Anda di halaman 1dari 11

TUGAS TEORI AKUNTANSI SOEWARDJONO [GANJIL] ANITA PRATIWI 8C/05

1. Jelaskan pengertian penalaran serta sebutkan unsur-unsur penalaran.


Jawab:
Penalaran adalah proses berpikir logis dan sistematis untuk membentuk dan mengevaluasi
suatu keyakinan terhadap suatu pernyataan ata asersi.
Unsur-unsur penalaran adalah:
 Asersi (Assertion) : suatu pernyataan (biasanya positif) yang menegaskan
bahwa sesuatu (misalnya teori) adalah benar.
 Keyakinan (Belief) : tingkat kebersediaan (willingness) untuk menerima bahwa
suatu pernyataan atau teori (penjelasan) mengenai suatu fenomena atau gejala (alam
atau sosial) adalah benar
 Argumen (Argument) : serangkaian asersi beserta keterkaitan (artikulasi) dan
inferensi atau penyimpulan yang digunakan untuk mendukung suatu keyakinan.

3. Jelaskan pengertian arguman dan apa bedanya dengan perselisihan pendapat (dispute).
Jawab:
Argumen adalah serangkaian asersi beserta keterkaitan (artikulasi) dan inferensi atau
penyimpulan yang digunakan untuk mendukung suatu keyakinan
Perbedaan Argumen dengan dispute
dispute adalah argumen yang memiliki konotasi negatif untuk menunjuk kepada
ketidaksepakatan. Padahal argumen dapat memiliki konotasi positif dimana argumen adalah
penalaran logis untuk menjelaskan atau mengajukan bukti rasional tentang suatu asersi

5. Apakah suatu pernyataan atau asersi selalu benar apabila didukung oleh argumen yang kuat?
Berilah suatu contoh.
Jawab:
iya, asersi akan selalu dianggap benar ataupun diterima tanpa diuji dahulu kebenarannya jika
didukung argumen kuat dan disertai fakta pendukung. Argumen dapat disamakan dengan
penalaran logis untuk menjelaskan atau mengajukan bukti rasional tentang suatu asersi.
contoh : seorang pembohong membuat suatu asersi. Asersi ini untuk membuat pendengarnya
yakin atas apa yang dikatakannya. Pernyataan pembohong itu butuh kita kaji dengan
penalaran. Penalaran akan menentukan apakah pernyataan dari pembohong ini layak untuk
diyakini atau tidak.

7. Interpretasilah berbagai makna asersi yang berbunyi “Manajer perusahaan swasta lebih
profesional daripada manajer perusahaan negara (BUMN)”

Jawab:
Semua manajer perusahaan swasta lebih profesional daripada semua manajer perusahaan
BUMN
Beberapa manajer perusahaan swasta lebih profesional daripada semua manajer
perusahaan BUMN
Beberapa manajer perusahaan swasta lebih profesional daripada beberapa manajer
perusahaan BUMN
TUGAS TEORI AKUNTANSI SOEWARDJONO [GANJIL] ANITA PRATIWI 8C/05

Sebagian besar manajer perusahaan swasta lebih profesional daripada sebagian besar
manajer perusahaan BUMN
Profesionalitas manajer perusahaan swasta rata-rata lebih tinggi darupada profesionalitas
manajer perusahaan BUMN

9. Bedakan antara asersi universal dan asersi spesifik serta berilah beberapa contoh untuk
masing-masing sifat asersi.
Jawab:
asersi universal adalah asersi yang memuat penguantifikasi “semua dan tidak ada”
sedangkan asersi spesifik memuat penguantifikasi “beberapa”.
contoh Asersi Universal:
Semua burung punya sayap
contoh asersi spesifik:
beberapa burung tidak dapat terbang

11. Gambarkan dengan diagram asersi “beberapa burung adalah karnivor”


Jawab:

Burung Karnivora

Beberapa burung adalah


karnivor
13. Dapatkan rumah sakit dikatakan sebagai organisasi nirlaba?
Jawab:
Tidak, jika rumah sakit dikatakan adalah organisasi nirlaba. Yang lebih tepat adalah organisasi
yang non profit. karena rumah sakit adalah organisasi yang tidak mementingkan laba atau
profit. Sebagian besar rumah sakit beroritentasi tidak mementingkan laba atau non profit.
Namun tidak menutup kemungkinan rumah sakit juga mementingkan laba. Jika dikatakan
rumah sakit merupakan organisasi nirlaba berarti rumah sakit merupakan organisasi tanpa
profit

15. Berilah suatu contoh situasi untuk menunjukkan bahwa pernyataan “Beberapa A adalah B”
berbeda dengan “tidak semua A adalah B”
Jawab:
Beberapa burung merupakan hewan karnivora berbeda dengan tidak semua burung adalah
hewan karnivora. Beberapa burung merupakan hewan karnivora bermakna irisan antara
himpunan burung dan himpunan hewan karnivora sehingga beberapa burung merupakan
hewan karnivora contohnya adalah elang, sedangkan tidak semua burung adalah hewan
karnivora bermakna semua burung selain burung yang memakan daging (karnivora),
contohnya adalah perkutut. Lebih mudah dapat kita lihat pada diagram berikut ini
TUGAS TEORI AKUNTANSI SOEWARDJONO [GANJIL] ANITA PRATIWI 8C/05

17. Jelaskan pengertian keyakinan (belief) terhadap suatu asersi.


Jawab:
keyakinan terhadap asersi adalah tingkat ketersediaan untuk menerima bahwa asersi
tersebut benar.

19. Apakah perbedaan karakteristik antara keyakinan dan opini?


Jawab:
keyakinan diperoleh karena kepercayaan tentang kebenaran yang diletkan dalam suatu
asersi yang memiliki bukti yang kuat untuk menerimanya sebagai hal yang benar, sedangkan
opini adalah asersi yang tidak dapat ditentukan benar atau salah karena berkaitan dengan
selera.

21. Sebutkan komponen-komponen pembentuk argumen dan berilah beberapa contoh


argumen dalam akuntansi.
Jawab:
komponen pembentuk argumen adalah premis dan konklusi
contoh argumen dalam akuntansi:
- karena akuntansi menekankan substansi dari bentuk, statemen keuangan beberapa
perusahaan yang secara yuridis terpisah tetapi secara ekonomik merupakan satu
perusahaan harus dikonsolidasi
- karena akuntansi menganut kesatuan usaha ekonomik, beberapa perusahaan yang secara
yuridis terpisah harus dianggap sebagai satu kesatuan ekonomik kalau perusahaan-
perusahaan tersebut ada dibawah satu kendali. Oleh karena itu, laporan konsolidasian harus
disusun oleh perusahaan pengendali

23. Jelaskan secara umum pengertian argumen deduktif dan indukatif serta berilah contoh
untuk tiap jenis argumen tersebut.
Jawab:
Argumen deduktif adalah proses penyimpulan yang berawal dari suatu pernyataan umum
yang disepakati (premis) ke pernyatan khusus sebagai kesimpulan (konklusi)
contoh:
premis major : Semua pegawai yang berprestasi akan mendapat promosi
Premis minor : Indira adalah pegawai berprestasi
konklusi : Indira akan mendapat promosi
Argumen induktif adalah proses penyimpulan yang berawal dari suatu pernyataan atau
keadaan khusus dan berakhir dengan pernyataan umum yang merupakan generalisasi dari
kedaan khusus tersebut.
contoh:
Premis major : semua vegetarian cantik
Prems minor : Gogon cantik
Konklusi : Gogon vegetarian

25. Apakah perbedaan antara kebenaran/validitas logis dan kebenaran /validitas empiris?
Berilah suatu contoh untuk menjelaskan perbedaan antara kedua konsep tersebut.
Jawab:
TUGAS TEORI AKUNTANSI SOEWARDJONO [GANJIL] ANITA PRATIWI 8C/05

validitas logis atas suatu argumen berkaitan dengan kriteria kesahihan, sedangkan validitas
empiris berkaitan dengan kriteria kepercayaan. Keempat kriteria yang meyakinkan bahwa
semua premis benar atau masuk akal adalah sebagai berikut:
a. Semua premis benar (terlepas orang tersebut setuju atau tidak)
b. Konklusi mengikuti (follow form) semua premis
c. Semua premis dapat diterima, artinya orang percaya atau setuju dengan semua premis
yang diajukan
kriteria a dan b diperlukan untuk validitas logis argumen. Kriteria c digunakan memenuhi
kebenaran empiris asersi untuk melengkapi argumen agar konklusi meyakinkan
kebenarannya
berikut ini adalah contoh yang hanya memenuhi kriteria a dan b:
premis major : Semua aset mempunyai manfaat ekonomik bagi perusahaan
premis minor : Akumulasi depresiasi tidak mempunyai manfaat ekonomik bagi perusahan
konklusi : Akumulasi depresiasi tidak dapat menjadi aset

27. Jelaskan pengertian argumen logis (logical argument) dan argumen ada benarnya (plausible
argument) sebagai pembeda argumen deduktif dan induktif.
Jawab:
argumen logis adalah argumen yang memiliki konklusi berupa implikasi dari premis
argumen ada benarnya (plausible argument) adalah argument yang didasarkan pada
pemahaman pengetahuan yang mendasari dan pada sumber asersi
argumen logis adalah argumen deduktif, sedangkan argumen ada benarnya adalah argumen
induktif.
TUGAS TEORI AKUNTANSI SOEWARDJONO [GANJIL] ANITA PRATIWI 8C/05

29. Gambarkan secara digramatik suatu proses penalaran induktif dalam akuntansi.
Jawab:

31. Apakah kelemahan argumen dengan analogi (Argument by analogy)?


Jawab:
kelemahan argumen dengan analogi (argument by analog) adalah adanya perbedaan-
perbedaan penting yang mempengaruhi (melemahkan) konklusi sering tersembunyi atau
disembunyikan. Perbedaan sering lebih dominan daripada kemiripan.

33. Sebutkan syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk meyakinkan bahwa faktor X benar-benar
merupakan penyebab faktor Y. Mengapa syarat-syarat tersebut harus dipenuhi?
Jawab:
a. X dan Y bervariasi bersama. Bila X berubah Y juga berubah
b. Perubahan X terjadi sebelum atau mendahului perubahan Y terjadi
c. Tidak ada faktor lain selain X yang mempengaruhi perubahan Y

35. Jelaskan perbedaan dan persamaan antara strategem dan salah nalar (reasoning fallacy)
Jawab:
strategem adalah kecohan lantaran taktik atau akal bulus, sedangkan salah nalar adalah
kecohan karena salah logika atau salah nalar dalam argumen.
TUGAS TEORI AKUNTANSI SOEWARDJONO [GANJIL] ANITA PRATIWI 8C/05

persamaannya adalah sama-sama merupakan argumen yang jelek, lemah, tidak sehat, atau
bahkan tidak masuk akal.

37. Sebut dan jelaskan serta berilah contoh berbagai jenis salah nalar (sedapat-dapatnya dalam
bidang akuntansi)
Jawab:
Menegaskan Konsekuen : Bila simpulan diambil dengan pola premis yang menegaskan
konsekuen, akan terjadi salah nalar.
Premis 1 : Semua aset tetap digunakan dalam operasi kantor.
Premis 2 : Kalkulator digunakan dalam operasi kantor
Konklusi : Kucing adalah aset tetap
Menyangkal Anteseden: Suatu argumen yang mengandung penyangkalan akan valid apabila
konklusi ditarik mengikuti kaidah menyangkal konsekuen (denying the consequent atau modus
tollens). Bila simpulan diambil dengan struktur premis yang menyangkal anteseden, simpulan
akan menjadi tidak valid
Premis 1 : Semua aset tetap digunakan dalam operasi kantor.
Premis 2 : Alat tulis kantor bukan merupakan aset tetap.
Konklusi : Alat tulis kantor tidak digunakan dalam operasi kantor.
Pentaksaan (Equivocation): Salah nalar dapat terjadi apabila ungkapan dalam premis yang satu
mempunyai makna yang berbeda dengan makna ungkapan yang sama dalam premis lainnya.
Dapat juga, salah nalar terjadi karena konteks premis yang satu berbeda dengan konteks premis
lainnya.
Premis 1 : Jurnal harus dibuat setiap bulan
Premis 2 : “Analisis Pengaruh Laba terhadap Kenaikan Saham” adalah sebuah jurnal
Konklusi : Analisis Pengaruh Laba terhadap Kenaikan Saham harus dibuat setiap bulan
Perampatan-lebih (Overgeneralization): Salah nalar yang bartalian dengan perampatan lebih
adalah apa yang dikenal dengan istilah penstereotipaan (stereotyping). Salah nalar ini terjadi bila
penalar mengkategori seseorang sebagai anggota suatu kelompok kemudian melekatkan semua
sifat atau kualitas kelompok kepada orang tersebut.
Contoh: Semua aset tetap lebih baik menggunakan metode nilai histori karena mayoritas
perusahaan menggunakan metode tersebut
Parsialitas (Partiality): Penalar kadang-kadang terkecoh karena dia menarik konklusi hanya atas
dasar sebagian dari bukti yang tersedia yang kebetulan mendukung konklusi. Hal ini mirip dengan
perampatan lebih lantaran sampel kecil atau ketakrepresentatifan bukti. Kadang-kadang kita
sengaja memilih dan melekatkan bobot yang tinggi pada bukti (argumen) yang cenderung
mendukung konklusi atau keyakinan yang kita sukai dengan mengabaikan bukti yang menentang
konklusi tersebut. Kesalahan semacam ini tidak harus merupakan suatu stratagem karena penalar
tidak bermaksud mengecoh atau menjatuhkan lawan tetapi karena semata-mata dia tidak
objektif (bias) dalam penggunaan atau pengumpulan bukti.
Contoh: Mayoritas perusahaan menggunakan historical cost. Mereka beranggapan bahwa
historical cost lebih cocok daripada menggunakan fair value. Padahal secara teori dan
kenyatannya tidak seperti itu
Pembuktian dengan Analogi : Analogi lebih merupakan suatu sarana untuk meyakinkan bahwa
asersi konklusi mempunyai kebolehjadian (likelihood) untuk benar. Dengan kata lain, bila premis
TUGAS TEORI AKUNTANSI SOEWARDJONO [GANJIL] ANITA PRATIWI 8C/05

benar, konklusi atas dasar analogi belum tentu benar. Jadi, analogi dapat menghasilkan salah
nalar. Dalam pengembangan istilah, analogi sering diartikan sebagai mengikuti kaidah atau
struktur ungkapan yang sama. Dengan makna ini, menggunakan analogi untuk menurunkan
istilah bukan merupakan salah nalar tetapi merupakan sarana untuk mengaplikasi kaidah secara
taat asas. Salah nalar justru akan terjadi kalau kaidah tidak diikuti. Contoh
Premis 1 : Real number diterjemahkan atau diserap menjadi bilangan real.
Premis 2 : Real asset diterjemahkan atau diserap menjadi aset real.
Konklusi : Real estate diterjemahkan atau diserap menjadi estat real.
Salah nalar terjadi justru kalau real estate diserap menjadi real estat sebagaimana terlihat dalam
PSAK Nomor 44.
Merancukan Urutan Kejadian dengan Penyebaban: Dalam percakapan sehari-hari atau diskusi,
kesalahan yang sering dilakukan orang adalah merancukan urutan kejadian (temporal succession)
dengan penyebaban (causation). Bila kejadian B selalu mengikuti kejadian A, orang cenderung
menyimpulkan bahwa B disebabkan oleh A. Karena malam selalu mengikuti siang, tidak berarti
bahwa siang menyebabkan malam. Salah nalar terjadi bila urutan kejadian disimpulkan sebagai
penyebaban. Kesalahan ini sering disebut dalam bahasa Latin post hoc ergo propter hoc (setelah
ini, maka karena ini).
Contoh: Jumlah hutang menjadi turun, karena laba perusahaan naik
Menarik Simpulan Pasangan: Kemampuan seseorang untuk menyajikan argumen sering
menjadikan argumen yang valid atau benar menjadi kurang meyakinkan. Akibatnya, orang sering
lalu menyimpulkan bahwa konklusinya tidak benar atau valid. Hal penting yang perlu diingat
adalah bahwa kemampuan seseorang untuk menyajikan argumen yang mendukung atau
menyangkal suatu posisi tidak menentukan kebenaran (truth) atau ketakbenaran (falsity)
konklusi (posisi). Kebenaran konklusi atau posisi memang harus didukung oleh argumen yang
meyakinkan. Salah nalar terjadi kalau orang menyimpulkan bahwa suatu konklusi salah lantaran
argumen tidak disajikan dengan meyakinkan (tidak konklusif) sehingga dia lalu menyimpulkan
bahwa konklusi atau posisi pasanganlah yang benar.

39. Aspek-aspek apa saja yang harus anda perhatikan agar anda tdak terjebak dalam strategem.
Jawab:
Beberapa aspek manusia yang dapat menjadi penghalang penalaran dan pengembangan ilmu:
a. Penjelasan sederhana
Keinginan yang kuat untuk memperoleh penjelasan sering menjadikan orang puas
dengan penjelasan sederhana yang pertama ditawarkan sehingga dia tidak lagi
berupaya untuk mengevaluasi secara seksama kelayakan penjelasan dan
membandingkannya dengan penjelasan alternatif.
b. Kepentingan mengalahkan nalar
Kepentingan sering memaksa orang untuk memihak suatu posisi (keputusan)
meskipun posisi tersebut sangat lemah dari argumen
c. Sindroma tes klinis
Sindroma ini dapat terjadi jika seseorang mempunyai pandangan yang menurut
dirinya sebenarnya keliru atau tidak valid lagi, karena adanya pandangan atau gagasan
TUGAS TEORI AKUNTANSI SOEWARDJONO [GANJIL] ANITA PRATIWI 8C/05

baru.Jadi sindroma semacam ini berarti takut mengetahui kebenaran gagasan


sehingga menghindarinya secara semu
d. Mentalitas Djoko Tingkir
Keadaan dimana argumen yang lemah harus dimenangkan dan dilestarikan semata-
mata karena kekuasaan. Ini berarti kekuasaan lebih unggul daripada penalaran.
e. Merasionalkan daripada menalar
Jika karena keberpihakan, kepentingan, atau ketakkritisan, orang terlanjur mengambil
posisi tersebut salah atau lemah, orang ada kalanya berusaha untuk mencari-cari
justifikasi untuk membenarkan posisinya. Dalam hal ini, tujuan diskusi bukan lagi
untuk mencari kebenaran atau validitas tetapi untuk membela diri atau menutupi rasa
malu, sehingga sebenarnya orang tertsebut tidak lagi menalar tetapi merasionalkan.
f. Persistensi
Seseorang kadang sulit melepaskan suatu keyakinan yang telah lama melekat dalam
kerangka berpikir dan menggantinya dengan yang baru. Orang sering berteguh atau
persistensi terhadap keyakinannya meskipun terdapat argumen yang kuat bahwa
keyakinan tersebut sebenarnya salah sehingga dia seharusnya melepaskan keyakinan
tersebut

41. Seseorang yang cukup terpandang dibidang profesi dan penyususnan standar akuntansi
membuat pernyataan dalam suatu seminar nasional dibawah ini. Evaluasilah apakah
pernyataan tersebut merupakan stragmen atau salah nalar.
“kita tidak perlu macam-macam tentang istilah beban. Istilah beban untuk expense adalah
benar karena nyatanya semua kantor akuntan publik menggunakan istilah tersebut”
Jawab:
Hal tersebut merupakan stratagem karena penggunaan kata beban untuk expense hanyalah
merupakan kebijakan autoritas (Ikatan Akuntan Indonesia) dalam penetapan penggunaan
istilah tersebut tanpa mempersoalkan apakah istilah tersebut layak atau tidak padahal
pemakaian istilah beban untuk expense tidak didukung secara argumentatif.

43. Jelaskan pengertian beberapa konsep berikut ini dan bila perlu berilah contoh situasi nyata
untuk lebih menjelaskan konsep tersebut.
Jawab:
 Put-downs : taktik ungkapan merendahkan untuk menyanggah atau
menghindari argumen dengan ungkapan ungkapan berikut (dengan nada tinggi)
yaitu: “semua orang tahu itu”, “ saya tidak percaya anda dapat mengatakan hal itu”,
dan lain-lain
 Red-herring : praktik dalam perburuan untuk menghalagi anjing pelacak
membaui sasaran dengan cara memasang ikan herring melintang pada jalan setapak
atau jejak (trail). Contoh : DPR tidak perlu ada karena nyatanya banyak wakil rakyat
disana yang korupsi.
 Descriptive use of truth : taktik dimana penalar menunjukan fakta atau kebenaran
(truth) tetapi tidak secara utuh atau hanya sebagian. Contoh: doketr yang
memberikan obat tanpa mengenalkan efek samping atas obat tersebut.
TUGAS TEORI AKUNTANSI SOEWARDJONO [GANJIL] ANITA PRATIWI 8C/05

 Sleight of hand : stratagem yang menggunakan muslihat (trick) disebut tipu daya
(kecekatan) tangan pesulap tanpa melibatkan emosi pihak yang dituju.
Misalnya seorang PNS yang telah diberikan hukuman disiplin berupa pemotongan
tunjangan (karena bolos kerja selama berhari-hari) datang kepada pimpinannya dan
mengajukan pencabutan keputusan tersebut, karena dia berargumen bahwa
keputusan hukuman disiplin tersebut menyebabkan dia dalam kesulitan keuangan..
Hal itu diajukan karena dia tahu benar bahwa memang dia pantas dikeluarkan atas
dasar argumen rasional dan akademik. Pimpinannya tidak jadi mengeluarkan
hukuman disiplin karena pimpinannya tahu bahwa orang tersebut akan semakin
menderita jika permohonannya tidak dikabulkan. Akhirnya pimpinan orang tersebut
mengeluarkan surat untuk membolehkan orang tersebut tidak dipotong
tunjangannya.
 Dilution by generalization : stratagem yang dikenal dengan istilah peringanan
lewat generalisasi. Stratagem ini biasanya digunakan untuk mendukung suatu posisi
dengan menunjukan bahwa banyak orang melakukan apa yang dikandung posisi
tersebut. Misalnya seorang politikus mendukung posisi bahwa Ketua DPR yang
dijatuhi hukuman karena tindakan korupsi masih tetap dapat menjabat dengan
argumen bahwa tidak ada orang yang sempurna. Apa yang sebenarnya dikatakan
adalah bahwa melakukan korupsi adalah suatu bentuk ketidaksempurnaan manusia.
Tindakan korupsi sah-sah saja selama orang mengakui ketidaksempurnaan manusia.
Akan tetapi, penalar terkecoh dalam hal ini karena dia menyamaratakan semua jenis
ketidaksempurnaan. Dengan kecohan ini, orang dapat menerima argumen bahwa
pembunuh dan pencuri tidak perlu dihukum karena tidak seorang pun sempurna.
 Appeal to inappropriate authority : adalah imbauan autoritas yang tidak tepat.
Dengan taktik ini, penalar berusaha untuk meningkatkan kredibilitas dan daya bujuk
suatu posisi dengan menunjukan bahwa posisi tersebut juga dipegang oleh orang
yang diakui sebagai ahli di bidang yang tidak berpautan dengan masalah yang dibahas.
Contohnya adalah jurnalis media masa atau televisi sering mengundang pakar atau
penguasa untuk berbicara tentang masalah yang tidak dikuasainya atau yang
keahliannya tidak bersangkutan sama sekali dengan masalah yang diberitakan.
 Inappropriate dechotomizing : adalah data yang menghasilkan signifikan palsu
karena variabel independennya berkorelasi.
 Appeal to pity : adalah imbauan belas kasih, orang dikatakan telah memanfaatkan
imbauan belas kasih ke anda bilamana dia memaksa anda menyetujui sesuatu karena
kalau anda tidak setuju dia akan menderita. Misalnya seorang PNS yang telah
diberikan hukuman disiplin berupa pemotongan tunjangan (karena bolos kerja selama
berhari-hari) datang kepada pimpinannya dan mengajukan pencabutan keputusan
tersebut, karena dia berargumen bahwa keputusan hukuman disiplin tersebut
menyebabkan dia dalam kesulitan keuangan.. Hal itu diajukan karena dia tahu benar
bahwa memang dia pantas dikeluarkan atas dasar argumen rasional dan akademik.
Pimpinannya tidak jadi mengeluarkan hukuman disiplin karena pimpinannya tahu
bahwa orang tersebut akan semakin menderita jika permohonannya tidak dikabulkan.
Akhirnya pimpinan orang tersebut mengeluarkan surat untuk membolehkan orang
tersebut tidak dipotong tunjangannya.
TUGAS TEORI AKUNTANSI SOEWARDJONO [GANJIL] ANITA PRATIWI 8C/05

 Appeal to force : adalah imbauan tekanan/kekuasaan, adalah bilamana seseorang


memaksa anda menyetujui sesuatu karena kalau anda tidak setuju anda akan
menderita atau menanggung akibatnya. Contoh mahasiswa diminta untuk
mengevaluasi pendapat dalam artikel dosen dia. Mahasiswa tersebut tidak setuju
dengan pendapat dosen karena memang pendapat itu tidak valid secara akademik,
tetapi mahasiswa tersebut mendukung secara penuh pendapat dosen karena dosen
tersebut akan keras kepada mahasiswa apabila tidak menyetujui pendapatnya.

 Modus tollens : adalah suatu argumen yang mengandung penyangkalan akan valid
apabila konklusi ditarik mengikuti kaidah menyangkal konsekuen.
contoh:
premis major : jika saya di Surabaya, maka saya di Jawa Timur
premis minor : saya tidak di jawa timur
konklusi : saya tidak di Surabaya
 Modus ponens : konklusi akan benar bila kedua premis benar dan premis minor
menegaskan anteseden.
contoh:
premis major : semua burung bertelur
premis minor : ikan bertelur
konklusi : ikan adalah burung

 Affirming the consequent : adalah premis minor yang menegaskan konsekuen


sehingga menimbulkan konklusi yang tidak valid. Contoh:
Premis 1 : Jika saya di Surabaya, maka saya di Jawa Timur.
Premis 2 : Saya di Jawa Timur
Konklusi : Saya di Jawa Timur.

 Denying the antecedent : adalah premis minor yang menyangkal anteseden sehingga
menimbulkan konklusi yang tidak valid. Contoh
Premis 1 : Jika saya di Surabaya, maka saya di Jawa Timur.
Premis 2 : Saya tidak di Surabaya
Konklusi : Saya tidak di Jawa Timur.

 Principle of falsifiability : adalah prinsip ketersalahan atau keterbuktisalahan,


dimana merupakan semangat yang dilandasi oleh pikiran bahwa suatu teori ilmiah
tidak harus dapat dibuktikan benar tetapi harus dapat disanggah (dibuktikan salah)
kalau dia memang salah. Misalnya: dengan pengajuan teori baru yang lebih baik.
 False dilemma : adalah taktik sesorang untuk mengaburkan argumen dengan cra
menyajikan gagasannya dan satu alternatif lain kemudian mengkarakterisasi
alternatif lain sangat jelek. Misalnya dalam suatu perdebatan tentang amandemen
undang-undang dasar, seorang anggota fraksi mengatakan “Kita harus menyetujui
amandemen ini atau negara kita akan hancur”
 Leading question : peneliti sering bias dalam pengumpulan data dengan
membuat pertanyaan yang mengarahkan resdponden. Contoh “Apakah Saudara
TUGAS TEORI AKUNTANSI SOEWARDJONO [GANJIL] ANITA PRATIWI 8C/05

mengakui bahwa Anda yang mencuri uang karena Saudara saat ini sedang mempunyai
banyak hutang?”
 Building the case : peneliti berusaha utnuk mendukung teori yang disukainya
dengan mengarahkan bukti secara bias, hal ini akan membangun kasus. Contoh :
bagaimana kamu bisa lulus ujian masuk D4 PKN STAN?
 Stereotyping : salah nalar yang bertalian dengan perampatan lebih.
 Error of inference : adalah kesalahan penyimpulan yang harus dihindari. Contoh
teori big bang. Sampai sekarang teori tersebut tidak ada yang dapat menyangkalnya,
Padahal sebenarnya bisa saja teori big bang mengandung kekeliruan.
 Funcitional fixation : adalah keterpakuan makna orang pada suatu objek melalui
pengalamannya dan sering tidak menyadari bahwa makna tersebut bersifat
kontekstual di masa lalu dan tidak lagi relevan dengan situasi yang baru. Contoh orang
hanya melihat angka laba dalam laporan laba rugi tanpa memperhatikan bagaimana
laba tersebut ditentukan atau terpengaruh oleh perubahan metode akuntansi.
 Clinical test syndrom : budaya akademik yang dapat menghambat kemajuan
pengetahuan. Contoh akademisi sering tidak berani untuk membaca sumber gagasan
karena takut jangan-jangan pendapatnya telah terlanjur disebarkan kepada
mahasiswa.