Anda di halaman 1dari 24

PEMERIKSAAN FISIK DASAR (INSPEKSI, PALPAISI, PERKUSI

DAN AUSKULTASI)

Untuk menjadi seorang dokter yang baik harus dimulai dengan


penguasaan teknik-teknik pemeriksaan fisik yang baik dan benar. Melalui pemeriksaan fisik yang
baik seorang dokter akan memperoleh data atau informasi yang berharga tentang pasiennya
sehingga dapat menegakkan diagnosis yang tepat sehingga pada akhirnya akan menentukan
terapi yang tepat untuk pasien tersebut.
Apa itu pemeriksaan fisik ?????
Pemeriksaan fisik adalah pemeriksaan tubuh untuk menentukan adanya kelainan-kelainan dari
suatu sistem atau suatu organ tubuh dengan cara melihat (inspeksi), meraba (palpasi),
mengetuk (perkusi), dan mendengarkan (auskultasi).

Langsung aja kita bahas mulai dari yang paling pertama yaitu : Inspeksi
1. Inspeksi
Inpeksi adalah memeriksa dengan melihat dan mengingat. Dengan melihat maka kita
mendapatkan hasil pemeriksaan dalam hal antara lain :
- Kesan Umum Penderita : apakah tampak kesakitan atau tidak, bagaimana cara jalannya, dll.
- Warna-warna dari permukaan tubuh yang dapat dilihat seperti : warna kulit, warna sklera,
pucat, sianosis, dll.
- Bentuk : bentuk badan atau bagian badan tertentu
- Ukuran : perbandingan antar bagian tubuh, atau abnormal dari dinding dada pada waktu
bernafas.
Cara melakukan Inspeksi :

Perhatikan dan catatlah :


- Bentuk tubuh penderita : apakah kurus, atletis, atau gemuk.
- Perbandingan ukuran kepala dan panjang anggota badan
- Cara berjalan dan gerakan
- Adanya deformitas/kelainan bentuk
- Keadaan kulit, rambut, mukosa mata dan kuku secara umum
- Ekspresi wajah, apakah cemas, tertekan, malu, kesakitan, dll
- Ciri-ciri lain yang didapatkan saat inspeksi.

2. Palpasi
Palpasi adalah pemeriksaan dengan meraba dengan menggunakan rasa propioseptif ujung jari
dan tangan. Dengan palpasi dapat terbentuk gambaran dari berbagai aspek seperti :
- Permukaan; misalnya halus/kasar, menonjol/datar, keras/lunak dll
- Getaran-getaran atau denyutan: denyut nadi, pukulan jantung pada dinding dada, dll
- Keadaan alat dibawah permukaan: misalnya batas-batas hepar(hati), adanya massa abnormal
di tempat yang tidak seharusnya, dll.
Cara melakukan Palpasi :
- Daerah yang akan diperiksa harus bebas dari gangguan-gangguan yang menutupi.
- Yakinkan bahwa tangan anda tidak dingin untuk menghindari kram bagi yang sensitif.
Cara melakukan palpasi dapat menggunakan:
- Jari telunjuk dan ibu jari : untuk menentukan besarnya benda.
- Jari ke 2,3,4 bersama dapat digunakan untuk menentukan konsistensi atau garis besar kualitas
benda.

- Seluruh telapak tangan dapat merasakan adanya getaran.


- Sedikit tekanan dengan ujung atau telapak jari dapat menemukan adanya rasa sakit yang
dapat dilihat dari perubahan mimik muka atau mendengarkan keluhan yang tertekan.

3. Perkusi
Perkusi adalah pemeriksaan dengan cara mengetuk permukaan badan dengan perantaraan jari
tangan. Tujuannya adalah untuk mengetahui keadaan organ-organ di dalam tubuh. Tergantung
dari isi jaringan yang ada di bawahnya, maka akan timbul berbagai nada yang dibedakan
menjadi lima kualitas dasar, yaitu : Pekak, redup, sonor, hipersonor, dan timpani.
- Nada suara pekak, dihasilkan oleh massa padat, misalnya perkusi pada bagian paha.
- Nada suara redup, dihasilkan oleh suara perkusi dari hati.
- Nada suara sonor, dihasilkan oleh perkusi pada paru yang normal.
- Nada suara hipersonor, dihasilkan oleh paru yang emfisematous.
- Nada suara timpani, dihasilkan oleh perkusi pada pipi yang dikembungkan atau gelembung
udara pada lambung.
Cara melakukan Perkusi :
Jari tengah dari tangan kiri diletakkan pada permukaan yang akan diperkusi. jari tersebut dalam
sikap hiperektensi. Tekanan persendian interfalang pada permukaan yang diperkusi dengan
bagian lain dari tangan kiri.
Tempatkan tangan kanan ke dekat daerah yang akan diperkusi dalam posisi menekuk ke atas.
Jari tengah dalam sikap fleksi, relaks, dan siap untuk mengetuk.
Dengan gerakan yang cepat, tapi relaks dari pergelangan tangan kanan ketuklah jari tengah
tangan kiri yang menempel pada bidang yang diperiksa dengan jari tengah kanan. Gunakan
ujung jari dengan posisi yang sedapat mungkin tegak lurus. Buatlah ketukan seringan mungkin
yang dapat menghasilkan suara yang jelas.

4. Auskultasi
Auskultasi adalah mendengarkan suara yang terdapat di dalam tubuh dengan bantuan alat yang
disebut Stetoskop. Alat ini berfungsi sebagai saluran pendengaran di luar tubuh untuk dapat
meredam suara di sekitarnya. Dari pemeriksaan auskultasi, dokter dapat mendengarkan suara-
suara secara kualitatif dan kuantitatif yang ditimbulkan oleh jantung, pembuluh darah, paru, dan
usus.
Cara melakukan Auskultasi :

- Gunakan stetoskop dengan pipa pendek (25-30 cm). pasangkan kedua "ear pieces" ke dalam
telinga, sehingga betul-betul masuk, tetapi tidak menekan.
- Gunakan bagian bel dari stetoskop untuk memeriksa toraks dan bagian dalam diafragma untuk
memeriksa abdomen.

Berikut adalah langkah-langkah dalam melakukan Pemeriksaan Fisik Dasar (Inspeksi,


Palpasi, Perkusi, Auskultasi) :
A. Memberi Penjelasan dan Informasi Kepada Pasien.
1. Mempersiapkan perasaan pasien untuk menghindari rasa takut dan stress sebelum
melakukan pemeriksaan fisik :
- Memberikan penjelasan dengan benar dan jelas tentang tujuan dan manfaat sebelum
pemeriksaan fisik.
- Memberi tahu adanya rasa tidak nyaman yang mungkin timbul selama pemeriksaan fisik.
B. Melakukan Pemeriksaan Inspeksi
1. Pemeriksa berdiri di sebelah kanan pasien.
2. Menunjukkan bagaimana melakukan inspeksi pada bagian tubuh tertentu pada saat duduk :
wajah, mata, dan lainnya.
3. Menyuruh pasien untuk berdiri dan bergerak.
4. Menunjukkan bagaimana melakukan inspeksi pasien sewaktu berdiri dan bergerak.
5. Memberi instruksi pasien untuk berbaring.
6. Menyuruh pasien untuk membuka pakainnya/menyingkap bagian tubuh.
7. Menunjukkan bagaimana melakukan inspeksi pasien dalam keadaan berbaring : dada, perut
dan anggota gerak.
8. Melaporkan hasil pemeriksaan.
C. Melakukan Pemeriksaan Palpasi
1. Meletakkan 3 jari pada pergelangan tangan pasien.
2. Meraba dada pasien dengan seluruh telapak tangan dan merasakan gerakan pernafasan.
3. Tampak membandingkan gerakan dada kanan dan kiri dengan meletakkan satu tangan di
dada kanan dan tangan lainnya didada kiri.
4. Melaporkan hasil pemeriksaan.
D. Melakukan Pemeriksaan Perkusi
1. Menekankan interfalang jari ke-3 tangan kiri ke permukaan dinding dada.
2. Mengetuk dengan jari tengah tangan kanan secara tegak lurus terhadap interfalang jari ke-3
tangan kiri.
3. Sikap tangan kanan rileks, gerakan pada pergelangan tangan.
4. Suara yang dihasilkan benar, sesuai dengan daerah yang diperkusi.
5. Melaporkan hasil pemeriksaan.
E. Melakukan Pemeriksaan Auskultasi
1. Memasang ear plug stetoskop pada telinga.
2. Mendengarkan suara selama 2-3 detik pada suatu tempat sebelum berpindah tempat.
3. Melaporkan hasil pemeriksaan.

Tekanan darah
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Jump to navigationJump to search

Alat pengukur tekanan darah

Tekanan darah merujuk kepada tekanan yang dialami darah pada pembuluh arteri darah ketika
darah di pompa oleh jantung ke seluruh anggota tubuh manusia. Tekanan darah dibuat dengan
mengambil dua ukuran dan biasanya diukur seperti berikut - 120 /80 mmHg. Nomor atas (120)
menunjukkan tekanan ke atas pembuluh arteri akibat denyutan jantung, dan disebut
tekanan sistole. Nomor bawah (80) menunjukkan tekanan saat jantung beristirahat di antara
pemompaan, dan disebut tekanan diastole. Saat yang paling baik untuk mengukur tekanan
darah adalah saat Anda istirahat dan dalam keadaan duduk atau berbaring.
Tekanan darah dalam kehidupan seseorang bervariasi secara alami. Bayi dan anak-anak secara
normal memiliki tekanan darah yang jauh lebih rendah daripada dewasa. Tekanan darah juga
dipengaruhi oleh aktivitas fisik, di mana akan lebih tinggi pada saat melakukan aktivitas dan lebih
rendah ketika beristirahat. Tekanan darah dalam satu hari juga berbeda; paling tinggi di waktu
pagi hari dan paling rendah pada saat tidur malam hari.
Bila tekanan darah diketahui lebih tinggi dari biasanya secara berkelanjutan, orang itu dikatakan
mengalami masalah darah tinggi. Penderita darah tinggi mesti sekurang-kurangnya mempunyai
tiga bacaan tekanan darah yang melebihi 140/90 mmHg saat istirahat.

Daftar isi

 1Tekanan sistolik
 2Tekanan diastolik
 3Referensi
 4Lihat pula

Tekanan sistolik[sunting | sunting sumber]


Tekanan sistolik adalah tekanan darah pada saat terjadi kontraksi otot jantung.[1] Istilah ini
secara khusus digunakan untuk merujuk pada tekanan arterial maksimum saat terjadi kontraksi
pada lobus ventrikular kiri dari jantung. Rentang waktu terjadinya kontraksi disebut systole.
Pada format penulisan angka tekanan darah, umumnya, tekanan sistolik merupakan angka
pertama. Sebagai contoh, tekanan darah pada angka 120/80 menunjukkan tekanan sistolik pada
nilai 120 mmHg.

Tekanan diastolik[sunting | sunting sumber]


Tekanan diastolik adalah tekanan darah pada saat jantung sedang berelaksasi atau beristirahat.
Pada kurva denyut jantung, tekanan diastolik adalah tekanan darah yang digambarkan pada
rentang di antara grafik denyut jantung.

Tekanan darah semua orang berbeda-beda


setiap harinya
Tekanan darah adalah kondisi yang tidak berjalan secara pasti, karena akan berubah-ubah.
Ini karena tekanan darah akan bervariasi setiap saat, tergantung pada aktivitas yang Anda
lakukan. Olahraga, perubahan postur (dari duduk ke berdiri), dan bahkan berbicara
sekalipun dapat menyebabkan tekanan pada darah Anda berubah.

Selain itu, tekanan darah umumnya berbeda sesuai waktu pagi, siang atau
malam. Menurut Livescience, sebuah penelitian menyebutkan bahwa tekanan darah yang
diukur pada pagi hari dapat melihat adanya masalah kesehatan lebih baik dibanding jika
dilakukan pada malam hari.

Sebenarnya tekanan darah setiap orang akan selalu berubah-ubah. Polanya akan mulai
tinggi pada pagi hingga siang hari kemudian mencapai puncaknya pada sore dan kemudian
kembali turun pada malam hari.
Pola perubahan tekanan pada darah ini sangat berkaitan dengan jam biologis tubuh alias
ritme sirkadian. Jam biologis tubuh mengatur kerja setiap organ tubuh manusia berdasarkan
jadwal tertentu dalam rentang waktu 24 jam atau satu hari.

Jika perbedaan tekanan darah ini terjadi pada Anda, coba ingat kembali apakah Anda
memiliki faktor-faktor risiko berikut.

 Merokok dan hobi ngopi. Kebiasaan merokok dan minum kopi bisa membuat risiko
tekanan darah akan meningkat di pagi hari menjadi semakin besar.
 Obat-obatan. Beberapa obat-obatan yang Anda konsumsi juga dapat memengaruhi
kenaikan tekanan darah yang kemudian menyebabkan perbedaan tekanan darah. Misalnya
pada obat asma, obat kulit dan alergi, serta obat flu.
 Kerja larut malam. Bila Anda sering begadang atau bekerja pada shift malam, ini dapat
berperan menyebabkan perbedaan tekanan darah sehingga pada pagi hari tekanan darah
akan meningkat.
 Stres berlebihan. Kecemasan maupun stres yang berlebih, seiring berjalannya waktu dapat
menurunkan kinerja sistem jantung dan pembuluh darah Anda sehingga kemudian
menyebabkan masalah tekanan darah permanen.

Memahami cara mengukur tekanan darah


Apabila Anda ingin menjaga agar tekanan darah tetap terkontrol, penting bagi Anda untuk
memahami kapan tekanan darah yang dianggap normal, dan kapan yang dianggap tidak
normal.

Saat tenaga medis mengukur tekanan darah Anda, di alat pengukur tekanan darah akan
muncul dua jenis angka, yaitu sistolik dan diastolik yang dipisahkan dengan garis miring
seperti sebuah pembagian.

Sistolik adalah angka yang ada di “atas” dan diastolik adalah angka yang ada di “bawah”.
Sistolik menunjukan tekanan ketika jantung Anda memompa darah ke seluruh tubuh,.
Sementara diastolik menunjukkan tekanan ketika jantung Anda dalam keadaan istirahat
yaitu saat terjadi pengisian darah ke jantung (di antara ketukan atau detak).
Sumber: Shutterstock

Jika tekanan darah Anda adalah 120/80, 120 adalah tekanan sistolik dan 80 adalah
diastolik. Angka normal tekanan darah adalah angka atas (sistolik) lebih rendah dari 120,
dan angka bawah (diastolik) yang lebih rendah dari 80. Jadi, angka normal tekanan darah
adalah di bawah 120/80.

Sedangkan tekanan pada darah dianggap tinggi (hipertensi) jika angka atas (sistolik) lebih
tinggi dari 140 atau jika angka bawah (diastolik) lebih dari 90 dalam dua kali pengukuran.
Meski angka tersebut tidak bisa selalu dianggap hipertensi, namun Anda harus selalu
waspada karena angka tersebut sudah di atas normal.

Apabila angka tekanan darah Anda di antara 120/80 dan 140/90, ini artinya Anda
mengalami kondisi prehipertensi di mana Anda belum memerlukan obat namun perlu
waspada terhadap tekanan darah Anda. Pada kondisi ini Anda harus mulai melakukan
perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat.

Mengenal hipertensi atau tekanan darah


tinggi
Hipertensi adalah nama lain dari tekanan darah tinggi. Tekanan pada darah itu sendiri
adalah kekuatan aliran darah dari jantung yang mendorong melawan dinding pembuluh
darah (arteri). Kekuatan tekanan darah ini bisa berubah dari waktu ke waktu, dipengaruhi
oleh aktivitas apa yang sedang dilakukan jantung (misalnya sedang berolahraga atau dalam
keadaan normal/istirahat) dan daya tahan pembuluh darahnya.
Tekanan darah tinggi adalah kondisi di mana tekanan darah lebih tinggi dari
140/90 milimeter merkuri (mmHG). Angka 140 mmHG merujuk pada bacaan sistolik, ketika
jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Sementara itu, angka 90 mmHG mengacu pada
bacaan diastolik, ketika jantung dalam keadaan rileks sembari mengisi ulang bilik-biliknya
dengan darah.

Tidak hanya itu, stres dan perasaan cemas juga dapat berkontribusi terhadap kenaikan
tekanan darah Anda. Tekanan pada darah yang terlalu rendah dapat
menyebabkan pusing. Sementara tekanan darah terlalu tinggi mungkin tidak menyebabkan
gejala apapun, namun bisa juga memicu stroke. Tekanan darah yang tinggi dan terjadi
secara terus menerus juga dapat menyebabkan gagal jantung kongestif, gagal
ginjal, pengerasan arteri, dan komplikasi lainnya.

Anda akan dipastikan memiliki tekanan darah tinggi saat dokter mendeteksinya dalam
pemeriksaan fisik rutin, karena Anda mungkin tidak memiliki gejala apapun. Karena merasa
bahwa tidak ada sesuatu yang salah dalam tubuhnya, kebanyakan orang mungkin
tidak rajin medical check up ke dokter kecuali Anda merasa sakit. Nah, hal inilah yang
menjadi salah satu alasan mengapa hipertensi disebut sebagai “silent killer.”

Bagaimana cara mencegah hipertensi?

Sumber: Shutterstock

 Jaga berat badan ideal

Faktanya, orang yang memiliki berat badan berlebih, entah itu overweight atau obesitas
mempunyai 2 sampai 6 kali peluang lebih besar mengalami hipertensi. Oleh karena itu,
usahakan untuk menjaga berat badan tetap ideal, karena tak hanya bisa mencegah
hipertensi tapi dengan begitu Anda bisa menurunkan berbagai risiko penyakit lainnya.
 Rutin berolahraga

Faktanya, orang yang berolahraga rutin memiliki risiko hipertensi yang lebih rendah
ketimbang yang tidak melakukan olahraga sama sekali.

Untuk menjaga tekanan pada darah tetap normal, sebaiknya lakukan olahraga selama 2 jam
hingga 30 menit per minggu. Tak perlu olahraga yang terlalu sulit, cukup jalan
santai, jogging, atau bersepeda saja sudah dapat mencegah hipertensi.

 Stop merokok

Hipertensi adalah salah satu efek samping buruk yang bisa ditimbulkan dari kebiasaan
merokok. Merokok juga dapat membuat Anda terkena berbagai penyakit kronis seperti
stroke, penyakit jantung, dan serangan jantung. Jadi, hentikan kebiasaan merokok Anda
mulai sekarang.

 Hindari stress

Stres dapat membuat tekanan pada darah naik sesaat. Namun, jika Anda tidak mengelola
stres dengan baik maka tekanan darah akan terus tinggi dan bisa menimbulkan kondisi
hipertensi.

Stres memang wajar terjadi, tapi yang paling penting bagaimana Anda mengelolanya
dengan baik. Lakukan hal-hal yang bisa membuat Anda rileks, seperti mendengarkan musik,
meditasi, atau yoga.

 Minum obat untuk penderita hipertensi

Obat hipertensi yang biasanya dikombinasikan adalah kelas diuretik, beta blocker,
penghambat enzim engiotensin (ACE inhibitor), angiotensin-II antagonis, dan calcium
blocker.

Beberapa contohnya adalah Lotensin HCT yang merupakan kombinasi benazepril


(penghambat ACE) dan Hydrocholorthiazide (diuretik), atau Tenoretic yang dikombinasikan
dari atenolol (beta blocker) dengan chlortalidone (diuretik).

Diuretik sering dimasukkan ke dalam kombinasi obat darah tinggi karena risiko efek
sampingnya yang lebih kecil dan manfaatnya yang mampu meningkatkan efek penurunan
tensi darah dari obat utamanya.

Obat diuretik juga ditambahkan ke obat-obatan tekanan darah untuk mengatasi masalah
kelebihan cairan dalam tubuh yang biasa dialami oleh orang hipertensi.

Berbagai hal yang meningkatkan risiko Anda


terkena hipertensi
Tekanan darah tinggi bukanlah penyakit yang berisiko sama bagi semua orang. Pria
memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi daripada wanita dengan tekanan darah yang
sama. Orang Afrika dan orang lanjut usia juga memiliki risiko yang lebih tinggi dari kelompok
etnis lain, dan juga lebih tinggi dari orang-orang yang lebih muda meski ukuran tekanan
pada darahnya sama. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya mengontrol hipertensi.
Tekanan darah yang meninggi karena alasan yang tidak diketahui disebut “essential
hypertension”.”Tekanan darah juga dapat meningkat karena proses penyakit lain, seperti
kelebihan hormon tertentu atau penyakit ginjal. Hal ini disebut “hipertensi sekunder” karena
terjadi akibat penyakit lain.

Mengenal hipotensi atau tekanan darah


rendah

Sumber: Shutterstock

Darah rendah adalah kondisi tekanan pada darah yang dihasilkan saat jantung memompa
darah ke seluruh tubuh berada di bawah batas tekanan normal. Saat darah mengalir melalui
arteri, darah memberikan tekanan pada dinding arteri.

Tekanan itulah yang dinilai sebagai ukuran kekuatan aliran darah atau disebut dengan
tekanan darah. Jika tekanan pada darah di dalam arteri lebih rendah dibandingkan normal,
biasanya disebut dengan tekanan darah rendah atau hipotensi. Ini juga berarti menandakan
bahwa jantung, otak, dan bagian lain dari tubuh tidak mendapatkan cukup darah.

Beberapa ahli mengatakan bahwa Hipotensi biasanya didiagnosis ketika tekanan pada
darah mencapai 90/60 atau kurang, dan diikuti beberapa gejala yakni pusing, dehidrasi,
sulit berkonsentrasi, mual, kulit dingin dan lembap, napas jadi memburu, kelelahan, merasa
sangat haus, penglihatan kabur, hingga pingsan (hilang kesadaran). Perubahan tekanan
pada darah menjadi rendah secara tiba-tiba juga berbahaya karena bisa berdampak pusing
yang hebat, akibat otak gagal menerima aliran darah yang cukup.
Tekanan darah rendah terkadang diartikan sebagai tanda tidak cukupnya darah yang
mengalir pada otak dan organ vital lainnya, sehingga dapat menyebabkan beberapa gejala
seperti:

 Kepala pusing atau badan terasa ringan


 Pingsan
 Penglihatan kabur
 Detak jantung lebih cepat dari normalnya dan iramanya menjadi tidak teratur
 Merasa kebingungan
 Mual atau merasa tidak enak badan
 Lemah
 Merasa kedinginan
 Kulit pucat (pucat karena sakit)
 Merasa haus atau dehidrasi (dehidrasi bisa menjadi penyebab tekanan pada darah
menurun)
 Susah fokus atau berkonsentrasi

Cara mengatasi sekaligus menghindari


hipotensi
 Meningkatkan asupan cairan

Cairan dapat meningkatkan volume darah dan mencegah terjadinya dehidrasi, yang mana
kedua hal ini sangat penting untuk penanganan hipotensi. Minum minimal 8 gelas per hari
ditambah dengan makanan yang mengandung banyak air seperti sayur dan buah. Lebih
banyak cairan akan meningkatkan volume darah, dan peningkatan jumlah darah akan
meningkatkan tekanan di dalam pembuluh darah arteri.

 Meningkatkan asupan natrium (garam)

Natrium merupakan mineral yang tersedia di dalam garam. Selain dalam garam, sayur,
buah, dan minuman olahraga juga mengandung natrium yang bisa menjadi sumber asupan
natrium bagi orang dengan hipotensi. Makanan atau minuman yang mengandung natrium
sebenarnya tersedia dalam berbagai sumber karena kebanyakan jenis makanan memang
mengandung garam.

 Hindari minuman beralkohol

Alkohol dapat memicu terjadinya dehidrasi atau kekurangan cairan. Semakin banyak cairan
yang hilang dari tubuh, tekanan pada darah Anda juga akan semakin berkurang.

 Hindari terlalu lama berdiri

Tidak berdiri terlalu lama dapat mencegah terjadinya tekanan darah menjadi semakin
rendah yang dipengaruhi oleh kondisi syaraf. Ada beberapa orang yang mengalami tekanan
darah rendah dengan jenis orthostatic hypotension.

Pada kondisi ini, orang tersebut ketika berdiri setidaknya 3 menit dapat mengalami
penurunan tekanan darah sistol sebanyak 20 mmHg dan diastol 10 mmHg dibandingkan
dengan tekana pada darah mereka saat duduk atau berbaring. Sehingga, orang yang
memiliki tekanan darah rendah dengan kondisi ini harus mengurangi aktivitas berdiri.
 Minum obat-obatan

Terdapat bebebrapa obat-obatan yang dikhususkan untuk kasus tekanan pada darah
rendah. Jika obat-obatan diperlukan prinsip kerja obat tersebut dengan meningkatkan
volume darah atau mempersempit arteri sehingga tekanan di dalam darah akan meningkat
karena akan ada lebih banyak darah yang mengalir melalui ruang yang lebih kecil.
Penggunaan obat-obatan ini tentunya berdasarkan resep dokter.

Umumnya dokter akan meresepkan obat hipotensi yaitu obat vasopressin. Ini adalah obat
untuk mempersempit pembuluh darah agar menyebabkan peningkatan tekanan pada darah.
Obat ini biasanya digunakan untuk kasus hipotensi kritis.

Selain itu ada obat catecholamine yang termasuk dalam obat adrenalin, noradrenalin, dan
dopamin. Obat-obatan ini bekerja memengaruhi sistem saraf simpatetik dan pusat.
Catecholamines juga berfungsi membuat jantung berdetak lebih cepat dan kuat serta
menyempitkan pembuluh darah sehingga berakibat pada peningkatan tekanan pada darah.

Mana yang paling berbahaya, tekanan darah


yang tinggi atau rendah?

Sumber: Shutterstock

Hipertensi dan hipotensi tidak bisa dibandingkan tingkat keparahannya, keduanya sama-
sama berbahaya. Sebab, keduanya sama-sama berisiko menyebabkan komplikasi dalam
jangka panjang dan tentunya memberikan pengaruh buruk pada organ tubuh.
Komplikasi pada hipertensi akan menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah sehingga
bisa terjadi serangan jantung, gagal jantung, gagal ginjal dan kemungkinan penyakit lainnya.
Sementara hipotensi dapat menyebabkan syok (kehilangan cairan atau darah dalam jumlah
sangat banyak) yang tentu mengancam nyawa.

Tentu hidup sehat menjadi pilihan Anda, bukan? Daripada membandingkan; mana yang
lebih berbahaya, sebaiknya Anda menghindari kedua gangguan tersebut. Dilansir
dari Healthline, berikut pedoman untuk menjaga tekanan darah yang sehat seperti:

 Jaga berat badan ideal. Untuk memastikan apakah berat badan Anda sudah ideal, cek
di kalkultor BMI iniatau di bit.ly/indeksmassatubuh.
 Jaga pola makan sehat dan seimbang.
 Istirahat dan olahraga yang cukup.
 Berhenti merokok dan hindari konsumsi alkohol.
 Rutin mengecek tekanan pada darah dan konsultasi kesehatan Anda ke dokter.

Bagaimana cara menjaga tekanan darah


normal?
Perubahan gaya hidup sehat merupakan langkah penting pertama untuk membuat tekanan
di dalam darah tetap normal nan stabil Ahli kesehatan saat ini menyarankan bahwa kita
semua harus:

 Olahraga minimal 30 menit sehari


 Menjaga berat badan agar tetap ideal
 Mengurangi konsumsi sodium (garam)
 Meningkatkan asupan kalium
 Batasi konsumsi alkohol tidak lebih dari satu atau dua gelas sehari
 Mengonsumsi makanan yang kaya buah-buahan, sayuran, dan produk susu rendah lemak
sambil mengurangi asupan lemak total dan lemak jenuh

Berapa Tekanan Darah Normal Orang Dewasa?

Tekanan darah adalah ukuran seberapa kuatnya jantung meompa darah ke


seluruh tubuh Anda. Agar kinerja tubuh maksimal, Anda harus memiliki
tekanan darah normal. Lantas, berapa tekanan darah normal pada orang
dewasa?
Umumnya, orang dewasa dengan kondisi tubuh sehat memiliki tekanan darah
normal sekitar 90/60 mmHg hingga 120/80 mmHg. Angka 120 dan 90 menunjukkan
tingkat tekanan ketika jantung memompa darah ke seluruh tubuh atau biasa disebut
tekanan sistolik. Sementara angka 80 dan 60 berarti tingkat tekanan saat jantung
beristirahat sejenak sebelum kembali memompa lagi, atau kerap disebut tekanan
diastolik.
Tekanan darah normal bisa naik atau turun tergantung aktivitas fisik yang Anda
jalani dan kondisi emosional Anda. Jadi Anda tidak perlu panik ketika mendapati
tekanan darah Anda berbeda, asal angka tersebut tidak konsisten tinggi atau rendah
dalam waktu lama.
Jika hal itu terjadi, berarti Anda mengidap hipertensi (tekanan darah
tinggi) atau hipotensi (tekanan darah rendah). Kondisi tersebut menjadi salah satu
tanda adanya gangguan pada kesehatan Anda.
Hipertensi
Anda dikatakan terkena hipertensi ketika tekanan darah Anda 130/80 mmHg atau
lebih. Kenyataannya, kondisi yang membahayakan jiwa ini kerap tidak
menampakkan gejala, sehingga banyak pengidapnya yang tidak tahu jika mereka
mengalami hipertensi.
Hipertensi yang tidak ditangani dengan baik bisa memicu penyakit mematikan
seperti stroke dan serangan jantung, selain itu juga bisa mengganggu penglihatan,
dan menyebabkan kerusakan fatal organ lain seperti ginjal.
Orang-orang yang berisiko terkena hipertensi antara lain adalah mereka yang
kelebihan berat badan, perokok, berusia di atas 55 tahun, pecandu minuman
beralkohol, jarang berolahraga, dan suka mengonsumsi makanan yang asin dan
rendah kandungan kalium dan kalsium. Selain itu, mereka yang memiliki anggota
keluarga yang menderita hipertensi, diabetes atau penyakit jantung juga lebih
berisiko.
Hipotensi
Kondisi ini terjadi ketika tekanan darah Anda di bawah 90/60 mmHg. Umumnya,
tekanan darah rendah, meski kronis sekalipun, tidak berbahaya jika penderita tidak
mengalami gejala-gejala seperti mual, pusing, kelelahan, kehausan, penglihatan
tidak jelas, pernapasan menjadi cepat dan dangkal, kurang konsentrasi, dan
pingsan.
Meski tergolong ringan, tekanan darah yang terlalu rendah bisa memicu kerusakan
jantung dan otak. Berikut hal-hal yang bisa memicu hipotensi:

 Dehidrasi.
 Kehamilan.
 Anemia.
 Ketidakseimbangan hormon misalnya menderita penyakit Addison.
 Menderita alergi atau infeksi
 Berlebihan mengonsumsi minuman beralkohol.
 Kehilangan banyak darah.
 Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti obat Parkinson, sildenafil (Viagra) dan
sejenisnya, obat antidepresan, dan beberapa obat yang memengaruhi langsung otot
pembuluh darah seperti beta dan alfa bloker.
 Gangguan jantung.

Ayo Kontrol Tekanan Darah Anda

Cara mudah agar bisa mengontrol tekanan darah Anda adalah rutin mengeceknya.
Jika Anda memiliki tekanan darah normal, Anda disarankan untuk mengeceknya
setidaknya setiap dua tahun sekali atau ikuti petunjuk dokter.
Jika tekanan darah Anda di antara 120/80 mmHg dan 139/89 mmHg, Anda
dianjurkan untuk mengeceknya tiap tiga hingga enam bulan sekali atau ikuti saran
dokter. Jika tekanan darah Anda mencapai 140/90 mmHg atau lebih, segera
konsultasikan lebih lanjut kepada dokter agar Anda bisa mendapatkan penanganan
medis dengan baik.
Anda bisa mengetahui tekanan darah dengan bantuan alat yang
disebut sphygmomanometer. Pengecekan tekanan darah bisa dilakukan di rumah
sakit atau di rumah.
Anda bisa bertanya kepada dokter tentang alat pengukur tekanan darah yang cocok
dan mudah digunakan untuk orang awam. Ketika sudah membeli alatnya, Anda bisa
membawanya ke rumah sakit untuk mencocokkan hasil dari alat pengukur tekanan
darah milik Anda dan dokter. Jika hasilnya sesuai, Anda bisa mengecek sendiri
tekanan darah, kapanpun Anda merasa perlu.
Tapi ingat, setengah jam sebelum mengecek tekanan darah, Anda tidak disarankan
merokok, minum kafein atau berolahraga, agar hasilnya akurat.
Penderita hipertensi sangat disarankan untuk melakukan pengecekan tekanan darah
secara rutin di rumah, dan melaporkan hasilnya pada dokter. Hal ini bisa membantu
Anda serta dokter dalam memantau tekanan darah Anda dan keefektifan obat.
Terkadang, ada beberapa orang yang merasa tegang ketika datang ke rumah sakit
sehingga tekanan darahnya meningkat ketika diperiksa oleh dokter. Padahal jika di
rumah, tekanan darahnya normal.
Meski hipotensi tergolong tidak menyebabkan gejala, Anda harus tetap
mengeceknya secara rutin. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa mengonsultasikannya ke
dokter. Pemeriksaan secara berkala juga diperlukan jika Anda mengalami hipotensi
yang diiringi gejala-gejala tertentu karena bisa saja berakibat serius.

Tips untuk Dapatkan Tekanan Darah Normal

Bagi yang memiliki darah tinggi, Anda bisa memiliki tekanan darah normal dengan
melakukan hal berikut:

 Berolahraga
Aktivitas fisik bisa merangsang tubuh untuk memproduksi asam nitrat. Zat ini bisa
membuat pembuluh darah terbuka sehingga mengurangi tekanan darah. Dengan
berolahraga berarti Anda menguatkan otot jantung, mengurangi stres dan terhindar
dari obesitas, salah satu pemicu hipertensi.
 Penggunaan garam yang seimbang
Tubuh kita hanya memerlukan 500 mg garam per hari. Rekomendasi terbaru
menganjurkan untuk membatasi jumlah asupan garam sehari maksimal 2400 mg, ini
setara dengan kurang lebih 1 sendok teh.
 Terapkan pola makan sehat dan gizi seimbang
Konsumsilah makanan yang sehat agar terhindar dari hipertensi. Makanan yang
disarankan yaitu sayur, buah, ikan, daging unggas, kacang, susu rendah lemak dan
biji-bijian utuh. Hindari mengonsumsi minuman beralkohol secara
 Hindari stres berlebihan
Tidak sulit mengatasi stres, Anda dapat belajar teknik untuk menenangkan pikiran
seperti teknik pernapasan, meditasi atau relaksasi otot.

Sedangkan bagi yang memiliki tekanan darah rendah, beberapa hal di bawah dapat
dilakukan untuk meningkatkan tekanan darah:

 Banyak minum air

Selain mencegah dehidrasi, cairan juga dapat meningkatkan tekanan darah. Oleh
karenanya, cukupkan kebutuhan cairan harian Anda setiap hari.

 Tambahkan garam dalam makanan

Kebalikan dengan penderita darah tinggi yang harus membatasi konsumsi garam,
penderita darah rendah dapat menggunakan garam lebih banyak. Walau demikian,
konsultasikan dengan dokter tentang berapa jumlah yang dapat Anda konsumsi.

 Menggunakan stoking khusus

Stoking elastis khusus dapat digunakan untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan
akibat varises yang berujung pada pengurangan pengumpulan darah di daerah kaki.
Tekanan darah normal ini berlaku untuk orang dewasa. Angka tersebut berbeda
pada anak-anak dan remaja. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa konsultasikan hal
tersebut pada dokter.
Memahami Suhu Tubuh dan Cara Mengukurnya

Suhu tubuh adalah ukuran dari kemampuan tubuh dalam menghasilkan dan
menyingkirkan hawa panas.
Memahami suhu tubuh sangatlah penting untuk mengetahui gejala-gejala Anda
terserang penyakit serius. Ketahuilah berapa suhu tubuh normal Anda dan cara
mengukurnya. Ketahui pula berapa suhu tubuh abnormal demi mengantisipasi
kondisi yang dapat mengancam jiwa.

Berapa Suhu Tubuh Normal Manusia?

Selama ini banyak orang menganggap suhu tubuh normal manusia berada pada titik
37 derajat Celcius. Benar, rata-rata suhu tubuh normal manusia memang berada
pada kisaran tersebut. Tapi kenyataannya suhu tubuh normal tidak selalu pada titik
37 derajat Celcius. Suhu tubuh yang normal bisa berada di antara 36,5-37,2 derajat
Celcius.
Suhu tubuh normal bisa berubah sepanjang hari. Aktivitas yang Anda lakukan
sehari-hari juga bisa memengaruhi suhu tubuh. Biasanya, suhu akan naik hingga 0,6
derajat Celcius sepanjang hari. Contohnya, ketika Anda berolahraga di hari yang
panas maka suhu tubuh dapat naik 0,6 derajat Celcius.
Suhu tubuh normal juga bisa berbeda, entah lebih tinggi atau lebih rendah, ketika
seorang wanita berovulasi atau saat siklus menstruasi.
Berbahayakah Suhu Tubuh Rendah atau Tinggi?

Suhu tubuh rendah


Suhu tubuh rendah bisa disebut sebagai hipotermia. Suhu tubuh yang terlalu
rendah dapat mengancam jiwa karena memperlambat sistem kerja saraf dan
berujung pada kegagalan fungsi organ jantung dan pernapasan, serta kematian.
Seseorang dikatakan mengalami hipotermia jika suhu tubuh berada di bawah 35
derajat Celcius, ketika tubuh kehilangan panas lebih cepat dari menghasilkannya.
Kondisi ini terjadi ketika seseorang terkena paparan cuaca dingin seperti terlalu lama
berada di tempat dingin, tidak memakai pakaian hangat saat di tempat dingin, atau
terjatuh ke dalam air yang sangat dingin.
Pahami pula gejala-gejala terjadinya hipotermia. Pada orang dewasa, gejala yang
akan dirasakan antara lain menggigil, bicara tidak jelas, pernapasan yang pendek
dan pelan, serta perlahan-lahan hilang kesadaran. Sementara gejala yang terjadi
pada bayi adalah kulit dingin dan berwarna merah.
Jika kedinginan, pakailah pakaian yang lebih tebal dan hangat. Usahakan agar
tubuh selalu kering. Konsumsi minuman hangat yang manis dan tidak
mengandung alkohol maupun kafein. Jika mencurigai seseorang mengalami
hipotermia, segera bawa ke rumah sakit terdekat karena ini merupakan kondisi
darurat.
Suhu tubuh tinggi
Hipertermia adalah kondisi ketika suhu tubuh berada pada titik lebih dari 40 derajat
Celcius. Hipertermia terjadi ketika tubuh gagal mengatur suhu sehingga suhu tubuh
pun terus meningkat. Sengatan panas akan dirasakan oleh pengidap hipertemia.
Demam berbeda dari hipertermia. Seseorang dikatakan mengalami demam ketika
suhu tubuhnya berada di atas 37,5 derajat Celcius dan bisa kembali ke titik suhu
normal ketika Anda mengonsumsi obat penurun panas,
seperti aspirin atau paracetamol. Demam adalah peningkatan suhu tubuh dalam
tingkat yang sepenuhnya terkendali oleh sistem pengaturan suhu tubuh, sedangkan
hipertermia adalah meningkatnya suhu tubuh di luar kendali sistem tersebut.
Sengatan panas umumnya berkembang ketika seseorang berada di lingkungan
yang panas dan tubuh tidak mampu mendinginkan diri secara efektif.
Suhu tubuh yang tinggi dan berkelanjutan dapat menyebabkan dehidrasi parah dan
merusak organ tubuh secara permanen, seperti otak. Oleh karena itu, kondisi ini
memerlukan penanganan medis secepatnya.
Orang dewasa dengan suhu tubuh 39,4 derajat Celcius dan anak-anak dengan suhu
tubuh 38 derajat Celcius disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter.
Cara Mengukur Suhu Tubuh
Berbagai cara bisa dilakukan untuk mengukur suhu tubuh. Anda bisa
menggunakan termometerdengan beragam jenis sesuai kebutuhan.

 Termometer telinga. Sesuai namanya, termometer berbentuk kerucut kecil ini


digunakan pada telinga. Suhu tubuh bisa terlihat di layar digital dalam hitungan detik.
 Termometer elektronik. Terbuat dari plastik dan ujungnya menyerupai pensil.
Termometer ini dapat digunakan di ketiak, mulut, atau rektum (anus). Jenis ini
mudah digunakan dan dibaca.
 Termometer dahi. Termometer ini menggunakan suhu kulit untuk menentukan suhu
tubuh. Penggunaan termometer berbentuk tipis ini cukup ditempel pada dahi.
 Termometer arteri temporal. Bisa digunakan untuk mengukur suhu tubuh pada
bagian dahi.
 Termometer sekali pakai. Jenis ini bisa dipakai sekali di mulut atau rektum. Bisa
juga dipakai untuk mengukur suhu terus-menerus selama 48 jam pada kulit bayi.
Termometer ini aman, namun tidak seakurat termometer elektornik dan telinga.
 Termometer dot. Berbentuk seperti dot bayi. Cukup letakkan termometer ini di mulut
bayi saat mengukur suhu. Termometer ini terbilang kurang efektif dan efisien karena
butuh waktu lama untuk memunculkan hasilnya ditambah hasilnya tidak seakurat
jenis termometer lain.

Penyebab Tidak Akuratnya Termometer

 Tidak menggunakan termometer pada bagian tubuh yang tepat.


 Terlalu cepat mengangkat termometer dari tubuh.
 Baterai termometer lemah atau mati.
 Tidak mengikuti petunjuk penggunaan termometer yang baik dan benar.
 Mulut terbuka saat pengambilan suhu tubuh secara oral.
 Pengambilan suhu tubuh dalam kurun waktu satu jam setelah olahraga berat atau
setelah mandi air panas.
 Pengambilan suhu tubuh secara oral dalam waktu 20 menit setelah merokok atau
minum cairan panas atau dingin.

Memahami suhu tubuh sangatlah penting. Jadi sediakan selalu termometer di rumah
Anda sebagai langkah awal mendeteksi suhu tubuh apakah normal atau abnormal.

Berapa Denyut Nadi Normal dan


Bagaimana Cara Mengukurnya?
Oleh Arinda VeratamalaInformasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter
Umum.
 16Klik
Klik untuk
untuk membagikan
berbagi di Facebook(Membuka
Twitter(Membuka
pada Tumblr(Membuka di di jendela
di jendela
jendela yang yang
yang baru)
baru) baru)16
 Klik untuk
Klik untuk berbagi
berbagi di
viaLine
Google+(Membuka
Linkedln(Membuka didijendela
new(Membukadi jendelayang
jendela yangbaru)
yang baru)
baru)
Denyut nadi biasanya dapat Anda rasakan di pergelangan tangan Anda atau di leher bagian
bawah Anda. Jika dilihat di film-film, biasanya denyut nadi ini dicek untuk melihat apakah
pemeran di film tersebut masih hidup atau sudah meninggal. Pasti Anda sudah sering
melihat adegan tersebut. Namun, sebenarnya untuk apa sih kita mengukur denyut nadi?
Tahukah Anda berapa jumlah denyut nadi normal?

Untuk apa mengetahui denyut nadi?


Denyut nadi menggambarkan detak jantung Anda, berapa kali jantung berdetak per
menitnya. Denyut nadi juga dapat menunjukkan irama jantung dan kekuatan detak jantung
Anda. Memantau jumlah denyut nadi Anda saat istirahat, saat berolahraga, atau segera
setelah berolahraga dapat menunjukkan tingkat kebugaran Anda.
Memeriksa denyut nadi bahkan dapat membantu Anda menemukan masalah kesehatan
yang sedang Anda alami. Misalnya, denyut nadi yang lebih cepat dapat disebabkan
oleh anemia, demam, beberapa jenis dari penyakit jantung, atau pemakaian obat-obatan
tertentu, seperti dekongestan. Sedangkan, denyut nadi yang lebih lambat dapat
menunjukkan penyakit atau obat-obatan yang berhubungan dengan penyakit jantung,
seperti obat beta-blockers. Dalam keadaan darurat, denyut nadi juga dapat membantu
menunjukkan apakah jantung memompa cukup darah.

Berapa denyut nadi normal?


Denyut nadi dapat bervariasi antar individu. Jumlahnya dapat lebih rendah saat Anda
sedang dalam keadaan istirahat dan dapat meningkat saat Anda sedang olahraga. Hal ini
karena saat olahraga tubuh membutuhkan lebih banyak darah yang membawa oksigen
untuk dialirkan ke semua sel-sel dalam tubuh.

Berikut ini merupakan jumlah denyut nadi normal per menit:

 Bayi sampai usia 1 tahun: 100-160 kali per menit


 Anak usia 1-10 tahun: 70-120 kali per menit
 Anak usia 11-17 tahun: 60-100 kali per menit
 Dewasa: 60-100 kali per menit
 Atlet dengan kondisi yang baik: 40-60 kali per menit

Umumnya, denyut nadi yang berada di kisaran paling bawah (60 kali per menit misalnya
pada orang dewasa) saat keadaan istirahat menunjukkan bahwa jantung bekerja dengan
efisien saat memompa darah dan tubuh Anda lebih bugar. Orang yang aktif memiliki otot
jantung yang lebih baik sehingga jantung tidak perlu bekerja keras untuk mempertahankan
fungsi tubuh. Sehingga, tak heran jika atlet yang terlatih dengan baik memiliki denyut nadi
sekitar 40 kali per menit.

Beberapa hal yang dapat memengaruhi jumlah denyut nadi Anda per menit adalah:

 Aktivitas fisik, setelah Anda melakukan aktivitas fisik berat biasanya denyut nadi lebih
cepat
 Tingkat kebugaran, semakin bugar Anda biasanya denyut nadi lebih lambat (berada pada
kisaran normal yang paling bawah)
 Suhu udara, denyut nadi lebih cepat saat suhu udara lebih tinggi (tapi biasanya
kenaikannya tidak lebih dari 5-10 kali per menit)
 Posisi tubuh (berdiri atau tiduran), terkadang saat Anda berdiri, selama 15-20 detik
pertama denyut nadi akan naik sedikit, kemudian akan kembali lagi ke normal
 Emosi, seperti stres, cemas, sangat sedih, atau sangat senang dapat meningkatkan denyut
nadi Anda
 Ukuran tubuh, orang yang sangat gemuk, biasanya mempunyai denyut nadi yang lebih
tinggi (tapi biasanya tidak lebih dari 100 kali per menit)
 Obat-obatan

Bagaimana cara mengukur denyut nadi?


Denyut nadi dapat Anda ukur di beberapa titik dalam tubuh Anda, seperti:

 Pergelangan tangan
 Siku bagian dalam
 Sisi leher bagian bawah

Namun, biasanya yang paling mudah untuk Anda temukan adalah di pergelangan tangan.
Berikut ini merupakan cara mengukur denyut nadi di pergelangan tangan:

 Tempatkan jari telunjuk dan jari tengah Anda di pergelangan tangan bagian dalam yang
dilewati pembuluh darah arteri. Tekan dengan kuat arteri Anda sampai merasakan denyut
nadi. (Jika melakukan di siku bagian dalam atau leher, juga tempatkan kedua jari Anda dan
tekan sampai menemukan denyut nadi)
 Hitung denyut nadi Anda selama 60 detik (atau selama 15 detik, lalu kalikan dengan 4
sehingga mendapatkan hasil denyut nadi per menit)
 Ingat, saat menghitung, tetaplah fokus pada denyut nadi Anda. Jangan sampai lupa
hitungan atau merasa denyut nadi hilang.
 Anda bisa mengulanginya lagi jika tidak yakin dengan hitungan Anda.

Tanda Tanda Vital (TTV): Pemeriksaan & Nilai


Normal
Oleh dr. Ahmad Muhlisin
Pemeriksaan tanda – tanda vital adalah prosedur pemeriksaan yang dilakukan oleh
tenaga kesehatan terhadap tanda vital seseorang yang bertujuan untuk mendeteksi
gangguan, kelainan atau perubahan pada sistem penunjang kehidupan.
Pemeriksaan tanda – tanda vital (TTV) merupakan metode pengukuran atau
pemeriksaan fungsi tubuh yang paling dasar yang dapat dilakukan untuk mengetahui
tanda klinis yang memiliki manfaat dalam menegakkan diagnosis penyakit dan
menentukan perencanaan terapi medis yang tepat.

Ada empat komponen tanda vital utama yang harus dipantau secara rutin oleh
tenaga kesehatan yaitu tekanan darah, denyut nadi, laju pernapasan, dan suhu
tubuh. Pemeriksaan tanda vital dilakukan pada saat pertama kali anda datang ke
fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan medis. Apabila anda dicurigai
sedang menderita kondisi medis yang serius yang dapat mempengaruhi kehidupan
maka tanda vital akan dipantau secara berulang dan terus dilakukan evalauasi untuk
menilai perkembangan penyakit, hal ini akan terus dilakukan sampai didapatkan nilai
ttv normal. Pada artikel kali ini akan dijelaskan mengenai pemeriksaaan tanda vital
beserta tanda – tanda vital normal.
Pemeriksaan tanda vital tekanan darah
Jenis – Jenis Pengukuran Tanda Vital
1. Tekanan Darah
Tekanan darah merupakan kekuatan pemompaan darah oleh jantung untuk
mendorong darah di dalam arteri (pembuluh darah) hingga ke seluruh tubuh.
Pengukuran tekanan darah dilakukan dengan menggunakan alat pengukur tekanan
darah yang biasa disebut dengan tensimeter diukur dengan alat pengukur tekanan
darah yang disebut dengan Tensimeter dan stetoskop.

Tekanan darah normal untuk orang dewasa adalah 120/80 MmHg. Pada bayi dan
anak – anak tekanan darah normal lebih rendah daripada dewasa. Ukuran tekanan
darah ini dibagi menjadi dua bagian yaitu Sistolik per Diastolik. Tekanan Sistolik
menunjukkan tekanan darah di dalam arteri pada saat jantung berkontraksi untuk
memompa darah ke seluruh bagian tubuh, sedangkan tekanan Diatolik menunjukkan
tekanan darah di dalam arteri pada saat jantung bersitirahat untuk mengisi darah
dari seluruh bagian tubuh.
Tekanan darah normal dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu aktivitas fisik, diet
dan usia. Oleh karena itu untuk dapat melakukan pengukuran tekanan darah dengan
tepat, sebaiknya seseorang yang akan diukur beristirahat dengan santai terlebih
dahulu selama sekitar 15 menit sebelum pengukuran dilakukan.

2. Denyut Nadi
Denyut nadi merupakan frekuensi pemompaan jantung pada arteri. Pengukuran
denyut nadi dilakukan dengan menggunakan stetoskop atau menggunakan jari yang
ditekankan pada nadi penderita selama 60 detik. Pengukuran denyut nadi dapat
dilakukan pada arteri radialis (pergelangan tangan), arteri brakialis (siku), arteri
karotis (leher), arteri poplitea (belakang lutut) atau arteri dorsalis pedis (kaki).
Pengukuran ini juga bermanfaat untuk menentukan irama dan kekuatan nadi.

Denyut nadi normal untuk orang dewasa adalah 60 – 100 kali per menit, disebut juga
dengan Detak Jantung Normal. Pada bayi dan anak – anak denyut nadi normal lebih
tinggi daripada orang dewasa. Denyut nadi ini dapat mengalami peningkatan dengan
olahraga, emosi, pada saat sakit, atau mengalami cedera. Sama seperti pegukuran
tekanan darah, pengukuran denyut nadi juga sebaiknya dilakukan setelah seseorang
beristirahat terlebih dahulu.
3. Laju Pernapasan
Laju pernapasan merupakan frekuensi pernapasan. Pengukuran laju pernapasan
dilakukan dengan menghitung jumlah pengembangan dada seseorang untuk
menarik napasa dalam waktu satu menit. Pengukuran dilakukan pada saat istirahat,
dan pengukuran ini juga dapat menilai sulit tidaknya seseorang bernapas.

Respirasi normal atau pernafasan normal untuk orang dewasa adalah 12 – 20 kali
per menit. Pada bayi dan anak – anak laju perapasan normal lebih tinggi daripada
orang dewasa. Laju pernapasan dapat mengalami peningkatan dengan olahraga,
demam atau karena penyakit paru, atau kondisi medis lainnya.

4. Suhu Tubuh
Suhu tubuh merupakan ukuran panas badan seseorang. Pengukuran suhu tubuh
dilakukan dengan menggunakan alat ukur shu yang disebut dengan Termometer.
Tergantung jenis termometer yang digunakan pengukuran suhu tubuh dapat
dilakukan melalui mulut, ketiak, dubur, telinga, dan kulit dahi.
Suhu tubuh normal untuk orang dewasa adalah 36,5 derajat Celcius – 37,5 derajat
Celcius. Suhu tubuh dapat bervariasi, tergantung aktivitas, makanan, konsumsi
cairan, cuaca dan jenis kelamin terutama wanita pada saat mengalami masa subur.

Anda mungkin juga menyukai