Anda di halaman 1dari 4

Nomor SOP :

Tanggal Pembuatan :
Tanggan Pengesahan :
Tanggal Revisi :
Disahkan Oleh : Kepala Puskesmas Naioni

DINAS KESEHATAN KOTA KUPANG dr. Panondang N. Panjaitan


PUSKESMAS NAIONI NIP. 198212252011011010
JUDUL SOP LIPOMA
DASAR HUKUM KUALIFIKASI PELAKSANA
1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1996 tentang 1. Memahami Tupoksi Kerja
Pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Kupang 2. Memiliki Kualifikasi Pendidikan
2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Kedokteran/ Keperawatan
Perlindungan Konsumen;
3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang
Pemerintahan Daerah;
4. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan
Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009
Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5038);
5. Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2012 tentang
Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009
tentang Pelayanan Publik;
6. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan;
7. Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1995
tentang Perbaikan dan Peningkatan Mutu Pelayanan
Aparatur Kepada Masyarakat;
8. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 25 Tahun
2004 tentang Indeks Kepuasan Masyarakat;
9. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 26 Tahun
2004 tentang Petunjuk Teknis Transparansi dan
Akuntabilitas dalam Penyelenggaraan Pelayanan;
10. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 13 Tahun
2009 tentang Pedoman Peningkatan Partisipasi Masyarakat;
11. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 36 Tahun
2012 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan, Penetapan dan
Penerapan Standar Pelayanan;
12. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 63 Tahun
2003 tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan Pelayanan
Publik;
13. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 74 Tahun 2015
tentang Pusat Kesehatan Masyarakat
14. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009
tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5063);
15. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75
tahun 2014, tentang Puskesmas;
16. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 46
tahun 2015, tentang Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat
Pertama;
KETERKAITAN PERALATAN/ PERLENGKAPAN
SOP Pelayanan Klinis Minor set, kasa steril,sarung tangan
Inform Consent steril, larutan desinfektan, spuit cc,
Rekam medis lidokain/ chloretyl, drain
Form Monitoring Status Fisiologis Pasien
Blanko rujukan
Blanko resep
PERINGATAN PENCATATAN/ PENDATAAN
Penanganan pasien dengan abses akan terkendala ketika Laporan Operasi
terjadi penyimpangan prosedur Rekam Medik Pasien
Register Pelayanan Poli Umum
Pengertian Lipoma merupakan suatu tumor mesenkim jinak yang berasal
dari jaringan lemak.

Tujuan Sebagai pedoman bagi petugas dalam mengobati pasien lipoma.

Kebijakan SK Kepala Puskesmas No. / / SK/ / /2018 Tentang


Kebijakan Pelayanan Klinis Puskesmas Naioni

Referensi Ikhtisar bedah minor, hal 169-171

Prosedur/ a. Petugas memanggil pasien sesuai nomor urut

Langkah- b. Petuga smelakukan anamnesa pada pasien


langkah
c. Petugas menanyakan keluhan utama pasien (lipoma), lokasi,
jumlah, ukuran, nyeri atau tidak, berdarah atau tidak.

d. Petugas menanyakan perjalanan penyakit, faktor-faktor yang


mencetuskan keluhan, riwayat penyakit keluarga dan riwayat
sakit yang sama.

e. Petugas melakukan pemeriksaan tekanan darah, suhu tubuh,


dan nadi pasien

f. Petugas melakukan pemeriksaan fisik pasien, menentukan


lokasi benjolan, nyeri atau tidak, menentukan ukuran, mobile
atau imobile, dan menentukan konsistensi.

g. Petugas menegakkan diagnosis berdasarkan hasil pemeriksaan.

h. Petugas menentukan diperlukan tindakan operatif atau tidak.

i. Petugas melakukan informed concerned tindakan pada pasien


atau keluarga yang bertanggung jawab pada pasien.

j. Petugas mempersiapkan pasien untuk dilakukan tindakan


operatif.

k. Petugas mempersiapkan alat dan bahan, mengenakan alat


pengaman diri.

l. Petugas melakukan cuci tangan, mengenakan sarung tangan.

m. Petugas melakukan tindakan septic antiseptic.


n. Petugas menutup lokasi tindakan dengan duk steril.

a. Petugas melakukan anestesi lokal dengan teknik blokade areal

b. Petugas melakukan insisi sepanjang tumor serta kulit


dibebaskan dari jaringan dibawah kulit sampai tumor teraba
jelas.

c. Petugas memasang alat pembuka luka agar tumor terlihat jelas,


kulit yang melekat pada tumor dipotong berbentuk oval lalu
diangkat bersama tumornya.

d. Petugas menghentikan perdarahan dengan kompresi, bila


diperlukan dapat dilakukan ligasi dengan jahitan.

e. Petugas melakukan jahitan lapis demi lapis.

f. Petugas dapat melakukan drainase jika rongga yang


ditinggalkan cukup besar.

g. Petugas menjahit kulit dengan jahitan klasik sederhana atau


simpul satu persatu.

h. Petugas mengoleskan cairan antiseptik (povidon iodine).

i. Petugas menutup luka operasi dengan kasa

o. Petugas memontoring kesadaran, nadi, tekanan darah, suhu,


dan pernapasan pasien selama tindakan lalu dicatat pada
lembar montoring.

p. Petugas memberikan obat analgetik dan antibiotik untuk


pasien.

q. Petugas menulis hasil pemeriksaan, diagnosis, terapi dan


laporan operasi pada rekam medis pasien.

Unit Terkait Poli Umum

Ruang Tindakan

Diagram Alir -