Anda di halaman 1dari 2

1.

Apakah obat yang diminta pasien sudah tepat untuk mengobati anemia yang
dialaminya? Jelaskan jawaban yang diberikan dengan menyertakan literatur
yang dapat dipertanggungjawabkan!
Jawab :

Anemia :

Berdasarkan literatur yang didapatkan bahwa kondisi yang dialami pasien dengan
anemia hipokronik mikrositik atau difisiensi besi dapat dilakukan pengobatan dengan
sediaan besi seperti fero fumarat, fero glukosat, fero sulfat, narium feredat (IONI,
2008). Untuk pengobatan anemia pasien disini diberikan Fero sulfat 300mg 3 kali
sehari diberikan sesudah makan. Walaupun penyerapan Fero sulfat paling baik ketika
perut kosong, namun sediaan ini dapat diminum setelah makan untuk mengurangi
efek samping yang terjadi pada gastrointestinal serta pertimbangan dengan melihat
riwayat penyakit pasien gastritis.

Gastritis :

Gastritis pada pasien ini dapat diobati dengan obat golongan PPI (antasida diganti,
karena antisida bersama sama dengan obat lain sebaiknya dihindari karena dapat
mengganggu absorbsi obat lain, jadi antasida dapat diganti dengan obat golongan PPI)
Obat golongan ini bekerja dengan menghambat sekresi asam lambung dengan cara
menghambat sistem enzim adenosin trifosfatase hidrogen-kalium (pompa proton) dari
sel parietal lambung.Penghambat Pompa Proton (PPI) efektif untuk pengobatan tukak
lambung (IONI,2008). Obat yang diberikan adalah Omeprazole dengan dosis 20mg 1
kali sehari diminum setelah makan.

Nyeri lutut :

Nyeri lutut yang dialami pasien yang diberi ibuprofen dapat diganti dengan celecoxib
dengan menghambat COX-2 tidak mempengaruhi COX-1, sehingga mengurangi
pembentukan sintesis prostaglandin (Medscape). Ibuprofen disini diganti dengan
pertimbangan bahwa pasien mempunyai riwayat penyakit gastritis, sehingga untuk
ibuprofen dengan efek samping pada saluran cerna yakni iritasi lambung tidak dapat
digunakan karena ditakutkan akan memperburuk kondisi gastritis pasien. Inhibitor
selektif COX-2 dapat digunakan menggantikan AINS non-selektif untuk pasien degan
resiko tinggi efek samping serius saluran pencernaan (IONI, 2008). Celecoxib dapat
diberikan untuk pengobatan nyeri lutut pada pasien dengan dosis 200mg 2 kali sehari
sebelum makan (prn).