Anda di halaman 1dari 2

SKROFULODERMA

No. Dokumen No. Revisi Halaman

440/ /VIII/2015
PUSKESMAS GEKBRONG
Jl. Raya Cianjur Sukabumi KM.15
Cianjur

Tanggal Terbit Ditetapkan


STANDAR Kepala Puskesmas
OPERASIONAL 01 Agustus 2015

PROSEDUR dr. CECEP WILLY BUDIMAN


NIP. 19710915 200604 1 017

Tujuan Sebagai pedoman dalam mendiagnosa dan memberikan penanganan


skrofuloderma.

Kebijakan Pelaksanaan terapi dan tindakan terhadap penderita dilakukan sesuai


dengan protap dan apabila ada hal yang sulit perlu konsul dokter
spesialis kulit dan kelamin.

Petunjuk Pelaksanaan BATASAN: Penyakit tuberkulosis yang mengenai kulit akibat


penyebaran langsung dari proses tuberkulosis di bawahnya (pada
umumnya sekunder dari limfadenitis tuberkulosis).

GAMBARAN KLINIS:
1. Anamnesis:
a. Adanya nodul subkutan (cold abscess) yang mengalami
supurasi dan akhirnya terbentuk ulkus disertai saluran sinus
pada kulit di atasnya yang mengeluarkan sekret encer,
jernih, atau purulen.
b. Terjadi kaena adanya penyebaran proses tuberkulosis ke
kulit yang berasal dari proses tuberkulosis di tempat lain,
sering berasal dari kelenjar limfe servikal, tuberkulosis pada
tulang dan sendi, epididimitis tuberkulosis, atau setelah
vaksinasi BCG.
c. Bisa mengenai semua umur.
d. Paling sering terjadi di daerah parotid, submandibula,
supraklavikula, atau leher bagian lateral.
Petunjuk Pelaksanaan 2. Pemeriksaan fisik:
a. Ditemukan tanda-tanda tuberkulosis pada organ lain.
b. Ulkus berbentuk linear atau serpiginosa, menggaung, tepi
livid menimbul, kenyal, dengan dasar berupa jaringan
granulasi. Dapat ditemukan sistem sinusoid di bawah kulit.
Jaringan parut yang terbentuk menyerupai jembatan jaringan
atau cordlike scar di atas kulit normal.

PENATALAKSANAAN:
1. Memperbaiki keadaan umum pasien dan mengobati penyakit
yang mendasarinya.
2. Perawatan luka dengan kompres.
3. Pengobatan spesifik yaitu obat anti tuberkulosis berdasarkan
program nasional pencegahan TB di Indonesia.