Anda di halaman 1dari 16

Laporan Praktikum Teknologi

Formulasi Sediaan Steril


gauzes framycetine sulfat

Dosen pengajar : MEGA EFRILIA.,S.Farm,M.Farm,Apt.

Disusun oleh : Kelompok 2


ARISTA HALOHO 3422118058
RENNY FEBRUANNY 3422118321
DWI INDAH FEBRIANTI 3422118136
PUTRI ANISYAH 3422118295
AKBAR FABRIANSYAH 3422118016

Akademi Farmasi
IKIFA

1
Kata pengantar

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan
Rahmat, Taufik dan inayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan
penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana.
Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk
maupun pedoman bagi pembaca dalam administrasi pendidikan.
Harapan kami semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan
dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki
bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini kami akui masih banyak kekurangan karena pengalaman
yang kami miliki sangat kurang. Oleh kerena itu kami harapkan kepada para
pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun
untuk kesempurnaan makalah ini.

Jakarta, November 2019

Penyusun

2
Daftar Isi

Cover …………………………………………………………………………. 1
Kata pengantar………………………………………………………………… 2
Daftar Isi ……………………………………………………………………… 3
Bab I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang ……………………………………………………..... 4
1.1 Penggunaan……………………………….....................…………… 5
1.2 Alasan Pemilihan Bahan............................................................................ 5
1.3 Farmakologi............................................................................................... 5-6
Bab II Formulasi dan Preformulasi
2.1 Formulasi .............................................................................................. 7
2.2 Preformulasi.......................................................................................... 7-8
2.3 Perhitungan bahan…………………………………………………….. 8
2.4 Sterilisasi alat dan bahan……………………………………………… 9
2.5 Cara kerja…………………………………………………………… 9-10
Bab III Kemasan dan Brosur
3.1 Kemasan ............................................................................................. 13
3.2 Brosur ................................................................................................. 14
Bab IV Pembahasan Dan Kesimpulan
4.1 Pembahasan ......................................................................................... 15
4.2 Kesimpulan ......................................................................................... 15
Bab V Daftar Pustaka .................................................................................. 16

3
BAB I
Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

Sediaan yang kami pilih dalam produksi ini adalah kasa steril atau
gauze steril yang mengandung zat aktif framycetine sulfat 1%.
Framycetin sulfate gauze adalah sediaan kasa steril atau gauze sterile
yang mengandung zat aktif framycetin sulfate sebagai antibakteri yang
digunakan untuk menutupi luka atau infeksi pada kulit. Pemakaian secara
topikal.
Menurut martindale jilid 2 edisi 28 framycetin sulfate gauzes adalah
kasa steril mesh terbuka dari tenunan leno diresapi dengan paraffin lemak
putih dan lemak bulu domba yang mengandung framycetin sulfate 1%
disterilkan, disediakan dalam potongan tunggal10 cm
Menurut Farmakope Indonesia edisi IV kasa pembalut framycetin
sulfate 1% dalam dasar paraffin lemak putih yang mengandung lemak bulu
domba.
Menurut F.I edisi IV sterilisasi tehnik aseptic adalah Proses mencegah
masuknya mikroba hidup kedalam komponen steril atau komponen yang
melewati proses antara yang mengakibatkan produk setengah jadi atau produk
ruahan atau komponennya bebas mikroba hidup
Beberapa pertimbangan dalam pembuatan kasa steril
- Sterilitas
Pengerjaan harus dilakukan secara aseptis dan dengan sterilisasi yang
sesuai. Cara sterilisasi yang digunakan untuk mengerjakan produk ini
adalah secara pemanasan kering.
- Tidak mengiritasi kulit
Produk ini digunakan untuk kulit/pemakaian topical atau jaringan yang
sedang rusak sehingga sedapat mungkin digunakan bahan yang

4
digunakan tidak mengiritasi kulit. Seperti bahan dasar yang digunakan
merupakan kasa dengan terstur yang lembut.
- Pengawet
Produk ini merupakan produk yang steril sehingga pada proses
pengemasan dan distribusi sampai pada konsumen harus tetap dijaga
kesterilannya. Dengan penambahan zat bakteriostatik, maka akan
mencegah pertumbuhan bakteri pada produk.

1.2 Penggunaan
Framycetine gauze digunakan untuk mengobati infeksi pada kulit dan
luka bakar, trauma (terpukul, terbentur, terkilir, tertusuk, dll), keadaan infeksi
kulit sekunder, ulkus (borok), dan khitan atau disunat.

1.3 Alasan Pemilihan Bahan


Kasa steril yang diproduksi merupakan kasa dengan zat aktif
framycetine sulfat yang sudah terbukti ampuh sebagai antibakteri pada
pemakaian topikal.
Obat ini adalah pembalut kasa yang diolesi dengan antibiotik
framycetin sulfate yang merupakan pembalut kasa lanolin ringan
yang mengandung 1% framycetin sulfate. Obat ini tersedia dalam bentuk kain
kasa dengan ukuran 10 cm x 10 cm.

1.4 Farmakologi

Framycetin adalah antibiotik yang termasuk ke dalam golongan


aminoglikosida, Antibiotik ini dapat digunakan untuk membasmi berbagai
macam bakteri penyebab infeksi. Framycetin bekerja dengan cara
membunuh bakteri.

5
Bagaimana obat ini bekerja masih belum sepenuhnya diketahui,
Namun, Framycetin tampaknya menghambat sintesis protein pada bakteri
yang rentan dengan mengikat subunit ribosom sehingga menghambat
perkembangbiakan bakteri sekaligus membunuhnya. Framycetin tidak dapat
digunakan terhadap infeksi jamur, virus , dan sebagian besar bakteri anaerob.

Framycetin digunakan untuk perawatan dan pencegahan infeksi


terhadap luka-luka dan mencegah atau mengobati infeksi pada mata atau
telinga. Pasien harus memberi tahu dokter tentang obat dan perawatan yang
sedang digunakan sebelum menggunakan Framycetin untuk menghindari efek
samping yang tidak diinginkan.

6
BAB II

Formulasi dan Preformulasi

2.1 Formulasi

Tiap sachet 10x10 cm kasa steril mengandung

Framycetine sulfat 1%

Adeps lanae

Vaselin album aa qs

Formulasi
No Bahan Formula I Golongan Fungsi
1 Framycetine sulfate 1% Obat keras Zat aktif
2 Adeps lanae qs Obat bebas Zat tambahan
3 Vaselin album qs Obat bebas Zat tambahan

2.2 Preformulasi

Framycetine sulfate (F.I edisi III hal 251)

Pemerian : serbuk, putih atau putih kekuningan, tidak berbau atau


hampir tidak berbau, tidak berasa, higroskopik

Kelarutan : larut dalam 1 bagian air, praktis tidak larut dalam etanol 95%,
dalam kloroform dan dalam eter

Kegunaan : antibiotikum

7
Adeps lanae ( F.I edisi III hal 61 )
Pemerian : zat berupa lemak, liat, lekat, kuning muda atau kuning pucat,
agak tembus cahaya, bau lemah dan khas
Kelarutan : praktis tidak larut dalam air, agak sukar larut dalam etanol
95%, mudah larut dalam kloroform dan dalam eter
Kegunaan : zat tambahan / basis salep

Vaselin album ( F.I edisi III hal 633 )


Pemerian : massa lunak, lengket, bening putih, sifat ini tetap setelah zat
dileburkan dan dibiarkan hingga dingin tanpa di aduk. Berfluoresensi lemah,
juga jika dicairkan, tidak berbau, hampir tidak berasa
Kelarutan : praktis tidak larut dalam air dan etanol 95%, larut dalam
kloroform dan dalam eter, dan dalam eter minyak tanah
Kegunaan : zat tambahan / basis salep

2.3 Perhitungan Bahan


Perhitungan formulasi untuk 1 sachet
Bobot kasa steril 10 x 10 rangkap 2 = 0,78 gram
Bobot sediaan = 4 x 0,78 gram = 3,12 gram

Perhitungan dosis
1
Framycetine sulfate = 100 x 3,12 = 0,0312 gram

Bobot basis = 3,12 – 0,0312 gram = 3,09 gram


Vaselin album = 1,54 gram
Adeps lanae = 1,54 gram

8
2.3 Sterilisasi alat dan bahan
Cara Sterilisasi Alat
No Alat Cara Sterilisasi
1 Pinset logam, kaca arloji Flambir 20 detik ( wattimena I, hal
45)
2 Perkamen, kertas roti, sudip, kasa Autoklav 1210C 15 menit (F.I edisi
IV)
3. Mortir dan stamper Dibakar dengan alkohol 95 %
(wattimena I, hal 63)

Cara Sterilisasi Bahan


No Bahan Sterilisasi
1 Framycetine sulfat Secara filtrasi (usul dianggap
steril)
2 Adeps lanae Oven 1500C 60 menit
wattimena I hal 28)
3 Vaselin album Oven 1500C 60 menit
(wattimena I hal 28)

2.4 Cara kerja : Prinsip →Aseptis


1. Sterilkan alat-alat
2. Timbang vaselin dan adeps, sterilkan dalam oven 1 jam pada suhu
150°C

9
3. Bakar lumpang dan stamper dengan etanol 95%

4. Timbang framycetine sulfat dengan gelas arloji yg telah di sterilkan

5. Gerus basis yang telah mencair dengan framycetin dalam lumpang ad


Homogen

10
6. Masukkan kasa steril , ratakan bahan obat di atas kasa steril

7. Lipat kain menjadi 2 dengan bantuan pinset


8. Letakkan kain kasa diatas selembar kertas perkamen

9. Masukkan ke dalam kantong steril (alumunium foil)

11
10. Kemas dan beri etiket

12
Bab III
Kemasan dan Brosur

2.4 Kemasan

13
2.4 Brosur

Framycetin sulfate

KASA STERIL

Komposisi :

Tiap sachet 10x10 cm kasa mengandung framycetin sulfat 1%

Indikasi :

Luka bakar,infeksi kulit sekunder, trauma, tukak, sirkumsisi

Kontra indikasi :

Hipersensitivitas

Cara pakai:

Digunakan pada tempat yang luka atau sesuai dengan petunjuk


dokter

No. Reg. : DKL 88905501


Simpan di tempat yang sejuk dan terlindung dari cahaya

Diproduksi oleh:

PT. DARYA VARIA


Jakarta-Indonesia

14
BAB IV
Pembahasan Dan Kesimpulan

4.1 Pembahasan
Sediaan yang kami pilih adalah sediaan mengandung zat aktif framycetin
sulfate yang berfungsi sebagai antimikroba spektrum luas, sehingga bisa
dipakai untuk infeksi bakteri yang luas, baik bakteri gram positif maupun
bakteri gram negatif.
Basis salep yang digunakan pada formulasi kasa steril framycetine sulfat
adeps lanae dan vaselin album.
Cara pengerjaan produksi secara aseptis yaitu setiap bahan-bahan dan
alat-alat yang digunakan harus disterilkan masing-masing sesuai dengan
monografinya, kemudian pencampuran dilakukan secara aseptis di ruang
steril.

4.2 Kesimpulan
Framycetin gauzes diindikasikan terutama untuk pemakaian topical, yaitu
untuk infeksi kulit dan luka bakar. Cara pengunaan yang mudah hanya
menutup luka atau kulit yang terinfeksi dengan framycetin gauzes.
Berdasarkan Farmakope Indonesia dan Martindale Basis salep yang
digunakan adalah vaselin album dan adeps lanae.
Cara pembuatan framycetin sulfate gauzes adalah dengan prinsip aseptic
yakni mencegah masuk nya mikroba hidup ke dalam komponen steril.
Produk yang dihasilkan dikemas sedemikian rupa sehingga dapat
menjamin mutu tetap steril dan mudah digunakan dalam keadaan yang masih
steril.

15
DAFTAR PUSTAKA

1. https://www.google.com/search?q=framycetin+sulfate+kasa&safe=strict&sxsrf
=ACYBGNRBISPneMZxHMVI2EOWNmCMT6au9A:1574168369225&source=l
nms&tbm=isch&sa=X&ved=0a (tanggal 19 november 2019, jam 21.00)
2. Martindale jilid 2 edisi 28 halaman 1165
3. Farmakope Indonesia edisi IV
4. Farmakope indoensia edisi III
5. Modul praktikum Teknologi sediaan steril Akademi Farmasi IKIFA tahun 2017

16

Anda mungkin juga menyukai