Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan formal secara umum dapat


diindikasikan apabila kegiatan belajar mampu membentuk pola tingkah laku
peserta didik sesuai dengan tujuan pendidikan, serta dapat dievaluasimelalui
pengukuran dengan menggunakan tes dan nontes. Proses pembelajaran akan
efektif apabila dilakukan melalui persiapan yang cukup terencana dan
diimplementasikan dalam bentuk pola-pola kegiatan pembelajaran.
Pola-pola kegiatan pembelajaran dapat diintegrasikan kedalam kurikulum.
Pengorganisasian kurikulum merupakan perpaduan antara dua kurikulum atau
lebih sedemikian hingga menjadi satu kesatuan yang utuh. Dilihat dari organisasi
kurikulum, terdapat tiga tipe kurikulum yaitu separated curriculum, correlated
curriculum, dan integrated curriculum. Integrated curriculum diwujudkan dengan
adanya pembelajaran terpadu. Dalam integrated curriculum, apa yang disajikan di
sekolah disesuaikan dengan kehidupan anak di luar sekolah. Pelajaran di sekolah
membantu siswa dalam menghadapi berbagai persoalan di luar sekolah.

B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah pada makalah ini antara lain :
1. Apa pengertian pembelajaran terpadu tipe Immersed?
2. Apa kelebihan dan kekurangan pembelajaran terpadu tipe Immersed?
3. Apa kegunaan pembelajaran terpadu tipe Immersed?
4. Langkah – langkah apa saja yang harus dilakukan dalam pembelajaran
terpadu tipe Immersed?
5. Bagaimana contoh dan penerapan pembelajaran tipe immersed?
6. Apa yang dimaksud dengan Pembelajaran Terpadu Model Networked ?
7. Sebutkan Karakteristik Pada Model Networked
8. Bagaimanakah Langkah-langkah Model Networked ?
9. Sebutkan Kelemahan dan Kelebihan dari Model Networked !
10. Bagaimana Bentuk Diagram Pada Model Networked !

1
C. Tujuan Pembelajaran
Adapun tujuan pembuatan makalah ini antara lain :
1. Untuk memahami makna pembelajaran terpadu tipe Immersed.
2. Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan pembelajaran terpadu tipe
Immersed.
3. Untuk mengetahui kegunaan pembelajaran terpadu tipe Immersed.
4. Untuk membuat atau menyusun langkah-langkah yang harus dilakukan
dalam pembelajaran terpadu tipe Immersed.
5. Untuk mengetahui contoh dan penerapan pembelajaran tipe immersed.
6. Mengetahui Pengertian dari Model Networked
7. Mengetahui Karakteristik dalam Model Networked
8. Mengetahui Langkah-langkah dari Model Networked
9. Mengetahui Kelemahan dan kelebihan dalam Model Networked
10. Mengetahui Bentuk Diagram Model Networked

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pembelajaran Terpadu
Pembelajaran Terpadu merupakan model pembelajaran yang mencoba
untuk memadukan beberapa pokok bahasan (Beane, 1995:615). Pembelajaran
terpadu adalah pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai aspek dalam
pembelajaran dengan menggunakan pendekatan tematik. Untuk mencapai aspek
perkembangan anak dengan optimal, materi yang disampaikan dijelaskan
berdasarkan tema dan subtema.
Model pembelajaran terpadu merupakan salah satu model implementasi
kurikulum yang dianjurkan untuk diaplikasikan pada semua jenjang pendidikan,
mulai dari tingkat taman kanak-kanak sampai SMA. Model pembelajaran ini pada
hakikatnya merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang memungkinkan
peserta didik baik secaraa individual maupun kelompok aktif untuk mencari,
menggali, dan menemukan konsep serta prinsip secara holistic dan otentik.
Pembelajaran terpadu menunjukkan bahwa model pembelajaran terpadu
sejalan dengan beberapa aliran modern yaitu termasuk dalam aliran pendidikan
progresivisme. Aliran progresivisme memandang pendidikan yang mengutamakan
penyelenggaraan pendidikan di sekolah berpusat pada anak (student centered),
sebagai reaksi terhadap pelaksanaan pendidikan yang masih berpusat pada
guru (teacher centered) dan pada bahan ajar. Tujuan utama sekolah adalah untuk
meningkatkan kecerdasan praktis, serta untuk membuat anak lebih efektif dalam
memecahkan berbagai problem yang disajikan dalam konteks
pengalaman (experience) pada umumnya (Willian F. Oneill, 1981).
Pembelajaran terpadu diawali dari suatu pokok bahasan atau tema tertentu
yang dikaitkan dengan pokok bahasan lainnya, dimana konsep tertentu dikaitkan
dengan konsep lain yang telah direncanakan, baik dalam satu bidang atau lebih
dan dengan beragam pengalaman belajar agar pembelajaran menjadi lebih
bermakna (Hardisubroto, 1998). Dengan adanya pemaduan ini, maka anak akan
memperoleh pengetahuan dan keterampilan secara utuh sehingga pembelajaran
lebih bermakna (meaningfull) bagi siswa. Jika dibandingkan dengan pendekatan

3
konvensional, maka pembelajaran terpadu tampak lebih menekankan pada
keterlibatan siswa dalam belajar, sehingga siswa tampak aktif terlibat dalam
proses pembelajaran untuk pembuatan keputusan(decision making) (Sukayati
2004:4).
Oleh karena itu, pembelajaran terpadu merupakan salah satu pendekatan
yang digunakan di dalam pembelajaran yang menekankan pada perencanaan dan
pelaksanaan pembelajaran secara holistik, berdasarkan desain kurikulum terpadu
yang direncanakan.
Ditinjau dari cara memadukan konsep, keterampilan, topik, dan unit tematisnya,
menurut seorang ahli yang bernama Robin Fogarty (1991) terdapat sepuluh cara
atau model dalam merencanakan pembelajaran terpadu. Kesepuluh cara atau
model tersebut adalah: (1)fragmented, (2) connected, (3) nested, (4) sequenced,
(5) shared, (6) webbed, (7) threaded, (8)integrated, (9) immersed, dan
(10) networked.

B. Pengertian Pembelajaran Immersed


Model pembelajaran Immersed adalah model pembelajaran terpadu yang
berpusat untuk memadukan kebutuhan para siswa atau mahasiswa, dimana
mereka akan melihat apa yang dipelajarinya dari minat dan pengalaman mereka
sendiri.

C. Karakteristik Pembelajaran Immersed


Pembelajaran terpadu tipe Immersed merupakan pembelajaran yang
dirancang agar setiap individu dapat memadukan semua data dari beberapa bidang
ilmu dan menghasilkan pemikiran sesuai bidang minatnya. Pembelajaran
Immersed ini memerlukan kemampuan berpikir yang tinggi pada anak.
Tipe ini tidak mengharuskan sebuah perancangan yang rumit. Tipe ini
dapat berlangsung secara otomatis karena proses perpaduan terjadi secara internal
dalam diri pebelajar, akan tetapi sekali tipe ini dipakai, maka tim pengajar harus
dapat memfasilitasi proses perpaduan dengan memperhitungkan materi
pembelajaran yang luas, variasi materi pembelajaran, yang dipadukan dengan

4
berbagai keterampilan, konsep, dan sikap kerja yang baik dari pebelajar Immersed
(Fogarti, 1991; 86).
Menurut Suprayekti (2003; 69) arti harfiah dari kata Immersed adalah
pencelupan atau pembenaman. Pada pembelajaran terpadu tipe ini, seluruh mata
pelajaran merupakan bagian dari sudut pandang keahlian para siswa secara
individu.
Para siswa menyaring sendiri seluruh konsep yang dipelajarinya menurut
sudut pandang mereka sendiri dan meleburkan atau membenamkan diri mereka
dalam pengalaman melalui kegiatan yang dijalaninya.

D. Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Immersed


Dalam pembelajaran terpadu tipe Immersed tentunya juga memiliki
kelebihan dan kekurangan. Berikut ini beberapa kelebihan dari pembelajaran
terpadu tipe Immersed :
Kelebihan Model Immersed:
1. Keterpaduan berlangsung di dalam pelajar itu sendiri.
2. Guru dapat mengetahui pengalaman / pengetahuan yang dimiliki oleh siswa,
sehingga menambah pengalaman bagi guru.
3. Siswa dapat menggunakan pengalaman, pengetahuan dan keterampilan yang
dimiliki dengan memadukan sesuai dengan kebutuhan.
Kelemahan Model Immersed:
1. Dapat mempersempit fokus pelajar tersebut.
2. Guru tidak dapat menggunakan sumber/literatur yang lain, karena pada model
immersed hanya menggunakan pengalaman yang di peroleh/dimiliki siswa.
3. Siswa hanya terpaku pada pengalaman, pengetahuan dan keterampilan yang
dimiliki.
4. Siswa tidak mengembangkan kemampuan yang dimiliki, karena hanya
terpaku pada yang dimiliki.

E. Kegunaan Pembelajaran Immersed


Model ini digunakan dengan menyaring dari seluruh isi kurikulum dengan
menggunakan suatu cara pandang tertentu. Misalnya, seseorang memadukan

5
semua data dari berbagai disiplin ilmu (mata pelajaran) kemudian
menampilkannya melalui sesuatu yang diminatinya dalam suatu ide.
Deskripsi : Murid memadukan apa yang dipelajari dengan cara
memandang seluruh pengajaran melalui perspektif bidang yang disukai ( area of
interest ).
Model immersed digunakan tanpa ada perencanaan terlebih dahulu.
Artinya model ini digunakan ketika dalam pembelajaran yang sedang berlangsung
membutuhkan model pembelajaran yang memadukan kebutuhan para
siswa/mahasiswa, berdasarkan pengalaman yang dimilikinya sendiri.

F. Langkah-langkah Pembelajaran Immersed


Pada dasarnya langkah-langkah pembelajaran terpadu tipe immersed
mengikuti tahap-tahap yang dilalui dalam setiap pembelajaran terpadu yang
meliputi tiga tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi (Prabowo 2006;
4).
Menurut Hadisubroto (2000; 2), dalam merancang pembelajaran terpadu
setidaknya ada empat hal yang perlu diperhatikan sebagai berikut: (1) menentukan
tujuan, (2) menentukan materi/media, (3) menyusun scenario KBM, dan (4)
menentukan evaluasi. Secara rinci, tahap-tahap tersebut dapat dijelaskan sebagai
berikut:
Tahap perencanaan, terdiri dari :
1. Tahap Pelaksanaan. Tahap ini meliputi skenario langkah-langkah
pembelajaran. Menurut Samani (dalam Lutfiana, 2006; 32) tidak ada model
pembelajaran tunggal yang cocok untuk suatu topik dalam pembelajaran
terpadu.
2. Tahap evaluasi. Tahap ini dapat berupa evaluasi proses pembelajaran dan
evaluasi hasil pembelajaran. Tahap evaluasi sebagaimana termuat pada
Depdiknas (dalam Lutfiana, 2006; 32) hendaknya memperhatikan prinsip
evaluasi pembelajaran terpadu.
a. Menentukan jenis mata pelajaran yang dipadukan.

6
b. Memilih kajian materi, standar kompetensi, kompetensi dasar dan
indikator. Langkah ini akan mengarahkan guru untuk menentukan sub-
keterampilan dari masing-masing keterampilan dalam satu unit pelajaran.
c. Menentukan sub-keterampilan yang dipadukan. Secara umum,
keterampilan-keterampilan yang harus dikuasai meliputi keterampilan
berpikir (thinking skill), keterampilan sosial (social skill), dan
keterampilan mengorganisasi (organizing skill) yang masing-masing
terdiri atas sub-sub keterampilan.
d. Merumuskan indikator hasil belajar. Berdasarkan kompetensi dasar dan
sub-keterampilan yang telah dipilih, dirumuskan indikator. Setiap
indikator dirumuskan berdasarkan kaidah penulisan yang meliputi:
audience, behaviour, condition, dan degree.
e. Menentukan langkah-langkah pembelajaran. Langkah ini diperlukan
sebagai strategi guru untuk memadukan setiap sub-keterampilan yang
telah dipilih pada setiap langkah pembelajaran.
f. Guru hendaknya jangan menjadi aktor tunggal yang mendominasi
pembicaraan dalam proses pembelajaran.
g. Pemberian tanggung jawab individu dan kelompok harus jelas dalam
setiap tugas yang menuntut adanya kerja sama kelompok.
h. Guru perlu mengakomodasi ide-ide yang terkadang sama sekali tidak
terpikirkan dalam perencanaan.

G. Contoh dan Penerapan Pembelajaran Model Immersed


Model immersed adalah model pembelajaran yang melibatkan beberapa
mata pelajaran dalam satu proyek. Misalnya seorang mahasiswa yang
memperdalam ilmu kedokteran maka selain Biologi, Kimia, Komputer, juga harus
mempelajari fisika dan setiap mata pelajaran tersebut ada kesatuannya. Model ini
dapat pula diterapkan pada siswa SD, SMP, maupun SMA dalam bentuk proyek
di akhir semester. Model ini melatih kreatifitas berfikir siswa secara bertahap dari
jenjang SD hingga SMA. Bagi siswa kelas 4 SD model ini dapat dilaksanakan
pada hari HUT RI. Misalnya merancang sebuah pesawat terbang yang seimbang
lalu dipamerkan.

7
Penerapan lainnya bagi kelas 5 SD misalnya pada materi pencemaran
udara dapat dijelaskan pada materi pelajaran IPA, PKN, Bahasa Indonesia, dan
Seni Rupa. Materi tersebut membahas tentang:
IPA : Pernafasan pada manusia
PKN : Peraturan Pemerintah
Bahasa Indonesi : Menceritakan hasil pengamatan
Seni Rupa : Membuat poster sederhana
Pada mahasiswa geologi, selain mempelajari materi tentang geologi,
mereka juga memerlukan pengetahuan lain diluar bidangnya seperti :
Matematika : tekhnologi komputer, bagan / grafik data, aliran data dan
interpretasi
IPA : Mineral, gunung berapi, masalah lingkungan dan gempa
bumi
Bahasa : membuat pidato, membaca, menulis
IPS : hak asasi manusia, sungai dan implikasi hukum

H. Pengertian Model Networked


Networked adalah model pembelajaran berupa kerjasama antara siswa
dengan media elektronik dan media massa dalam mencari data, keterangan atau
lainnya sehubungan dengan mata pelajaran yang disukainya atau diminatinya
sehingga siswa secara tidak langsung mencari tahu dari berbagai sumber. Sumber
dapat berupa buku bacaan, internet, saluran radio, ataupun TV.
Model Networked adalah pembelajaran terpadu yang bersumber dari
masukan eksternal yang mengandung kebaruan, perluasan, ramalan terhadap
kemungkinan yang terjadi dan penyaringan gagasan. Pada proses pencarian
pengetahuan pelajar menjadi tergantung pada sebuah network atau jaringan kerja
sama sebagai sumber utama tentang informasi yang mereka harus dapatkan dari
pandangan mata yang dilihat secara langsung.
Pada model pembelajaran terpadu networked, tidak sama dengan model
yang terdahulu dikenalkan, pelajar langsung mengarahkan proses pengintegrasian
melalui seleksi diri sendiri terhadap sesuatu yang dibutuhkan dalam suatu

8
jaringan. Pelajarlah yang hanya dapat menginteraksikan pengetahuan dari dimensi
bidang mereka, sehingga
mereka dapat memnuhi target sumber daya yang diperlukan. Seperti yang lain,
model pembelajaran networked berkembang dan tumbuh dari waktu ke waktu
terhadap sesuatu yang langsung dapat menggerakkan pelajar dalam arah baru
sebagai bentuk jawaban pemenuhan kebutuhan diri sendiri yang terus
berkembang.
Menurut pandangan Robin Fogarty ( 1991 ) Networked merupakan model
pemaduan pembelajaran yang mengandalkan kemungkinan pengubahan konsepsi,
bentuk pemecahan masalah, maupun tuntutan bentuk keterampilan baru setelah
siswa mengadakan studi lapangan dalam situasi, kondisi, maupun konteks yang
berbeda – beda. Belajar disikapi sebagi proses yang berlangsung secara terus –
menerus karena adanya hubungan timbal balik antara pemahaman dan kenyataan
yang dihadapi siswa.
Seorang peserta didik membuat jaringan dengan orang lain baik dalam
bidang yang mereka tekuni maupun di luar bidang tersebut dan mereka
menghubungkan ide-ide baru ke dalam ide-ide lama secara kontinu atau terus-
menerus. Peserta didik menyaring semua yang mereka pelajari melalui kajian para
ahli dan membuat koneksi internal yang mengarah ke jaringan eksternal ahli di
bidang terkait. Model ini digambarkan seperti sebuah bangun prisma yaitu
merupakan sebuah bangun yang apabila dilihat dapat menciptakan berbagai
dimensi dan arah fokus.Pendidikan seorang manusia tidak pernah selesai sampai
ia mati. (Robert E. Lee).
Model networked dalam model pembelajaran terpadu merupakan sumber
masukan eksternal yang berkelanjutan, model ini seterusnya akan memberikan
ide-ide baru, dan ide-ide ekstrapolasi atau ide yang halus. Jaringan profesional
peserta didik biasanya tumbuh di arah yang jelas dan kadang-kadang tidak begitu
jelas. Dalam pencarian pengetahuannya, peserta didik bergantung pada jaringan
ini sebagai sumber informasi utama dan mereka harus menyaring melalui sudut
pandang mereka sendiri sesuai dengan keahlian dan minat yang mereka miliki.
Model networked, tidak seperti di model sebelumnya, pelajar
mengarahkan proses integrasi melalui ruang pemilihan jaringan yang mereka

9
butuhkan. Hanya pembelajar sendiri yang mengetahui seluk-beluk dan dimensi
bidang mereka, peserta didik dapat menargetkan sumber daya yang diperlukan.
Model ini, seperti model yang lain, berkembang dan tumbuh sebagai kebutuhan
tambahan yang dapat mendorong peserta didik ke arah yang baru. Contoh: arsitek,
jika mereka mengadaptasi teknologi CAD / CAM untuk desain, jaringan dengan
teknik pemograman dan memperluas pengetahuan dasar yang mereka miliki,
seperti yang dia lakukan secara tradisional dengan para desainer interior.

I. Karakteristik Model Networked


1. Model Networked ini mirip dengan sinyal satelit yang bertebaran dan
penerima sinyal dapat menerima sinyal dari berbagai arah.
2. Siswa mengarahkan proses integrasi melalui ruang pemilihan jaringan
yang mereka butuhkan.
3. Siswa termotivasi belajar karena rasa ingin tahunya yang besar dalam
dirinya.
4. Siswa membuat jaringan dengan orang lain baik dalam bidang yang
mereka tekuni maupun di luar bidang tersebut dan mereka
menghubungkan ide-ide baru yang dalam ide-ide lama secara terus-
menerus.
5. Siswa menyaring semua yang mereka pelajari melalui kajian para ahli dan
membuat koneksi internal yang mengarah ke jaringan eksternal ahli di
bidang terkait

J. Langkah-langkah Model Networked


Adapun langkah-langkah Model Pembelajaran Networked adalah sebagai
berikut:
ü Menganalisis Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar pada pedoman kurikulum
2013 di setiap mata pelajaran.
 Menentukan keahlian yang disesuaikan dengan minat siswa.
 Menentukan mata pelajaran yang akan dipadukan sesuai dengan keahlian yang
diinginkan siswa.

10
 Menentukan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar dari setiap mata
pelajaran yang akan dipadukan.
 Menentukan indikator yang akan dikembangkan disetiap aspek kemampuan.
 Mendesain model networked yang disesuaikan dengan minat siswa.
 Hasil dari rancangan model jaringan (networked) dimasukkan dalam Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
 Menentukan media, fasilitas, strategi, pendekatan maupun metode langkah-
langkah kegiatan dalam pelaksanaan (pembukaan, kegiatan inti, dan penutup).
 Langkah evaluasi terhadap kegiatan tersebut dengan menggunakan RPP yang
telah dibuat.

K. Kelebihan Dan Kelemahan Model Networked


a. Kelebihan Model Networked
Kelebihan dari model jaringan ini sangat beragam. Pendekatan
pembelajaran terintegrasi ini sangat pro-aktif dan alami, dengan model ini peserta
didik memulai pencarian dan mengikuti jalan yang baru dia temukan dengan
kemampuanya sendiri. Peserta didik dirangsang dengan informasi yang relevan,
keterampilan, atau konsep yang diberikan di sepanjang proses pembelajaran. Nilai
tambahan dari model jaringan ini bagaimanapun tidak bisa dipaksakan pada
peserta didik melainkan harus muncul dari dalam diri masing-masing peserta
didik. Namun, mentor memberikandan memberikan layanan yang diperlukan
untuk mendukung tingkat pembelajaran yang lebih tinggi. Pada model networked
ini peserta didik terstimulasi oleh informasi, ketrampilan atau konsep-konsep
baru.

b. Kelemahan Model Networked


Kelemahan dari model jaringan sangat dipahami oleh mereka yang telah
mengembangkan beragam kepentingan tenaga dari cintanya. Sangat mudah untuk
mendapatkan sisi acak ke dalam salah satu ide disampingnya. Ini juga mungkin
untuk mendapatkan di dalam pemikiran kita. Sebuah jalan tertentu tampaknya
mengundang dan berguna, tapi tiba-tiba menjadi sebaliknya. Manfaat kadang
tidak lagi seimbang dengan harga yang harus dibayar. Kelemahan lain adalah

11
bahwa model jaringan, jika diambil untuk perbedaan-perbedaan besar, dapat
menyebarkan minat yang terlalu tipis dan dan tidak terkonsentrasi atau memecah
perhatian peserta didik sehingga upaya-upaya pengajaran yang dilakukan menjadi
tidak efektif.

L. Mengetahui Bentuk Diagram Model Networked


Model ini, seperti model yang tersamar, model jaringan sering
memindahkan tanggung jawab integrasinya lebih berat kepada pelajar daripada
seorang desainer pembelajarannya. Namun, itu adalah model yang sesuai untuk
menyajikan motivasi kepada peserta didik. Tutor atau mentor sering menyarankan
model jaringan untuk memperluas cakrawala para pelajar atau memberikan
perspektif yang diperlukan. Sebagai jaringan berkembang, koneksi atau suatu
hubungan terkadang muncul secara kebetulan di sepanjang proses pembelajaran.
Seringkali, tanpa sengaja hal ini mendorong peserta didik menemukan kedalaman
pengetahuan baru disuatu bidang atau sebenarnya mengarah ke penciptaan bidang
yang lebih khusus. Salah satu contoh seperti di era modern sekarang, dalam
bidang genetika yang telah mengembangkan sebuah penemuan baru yang dikenal
sebagai rekayasa genetik. Ini berlangsung dari lapangan yang merupakan hasil
dari pengembangan model jaringan seorang pelajar yang berbakat dengan pelajar
lainnya yang mendalami keahliannya tersebut.
Bertahun-tahun kemudian para pemikir di sekolah pascasarjana
membicarakan kepada dua ahli model jaringan, seorang ahli psikolog kognitif dan
seorang programmer komputer. Sebagai contoh ketika Fogarty menganggap
dirinya sebagai pustakawan yang memiliki ketrampilan ilmu perpustakaan. Tapi
sebagai seorang kandidat doktor di bidang kecerdasan buatan, dia perlu membuat
jaringan dengan orang lain di bidang yang sangat teknis. Saya mencari sebuah
program untuk membantu mensimulasikan pencarian kognitif untuk informasi.
Apa yang kita ketahui tentang cara kerja otak dapat direpresentasikan
dalam diagram ini. Selain itu, dengan scripting “berbicara keras dengan
pemantauan” pada sebuah mata pelajaran, Fogarty berpikir kita akan dapat
melihat pola hubungan sebuah keputusan. Jika kita menempatkan pemikiran kita
bersama, ini akan mulai masuk akal. Sulit untuk menduplikasi hubungan

12
pengetahuan yang dibuat oleh otak manusia, tetapi keacakan dalam prosedur dapat
diprogram didalamnya. Fogarty akan membutuhkan rincian eksplisit tentang
bagaimana kita membuat hubungan/koneksi di otak manusia dimulai dari anda.

13
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Model pembelajaran Immersed adalah model pembelajaran terpadu yang
berpusat untuk memadukan kebutuhan para siswa atau mahasiswa, dimana
mereka akan melihat apa yang dipelajarinya dari minat dan pengalaman mereka
sendiri. Model pembelajaran ini dapat diterapkan pada semua jenjang pendidikan
tetapi pada umumnya digunakan di tingkat universitas.
Pembelajaran terpadu menunjukkan bahwa model pembelajaran terpadu
sejalan dengan beberapa aliran modern yaitu termasuk dalam aliran pendidikan
progresivisme. Aliran progresivisme memandang pendidikan yang mengutamakan
penyelenggaraan pendidikan di sekolah berpusat pada anak (student centered),
sebagai reaksi terhadap pelaksanaan pendidikan yang masih berpusat pada
guru (teacher centered) dan pada bahan ajar. Tujuan utama sekolah adalah untuk
meningkatkan kecerdasan praktis, serta untuk membuat anak lebih efektif dalam
memecahkan berbagai problem yang disajikan dalam konteks
pengalaman (experience) pada umumnya (Willian F. Oneill, 1981).
Model Networked adalah pembelajaran terpadu yang bersumber dari
masukan eksternal yang mengandung kebaruan, perluasan, ramalan terhadap
kemungkinan yang terjadi dan penyaringan gagasan. Pada proses pencarian
pengetahuan pelajar menjadi tergantung pada sebuah network atau jaringan kerja
sama sebagai sumber utama tentang informasi yang mereka harus dapatkan dari
pandangan mata yang dilihat secara langsung.

14
DAFTAR PUSTAKA

http://rizkapratiwijaya.blogspot.com/2013/04/pembelajaran-terpadu-model-
imersed.html
http://www.eurekapendidikan.com/2015/03/model-pembelajaran-tipe-
immersed.html
http://byekons.blogspot.com/2010/06/model-pembelajaran-immersed.html

Disalin dan Dipublikasikan melalui Eureka Pendidikan terpadu


Fogarty, Robin.1991.The Mindful School How to Integrate the
Curricula.IRI/Skylight Publishing, Inc.Palatine, Illinois.
Sudjana. Nana.1988.Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum di Sekolah. Sinar
Baru Algesindo : Bandung.
Y. Padmono. Dr. Pembelajaran Terpadu atau Kurikulum Terpadu
(1).http://m.kompasiana.com/post/edukasi/2010/pembelajaran-terpadu-atau-
kurikulum-terpadu-1/. Akses pada 21 Maret 2013 Pukul 20:07:06

15

Anda mungkin juga menyukai