Anda di halaman 1dari 16

Nama : Athiyatus Sholihatul Fadhilah

NIM : 190342621203
Prodi : S1 Biologi
STATISTIKA

Latihan Soal BAB 13

1. Peneliti melakukan penelitian dengan mengambil cuplikan 12 kepiting Pachygrapsus


crassipes di Pantai Tamban Kabupaten Malang. Peneliti melakukan pengukuran terhadap
berat badan dalam gram (Y2) dan berat insang dalam miligram (Y1) . Hasil pengukuran seperti
berikut :
N 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
ke-
Y1 159 179 100 45 384 230 100 320 80 220 320 210
Y2 14,40 15,20 11,30 2,50 22,70 14,90 1,41 15,81 4,19 15,39 17,25 9,52
Jawab :

a. Rumusan masalah :
Apakah berat badan kepiting Pachygrapus crassipes berhubungan (berkorelasi) dengan
berat insang?
b. Hipotesisi penelitian :
Berat badan kepiting Pachygrapus crassipes berhubungan (berkorelasi) dengan berat
insang.
c. Uji Hipotesis :

kepiting
ke y1(X) y2(Y) X2 y2 XY
1 159 14,4 25281 207,36 2289,6
2 179 15,2 32041 231,04 2720,8
3 100 11,3 10000 127,69 1130
4 45 2,5 2025 6,25 112,5
5 384 22,7 147456 515,29 8716,8
6 230 14,9 52900 222,01 3427
7 100 1,41 10000 1,9881 141
8 320 15,81 102400 249,9561 5059,2
9 80 4,19 6400 17,5561 335,2
10 220 15,39 48400 236,8521 3385,8
11 320 17,25 102400 297,5625 5520
12 210 9,52 44100 90,6304 1999,2
jumlah
( ) 2347 144,57 583403 2204,185 34837,1
rata-
rata 195,5833 12,0475 48616,92 183,6821 2903,092

Didapati :
2347
̅ = 195,5833
̅ = 12,0475
N = 12

Korelasi Product Moment (Pearson))


Dimasukkan ke rumus
( )( ) ( )( )
6.561,6175

( ) ( )

( ) ( )

][ ]
0,86518599
√[ √( )( )

Tes Signifikansi

Tes signifikansi dirujuk dengan r tabel (Halaman belakang Hal. 26, Tabel 12a.
Nilai kritis untuk Koefisien Korelasi r dan R)

dengan db = N-2 db = 12-2 = 10, dibaca dalam tabel = 0,576

Rujukan

lebih besar daripada nilai ( )


Maka, artinya hubungan kedua variabel positif dan signifikan. H0 ditolak, hipotesis
penelitian diterima, berarti berat badan kepiting berhubungan (berkolerasi) dengan
berat insang.

Sumbangan faktor berat badan terhadap berat insang adalah


2
=( )2 = 0,7485468 atau 74,85%

Kesimpulan
berat badan berkorelasi positif dengan berat insang dengan sumbangan faktor,
Sumbangan berat badan terhadap berat insang sebesar 74,85%, sedangkan sisanya
25,15% diterangkan oleh faktor-faktor lain selain berat badan.
2. Data dikumpulkan untuk suatu penelitian keragaman geografis pada aphid Pemphigus
populitranversus. Nilai dlam tabel merupakan rerata lokasi berdasar ukuran sampel
yang sama untuk 23 lokasi perkebunan di Kabupaten Malang. Variabel yang diukur
dinyatakan dalam milimeter. Y1 = panjang tulang kering; Y2 = panjang pangkal kaki.

Kode 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
lokasi
Y1 0,631 0,644 0,612 0,632 0,675 0,653 0,655 0,615 0,712 0,626
Y2 0,140 0,139 0,140 0,141 0,155 0,148 0,146 0,136 0,159 0,140

Kode 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
lokasi
Y1 0,597 0,625 0,657 0,586 0,574 0,551 0,556 0,665 0,585 0,629
Y2 0,133 0,144 0,147 0,134 0,134 0,127 0,130 0,147 0,138 0,150

Kode 21 22 23
lokasi
Y1 0,671 0,703 0,662
Y2 0,148 0,151 0,142

Jawab

a) Rumusan masalah
Apakah panjang tulang kering (Y1) berkorelasi (berhubungan) dengan panjang
pangkal pangkal kaki (Y2)?

b) Hipotesis penelitian
Panjang tulang kering (Y1) berkorelasi (berhubungan) dengan panjang pangkal
kaki (Y2)

c) Uji Hipotesis
Hipotesis diuji dengan menggunakan uji korelasi

Kode
Y1 (X) Y2 (Y) XY X2 Y2
Lokasi
1 0,631 0,140 0,088 0,398 0,020
2 0,644 0,139 0,090 0,415 0,019
3 0,612 0,140 0,086 0,375 0,020
4 0,632 0,141 0,089 0,399 0,020
5 0,675 0,155 0,105 0,456 0,024
6 0,653 0,148 0,097 0,426 0,022
7 0,655 0,146 0,096 0,429 0,021
8 0,615 0,136 0,084 0,378 0,018
9 0,712 0,159 0,113 0,507 0,025
Kode
Y1 (X) Y2 (Y) XY X2 Y2
Lokasi
10 0,626 0,140 0,088 0,392 0,020
11 0,597 0,133 0,079 0,356 0,018
12 0,625 0,144 0,090 0,391 0,021
13 0,657 0,147 0,097 0,432 0,022
14 0,586 0,134 0,079 0,343 0,018
15 0,574 0,134 0,077 0,329 0,018
16 0,551 0,127 0,070 0,304 0,016
17 0,556 0,13 0,072 0,309 0,017
18 0,665 0,147 0,098 0,442 0,022
19 0,585 0,138 0,081 0,342 0,019
20 0,629 0,15 0,094 0,396 0,023
21 0,671 0,148 0,099 0,450 0,022
22 0,703 0,151 0,106 0,494 0,023
23 0,662 0,142 0,094 0,438 0,020
Jumlah 14,52 3,269 2,070 9,202 0,466
Rata-
0,631 0,142 0,400 0,020 0,090
Rata

Didapati :

̅ = 0,631
̅ = 0,142
N = 23

H0 diterima apabila :

Korelasi Product Moment (Pearson))


Dimasukkan ke rumus
( )( ) ( )( )
0,00626609

( ) ( )

( ) ( )
37561

√[ ][ ] √( )( )
Tes Signifikansi

Tes signifikansi dirujuk dengan r tabel (Halaman belakang Hal. 26, Tabel 12a.
Nilai kritis untuk Koefisien Korelasi r dan R)

dengan db = N-2 db = 23-2 = 21, dibaca dalam tabel = 0,4132

Rujukan

lebih besar daripada nilai ( )


Maka, artinya hubungan kedua variabel positif dan signifikan. H0 ditolak, hipotesis
penelitian diterima, berarti panjang tulang kering berhubungan (berkolerasi)
dengan panjang pangkal kaki.

Sumbangan faktor panjang tulang kering terhadap panjang pangkal kaki adalah
2
=( )2 = 0,804912214561 atau 80,49%

d) Kesimpulan
Panjang tulang kering berkorelasi positif dengan panjang pangkal kaki dengan
sumbangan faktor Sumbangan panjang tulang kering terhadap panjang pangkal
kaki sebesar 80,49%, sedangkan sisanya 19,51% diterangkan oleh faktor-faktor
lain selain panjang tulang kering.
3. Suhu air beberapa kedalaman di danau panai dicatat pada waktu tertentu paada tahun
2013. K=kedalaman (m) dan T (suhu dalam ⁰C)

K 0 1 2 3 4 5 6 9 12 15,5
T 24,8 23,2 22,2 21,2 18,8 13,6 9,6 6,3 5,8 5,6
a. Rumusan masalah :
b. Apakah terdapat hubungan (korelasi) antara suhu air dengan kedalaman di danau
Panai?
c. Hipotesisi penelitian :
Ada hubungan (korelasi) antara suhu air dengan kedalaman di danau Panai.
d. Uji hipotesis :

2 2
X (kedalaman) Y (suhu) XY X Y
0 24.8 0 0 615.04
1 23.2 23.2 1 538.24
2 22.2 44.4 4 492.84
3 21.2 63.6 9 449.44
4 18.8 75.2 16 353.44
2 2
X (kedalaman) Y (suhu) XY X Y
5 13.8 69 25 190.44
6 9.6 57.6 36 92.16
9 6.3 56.7 81 39.69
12 5.8 69.6 144 33.64
15.5 5.6 86.8 240.25 31.36
𝛴X= 57.5 𝛴Y= 151.3 𝛴XY= 546.1 2
𝛴X = 556.25
2
𝛴Y = 2836.29

Didapati :

̅ = 5,75
̅ = 15,3
N = 10

Tes Signifikansi

Tes signifikansi dirujuk dengan r tabel (Halaman belakang Hal. 26, Tabel 12a. Nilai
kritis untuk Koefisien Korelasi r dan R)

dengan db = N-2 db = 10-2 = 8, dibaca dalam tabel = 0,5494


Rujukan

lebih kecil daripada nilai ( )

H0 diterima, hipotesis penelitian ditolak, berarti suhu air tidak berhubungan


(berkolerasi) dengan kedalaman di Danau Panai.

e) Kesimpulan
suhu air tidak berhubungan (berkolerasi) dengan kedalaman di Danau Panai.

4. Tabel 1. Hasil Perhitungan Kadar Parasetamol dan Kadar Serapannya diukur dengan
Spektofluorometer

X Y 2 2
Kadar (pg/mL) Fluoresensi XY X Y
0 2,1 0 0 4,41
2 5 10 4 25
4 9 36 16 81
6 12,6 75,6 36 158,76
8 17,3 138,4 64 299,29
10 21 210 100 441
12 24,7 296,4 144 610,09
2 2
𝛴X=42 𝛴Y=91,7 𝛴XY=766,4 𝛴X =364 𝛴Y =1619,55

Kadar (pg/mL) Line Fit Plot


30
Fluoresensi

20
Fluoresensi
10

0 Predicted
0 2 4 6 8 10 12 Fluoresensi
Kadar (pg/mL)
RUJUKAN :

lebih besar daripada nilai ( )

Maka, artinya hubungan kedua variabel positif dan signifikan. H0 ditolak,


hipotesis penelitian diterima, berarti kadar paracetamol berhubungan (berkolerasi)
dengan fluorensi

Sumbangan faktor kadar paracetamol terhadap fluorensi adalah


2
=( )2 = 0,9977 atau 99,77%

Kesimpulan
Kadar paracetamol berkorelasi positif dengan fluorensi dengan sumbangan faktor,
Sumbangan kadar paracetamol terhadap fluorensi sebesar 99,77%, sedangkan
sisanya 0,23% diterangkan oleh faktor-faktor lain selain kadar paracetamol.

Langkah kedua

Significance
df SS MS F F F0,05
Regression 1 417,3432 417,3432 2227,528 8,06602E-08 6,61
Residual 5 0,936786 0,187357
Total 6 418,28
Y = 15

X =?

Y = 1,51785714 + 1,930357143X

15 = 1,51785714 + 1,930357143X

13,48214286 = 1,930357143X

X = 6,984273821

5.

W (x) l (y) xy
12,54 157,2516 8,43 71,0649 105,7122
15,4 237,16 9,23 85,1929 142,142
22,2 492,84 12,14 147,3796 269,508
25,54 652,2916 14,62 213,7444 373,3948
30,2 912,04 18,25 333,0625 551,15
32,2 1036,84 20,82 433,4724 670,404
34,22 1171,008 23,28 541,9584 796,6416
36,34 1320,596 25,55 652,8025 928,487
37,25 1387,563 26,56 705,4336 989,36
38,58 1488,416 27,5 756,25 1060,95
284,47 8856,006 186,38 3940,361 5887,75
Rumusan masalah
Apakah panjang sotong berhubungan (berkorelasi) dengan berat sotong?
Hipotesis penelitian
Panjang sotong sotong berhubungan (berkorelasi) dengan berat sotong.
lebih besar daripada nilai ( )

Maka, artinya hubungan kedua variabel positif dan signifikan. H0 ditolak,


hipotesis penelitian diterima, berarti panjang sotong berhubungan (berkolerasi)
dengan berat sotong

Sumbangan faktor panjang sotong terhadap berat sotong adalah


2
=( )2 = 0,9627 atau 96,27%

Kesimpulan
Panjang sotong berkorelasi positif dengan berat sotong dengan sumbangan faktor,
Sumbangan kadar paracetamol terhadap fluorensi sebesar 96,27%, sedangkan
sisanya 3,73% diterangkan oleh faktor-faktor lain selain panjang sotong.
6. Penelitian untuk mencari hubungan bentuk hubungan antara hari lamanya
berkecambah (hari) dengan kadar gula reduksi (mg/ml) tanaman Phaseolus. Hasilnya
seperti berikut:

Hari ke- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Kadar reduksi 22,1 24,8 27,6 30,7 34,4 36,5 33,1 28,2 25,9 21,8
a. . Rumusan masalah :
Apakah ada hubungan antara lamanya berkecambah (hari) dengan kadar gula reduksi
(mg/ml) tanaman Phaseolus.
b. Hipotesisi penelitian :
ada hubungan antara lamanya berkecambah (hari) dengan kadar gula reduksi (mg/ml)
tanaman Phaseolus.
c. Uji Hipotesis :
Menggunakan regresi non linier.

No X Y XY X2 Y2

1. 1 22,1 22,1 1 488,41

2. 2 24,8 49,6 4 615,04

3. 3 27,6 82,8 9 761,76

4. 4 30,7 122,8 16 942,49

5. 5 34,4 172 25 1.183,36

6. 6 36,5 219 36 1.332,25

7. 7 33,1 231,7 49 1.095,61

8. 8 28,2 225,6 64 795,24

9. 9 25,9 233,1 81 670,81

10. 10 21,8 218 100 475,24

Total 55 285,1 1.576,7 385 8.360,21


a. Mencari persamaan regresi Ŷ = a + bX

( )( )
b=
( )

( )( ) ( )( )
=
( )( ) ( )

= = 0,105

( )
a=
( )( )
=

= = 27,93

Sehingga, hasil persamaan regresi yang didapatkan yaitu Ŷ = 27,93 + 0,105X

b. Membuat ringkasanan untuk regresi Ŷ = 27,93 + 0,105X

Mencari JK (Jumlah kuadrat)

( ) ( )
 JKreg (a) = = = 8.128,2
( )( )
 JKreg(b|a) = b ( )
( )( )
= 0,105 ( )

= 0,105 (1.576,7 – 1.568,05)


= 0,105 (8,65) = 0,91
 JKres = ∑Y2 – JKreg(a) – JKreg(b|a)
= 8.360,21 –8.128,2 – 0,91 = 231,1

Mencari KT

 KTreg(a) = = 8.128,2

 KTreg(b|a) = = 0,91

 KTres = = = 28,89

Mencari F hitung dan Ftabel

 Fhitung = = 0,0314

 Ftabel dengan α = 0,05 dengan db = 10-2 = 8


Ftabel = F(1-α)(dbreg(b/a))(db res)

Ftabel = F(0,05)(1:8) = 5,32


SumberVariasi db JK KT Fhitung-reg F0,05
Regresi (reg) 1 0,91 0,91
Residu (res) 8 231,1 28,89 0,0314 5,32
Total 9 232,01
Rujukan :

Fhitung = 0,0314 < F0,05 = 5,31 maka H0 diterima dan model regresi Y = 27,93 +
0,105X ditolak, sehingga tidak ada hubungan antara lama berkecambah dengan kadar
gula reduksi.

Kesimpulan

Tidak ada hubungan antara lama berkecambah dengan kadar gula reduksi menurut
perasamaan regresi Y = 27,93 + 0,105X

7. Rumusan masalah :

Hipotesisi penelitian :

konsentrasi insektisida
Line Fit Plot
100
kematian serangga

kematian
50 serangga

Predicted
0
kematian
0 90 160 230 300 370 440
serangga
konsentrasi insektisida
Uji hipotesis:

Regression Statistics
Multiple R 0,979117631
R Square 0,958671336
Adjusted R Square 0,95522728
Standard Error 5,556591617
Observations 14

df SS MS F Significance F F 0,05
Regression 1 8594,420047 8594,42 278,3554 1,14461E-09
Residual 12 370,5085248 30,87571
Total 13 8964,928571

Coefficie Standard P- Lower Upper Lower Upper


nts Error t Stat value 95% 95% 95,0% 95,0%
87,17035 3,031807 28,7519 1,95E 80,5646 93,776 80,5646
Intercept 511 331 4 -12 144 1 1 93,7761
- - -
konsentrasi 0,184294 0,011046 1,14E 0,20836 0,1602 - -
insektisida 021 163 -16,684 -09 154 3 0,20836 0,16023

Predicted kematian
Observation serangga Residuals
1 87,17035511 5,829644894
2 77,03418393 3,965816067
3 70,58389319 0,416106814
4 64,13360244 2,866397561
5 57,68331169 -1,683311692
6 51,23302095 -5,233020945
7 44,7827302 -9,782730198
8 38,33243945 -6,332439451
9 31,8821487 -0,882148704
10 25,43185796 -0,431857957
11 18,98156721 0,018432789
12 12,53127646 5,468723536
13 6,080985717 9,919014283
14 17,138627 -4,138626997

Rujukan :
Kesimpulan :

Rumusan masalah :

Hipotesisi penelitian :

Uji hipotesis :

konsentrasi insektisida Line


Fit Plot
100
infestasi hama

50 infestasi hama

0
0 90 160 230 300 370 440 Predicted infestasi
hama
konsentrasi insektisida

Regression Statistics
Multiple R 0,989330673
R Square 0,97877518
Adjusted R Square 0,977006445
Standard Error 3,993084209
Observations 14

df SS MS F Significance F F0,05
Regression 1 8823,423342 8823,423 553,3758 2,08144E-11
Residual 12 191,336658 15,94472
Total 13 9014,76
Coefficie Standard P- Lower Upper Lower Upper
nts Error t Stat value 95% 95% 95,0% 95,0%
89,4825 2,178720 41,07 2,81E 84,7355 94,229 84,7355 94,2296
Intercept 8482 844 116 -14 599 61 6 1
- - - -
konsentrasi 0,18673 0,007938 23,52 2,08E 0,20402 0,1694 - -
insektisida 319 006 39 -11 862 4 0,20403 0,16944

RESIDUAL OUTPUT
Observation Predicted infestasi hama Residuals
1 89,48258482 0,617415175
2 79,21225936 3,987740642
3 72,6765977 -2,676597697
4 66,14093604 -0,740936036
5 59,60527437 1,394725625
6 53,06961271 2,930387286
7 46,53395105 -2,833951053
8 39,99828939 -2,698289392
9 33,46262773 -0,162627731
10 26,92696607 -1,72696607
11 20,39130441 -2,391304409
12 13,85564275 4,144357252
13 7,319981087 7,680018913
14 18,52397251 -7,523972506

Anda mungkin juga menyukai