Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH

LAPORAN PENELITIAN GEOGRAFI


“KEBAKARAN HUTAN KALIMANTAN”

PENULIS :DINA AMELIA

KELAS : X IPS 2

SMA NEGERI 1 PADANGCERMIN

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

PROVINSI LAMPUNG

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmatnya sehingga
penulis dapat menyusun makalah ini dengan sebaik-baiknya.

Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu,
memfasilitasi, memberi masukan dan mendukung penulisan makalah ini sehingga
selesai tepat pada waktunya. Semoga dibalas oleh Allah SWT dengan ganjaran
yang berlimpah.

Meski penulis telah menyusun makalah ini dengan maksimal, namun tidak
menutup kemungkinan masih banyak kekurangan. Oleh karena itu sangat
diharapkan kritik dan saran yang konstruktif dari pembaca sekalian.

Akhirnya, saya berharap makalah ini dapat menambah khazanah keilmuan


masyarakat.

Hanura, 10 November 2019

Penulis

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ..................................................................................... i


KATA PENGANTAR .................................................................................. ii
DAFTAR ISI ................................................................................................. iii

BAB 1 PENDAHULUAN ............................................................................ 1


A. Latar Belakang ........................................................................................ 1
B. Identifikas Masalah ................................................................................ 2
C. Rumusan Masalah .................................................................................. 2
D. Tujuan ..................................................................................................... 2

BAB 2 PEMBAHASAN ................................................................................ 3


A. Pengertian Kebakaran Hutan.................................................................... 3
B. Proses Terjadinya Kebakaran Hutan ........................................................ 3
C. Penyebab Terjadinya Kebakaran Hutan ................................................... 3
D. Dampak Terjadinya Kebakaran Hutan ..................................................... 4
E. Solusi Mengatasi Kebakaran Hutan ......................................................... 5

BAB 3 PENUTUP ......................................................................................... 7


A. Kesimpulan ............................................................................................. 7
B. Saran ....................................................................................................... 7

Daftar Pustaka ................................................................................................ 8

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Kebakaran hutan dan lahan awalnya terjadi pada tahun 1870 yakni hilangnya hutan – hutan
primer karena cepatnya peningkatan populasi penduduk yang disertai dengan aktivitas
manusia seperti api untuk berburu dan pembersihan lahan, akses jalan, serta perubahan
hutan menjadi lahan peternakan (Whitmore, 1975). Berdasarkan pengalaman sejarah,
tingkat kebakaran hutan di Indonesia yang cukup tinggi, terjadi di Kalimantan Timur pada
tahun 1972, Kemudian tahun 1982/1983 yang menghancurkan 3,2 juta hektar, hingga
puncaknya pada tahun 1997/1998 (Wijaya, 2000).

Data terbaru menunjukan bahwa dalam kurun tiga tahun terakhir tercatat sedikitnya empat
kasus besar kebakaran hutan dan lahan di pulau sumatera dan Kalimantan. Berdasarkan
data yang kami dapatkan pada tahun 2012 di Kab. Kayong Utara, Prov. Kalimantan Barat
50 Ha lahan terbakar. Pada tahun 2013 kebakaran terjadi di Kab. Siak dan Kota Dumai,
Prov. Riau menghanguskan 2.500 s/d 3.000 ha area hutan, Kab Pekan Raya, Prov. Riau
lahan seluas 800 ha lahan gambut terbakar, di Kota Banjar Baru dan Kab. Banjar Provinsi
Kalimantan Selatan ± 100 ha lahan gambut dan lahan pertanian terbakar.
(geospasial.bnpb.go.id)

Setidaknya ada tiga aspek permasalahan utama yang diterima oleh negara Indonesia antara
lain : aspek ekologi, aspek ekonomi, aspek sosial politik. Upaya menjawab problematika
tersebut dilakukan dengan mengembangkan pengetahuan lokal masyarakat suku Dayak
Benuaq dalam pengelolaan dan pengendalian penggunaan api. Dalam kehidupan sehari-
hari masyarakat mempunyai cara-cara pengendalian api (Marepm Api) yang sudah dikenal
sejak jaman leluhur mereka dan diwariskan kepada penerusnya. Cara tradisional atau
disebut teknologi tradisional pengendalian api (Marepm api) ini digunakan oleh
masyarakat umumnya pada waktu kegiatan berladang, khususnya pada tahap pembakaran
ladang. Pada peristiwa kebakaran tahun 1997/1998 seluruh masyarakat ikut serta dalam
proses pengendalian kebakaran hutan yang terjadi termasuk kaum ibu-ibu. Dengan skala
yang lebih luas keadaan ini berbeda dengan saat pembukaan ladang, dalam hal mana
pembakaran hanya dilakukan oleh para pemilik ladang. Kegiatan ini dikoordinir langsung
oleh kepala desa dengan dibantu oleh staf desa. (Wijaya, 2002).

Melihat potensinya yang begitu besar, eksplorasi ini sengaja dilakukan untuk
menambah perbendaharaan solusi tepat guna yang efekif dan efisien bagi pemangku
kebijakan – kebijakan publik bahwa pelibatan penyelesaian masalah ini haruslah meliputi
semua elemen baik sipil maupun pemerintahan.

1
B. Identifikasi Masalah
Kebakaran hutan di Indonesia adalah peristiwa dimana hutan yang digologkan
sebagai ekologi alamiah mengalami perubahan bentuk yang disebabkan oleh aktfitas
pembakaran secara besar-besaran. Pada dasarnya, peristiwa ini memberi dampak
negatif maupun positif. Namun, jika dicermati, dampak negatif kebakaran hutan jauh
lebih mendominasi ketimbang dampak positifnya. Oleh sebab itu hal ini penting untuk
dicegah agar dampak negatifnya tidak merugikan manusia terlalu banyak. Salah satu
upaya pencegahan yang paling mendasar adalah dengan memahami penyebab
terjadinya kebakaran hutan di Indonesia. Di dalam Kamus Kehutanan yang diterbitkan
oleh Kementrian Kehutanan RI, disebutkan bahwa kebakaran hutan disebabkan oleh
alam dan manusia. Konteks alam mencakup musim kemarau yang
berkepanjangan juga sambaran petir. Sementara faktor manusia antara lain kelalaian
membuang puntung rokok, membakar hutan dalam rangka pembukaan lahan, api
unggun yang lupa dimatikan dan masih banyak lagi lainnya.

C. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai
berikut :
1. Apa pengertian kebakaran hutan?
2. Bagaimana proses terjadinya kebakaran hutan?
3. Apa yang dapat menyebabkan timbulnya kebakaran hutan?
4. Apa akibat yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan?
5. Bagaimana solusi untuk mengatasi kebakaran hutan?

D. Tujuan Penulisan
Dari rumusan masalah tersebut dapat diketahui bahwa tujuan penulisan makalah
ini adalah :
1. Untuk mengetahui pengertian kebakaran hutan.
2. Untuk mengetahui penyebab timbulnya kebakaran hutan.
3. Untuk mengetahui akibat yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan.
4. Untuk mengetahui solusi untuk mengatasi kebakaran hutan.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Kebakaran Hutan


Istilah Kebakaran hutan di dalam Ensiklopedia Kehutanan Indonesia disebut
juga Api Hutan. Selanjutnya dijelaskan bahwa Kebakaran Hutan atau Api Hutan adalah
Api Liar yang terjadi di dalam hutan, yang membakar sebagian atau seluruh
komponen hutan. Kebakaran hutan merupakan salah satu penyebab kerusakan hutan
yang paling besar dan bersifat sangat merugikan. Perbaikan kerusakan hutan akibat
kebakaran memerlukan waktu yang lama, terlebih lagi untuk mengembalikannya
menjadi hutan kembali.
Kebakaran hutan merupakan suatu faktor lingkungan dari api yang
memberikan pengaruh terhadap hutan, menimbulkan dampak negatif maupun positif.
kebakaran hutan yang terjadi adalah akibat ulah manusia maupun faktor alam.
Penyebab kebakaran hutan yang terbanyak karena tindakan dan kelalaian
manusia. Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa definisi Kebakaran
Hutan adalah suatu keadaan dimana hutan dilanda api sehingga berakibat timbulnya
kerugian ekosistem dan terancamnya kelestarian lingkungan. Contoh kebakaran
hutan diantaranya adalah Kebakaran pada area hutan HPH, HPHTI Hutan Lindung,
Hutan suaka marga satwa, taman nasional dan sebagainya.

B. Proses Terjadinya Kebakaran Hutan


Kebakaran hutan dan lahan diakibatkan adanya proses nyala api, hal ini dapat
terjadi karena adanya tiga unsur, yaitu oksigen, bahan bakar, dan sumber penyulut api.
Sebagai ilustrasi bahan bakar dan panas yang terjadi karena suhu tinggi, namun tanpa
adanya udara sebagai penyulut api tidak mungkin terjadi kebakaran hutan. Kebakaran
hutan terjadi apabila ketiga unsur tersebut muncul bersamaan, sehingga saling
mendukung munculnya api.
Kebakaran hutan terjadi apabila di areal kebakaran terdapat bahan bakar yang
tersedia di hutan seperti ranting, daun, rumput kering dll tersulut oleh sumber api yang
berasal dari alam maupun buatan seperti kilat, gesekan, dan ulah manusia di dukung
dengan adanya oksigen yaitu udara yang dapat memperbesar kebakaran hutan.

C. Penyebab Kebakaran Hutan


Kebakaran hutan terjadi disebabkan karena faktor alami dan kegiatan manusia.
Ada yang menyebutkan hampir 90% kebakaran hutan disebabkan oleh manusia
sedangkan hanya 10% yang disebabkan oleh alam.
1. Bahan bakar
Ada beberapa sifat bahan bakar yang mempengaruhi proses terjadinya kebakaran yaitu
ukuran bahan bakar, volume bahan bakar, jenis bahan bakar dan kandungannya kadar
air bahan bakar.
2. Cuaca
a. Angin

3
Angin merupakan faktor pemacu dalam lingkup api, angin akan menurunkan
kelembaban udara sehingga memperbesar ketersediaan oksigen sehingga api
dapat berkobar dan merambat cepat, serta adanya angin akan mengarahkan lidah
api ke bahan bakar yang belum terbakar selain itu angin dapat menyebakan
terjadinya lokasi kebakaran baru.
b. Suhu udara
Areal dengan intensitas penyinaran matahari yang tinggi akan menyebabkan
bahan baku cepat mengering, sehingga memudahkan terjadinya kebakaran. Suhu
yang tinggi menyebabkan rawan kebakaran, lokasi dengan suhu tinggi yaitu
lebih besar dari 153 C.
c. Curah hujan
Suatu daerah yang memiliki curah hujan tinggi berpengaruh terhadap kembaban
udara dan kadar air bahan bakar. Faktor hujan diduga merupakan faktor pemicu
utama terjadinya kebakaran hutan dan lahan
d. Keadaan air tanah
Keadaan air tanah ini sangat penting terutama di daerah gambut. Pada musim
kemarau, kondisi air tanah bisa menurun. Permukaan air tanah yang menurun
menyebabkan lapisan permukaan atas gambut menjadi kering. Dan hal ini
menyebabkan lahan gambut rawan kebakaran..
3. Waktu
Pada waktu siang hari kelembaban udara relatif rendah dan sebaiknya pada siang
hari. Maka perlu diperhatikan waktu pembakaran agar tidak beresiko terjadinya
kebakaran.
4. Sumber Api/Penyulut
Seperti telah diuraikan didepan bahwa sebagian besar sumber penyulut terjadinya
kebakaran hutan di Indonesia adalah oleh aktivitas manusia, entah dengan sengaja
atau tidak disengaja. Sedangkan untuk sumber api alami dapat disebabkan oleh
adanya petir dan gesekan.

D. Dampak Kebakaran Hutan


Hutan merupakan sumberdaya alam yang tidak ternilai karena didalamnya
terkandung keanekaragaman hayati sebagai sumber, sumber hasil hutan kayu dan non-
kayu, pengatur tata air, pencegah banjir dan erosi serta kesuburan tanah, perlindungan
alam hayati untuk kepentingan ilmu pengetahuan, kebudayaan, rekreasi, pariwisata dan
sebagainya. Terjadinya kebakaran hutan memberikan berbagai pengaruh baik bagi
hutan itu sendiri maupun masyarakat sekitar. Berikut dampak kebakaran hutan dari
berbagai segi:
1) Dampak Terhadap Lingkungan Fisik
a. Dampak terhadap tanah
Kebakaran hutan dapat mengakibatkan kerusakan pada sifat fisik dan kimia
tanah. Terjadinya kebakaran hutan akan menghilangkan vegetasi di atas tanah,
sehingga apabila terjadi hujan, maka hujan akan langsung mengenai permukaan
atas tanah sehingga mendapat energi pukulan air yang lebih besar, karena tidak

4
lagi tersusup / tertahan lagi oleh vegetasi penutup tanah.2) Dampak terhadap
kualitas udara
Kebakaran hutan dapat menghasilkan gas-gas seperti Nox, Cox dan Sox yang
dapat menurunkan kualitas udara.

2) Dampak Terhadap Kehidupan Flora dan Fauna


a. Dampak terhadap flora
Apabila api melahap hutan tropis Indonesia maka jelas akan memusnahakan
berbagai macam jenis tumbuhan yang merupakan kekayaan dunia.
b. Dampak terhadap fauna
Apabila terjadi kebakaran hutan, maka pada umumnya satwa yang bergerak
lambat seperti jenis.

3) Dampak Lain-Lain
a. Dampak terhadap sosial ekonomi
Berdasarkan pengamatan pada beberapa responden, hasilnya ternyata tanpa
diminta sebutan responden mengungkapkan perasaan mendalam mengenai
kekacauan, ketidakadilan, keputusasaan dan ketidakberdayaan, serta perasaan
kehidupan menjadi tidak seimbang. Bukan hanya uang atau fisik tetapi juga
hilangnya rasa kebersatuan dan keamanan hidup mereka.
b. Dampak tehadap kesehatan
Kebakaran hutan selalu menimbulkan asap. Asap inilah yang merupakan
dampak paling mengganggu kesehatan.

E. Solusi Mengatasi Kebakaran Hutan


Upaya untuk menangani kebakaran hutan ada dua macam:

1. Penanganan Yang Bersifat Preventif.


Penanganan yang bersifat preventif adalah setiap usaha, tindakan atau kegiatan yang
dilakukan dalam rangka menghindarkan atau mengurangi kemungkinan terjadinya
kebakaran hutan. Jadi penanganan yang bersifat preventif ini ada dan dilaksanakan
sebelum kebakaran terjadi.

Upaya ini dapat dilakukan dengan cara memanajemen bahan bakar yaitu :
a) Modifikasi bahan bakar
merupakan usaha untuk merubah satu atau beberapa macam karakteristik bahan
bakar. Tujuannya adalah agar bahan bakar tidak mudah terbakar, atau kalau terjadi
kebakaran penjalaran apinya lambat, sehingga mudah dipadamkan. Bahan bakar
dapat dimodifikasi dengan berbagai cara:
a. Memotong-motong dahan dan ranting pohon yang berupa limbah penebangan
menjadi potongan-potongan yang lebih kecil dan pendek.
b. Merubah kayu-kayu limbah penebangan menjadi tepung kayu (seperti bubuk
gergaji), dengan menggunakan mesin penghancur kayu (powder machine). Serbuk

5
yang dihasilkan dapat ditebarkan di lantai hutan sehingga akan cepat
terdekomposisi.
c. Menebas tumbuhan bawah di lantai hutan secara periodik, dilakukan pada musim
hujan
d. Pengurangan Bahan Bakar
Pengurangan bahan bakar hutan dilakukan dengan tujuan agar bahan bakar hutan
berkurang jumlahnya, sehingga bila terjadi kebakaran hutan, besarnya nyala api,
kecepatan penjalaran dan lamanya kebakaran dapat dikurangi. Pengurangan bahan
bakar dapat dilakukan dengan cara memanfaatkan kayu-kayu atau ranting-ranting
dihutan untuk berbagai keperluan
e. Isolasi Bahan Bakar
Isolasi bahan bakar adalah kegiatan memisahkan suatu kawasan hutan dari
kawasan di luarnya, dan atau membagi kawasan hutan tersebut menjadi bagian-
bagian kawasan hutan yang lebih kecil, oleh suatu penyekat yang disebut jalur
isolasi.

2. Penanganan Yang Bersifat Represif


Penanganan kebakaran hutan yang bersifat represif adalah upaya yang dilakukan
oleh berbagai pihak untuk mengatasi kebakaran hutan setelah kebakaran hutan itu
terjadi. Penanganan jenis ini, contohnya adalah pemadaman, proses peradilan bagi
pihak-pihak yang diduga terkait dengan kebakaran hutan (secara sengaja), dan lain-
lain.

6
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Kebakaran Hutan adalah suatu keadaan dimana hutan dilanda api sehingga
berakibat timbulnya kerugian ekosistem dan terancamnya kelestarian
lingkungan. Pada dasarnya, peristiwa ini memberi dampak negatif maupun positif.
Namun, jika dicermati, dampak negatif kebakaran hutan jauh lebih mendominasi
ketimbang dampak positifnya. Oleh sebab itu hal ini penting untuk dicegah agar
dampak negatifnya tidak merugikan manusia terlalu banyak. Salah satu upaya
pencegahan yang paling mendasar adalah dengan memahami penyebab terjadinya
kebakaran hutan di Indonesia.

B. Saran
Melalui pembahasan dalam makalah ini diharapkan siswa, maupun para pembaca
mampu dan mau mengetahui dan memahami tentang kebakaran hutan, proses
terjadinya kebakaran hutan, penyebab terjadinya kebakaran hutan, akibat yang
ditimbulkan, dan solusi dalam menanggulangi dampaknya.

7
DAFTAR PUSTAKA

Purbowaseso, Bambang, Kebakaran Hutan (Suatu Pengantar), Rineka Cipta 2004


Pendidikan Profesi Guru Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Profesi Guru, Pendidikan
Lingkungan Hidup, UNNES, 2011.
http://www.artikellingkunganhidup.com/5-penyebab-kebakaran-hutan
penanganannya.html (diakses pada 10 Mei 2014 pukul 17.00 WIB)
http://nurainii13057.blog.teknikindustri.ft.mercubuana.ac.id/?p=215(diakses pada 10 Mei 2014
pukul 17.00 WIB)
http://awalinfo.blogspot.com/2013/08/cara-mencegah-kebakaran hutan.html(diakses pada 10
Mei 2014 pukul 17.00 WIB)