Anda di halaman 1dari 1

KEBIJAKAN

PELAYANAN OBSTETRI NEONATAL KOMPREHENSIF (PONEK) 24 JAM


DI RSU “WILLIAM BOOTH” SEMARANG

1. Kebijakan Umum :
Kebijakan umum sesuai dengan Keputusan Direktur RSU “William Booth” Semarang no
134/RSUWB/KEP/DIR/V/2019 tentang Pemberlakuan Kebijakan Manajemen dan Pelayanan di
RSU “William Booth” Semarang yaitu :
1. RSU “William Booth” Semarang menyelenggarakan program Rumah Sakit Sayang Ibu dan
Bayi (RSSIB) yang melingkupi sepuluh langkah menuju perlindungan ibu dan bayi secara
terpadu dan paripurna, konsisten dan berkesinambungan yang terdiri dari perawatan gabung
ibu dan bayi, pelayanan ASI eksklusif (termasuk IMD) dan indikasi yang tepat untuk
pemberian susu formula, pelayanan metode kangguru (PMK) untuk Bayi Berat Badan Lahir
Rendah (BBLR), dan SPO pelayanan kedokteran untuk mendukung program Rumah Sakit
pelayanan PONEK.
2. RSU “William Booth” Semarang menyelenggarakan pelayanan obstetri dan neonatal secara
terpadu dan paripurna, dalam bentuk Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif
(PONEK) 24 jam.
3. RSU “William Booth” Semarang sebagai Rumah Sakit PONEK 24 jam, merupakan bagian
dari sistem rujukan dalam pelayanan kedaruratan maternal dan neonatal.

2. Kebijakan Khusus :
1. Rumah Sakit Umum William Booth Semarang melakukan implementasi kegiatan PONEK
24 Jam mulai dari Instalasi Gawat Darurat dan Instalasi Rawat Jalan (Klinik Kandungan
dan Kebidanan / Obsgyn dan Klinik Anak)
2. Rumah Sakit Umum William Booth Semarang melaksanakan dan menerapkan standar
pelayanan perlindungan ibu dan bayi secara terpadu dan paripurna.
3. Kegiatan PONEK 24 Jam dilakukan oleh tim PONEK yang ditetapkan oleh SK Direktur
dan bertanggung jawab kepada Direktur
4. Dalam pelaksanaan implementasi PONEK 24 jam, tim PONEK bekerjasama dengan KSM
Anak dan KSM Penyakit Kebidanan dan Kandungan (Obsgyn) serta Instalasi Rawat Inap,
Rawat Jalan, IGD, IBS, dan Rawat Intensif.
5. Rumah sakit menetapkan dokter jaga IGD bekerja sama dengan bidan di IGD wajib
memiliki sertifikat pelatihan PONEK dan memiliki kewenangan menangani kasus
emergensi obstetrik-neonatal bilamana DPJP Spesialis tidak dapat dihubungi.
6. Bila dokter spesialis berhalangan untuk praktik, maka Rumah Sakit menetapkan minimal
terdapat 1 dokter SpOG dan dokter SpA untuk tinggal guna pelayanan PONEK 24 Jam.
7. Rumah Sakit menetapkan waktu tanggap di IGD untuk kasus emergensi maternal dan
neonatal adalah selama 10 menit, di kamar bersalin kurang dari 30 menit dan pelayanan
darah kurang dari 60 menit.
8. Rumah Sakit menetapkan Instalasi Bedah Sentral siap 24 jam untuk tindakan operasi bila
ada kasus emergensi obstetric atau umum dan persiapan operasi kurang dari 30 menit
dengan tim bedah dan anestesi yang standby atau on call.
9. Pelayanan Laboratorium dan Bank Darah dilakukan selama 24 jam.