Anda di halaman 1dari 6

RESUME MENGENAI PETROLEUM GEOCHEMISTRY BERDASARKAN PUBLIKASI AAPG : ” Upper Permian Lacustrine Oil

Shale, Southern Junggar Basin, Northwest China” oleh Alan R. Carrol, Simon C. Brassel, dan Stephan A. Graham.

Pendahuluan

Penelitian pada publikasi ini membahas tentang Oil Shale yang berada pada lingkungan Lacustrine pada
Cekungan(Basin) Selatan Junggar, Baratlaut Cina. Yang akan diresume pada publikasi ini lebih menyangkut Petroleum
Geochemistry yang ada pada Cekungan Selatan Junggar. Menurut Pan, 1947 perkembangan kondisi geologi dan
ekonomi dari batuan souce rock minyak bumi yang terendapkan di danau-danau besar yang dikontrol oleh tenaga
tektonik telah diketahui sejak 50 tahun yang lalu pada bagian timur Cina dan sejak itu juga telah dikenal sebagai
cekungan penghasil minya bumi. Batuan Permian Atas pada Cekungan Junggar menunjukkan lingkungan non-marine
yang terendapakn di sedimen yang tipis (suplai sedimen yang kurang) dan secara berangsur-angsur menipis pada bagian
forelandnya. Oil shale merupakan merupakan batuan sedimen halus atau batuserpih yang mengandung kerogen.
Sedangkan lingkungan lacustrine merupakan lingkungan pada terrestrial tempat berkumpulnya air seperti danau.
Lingkungan lacustrine dapat terbentuk secara synrift datau postrift jika dikaitkan dengan proses pembentukannya
dengan pembentukan basin.

Teori Dasar (Rujukan Petroleum Geology oleh F.K. North)

Transformasi dari kerogen (minyak/bahan organik yang tidak larut dalam batuan sedimen) dalam menentukan
tingkat kematangan dari minyak bumi dapat ditentukan berdasarkan rasio perbandingan atom hydrogen dengan karbon
(Atomic Ratio H/C) serta perbandingan rasion atom Carbon dengan Oksigen (Atomic Ratio C/O). Rasio ini
ditentuka/dideterminasi pada uji lab berupa uji pembakaran/combustion . Dimana rasio H/C mengalami penurunan oleh
progesivitas karbonisasi (pada saat pembakaran) seiring dengan peningkatan suhu dan tekanan begitu juga dengan rasio
C/O.

Sebelumnya Van Krevelen telah membuat diagaram yang menetukan tipe kerogen berdasarkan rasio H/C (pada
sumbu vertikal) dan rasio C/O (pada sumbu horizontal). Jenis kerogen yang berbeda juga memiliki potensi berbeda untuk
menghasilkan minyak selama pematangan/maturation.
Kemudian Diagram Van Krevelen dimodifikasi oleh Bernard Tissot (1974) dkk. ,untuk menggambarkan tingkat
pematangan berdasarkan empat tipe dasar kerogen/bahan organic (OM= Organic Matter) di batuan sedimen.

(Diambil dari buku Petroleum Geology oleh F.K. North)


a) Tipe I

Tipe kerogen yang langka dan high-grade (tipe tingkat tinggi), bersumber sedimen alga, umumnya lingkungan,
lacustrine, mengandung OM sapropelic. Yang termasuk ke dalam tipe ini ialah oil shale, coorongite, dan tasmanite
(seperti yang ada di Australia), batubara boghead dan torbanite. Rasio H/C 1.6-1.8. (Botryococcus resinite)

b) Tipe II

Tipe derivasi/tingkatan (pada proses pematangan) menengah dari kerogen, umumnya terdapat pada lingkungan
marginal marine, serta OM yang berasal dari pemcampuran kontinen dan akuatik (terutama plangtonik). Sumber
utamanya berasal dari jaringan alga, pollen dan spora. Tipe kerogen ini termasuk dalam sedimen yang umumnya
terdapat minyak, dan beberapa oil shale kuno yang bersala dari lingkungan laut/marine seperti pada Kukkersite di
Estonia. Rasio H/C nya sekitar 1.4.

c) Tipe III

Tipe kerogen ini umumnya terdapat pada sedimen yang mengandung OM berjenis humik (berasal dari bahan
organic/vegetasi terrestrial), lingkungan terrestrial, berasal dari tumbuhan kayu, ekuivalen dengan vitirinite yang ada
pada batubara. Materialnya diendapkan pada zona interface sedimen/water yang terdapat oksigen; merupakan gas
prone. Rasio H/C bernilai 1 atau kurang (lebih banyak atom karbon daripada hydrogen). (Collinite, vitrinite, telinite)

d) Tipe IV

Tipe yang memiliki OM yang dapat bersumber dari mana saja akan tetapi telah teroksidasi, telah dirombak, atau telah
teralterasi saat proses early thermal. Material berkabon inertnya kekurangan hirdogen (Rasio H/C 0.4 atau kurang),
tidak memiliki jalur evolusi yang tersisa, dan menghasilkan hirocarbon yang tidak berarti atau tidak ada hidrokarbon.
(Inertinite , fusinite)

Pembahasan ( Rujukan Upper Permian Lacustrine Oil Shale, Southern Junggar Basin, Northwest China” oleh Alan R.
Carrol, Simon C. Brassel, dan Stephan A. Graham dan bandingkan dengan diagram Bernard Tissot (1974))
Penelitian pada cekungan ini dibagi menjadi 2 section/penampang yaitu Tianchi Section dan Urumqi Section. Tianchi
section berada pada bagian atas dari Formasi Jingjingzigou dan overlying dengan Formasi Lucaogou. Penampang stratigrafi
dari Tianchi section meliputi lingkungan basinal lacustrine, marginal lacustrine, dan fluvial facies dengan kontak
gradasional. Secara bersamaan penampang stratigrafi dari merekam siklus transgresif-regresif, dengan ketebalan 2000m.
Pada penampang Tianchi, makin ke atas semakin berstruktur laminasi, yaitu pada Formasi Lucagoa mudstone basinal yang
kaya bahan organic. Bagian di atas laminasi shale yang kaya organik sebagian besar tertutup, tetapi pengambilan sampel
spot dari beberapa singkapan alami yang tersedia di atas aqueduct menunjukkan bahwa fasies yang dilaminasi terus
berlanjut setidaknya 200 meter di atas bagian yang diukur. Litologi yang terdapat pada penampang Tianchi antara lain
laminasi oil shale, mudstone, batulanau, dolomit.
(Data table berisi data rasio H/C dan rasio ) O/C pada sampel kerogen yang diambil pada Tianchi Section Cekungan
Selatan Junggar, Baratlaut Cina)
(Gambar kiri merupakan plotiing nilai H/C dan O/C berdasarkan sampel kerogen pada Tianchi Section Cekungan Selatan
Junggar, Baratlaut Cina pada diagram Bernard Tissot 1974 . Gambar sebelah kanan merupakan diagaram Bernard Tissot
1974)

Berdasarkan hasil plotting data Cekungan Selatan Junggar Tianchi Section, menunjukkan bahan organic (OM/
dalam kerogen)) dalam oil shale mencakup berbagai komposisi kimia yang sangat luas yaitu dengan tipe I sampai tipe III
dari 22sampel. Akan tetapi tipe OM yang dominan merupakan tipe II (15 sampel) disusul oleh tipe I (4 sampel) dan sedikit
tipe III (3 sampel). Hal ini juga dibuktikan dalam analisis unsur yang dilakukan. Variasi yang luas dapat dikaitkan pada
lingkungannya yang banyak mengalami pelapukan atau banyak campuran OM tipe I sampai tipe III. Rentang nilai rasio H/C
yaitu 1.56-1.11 dan rentang nilai rasion C/O yaitu 0.05-0.13. Tipe kerogennya merupa tipe II dengan keterangan tingkatan
(pada proses pematangan) menengah dari kerogen, umumnya terdapat pada lingkungan marginal marine, serta OM yang
berasal dari pemcampuran kontinen dan akuatik (terutama plangtonik). Sumber utamanya berasal dari jaringan alga,
pollen dan spora. Tipe kerogen ini termasuk dalam sedimen yang umumnya terdapat minyak, dan beberapa oil shale kuno.
Hal ini juga sesuai dengan adanya batuan karbonatan yang ada pada penampang Tianchi.

Akan tetapi hasil ini kurang valid dikarenakan tidak sesuai dengan kenyataan dilapangan yang membuktikan
bahwa Cekungan Selatan Junggar memiiliki sediment yang terbentuk pada lingkungan lacustrine , OM yang bertipe
amporhous/sapropelik serta sampai saat ini hanya diketahui berupa oil shale. Hasil yang lebih valid didapatkan dari
diagram perbadingan indeks hydrogen (s2/TOC) pada sumbu y dengan indeks oksigen (s3/TOC) pada sumbu x untuk
sampel kerogen yang didapat pada keseluruhan penampang (Tianchi Section, Urumqi Section). Didapatkan bahwa hasil
dari hasil plotiing data indeks hydrogen dan indeks oksigen menunjukkan pada Tipe kerogen I,II, dan III. Akan tetapi tipe
yang dominan ialah tipe I yang hampir setengah dari seluruh jumlah sampel. Ciri-ciri lingkungannya sesuai dengan tipe
lacustrine serta dibuktikan juga dengan analisis mikroskopik OM dari oil shale yaitu Amorphous (sapropelik menurut ilmu
palinologi) yang merupakan sumber dari minyak bumi . Tipe kerogen ini yang langka dan high-grade (tipe tingkat tinggi),
bersumber sedimen alga, umumnya lingkungan, lacustrine, mengandung OM sapropelic. Yang termasuk ke dalam tipe ini
ialah oil shale.