Anda di halaman 1dari 17

KUALITAS LABA DAN PENGUKURANNYA

Oleh: Surifah

ABSTRACT
Earnings quality is considered as a central and important issue in accounting as an accountant
profession depends on it. Some studies of the earnings quality were performed in order to make an
high earnings quality. The question appears on this issues is how and what earnings quality looks
like?
Researchers use several measurements to examine the earnings quality. Earning is considered to
have to have an high quality if it is relevant and reliable. It is relevant if it has a predictable, a feed back
value, and time lines reporting. It is reliable if it is reported independendly, neutrality, verification, and
representational faithfullness. Other earnings quality measurements include persistency, conservatism, un
exist earnings management, accruals quality, income smoothings or low earningsvariability.
The influencing factors on earnings quality can be a negative or positive. The nagative and
significantly influencing factors on earnings quality involve operational cycle, firm size, firm life, and
environmental risk. Mean while the positive and significant ones are leverage, consentration market
and auditor’s quality (Fanani et al. 2009).

Keywords PENDAHULUAN

Earnings quality, rele-


vant, reliability, easrnings Kualitas laba merupakan sesuatu yang sentral dan pen-
management, conserva- ting dalam dunia akuntansi karena berdasar kualitas laba
tism, Persistensi, accru-
tersebut profesi akuntansi dipertaruhkan. Investor, kreditor
als quality, and earnings
variability dan para pemangku kepentingan lainnya mengambil kepu-
tusan salah satunya berdasar pada laporan keuangan, apa-
Penulis
bila kualitas laba yang disajikan tidak dapat di andalkan maka
Surifah, Dosen Fakul- para pemangku kepentingan tidak dapat percaya lagi pada
tas Ekonomi Universi- profesi akuntansi. Oleh karena itu berbagai upaya dan studi
tas Cokroaminoto Yo- terus dilakukan agar dapat menyusun laporan keuang-an
gyakarta dengan kualitas laba yang tinggi.

Para akuntan publik mengaudit dengan baik, untuk


meyakinkan bahwa laporan keuangan disusun secara wajar
sehingga laba yang disajikan berkualitas. Para akuntan pen-
KOMPETENSI
didik mengajarkan berbagai ilmu akuntansi agar mahasiswa
Jurnal Ekonomi,
Manajemen & Akuntansi mampu menyusun laporan keuangan dengan baik, meng-
Vol. 8 No. 2 Mei - Agustus gunakan berbagai pertimbangan yang sehat dan profesio-nal
2010
agar laporan keuangan yang disajikan menyajikan laba yang
Fak. Ekonomi - Universitas
Cokroaminoto Yogyakarta berkualitas. Begitu juga berbagai pihak atau pemakai laporan
ISSN: 1412-9450 keuangan mengharapkan laporan keuangan mem-

31
Surifah
Kualitas Laba dan Pengukurannya

punyai kualitas laba yang tinggi karena Berikut ini akan diuraikan tentang ke
digunakan sebagai salah satu dasar un- enam karakteristik kualitatif informasi
tuk pengambilan keputusan kontrak, in- keuangan tersebut:
vestasi maupun lainnya. Berbagai teknik
akuntansi dan auditing dikembangkan 1. Nilai prediksi adalah kualitas informa-
juga dengan tujuan yang bermuara pada si dalam membantu pemakai untuk
penyajian laporan keuangan atau pe- meningkatkan kebenaran prediksi
nyajian laba yang berkualitas. atas kejadian-kejadian sekarang dan
masa lalu.
Tulisan ini akan membahas tentang
tujuan akuntansi, karakteristik kualita- 2. Nilai umpan balik adalah kualitas in-
tif informasi keuangan, berbagai proksi formasi untuk mengkonfirmasi atau
kualitas laba, dan riset-riset yang berkai- mengoreksi harapan-harapan pe-
tan dengan kualitas laba. makai dimasa lalu.

TUJUAN AKUNTANSI, KARAKTERIS- 3. Tepat waktu maksudnya adalah in-


TIK KUALITATIF INFORMASI KEUANG- formasi yang akan digunakan untuk
AN DAN KUALITAS LABA membuat keputusan sudah tersedia,
sebelum kehilangan kapasitasnya
Tujuan akuntansi adalah menye- untuk mempengaruhi keputusan.
diakan informasi keuangan yang ber-
guna bagi para pemakai untuk pengam- 4. Netralitas adalah ketiadaan bias dari
bilan keputusan. Suatu informasi dapat informasi yang dilaporkan. Informasi
berguna untuk pengambilan keputusan tersebut disajikan tidak untuk me-
apabila informasi tersebut relevan dan menuhi kepentingan pihak-pihak ter-
dapat diandalkan (seperti yang disebut- tentu.
kan dalam karakteristik kualitatif infor-
masi keuangan, SFAC no.2). Informasi 5. Penyajian yang jujur adalah ke-
dikatakan relevan apabila mempunyai sesuaian antara pengukur dengan
nilai prediksi (predictive value), nilai um- fenomena yang diukur atau dideskrip-
pan balik (feedback value) dan disajikan sikan.
tepat waktu (timelines). Sedangkan infor-
masi dapat diandalkan apabila disajikan 6. Keterujian adalah kemampuan infor-
secara netral atau tidak memihak pada masi untuk memberi keyakinan yang
salah satu pemakai, dapat di uji kebenar- tinggi kepada para pemakai karena
annya (verifiability) dan penyajiannya ju- tersedianya sarana untuk menguji se-
jur (representational faithfulness). cara independen informasi keuang-
an yang disajikan.

32
KOMPETENSI
Jurnal Ekonomi, Manajemen & Akuntansi Vol. 8 No. 2 Mei - Agustus 2010 31-47

Kualitas laba merupakan indika-tor proses akrual, 3) ketiadaan manajemen


dari kualitas informasi keuangan. Kualitas laba, dan 4) konservatisme.
informasi keuangan yang tinggi berasal
dari tingginya kualitas pelapor-an 1. Persistensi akrual
keuangan. Bellovary et al. (2005)
mendefinisikan kualitas laba sebagai Kualitas laba didasarkan pada per-
kemampuan laba dalam merefleksikan bedaan relatif persistensi akrual terha-
kebenaran laba perusahaan dan mem- dap arus kas. Persistensi diukur dengan
bantu memprediksi laba mendatang, menggunakan regresi sebagai berikut:
dengan mempertimbangkan stabilitas
dan persistensi laba. Laba mendatang OI = α + β CF + β ACCR + ε
i,t+1 1 i,t 2 i,t i,t
merupakan indikator kemampuan mem-
bayar deviden masa mendatang. dimana OI adalah pendapatan operasi
(Operating Income) setelah dikurangi
Selama ini tidak ada ukuran yang depresiasi, CF adalah arus kas operasi
pasti atau tepat untuk mengukur sebera- (cash flow) yang dihitung dari OI diku-
pa besar kualitas laba dari suatu laporan rangi ACCR. ACCR (accrual component
keuangan, yang ada hanya merupakan of earnings) dihitung dari perubahan
pendekatan yang digunakan untuk mem- NOA (net operating asset) tahun t-1 ter-
proksi kualitas laba tersebut. Oleh kare- hadap t. Nama perusahaan ditunjukkan
na itu ukuran laba yang digunakan oleh oleh I dan t menunjukkan tahun. Seluruh
peneliti yang satu bisa berbeda dengan variabel distandarisasi oleh NOAt-1 dan
yang lain. Berikut ini akan diuraikan ten- kontribusi tambahan akrual ditentukan
tang berbagai ukuran kualitas laba yang oleh besarnya signifikansi β2.
digunakan oleh para peneliti.
2. Estimasi Kesalahan Dalam Proses
BERBAGAI UKURAN KUALITAS LABA Akrual

Berbagai ukuran kualitas laba yang Akrual memberikan informasi tentang


digunakan oleh para peneliti di bidang arus kas masa yang akan datang. Untuk
akuntansi keuangan akan dipaparkan meningkatkan bahwa proses akrual be-
sebagai berikut. bas dari kesalahan estimasi, akrual dan
laba akan di representasi dengan arus
A. Givoly et al. (2010) kas masa yang akan datang. Givoly et al.
(2010) menggunakan ukuran akrual se-
Givoly et al. (2010) mengukur kuali- bagaimana yang digunakan oleh Dechow
tas laba menggunakan: 1) persistensi dan Dichey (2002) dan telah dimodifikasi
akrual, 2) estimasi kesalahan dalam oleh McNichols (2002) dan Francis et al.

33
Surifah
Kualitas Laba dan Pengukurannya

(2005) yang didasarkan pada model


va-rian residual berikut ini:
TCAi,t= β0 + β1CFOi,t-1 + β2CFOi,t + β3CFOi,t-1 + β4∆Revi,t + β5∆PPEi,t + εi,t

Dimana TCA adalah Total current accru- kas, maka semakin rendah kualitas ak-
als, CFO adalah Cash flows from opera- rual dan semakin rendah pula kualitas
tions (pendapatan dari operasi utama la-banya. Kualitas akrual didefinisikan
dikurangi total akrual. Total akrual sama juga sebagai rasio standar deviasi
dengan total current accruals dikurangi residual dari regresi terhadap standard
biaya depresisasi dan amortisasi). ∆Rev deviation total current accruals.
adalah perubahan pendapatan dari ta-
hun t-1 terhadap t. PPE adalah keseim- 3. Ketiadaan manajemen laba
bangan antara property, plant dan equip-
ment (atas dasar PPE bruto). Seluruh Sulit untuk menentukan apakah pe-
variabel diregress dan diskala dengan rusahaan melakukan manajemen laba
rata-rata total assets dalam tahun t. Di- atau tidak, karena sulit untuk diteliti. Na-
regres juga secara cross sectional untuk mun begitu pola tertentu terhadap laba
tiap industry dengan sedikitnya 20 peru- dapat mengindikasikan keberadaan atau
sahaan tiap tahunnya. ketiadaan manajemen laba. Givoly et al.
(2010) mengidentifikasi manajemen laba
Ukuran kualitas kedua adalah vari- dengan menggunakan akrual yang
abilitas (dinilai dengan standar deviasi) diharapkan atau non discretionary ac-
residual dari regresi. Semakin tinggi vari- cruals modifikasi model Jones sebagai
abilitas hubungan antara laba dan arus berikut:

TACCi,t = α1*[1/TAi,t-1] + α2*[(∆REVi,t - ∆TRi,t) / TAi,t-1] + α3*[PPEi,t /TAi,t-1] + εi,t

Dimana TACC adalah total akrual yang 4. Konservatisme


didefinisikan sebagai perbedaan antara
pendapatan dari operasi dan arus kas Givoly et al. (2010) menggunakan
bersih dari aktivitas operasi, tidak ter- ukuran konservatisme sebagaimana
masuk pos-pos luar biasa dan operasi yang digunakan oleh Ball and shivaku-
yang dihentikan. TA adalah total asset mar, yaitu mendeskripsikan perbedaan
awal tahun, ∆Rev adalah Perubahan ketepatan waktu dalam mengakui keun-
penjualan. PPE adalah tingkat property, tungan dan kerugian berdasarkan pada
plant dan equipment kotor. ∆TR adalah hubungan antara akrual dan arus kas
Perubahan dalam piutang dagang sebagai berikut:
(trade receivable)

34
KOMPETENSI
Jurnal Ekonomi, Manajemen & Akuntansi Vol. 8 No. 2 Mei - Agustus 2010 31-47

ACCi,t = α0 + α1 * DCFOi,t + α2 * CFOi,t + α3 * DCFOi,t * CFOi,t + εi,t-1

ACC adalah total akrual dalam tahun t, 2. Rasio Laba kotor / penjualan (bila
CFO adalah arus kas operasi dalam ta- lebih tinggi dari rata-rata industry,
hun t, DCFO adalah dummy variabel, 1 be-rarti Skor EQ tinggi)
jika CFO negatif dan 0 jika CFO positif.
Jika α2 < 0 berarti tidak konservatif dan 3. Laba operasi / penjualan (bila lebih
jika α3 > 0 berarti konservatif. tinggi dari rata-rata industry, berarti
Skor EQ tinggi)
B. Bellovary et al. (2005)
4. Variabilitas laba (variabilitasnya
Bellovary et al. (2005) meringkas 8 tinggi berarti skor EQ rendah)
model dan 51 kriteria dari berbagai
penulis untuk mengukur kualitas laba. 5. Arus kas dari operasi melebihi
Mereka menawarkan suatu Earnings pendapatan bersih (hasilnya
Quality Assessment (EQA) yang me- menun-jukkan perbedaan yang
nyediakan ukuran independen kualitas besar, ber-arti skor EQ tinggi)
laba perusahaan. EQA berisi 20 kriteria
yang mempengaruhi kualitas laba dan 6. Isu-isu pengakuan biaya (terdapat
mengevaluasi beberapa periode laporan pergeseran biaya ke periode lain,
keuangan. EQA lebih komprehensif dari- berarti skor EQ rendah)
pada 8 model kualitas laba di atas. EQA
mempertimbangkan pos-pos pendapat- 7. Operating lease (Semakin besar
an dan biaya, perubahan akuntansi, ope-rating lease, semakin rendah
akuisisi dan operasi yang dihentikan. skor EQ)
Model EQA juga menilai stabilitas laba
yang membawa pada pemahaman yang 8. Penelitian dan pengembangan (se-
lengkap terhadap potensi laba masa makin tinggi penelitian dan pengem-
datang. 20 kriteria tersebut adalah se- bangan, semakin tinggi skor EQ)
bagai berikut:
9. Biaya dan manfaat pensiun (mem-
1. Isu-isu pengakuan pendapatan pertimbangkan kecenderungan dan
(Jika ada pergeseran pendapatan rata-rata industri, semakin besar
ke peri-ode lainnya, berarti skor bia-ya dan manfaat pensiun, skor
Earnings quality (EQ) rendah) EQ se-makin rendah),

35
Surifah
Kualitas Laba dan Pengukurannya

10. Biaya stock option karyawan (sema- industri, semakin besar perubahan
kin besar pengaruhnya pada EPS, akuntansi, semakin rendah skor EQ)
semakin rendah skor EQ)
18. Penyesuaian beban periode sebe-
11. Keuntungan (kerugian) dari penjual- lumnya (pertimbangkan kecende-
an aktiva / penjualan (lihat kecende- rungan dan rata-rata industri, sema-
rungan industry, rasio ini berpenga- kin besar penyesuaian, semakin ren-
ruh negatif terhadap kualitas laba) dah skor EQ)

12. Akuisisi/disposisi (dievaluasi kese- 19. Prosentase tingkat pajak (semakin


suaiannya dengan tujuan) tinggi penyimpangannya terhadap
undang-undang pajak berarti sema-
13. Operasi yang dihentikan (pertim- kin rendah skor EQ)
bangkan kecenderungan dan rata-
rata industri, semakin besar operasi 20. Pengeluaran dan pembelian kembali
yang dihentikan, skor EQ semakin saham (lihat kecenderungan indus-
rendah) tri, semakin tinggi pengeluaran dan
pembelian kembali saham berarti se-
14. Restrukturisasi yang terus-menerus makin rendah skor EQ).
(pertimbangkan kecenderungan dan
rata-rata industry, semakin besar C. Velury (1999)
restrukturisasi semakin rendah skor
EQ) Konsep kualitas laba dari berbagai
peneliti lain di ukur menggunakan ukuran
15. One-time items (pertimbangkan ke- yang sangat berbeda-beda dan tidak se-
cenderungan dan rata-rata industri, cara komprehensif mencerminkan uku-
semakin besar one-times items, se- ran kualitas laba seperti yang terdapat
makin rendah skor EQ) dalam karakteristik laporan keuangan.
Berbagai ukuran kualitas laba dari ber-
16. Pos-pos luar biasa (pertimbangkan bagai peneliti tersebut disampaikan oleh
kecenderungan dan rata-rata indus- Uma velury (1999) dalam Disertasinya
tri, semakin besar pos-pos luar bi- yang berjudul “The Effect Of Institutional
asa, semakin rendah skor EQ) Ownership On The Quality Of Earnings”
sebagai berikut: (1)Potter dan Rayburn
17. Perubahan akuntansi (pertimbang- (1993) dan Rao (1996) menggunakan kan
kecenderungan dan rata-rata kemampuan prediksi untuk memproksi
kualitas laba, mengabaikan dimensi

36
KOMPETENSI
Jurnal Ekonomi, Manajemen & Akuntansi Vol. 8 No. 2 Mei - Agustus 2010 31-47

ketepatan waktu dan nilai umpan balik. Keterujian, diukur dengan pendapat au-
(2) Neill (1993), menggunakan 3 proksi ditor. Berikut ini akan diuraikan berbagai
independen untuk mengukur kualitas ukuran laba yang digunakan oleh Velury
laba, yaitu reputasi auditor, pemilihan (1999).
metode akuntansi konservatif dan kuan-
titas pengungkapan dalam prospektus. 1. Persistensi Laba
(3) Collins dan Salatka (1993), meng-
gunakan earnings response coefficient Dalam mengukur persistensi laba,
(ERC) untuk mengukur reaksi pasar Velury (1999) menggunakan ukuran per-
terhadap laba yang tidak diharapkan sistensi laba yang digunakan oleh Lev
untuk memproksi kualitas laba. Apakah and Thiagarajan (1993), yaitu meng-
reaksi pasar merupakan proksi yang gunakan analisis laporan keuangan
bagus atas kualitas laba?. Tidak dapat sebagai sinyal untuk memprediksi laba
diyakini kapan informasi laba secara ak- mendatang. Sinyal tersebut mencakup
tual meningkatkan harga saham dipasar. perubahan persediaan, piutang, laba ko-
(4)Wild 1996, menggunakan variabilitas tor, biaya penjualan, pengeluaran modal,
return di sekitar pengumuman laba un- tingkat pajak efektif, metode persediaan
tuk memproksi kualitas laba. (5)Klein dan produktifitas penjualan. Sinyal yang
dan Todd (1993) menilai kualitas laba menunjukkan perubahan positif diberi
dengan menguji hubungan antara cur- tanda 1 (satu) dan Sinyal negatif diberi
rent accruals dan arus kas pada periode tanda 0 (Nul).
sekitar pengumuman laba.
Sinyal-sinyal tersebut ditentukan se-
Oleh karena berbagai penelitian se- bagai berikut:
belumnya belum menilai kualitas laba
secara komprehensif, maka Velury a. Prosentase perubahan persediaan
(1999) menggunakan ukuran kualitas tahun sebelumnya dikurangi Prosen-
laba sesuai dengan yang terdapat dalam tase perubahan penjualan tahun
karakteristik kualitatif informasi keuang- sebelumnya. Kenaikan persediaan
an (SFAC no.2), yaitu: 1) Nilai prediksi, mengindikasikan terdapat masalah
yang diukur dengan persistensi laba, 2) penjualan
Nilai umpan balik, yang diukur dengan
price earnings ratio, 3) Tepat waktu, yang b. Prosentase perubahan piutang tahun
diukur dengan perbedaan antara akhir sebelumnya dikurangi Prosentase
tahun pajak dengan tanggal laporan, 4) perubahan penjualan tahun sebel-
Netral, diukur dengan besarnya discre- umnya. Kenaikan piutang terhadap
tionary accruals, 5) kejujuran penyajian penjualan mengindikasikan kesulitan
diukur dengan rasio arus kas/laba. 6)

37
Surifah
Kualitas Laba dan Pengukurannya

pengumpulan kas, besarnya biaya f. Pengaruh perubahan pajak terhadap


piutang (cadangan kerugian piutang) laba sebelum pajak. Penurunan pada
dan rendahnya penjualan. sinyal ini mengindikasikan bahwa
laba tidak persisten terhadap kinerja
c. Prosentase perubahan penjualan mendatang.
tahun sebelumnya dikurangi Prosen-
tase perubahan laba kotor tahun se- g. Prosentase perubahan penjual-
belumnya. Laporan keuangan meru- an tahun sebelumnya dikurangi
pakan fungsi dari intensitas persaing- prosentase perubahan order backlog
an dan berhubungan dengan biaya (Pemesan tidak jadi beli) tahun se-
variabel dan biaya tetap. Penurunan belumnya. Perubahan order backlog
yang tidak proporsional pada laporan terhadap penjualan merupakan indi-
keuangan mengindikasikan penjual- kasi perubahan penjualan dan laba
an yang tidak menguntungkan. mendatang. Penurunan drastis pada
order backlog berarti penjualan yang
d. Prosentase perubahan pengeluaran telah dicatat tidak direalisasi dalam
modal industry dikurangi Prosentase periode sekarang yang mengindika-
perubahan pengeluaran modal peru- sikan adanya earnings management.
sahaan. Nilai positif pada sinyal ini Nilai positif pada sinyal ini tidak men-
berarti tidak menguntungkan. guntungkan.

e. Prosentase perubahan biaya penju- h. Prosentase perubahan penjualan ta-


alan dan administrasi tahun sebe- hun sebelumnya dibagi jumlah kar-
lumnya dikurangi prosentase peru- yawan. Sinyal ini untuk mengukur
bahan penjualan tahun sebelumnya. perubahan efisiensi tenaga kerja.
Karena biaya administrasti meru- Nilai negatif sinyal ini menunjukkan
pakan biaya tetap, kenaikan yang peningkatan produktivitas tenaga
tidak proporsional pada biaya ini ter- kerja dan oleh karenanya mengun-
hadap penjualan merupakan indika- tungkan.
tor kurangnya biaya pengendalian
manajemen atau ada penjualan yang i. Metode penilaian persediaan yang
tidak biasa. Suatu peningkatan yang digunakan. Penggunaan metode
tidak proporsional pada biaya admi- LIFO merupakan kebijakan yang
nistrasi dan biaya penjualan berarti konsisten dengan konservatisme.
tidak menguntungkan. Konservatisme dihubungkan dengan
tingginya kualitas laba.

38
KOMPETENSI
Jurnal Ekonomi, Manajemen & Akuntansi Vol. 8 No. 2 Mei - Agustus 2010 31-47

2. Nilai Umpan balik. 5. Kejujuran penyajian

Informasi keuangan memberikan Diasumsikan bahwa perubahan laba


nilai umpan balik berupa respon pasar. yang berhubungan dengan perubahan
Perubahan harga saham dipasar modal arus kas merupakan laba yang berkuali-
merupakan respon dari perubahan laba tas tinggi. Oleh karena itu kejujuran pe-
perusahaan. Oleh karena itu nilai umpan nyajian diukur dengan perhitungan seb-
balik diukur dengan Price Earnings Ratio agai berikut:
(PER), yang dihitung sebagai berikut:
% perubahan arus kas operasi tahun
% perubahan harga saham / sebelumnya / % perubahan pendapatan
% perubahan Earnings Per Share operasi tahun sebelumnya

3. Tepat waktu (Timelines) 6. Keterujian

Ketepatan waktu suatu laporan Keterujian diukur dengan pendapat


keuangan diukur dengan menggunakan auditor. pendapat wajar tanpa penge-
perbedaan antara tanggal pengumuman cualian berarti kualitas labanya tinggi.
laba dengan akhir tahun fiskal. Kapan
laporan keuangan dilaporkan?. Apabila D. Sivaramakrishnan, K dan Yu, S.C.
dilaporakan pada kuartal 1 skornya nol, (2008)
dan bila dilaporkan pada kuartal 2, 3 dan
4 skornya 1. Sivaramakrishnan, K dan Yu, S.C.
(2008) meneliti tentang hubungan an-
4. Netral tara corporate governance dan kualitas
laba. Kualitas laba di proksi mengguna-
Untuk mengukur apakah suatu lapo- kan tiga alternatif yang secara luas digu-
ran keuangan netral atau tidak, digunak- nakan dalam literatur akuntansi, yaitu: 1)
an discretionary accruals. Discretionary kualitas akrual, 2) Persistensi laba dan
accruals biasanya digunakan untuk me- 3) prediktabilitas. Berikut akan diuraikan
nilai apakah manajer melakukan manaje- ukuran kualitas laba tersebut.
men laba atau tidak. Apabila manaje-
men melakukan manajemen laba berarti 1. Kualitas akrual
laporan keuangan tidak netral atau me-
mihak pada salah satu pemakai dalam Dalam mengembangkan kualitas ak-
hal ini memihak pada kepentingan pihak rual, Sivaramakrishnan dan Yu (2008)
manajemen itu sendiri. menggunakan modelnya Dechow dan

39
Surifah
Kualitas Laba dan Pengukurannya

Dichev (2002) yaitu model regresi cur- arus kas operasi saat ini dan mendatang.
rent accruals yang di lag-kan dengan Rumusnya adalah sebagai berikut:
CFO CFO CFO
TACCi,t = β + β i,t-1 +β i,t-1 +β i,t-1 +V
ASSETS i,t 0.i 1,i ASSETS i,t-1 2.i ASSETS i,t 3.i ASSETS i,t+1 i,t

Dimana TACC adalah total current 2. Persistensi dan prediktabilitas.


accruals yang diskala dengan total as-
sets. Sivaramakrishnan dan Yu (2008)
mengikuti modelnya Francis, LaFond,
TACC = ∆CA - ∆CL - ∆Cash + ∆STDEBT Olsson, dan Schipper (2004) dalam
mengembangkan persistensi dan ke-
Arus kas dari operasi, CFO (Cash mampuan prediksi laba dengan menges-
Flow from Operations), dihitung dari laba timasi persamaan berikut ini:
bersih sebelum pos luar biasa dikurangi
EARN = λ + λ EARN + ε
total accruals. i,t 0,1 1,i i,t-1 i,t

ACCBS = ∆CA - ∆CL - ∆Cash + ∆STDEBT Persistensi laba adalah estimasi


- DEPN koefisien slope AR (1). EARN diukur dari
laba bersih perusahaan sebelum pos-
Dimana “CA adalah perubahan ak- pos luar biasa dalam tahun t dibagi de-
tiva lancar perusahaan; “CL adalah pe- ngan rata-rata tertimbang jumlah saham
rubahan kewajiban lancar; “Cash adalah beredar selama tahun t.
perubahan dalam kas; “STDEBT adalah
perubahan hutang dalam kewajiban lan- Untuk tiap tahun per perusahaan,
car dan DEPN adalah biaya depresiasi persamaan di atas diestimasi meng-
dan amortisasi. Untuk tiap perusahaan, gunakan estimasi maksimum likelihood
persamaan diestimasi selama 10 tahun dan rolling ten-year window. Prosedur ini
pengamatan. Standar deviasi perusa- menghasilkan estimasi khusus tiap peru-
haan residualnya diestimasi sebagai ke- sahaan per tahun dari λ, yang dapat di-
balikan dari kualitas akrual. gunakan untuk melihat persistensi laba.
ˆ Konsisten dengan ukuran kualitas laba
INVACCQ = σ(V ) lainnya kebalikan persistensi didefinisi-
it
kan sebagai INV PERS = -λ, parameter
Besarnya nilai INV ACCQ menunjuk- negatif AR, sehingga nilai yang besar
kan rendahnya kualitas akrual. pada INV PER menunjukkan kurangnya
persistensi laba.

40
KOMPETENSI
Jurnal Ekonomi, Manajemen & Akuntansi Vol. 8 No. 2 Mei - Agustus 2010 31-47

Dengan cara yang sama, kebalikan 2. Karakteristik kualitatif dalam


dari prediktabilitas didefinisikan sebagai kerangka konseptual FASB. Ber-
akar kuadrat dari varians kesalahan dasar karaktiristik kualitatif ini, laba
esti-masi dari persamaan di atas. yang berkualitas adalah laba yang
relevan dan dapat diandalkan (sep-
EARN = λ + λ EARN + ε erti yang digunakan Veluri 1999),
i,t 0,1 1,i i,t-1 i,t
dan dapat diperbandingkan (compa-
Nilai INV PRED yang besar berim- rability and Konsistensi).
plikasi pada kurangnya kemampuan
pre-diksi. Dengan demikian, nilai-nilai 3. Hubungan antara pendapatan, kas
yang tinggi pada INV ACCQ, INV dan akrual. Kualitas laba berdasar-
PERS, dan INV PRED menunjukkan kan hubungan antara pendapatan,
kualitas laba yang rendah. kas dan akrual dapat di ukur dengan
rasio kas operasi terhadap pendapa-
E. Schipper dan Vincent (2003) tan, perubahan total akrual, Estimasi
abnormal/discretionary accruals dan
Schipper dan Vincent (2003) men- estimasi hubungan akrual terhadap
gelompokkan konstruk kualitas laba kas.
dan pengukurannya berdasarkan:
4. Keputusan implementasi. Terdapat
1. Sifat runtun waktu dari laba (Time- dua pendekatan ukuran kualitas laba
series properties of earnings) men- berdasarkan keputusan implemen-
cakup a) persistensi, b) predikta- tasi, pertama yaitu kualitas laba ber-
bilitas. dan c) variabilitas laba. Laba hubungan negatif dengan banyaknya
yang persisten berarti laba masa pertimbangan, estimasi dan prediksi
mendatang lebih besar atau sama yang diperlukan oleh penyusun lapo-
dengan laba sekarang dan mempun- ran keuangan. Semakin banyak per-
yai relevansi yang tinggi untuk pem- timbangan, estimasi dan prediksi
buatan keputusan. Prediktabilitas yang diperlukan dalam mengimple-
berarti kemampuan laba sekarang mentasikan standar pelaporan, kuali-
dalam memprediksi laba mendatang. tas labanya semakin rendah dan
Laba yang tinggi variabilitasnya mem- sebaliknya. Kedua, kualitas laba ber-
punyai kualitas laba yang rendah, hubungan negatif dengan besarnya
sedangkan laba yang smooth mem- kebijakan akuntansi yang diambil oleh
punyai kualitas laba yang tinggi. manajemen yang menyimpang dari
tujuan standar (manajemen laba).
Semakin besar kebijakan yang

41
Surifah
Kualitas Laba dan Pengukurannya

menyimpang dari tujuan standar, se- 3. Kondisi konservatisme diukur de-


makin rendah kualitas labanya. ngan:

Kualitas laba akan rendah apabila 1) Uji time series berdasarkan pada
terlalu banyak estimasi dan pertimbang- persistensi perubahan laba, dan
an, apalagi jika estimasi dan pertimbang-
an tersebut bersifat subversif, yaitu un- 2) Uji berdasar akrual.
tuk menguntungkan diri sendiri dengan
memberikan informasi yang dapat me- G. Katz (2009)
nyesatkan para pemakai laporan ke-
uangan. Katz mengukur kualitas laba dengan
menggunakan ukuran konservatisme.
F. Lara et al. (2009) Konservatisme ini dilihat dari ketepa-
tan waktu perusahaan dalam mengakui
Lara et al. (2009), mengukur kuali- kerugian. Mengakui kerugian tepat pada
tas laba dengan mengfokuskan pada waktunya merupakan atribut penting
manajemen laba dan pengaruhnya pada dalam menilai kualitas pelaporan keuan-
keandalan akuntansi yang diukur dengan gan. Selain menggunakan konserva-
kondisi konservatisme. Ukuran manaje- tisme katz menilai kualitas laba den-
men laba dihitung sebagai berikut: gan mendeteksi terdapatnya earnings
management dengan menggunakan
1. Manipulasi akuntansi akrual diukur pendekatan Cross sectional modifikasi
dengan abnormal working capital ac- Jones (1991).
cruals.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPE-


NGARUHI DAN HASIL RISET TEN-
TANG KUALITAS LABA

Bagaimana menciptakan kualitas laba


2. Manipulasi aktivitas riil diukur dengan yang tinggi?, apakah memerlukan suatu
manipulasi penjualan yang diturun- kondisi yang kondusif agar laba disusun
kan dari aktivitas arus kas normal. dengan kualitas tinggi?, seba-liknya
apakah pada suatu lingkungan yang tata
kelolanya kurang bagus mam-pu untuk
membuat labanya berkualitas. Kondisi
lingkungan yang bagaimana

42
KOMPETENSI
Jurnal Ekonomi, Manajemen & Akuntansi Vol. 8 No. 2 Mei - Agustus 2010 31-47

yang mampu menghasilkan kualitas laba likan manajerial dan likuiditas. Kepe-
yang tinggi? Atau dengan bentuk milikan manajerial dan likuiditas dalam
pertanyaan lain, faktor-faktor apa yang Fanani et al. (2009) tidak berpengaruh
menyebabkan laba berkualitas?. Atau secara signifikan. Sementara itu, Ve-
bagaimana karakteristik organisasi yang lury (1999) memberikan bukti
mampu menciptakan kualitas laba atau hubungan positif antara kualitas laba
apakah memang ada hubungan antara dan kepemi-likan institusi.
kondisi lingkungan, tata kelola, karakter-
istik organisasi terhadap kualitas laba?. Siklus operasi perusahaan akan
Sebaliknya apakah kualitas laba dapat menghasilkan kualitas pelaporan keuan-
memberikan umpan balik, misalnya gan yang lebih rendah karena siklus
mempengaruhi return saham?. Berbagai operasi yang makin lama dapat men-
pertanyaan diatas menggelitik pemikiran imbulkan ketidakpastian, estimasi dan
para peneliti sehingga berbagai pene- kesalahan estimasi yang makin besar
litian telah dihasilkan berkaitan dengan dapat menimbulkan kualitas akrual yang
faktor-faktor yang mempengaruhi kuali- lebih rendah. Perusahaan yang besar
tas laba dan bagaimana kualitas laba memiliki kesetabilan dan operasi yang
tersebut memberikan umpan balik ter- dapat diprediksi lebih baik yang dapat
hadap lingkungannya. Berikut ini akan menyebabkan kesalahan estimasi yang
disampaikan faktor-faktor yang mempe- ditimbulkan besar, namun mereka ban-
ngaruhi dan hasil riset tentang kualitas yak menghadapi sensitivitas politik yang
laba. tinggi dan menghadapi kos politikal yang
lebih tinggi daripada perusahaan kecil.
Faktor-faktor yang berpengaruh ter- Umur perusahaan berpengaruh negatif
hadap kualitas laba dapat dibedakan dan signifikasn terhadap kualitas laba
menjadi 2, yaitu yang berpengaruh posi- karena makin lama perusahaan semakin
tif dan berpengaruh negatif (Fanani et al. memungkinkan kecilnya diskresi dalam
2009). Faktor-faktor yang berpengaruh kualitas pelaporan keuangan dan sema-
negatif dan signifikan terhadap kualitas kin kecil pula variabilitas akrualnya.
laba adalah siklus operasi, ukuran pe-
rusahaan, umur perusahaan, dan risiko Leverage berpengaruh positif dan
lingkungan. Sedangkan Faktor-faktor signifikan terhadap kualitas pelaporan
yang berpengaruh positif dan signifikan keuangan karena tingkat leverage yang
adalah Leverage, konsentrasi pasar, dan tinggi memberi insentif lebih kuat bagi
kualitas auditor. Faktor lain yang masih manajer untuk mengelola laba. Konsen-
menghasilkan temuan yang berbeda- trasi pasar menunjukkan pengaruh yang
beda diantara peneliti adalah kepemi- positif dan signifikan karena jika segmen

43
Surifah
Kualitas Laba dan Pengukurannya

pasar perusahaan besar, perusahaan Perusahaan yang dimiliki publik lebih


mempunyai posisi kuat dalam kompetisi konservatif jika resiko litigasi (litigation)
sehingga perusahaan akan memberikan dan biaya agensinya tinggi. Hal ini berarti
sinyal tentang masa depan perusahaan bahwa kepemilikan publik tidak mening-
yang lebih baik. Kualitas auditor berpe- katkan kualitas laba, kualitas laba akan
ngaruh positif dan signifikan karena kre- meningkat jika dimiliki oleh private.
dibilitas auditor sangat berperan penting
dalam pembentukan kualitas pelaporan Prior et al. (2008) menyatakan bah-
keuangan. wa manajer melakukan manajemen laba
antara lain karena dipacu oleh praktik
Hasil penelitian Lara (2009) menun- pasar modal, misalnya karena akan ada
jukkan bahwa manipulasi akuntansi pengeluaran saham dan untuk mengi-
dalam bentuk akuntansi akrual dan ak- rimkan informasi tentang prospek peru-
tivitas riil yang menyimpang dari praktek sahaan dimasa yang akan datang. De-
normal mengurangi keandalan laba. Ha- ngan demikian karena manajemen laba
sil penelitian juga menunjukkan bahwa dapat menurunkan kualitas laba, maka
konservatisme berkurang secara subs- kualitas laba dipengaruhi juga oleh prak-
tansial pada tahun-tahun sebelum kega- tik pasar modal.
galan dan manipulasi akrual lebih parah
pada laporan keuangan perusahaan Katz (2009) meneliti bagaimana
sebelum bangkrut daripada laporan ke- struktur kepemilikan perusahaan mem-
uangan setelah bangkrut, karena mung- pengaruhi kualitas laba dan kinerja har-
kin kelelahan peluang untuk manipulasi ga saham jangka panjang. Katz mene-
akrual, maka dilakukan manipulasi de- mukan indikasi bahwa perusahaan yang
ngan operasi riil dan dengan melapor- dimiliki oleh private mempunyai kualitas
kan laba lebih agresif. Penelitian lara ini laba lebih tinggi dari pada yang tidak di-
menunjukkan bagaimana kulitas laba miliki private, kurang dalam melakukan
dapat sangat terdistorsi oleh adanya ak- manajemen laba dan melaporkan laba
rual dan aktivitas riil yang menyimpang lebih konservatif pada saat sebelum dan
dari praktek normal perusahaan. setelah IPO. Perusahaan yang dimiliki
private memiliki kinerja harga saham
Givoly et.al (2010) menemukan jangka panjang lebih tinggi setelah me-
bahwa perusahaan dengan kepemilikan reka melakukan go publik.
private mempunyai kualitas akrual yang
lebih tinggi dan kecenderungan menga- Sivaramakrishnan dan Yu (2008)
tur laba yang lebih rendah daripada pe- meneliti hubungan antara corporate
rusahaan dengan kepemilikan publik. governance dengan kualitas laba. Me-

44
KOMPETENSI
Jurnal Ekonomi, Manajemen & Akuntansi Vol. 8 No. 2 Mei - Agustus 2010 31-47

reka membedakan antara kelemahan, kualitas laba yang mengevaluasi be-


kecukupan dan kekuatan corporate berapa periode laporan keuangan. EQA
governance. Hasil penelitian menunjuk- mempertimbangkan pos-pos pendapa-
kan bahwa perusahaan yang secara tan dan biaya, perubahan akuntansi,
konsisten mengalahkan saingan indus- akuisisi dan operasi yang dihentikan.
tri mereka memiliki kualitas akrual, per- Model EQA juga menilai stabilitas laba
sistensi, dan kemampuan prediktif laba yang membawa pada pemahaman
yang tinggi. Perusahaan yang yang lengkap terhadap potensi laba
Corporate Governance nya cukup masa datang.
memadai, tanpa harus memiliki
Corporate governance yang kuat, Velury (1999) menggunakan ukuran
mempunyai kualitas laba yang tinggi. kualitas laba sesuai dengan yang ter-
dapat dalam karakteristik kualitatif infor-
KESIMPULAN masi keuangan (SFAC no.2), yaitu: nilai
prediksi, nilai umpan balik, tepat waktu,
Kualitas laba merupakan sesuatu netral, kejujuran penyajian dan Keteru-
yang sentral dan penting dalam dunia jian.
akuntansi karena berdasar kualitas laba
tersebut profesi akuntansi dipertaruhkan. Sivaramakrishnan, K dan Yu, S.C.
Investor, kreditor dan para pemangku ke- (2008) meneliti tentang hubungan an-
pentingan lainnya mengambil keputusan tara corporate governance dan kualitas
salah satunya berdasar pada laporan laba. Kualitas laba di proksi mengguna-
keuangan, apabila kualitas laba yang kan tiga alternatif yang secara luas
disajikan tidak dapat di andalkan maka digu-nakan dalam literatur akuntansi,
para pemangku kepentingan tidak dapat yaitu: 1) kualitas akrual, 2) Persistensi
percaya lagi pada profesi akuntansi. laba dan 3) prediktabilitas.

Givoly et al. (2010) mengukur kualitas Schipper dan Vincent (2003) men-
laba menggunakan: 1) persistensi akru- gelompokkan konstruk kualitas laba dan
al, 2) estimasi kesalahan dalam proses pengukurannya berdasarkan: 1) Sifat
akrual, 3) ketiadaan manajemen laba, runtun waktu dari laba yang terdiri dari
dan 4) konservatisme. Sedangkan Be- persistensi, prediktabilitas, dan variabili-
llovary et al. (2005) menawarkan suatu tas laba. 2) Karakteristik kualitatif dalam
Earnings Quality Assessment (EQA) kerangka konseptual, 3) Hubungan an-
yang menyediakan ukuran independen tara pendapatan, kas dan akrual, dan 4)
tentang kualitas laba perusahaan. EQA Keputusan implementasi. Sedang-kan
berisi 20 kriteria yang mempengaruhi Lara et al. (2009), mengukur kuali-

45
Surifah
Kualitas Laba dan Pengukurannya

tas laba dengan mengfokuskan pada si tentang prospek perusahaan dimasa


manajemen laba dan pengaruhnya yang akan datang. Dengan demikian
pada keandalan akuntansi diukur karena manajemen laba dapat menu-
dengan kon-disi konservatisme. runkan kualitas laba, maka kualitas
laba dipengaruhi juga oleh praktik
Katz mengukur kualitas laba pasar modal.
dengan menggunakan ukuran
konservatisme, yaitu ketepatan waktu Katz (2009) Katz menemukan indika-
dalam mengakui kerugian perusahaan si bahwa perusahaan yang dimiliki oleh
dan mendeteksi terdapatnya earnings private mempunyai kualitas laba lebih
management de-ngan menggunakan tinggi dari pada yang tidak dimiliki pri-
pendekatan Cross sectional. vate, kurang dalam melakukan manaje-
men laba dan melaporkan laba lebih kon-
Faktor-faktor yang berpengaruh ter- servatif pada saat sebelum dan setelah
hadap kualitas laba adalah siklus ope- IPO. Sedangkan Sivaramakrishnan dan
rasi, ukuran perusahaan, umur perusa- Yu (2008) menunjukkan bahwa perusa-
haan, risiko lingkungan, Leverage, kon- haan yang secara konsisten mengalah-
sentrasi pasar, dan kualitas auditor (Fa- kan saingan industri mereka memiliki
nani et al. 2009). Faktor lain yang masih kualitas akrual, persistensi, dan kemam-
menghasilkan temuan yang berbeda- puan prediktif laba yang tinggi. Perusa-
beda diantara peneliti adalah kepemi- haan yang Corporate Governance nya
likan saham dan likuiditas. Lara (2009) cukup memadai, tanpa harus memiliki
menunjukkan bahwa manipulasi akun- Corporate governance yang kuat, mem-
tansi dalam bentuk akuntansi akrual dan punyai kualitas laba yang tinggi.
aktivitas riil yang menyimpang dari prak-
tek normal mengurangi keandalan laba. DAFTAR PUSTAKA
Givoly et al. (2010) menemukan bahwa
perusahaan dengan kepemilikan private Bellovery, JL., Gaicomino, DE., dan Ak-
mempunyai kualitas akrual yang lebih ers, MD., 2005, Earnings Quality:
tinggi dan kecenderungan mengatur laba It’s Time to Measure and Report.
yang lebih rendah daripada perusa-haan The CPA Journal: 72, 11: 32-37.
dengan kepemilikan publik. Prior et al.
(2008) menyatakan bahwa manajer Givoly Dan, Hayn Carla K. Dan Katz
melakukan manajemen laba antara lain Sharon P. 2010. Does Public Own-
karena dipacu oleh praktik pasar modal, ership of Equity Improve Earnings
misalnya karena akan ada pengeluaran Quality?, The Accounting Review:
saham dan untuk mengirimkan informa- 85, 1: 195–225.

46
KOMPETENSI
Jurnal Ekonomi, Manajemen & Akuntansi Vol. 8 No. 2 Mei - Agustus 2010 31-47

Fanani, Z., Ningsih S. Dan Hamidah. Schipper, K. dan Vincent, L. 2003. Ear-
2009, Faktor-Faktor penentu nings Quality. Accounting Horizons
kualitas pelaporan Keuangan dan 17: 97-110
kepercay-aan Investor, artikel pada
SNA XII Palembang. Sivaramakrishnan, K., 2008. On the As-
sociation between Corporate Gover-
Katz, Sharon P., 2009, Earnings Quality nance and EarningsQuality, Univer-
And Ownership Structure: The Role sity of Houston, shiva@uh.edu dan
Of Private Equity Sponsors, The Ac- Shaokun Carol, Yu, Northern Illinois
counting Review, Vol. 84, 3:623-658. University shaokunyu@niu.edu, April
10, 2008., Electronic copy available
Lara, Garcia J.M, Osma, Garcia B. Dan at: http://ssrn.com/abstract=1014243
Neophytou, Evi. 2009. Earnings
qual-ity in ex-post failed firms, Velury U. 1999, The effect of Institutional
Accounting and Business Research: Ownership On the Quality of Earn-
39, 2: 119-138. ings, Submitted in Partial Fulfillment
of the Requirements for the Degree of
Prior, D., Surroca, J., dan Tribo. J.A., Doctor of Philosophy in The Darla
2008. Are Socially Responsible Moore School of Business Univer-sity
Managers Really Ethical? Exploring of South Carolina, Umi Microfon
The Relationship Between Earnings 9928350. Copyright 1999, Umi Com-
Management And Corporate Social pany.
Responsibility, Journal Compilation:
16, 3: 160-177.

47