Anda di halaman 1dari 4

hSel Tubuh Manusia

Dasar satuan hidup tubuh manusia


adalah sel. Dalam organisasi tubuh, sel
merupakan bagian terkecil. Tiap-tiap sel
mempunyai spesialisasi sendiri sesuai
dengan fungsinya. Sel mengandung
struktur fisik yang sangat terorganisasi
yang dinamakan organel. Organel penting
dalam fungsi sel sebagai unsur kimia,
misalnya salah satu organel mitokondria
lebih 95% energy yang disediakan. Organel
sel yang penting adalah membrane sel,
membrane inti, reticulum endoplasma,
mitokondria, dan lisosom.

A. Struktur Sel

Sel mengandung struktur fisik yang sangat terorganisasi yang dinamakan organel. Struktur
penting dalam fungsi sel sebagai unsur-unsur kimia. Organel sel yng penting adalah membrane sel,
plasma sel, inti sel (nucleus), inti dari inti sel (nucleolus), dan kromatin. Di dalam sel terdapat tiga
komponen utama yaitu membrane sel, plasma sel (sitoplasma) dan mitokondria.

1. Membran Sel
Membrane sel merupakan struktur elastis yang sangat tipis, yaitu 7,5 – 10 nm. Hamper
seluruhnya terdiri dari keeping-keping halus yang merupakan gabungan protein dan lemak,
merupakan tempat lewatnya berbagai zat yang keluar dan masuk sel. Membrane ini bertugas
untuk mengatur hidupnya sel dan menerima segala bentuk rangsangan.
Susunan kimia membrane inti ternyata tidak terlalu sama, tetapi berbeda untuk sel-sel yang
berbeda jenisnya yaitu lapisan lipid di bagian tengah dilapisi oleh lapisan protein, di tengah-
tengah lapisan lipid terdapat cairan yang memisahkan lapisan lipid. Adanya lapisan protein
dibagian luar menjadikan lapisan sel. Adanya lapisan protein dibagian luar menjadikan lapisan
sel bersifat hidrofil (molekul air yang mudah menempel pada membrane).
Fungsi membrane sel:
a. Komunikasi antar-sel dengan sel lain: adanya transmitter, enzim-enzim, nutrient, dan
antibody dalam cairan ekstraselmemungkinkan adanya hubungan antar-sel.
b. Merangsang dan mengakibatkan potensial aksi serta banyak reseptor yang dapat
mengenali messenger kimia. Cairan intrasel memiliki muatan kation kalium (K +) anion
PO4, dan asam amino. Cairan ekstrasel memiliki kation utama natrium (Na+) dan anion
utama klorida (Cl-)
c. Permeabilitas selektif sebagai filter yang selektif dan alat transport aktif nutrient dan
pengeluaran sisa metabolism yang bergantung pada:
 Substansi lipid nonpolar dan hidrofobik lebih mudah melewati membrane.
 Semakin besar molekul kimia semakin sulit melewati membrane sel seperti protein.
 Substansi membrane sel permeable untuk substansi polar dan bermuatan listrik, ion
yang tidak melewati fosfolipid bilayer dengan bantuan protein.

Pergerakan dan substansi melewati membrane sel melalui cara:

a. Proses aktif: Terjadi jika suatu substansi yang melewati membrane membutuhkan
energy dari sel, yang termasuk dalam proses aktif.
 Transport aktif primer, yaitu pergerakan ion/molekul melalui membrane permeabel
dari konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi dengan menggunakan pompa protein
dan energy dari pemecahan ATP.
 Transport aktif sekunder, yaitu pergerakan simultan dari dua substansi melalui
membrane dengan menggunakan energy yang disuplai dari perbedaan konsentrasi
natrium.
 Transpor vesikuler, bergantung pada transpor zat dalam ikatan membrane vesikel
dan dapat dilalui molekul berukuran besar dan permeabelitas membrane menjadi
lebih rendah.
a. Proses pasif: Terjadi apabila substansi menembus membrane sel tanpa membutuhkan
energy dari sel termasuk dalam dalam proses ini adalah:
 Difusi, yaitu pergerakan acak molekul dan ion dari lokasi dengan konsentrasi tinggi
ke lokasi lebih rendah. Kecepatan difusi dipengaruhi oleh perbedaan konsentrasi zat
terlarut.
 Osmosis, yaitu difusi cairan ke membrane semipermeabel dari konsentrasi solute
rendah (konsentrasi air tinggi) ke bagian konsentrasi solut tinggi (konsentrasi air
rendah). Misalnya, pergerakan air menuju dinding plasma untuk mempertahankan
keseimbangan sel.

2. Plasma
Plasma (sitoplasma) berupa carina kol oil encer yang mengisi ruang di antara nucleus dan
membrane sel berisi 80-90% air dan mengandung berbagai zat yang terlarut di dalamnya. Bahan-
bahan yang terdapat dalam plasma:
1. Bahan anorganis yaitu garam, mineral, air, oksigen, karbon dioksida, dan amoniak.
2. Bahan organis yaitu karbohidrat, lemak, protein, hormon, vitamin, dan asam nukleat
berupa ARN (asam ribosom nukleat).
3. Peralatan sel atau organel sel yang terdiri dari ribosom, retikulum endoplasma,
mitokondria, sentrosom, alat golgi, dan lisosom.
Sitoplasma berfungsi sebagai tempat kegiatan metabolisme sel oleh organel-organel
sitoplasma yang peran utamanya sebagai produksi panas. Adanya ion-ion seperti kalium,
magnesium, fosfat, bikarbonat sangat menentukan kegiatan reaksi katalisator enzimatik untuk
metabolisme.

 Ribosom, merupakan butiran halus yang melekat pada endoplasma yang tersebar
mengapung dalam plasma. Fungsinya sebagai tempat sintesis protein yang mengandung
ARN. Ribosom menghasilkan protein untuk bahan sel itu sendiri, nampak pada sel yang
membelah dan membentuk hemoglobin dalam eritroblas yang akan tumbuh menjadi
eritrosit.
 Retikulum endoplasma, yaitu saluran halus yang berbelok-belok dalam plasma. Kelok ini
berupa sekat-sekat yang membuat suatu zat atau menghasilkan energi untuk kegiatan sel
yang dimanfaatkan sektor plasma tertentu sehingga efisien dan efektif. Dalam saluran
retikulum endoplasma dilakukan sintesis protein. Setiap saluran retikulum endoplasma
memproduksi sejenis protein sendiri. Ribosom terkelompok atas jenis protein yang disintesis
disebut polisom. Zat yang dibentuk pada berbagai bagian sel masuk ke dalam ruang
retikulum endoplasma, kemudian diteruskan ke bagian-bagian sel yang lain. Sebagian besar
permukaan retikulum merupakan miosin.
 Mitokondria, merupakan pusat tenaga bagi sel karena menyaring energi dan zat gizi.
Bentuknya lonjong dan merupakan tempat berlangsungnya pernapasan sel (pernapasan
jaringan). Lemak diubah menjadi karbohidrat sehingga timbul energi dalam bentuk ATP
(adenotrifosfat). Sedangkan pernapasan sel dalam bentuk anaerobis (tidak memakai
oksigen) berlangsung dalam plasma itu sendiri. Energi dalam bentuk ikatan kimia dipakai
untuk beberapa kegiatan sel, seperti untuk reaksi kimia proses persarafan dan pergerakan
sel.
 Sentrosom, adalah suatu badan yang terletak ditengah sel, mengandung sentriol yang
berfungsi untuk membelah sel. Dalam keadaan istirahat sel yang sudah dewasa tidak
berfungsi sama sekali. Pada waktu pembelahan sel, sentriol berfungsi membelah sel pada
kedua sel, yang terbelah membentuk kutub.
 Alat golgi, terletak di dekat inti sel dan berhubungan dengan selaput sel. Bentuknya berupa
lempeng cembung tersusun atas gelembung-gelembung yang berdinding membran dan
tidak memiliki ribosom pada permukaannya. Fungsinya untuk mengatur pengetahuan suatu
zat keluar sel dan membantu sintesis karbohidrat, kemudian menggabungkannya dengan
protein untuk membentuk glikoprotein.
 Lisosom, menghasilkan sistem pencernaan intrasel yang berfungsi membuang zat-zat dari
struktur yang rusak atau zat asing yang membahayakan, misalnya bakteri. Dalam keadaan
tidak aktif, lisosom berbentuk bulat atau lonjong dengan diameter 0,4u. Lisosom dibungkus
oleh membran yang halus. Dalam gelembung lisosom terdapat enzim hidrolisis (protease,
nuklease, glikodase, lipase, dan fosfatase). Membran sekitar lisosom mencegah enzim
hidrolitik berhubungan dengan zat lain dalam sel dan mencegah pengeluaran enzim.

3. Inti Sel
Inti sel (nucleus) sebagai pusat pengawasan sel berfungsi mengawasi reaksi kimia yang
terjadi dalam sel dan reproduksi sel. Tiap-tiap inti sel menerima satu dari dua pasang gen.
Selaput inti sel sama strukturnya dengan membrane sel, yaitu mengatur keluar masuknya zat.
Plasma inti sel lebih kental dari plsma sel sebagai tempat meredam anak inti sel (nucleolus) dan
kromatin. Fungsi inti sel mengatur pembelahan sel (pada sel yang sedang membelah diri) dan
memproduksi ribosom bersama asam nukleat yang disebut (ARN) ribosom. Pada inti sel terdapat
kromatin yang terdiri dari serat DNA yang bergabung dengan histon (protein sederhana yang
mengandung banyak gugus basa yang yang larut dalam air). Inti sel juga mengandung enzim
berupa DNA polymerase (enzim dalam sel darah putih) dan enzim yang digunakan dalam proses
glikolisis.

4. Nukleolus

Nukleolus adalah suatu struktur protein sederhana yang mengandung ARN dalam jumlah yang besar.
Nucleolus akan membesar bila sel secara aktif menyintesis protein. Gen-gen dari suatu

Anda mungkin juga menyukai