Anda di halaman 1dari 15

TUGAS KELOMPOK

ANALISIS KASUS AIRBNB 2016: A Business Model for the Sharing Economy

Dibuat untuk memenuhi tugas Strategic Management / Reguler-A 73


Dosen pengampu: Amin Wibowo, Ph.D

Disusun oleh:
Andsiska Syahputra Helmi
Budi Ekowati 18/436765/PEK/24289
Gian Artha Ramadhan
Ikhsan Bismo Hidayat Lubis
Muhammad Hilmy Farhan 18/436815/PEK/24339
Rahmat Hanif Abdillah 18/436844/PEK/24368
Vonezyo Yupanzara Dharomesz

MAGISTER MANAJAMEN
FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
UNIVERSITAS GADJAH MADA
2019
A. RINGKASAN KASUS
Airbnb didirikan pada tahun 2008 ketika Chesky dan temannya memutuskan untuk
menyewakan apartemen mereka kepada tamu lokal. Untuk melayani tamu tersebut, mereka
menggunakan kasur udara yang kemudian disebut “Air Bed & Breakfast”. Kemudian mereka
menyadari bahwa terdapat potensi bisnis dibidang penyewaan tempat tinggal secara peer to
peer. Sebelum memutuskan untuk go public di tahun 2016, Airbnb sukses dan mengalami
pertumbuhan pesat selama kurun waktu 8 tahun. Airbnb berhasil beroperasi di 190 negara
dengan lebih dari 2 juta properti terdaftar dan estimasi valuasinya sebesar $30 miliar. Airbnb
merevolusi industri pariwisata dan hotel melalui bisnis modelya di mana memungkinkan
penyedia sewa “hosts” untuk menawarkan kamar yang kosong ataupun seluruh rumahnya
kepada tamu yang potensial dalam suatu platform marketplace digital. Kesuksesan model
bisnis yang dipakai oleh Airbnb memanfaatkan apa yang disebut sharing economy. Namun
seiring pesatnya perkembangan Airbnb, mereka mengalami berbagai permasalahan terutama
dari pesaing tradisional seperti hotel, motel, dan bed & breakfast. Mereka adalah pesaing
Airbnb yang menjadi subjek regulasi dan pajak, sementara host yang ada Airbnb dapat
menghindari hal tersebut karena mereka bermain di market digital. Namun, mereka
mendapatkan masalah lain yaitu hukum karena peraturan kota dan negara bagian yang
mengatur penyewaan hotel dan apartemen serta pembayaran pajak di setiap kota memiliki
kebijakan yang berbeda-beda.
Airbnb merupakan perusahaan yang beroperasi melalui penawaran platform teknologi,
di mana individu dengan kapasitas cadangan dapat menawarkan layanan mereka. Dengan
memanfaatkan penggunaan smartphone yang ada di mana-mana dan penuruan biaya teknologi
terus menerus, perusahaan ini menyediakan platform bagi individu untuk secara mudah
berbagi sejumlah sumber daya. Dengan demikian, pemilik rumah dengan kamar cadangan
dapat menawarkan untuk bisa disewakan. Mereka cukup melakukan pendaftaran melalui
platform dan mulai menawarkan layanan atau sumber daya yang dimilikinya. Airbnb
kemudian membebankan biaya transaksi kecil karena layanan antara kedua pengguna
difasilitasi. Dalam model bisnisnya, Airbnb menerima persentase dari yang diterima tuan
rumah. Namun, masalah mulai muncul karena Airbnb dituduh melakukan lobi terhadap
pembuat hukum tentang hukum penyewaan tempat tinggal. Airbnb lolos dari hukum karena
dianggap bukan sebgai penyedia jasa tempat tinggal dan pemilik properti juga dituduh

1
menggunakan Airbnb agar bebas dari keharusan memiliki lisensi untuk menyewakan tempat
tinggal. Kemudian terdapat kasus diskriminasi dan kriminalitas yang menyangkut keamanan
bagi para tamu dan pemilik properti atau rumah. Peraturan pemerintah tidak dapat membuat
peraturan hukum bagi Airbnb karena Airbnb tidak memiliki kepemilikan properti sah terhadap
kejadian-kejadian yang dihadapi oleh tamu ataupun pemilik rumah. Sehingga, Chesky
berharap bisa mengesahkan regulasi pemerintah untuk Airbnb agar dapat mengatasi berbagai
permasalah yang ada.
B. PERMASALAHAN
Permasalahan yang ada dari kasus Airbnb 2016: A Business Model for the Sharing
Economy menurut kelompok kami adalah:
1. Adanya protes dari pesaing (hotel, motel) karena Airbnb bisa lolos dari pajak.
2. Airbnb dituduh melakukan lobi terhadap pembuat hukum tentang hukum penyewaan
tempat tinggal
3. Airbnb lolos dari hukum karena dianggap bukan sebgai penyedia jasa tempat tinggal.
4. Pemilik properti juga dituduh menggunakan Airbnb agar bebas dari keharusan memiliki
lisensi untuk menyewakan tempat tinggal.
5. Terjadi kasus diskriminasi dan kriminalitas yang menyangkut keamanan bagi para tamu
dan pemilik properti atau rumah.
6. Peraturan pemerintah tidak dapat membuat peraturan hukum bagi Airbnb karena Airbnb
tidak memiliki kepemilikan properti sah terhadap kejadian-kejadian yang dihadapi oleh
tamu ataupun pemilik rumah.
C. ANALISIS
1. Analisis Segmen
a. Who is your customer (siapa konsumen Airbnb)?
Orang yang membutuhkan tempat tinggal sementara (penginapan) di suatu area
(global) dan sudah melek teknologi.
b. What is the product (apa produk Airbnb)?
Layanan yang menjadi fasilitator antara orang yang membutuhkan penginapan
dengan orang yang mempunyai sumber daya (tempat tinggal) yang lebih.
c. How to satisfy your customer (bagaimana cara Airbnb memuaskan
konsumen)?

2
Accessible, flexible, banyak alternatif pilihan, fasilitas tambahan yang berbeda dari
hotel atau motel, terpercaya
2. Analisis Internal Airbnb
2.1.Analisis VRIN
2.2.Analisis SWOT Airbnb

Internal Factors Strength (S) Weakness (W)


1. Kekuatan branding 1. Banyaknya pelanggaran
yang kuat melalui terhadap regulasi dan hukum,
reputasi dan citra, diataranya pajak dan keamanan
bagi pemilik aset
cabang dan nilai
2. Merusak pasar bisnis hotel
valuasi. karena tidak memiliki aset dan
Eksternal Factors
2. Memiliki keunggulan hanya bersifat aplikasi.
Oppurtunity (O) Cost Leadership 3. Tidak ada standarisasi tempat
1. Tingkat keflesksibelan costumer tinggi membentuk tinggal
bahkan bisa menempati keadiaman artis competitive 4. Pembayaran didominasi oleh
kelas dunia. advantage. Cashless.
2. Konsep sharing model yang 3. Intengible Resources
meningkatkan market. melalui Human
3. Banyaknya pengguna yang memakai Resources yang
teknologi terlatih.
4. Menciptakan win-win solution karena
4. Kemudahan akses
dapat membantu industri wisata di
dalam mendapatkan
daerah yang menggunakan AirBnB
tempat terbaik melalui
komunitas AirnB.

Threath (T)
1. Adanya pesaing yang komplain tentang
bisnis AirBnB
2. Pajak hanya dikenakan kepada pemilik
aset, membuat potensi ditinggalkan
semakin besar. Salah satu kasusnya di
Barcelona yang mendenda sampai 800
ribu Euro.
3. Adanya potensi munculnya pihak
kompetitor yang lebih baik seiring
mereka memanfaatkan kemajuan
teknologi.
4. Adanya gesekan antara foreign dan local
people sehingga memancing pemerintah
sempat untuk tegas terhadap AirBnB.

3
3. Analisis Eksternal Airbnb
3.1.Analisis PESTEL Airbnb
PESTEL atau Politik, Ekonomi, Sosial, Teknologi, Environmental
(Lingkungan), dan Legal adalah alat analisis marketing yang digunakan untuk
menganalisa dan memantau faktor lingkungan makro/eksternal yang dapat
berdampak pada perusahaan. Hasil analisis tersebut kemudian digunakan dalam
analisis SWOT.
Faktor politik adalah tentang bagaimana dan sampai seberapa jauh pemerintah
dapat melakukan intervensi dalam suatu ekonomi atau industri, contohnya pengaturan
pajak, kebijakan perdagangan, hukum perburuhan, dan kebijakan lainnya. Pada kasus
AirBnB, perkembangan yang begitu pesat secara global membuat pemerintah
kesulitan dalam mengatur regulasi yang sesuai, baik untuk AirBnB, host pemilik yang
menyewakan tempat, pengguna sekaligus penyewa, maupun untuk lingkungan di
sekitarnya. Beberapa lokasi AirBnB mengalami kesulitan dalam menyesuaikan
dengan regulasi setempat, seperti keharusan pemilik untuk tinggal dalam bangunan
yang sama, pemilik tidak boleh mengusir penyewa yang menyewa terlalu lama,
pemilik yang dikenai pajak turisme, dan lain-lain. Kebijakan pemerintah juga dapat
mempengaruhi AirBnB, seperti dorongan untuk menarik wisatawan manca negara
akan meningkatkan permintaan layanan AirBnB.
AirBnB yang berkembang sangat pesat juga dianggap sebagai pesaing yang
terlalu cepat tumbuh bagi kompetitornya seperti hotel dan hostel yang sudah ada
terlebih dahulu. Sharing economy atau ekonomi berbagi yang dilakukan AirBnB
berkebalikan dengan yang dilakukan hotel dan hostel. Tanpa beban kepemilikan
bangunan dan pajak, AirBnB dapat bergerak lebih tangkas. Faktor ekonomi yang
mempengaruhi AirBnB seperti nilai tukar yang selalu berubah dari waktu ke waktu
yang dapat menyulitkan pembayaran antar host dan penyewa, tingkat inflasi yang
dapat menurunkan tingkat kunjungan domestik dan luar negeri, pendapatan rata-rata
dan daya beli lokal/nasional yang akan mempengaruhi biaya pelayanan AirBnB di
daerah tersebut. Faktor-faktor tersebut akan secara langsung atau tidak langsung dapat
mempengaruhi permintaan dan penawaran serta mempengaruhi AirBnB menentukan
harga layanannya.

4
AirBnB juga terpengaruh dengan faktor sosial. Karakteristik demografis
seperti pertumbuhan populasi akan mempengaruhi kebutuhan tempat tinggal. Dengan
lahan yang semakin sempit, populasi yang terus meningkat, persaingan untuk
mendapatkan tempat tinggal meningkat, akan meningkatkan harga serta permintaan
dan penawaran pelayanan AirBnB. Adanya media sosial dan forum online yang
mengulas review dan diskusi juga mempengaruhi pengambilan keputusan AirBnB
dalam hal mengetahui kebutuhan baik host dan penyewa layanannya. Norma sosial
yang dianut masyarakat atau negara setempat juga dapat mempengaruhi AirBnB,
kultur penyewa yang bertolak belakang dengan host dapat menimbulkan gesekan
antara keduanya. Faktor keselamatan antara host sebagai pekerja dan penyewa
sebagai pengguna juga belum terlalu diperhatikan oleh AirBnB. Terdapat beberapa
kasus hak privasi penyewa dilanggar oleh host, tetapi banyak juga kasus hak host
dilanggar oleh pihak penyewa. Diperlukan adanya pelatihan atau peraturan yang kuat
dan mengikat keduanya selain perjanjian online.
Sebagai perusahaan teknologi berbasis layanan, AirBnB sangat terpengaruh
dengan faktor teknologi. Faktor ini berkaitan dengan inovasi dalam teknologi yang
dapat mempengaruhi operasionalnya, baik menguntungkan maupun tidak
menguntungkan. Investasi di pengembangan teknologi terbaru dapat mempermudah
penggunaan aplikasi yang selanjutnya akan meningkatkan pelayanan dan produk
AirBnB. Akses internet yang semakin mudah juga akan mempermudah dan
meningkatkan jangkauan layanan AirBnB.
Faktor lingkungan AirBnB lebih kecil dibandingkan dengan hotel dan hostel.
Dampak lingkungan dari satu unit bisnis AirBnB dapat serupa dengan satu kamar
tempat tinggal biasa. Jejak karbon, emisi gas rumah kaca, limbah dan polusi yang
dihasilkan lebih sedikit. Kelangkaan bahan baku tidak terlalu menjadi masalah karena
ekonomi berbagi yang digunakan dapat mengefisienkan tempat tersebut. Faktor cuaca
dan bencana alam harus diperhitungkan karena dapat menurunkan penggunaan dan
membahayakan keselamatan penyewa. Selain itu, kesadaran yang semakin besar akan
potensi dampak perubahan iklim akan mempengaruhi cara AirBnB beroperasi,
misalnya dengan semakin terlibat dalam CSR.

5
AirBnB memiliki banyak masalah legal terkait hubungannya dengan regulasi
baik dari pemerintah maupun tekanan dari kompetitornya. Belum adanya regulasi
yang tepat akan mempengaruhi keamanan dan keselamatan baik host maupun
penyewa. Meskipun sudah ada aturan dari AirBnB untuk host dan penyewa, perlu ada
aturan dari luar yang mengatur tentang bidang tersebut. Perubahan undang-undang
dan peraturan di tiap negara harus diperkirakan dan dapat beradaptasi dengan cepat
untuk tetap berusaha secara etis.
3.2.Analisis ‘Five Forces Model’ Airbnb
a. Rivalry Among Existing Firms
Airbnb memiliki banyak pesaing sebagai penyedia layanan khusus
penginapan, situs-situs sejenis baik dari dalam negri maupun luar negri berlomba-
lomba untuk menggulingkan Airbnb agar tidak mendominasi pasar. Persaingan
global memunculkan para pesaing contohnya seperti situs web Expedia,
Tripping.com, dan Homeaway.com. Untuk di Indonesia sendiri situs web seperti
OYO , Red Doors, dan Traveloka juga menjadi pesaing utama Airbnb dalam
menyediakan layanan penginapan karena di Indonesia sendiri para traveller
domestik masih jarang yang menggunakan Airbnb. Misalnya juga situs web
Onefinestay.com yang baru berusia 5 tahun dalam industri ini menjadi pesaing
yang cukup merepotkan untuk Airbnb. Perusahaan startup asal London ini
menyewakan beberapa apartemen dan rumah-rumah mahal kepada wisatawan di
kota-kota besar di seluruh dunia saat para pemiliknya pergi. (tingkat ancaman
tinggi) Untuk mengantisipasinya Airbnb berbenah dengan menyederhanakan
sistem terkait pemesanan dan pembayaran dengan harapan para konsumen mau
mencoba dan loyal kepada Airbnb.
b. Threat Of New Entrants
Ancaman dari para pesaing baru juga harus diperhatikan oleh Airbnb karena
industri pelayanan penginapan berbasis digital dan pemanfaatan teknologi seperti
Airbnb akan mudah dimasuki oleh para pesaing baru dibuktikan dengan banyak
nya situs web yang bermunculan maupun platform yang menyediakan hal serupa.
(tingkat ancaman tinggi). Tetapi Airbnb dapat bernapas lega karena ternyata untuk
memasuki industri ini tidak sembarangan karena para pesaing harus memiliki

6
modal finansial yang terbilang besar apalagi untuk menyaingi Airbnb yang sudah
eksis di 200 negara akan menjadi hal yang sangat sulit untuk menjadi pesaing baru
bagi Airbnb. Sehingga dalam hal persyaratan modal (tingkat ancaman rendah)
c. Threat Of Subtitute Products or Services
Ancaman dari produk dan layanan pengganti menjadi perhatian Airbnb
sejak kemunculannya. Produk atau layanan pengganti dari Airbnb sendiri adalah
Hotel, Motel, dan penginapan lainnya yang tidak berbasis pada teknologi tetapi
menjual tempat dan layanan yang lebih dari yang Airbnb berikan. Untuk tingkat
permintaan akan produk pengganti sebenarnya tidak cukup tinggi karena masih
banyak orang yang mengakses Airbnb bahkan meningkat setiap tahunnya (tingkat
ancaman menengah). Dari segi kemudahan mencari produk pengganti dengan
banyak nya hotel yang berbentuk fisik selalu dibangun tiap tahunnya menandakan
bahwa sangat mudah mencari produk pengganti dari Airbnb tetapi kenyamanan
dan pengalaman yang disediakan bagi backpacker oleh Airbnb masih lebih unggul
dan sulit disaingi sehingga dalam hal kemudahan mencari produk pengganti
(tingkat ancaman rendah)
d. Bargaining Power Of Suppliers
Bagi Airbnb kekuatan tawar menawar dari pemasok menjadi ancaman
tersendiri karena semakin banyak pemasok yang berada pada industri ini maka
semakin besar kekuatan tawarnya. Untuk Airbnb sendiri pemasok nya adalah tuan
rumah yang menyediakan kamar-kamar penginapan bagi para konsumen. Pada
kasus Airbnb sendiri dimana permasalahan yang terjadi karena regulasi di
beberapa negara yang mengenakan pajak bagi para pemasok atau penyedia kamar
(tingkat ancaman tinggi). Hal tersebut harus menjadi fokus utama Airbnb karena
seharusnya Airbnb menjalin kerjasama yang baik dengan para pemasok untuk
menyediakan layanan penginapan yang terbaik untuk konsumennya dan tetap
harus menguntungkan untuk keduanya.
e. Bargaining Power Of Buyers
Airbnb fokus terhadap pelayanan yang memberikan kenyamanan dan
pengalaman unik bagi konsumennya. Airbnb masih menjadi pilihan para
backpacker baik kelas bawah, kelas menengah dan kelas atas yang tertarik ingin

7
merasakan pengalaman yang berbeda dalam ‘short trip’ nya. Situs web Airbnb
dinilai sangat interaktif dalam hal pemberian informasi yang sangat mudah untuk
dipahami oleh para pengguna baru (ancaman rendah).
4. Current Strategy Airbnb
Dari lima Generic Competitive Strategies, menurut kelompok kami Airbnb saat ini
menggunakan strategi Broad Differentiation. Penjelasasn lebih lanjut adalah sebagai
berikut:
Perusahaan Airbnb mampu menawarkan platform penghubung antara orang yang
membutuhkan tempat singgah dengan pihak yang ingin menyediakan. Jenis dan
spesifikasi tempat singgah yang ditawarkan melalui aplikasi tersebut dapat sangat
beragam dan pelanggan dapat menentukan sendiri model penginapan seperti apa yang
mereka inginkan. Dengan demikian Airbnb dapat dikatakan mampu menjangkau
segmentasi dan pasar yang lebih luas. Perusahaan juga mampu menawarkan layanan yang
berbeda dibandingkan dengan pesaingnya di industri tersebut (penyedia jasa penginapan
konvenional seperti hotel dan motel). Berbeda dengan hotel dan motel, pengguna Airbnb
dapat merasakan pengalaman yang berbeda dalam menggunakan layanan terdebut,
mereka seolah singgah di rumah kerabat dengan berbagai atribut dan properti di
dalamnya dan juga dapat secara langsung berinteraksi dengan pemilik tempat singgah
tersebut. Dengan beragam variasi penginapan yang ditawarkan, pelanggan dapat memilih
sendiri ukuran, model, harga dan lokasi dari penginapan sesuai selera dan kebutuhan
mereka.
Dengan bertambahnya pihak penyewa tempat singgah yang bersedia bekerjasama
dengan Airbnb maka semakin banyak pula pilihan variasi penginapan yang dapat
ditawarkan kepada konsumen. Untuk itu Airbnb terus memperluas jangkauannya dan
menjalin kerjasama dengan para partner sekaligus menigkatkan kepercayaan konsumen
untuk mencari penginapan yang mereka inginkan melalui layanan Airbnb. Untuk dapat
tetap bertahan dalam strategi ini perusahaan harus terus melakukan penekanan pada
inovasi dan penyempurnaan terhadap pelayanan yang ditawarkan serta memastikan
layanan yang diberika lebih baik dibandingkan dengan pesaing. Selain itu perusahaan
juga harus fokus pada fitur-fitur kunci yang menjadi keunggulan dalam strategi
diferensiasi mereka.

8
Beberapa kapabilitas yang dapat ditingkatkan perusahaan adalah kemampuan
mereka dalam memahami keinginan dan kebutuhan konsumen, seperti menyediakan
tampilan yang mudah dipahami kemudian menyediakan mekanisme transaksi yang
mudah dsb. Maka dari itu perusahaan dapat lebih memperhatikan kemampuan dalam hal
peningkatan kualitas pelayanan, desain yang menarik, citra perusahaan dan keamanan
pengguna, serta inovasi terhadap fitur-fitur baru yang mungkin diperlukan. Investasi
untuk menigkatkan kapabilitas pada bidang-bidang tertentu seperti pemasaran, R&D dan
teknologi dirasa penting untuk dilakukan untuk menunjang terwujudnya strategi broad
diferenciation yang terapkan perusahaan.
5. Bagaimana Airbnb lebih baik dan tetap bisa bertahan di masa depan?
Terdapat beberapa cara untuk Airbnb mengelola rantai nilai agar tercipta diferensiasi
dan bisa bertahan kedepannya yaitu:
1. Create Product features and performance attributes that appeal to a wide range
of buyers
Airbnb dalam memertahankan bisnisnya di masa mendatang dan dapat
bersaing secara kompetitif dengan kompetitornya perlu membuat fitur menarik serta
performance unggul yang membuat pelanggan percaya bahwa Airbnb masih dapat
dijadikan sebagai alternatif pilihan. Airbnb menawarkan beberapa fitur menarik yang
dapat dikembangkan dari waktu ke waktu sebagai upaya bertahan dipasar. Seperti
menawarkan fitur akomodasi menampilkan ulasan pemilik rumah (sewa) dan
pengunjung lintas negara dimanapun berada dalam membangun kepercayaan merk.
Selain itu Airbnb menarik bagi pelanggan yang nyaman dengan ketidakkonsistenan
dalam artian mencoba pengalaman baru (experience).
2. Improve customer service or add extra services
Pelanggan Airbnb cenderung cukup puas dengan waktu menginap mereka.
Pelanggan Airbnb juga cenderung merekomendasikan Airbnb kepada orang lain
dan akan menggunakan layanan ini kembali untuk waktu berikutnya. Selain itu
indikator loyalitas yang sangat baik muncul dari pelanggan yang merasa puas akan
pelayanan dari Airbnb mulai dari pemesanan sampai check out-nya. Tingkat
kepuasan dan loyalitas yang dapat dikategorikan cukup baik ini tentu saja
merupakan tolak ukur bagaimana Airbnb harus dapat memertahankan

9
pelananannya kepada pelanggan. Airbnb dapat memberikan pelayanan ekstra yang
berguna bagi beberapa pelanggan yang menjadi pelanggan prioritas (sering
menggunakan Airbnb lebih dari lima kali misalnya), sehingga pelangganpun akan
menjadi nyaman dalam bertransaksi.
Menyoroti permasalahan yang ada terkait Airbnb dengan pelanggan
mengenai diskriminasi dan kriminalitas yang menyangkut keamanan bagi para
pelanggan dan pemilik properti atau rumah, merupakan tanggung jawab Airbnb
dalam menciptakan kerjasama dan rasa saling percaya antar ketiganya dalam
meningkatankan pelayanan ekstra. Selain itu, rintangan besar yang harus diatasi
Airbnb adalah membangun pengakuan merek di pasar secara konstan, bahkan bisa
meningkatkannya. Menciptakan pelanggan yang kapabel melakukan word of mouth
akan menjadi bagian besar dari strategi Airbnb karena itu memainkan kekuatan
pelanggan dalam menyampaikan pelayanannya yang diharapkan akan memberikan
dampak positif.

Gambar 1.
Ilustrasi Happy Customer setelah mendapatkan pelayanan yang baik dari Airbnb.
3. Invest in production-related R&D activities
Meskipun Airbnb tidak memiliki bangunan secara fisik mengenai produk
yang ditawarkan (penginapan), Airbnb sebaiknya tetap memberikan produk made-
to-order yang seperti pelanggan harapkan. Selain itu perlunya menciptakan produk
dengan diferensiasi untuk menciptakan daya saing yang tinggi dengan bisnis
serupa. Airbnb menginvestasikan keunggulannya kepada pelanggan yang pernah
menggunakan layanan Airbnb.
Research and Development (R&D) tetap perlu dikembangkan dalam
menganalisis perubahan pola perilaku pelanggan terhadap potensinya

10
menggunakan layanan Airbnb. Mudahnya perubahan komsumsi pelanggan yang
terjadi sebaiknya direspons Airbnb dengan memprediksi bagaimana kegiatan
produksinya nanti berpeluang besar untuk menjadikannya market leader yang tepat
dalam menyasar pelanggan.
4. Strive for innovation and technological advances
Airbnb telah dengan cepat menggeser seluruh lanskap akomodasi
pariwisata dalam hal penginapan. Memperkenalkan produk inovatif yang menarik
bagi berbagai konsumen merupakan sebuah terobosan baru dibandingkan
penginapan konvensional yang tidak didukung teknologi. Airbnb
mengkombinasikan fiturnya dengan internet dan teknologi seluler yang dengan
jelas menghasilkan beberapa produk yang sangat praktis dan sangat diinginkan
pelanggan pada saat ini. Proposisi nilai Airbnb yang unik menghadirkan tantangan
khusus untuk akomodasi tradisional. Meskipun ancaman yang diajukan Airbnb
terhadap akomodasi konvensional masih merupakan masalah yang banyak
diperdebatkan, akan sulit bagi pelaku bisnis perhotelan untuk memberhentikan
Airbnb. Airbnb merupakan perusahaan yang dibutuhkan anak muda masa kini.
Memberikan keleluasaan dalam memilih akomodasi yang ditawarkan. Hal ini
menjadi sebuah peluang yang besar bagi Airbnb untuk meng-upgrade fitur dalam
pengembangan inovasi baru melalui teknologi yang semakin dinamis.
5. Pursue continous quality improvement
Proses kontrol kualitas yang bagus akan mengurangi adanya cacat produk,
mencegah kegagalan produk, memperpanjang usia produk, lebih ekonomis,
meningkatkan performa produk, dan menghasilkan kenyamanan bagi pengguna.
Airbnb kedepan harus memberikan perhatian lebih terhadap kontrol kepada pemilik
properti atau rumah. Airbnb harus bisa memastikan bahwa layanan mereka bukan
hanya sekedar penghubung yang kemudian lari dari tanggung jawab ketika terjadi
permasalahan kriminalitas atau diskriminasi. Airbnb harus bisa memastikan bahwa
layanannya bisa dipercaya oleh konsumennya dengan menghubungkan mereka
dengan pemilik rumah yang memang aman dan nyaman bagi konsumen. Airbnb
harus melakukan kontrol ketat kepada pemilik rumah, misalnya ketika pemilik rumah
melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan yang ditawarkan maka konsumen bisa

11
melakukan aduan kepada Airbnb. Selanjutnya, Airbnb bisa memberikan punishment
dengan memberikan penilaian yang rendah pada rumah tersebut agar menghindari
kejadian yang tidak diinginkan lagi dan membuat efek jera pada pemilik rumah.
Begitu pula sebaliknya, apabila kejadian yang tidak baik terjadi akibat konsumen,
maka pemilik rumah bisa memberikan aduan kepada Airbnb dan diberikan penilaian
yang rendah juga kepada konsumen tersebut.
6. Increase marketing and brand-building activities
Pemasaran dan periklanan memiliki efek luar biasa pada nilai yang dirasakan
oleh pembeli dan bisa menimbulkan keinginan untuk membayar lebih dari
penawaran perusahaan tersebut. Hal ini juga dapat menciptakan diferensiasi serta
merk juga dapat menciptakan loyalitas pelanggan. Dalam hal ini, Airbnb harus terus
melakukan pemasaran dan periklanan yang sifatnya memberikan efek positif kepada
pelanggannya. Mereka harus berusaha supaya pelanggan tidak lari kepada layanan
yang lain atau merk lain. Pemasaran dan periklanan yang bisa dilakukan oleh Airbnb
sebaiknya juga memperhatikan perkembangan yang ada seperti teknologi dan
lingkungan. Mereka harus terus melalukan up grade dan inovasi agar pelanggan bisa
semakin setia kepada Airbnb.
7. Seek out hig-quality inputs
Kualitas input pada akhirnya dapat mempengaruhi kinerja atau kualitas produk
akhir dari sebuah perusahaan. Airbnb harus melakukan seleksi yang ketat terhadap
pemilik rumah yang akan mendaftarkan propertinya pada layanannya. Airbnb harus
menyertakan berbagai persyaratan lengkap kepada pemilik untuk bisa menawarkan
propertinya di aplikasi tersebut. Airbnb bisa membuat beberapa tahapan yang dapat
diikuti sebagai persyaratan pemilik agar mereka bisa menawarkan propertinya.
Misalnya dengan foto, video, surat-surat lengkap, atau bahkan bisa juga Airbnb
mensurvei secara langsung ke tempat tersebut setelah lolos dari tahap adminsitrasi.
Hal tersebut untuk meminimalisir adanya kejadian yang tidak diinginkan seperti
kriminalitas atau penipuan.
8. Emphasize human resource management activities that improve the skills,
expertise and knowledge of company personnel
Sebuah perusahaan dengan modal intelektual tinggi sering menjadi kapasitas

12
untuk menghasilkan jenis ide yang mendorong inovasi produk, kemajuan teknologi,
desain produk, dan kinerja produk yang lebih baik. Memberikan kompensasi insentif
juga bisa digunakan sebagai upaya untuk mendorong talent agar bisa
mengembangkan produk sehingga tercipta diferensiasi. Airbnb harus bisa merekrut
karyawan yang benar-benar unggul untuk menciptakan produk yang terus bisa
diminati oleh konsumen. Mereka harus terus bisa berinovasi dan upgrade layanan
agar bisa semakin memudahkan pengguna. Namun, Airbnb juga harus
memperhatikan karyawan mereka yang memiliki potensi unggul dengan memberikan
berbagai treatment yang menguntungkan sehingga mereka bisa loyal sebagai
karyawan Airbnb misalnya dengan memberikan insentif atau penghargaan bagi
karyawan yang berprestasi atau memberikan ide baru bagi Airbnb.

13
Daftar Referensi
https://pestleanalysis.com/pestle-analysis-of-airbnb/
https://republika.co.id/berita/obzg1j328/diprotes-warganya-barcelona-jatuhkan-dendanya-pada-
airbnb
https://www.business-to-you.com/scanning-the-environment-pestel-analysis/

14