Anda di halaman 1dari 3

LAPORAN IDENTIFIKASI RISIKO INFEKSI

PENGECATAN DINDING DAN LANGIT-LANGIT

DI SUB BAGIAN RAWAT INAP

1. Pendahuluan
Rumah sakit sebagai institusi penyedia pelayanan kesehatan berupaya untuk mencegah
risiko terjadinya infeksi pagi pasien dan petugas rumah sakit. Salah satu indikator
keberhasilan dalam pelayanan rumah sakit adalah rendahnya angka infeksi nosocomial di
rumah sakit. Untuk mencapai keberhasilan tersebut maka perlu dilakukan pengendalian
infeksi di rumah sakit termasuk pengendalian infeksi yang di timbulkan akibat
pengembangan sarana atau renovasi bangunan.

2. Tujuan
a. Menurunkan angka kejadian infeksi dan membantu mencegah serta menanggulangi
infeksi nosocomial.
b. Melakukan penilaian terhadap masalah yang ada pada renovasi agar dapat di tindak
lanjuti berdasarkan hasil skala prioritas.

3. Perencanaan
a. Tanggal : 18 – 19 November 2019
b. Lokasi : dinding dan langit – langit sub bagian rawat inap
c. Kegiatan : pengecatan dinding dan langit – langit di sub bagian rawat inap

4. Analisa ICRA
Aktivitas konstruksi bangunan berdasarkan :
a. Tipe : TIPE A
b. Kelompok risiko : Tinggi
c. Level ICRA : III
Kelompok Tipe Proyek Konstruksi
Pasien Berisiko Tipe A Tipe B Tipe C Tipe D
Rendah I II II III/IV
Sedang I II III IV
Tinggi I II III/IV IV
Sangat Tinggi II III/IV III/IV IV
d. Tipe proyek renovasi bangunan di ruang rawat inap termasuk dalam : LEVEL
III/IV.
e. Tindak pengendalian infeksi berdasar atas tingkat/ kelas infeksi ;
1) Sebelum renovasi
a) Lakukan pekerjaan dengan metode yang dapat meminimalisir debu
dari aktivitas konstruksi.
b) Petugas renovasi menggunakan APD untuk meminimalisir paparan
debu.
c) Melakukan metode yang aktif untuk mencegah debu berterbangan
dari tempatnya ke udara.
2) Selama renovasi
a) Petugas renovasi memakai APD dan baju kerja.
b) Plang pemberitahuan di area renovasi.
c) Lakukan pembersihan area dengan kain lap yang dibasahi
desinfektan untuk meminimalkan debu.
d) Letakkan alas besar di lantai saat pengecatan dinding dan langit –
langit agar cat tidak mengotori lantai.
e) Sebelum dan sesudah melakukan pekerjaan petugas renovasi
melakukan cuci tangan dan membersihkan diri.
3) Sesudah renovasi
a) Jangan melepas pemberitahuan renovasi dari area proyek sampai
selesai diperiksa oleh Tim PPI, Komite K3, dan Kepala Proyek.
b) Lepaskan penutup area renovasi secara hati – hati untuk
meminimalkan penyebaran debu dan kotoran.
c) Bersihkan area kerja dengan lap yang dibasahi desinfektan.
f. Identifikasi area sekitar proyek renovasi untuk mengkaji pengaruh potensial :
NO Kategori Unit Nama Unit Potensi Risiko Infeksi
1 Lateral samping kiri Nurse Station, HCU Bau cat, risiko terkena
cipratan cat
2 Depan Pintu masuk ruang Bau cat, risiko terkena
rawat inap cipratan cat
3 Belakan Gedung baru Bau cat, risiko terkena
cipratan cat
g. Monitoring pelaksanaan
Monitoring risiko infeksi

5. Kesimpulan
6. Renovasi pengecatan dinding dan langit – langit bias dilakukan dengan tetap
memperhatikan potensi risiko infeksi dan K3 (Kesehatan dan Keselamatan) bagi pekerja
renovasi, petugas RS, pasien dan lingkungan RS.
7. Penutup
Demikian hasil identifikasi risiko infeksi sebagai upaya Tim PPI dalam pencegahan
risiko infeksi sebelum dilakukan renovasi.

Sleman, 11 November 2019

IPCN Ketua Tim PPI Kepala Proyek

(Novik Setyaningrum, S.Kep,Ns) (dr. Nur Amini) (……………………)