Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM SISTEMATIK TUMBUHAN

PERCOBAAN I
KONSEP KATEGORI DAN TAKSON

OLEH :

NAMA : GITA INDRI PRATIWI


STAMBUK : F1D118031
KELOMPOK : I (SATU)
ASISTEN PEMBIMBING : WINDI EGIDIYA PUTRI

PROGRAM STUDI BIOLOGI


JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2019
I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sistematika atau Taksonomi merupakan cabang biologi yang bertugas

untuk mengadakan identifikasi semua makhluk hidup, baik yang sekarang

masih ada maupun yang dahulu pernah ada. Menentukan nama dan tempatnya

dalam sistem klasifikasi, sehingga diperoleh suatu rangkuman, ringkasan, atau

gambaran mengenai seluruh makhluk hidup di dunia ini. Klasifikasi tumbuhan

adalah pembentukan kelompok-kelompok dari seluruh tumbuhan yang ada di

bumi ini hingga dapat disusun takson-takson secara teratur mengikuti suatu

hierarki.

Penggolongan tumbuhan, terlebih dahulu perlu dikenali ciri objek

yang akan digolongkan, kemudian menentukan identitasnya yang berupa nama

ilmiah. Taksonomi tumbuhan, kegiatan dalam menentukan nama ilmiah suatu

objek, atau kedudukannya pada suatu tingkat takson lazim disebut dengan

istilah Identifikasi. Ketiga kegiatan tersebut, yaitu pencirian (deskripsi),

penamaan (nomenklatur), dan penggolongan (klasifikasi).

Kegiatan klasifikasi tidak lain adalah pembentukan kelompok-

kelompok makhluk hidup dengan cara mencari keseragaman ciri atau sifat di

dalam keanekaragaman ciri yang ada pada makhluk hidup tersebut.Untuk

memudahkan penentuan hubungan kekerabatan dan memperlancar pelaksanaan

penggolongan tumbuhan, maka diadakan kesatuan-kesatuan taksonomi yang

berbeda-beda tingkatnya. Sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang

dicantumkan dalam Kode Tatanama, maka suatu individu tumbuhan dapat


dimasukkan dalam tingkat-tingkat kesatuan taksonomi. Berdasarkan uraian

tersebut, maka dilakukan praktikum yang berjudul konsep kategori dan takson.

B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada praktikum ini adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana cara mengetahui konsep kategori dan takson?
2. Bagaimana cara mengetahui sifat analisis, sifat sintesis, sifat mantap, sifat

yang baik untuk taksonomi dan sifat-sifat lainnya?


3. Bagaimana cara mengetahui sumber bukti taksonomi penting pada bahan

yang disediakan?
4. Bagaimana cara mengetahui batasan-batasan takson dan penerapannya pada

penggolongan jenis-jenis yang dipraktikumkan dalam kesatuan yang

berbeda-beda tingkatnya?
C. Tujuan Praktikum
Tujuan yang dapat dicapai pada praktikum ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui konsep kategori dan takson.
2. Untuk mengetahui sifat analisis, sifat sintesis, sifat mantap, sifat yang baik

untuk taksonomi dan sifat-sifat lainnya.


3. Untuk mengetahui sumber bukti taksonomi penting pada bahan yang

disediakan.
4. Untuk mengetahui batasan-batasan takson dan penerapannya pada

penggolongan jenis-jenis yang dipraktikumkan dalam kesatuan yang

berbeda-beda tingkatnya.

D. Manfaat Praktikum

Manfaat yang dapat diperoleh dari praktikum ini adalah sebagai

berikut :
1. Dapat mengetahui konsep kategori dan takson.
2. Dapat mengetahui sifat analisis, sifat sintesis, sifat mantap, sifat yang baik

untuk taksonomi dan sifat-sifat lainnya.


3. Dapat mengetahui sumber bukti taksonomi penting pada bahan yang

disediakan.
4. Dapat mengetahui batasan-batasan takson dan penerapannya pada

penggolongan jenis-jenis yang dipraktikumkan dalam kesatuan yang

berbeda-beda tingkatnya.

II. TINJAUAN PUSTAKA

A.Klasifikasi (Taksonomi)

Klasifikasi adalah suatu cara pengelompokan yang

didasarkan pada ciri-ciri tertentu. Semua ahli biologi

menggunakan suatu sistem klasifikasi untuk mengelompokkan

tumbuhan ataupun hewan yang memiliki persamaan struktur,

kemudian setiap kelompok tumbuhan atau pun hewan tersebut


dipasang-pasangkan dengan kelompok tumbuhan atau hewan

lainnya yang memiliki persamaan dalam kategori lain. Banyak

makhluk hidup mempunyai nama lokal. Nama ini bisa berbeda

antara satu daerah dan daerah lainnya (Kurniawan dkk, 2015).

Taksonomi Bloom adalah struktur hierarki (bertingkat)

yang mengidentifikasikan keterampilan berpikir mulai dari

jenjang yang rendah hingga yang tinggi. Berawal dari

pemikiran dan penelitian seorang psikolog pendidikan dari

Amerika Serikat Benjamin S. Bloom pada tahun 1950, bahwa

evaluasi hasil belajar disekolah sebagian besar butir soal yang

diajukan hanya berupa soal tentang hapalan, sedangkan

menurutnya hapalan merupakan tingkat terendah dalam

kemampuan berfikir. Agar proses pembelajaran menghasilkan

siswa berkompeten, maka disusunlah suatu Taksonomi Bloom

yang dipublikasikannya pada tahun 1956 dengan judul

“Taxonomy Of Educational Objectives The Classification of

Educational Goals” (Effendi, 2014).

B.Pengenalan atau Identifikasi

Unsur utama dalam taksonomi salah satunya adalah

pengenalan atau identifikasi. Melakukan identifikasi tumbuhan

berarti mengungkapkan atau menetapkan identitas (jati diri)


suatu tumbuhan (meliputi :menentukan nama yang benar,

tempat yang tepat dalam sistem klasifikasi). Identifikasi

tumbuhan adalah menentukan namanya yang benar dan

tempatnya yang tepat dalam sistem klasifikasi. Tumbuhan

yang akan diidentifikasikan mungkin belum dikenal oleh dunia

ilmu pengetahuan (belum ada nama ilmiahnya), atau mungkin

sudah dikenal oleh dunia ilmu pengetahuan. Penentuan nama

baru dan penentuan tingkat-tingkat takson harus mengikuti

aturan yang ada dalam

KITT(KodeInternasionalTatanamaTumbuhan) (Proborini dkk,

2013).

C. Determinasi

Determinasi merupakan media yang digunakan dalam

proses identifikasi suatu makhluk hidup, sedangkan untuk

mengamati makhluk hidup yang beranekaragam yang tidak

mungkin untuk didatangkan langsung di kelas maka diperlukan

suatu sumber yang dapat memberikan informasi yang lengkap

tentang makhluk hidup tersebut. Penggunaan kunci

determinasi dalam pembelajaran memiliki keunggulan karena

mengembangkan daya kreativitas dan penalaran siswa,

memotivasi siswa untuk belajar dan memudahkan siswa


memahami, membandingkan dan menganalisis materi yang

sedang dipelajari (Purnamasari dkk, 2012).

D. Kunci Determinasi

Kunci determinasi adalah serangkaian pernyataan

khusus yang sengaja dirancang untuk mengidentifikasi makhlu

khidup yang sedang diteliti. Kunci determinasi merupakan

suatu alat yang diciptakan khusus untuk memperlancar dan

mempermudah pelaksanaan pengidentifikasian tumbuh-

tumbuhan oleh para siswa. Ciri-ciri tumbuhan disusun

sedemikian rupa sehingga selangkah demi selangkah

sipemakai kunci dipaksa memilih satu di antara dua sifat yang

bertentangan hingga akhirnya diperoleh suatu jawaban berupa

identitas tumbuhan yang diinginkan memahami spesifikasi dari

tumbuhan yang diamati setelah menggunakan kunci

determinsi (Pramono, 2017).


III. METODE PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat

Praktikum ini dilaksanakan pada hari Selasa, 1 Oktober 2019 pada

pukul 07.30-09.00 WITA. Bertempat di Laboratorium Biologi, Unit Botani,

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Halu Oleo,

Kendari.

B. Bahan Praktikum

Bahan yang digunakan pada praktikum ini tercantum pada Tabel 1.

Tabel 1.Bahan danKegunaan


No. Nama bahan Kegunaan
1 2 3
1. Hibiscus rosa-sinensis
2. Hibiscus schizopetalus
3. Hibiscus sabdariffa
4. Hibiscus tiliaceus
5. Sida rhombifolia Sebagai objek pengamatan
6. Ceiba petandra
7. Durio sp.
8. Cossypium arboretum
9. Muntingia calabura

C. AlatPraktikum

Alat yang digunakan pada praktikum ini tercantum pada Tabel 2.

Tabel 2. Alat dan kegunaan


No. Nama alat Kegunaan
1 2 3
1. Buku panduan Sebagai petunjuk identifikasi tumbuhan
2. Buku gambar Sebagai media untuk menggambar objek
pengamatan (tumbuhan)
3. Alat tulis Untuk menggambar dan mencatat hasil
pengamatan

D. Prosedur Kerja

Prosedur kerja yang dilakukan pada praktikum ini sebagai berikut:

1. Mengamati semua sifat dan cirri bahan praktikum yang tersedia.

2. Mengelompokkan bahan yang tersedia sesuai kesamaan sifatnya.

3. Mempraktekkan pemahaman tentang konsep kategori, takson dan sifat-sifat


yang digunakan untuk bukti taksonominya, sehingga dapat memastikan
perbedaan atau persamaan sifat antar jenis, marga, familia dalam satu
bangsa.

4. Mendiskusikan pengelompokan jenis-jenis itu dalam kesatuan-kesatuan


sehingga hubungan kekerabatannya menjadi jelas.

5. Membuattabelperbandingansebagaihasilpengamatan.
DAFTAR PUSTAKA

Effendi, R., 2014, Konsep Taksonomi Bloom dan Implementasinya


pada Pelajaran Matematika SMP, Jurna Ilmiah
Pendidikan Matematika, 2(1) : 72-78

Kurniawan, D., Aristoteles dan Amirudin, A., 2015,


Pengembangan Aplikasi Sistem Pembelajaran Klasifikasi
(Taksonomi) dan Tata Nama Ilmiah (Binomial
Nomenklatur) pada Kingdom Plantae (Tumbuhan)
Berbasis Android, Jurnal Komputasi, 3(2) : 120-128

Pramono, 2017, Pengembangan Kunci Determinasi Elektronik


sebagai Media Pembelajaran pada Materi Klasifikasi
Tumbuhan Kelas X SMA/MA, Skripsi, Universitas Islam
Negeri Raden Intan Lampung, Lampung

Proborini, M., W., Gari, N., M. dan Hardini, Y., Taksonomi


Tumbuhan Tingkat Rendah, Diktat Taksonomi Tumbuhan
Non Vaskuler, Universitas Udayana, Denpasar

Purnamasari, H., Rahayuningsih, M. dan Chasnah, 2012, Kunci


Determinasi dan Flascard sebagai Media Pembelajaran
Inkuiri Klasifikasi Makhluk Hidup SMP, Unnes Science
Education Journal, 1(2) : 103-110