Anda di halaman 1dari 5

PROSEDUR REVIEW REALISASI BRP

PENGENDALI PROSES KETERANGAN

Start
Regional / Proyek :
● Membuat Laporan Bulanan Realisasi BRP yang telah
Input: Membuat laporan diverifikasi oleh Pimpinan Proyek dan Pengendali
REGIONAL / PROYEK BRP Sah, Kontrak, Arus
bulanan realisasi BRP
Kas, Data Pemasaran,
● Melaporkan kepada Direktur Produksi dan
dll tembusannya secara rutin sebulan sekali sesuai Surat
Penyampaian Laporan Edaran No.: Dirprod/222/10/II/2019
Menyampaikan serta berkoordinasi ke Div. PEB dan
REGIONAL / PROYEK Bulanan Realisasi BRP ●

Divisi Terkait jika terdapat perubahan pada Laporan


Bulanan Realisasi BRP.
Evaluasi / Analisa
DIV. PEB Laporan

Divisi PEB:
Laporan Hasil Evaluasi ke ● Melakukan evaluasi terhadap laporan yang dikirim
DIV. PEB Dirprod oleh proyek dan memonitor agar profit terjaga
● Membuat laporan hasil evaluasi Realisasi BRP ke
Dirprod rutin setiap bulannya

Review Laporan Bulanan Realisasi BRP :


tidak ● Laporan BRP ini juga berfungsi sebagai dasar
DIV. PEB Perubahan dari anggaran untuk mengeluarkan IP.
Rencana ? ● Wewenang untuk persetujuan / pengesahan
ya ditentukan oleh batasan perubahan dan kriteria
realisasi penjualan proyek. Berikut penjelasannya :
DIV. PEB, Review Proyeksi
Realisasi Penjualan
sudah sesuai
PROYEK/REGIONAL BRP
kriteria Hold Point Pengesahan Oleh Div PEB :
- Perubahan Minor :
Penurunan profit tidak lebih dari 1,5 % (Kuadran I)
Perubahan karena terdapat perubahan yaitu :
minor
DIV. PEB, Klarifikasi oleh
Hasil Review
a. Adanya penambahan / pengurangan anggaran dan
Divisi PEB ke
PROYEK/REGIONAL switch anggaran dari rencana (dengan verifikasi Divisi
Proyek / Regional
Pengendali Terkait agar KDA termonitor).
Perubahan Mayor/ b. Adanya penurunan Harga Jual (dengan verifikasi
Deviasi Profit Divisi Pemasaran).
Verifikasi c. Menaikkan Harga Jual dalam rangka mengimbangi
- DIV.PEB, DIV.OPS, Perubahan oleh
tambahan biaya (dengan verifikasi Divisi Pemasaran).
DIV.DC PERTEK, Divisi Pengendali Penetapan Lokasi
Terkait Hold Point
DIV.PEMASARAN, Sidang Hold Point :
DIV.PENJUALAN, - Perubahan Mayor :
DIV.PEMBIAYAAN Tim Hold Point
a. Adanya penambahan biaya maupun penurunan
Pengesahan Laporan Harga Jual yang mengakibatkan :
KORPORASI Bulanan Realisasi BRP - Profit turun > 1.5 % (kuadran II, III, dan IV), berlaku
-PROYEK/REGIONAL - Hasil Verifikasi oleh untuk proyek landed pengesahan BRP awal ≥ tahun
GMD PEB Rapat Pleno I
DIREKSI 2018 serta untuk seluruh proyek highrise
- Profit turun > 3 % (kuadran III dan IV), berlaku untuk
proyek landed pengesahan BRP awal < tahun 2018
Laporan ke Dirprod Pelaksanaan Hold Point b. Adanya revisi masterplan / siteplan (perubahan
jumlah unit, dll)
c. Adanya perubahan desain (upgrade, downgrade,
DED, dll)
Laporan Pelaksanaan d. Adanya perbedaan yang terlalu jauh antara CF
A B Rencana dengan CF Realisasi, sehingga perlu Rencana
CF yang baru
C
LANJUTAN PROSEDUR REVIEW REALISASI BRP
PENGENDALI PROSES KETERANGAN

A B C Lanjutan Sidang Hold Point :


- Kriteria Performa Penjualan Proyek :
a. Progress Penjualan Landed
Realisasi penjualan 20 % ; 40 % ; 70 % ; 90 %
Rapat Pleno II b. Progress Penjualan Highrise
- DIV.PEB, DIV.OPS, Realisasi penjualan 30 % ; 50 % ; 75 % ; 90 %
DIV.DC PERTEK,
DIV.PEMASARAN, Tim Hold Point :
Paparan ke BOD
● Div. PEB merekomendasikan lokasi / proyek-proyek
DIV.PENJUALAN,
yang harus dilakukan hold point berdasarkan hasil
DIV.PEMBIAYAAN evaluasi laporan bulanan serta parameter yang
KORPORASI Persetujuan BOD sudah ditentukan baik dari segi realisasi penjualan
-PROYEK/REGIONAL - maupun devisiasi profit prognosa terhadap rencana
(bersurat ke Direktur Produksi, tembusan ke proyek)
DIREKSI
Keputusan Hasil ● Tim Hold Point terdiri dari bagian Operasional
Sidang Hold Point Proyek, DC Pertek, Pemasaran, Penjualan, dan
Keuangan.
● Dalam masa Hold Point, proyek tetap berjalan
kecuali kegiatan yang memerlukan biaya yang besar
End ● Proyek mengirimkan bahan / data pendukung untuk
persiapan hold point
● Rapat Pleno I (persiapan tim) membahas tentang
teknis pelaksanaan dan schedule pelaksanaan Hold
Point
● Bahan/data dari proyek diberikan ke masing-masing
Divisi Pengendali untuk dipelajari sebelum tim terjun
melakukan hold point ke lapangan / proyek.
Tujuannya agar pelaksanaan hold point di proyek
dapat lebih efektif karena masing-masing bagian
sudah membawa data yang sudah dicrosscek dengan
data dikantor pusat
● Pelaksanaan Hold Point dilaksanakan di lapangan
agar lebih fokus dan detail. Tim melakukan verfikasi
dan klarifikasi dari data yang sudah disampaikan
oleh proyek. Hold Point juga membahas tentang
penajaman realisasi, proyeksi dan rencana cash flow
yang baru.
● Rapat Pleno II membahas tentang penyusunan
laporan sebelum disampaikan ke BOD
● Hasil yang dilaporkan ke BOD merupakan hasil yang
sudah matang angka prognosanya beserta
rekomendasi tindak lanjut atas permasalahan yang
ada
● Persetujuan Hasil Sidang Hold Point berupa
Keputusan Hasil Sidang (KHS)
● Divisi PEB membuat surat pengantar KHS Hold Point
yang ditandatangani oleh Dirprod ditujukan ke
proyek dan ditembusi ke masing2 Divisi Pengendali,
untuk dijadikan dasar pelaksanaan proyek
selanjutnya.