Anda di halaman 1dari 8

JURNAL PENDIDIKAN BIOLOGI INDONESIA VOLUME 3 NOMOR 2 TAHUN 2017

(p-ISSN: 2442-3750; e-ISSN: 2527-6204) (Halaman 95-102)


Disubmit: 03 Mei 2017
Direvisi: 12 Juni 2017
DOI: 10.22219/jpbi.v3i2.4322
Disetujui: 14 Juni 2017

BIODEGRADASI LIMBAH CAIR ORGANIK MENGGUNAKAN KONSORSIUM


BAKTERI SEBAGAI BAHAN PENYUSUNAN BUKU AJAR MATAKULIAH
PENCEMARAN LINGKUNGAN
Biodegradation of Organic Liquid Waste by Using Consortium Bacteria as Material Preparation of
Environmental Pollution Course Textbook

Dora Dayu Rahma Turista


STIKes Hutama Abdi Husada Tulungagung
Jl. dr. Wahidin Sudiro Husodo No. 1 Tulungagung-Jawa Timur, Telp. (0355) 322738
e-mail korespondensi: doraturistaofficial@gmail.com

ABSTRAK
Limbah organik merupakan salah satu jenis limbah yang seringkali mencemari daerah perairan.
Biodegradasi dapat digunakan sebagai solusi perbaikan lingkungan yang tercemar bahan organik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan konsorsium bakteri dalam mendegradasi limbah
cair organik, dan menghasilkan buku ajar matakuliah Pencemaran Lingkungan berdasarkan hasil
penelitian biodegradasi limbah organik menggunakan konsorsium bakteri. Penelitian ini dilakukan
melalui dua tahap. Tahap pertama merupakan penelitian eksperimen yang menggunakan Rancangan
Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan jenis bakteri dan 3 kali ulangan, sedangkan penelitian tahap
kedua merupakan penelitian pengembangan dari hasil penelitian tahap pertama. Hasil penelitian tahap
pertama menunjukkan bahwa kombinasi dari 3 isolat bakteri (Enterobacter gergoviae, Vibrio
parahaemolyticus, dan Pseudomonas stutzeri) merupakan komposisi konsorsium yang tertinggi
potensinya dalam menurunkan kadar BOD (71.75%), COD (74.40%), TSS (58.44%), dan menaikkan DO
(84.15%). Penelitian tahap dua mengacu pada model pengembangan bahan ajar Educational Research
and Development Borg & Gall, dengan tahapan Research and Information Collecting, Planning, Develop
Preliminary Form of Product, Preliminary Field Testing, dan Main Product Revision yang menghasilkan
buku ajar untuk matakuliah Pencemaran Lingkungan berjudul Biodegradasi Limbah Organik
Menggunakan Konsorsium Bakteri.

Kata Kunci: biodegradasi, buku ajar, indigen, isolat, konsorsium

ABSTRACT
Organic waste is one waste type which oftenly pollutes the waters. Biodegradation can be used as an
environmental remedy solution that is contaminated by organik matter. This research aimed to determine
the ability of bacteria consortium in degrading of organic liquid waste, and construct the textbook for
Environmental Pollution subject based on research of biodegradation organic waste by using bacteria
consortium. This research was done through two stages. The first stage was an experimental research by
using Randomized Complete Designe with bacterial type treatment and 3 repetitions, while the second
phase of research was a developmental research from the first stage. The results of the first phase showed
that the combination of 3 indigenous isolats bacteria (Enterobacter gergoviae, Vibrio parahaemolyticus,
and Pseudomonas stutzeri) was the highest potential bacteria in decreasing BOD (71.75%), COD
(74.40%), TSS (58.44%), and increasing DO (84.15%). The second phase was Educational Research and
Development of teaching materials which refers to the development model of Borg & Gall. The stages of
research were: Research and Information Collecting, Planning, Develop Preliminary Form of Product,
Preliminary Field Testing and Main Product Revision which was produced as textbook for the
Environmental Pollution course entitled Biodegradation Organic Waste by Using Bacteria Consortium.

Keywords: biodegradation, bacteria consortium,indigenous, isolat, textbook,

Pencemaran lingkungan adalah masalah pencemar secara alami tidak sebanding


publik yang dihadapi saat ini. Pencemaran dengan jumlah yang harus diolah. Sumber
timbul akibat terlalu banyaknya masukan pencemar seringkali berasal dari limbah
beban pencemar ke lingkungan, sehingga industri, limbah pertanian, dan limbah
kemampuan lingkungan untuk mengolah rumah tangga atau limbah domestik yang

Turista, Biodegradasi limbah organik 95


Available at http://ejournal.umm.ac.id/index.php/jpbi
JURNAL PENDIDIKAN BIOLOGI INDONESIA VOLUME 3 NOMOR 2 TAHUN 2017
(p-ISSN: 2442-3750; e-ISSN: 2527-6204) (Halaman 95-102)
Disubmit: 03 Mei 2017
Direvisi: 12 Juni 2017
DOI: 10.22219/jpbi.v3i2.4322
Disetujui: 14 Juni 2017

pengolahannya belum sempurna atau secara Solid (TDS) yang merupakan parameter
langsung di buang ke lingkungan. Tidak utama pencemaran air (Paramita et al.,
sedikit industri dan rumahtangga yang 2012). Berdasarkan uji pendahuluan
secara langsung mengalirkan limbahnya ke peneliti dengan mengambil sampel di tiga
badan air, yang mengakibatkan terjadinya titik air sungai Badeg diketahui bahwa
pencemaran air. Pencemaran air adalah sungai Badeg mengandung BOD 331.935
masuknya atau dimasukkannya makhluk mg/L, COD 544.000 mg/L, DO 3.577
hidup, zat, energi dan atau komponen lain mg/L, dan TSS 400.000 mg/L. Nilai
ke dalam air oleh kegiatan manusia, tersebut tidak dapat memuhi dan bahkan
sehingga kualitas air turun sampai ke sangat jauh dari standar baku mutu air kelas
tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak II peraturan pemerintah Republik Indonesia
dapat berfungsi sesuai peruntukannya nomor 82 tahun 2001.
(PPRI, 2001). Pencemaran air juga dialami Cara paling mendasar untuk
oleh sungai Badeg yang terletak di menanggulangi dampak negatif pencemaran
kelurahan Ciptomulyo, kecamatan Sukun, lingkungan adalah menjaga kualitas
kota Malang. lingkungan tetap sesuai dengan baku mutu
Sungai Badeg mendapat supply yang telah ditetapkan. Biodegradasi
limbah dari rumah warga, sekolah, dan menawarkan solusi pencemaran lingkungan
industri penyamakan kulit, yaitu PT Usaha secara efektif, ekonomis, dan efisien.
Loka dan PT Kasin yang berada di sekitar Biodegradasi merupakan solusi penanganan
aliran sungai tersebut. Sungai ini limbah secara biologi dengan
mempunyai ciri fisik yang berbau busuk, memanfaatkan peran mikroorganisme.
keruh, berwarna keabu-abuan, putih, dan Mikroorganisme yang digunakan sebagai
terkadang berwarna keunguan. Hal ini agen biodegradasi adalah mikroorganisme
mengindikasikan bahwa sungai Badeg yang mampu menguraikan limbah organik
tercemar bahan organik. Karakteristik menjadi senyawa organik yang lebih
utama limbah organik biasanya berbau sederhana. Penguraian ini terjadi karena
busuk karena mengalami pembusukan oleh mikroorganisme mampu memanfaatkan
mikroorganisme. Berdasarkan sifat yang limbah organik untuk mendukung
dimiliki, karakteristik limbah organik pertumbuhannya.
dibagi menjadi tiga, yaitu karakter fisika Bakteri adalah mikroorganisme
(meliputi padatan total, kekeruhan, bau, yang berperan penting sebagai pengurai
suhu, dan warna), kimia (mengandung dalam ekosistem. Bakteri mampu
karbohidrat, protein, dan lemak), dan beradaptasi terhadap lingkungan karena
biologi (mengandung mikroorganisme) mampu mensintesa enzim untuk
(Doraja et al., 2012). pertumbuhannya. Eksoenzim yang disekresi
Pengaruh utama limbah organik bakteri dapat mengurai molekul kompleks
yang masuk ke dalam air adalah menjadi lebih sederhana (Madigan, 1991
menurunkan kandungan oksigen terlarut/ dalam Sutanto, 2010). Gabungan dari
Desolve Oxygen (DO), dan meningkatkan beberapa jenis mikroba yang bekerjasama
Biochemical Oxygen Demand (BOD), atau disebut dengan konsorsium biasanya
Chemical Oxygen Demand (COD), Total lebih efektif dalam menurunkan beban
Suspended Solid (TSS), dan Total Disolved kadar pencemar bila dibandingkan dengan

Turista, Biodegradasi limbah organik 96


Available at http://ejournal.umm.ac.id/index.php/jpbi
JURNAL PENDIDIKAN BIOLOGI INDONESIA VOLUME 3 NOMOR 2 TAHUN 2017
(p-ISSN: 2442-3750; e-ISSN: 2527-6204) (Halaman 95-102)
Disubmit: 03 Mei 2017
Direvisi: 12 Juni 2017
DOI: 10.22219/jpbi.v3i2.4322
Disetujui: 14 Juni 2017

satu jenis mikroba. Umumnya proses Pyrex (20 ml), thermolyne homogenizer,
degradasi di lingkungan dilakukan oleh magnetic stirrer, pipet berskala; 4) Alat
konsorsium mikroba bukan satu jenis untuk aklimasi, yaitu shaker, kaca
mikroba saja (Thompson et al., 2005). pengaduk, magnetic stirer; 5) Alat untuk
Usaha atau langkah perbaikan mengisolasi, yaitu mikropipet 0,01; 1; 10
lingkungan tercemar sebaiknya dilakukan µl, jarum inokulasi berkolong, jarum
oleh semua kalangan. Hal ini dapat dimulai inokulasi ujung lurus, tabung reaksi, cawan
dari pengenalan teknik perbaikan petri, lemari es, inkubator, rak tabung; 6)
lingkungan di kalangan mahasiswa, salah Alat untuk inokulasi dan inkubasi, yaitu
satunya dengan menyusun buku ajar terkait cawan Petri (diameter 15 cm, tinggi 6,3 cm,
dengan biodegradasi. Buku adalah sumber tebal 3 mm), jarum inokulasi lurus, jarum
belajar sepanjang masa. Buku ajar disusun inokulasi berkolong, lampu spiritus,
menggunakan model penelitian dan laminar air flow, inkubator digital, kaca
pengembangan Borg & Gall (1983) karena pengaduk, pengocok; 7) Alat untuk
memiliki langkah yang lengkap dan mengamati karakteristik bakteri, yaitu
terdapat beberapa kali uji coba serta revisi, mikroskop, mikrometer okuler, mikrometer
sehingga produk buku ajar dapat menjadi objek; 8) Alat untuk pengujian biodegradasi
sumber belajar yang berkualitas bagi in vitro: 4 buah fermentor bervolume 1 liter
mahasiswa. Buku ajar juga disusun dilengkapi thermometer, pH meter, aerator
berdasarkan hasil penelitian biodegradasi dan pengaduk; ditambah 1 fermentor
limbah organik menggunakan konsorsium bervolume 2,5 liter. Bahan yang digunakan
bakteri yang dapat membantu mahasiswa dalam penelitian tahap 1 adalah sampel air
dalam memahami konsep, teknik, dan sungai Badeg, medium Luria Bertani
aplikasi biodegradasi sebagai solusi (terdiri dari pepton 10 g, yeast ekstrak 5 g,
pencemaran lingkungan. NaCl 10 g, aquades 1000 ml), agar, air
pepton 0,1%, alkohol 70% dan 96%,
METODE aluminium foil, kertas label, kertas cokelat,
lisol, isolat bakteri yang diperoleh dari
Penelitian ini dilakukan melalui dua Laboratorium Mikrobiologi Universitas
tahap. Tahap pertama merupakan penelitian Negeri Malang, yaitu Enterobacter
eksperimen, sedangkan penelitian tahap gergoviae, isolat Vibrio parahaemolyticus,
kedua merupakan penelitian pengembangan isolat Pseudomonas stutzeri, dan starter
dari hasil penelitian tahap pertama. konsorsium bakteri yang diinkubasi 1x24
Alat yang digunakan pada penelitian jam.
tahap 1 diantaranya adalah: 1) Alat untuk Penelitian eksperimen bertujuan
pengambilan sampel, yaitu bottle sample untuk mengetahui kemampuan isolat
steril, botol steril, termos es; 2) Alat untuk bakteri E. gergoviae, V. parahaemolyticus,
sterilisasi, yaitu otoklaf, oven kering; 3) P. stutzeri dan komposisi konsorsiumnya
Alat untuk pengukuran dan pengenceran dalam mendegradasi limbah organik.
media: timbangan analitik digital Sartorius, Penelitian ini menggunakan Rancangan
gelas ukur Pyrex (10 ml, 100 ml, 500 ml), Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan
labu Erlenmeyer Pyrex (500 ml, 1000 ml), jenis bakteri yang dilakukan dengan 3
gelas piala Pyrex (2000 ml), tabung kultur ulangan. Penelitian ini memiliki beberapa

Turista, Biodegradasi limbah organik 97


Available at http://ejournal.umm.ac.id/index.php/jpbi
JURNAL PENDIDIKAN BIOLOGI INDONESIA VOLUME 3 NOMOR 2 TAHUN 2017
(p-ISSN: 2442-3750; e-ISSN: 2527-6204) (Halaman 95-102)
Disubmit: 03 Mei 2017
Direvisi: 12 Juni 2017
DOI: 10.22219/jpbi.v3i2.4322
Disetujui: 14 Juni 2017

variabel, diantaranya adalah (a) variabel lama waktu yang dibutuhkan), develop
bebas, yaitu macam isolat bakteri indigen; preliminary form of product (pada langkah
komposisi konsorsium bakteri dan waktu ini sudah mulai mengembangkan bentuk
biodegradasi in vitro, yaitu hari ke-0 hingga awal dari produk yang akan dihasilkan),
hari ke-7; (b) variabel terikat, yaitu preliminary field testing (pada langkah ini
penurunan kadar BOD, COD, TSS, dan dilakukan uji coba lapangan awal dalam
kenaikan kadar DO; dan (c) variabel skala terbatas dengan melibatkan ahli (ahli
kontrol, yaitu suhu inkubasi yang materi dan ahli media pembelajaran),
digunakan (37o C), kecepatan shaker (100 pengguna (dosen pengampu), dan
rpm), dan umur biakan murni bakteri (1x24 mahasiswa dalam skala terbatas yaitu
jam). sebanyak 10 orang), dan main product
Pengujian kadar BOD, COD, DO, revision (pada langkah ini dilakukan
dan TSS dilakukan pada hari ke 0 dan hari perbaikan terhadap produk awal yang
ke 7. Data hasil pengamatan selanjutnya dihasilkan berdasarkan hasil uji coba awal).
dihitung efisiensinya. Menurut Suarsini
Data kuantitatif berupa skor lembar
(2007) rumus yang digunakan adalah
sebagai berikut: validasi yang diperoleh diubah ke dalam
bentuk persentase dengan menghitung
persentase jawaban. Menurut Arikunto
(1)
(2002) rumus yang digunakan adalah
sebagai berikut:

(2)
(3)
Keterangan:
n1 = Kadar awal Keterangan:
n2 = Kadar akhir P = Persentase
∑x = Jumlah jawaban responden dalam 1 item
Penelitian tahap 2 adalah menyusun ∑xi = Jumlah skor ideal dalam item
100% = Konstanta
hasil-hasil dari penelitian tahap 1 menjadi
buku ajar yang berjudul ”Teknik dan
HASIL DAN PEMBAHASAN
Aplikasi Biodegradasi Limbah Organik
Menggunakan Konsorsium Bakteri”. Model Berdasarkan hasil pengamatan
yang digunakan dalam penyusunan buku biodegradasi secara invitro, diketahui
ajar adalah model penelitian dan bahwa komposisi konsorsium bakteri yang
pengembangan versi Borg & Gall (1983) teridiri dari tiga kombinasi bakteri, yaitu E.
yang dilakukan sampai langkah ke lima gergoviae, V. parahaemolyticus, dan P.
karena keterbatasan waktu. Adapun langkah stutzeri merupakan komposisi konsorsium
yang dilakukan adalah research and yang paling efisien dalam menurunkan
information collecting (meliputi observasi kadar BOD, COD dan TSS serta menaikkan
lapangan dan kajian literatur), planning DO bila dibandingkan dengan isolat tunggal
(pada langkah ini dilakukan perumusan ataupun konsorsium yang terdiri dari 2
kecakapan dan keahlian yang berkaitan isolat (ditunjukkan pada Gambar 1, Gambar
dengan permasalahan, menentukan tujuan 2, Gambar 3, dan Gambar 4). Hal ini
spesifik yang akan dicapai produk, dan dikarenakan 3 isolat bakteri yang

Turista, Biodegradasi limbah organik 98


Available at http://ejournal.umm.ac.id/index.php/jpbi
JURNAL PENDIDIKAN BIOLOGI INDONESIA VOLUME 3 NOMOR 2 TAHUN 2017
(p-ISSN: 2442-3750; e-ISSN: 2527-6204) (Halaman 95-102)
Disubmit: 03 Mei 2017
Direvisi: 12 Juni 2017
DOI: 10.22219/jpbi.v3i2.4322
Disetujui: 14 Juni 2017

berkonsorsium tersebut bekerjasama


secara sinergisme dalam meremediasi
limbah, sehingga proses reduksi berjalan
lebih efektif bila dibandingkan dengan
isolat tunggal ataupun konsorsium ganda
(Turista, 2015).

Gambar 4. Persentase Efisiensi Kenaikan Kadar DO

BOD atau kebutuhan oksigen


biologis adalah jumlah oksigen yang
dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk
mendegradasi bahan organik dalam limbah
Gambar 1. Persentase Efisiensi Penurunan Kadar BOD cair. COD atau kebutuhan oksigen kimia
adalah jumlah oksigen yang dibutuhkan
untuk mengoksidasi zat-zat organik dalam
limbah cair dengan memanfaatkan
oksidator kalium dikromat sebagai sumber
oksigen. DO atau oksigen terlarut adalah
jumlah oksigen terlarut dalam air yang
berasal dari hasil fotosintesis ataupun
adsorbsi dari udara. TSS atau zat padat
tersuspensi adalah semua zat padat atau
partikel yang tersuspensi dalam air dan
dapat berupa komponen biotik dan abiotik
serta organik dan anorganik.
Gambar 2. Persentase Efisiensi Penurunan Kadar COD Merujuk pada baku mutu limbah
cair serta definisi dari BOD dan COD
menunjukkan bahwa tingginya nilai BOD
dan COD pada limbah menandakan adanya
beban pencemaran bahan organik yang
tinggi pada limbah. Menurut Happy et al
(2012) nilai BOD mengindikasikan
keberadaan bahan organik di perairan, yaitu
jumlah oksigen yang dibutuhkan mikroba
aerob untuk mengoksidasi bahan organik
menjadi karbondioksida dan air, namun
hanya menggambarkan bahan organik yang
Gambar 3. Persentase Efisiensi Penurunan Kadar TSS
dapat didekomposisi secara biokimiawi.

Turista, Biodegradasi limbah organik 99


Available at http://ejournal.umm.ac.id/index.php/jpbi
JURNAL PENDIDIKAN BIOLOGI INDONESIA VOLUME 3 NOMOR 2 TAHUN 2017
(p-ISSN: 2442-3750; e-ISSN: 2527-6204) (Halaman 95-102)
Disubmit: 03 Mei 2017
Direvisi: 12 Juni 2017
DOI: 10.22219/jpbi.v3i2.4322
Disetujui: 14 Juni 2017

Penurunan nilai BOD dan COD jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk
menandakan adanya degradasi bahan menguraikan bahan organik, sehingga kadar
organik dalam limbah. Penurunan yang BOD dan COD menurun. Menurunnya
signifikan pada nilai BOD dapat dikaitkan kadar BOD dan COD mengakibatkan kadar
dengan konsumsi materi organik oleh oksigen terlarut dalam air bertambah
mikroba sebagai sumber makanan (Porwal melimpah sehingga kadar DO meningkat.
et al., 2015). Ononiwu & Ekwenye (2017) melaporkan
Biodegradasi berjalan efisien karena bahwa kombinasi 3 organisme yang
mikroorganisme mendekomposisi bahan membentuk konsorsium menunjukkan
yang terdispersi halus, koloid, dan zat aktivitas maksimal dengan nilai BOD,
terlarut melalui metabolisme (Dhall et al., COD, dan Lipid yang sangat rendah
2012). Senyawa organik digunakan sebagai dibandingkan perlakuan satu bakteri.
sumber nutrisi bagi bakteri heterotrof Kadar TSS yang tinggi menjadi
sehingga menjadi senyawa yang lebih indikasi tingginya beban pencemaran yang
sederhana. Senyawa organik terurai berupa bahan organik yang melayang pada
menjadi senyawa sederhana yang dapat perairan. Terjadi penurunan kadar TSS
digunakan sebagai sumber nutrisi bagi sebanyak 58,44% setelah diberi konsorsium
bakteri nitrifikasi dalam industri air bakteri dikarenakan konsorsium bakteri
limbah.. Menurut Priadie et al (2014) telah menguraikan senyawa organik yang
bakteri nitrifikasi adalah bakteri yang ada di sampel air. Gaikwad et al (2014)
ditemukan dalam air limbah yang juga melaporkan bahwa konsorsium
mengandung senyawa organik, sehingga mikroba dapat menurunkan TSS sebanyak
bakteri nitrifikasi yang mendapat nutrisi 79,76% dalam 72 jam di dalam reaktor.
tambahan dapat bekerja lebih efektif dalam Buku ajar yang disusun berdasarkan
dekomposisi amonia di industri air limbah. biodegradasi limbah organik menggunakan
Molekul kecil berdifusi ke dalam konsorsium bakteri selanjutnya dilakukan
bakteri (ingesti) melalui dinding sel dan di validasi terhadap para ahli dan juga
saat yang sama, beberapa molekul dilakukan uji keterbacaan terhadap 10
kompleks yang lebih besar yang telah mahasiswa. Data hasil validasi dan uji
disintesis bakteri ke luar melewati dinding keterbacaan selanjutnya diubah dalam
sel (sekresi). Enzim ekstraseluler bentuk persen, dengan hasil yang disajikan
merupakan salah satu produk ekskresi pada Tabel 1.
bakteri. Enzim memecah molekul organik
Tabel 1. Data Hasil Validasi dan Uji Keterbacaan
besar menjadi monomer kecil yang cukup
Hasil
Bidang Keahlian Keterangan
kecil untuk dicerna. Bakteri menggunakan Validasi
molekul yang teringesti untuk mensintesis Materi (Pencemaran Cukup Valid
82.86%
Lingkungan) (Tidak Revisi)
molekul baru dalam pertumbuhannya Bahan Ajar
(Pengembangan Bahan Valid (Tidak
(Davies, 2005). 88.72%
Revisi)
Ajar)
Pemberian konsorsium bakteri
Praktisi Pendidikan
indigen memaksimalkan proses penguraian (Dosen Matakuliah 97.14%
Valid (Tidak
Pencemaran Lingkungan) Revisi)
senyawa organik sehingga mengakibatkan
Cukup Valid
penurunan kadar bahan organik. Penurunan Pengguna (Mahasiswa) 80.28%
(Tidak Revisi)
kadar bahan organik diikuti oleh penurunan

Turista, Biodegradasi limbah organik 100


Available at http://ejournal.umm.ac.id/index.php/jpbi
JURNAL PENDIDIKAN BIOLOGI INDONESIA VOLUME 3 NOMOR 2 TAHUN 2017
(p-ISSN: 2442-3750; e-ISSN: 2527-6204) (Halaman 95-102)
Disubmit: 03 Mei 2017
Direvisi: 12 Juni 2017
DOI: 10.22219/jpbi.v3i2.4322
Disetujui: 14 Juni 2017

Berdasarkan uji validasi serta UCAPAN TERIMA KASIH


keterbacaan yang dilakukan, didapatkan
hasil bahwa buku ajar telah valid dan tidak Peneliti mengucapkan terima kasih
perlu revisi, namun demikian penulis kepada Dr. Endang Suarsini, M.S dan Prof.
melakukan revisi berdasarkan saran yang Dr. Mimien Henie Irawati, M.S atas
telah diberikan oleh validator dan bimbingan dan arahannya dalam penelitian
mahasiswa. ini. Terimakasih disampaikan kepada Prof.
Dr. Punadji Setyosari, M.Pd, M.Ed, Dr.
PENUTUP Fatchur Rochman, M.Si, dan Dr. Istamar
Syamsuri, M.Si selaku tim validator buku.
Berdasarkan analisis data dan Terimakasih juga penulis sampaikan kepada
pembahasan yang dilakukan dapat para mahasiswa yang telah membantu
disimpulkan bahwa kombinasi 3 isolat dalam melakukan uji keterbacaan, serta
bakteri, yaitu Enterobacter gergovia, Vibrio para pihak lain yang memberi dukungan.
parahaemolyticus, dan Pseudomonas
stutzeri merupakan komposisi konsorsium DAFTAR RUJUKAN
yang tertinggi potensinya dalam
Arikunto, S. (2002). Prosedur penelitian
menurunkan kadar BOD (sebesar 71.75%),
suatu pendekatan praktek. Jakarta,
COD (sebesar 74.40%), TSS (sebesar Indonesia: Rineka Cipta.
58.44%), dan menaikkan kadar DO (sebesar Borg, W. R. & Gall, M. D. (1983).
84.15%) pada biodegradasi secara in vitro. Educational research and
Hasil penelitian biodegradasi limbah developmen: R. M. W. Travers.
organik menggunakan konsorsium bakteri Chieagor: Rar McNally.
digunakan sebagai dasar penyusunan buku Davies, P. S. (2005). The biological basis of
wastewater treatment. Glasgow, UK:
ajar yang telah valid tanpa revisi
Strathkelvin Instruments Ltd.
berdasarkan validasi ahli materi, validasi Dhall, P., Kumar, R. & Kumar, A. (2012).
ahli media, dan validasi keterbacaan oleh Biodegradation of sewage wastewater
10 oranng mahasiswa, namun masih using autochthonous bacteria.
dilakukan revisi berdasarkan saran yang Scientific World Journal v.2012
diberikan. PMC3260589.
Saran pada penelitian ini Doraja, P. H., Shovitri, M., & Kuswytasari,
N. D. (2012). Biodegradasi limbah
diantaranya adalah perlu dilakukan
domestik dengan menggunakan
penelitian lanjutan pada penelitian tahap 1 inokulum alami dari tangki septik.
yaitu, uji hayati, uji skala pilot plan, dan Jurnal Sains dan Seni ITS, 1(1), 44-
bioremediasi, dan perlu dilakukan 47.
pengembangan lebih lanjut dengan cara Gaikwad, G. L., Wate, S. R., Ramteke, D.
melengkapi langkah-langah dalam tahapan S., & Roychoudhury, K. (2014).
Development of microbial consortia
model penelitian & pengembangan Borg &
for the effective treatment of complex
Gall, diantaranya adalah main field testing, wastewater. J. Bioremediation &
operational product revision, operational Biodegradation 5:227. DOI:
field testing, final product revision, serta 10.4172/2155-6199.1000227.
dissemination and implementation. Happy, A. R., Masyamsir, & Dhahiyat, Y.
(2012). Distribusi kandungan logam

Turista, Biodegradasi limbah organik 101


Available at http://ejournal.umm.ac.id/index.php/jpbi
JURNAL PENDIDIKAN BIOLOGI INDONESIA VOLUME 3 NOMOR 2 TAHUN 2017
(p-ISSN: 2442-3750; e-ISSN: 2527-6204) (Halaman 95-102)
Disubmit: 03 Mei 2017
Direvisi: 12 Juni 2017
DOI: 10.22219/jpbi.v3i2.4322
Disetujui: 14 Juni 2017

berat Pb dan Cd pada kolom air dan subtilis, Paenibacillus amyloliticus,


sedimen daerah aliran sungai Citarum and Nitromonas sp. Scientific Papers.
Hulu. Jurnal Perikanan dan III: Series E. Land Reclamation,
Kelautan, 3(3), 175-183. Earth Observation & Surveying,
Ononiwu, P. & Ekwenye, U. (2017). Bio- Environmental Engineering.
treatment of lipid-rich wastewater by Suarsini, E. (2007). Bioremediasi limbah
lipolytic bacteria from abattoir along rumah tangga menggunakan
its receiving river (Aba River), konsorsia bakteri indigen dalam
Nigeria. International Journal of menunjang pembelajaran
Advanced Research and Review, 2(4), masyarakat. (Disertasi tidak
01-09. dipublikasikan). Program
Paramita, P., Shovitri, M., & Kuswytasari, Pascasarjana UM, Malang.
N. D. (2012). Biodegradasi limbah Sutanto, A. (2010). Bioremediasi limbah
organik pasar dengan menggunakan cair nanas dengan konsorsia bakteri
mirkoorganisme alami tangki septik. indigen dan pemanfaatannya untuk
Jurnal Sains dan Seni ITS, 1(Sept, penyusunan buku Bioremediasi.
2012), 23-26. (Tesis tidak dipublikasikan). Program
Porwal, H. J., Mane, A. V., & Velhal, S. G. Pascasarjana UM, Malang.
(2015). Biodegradation of dairy Thompson, I. P., Gast, C. J. V. D., Ciric, L,
effluent by using microbial isolats & Singer, A. C. (2005).
obtained from activated sludge. Water Bioaugmentation for bioremediation
Resources and Industry (2015), 1-15. the challenge of strain selection. Envi.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Microbiology, DOI:10.1111/j.1462-
Nomor 82. (2001). Pengelolaan 2920.2005.00804.x.
kualitas air dan pengendalian Turista, D. D. R. (2015). Bioreduksi logam
pencemaram air. Jakarta: Presiden berat Cr6+ menggunakan konsorsium
Republik Indonesia. bakteri indigen sungai Badeg Kota
Priadie, B., Rinjani, R. R., Arifin, Z. M., Malang sebagai bahan penyusunan
Safitri, R., & Imanda, N. (2014). buku ajar matakuliah Pencemaran
Bioremediation of Cimuka River Lingkungan (Tesis tidak
stream by the consortium of Bacillus dipublikasikan). Program
coagulans, Bacillus pumilus, Bacillus Pascasarjana UM, Malang.

Turista, Biodegradasi limbah organik 102


Available at http://ejournal.umm.ac.id/index.php/jpbi

Beri Nilai