Anda di halaman 1dari 17

MINI RISET PEMBELAJARAN KREATIF

PROSES PEMBELAJARAN KREATIF DI KELAS 4B SEKOLAH SDN


106162 JL.USMAN SIDIK NO.175 TEMBUNG KABUPATEN DELI
SERDANG

Disusun Oleh :

MARIA MAGDALENA HUTAHAEAN (1173311075)

MARIANA AGUSTINA TURNIP (1173311076)

MARIHOT NAINGGOLAN (1173311077 )

MARISA SIAHAAN (1173311078)

MAYSAROH (1173311081)

B EKSTENSI

Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Fakultas Ilmu Pendidikan

Universitas Negeri Medan

2017/2018
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan
rahmat karunianya-lah mini riset ini dapat terselesaikan sebagaimana adanya.

Mini riset ini dibuat dengan tujuan untuk membantu para mahasiswa PGSD agar lebih
mudah memahami metode ataupun pendekatan apa yang cocok digunakan di dalam kelas,
selain itu dapat memberikan pengalaman kepada kita sebelum menjadi guru nantinya.

Penulis menyadari bahwa terdapat banyak kekurangan dalam isi makalah ini dan
masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kesediaan para
pembaca khususnya para mahasiswa memberikan masukan baik berupa saran maupun kritik
demi kesempurnaan makalah ini.

Semoga critical ini dapat bermanfaat dalam bagi para pembaca dan dapat
memeberikan informasi kepada para mahasiswa, akhir kata penulis ucapkan terimakasih.

Medan, November 2017

Penulis
RINGKASAN

Belajar adalah adaptasi perilaku yang bersifat progresi. Belajar juga merupakan
proses seseorang untuk menjadi lebih baik. Pembelajaran adalah suatu proses yang
mengandung serentetan perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang
berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Proses pembelajaran
dialami sepanjang hayat seorab manusia serta dapat berlaku dimana pun dan kapan pun.

Tujuan beajar adalah sejumlah hasil belajar yang menunjukkan bahwa siswa telah
melakukan tugas belajar,yang umumnya meliputi pengetahuan,keterampilan,dan sikap-sikap
yang baru yang diharapkan tercapai oleh siswa. Tujuan pembelajaran menyediakan situasi
atau kondisi untuk belajar,misalnya dalam situasi bermain peran.

Kreatif adalah kemampuan untuk menciptakan atau daya cipta,kreatifitas juga dapat
bermakna sebagai kreasi terbaru dan orijiner yang tercipta,sebab kreatifitas suatu proses
mental yang unik untuk menghasilkan sesuatu yang baru,berbeda dan orijener. Kreatifitas
adalah kemampuan untuk membuat kombinasi baru, berdasarkan data,informasi,atau unsur-
unsur yang ada.

Pembelajaran kreatif merupakan proses pembelajaran yang mengharuskan guru dapat


memotivasi dan memunculkan peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung,dengan
menggunakan beberapa metode dan strategi yang variatif, misalnya kerja
kelompok,pemecahan masalah dan sebagainya.
BAB I

PENDAHULUAN

1.1.LATAR BELAKANG MASALAH

Peneliti melakukan penelitian di sekolah SDN106162 Jl. Usman Siddik


No.175,Tembung Kabupaten Deli Serdang. Tepatnya di kelas 4 dengan jumlah siswa 30
orang siswa. Tingkat kecerdasan yang dimiliki para siswa yang berada di kelas 4 tersebut
bervariasi (tinggi, sedang, dan rendah). Pada umumnya siswa yang memiliki kecerdasan yang
tinggi tidak mau bergabung dengan siswa yang memiliki kecerdasa yang rendah. Ketika guru
memberikan tugas, para siswa yang memiliki kecerdasan yang tinggi langsung dengan
tanggap dapat mengerti apa yang dijelaskan oleh gurunya. Sehingga siswa yang memiliki
kecerdasan yang rendah, sering menyerah dan bahkan tidak mau mengerjakan tugas oleh
guru karena mereka berfikir bahwa mereka tidak bisa dan ada dari teman-teman mereka yang
lebih pintar dan bisa untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru tersebut. Jadi mereka
yang memiliki kecerdasan yang rendah merasa semakin tertinggal, sedangkan mereka yang
memiliki kecerdasan yang tinggi semakin banyak memahami materi dan tidak mau
bergabung dengan mereka yang memiliki kecerdasan yang rendah.

1.2.RUMUSAN MASALAH

 Bagaimana Model-model pembelajran kreatif ?


 Bagaimana proses pembelajaran kreatif di SDN106162 Jl. Usman Siddik
No.175,Tembung Kabupaten Deli Serdang ?

1.3.TUJUAN

 Untuk mengetahui model-model pembelajaran kreatif.


 Untuk mengetahui proses pembelajaran kreatif di SDN106162 Jl. Usman
Siddik No.175,Tembung Kabupaten Deli Serdang.
1.4.MANFAAT

a. Bagi Mahasiswa

Mahasiswa sebagai calon guru mengalami penalaman baru tentang observasi


yang diadakan di sekolah-sekolah dasar.

b. Bagi Guru

Guru lebih mengetahui bagaimana pembelajaran kreatif sekolah dengan baik.


BAB II

GAMBARAN UMUM TEMPAT OBSERVASI DAN LANDASAN TEORI

 Identitas Sekolah

SDN 106162 TEMBUNG KABUPATEN DELI


Nama
SERDANG

NPSN : 10257647

Alamat : Jln.Usman Sidik No.175

Kode Pos : 20223

Desa/Kelurahan : Tembung

Kecamatan/Kota (LN) : Medan Tembung

Kab.-Kota/Negara (LN) : Kota Medan

Propinsi/Luar Negeri (LN) : Sumatera Utara

Status Sekolah : NEGERI

Waktu Penyelenggaraan : Pagi

Jenjang Pendidikan : SD
 Struktur Organisasi
Keadaan sekolah

SDN106162 merupakan SD Negeri yang terletak di lingkungan yang ramai.. Terdapat


bangunan di sekitar sekolah seperti rumah-rumah warga, kantor lurah, dan juga terdapat kedai
kedai kecil-kecilan punya warga. Di dalam lingkungan sekolah tidak terdapat banyak
tanaman, bisa dihitung hanya beberapa sajalah tanaman yang ada disitu. Oleh karena itu
sekolah ini tidak cukup menarik untuk dilihat. Bangunan sekolah juga belum terlalu bagus,
tetapi sudah cukup layak untuk belajar. Kendalanya luas bangunan yang kurang dan terletak
di lingkungan yang padat penduduk. Di dalam sekolah, terdapat beberapa bangunan yang
kurang mendukung sebagai sarana prasarana sekolah. Seperti ada ruang kelas, ruang kepala
sekolah, ruang guru, tapi belum adanya ruang mushola, kantin, ruang uks, masih banyak
fasilitas yang kurang disekolah ini.

 Landasan Teori

Pembelajaran kreatif merupakan proses pembelajaran yang mengharuskan


guru dapat memotivasi dan memunculkan kreatifitas peserta didk selama proses
pembelajaran berlangsung, dengan menggunakan beberapa metode dan strategi yang
variatif misalnya kerja kelompok, pemecahan masalah dan sebagainya.

Pembelajaran kreatif mengharuskan guru untuk mampu merangsang peserta


didik memunculkan kreatifitas, baik dalam konteks kreatif berpikir maupun konteks
kreatif melakukan sesuatu. Kreatif dalam berpikir merupakan kemampuan imajinatif
namun rasiona. Berpikir kreatif selalu berawal dari berfikir kritis yakni menemukan
sesuatu yang sebelumnya tidak ada atau memperbaiki sesuatu yang sebelumnya tidak
baik.

Dalam arti bahasa kreatif adalah memiliki daya cipta, memiliki kemampuan
untuk menciptakan , bersifat (mengandung) daya cipta pekerjaan yang menghendaki
kecerdasan dan imajinansi. Menurut istilah kreatif memiliki makna bahwa
pembelajaran merupakan sebuah proses mengembangkan kreatifitas peserta didik,
karena pada dasarnya setiap individu memiliki imajinasi dan rasa ingin tahu yang
tidak pernah berhenti.
Adapun model-model pembelajaran menurut buku yang kami kutip”
Pembelajaran Kreatif” yaitu :

1. Koperatif . Model pembelajaran kreatif adalah kegiatan pembelajaran


dengan cara berkelompok untuk bekerja sama saling membantu
mengkontruksi konsep, menyelesaikan persoalan atau inquiri. Sintaks
pembelajaran koperatif adalah informasi , pengarahan-startegi, pembentuk
kelompok heterogen, kerja kelompok, persentasi , hasil kelompok dan
pelaporan.
2. Kontekstual . pembelajaran kontektual adalah pembelajaran yang dimulai
dengan sajian atau tanya jawab lisan(ramah, terbuka, negoisiasi) yang
terkait dengan dunia nyata kehidupan siswa, sehingga akan terasa manfaat
dari fmateri yang akan disajikan motivasi belajar muncul, dunia pikiran
siswa menjadi konkret dan suasana kondusif-nyaman dan menyenangkan
3. Realistic (RME, Realitic Mathematic Education). Prinsip RME adalah
aktivitas, kebermaknaan proses aplikasi , pemahaman,
interaksi(pembelajaran sebagai aktivitas sosial, sharing), dan bimbingan
dari guru dalam pertemuan.
4. Pembelajaran langsung. Cara ini disebut dengan metode ceramah atau
ekspositori(ceramah bervariasi). Sintaksnya adalah menyiapkan siswa,
sajian informasi dan prosedur , lathan terbimbing, refleksi, latihan mandiri
dan ecvaluasi.
5. Pembelajaran berbasis masalah. Kehidupan adalah identik dengan
menghadapi masalah. Model pembelajaran ini berlatih dan
mengembangkan kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang
berorientasi pada masalah otentik dari kehidupak aktual siswa , untuk
merangsang kemampuan berfikir tingkat tinggi.
6. Problem solfing. Problem slfing mencari atau menemukan cara
penyelesaian atau menemukan pola , aturan, atau algoritma.
7. Problem posing. Problem posing adalah pem elaborasi pemecahan masalah
dengan melalui merumuskan kembali masalah menjadi bagian-bagian
yang lebih simple sehingga dipahami.
8. Problem terbuka . problem terbuka artinya pembelajaran yang menyajikan
permasalahan dengan pemecahan berbagai cara dan solusinya juga bisa
beragam. Pembelajaran ini melatih dan menumbuhkan orisinilitas ide,
kreativitas, kognitif tinggi, krisis, komunikai, interaksi, sharing,
keterbukaan, dan sosialisasi.
9. Probing-prompting. Teknik probing prompting adalah pembelajaran
dengan cara guru menyajikan serangkaian pertayaan yang sifatnya
menuntun dan meggali sehingga terjadi proses berfikir yang mengaitkan
pengetahuan setiap siswa dan pengalamannya dengan pengetahuan baru
yang sedang dipelajari
10. Pembelajaran bersiklus . pembelajaran ini menggali pengetahuan prasyarat
yang berarti mengenalkan konsep baru dan alternative pemecahan, dan
aplikasi berarti menggunakan konsep dalam konteks yang berbeda.
11. Reciprocal learning. Dalam pembelajaran ini harus memperhatikan 4 hal
yaitu bagaimana sisawa belajar , mengingat , berfikir dan memotivasi diri .
12. SAVI. Pembelajaran SAVI menekankan bahwa belajar haruslah
memanfaatkan semua alat indera yang dimiliki siswa.
13. TGT(Teams Games Tournament) . Penerapannya model ini dengan cara
mengelompokkan siswa heterogen , tugas tiap kelompok bisa sama bisa
berbeda. Setelah selesai kelompok sajikan hasil kelompok sehingga terjadi
diskusi kelas. Jika waktunya memungkinkan TGT bisa dilaksanakan dalam
beberapa pertemuan.
14. VAK( Visualization, auditory, Kinestetic). Model pembelajaran ini
menganggap ini bahwa pembelajaran ini lebih efektif dengan
memperhatikan ketiga hal tersebut dengan perkataan lain memanfaakan
potensi siswa yang telah dimilikinya dengan melatih ,
mengembangkannya.
15. AIR(Auditory, Intellectually, Repetition). Model pembelajaran mirip
dengan SAVI dan VAK, bedanya hanyalah pada repitisi yaitu pengulangan
yang bermakna pendalaman, perluasan, pemantapan, degan cara siswa
dilatih melalui pemberian tugas atau kuis.
16. AIR( Team Asisted Individualy). Adalah bantuan individual dalam
kelompok ( bidak) dengan karakteristik bahwa tanggng jawab belajar
adalah pada siswa. Oleh karena itu siswa harus membangun pengetahuan
tidak menerima bentuk jadi dari guru .
17. STAD( Student team achievement division) . STAD adalah salah satu
model pembelajaran koperatif dengan sintaks untuk pengarahan, buat
kelompok
heterogen(4-5 orang) , diskusikan bahan belajar – lks –modul secara
kaloboratif, kajian-persentasi, kelompok, sehingga terjadi diskusi kelas,
kuis, individual dan buat skore perkembangan tiap siswa atau kelompok,
umumkan rekorting dan individual dan berikan reward.
18. NHT ( Numbered Head Together). NHT adalah salah satu tipe dari
pembelajaran koperatif dengan sintaks pengarahan, berkelompok
heterogen dan tiap siswa memiliki nomor tertentu , persoalan materi
bahan ajar untuk tiap kelompok sama tapi untuk tiap siswa tidak sama
dengan nomor siswa, tiap siswa dengan nomor sama mendapatkan tugas
yang sama.
19. Jigsaw. Model pembelajaran ini termasuk pembelajaran koperatif dengan
sintaks buat kelompok ahli sesuai dengan bahan ajar yang sama sehingga
terjadi kerja sama dan diskusi , kembali ke kelompok asal, pelaksana,
tutorial pada kelompok asal oleh anggota kelompok ahli, penyimpulan dan
evaluasi , refleksi.
20. TPS( Think Paris Share). Model pembelajaran ini tergolong pembelajaran
koperatif dengan sintaks guru menyajikan materi klasikal, berikan pecahan
kepada siswa, dan siswa dengan kelompok secara berpasangan sebangku-
bangku presentai kelompok , kuis individual, buat skore perkembangan
tiap siswa. Umumkan hasil tulis dan berikan reward.
21. GI (group Investigation). Model koperatif tipe GI dengan sintaks
pengarahan, buat kelompok heterogen dengan orientasi tugas, renacam
pelaksanaan investigasi, tiap kelompok menginvestigasi proyek
tertentu(bisa diluar kelas misal: mengukur tinggi pohon, mendata banyak
dan jenis kendaraan didalam sekolah, jenis dagangan, dan keuntungan di
kantin sekolah banyak guru dan staff sekolah)
22. MEA( Means-End Analysis). Model pembelajaran ini adalah variasi dari
pembelajaran dengan pemecahan masalah berbasis teoristik, elaborasi
menjadi ub sub masalah yang lebih sederhana masalah yang lebih
sedrhana, identifikasi perbedaansusun sub-sub masalah sehingga trjadi
konektifitas,pilih strategi solusi.
23. CPS ( kreatif problem solving )
Merupakan fariasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah melalui
teknik sistematik dalam mengorganisasikan gagasan kreatif untuk
menyelesaikan suatu masalah.

Proses Pembelajaran Kreatif

1. Pembelajran dengan cara kreatif


Kreatif mengandung arti bahwa guru harus kreatif dalam menciptakan
kegiatan balajar yang beragam,menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai
cara dalam membangkitkan semangat siswa,mampu menyajikan materi secara
sistematisdan menantang sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan
siswa.
2. Pembelajaran dengan cara menyenangkan
Menyenangkan mengandung arti bahwa guru harus menciptakan suasana
belajar mengajar yang menyenangkan bagi siswa dan guru itu sendiri.
3. Pembelajaran dengan cara efektif
Efektif mengandung arti bahwa guru harus efektif dalam mengatur proses
pembelajaran,penggunaan waktu yang efesien,penggunaan media dan alat
peraga yang efektif dan penggunaan metodeyang tepat dan mengatur kelas
dengan baik sehingga tujuan yang ingin dicapai dari proes pembelajaran akan
tercapai.
BAB III

METODE PELAKSANAAN OBSERVASI

 Kami menggunakan Instrumen dengan Wawancara


 Wawancara Dengan Salah Satu Wali Kelas 4B di Sekolah Dasar 106162
jl.Usman Sidik Tembung
Daftar Pertanyaan dan Jawaban dalam Wawancara dengan Guru Mengenai
Pembelajaran kreatif yang efektif
Nama Sekolah : SDN106162

1. Bagaimana perkembangan kreatifitas anak ?


Jawaban :
Perkembangan kreatifitas anak disekolah ini sudah sangat maju dan mulai
berkembang cotohnya dapat kita lihat dalam menggambar sesuatu hal seperti
menggambar kartun animasi atau yang lainnya dan kerajinan tangan yang semuanya
diawasi oleh guru.

2. Apa yang ibu lakukan jika ada anak yang tidak kreatif ?
Jawaban :
Yang saya lakukan adalah dengan memotivasi seorang anak tersebut agar dia
mau mengembangkan bakat-bakat yang ia miliki dalam dirinya sendiri.

3. Contoh kreatifitas apa saja yang ibu lakukan didalam kelas ?


Jawaban :
Yang saya lakukan didalam kelas untuk mengembangkan kreatifitas seperti
menggambar dan membuat kerajinan-kerajinan tangan dengan baik dan secara efektif.

4. Apa kendala ibu dalam mengembangkan kreatifitas siswa ?


Jawaban :
Yang pertama yaitu karakteristik anak yang berbeda sehingga guru harus
teliti,selain itu sikap anak yang sulit diatur karena masa bermain.
5. Bagaimana cara ibu mendorong anak dalam berfikir secara kreatif ?
Jawaban :
Dengan cara melatih anak dengan cara membuat kreatifitas seperti
menggambar,mengarang cerita,berdongeng dan membuat kerajinan tangan.

6. Bagaimana rata - rata kemampuan siswa dalam menerima materi pelajaran


dengan menggunakan model pembelajaran?

Jawaban :

Kemampuan rata-rata siswa yang saya ajarkan masih tergolong


biasa-biasa saja karena mungkin pola pikirnya belum luas dan
kurang berkembang, tidak seperti di kota jadi tidak semua materi
yang saya ajarkan dapat diterima dengan maksimal.
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pembelajaran Kreatif Kontekstualdi SD NEGERI 106162

 Identitas Sekolah
Nama Sekolah : SDN 106162

Alamat sekolah : JLN USMAN SIDIK TEMBUNG


KABUPATEN DELI SERDANG

 Identitas Kepala Sekolah


Nama : NURLAILA PULUNGAN S,Pd. M.Pd
Nip : 197304241996112002
Alamat : JLN USMAN SIDIK TEMBUNG
KABUPATEN DELI SERDANG

Dari hasil wawancara yang kami lakukan, maka dapat disimpulkan bahwa di
pembelajaran di SDN 106162, sudah menerapkan model-model pembelajaran. Model-model
pembelajaran yang dilakukan atau diterapkan disesuaikan dengan materi pelajaran yang
diberikan oleh guru yang bersangkutan. Narasumber atau guru tersebut mengatakan bahwa
pada dasarnya kemampuan siswa-siswi dalam menyerap dan mengikuti pembelajaran di SDN
106162 masih tergolong rendah karena kondisi lingkungan mungkin yang masih bersifat
kedaerahan sehingga kemampuan berpikirnya masih jauh dari siswa-siswi yang bersekolah di
pusat kota atau di kota. Dengan demikian penggunaan model-model pembelajaran yang
sudah diusahakan semaksimal mungkin masih belum bisa mendongkrak prestasi belajar yang
tinggi sebagaimana yang diharapkan oleh narasumber. Dalam penerapan model-model
pembelajaran, kendala yang paling sering dan umum yang dialami oleh narasumber adalah
siswanya yang masih malu-malu atau kurang percaya diri atau kaku ketika PBM berlangsung,
sarana atau fasilitas dari sekolah yang kurang memadai atau bahkan tidak lengkap, dan
waktunya yang kurang sehingga kadang-kadang tidak semua tujuan pembelajaran tercapai.
Untuk kedepannya narasumber mengaku akan terus mengembangkan model-model
pembelajaran sesuai dengan kondisi siswa yang diajarnya.
BAB V

PENUTUP

Kesimpulan

Dari penelitian yang dilakukan di SDN 106162 Jl. Usman Siddik No.175,Tembung
Kabupaten Deli Serdang,pembelajaran kreatif sangat penting diperhatikan disekolah.
Pentingnya pembelajaran kreatif disekolah adalah membantu mempelancar pencapaian tujuan
sekolah agar tercapai secara efektif dan efesien.

Dalam hal ini kepela sekolah sebagai pembelajaran kreatif hendaknya dapat
menerapkan pola pembelajaran yang efektif. Pembelajaran yang efektif dalam sekolah sangat
dibutuhkan untuk memperdayakan sumberdaya manusia,dana,serta fasilitas yang ada.

Saran

Kepala sekolah dapat berkoordinasi dengan wakil serta pelaksanaan lain agar manajemen
sekolah dapat berjalan dengan baik dan diharapkan juga kepada semua guru,staff dan
karyawan dapat meningkatkan kinerjanya dalam proses pembelajara yang kreatif sekolah
sehingga mampu menjadikan sekolah yang lebih efektif dan efisien.
LAMPIRAN DOKUMENTASI
DAFTAR PUSTAKA

Munandar. 2004. Pengembangan Kreatifitas Anak Berbakat, Jakarta: Rineka


Cipta.

Rachmawati Yeni, Kurniati Euis, 2012. Strategi Pengembangan Krativitas


Pada Anak, Jakarta: Kencana Prenada Media Group.