Anda di halaman 1dari 29

Makalah Proses Industri Kimia

Oksidasi

Disusun Oleh :
1. Larasati Oka Widhani(122017)
2. Leni Marlina (122017009)

DOSEN PEMBIMBING : Netty Herawati

KELAS : III A

PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA FAKULTAS


TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
PALEMBANG 2018

1
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan
berkah, rahmat, inayah serta hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan
makalah kami yang berjudul “Oksidasi” tanpa halangan apapun.
Makalah ini disusun sebagai salah satu persyaratan untuk memenuhi Tugas
Mata Kuliah proses industri kimia di Universitas Muhammadiyah Palembang.
Makalah ini berisi tentang pengertian dan pembahasan mengenai pengertian
asam oksidasi. Makalah ini Alhamdulillah dapat terselesaikan tepat waktu atas
usaha, do’a, serta dukungan dari anggota kelompok (Penulis). Penulis
mengucapkan terima kasih kepada Ibu Dosen PIK yang telah memberikan
kesempatan untuk menyusun makalah ini kemudian mempresentasikannya untuk
bahan diskusi kelas.

Kami sebagai manusia biasa yang lemah tentunya mempunyai kekurangan.


Kami menyadari bahwa makalah ini masih mempunyai banyak kekurangan yang
perlu diperbaiki dan disempurnakan. Untuk itu kritik dan saran yang membangun
sangat diharapkan dan akan kami terima dengan lapang demi kesempurnaan
makalah berikutnya. Atas kekurangan tersebut, kami mohon maaf, dan kami juga
sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam
penyusunan makalah ini, semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita.
Amin.

Palembang, 29 Oktober 2018

Penulis

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................... i


DAFTAR ISI ................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN
I. Latar Belakang............................................................................. 1
II. Rumusan Masalah ....................................................................... 1
III. Tujuan .......................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Asam ................................................................................ 2
2.2 macam macam asam .......................................................................... 2
3.1 pengertian oksidasi. ........................................................................... 18
BAB III KESIMPULAN ............................................................................. 26
DAFTAR PUSTAKA

3
BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Asam merupakan salah satu penyusun dari berbagai bahan makanan dan
minuman, misalnya cuka, keju, dan buah-buahan. Menurut Arrhenius, asam adalah
zat yang dalam air akan melepaskan ion H+. Jadi, pembawa sifat asam adalah ion
H+ (ion hidrogen), sehingga rumus kimia asam selalu mengandung atom hidrogen.
Ion adalah atom atau sekelompok atom yang bermuatan listrik. Kation adalah ion
yang bermuatan listrik positif. Adapun anion adalah ion yang bermuatan listrik
negatif.

Sifat khas lain dari asam adalah dapat bereaksi dengan berbagai bahan
seperti logam, marmer, dan keramik. Reaksi antara asam dengan logam bersifat
korosif. Contohnya, logam besi dapat bereaksi cepat dengan asam klorida (HCl)
membentuk Besi (II) klorida (FeCl2).

Oksidasi adalah interaksi antara molekul oksigen dan semua zat yang
berbeda . Oksidasi m erupakan pelepasan elektron oleh sebuah molekul, atom, atau
ion .Kadang-kadang oksidasi bukan hal yang buruk, seperti dalam pembentukan
aluminium anodized super tahan lama. Sisi lain, oksidasi dapat merusak, seperti
karat dari sebuah mobil atau merusak buah segar.Dalam kasus besi, oksigen ini
akan membuat proses pembakaran yang lambat, yang menghasilkan substansi
berwarna coklat yang rapuh yang disebut karat. Ketika oksidasi terjadi pada
tembaga, di sisi lain, hasilnya adalah lapisan oksida tembaga berwarna kehijauan.

II. Rumusan Masalah

1.
III. Tujuan Masalah

4
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Asam

Asam (yang sering diwakili dengan rumus umum HA) secara umum
merupakan senyawa kimia yang bila dilarutkan dalam air akan menghasilkan
larutan dengan pH lebih kecil dari 7. Dalam definisi modern, asam adalah
suatu zat yang dapat memberi proton (ion H+) kepada zat lain (yang
disebut basa), atau dapat menerima pasangan elektron bebas dari suatu basa.
Suatu asam bereaksi dengan suatu basa dalam reaksi penetralan untuk
membentuk garam. Contoh asam adalah asam asetat (ditemukan dalam cuka)
dan asam sulfat (digunakan dalam baterai atau aki mobil).

Istilah "asam" merupakan terjemahan dari istilah yang digunakan


untuk hal yang sama dalam bahasa-bahasa Eropa seperti acid (bahasa
Inggris), zuur (bahasa Belanda), atau Säure (bahasa Jerman) yang secara
harfiah berhubungan dengan rasa masam. Dalam kimia, istilah asam memiliki
arti yang lebih khusus. Terdapat tiga definisi asam yang umum diterima dalam
kimia, yaitu definisi Arrhenius, Brønsted-Lowry, dan Lewis.

 Arrhenius: Menurut definisi ini, asam adalah suatu zat yang meningkatkan
konsentrasi ion hidronium (H3O+) ketika dilarutkan dalam air. Definisi yang
pertama kali dikemukakan oleh Svante Arrhenius ini membatasi asam dan
basa untuk zat-zat yang dapat larut dalam air.
 Brønsted-Lowry: Menurut definisi ini, asam adalah pemberi proton kepada
basa. Asam dan basa bersangkutan disebut sebagai pasangan asam-basa
konjugat. Brønsted dan Lowry secara terpisah mengemukakan definisi ini,
yang mencakup zat-zat yang tak larut dalam air (tidak seperti pada definisi
Arrhenius).
 Lewis: Menurut definisi ini, asam adalah penerima pasangan elektron dari
basa. Definisi yang dikemukakan oleh Gilbert N. Lewis ini dapat mencakup
asam yang tak mengandung hidrogen atau proton yang dapat dipindahkan,

5
seperti besi(III) klorida. Definisi Lewis dapat pula dijelaskan dengan
teori orbital molekul. Secara umum, suatu asam dapat menerima pasangan
elektron pada orbital kosongnya yang paling rendah (LUMO) dari orbital
terisi yang tertinggi (HOMO) dari suatu basa. Jadi, HOMO dari basa dan
LUMO dari asam bergabung membentuk orbital molekul ikatan.

Walaupun bukan merupakan teori yang paling luas cakupannya,


definisi Brønsted-Lowry merupakan definisi yang paling umum digunakan.
Dalam definisi ini, keasaman suatu senyawa ditentukan oleh kestabilan ion
hidronium dan basa konjugat terlarutnya ketika senyawa tersebut telah
memberi proton ke dalam larutan tempat asam itu berada. Stabilitas basa
konjugat yang lebih tinggi menunjukkan keasaman senyawa bersangkutan
yang lebih tinggi.

2.2 Macam Macam Asam

1. Asam Klorida
Hidrogen klorida (HCl) pada temperatur kamar memiliki
fasa gas. Larutan Hidrogen Klorida di dalam air disebut sebagai
Asam Klorida. HCl adalah asam kuat, dan merupakan
komponen utama dalam asam lambung. Senyawa ini juga
digunakan secara luas dalam industri. Asam klorida harus
ditangani dengan hati-hati karena merupakan cairan yang sangat
korosif (dapat menyebabkan pengikisan) dan berbau
menyengat. HCl termasuk bahan kimia berbahaya atau B3.
Setiap tahun diproduksi sekitar 2 juta ton HCl untuk memenuhi
kebutuhan pasar. Untuk penggunaan skala industri, HCl
diproduksi dengan konsentrasi 38%. Oleh karena itu, kelas
industri dlm jumlah besar adalah 30% hingga 35%,
dioptimalkan untuk transportasi yang efektif dan kehilangan
produk yang terbatas oleh uap HCl. Di Amerika Serikat, solusi
antara 20% dan 32% dijual sebagai asam muriatik. Solusi untuk
keperluan rumah tangga di AS, sebagian besar pembersihan,

6
biasanya 10% hingga 12%, dengan rekomendasi yang kuat
untuk mencairkan sebelum digunakan.Konsentrasi HCl pada
proses pengemasan dibatasi karena HCl memiliki tekanan uap
yang cukup tinggi. Untuk konsentrasi HCl >40% diperlukan
pengemasan dengan teknologi dan faktor keselamatan yang
cukup tinggi.
HCl mempunyai sifat sangat korosif dan berbahaya bagi
kesehatan manusia bila kontak atau terserap ke dalam tubuh
manusia,. HCl adalah gas yang tidak berwarna, membentuk
kabut jika terkena udara lembab, berbau merangsang, memiliki
titik didih -850C, titik beku -111,40C. Asam klorida adalah
larutan gas HCl dalam air. Gas HCl mudah larut dalam air,
kelarutan gas HCl ini dalam air dapat mencapai 450 liter per liter
air pada suhu 0 oC dan tekanan 1 atmosfer. Asam klorida pekat
yang murni berupa cairan tidak berwarna, sedangkan yang
teknis berwarna agak kuning karena mengandung feri. Asam
klorida pekat memiliki massa jenis 1,19 gr/ml dan memiliki
kadar sebesar 38%. Asam klorida adalah asam yang sangat kuat,
dapat melarutkan hampir semua logam, termasuk Pb pada
kondisi panas, kecuali logam-logam mulia.

7
Properti fisik

Masa Panas Tekanan Titik Titik


Concentration Molaritas pH Viskositas
jenis spesifik uap didih leleh

kg HCl/kg kg HCl/m3 Baumé kg/L mol/dm3 mPa·s kJ/(kg·K) kPa °C °C

10% 104.80 6.6 1.048 2.87 −0.5 1.16 3.47 1.95 103 −18

20% 219.60 13 1.098 6.02 −0.8 1.37 2.99 1.40 108 −59

30% 344.70 19 1.149 9.45 −1.0 1.70 2.60 2.13 90 −52

32% 370.88 20 1.159 10.17 −1.0 1.80 2.55 3.73 84 −43

34% 397.46 21 1.169 10.90 −1.0 1.90 2.50 7.24 71 −36

36% 424.44 22 1.179 11.64 −1.1 1.99 2.46 14.5 61 −30

38% 451.82 23 1.189 12.39 −1.1 2.10 2.43 28.3 48 −26

Suhu referensi dan tekanan untuk tabel di atas adalah 20 ° C dan 1 atmosfer (101,325
kPa).
Nilai tekanan uap diambil dari International Critical Tables, dan mengacu pada tekanan
uap total dari larutan.

Asam klorida terkonsentrasi (asam hidroklorat yang berasap) membentuk


kabut asam. Baik kabut dan larutan memiliki efek korosif pada jaringan manusia,
dengan potensi merusak organ pernapasan, mata, kulit, dan usus ireversibel. Setelah
mencampur asam hidroklorida dengan bahan kimia pengoksidasi umum, seperti
natrium hipoklorit (pemutih, NaClO) atau kalium permanganat (KMnO4), gas
beracun klorin dihasilkan.
NaClO + 2 HCl → H2O + NaCl + Cl2
KMnO4 + 16 HCl → 2 MnCl2 + 8 H2O + 2 KCl + 5 Cl2

Alat pelindung diri seperti sarung tangan lateks (bukan nitril), pelindung mata
pelindung mata, dan pakaian serta sepatu tahan kimia akan meminimalkan risiko
saat menangani asam klorida. Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat
menilai dan mengatur asam klorida sebagai zat beracun.

8
Penggunaan asam klorida (HCl) di industri

 untuk membersihkan dan mengkilatkan logam dari karat dan kerak berupa
oksida besi (Pickling of Steel) sehingga menghasilkan permukaan yang
bagus untuk proses coating dan plating. Konsentrasi HCl yang digunakan
18%.
Fe2O3 + Fe + 6 HCl → 3 FeCl2 + 3 H2O
 sebagai reaktan pada industri sintesis senyawa organik vinyl chloride dan
ethylene dichloride (untuk bahan baku PVC) dan dan reaktan untuk
pembuatan karbon aktif.
2 CH2=CH2 + 4 HCl + O2 → 2 ClCH2CH2Cl + 2 H2O (dichloroethane oleh
oksiklorinasi)
kayu + HCl + panas → karbon aktif (aktivasi kimia)

 sebagai penetral dalam reaksi kimia organik dan anorganik


 sebagai katalis untuk hidrolisis protein dan karbohidrat
 Sebagai reaktan untuk industri sintesis senyawa anorganik seperti iron(III)
chloride and polyaluminium chloride (PAC).
Fe2O3 + 6 HCl → 2 FeCl3 + 3 H2O (besi (III) klorida dari magnetit)

Baik besi (III) klorida dan PAC digunakan sebagai agen flokulasi dan
koagulasi dalam pengolahan limbah, produksi air minum, dan produksi kertas.
Senyawa anorganik lainnya yang diproduksi dengan asam klorida termasuk
aplikasi jalan garam kalsium klorida, nikel (II) klorida untuk elektroplating, dan
seng klorida untuk industri galvanisasi dan produksi baterai.CaCO3 + 2 HCl →
CaCl2 + CO2 + H2O (kalsium klorida dari batu kapur)

 untuk treatment asam pada sumur minyak


Produksi minyak dapat dirangsang dengan menyuntikkan asam klorida ke
dalam formasi batuan dari sumur minyak, melarutkan sebagian dari batu,
dan menciptakan struktur pori-besar. Pengasaman sumur minyak adalah
proses yang umum dalam industri produksi minyak Laut Utara.

9
 • Kontrol pH dan netralisasi

Asam hidroklorat dapat digunakan untuk mengatur keasaman (pH) larutan.

OH− + HCl → H2O + Cl−

Dalam industri yang menuntut kemurnian (makanan, farmasi, air minum),


asam klorida berkualitas tinggi digunakan untuk mengontrol pH aliran air
proses. Dalam industri yang kurang menuntut, kualitas teknis asam klorida
sudah cukup untuk menetralisir aliran limbah dan perawatan kolam renang.
Asam klorida digunakan dalam proses regenerasi resin penukar kation (cation
exchange resin).

Asam hidroklorik berkualitas tinggi digunakan dalam regenerasi resin penukar


ion. Pertukaran kation secara luas digunakan untuk menghilangkan ion seperti Na
+ dan Ca2 + dari larutan berair, menghasilkan air terdemineralisasi. Asam
digunakan untuk membilas kation dari resin. Na + diganti dengan H+ dan Ca2 +
dengan 2 H +.
Penukar ion dan air demineralisasi digunakan di semua industri kimia, produksi
air minum, dan banyak industri makanan.

 Figure 1 Uses of hydrogen chloride and hydrochloric acid

10
Sintesis Asam Klorida :
1.Dihasilkan dari reaksi sebagai berikut :
H2(g) + Cl2( g) 2HCl(g) + 184 kJ

Proses ini sangat eksotermis (2000-2500oC), dengan bahan kontruksi


reaktor dari quartz atau grafit. HCl yang dihasilkan memiliki kemurnian yang
sangat tinggi terutama digunakan untuk industri makanan. Gas HCl yang terbentuk
akan diabsorb oleh air atau asam klorida encer. Reaktor untuk produksi Asam
klorida adalah Water Jacketed Graphite Hydrochloric Acid Synthesis Furnaces.
Hidrogen dan Chlorine diumpankan menuju burner pada laju alir yang
dikendalikan. Aliran hidrogen dilebihkan (excess) sekitar 5% untuk menjamin
sintesis berlangsung sempurna. Burner memiliki dua tube concentric, dimana
chlorine mengalir melalui bagian dalam tube sementara hidrogen melalui bagian
luar annulus. Gas hidrogen klorida yang terbentuk mengalir dari combustion
chamber menuju isotermal falling film absorber. Gas HCl kemudian diabsorbsi oleh
air atau asam klorida encer. Absorbsi dapat secara co-current atau counter-current
tergantung pada tipe unit sintesis. Asam klorida yang terbentuk mengalir secara
grafitasi ke tangki dengan tekanan atmosfir. Panas yang dihasilkan selama proses
harus diremove, dipindahkan ke air pendingin sehingga diperoleh steam atau air
panas.

2. Dihasilkan sebagai produk samping industri sintesis senyawa organik proses


klorinasi, contohnya pada industri alifatik dan aromatik klorohidrokarbon. HCl
yang dihasilkan sebagai produk samping proses ini berkualitas teknis/ industrial
grade dan memenuhi sekitar 90% memenuhi kebutuhan HCl untuk industri.

400-5000C
CH4 + Cl2 CH3Cl + CH2Cl2 + HCl +CCl4

PCl3
CH3COOH + Cl2 CH3ClCOOH + HCl

11
3. Dihasilkan sebagai produk samping dari reaksi antara sodium chloride dengan
sulfuric acid untuk membentuk sodium sulfate melalui reaksi :

NaCl + H2SO4 NaHSO4 + HCl

NaHSO4 + NaCl Na2SO4 + HCl

2 NaCl + H2SO4 Na2SO4 + 2HCl

Reaksi berlangsung pada suhu < 1000C. HCl yang dihasilkan hanya menyumbang
sekitar 2% dari kebutuhan HCl untuk industri. Sebagian besar HCl dihasilkan
sebagai produk samping, kadang-kadang melebihi permintaan pasar sehingga
sebagian HCl dikonversi menjadi chlorine (Cl2) dengan metoda elektrolisa.

2. ASAM SULFAT

Asam sulfat merupakan asam anorganik yang memiliki sifat


korosif yang kuat dengan rumus H2SO4. Asam sulfat merupakan
cairan kental berwarna jernih hingga kuning jernih,larut dalam air
pada berbagai konsentrasi. Kadang diberi warna coklat tua sebagai
peringatan bahwa cairan ini sangat berbahaya. Asam sulfat sering
disebut juga minyak vitriol. Asam sulfat menunjukkan properties
yang berbeda tergantung pada konsentrasinya. Asam sulfat bersifat
korosif terhadap metal, jaringan hidup dan batuan. Pada konsentrasi
yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan yang sangat serius ketika
kontak, karena tidak hanya menyebabkan luka bakar karena proses
hidrolisis juga luka bakar karena proses dehidrasi. Jika mengenai
mata akan mengalami buta permanen, jika tertelan akan
menyebabkan luka yang tidak bisa direcovery. Sehingga
penanganan asam sulfat harus sangat hati-hati. Asam sulfat bersifat
higroskopis, mudah menyerap uap air di udara.
Asam sulfat harus disimpan secara hati-hati dalam
wadah/container yang terbuat dari material tidak reaktif (spt glass).

12
Larutan dengan konsentrasi 1,5 M atau lebih diberi label
“CORROSIVE”, sedangkan larutan dengan konsentrasi lebih besar
dari 0,5 M namun lebih kecil dari 1,5 M diberi label “IRRITANT”.
Pertolongan pertama standar jika asam sulfat terpercik ke
kulit adalah aliri dengan sejumlah besar air. Cuci terus menerus
selama 10-15 menit untuk mendinginkan jaringan disekeliling luka
dan untuk mencegah kerusakan sekunder. Baju yang terpercik asam
sulfat segera lepas dan kulit dibawahnya dicuci dengan air.
Pembuatan larutan asam sulfat dapat berbahaya karena panas
yang dilepaskan selama proses pengenceran. Pada pengenceran
asam sulfat yang harus dilakukan adalah menambahkan asam sulfat
pekat ke dalam air, bukan sebaliknya. Penambahan air pada asam
sulfat pekat akan menyebabkan pelepasan aerosol asam sulfat atau
ledakan. Pembuatan larutan asam sulfat lebih dari 6 M (35%) sangat
berbahaya karena panas yang dilepaskan bisa mendidihkan larutan,
karena itu harus dilakukan pengadukan yang efisien dalam penangas
es.
Untuk skala laboratorium, larutan asam sulfat dibuat dengan
menuangkan asam sulfat pekat ke dalam pecahan es yang terbuat
dari air dionisasi. Panas yang dibutuhkan untuk melelehkan es lebih
besar dibandingkan dengan panas yang dilepaskan saat pelarutan
asam, sehingga larutan tetap dingin, untuk pengenceran selanjutnya
dapat menggunakan air.

Asam belerang

Model bola dan


Model
tongkat
pengisian ruang

13
Names

Nama IUPAC
Asam belerang

Nama lain
Minyak vitriol

Properti

Formula H2SO4
molekul

Masa molar 98.079 g/mol

Penampilan Cairan bening, tidak berwarna, tidak


berbau

Massa jenis 1.84 g/cm3, cair

Titik lebur 10 °C (50 °F; 283 K)

14
Titik didih 337 °C (639 °F; 610 K) Ketika asam
sulfat berada di atas 300 ° C (572 °
F), ia akan terurai perlahan

Kelarutan Dapat disalahgunakan


dalam air

Keasaman −3, 1.99


(pKa)

Viskositas 26.7 cP (20 °C)

Nilai asam sulfat

Meskipun konsentrasi asam sulfat 99% dapat dibuat, namun ion SO3 dapat
menguap pada titik didihnya sehingga menurunkan konsentrasi asam sulfat 98,3%,.
Konsentrasi asam sulfat 98% lebih stabil di penyimpanan dan pada konsentrasi
tersebut dikenal sebagai Konsentrasi Asam Sulfat. Berbagai konsentrasi asam sulfat
yang berbeda digunakan pula untuk pemakaian yang berbeda.

Fraksi Massa Masa Jenis Konsentrasi


Nama Umum
H2SO4 (kg/L) (mol/L)

10% 1.07 ~1 Asam sulfat encer

Asam baterai
29–32% 1.25–1.28 4.2–5
(used in lead–acid batteries)

Asam kamar
62–70% 1.52–1.60 9.6–11.5
Asam pupuk

15
Asam tower
78–80% 1.70–1.73 13.5–14
Asam glover

98% 1.83 ~18 Asam sulfat yang teroksidasi

"Asam menara" adalah dua konsentrasi asam sulfat yang dihasilkan oleh
proses bilik utama, asam ruang asam yang diproduksi dalam ruang timbal itu sendiri
(<70% untuk menghindari kontaminasi dengan asam nitrosylsulfuric) dan asam
menara menjadi asam pulih dari dasar menara glover. Mereka sekarang sudah usang
sebagai konsentrasi komersial asam sulfat, meskipun mereka dapat disiapkan di
laboratorium dari asam sulfat pekat jika diperlukan. Secara khusus, "10M" asam
sulfat (ekuivalen modern asam ruang, digunakan dalam banyak titrasi) dibuat
dengan menambahkan secara perlahan 98% asam sulfat ke air dengan volume yang
sama, dengan pengadukan yang baik: suhu campuran dapat naik sampai 80%. ° C
(176 ° F) atau lebih tinggi.
Asam sulfat bereaksi dengan anhidrida, SO3, untuk membentuk H2S2O7,
yang disebut asam pyrosulfuric, asam sulfat fuming, asam Disulfurik atau oleum
atau, lebih jarang, asam Nordhausen. Konsentrasi oleum dinyatakan dalam
bentuk% SO3 (disebut% oleum) atau sebagai% H2SO4 (jumlah yang dibuat jika
H2O ditambahkan); konsentrasi umum adalah 40% oleum (109% H2SO4) dan 65%
oleum (114,6% H2SO4). H2S2O7 murni adalah zat padat dengan titik leleh 36 ° C.
Asam sulfat murni memiliki tekanan uap <0,001 torr pada 25 ° C dan 1 torr pada
145,8 ° C, dan 98% asam sulfat memiliki tekanan uap <1 mmHg pada 40 °C.Asam
sulfat murni adalah cairan bening yang kental, seperti minyak, dan ini menjelaskan
nama lama asam ('minyak vitriol').
Commercial sulfuric acid is sold in several different purity grades.
Technical grade H2SO4 is impure and often colored, but is suitable for making
fertilizer. Pure grades, such as United States Pharmacopeia (USP) grade, are used
for making pharmaceuticals and dyestuffs. Analytical grades are also available.

16
There are nine hydrates known, but three of them were confirmed to be
tetrahydrate (H2SO4·4H2O),hemihexahydrate (H2SO4·6 1⁄2H2O) and
octahydrate (H2SO4·8H2O). Asam sulfat komersial dijual dalam beberapa
tingkat kemurnian yang berbeda. Kelas teknis H2SO4 tidak murni dan
sering diwarnai, tetapi cocok untuk membuat pupuk. Nilai murni, seperti
Amerika Serikat Pharmacopeia (United States Pharmacopeia(USP).
Ada sembilan hidrat yang diketahui, tetapi tiga diantaranya dikonfirmasi
sebagai tetrahydrate (H2SO4 • 4H2O), hemihexahydrate (H2SO4 • 6
1⁄2H2O) dan octahydrate (H2SO4 • 8H2O).

Polaritas dan konduktivitas

Anhidrat H2SO4 adalah cairan yang sangat polar, memiliki konstanta


dielektrik sekitar 100. Ini memiliki konduktivitas listrik yang tinggi, yang
disebabkan oleh disosiasi melalui protonating sendiri, proses yang dikenal sebagai
autoprotolysis.
2 H2SO4 H3SO4+ + HSO4-
asam sulfat konduktor listrik yang baik. Ini juga merupakan pelarut yang sangat
baik untuk banyak reaksi.

Sifat kimia

Reaksi dengan air dan sifat dehidrasi

Tetes asam sulfat pekat dengan cepat mengeringkan sepotong handuk katun.
Karena reaksi hidrasi asam sulfat sangat eksotermik, pengenceran harus selalu
dilakukan dengan menambahkan asam ke air daripada air ke asam. Karena reaksi
berada dalam kesetimbangan yang menguntungkan protonasi cepat air,
penambahan asam ke air memastikan bahwa asam adalah pereaksi pembatas.
Reaksi ini paling baik dianggap sebagai pembentukan ion hidronium:

17
H2SO4 + H2O → H3O+ + HSO4− K1 = 2.4×106 (asam kuat)
Karena hidrasi asam sulfat menguntungkan secara termodinamik dan afinitasnya
untuk air cukup kuat, asam sulfat merupakan zat dehidrasi yang sangat baik. Asam
sulfat pekat memiliki sifat dehidrasi yang sangat kuat, menghilangkan air (H2O)
dari senyawa lain termasuk gula dan karbohidrat lainnya dan menghasilkan karbon,
panas, uap, dan asam encer yang mengandung jumlah ion hidronium dan bisulfat
yang lebih banyak.

Di laboratorium, ini sering ditunjukkan dengan mencampur gula meja


(sukrosa) menjadi asam sulfat. Gula berubah dari putih menjadi coklat gelap dan
kemudian menjadi hitam karena karbon terbentuk. Sebuah kolom hitam yang kaku,
karbon berpori akan muncul juga. Karbon akan sangat berbau karamel karena panas
yang dihasilkan.

C12H22O11 (sukrosa putih) + asam belerang → 12 C(busa graphitic hitam) +


11 H2O (uap) + asam belerang / campuran air .Demikian pula, mencampur pati
menjadi asam sulfat pekat akan memberikan karbon unsur dan air seperti yang
diserap oleh asam sulfat (yang menjadi sedikit diencerkan). Efek ini dapat dilihat
ketika asam sulfat pekat tumpah di atas kertas yang terdiri dari selulosa; selulosa
bereaksi untuk memberikan penampilan yang terbakar, karbon tampak seperti
jelaga dalam api. Meski kurang dramatis, aksi asam pada kapas, bahkan dalam
bentuk encer, akan merusak kain.
(C6H10O5)n + sulfuric acid → 6n C + 5n H2O
Reaksi dengan tembaga (II) sulfat juga dapat menunjukkan sifat dehidrasi asam
sulfat. Kristal biru berubah menjadi bubuk putih saat air dihilangkan.
CuSO4·5H2O (blue crystal) + sulfuric acid → CuSO4 (white powder) + 5 H2O

Sifat asam-basa

Sebagai asam, asam sulfat bereaksi dengan sebagian besar basa untuk
menghasilkan sulfat yang sesuai. Sebagai contoh, garam tembaga tembaga biru
(II) sulfat, umumnya digunakan untuk elektroplating dan sebagai fungisida,
disiapkan oleh reaksi tembaga (II) oksida dengan asam sulfat:

18
CuO (s) + H2SO4 (aq) → CuSO4 (aq) + H2O (l)

Reaksi dengan logam dan properti pengoksidasi kuat

Asam sulfat encer bereaksi dengan logam melalui reaksi perpindahan


tunggal seperti dengan asam-asam khas lainnya, menghasilkan gas hidrogen dan
garam (sulfat logam). Ini menyerang logam reaktif (logam pada posisi di atas
tembaga dalam seri reaktivitas) seperti besi, aluminium, seng, mangan, magnesium
dan nikel.

Fe (s) + H2SO4 (aq) → H2 (g) + FeSO4 (aq)

Reaksi dengan non-logam

Asam sulfat pekat panas mengoksidasi nonlogam seperti karbon dan


sulfur.

C + 2 H2SO4 → CO2 + 2 SO2 + 2 H2O


S + 2 H2SO4 → 3 SO2 + 2 H2O

Reaksi dengan natrium klorida

Ini bereaksi dengan natrium klorida, dan memberikan gas hidrogen klorida
dan natrium sulfat:

NaCl + H2SO4 → NaHSO4 + HCl

Substitusi aromatik elektrofilik

Benzena mengalami substitusi aromatik elektrofilik dengan asam sulfat


untuk memberikan asam sulfonat yang sesuai

Asam sulfat adalah komoditi kimia yang sangat penting. Produksi nasional
asam sulfat suatu negara menjadi indikator yang baik untuk mengukur kekuatan
industri negara tersebur. Produksi dunia pada tahun 2004 adalah sekitar 180 juta
ton, dengan distribusi geografis berikut: Asia 35%, Amerika Utara (termasuk
Meksiko) 24%, Afrika 11%, Eropa Barat 10%, Eropa Timur dan Rusia 10%,

19
Australia dan Oceania 7% , Amerika Selatan 7%. Sebagian besar dari jumlah ini (~
60%) dikonsumsi untuk pupuk, terutama superfosfat, amonium fosfat dan amonium
sulfat. Sekitar 20% digunakan dalam industri kimia untuk produksi detergen, resin
sintetis, zat warna, obat-obatan, katalis minyak bumi, insektisida dan antibeku, serta
dalam berbagai proses seperti pengasaman minyak, reduksi aluminium, ukuran
kertas, pengolahan air. Sekitar 6% dari penggunaan terkait dengan pigmen dan
termasuk cat, enamel, tinta cetak, kain berlapis dan kertas, dan sisanya disebarkan
ke banyak aplikasi seperti produksi bahan peledak, plastik, asetat dan viskose,
pelumas, non- logam besi dan baterai.

Produksi tahunan asam sulfat

Dunia 200 juta ton

Europe 19 juta ton

US 35.8 juta ton

8.6 juta ton


Russia
(sebagai oleum)

Data dari:
Statistik Negara Federal: Federasi Rusia 2011

Figure 1 Uses of sulfuric acid.

20
3.1 PENGERTIAN OKSIDASI

Oksidasi adalah interaksi antara molekul oksigen dan semua zat yang
berbeda . Oksidasi merupakan pelepasan elektron oleh sebuah molekul, atom, atau
ion .Kadang-kadang oksidasi bukan hal yang buruk, seperti dalam pembentukan
aluminium anodized super tahan lama. Sisi lain, oksidasi dapat merusak, seperti
karat dari sebuah mobil atau merusak buah segar.Dalam kasus besi, oksigen ini
akan membuat proses pembakaran yang lambat, yang menghasilkan substansi
berwarna coklat yang rapuh yang disebut karat. Ketika oksidasi terjadi pada
tembaga, di sisi lain, hasilnya adalah lapisan oksida tembaga berwarna kehijauan.

Ketika melibatkan oksigen, proses oksidasi tergantung pada jumlah oksigen


di udara dan sifat dari bahan yang disentuhnya. Dalam buah segar, kulit biasanya
berfungsi penghalang terhadap oksidasi. Inilah sebabnya mengapa sebagian besar
buah dan sayuran tiba dalam kondisi baik di toko kelontong. Setelah kulit telah
rusak, sel-sel individual melakukan kontak langsung dengan udara dan molekul
oksigen mulai membakar buah. Hasilnya adalah bintik kecoklatan.

Oksidasi juga dapat menjadi masalah bagi pemilik mobil, karena lapisan
terluar cat terus-menerus terkena udara dan air.
Rahasia mencegah oksidasi yang disebabkan oleh oksigen adalah untuk
memberikan lapisan perlindungan antara materi terbuka dan udara. Bisa
menggunakan lapisan lilin atau polyurethane pada mobil, lapisan cat pada benda
logam atau semprot cepat anti-oksidan.

 Pengertian Dari Proses Oksidasi

Oksidasi merupakan interaksi kontak langsung diantara molekul oksigen


dan semua zat yang berbeda dari benda mati hingga jaringan hidup seperti
tumbuhan. Oksidasi akan terjadi ketika kontak antara unsur radikal bebas dan udara
seperti oksigen dan air. Oksidasi juga bermanfaat untuk pembentukan aluminium
yang tahan lama. Namun, disisi lain oksidasi juga dapat merusak misalnya karat
dari sebuah mobil, dan rusaknya buah segar seperti buah apel yang dipotong akan

21
berubah warna nya menjadi coklat. Tidak semua bahan yang berinteraksi dengan
molekul oksigen hancur menjadi karat.

Ketika oksigen dilibatkan pada proses oksidasi, sebenarnya proses oksidasi


tergantung pada jumlah oksigen yang ada di udara dan sifat bahan yang
disentuhnya. Efek skala besar oksigen dapat menyebabkan radikal bebas pada
permukaan untuk melepaskan diri. Pada kasus besi, oksigen menciptakan proses
pembakaran yang lambat, sehingga menghasilkan zat coklat rapuh yang disebut
sebagai karat. Ketika oksidasi terjadi pada tembaga, menghasilkan lapisan
kehijauan yang disebut sebagai oksidasi tembaga. Dalam kasus buah segar, kulit
buah biasanya menyediakan penghalang terhadap oksidasi.Namun, setelah kulitnya
rusak, sel-sel pada buah mengalami kontak langsung dengan molekul oksigen dan
udara, kemudian akan memulai membakar mereka. sehingga hasilnya yaitu bentuk
karat bintik-bintik kecoklatan. Mencegah oksidasi yang disebabkan oleh oksigen
yaitu untuk memberikan lapisan perlindungan diantara materi yang ada ditempat
terbuka dengan udara. Oksidasi yang merusak tidak akan terjadi apabila oksigen
tidak mampu berinteraksi langsung dengan bahan yang mengandung radikal bebas.

22
Proses oksidasi juga dapat terjadi pada kendaraan mobil atau motor. Lapisan
cat yang mengalami kerusakan atau karatan yang disebabkan oleh cahaya matahari,
air, dan udara. Sehingga lapisan cat tersebut menjadi buram dan akhirnya akan
mengelupas. Diatas sudah dijelaskan bahwa oksidasi akibat oksigen tidak akan
terjadi jika oksigen tidak mampu menembus permukaan untuk mencapai radikal
bebas. Maka ini salah satu sebabnya mengapa stainless tidak berkarat seperti baja.
Karena stainless mempunyai lapisan tipis logam lain yang didalmnya tidak
mengandung radikal bebas.Oksidasi juga merupakan proses pelepasan molekul,
ion, atau atom yang mengandung elektron di udara. Selain terjadi pada besi yang
berkarat, buah yang dikupas akan berubah warna dan akhirnya mengalami
pembusukan, proses oksidasi juga terjadi pada minyak sayuran. Minyak sayur yang
disimpan pada wadah yang terbuka, maka akan terjadi oksidasi pada minyak
tersebut. Minyak yang mengalami proses oksidasi akan menghasilkan minyak yang
berbau tengik warnanya pun akan berubah menjadi kecoklatan.

Oksidasi merupakan zat pengoksida zat lain. Reduksi merupakan kebalikan


dari oksidasi yang meruapakan zat yang mereduksi zat lain. Oksidasi berarti
mendapat oksigen, sedangkan reduksi adalah kehilangan oksigen. Reduksi dan
oksidasi terjadi secara bersamaan. Sehingga reaksi seperti ini disebut reaksi
redoks.Jadi dapat disimpulkan bahwa proses oksidasi merupakan proses yang
terjadi ketika hilangnya satu elektron ketika dua zat atau lebih berinteraksi. Dalam
kasus besi dapat berkarat karena proses oksidasi, begitu juga dengan tembaga yang
dapat berubah menjadi kehijauan karena proses oksidasi. Namun, pada logam tidak
dapat dilemahkan oleh oksidasi. Karena yang terjadi pada oksidasi yaitu munculnya
permukaan karat yang akhirnya akan melemahkan struktur logam itu sendiri.

Dengan adanya kedua proses secara kimiawi, maka suatu senyawa akann
saling melengkapi satu sama lainnya, sehingga akan menghasilkan senyawa baru.
Contok proses oksidasi dan reduksi yaitu : Ketika ingin mengetahui bagaimana
proses oksidasi dan reduksi mengenai natrium klorida ( NaCI) . Prosesnya yaitu :

23
Oksidasi senyawa Na= Na++e ( Natrium melepaskan 1 elektron), kemudian
Reduksi senyawa CI=CI+e CI- (Klorida menerima 1 elektron ) maka hasilnya yaitu
Na+CI= Na++ CI—> NaCI ( Natrium Klorida ).

Beberapa penentuan adanya oksidasi :

 Setiap unsur atom dalam bilangan oksidasi adalah nol.


 Muatan ion yang bersangkutan yaitu sama dengan bilangan oksidasi ion
monotomik.
 Semua senyawa poliatomik asam dengan muatan ion yang bersangkuitan
memiliki jumlah aljabar bilangan oksidasi poliotomik adalah nol.
 Unsur elektroposif mempunyai bilangan oksidasi positif.
 Suatu senyawa mempunyai molekul yang tersusun lebih dari satu atom yang
sama

Oksidasi menyebabkan apel segar yang baru dipotong berwarna coklat,


logam pada sepeda menjadi berkarat, dan bahan-bahan dari tembaga berubah
menjadi kehijauan.Oksidasi didefinisikan sebagai interaksi antara molekul
oksigen dengan zat lain seperti logam hingga jaringan hidup.Secara lebih teknis,
oksidasi terjadi karena hilangnya setidaknya satu elektron ketika dua atau lebih
zat berinteraksi.Zat-zat yang berinteraksi tersebut bisa saja melibatkan oksigen,
namun bisa pula tidak.Kebalikan dari oksidasi adalah reduksi atau penambahan
setidaknya satu elektron ketika zat berinteraksi satu sama lain.Oksidasi
bukanlah hal yang selalu buruk, seperti pada kasus pembuatan aluminium
anodisasi yang dikenal memiliki karakter tahan lama.Pada kasus lain, oksidasi
dapat merusak, seperti karat yang timbul pada mobil atau membuat buah
menjadi busuk.Kita sering menggunakan kata oksidasi dan karat secara
bergantian. Faktanya, tidak semua substansi yang berinteraksi dengan molekul
oksigen akan hancur menjadi karat.Dalam kasus besi, oksigen memicu proses
pembakaran lambat yang menghasilkan zat coklat rapuh yang disebut
karat.Ketika oksidasi terjadi pada tembaga, di sisi lain, yang timbul adalah
lapisan kehijauan yang disebut oksida tembaga.Logam itu sendiri tidak
dilemahkan oleh oksidasi. Yang terjadi pada oksidasi adalah munculnya

24
permukaan karat yang pada akhirnya melemahkan struktur logam.Ketika
melibatkan oksigen, proses oksidasi tergantung pada jumlah oksigen yang hadir
di udara dan sifat bahan yang dipengaruhinya.Dalam kasus buah segar, kulit
biasanya melindungi daging buah dari oksidasi.Setelah kulit buah rusak atau
dikupas, sel-sel daging buah mengalami kontak langsung dengan udara dan
molekul oksigen mulai membakarnya. Hasilnya adalah bentuk karat yang
terlihat sebagai bintik-bintik kecoklatan atau noda.Oksidasi juga dapat menjadi
masalah bagi pemilik mobil akibat lapisan terluar cat terus-menerus terkena
udara dan air.Saat cat mobil tidak dilindungi dengan lapisan wax atau
poliuretan, molekul oksigen di udara akhirnya akan mulai berinteraksi dengan
cat.Saat oksigen mulai membakar radikal bebas yang terkandung dalam cat,
seiring waktu cat akan menjadi semakin kusam.Salah satu cara mencegah
oksidasi yang disebabkan oleh oksigen adalah dengan memberikan lapisan
pelindung antara material dan udara.Hal ini bisa berarti memberi lapisan wax
(lilin) atau lapisan poliuretan pada mobil, memberi lapisan cat pada benda
logam, atau memberi semprotan anti-oksidan, seperti air perasan lemon pada
buah terbuka yang sudah dikupas.Oksidasi akibat oksigen tidak akan terjadi jika
oksigen tidak mampu menembus permukaan untuk mencapai radikal bebas.
Inilah sebabnya mengapa stainless steel tidak berkarat seperti baja. Stainless
steel memiliki lapisan tipis logam lain yang tidak mengandung radikal bebas.

Cara Menghilangkan Karat dan Korosi

Karat muncul dari oksidasi besi. Penyebab yang paling umum adalah
paparan terhadap air dalam waktu yang lama. Setiap logam yang mengandung
zat besi, termasuk baja, akan mengikat atom oksigen yang terkandung di dalam
air untuk membentuk lapisan oksida besi, atau karat. Karat akan terus
bertambah sehingga mempercepat proses korosi, oleh sebab itu sangat penting
untuk melakukan pemeliharaan. Namun pada dasarnya menghapus karat
bukanlah pekerjaan sulit. Berikut ini adalah beberapa cara untuk
menghilangkan perkaratan pada besi.

25
Rendam di dalam larutan cuka.

Asam rumah tangga tidak beracun ini di antara sejumlah aplikasi rumah
tangga yang mampu mengatasi karat. Cukup tenggelamkan bahan berkarat di dalam
cuka semalaman, kemudian kikis karat di pagi hari.

 Lebih baik menggunakan cuka sari apel dibandingkan cuka putih. Meskipun cuka
putih juga dapat digunakan, ia tidak seefektif cuka sari apel.
 Meskipun cuka efektif, ia relatif ringan. Anda mungkin perlu merendam barang
tersebut lebih lama dari hanya semalam; rendam dalam sehari mungkin lebih baik.
Setelah mengangkat barang berkarat dari cuka, celupkan penggosok aluminium foil
ke dalam cuka dan gosok barang tersebut dan hilangkan karat dengan mudah.

Gunakan lemon atau jeruk nipis.

26
Lemon atau jeruk nipis bekerja sangat baik untuk menghilangkan noda
pada pakaian, tetapi juga cukup efektif untuk menghilangkan karat pada logam
jika dibiarkan bekerja untuk waktu yang cukup lama. Taburkan garam di atas
bagian yang berkarat, rendam dengan lemon atau jeruk nipis, dan kemudian kikis
dengan bola penggosok alumunium.

Gunakan fosfat atau asam klorida.

Asam fosfat dan klorida adalah barang rumah tangga biasa yang murah dan
sangat baik untuk mengatasi karat. Di sinilah Anda dapat menemukan bahan
tersebut, dan cara menggunakannya:

 Asam fosfat sebenarnya adalah "konverter" karat karena ia merubah oksida besi
(atau karat) menjadi fosfat besi, sebuah lapisan hitam. Rendam bahan berkarat
dalam asam fosfat dan biarkan semalaman. Kemudian biarkan kering. Kikis bersih
besi fosfat setelah permukaan kering. Asam fosfat dapat diperoleh dari minuman
kola, rumput laut, dan molase.
 Asam klorida sering digunakan dalam industri baja untuk "mengawetkan" baja
dengan cara menghilangkan karat atau kerak air. Asam klorida dapat ditemukan di
beberapa bahan pembersih rumah, kebanyakan pada pembersih kakus toilet.[1]
 Asam klorida terus bekerja, bahkan setelah Anda membilas dan mengeringkannya.
Uapnya bisa memengaruhi benda dengan lapisan metal lainnya yang ada di ruangan
yang sama, serta mengubah warna benda tersebut. Salah satu cara untuk mencegah
hal ini terjadi adalah dengan memanaskan benda yang sudah diberi asam klorida

27
dalam oven atau di atas nyala api. Anda juga bisa menggunakan pasta kapur
penetral, atau lim.

Hapus karat dengan minuman soda kola.

Tempatkan barang berkarat di dalam gelas atau tempat lebih besar yang
terisi minuman kola. Biarkan terendam atau cukup dicelupkan saja. Periksa setiap
setengah jam untuk memeriksa hasilnya. Kola seharusnya mampu bekerja dengan
baik.

28
BAB III

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Keasaman suatu senyawa ditentukan oleh kestabilan ion hidronium dan basa
konjugat terlarutnya ketika senyawa tersebut telah memberi proton ke dalam larutan
tempat asam itu berada. Stabilitas basa konjugat yang lebih tinggi menunjukkan
keasaman senyawa bersangkutan yang lebih tinggi.

Oksidasi merupakan interaksi kontak langsung diantara molekul oksigen


dan semua zat yang berbeda dari benda mati hingga jaringan hidup seperti
tumbuhan. Oksidasi akan terjadi ketika kontak antara unsur radikal bebas dan udara
seperti oksigen dan air. Oksidasi juga bermanfaat untuk pembentukan aluminium
yang tahan lama.

29