang dilakukan


perusahaan untuk berkomunikasi dan menjaga hubungan dengan pelanggannya. Lovely
Juice & Milky Jelly termasuk dalam kategori personal assistance, yang dapat berarti pola
hubungan didasarkan pada interaksi manusia, pelanggan dapat secara langsung
berkomunikasi dengan petugas dari perusahaan pada saat akusisi maupun transaksi.

Upaya yang dilakukan Lovely Juice & Milky Jelly agar calon pelanggan membeli
produknya adalah dengan cara melakukan pendekatan saat membuka stand bazaar atau
melalui sosial media seperti Instagram, Facebook dan media sosial lainnya. Saat
membukaan outlet baru lovely menawarkan promo untuk para pembelinya yaitu beli 2
gratis 1. Selain itu, Lovely Juice & Milky Jelly juga membuka stand di acara-acara
tertentu sehingga produk lovely juice mudah ditemui oleh para pelanggannya

E. Revenue Stream

Bisnis ini menghasilkan pendapatan dari penjualan berbagai produk yang dijual dan
keunggulan bisnis ini dibandingkan dengan kompetitor lainnya yaitu Lovely sendiri
memiliki varian produk lain dalam outletnya antara lain menyediakan bubble
drink,smoothies, milky jelly, salad buah serta makanan ringan lainnya yaitu pancake, kue
cubit, spaghetty, bakso ikan, french fries, sosis bakar, pisang bakar dan banana split.

Hasil temuan pada revenue streams Lovely Juice & Milky Jelly sudah baik, harga
yang ditetapkan untuk produk-produk yang dijual juga sudah sesuai dengan target
konsumen yang ditetapkan perusahaan, pelanggan juga sudah merasa cukup puas dengan
harga yang ditetapkan karena sudah sesuai dengan kualitas dan kuantitas yang mereka
harapkan dari Lovely Juice & Milky Jelly. Metode pembayaran yang diberikan ke
pelanggan adalah dengan metode tunai, maupun debit.

F. Key Activities

Dalam bagian key activities, yang dicatat adalah kegiatan utama operasional
perusahaan Lovely Juice & Milky Jelly seperti :

1. Membeli buah-buahan dari pemasok buah segar dipasar.


2. Mengolah buah-buahan segar menjadi produk olahan jus segar dan juga salad buah.
3. Mengolah bahan baku bubble langsung dari tempat produksinya dan memperhatikan
kelayakan kualitas produk yang akan dijual kepada pelanggan.
4. Memastikan ketersediaan bahan baku topping untuk menjawab keluhan pelanggan
mengenai topping yang sering habis.
5. Memperhatikan kondisi outlet agar pelanggan merasa nyaman, contohnya
menghidupkan kipas angin saat cuaca panas dan menyesuaikan volume musik agar
tidak mengganggu kenyamanan pelanggan.

8
G. Key Partners

Key Partners adalah bagian dalam pemetaan dimana perusahaan mendaftar siapa saja
stakeholder yang berkaitan langsung dengan operasi perusahaan. Dalam hal ini partner
Lovely Juice & Milky Jelly adalah pemasok bahan baku. Beberapa supplier yang
memiliki peran penting dalam proses produksi antara lain :

1. Supplier BuahSupplier Cup Printing.


2. Supplier Bubuk minuman.
3. Supplier Es batu.
4. Supplier topping.

Key Partners dilakukan untuk dapat menjalankan operasionalnya dengan lebih baik.
Upaya yang dilakukan untuk membangun dan menjaga hubungan yang baik adalah
dengan membayar tagihan tepat waktu, hal ini membuat Lovely Juice & Milky Jelly
semakin dipercaya oleh supplier dan membuat perusahaan mempunyai data historis yang
baik sehingga dapat dengan mudah mencari ke pemasok-pemasok lain ketika mencari
bahan lain yang dibutuhkan.

H. Key Resources

Dalam bagian ini, perusahaan mencatat sumber daya apa saja yang diperlukan oleh
perusahaan untuk dapat menjalankan operasi key activities. Alat pengolahan yang
diperlukan untuk menjalankan bisnis Juice ini yaitu Blender, Cups, Botol, Sedotan,
Kulkas, Alat press

I. Cost Structure

Pada bagian cost structure, perusahaan mencatat sumber pengeluaran utama


perusahaan. Ada beberapa biaya yang harus dibayar untuk pengeluaran dari perusahaan
Lovely Juice & Milky Jelly ini seperti, biaya gaji pegawai, biaya kemasan, biaya bahan
baku, biaya sewa tempat & biaya listrik di Lovely Juice & Milky Jelly.

9
Metode pemetaan bisnis dengan Business Model Canvas memang sederhana, namun
dapat merangkum seluruh elemen utama yang ada dalam perusahaan. Selain itu, fungsi
pemetaan BMC juga dapat dijadikan landasan evaluasi dan formulasi strategi jangka pendek
dan panjang. Pemetaan BMC sangat mudah dan sangat dianjurkan untuk diterapkan pada
semua perusahaan karena sifatnya yang simpel, sehingga dapat diaplikasikan pada
perusahaan besar maupun kecil.

Di bawah ini kami membuat langkah-langkah BMC berdasarkan teori di atas, yang mana
merupakan usaha minuman bernama Milky Jelly Lovely :

1. Apa yang melatar belakangi dibentuknya usaha ini ?


Jawab : Diawali dari iseng-iseng tahun 2013 karena melihat ada produk yang sedang
booming saat itu tetapi di klaten belum ada bisnis minuman ini kemudian muncullah
keputusan untuk membuka usaha ini untuk mencari tambahan juga, sedangkan awal mula
usaha ini diawali di buka di sebuah rumah dipinggir jalan kemudian melihat respons yang
sangat baik dari para konsumen akhirnya mulailah keseriusan untuk memperluas usaha.
2. Pihak-pihak yang bekerjasama dengan usaha ini ?
Jawab : Untuk supplier langsung dari solo, mulai dari bubuk minuman supplier ini sama
dengan supplier chacha milktea. Untuk buah diambil dari buah fresh langsung dari
penjualnya yang sudah langganan, kemudian untuk es menggunkan supplier es kristal yang
sudah berlangganan sedangkan untuk topping jelly menggunakan jelly dari supplier tidak
hanya buatan sendiri karena persediaan sendiri terbatas dan jelly sendiri tidak tahan.
3. Dari mana modal yang didapatkan apakah terdapat modal dari ekternal / hanya modal
internal ?
Jawab : Modal awal berasal dari modal bersama keluarga untuk marketing yang menjalankan
adalah pemilik umkm sedangkan modal tempat dan persediaan usaha dari kakak ipar.
4. Siapa yang mengelola usaha ini ?
Jawab : Yang mengelola usaha ini sendiri adalah pemilik usaha dengan terjun secara
langsung ke cabang cabang usaha kemudian keluarga tedekat juga ikut mengelola usaha ini
dan selainnya adalah teman terdekat (karyawan)
5. Jam operasional ?
Jawab : Jam operasional di Lovely Juice ini mulai pukul 10.00 WIB-20.00 WIB
6. Berapa omset yang diperoleh dalam bisnis ini ?
Jawab : Total pendapatan bersih perbulannya sekitar 10juta
7. Apa kekuatan dan kelemahan dari usaha ini ?
Jawab :
Kekuatan : Dari segi kemasan menggunakan kemasan cups berlogo atau botol yang mudah
untuk dibawa kemana mana, untuk kualitas jusnya yaitu dengan menggunakan juice yang
fresh dan dengan komposisi yang tidak tanggung tanggung (kental), penampilan produk yang
premium, tanpa bahan pengawet dan pemanis buatan,

10
Kelemahan : harganya lebih tinggi sedikit dari pesaing, kurangnya tenaga kerja apabila akan
mengikuti event makanan/minuman
8. Terdapat berapa banyak jenis makanan dan minuman dalam bisnis ini ?
Jawab : Terdapat banyak jenis makanan dan minuman, minumannya terdapat :
- Berbagai macam jenis jus buah (alpukat, mangga, durian, jambu, strawberry,
sirsak, semangka, lemon, belimbing, pisang, nangka, buah naga merah, kiwi,
melon, nanas, sunkist, anggur,apel, jeruk baby, wortel,tomat, dan manggis)
- Smoothies (dark avocado,choco banana, pinky soursop,purple dragon, velvet
grape, orange shake, avocado blueberry, strawberry choco, banana berry, red
guava, strawberry special, kiwi special, banana latte, apple shake, mango
sunrise, choco durian, strawberry mint, coffee avocado, avocado greentea,
choco orange)
- Bubbles ( choco caramel, creamy choco, dark choco, choco mint, choco
almond, choco muffin, choco delfi, cappuccino, mochaccino, tiramisu, vanilla
latte, caramello, coffee caramel, frappuccino, greentea, milktea, thaitea,
strawberry, blueberry, orange, lychee, blackcurrant, bubble gum, peppermint,
vanilla, taro, hazelnut, vanilla blue, cotton candy, red velvet)
- Dan makanannya yaitu kue cubit, spaghetty,bakso ikan,pancake,french fries,
sosis bakar, pisang bakar,banana split dan risoles mayo.
9. Jenis makanan atau minuman apa yang paling disukai atau laku terjual oleh konsumen?
Jawab : Jus alpukat,jus jambu, jus strawberry, choco caramel, vanilla blue, smoothies dark
avocado, spaghetty, sosis bakar, kue cubit
10. Terdapat berapa cabang usaha dan beralamat dimana saja ?
Jawab : Terdapat 3 cabang usaha
1. Jl.Rajawali No.16, Bareng Kidul,Bareng, Kec. Klaten Tengah, Kabupaten
Klaten, Jawa Tengah 57414
2. Jl.Mayor Kusmanto No.34, Sungkur, Semangkak, Kec. Klaten Tengah,
Kabupaten Klaten, Jawa Tengah 57414
3. Jl.Dewi Sartika No.44 Ruko No.2, Klaten Tengah, Tegalklaten, Klaten, Kec.
Klaten Tengah, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah 57411
11. Target apa yang ingin dicapai selama 1 tahun kedepan ?
Jawab : Bisa memiliki tempat sendiri dan tidak ngontrak tempat lagi
12. Apakah pernah mengikuti event untuk proses penjualan produk ?
Jawab : Open school, pasar ramadhan, dan jalan sehat astra.
13. Penawaran unik yang dilakukan dalam bisnis ini ?

11
Jawab : Pada saat awal membuka usaha ini, terdapat promo beli 2 gratis satu untuk
memperkenalkan kepada masyarakat tentang produk yang dijual sekaligus menarik minat
para pembeli

12
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian, maka diperoleh Business Model Canvas mengembangkan
model bisnis agar Lovely Juice & Milky Jelly dilihat dari analisis 9 elemen Business Model
Canvas adalah sebagai berikut: Berdasarkan identifikasi model bisnis yang dijalankan Lovely
Juice & Milky Jelly saat ini diketahui bahwa, perusahaan ini belum memperhatikan tingkat
kepentingan setiap elemen yang ada di dalam Business Model Canvas.
Dari identifikasi yang dilakukan pada elemen customer segments, pasar Lovely Juice &
Milky Jelly adalah market dimana pelanggan berasal dari anak-anak, remaja, karyawan
kantor, serta pecinta minuman sehat, mayoritas berasal dari Klaten. Dari proposisi nilai
(value propositions) Lovely Juice & Milky Jelly sangat mengutamakan kepuasan pelanggan
dan layanan perusahaan yang dipercaya dapat membuat pelanggan melakukan repeat order.
Saluran distribusi (channel) yang diterapkan Lovely Juice & Milky Jelly adalah saluran
distribusi langsung yang dilakukan secara mandiri oleh perusahaan tanpa ada peran partner
didalam menjalankan prosesnya.
Dalam menjalankan hubungan dengan pelanggan, Lovely Juice & Milky Jelly telah
mampu mempertahankan dan membangun hubungan yang baik dengan berusaha semaksimal
mungkin untuk memberikan layanan terbaik baik pelanggan. Elemen key resources dan key
activities dalam identifikasi yang dilakukan menunjukan bahwa sumber daya dan aktivitas
utama adalah bahan baku dan produksi. Dari elemen key partnerships, hingga saat ini Lovely
Juice & Milky Jelly memiliki partner dari kurir makanan yang dapat membantu dalam proses
delivery yang terjamin keamanannya. Biaya yang dikeluarkan berhubungan erat dengan biaya
pengeluaran untuk menjalankan aktivitas perusahaan terutama produksi dan pembelian bahan
baku.
B. Saran
Dengan adanya komponen baru pada elemen key activities memungkinkan dapat
melakukan inventory control dan mengurangi aktivitas delivery untuk pelanggan yang terlalu
jauh. Pada elemen key resources terdapat elemen baru yang dimasukkan adalah aset fisik
berupa toko fisik dan genset untuk cadangan listrrik, aset manusia berupa sistem karyawan
percobaan untuk karyawan baru. Untuk cost structures ditambahkan proses untuk mencari
bahan baku yang lebih murah dan melakukan pengurangan biaya dengan melakukan
economics of scope dan economics of scale, serta mengurangi biaya transportasi yang
dikeluarkan untuk layanan delivery.

13