Anda di halaman 1dari 7

DANA PENSIUN

1. Pendahuluan.
Dana Pensiun diselenggarakan dalam upaya memberikan jaminana kesejahteraan
pada karyawan. Jaminan tersebut diberikan dalam bentuk manfaat atau imbalan pension
pada saat karyawan tersebut memasuki masa pension atau mengalami kecelakaan.
Jaminan tersebut akan memberikan ketenangan kepada karyawan karena adanya
kepastian akan masa depannya.
Jaminan Kesejahteraan yang diberikan kepada karyawan atau keluarga secara
berkala sesuai dengan cara yang ditetapkan dalam Peraturan Dana Pensiun, yaitu
Undang-undang Nomor 11 Tahun 1992.
Di Indonesia, melalui Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak
Penghasilan dan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 250/KMK.00111985 tanggal 6
Maret 1985 telah memberikan perlakuan khusus kepada dana pensiun , sebagai salah satu
upaya dalam menegembangkan minat swasta untuk penyelenggaraan program pensiun
guna memberikan kesejahteraan dan jaminan hidup hari tua kepada karyawannya.

2. Pengertian dan Tujuan Penyelenggaraan Dana Pensiun


Pengertian
Dana pensiun sesuai dengan Undang-undang Nomor 11 Tahun 1992 adalah badan
hokum yang mengelola dan menjalankan program yang menjanjikan manfaat pensiun
bagi pesertanya. Definisi tersebut memberikan pengertian bahwa dana pensiun adalah
lembaga yang mengelola program untuk memberikan kesejahteraan kepada karyawan
suatu perusahaan terutama yang telah pension.

Tujuan Penyelenggaraan Dana Pensiun.


a. Bagi Pemberi Kerja
Dipandang dari sisi ini, tujuannya adalah sebagai berikut:
1) Kewajiban Moral
Perusahaan mempunyai kewajiban moral untuk memberikan rasa aman kepada
karyawan pada saat mencapai usia pensiun. Kewajiban moral tersebut di
wujudkan dengan memberikan jaminan ketenangan atas masa depan para
karyawan. Karyawan yang sudah memasuki masa pensiun tidak dapat dilepas
begitu saja. Krayawan masih memiliki tanggung jawab moral kepada mereka.
Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban perusahaan untuk mengikutkan atau
membentuk sendiri dana pensiun untuk para karyawan.
2) Loyalitas
Jaminan yang diberikan untuk karyawan akan memberikan dampak positive pada
perusahaan. Karyawan akan termotivasi untuk bekerja lebih baik dengan loyalitas
dan dedikasi tinggi. Loyalitas tersebut akan semakin besar dengan jaminan
keamanan yang diterima oleh karyawan.
3) Kompetisi pasar tenaga kerja
Dengan memasukkan program pensiun sebagai suatau bagian dari total
kompensasi yang diberikan kepada karyawan diharapkan perusahaan akan
memiliki daya saing dan nilai lebih dalam usaha mendapatkan karyawan yang
berkualitas dan profesional di pasaran tenaga kerja. Dengan tawaran manfaat
yang kompetitif bagi para karyawan, perusahaan akan dapat mempertahankan
karyawan yang berkualitas.
b. Bagi Karyawan
Dipandang dari sisi ini, tujuannya adalah sebagai berikut:
1) Rasa aman terhadap masa yang akan datang
Karyawan mengharapkan mendapatkan jaminan ekonomis karena penghasilan
yang ia terima memasuki masa pensiun. Harapan ini akan mempengaruhi kinerja
saat ini, pada saat ia masih produktif.
2) Kompensasi yang lebih baik
Karyawan mempunyai tambahan kompensasi meskipun baru bisa ia nikmati pada
saat mencapai usia pensiun atau berhenti kerja.

3. Asas, Fungsi, dan Norma Dana Pensiun

Asas
Dalam pengelolaan dana pensiun, pemerintah menganut beberapa asas pokok:
a. Penyelenggaraan dilakukan dengan system pendanaan
Setiap penyelenggaraan program pensiun harus dilakukan dengan pemupukan
dana sehingga cukup untuk memenuhi pembayaran hak peserta.Pemupukan dana
tersebut nersumber dari iuran dan hasil pengembangannya. Oleh karena itu,
pembentukan dana cadangan pensiun dalam perusahaan untuk membiayai
pembayaran manfaat pensiun tidak diperkenankan.
b. Pemisahan kekayaan dana pensiun dari kekayaan sendiri
Kepastian mengenai pemisahan ini diformalkan dengan pembentukan badan
hokum dana pensiun. Pengelolaan kekayaan dana pensiun dilakukan dengan
mengacu kepada ketentuan Undang-undang Dana Pensiun dan peraturan
pelaksanaannya.
c. Kesempatan untuk mendirikan dana pensiun.
Keputusan untuk membentuk dana pensiun merupakan tindak lanjut dari prakarsa
pemberi kerja yang menjanjikan manfaat pensiun bagi karyawannya.Hal pokok
yang ditekankan di sini adalah bahwa keputusan untuk menjanjikan manfaat
pensiun merupakan suatu komitmen dengan konsekuensi pembiayaan.
d. Penundaan manfaat
Pemyaran hak peserta dapat dilakukan setelah peserta pensiun. Hal ini didasarkan
pada pertimbangan bahwa penghimpunan dana dalam rangka penyelenggaraan
program pensiun dimaksudkan untuk memenuhi kewajiban pembayaran hak
peserta yang telah pensiun.
e. Pembinaan dan pengawasan
Pengelolaan dan penggunaan kekayaan dana pensiun harus dihindarkan dari
pengaruh kepentingan-kepentingan yang dapat mengakibatkan tidak tercapainya
maksud utama dari penghimpunan dana, yaitu memenuhi kewajiban pembayaran
hak peserta. Disamping pengawasan yang dilakukan oleh Direktorat Dana
Pensiun Departemen Keuangan dan pelaksanaan system laporan, pengawasan
dilakukan pula dengan memberikan informasi kepada para pesertanya.
Fungsi
Fungsi program pensiun antara lain:
a. Asuransi
Peserta yang meninggal dunia atau cacat sebelum mencapai usia pensiun dapat
diberikan uang pertanggungan atas beban bersama dari dana pensiun. Masa kerja
karywan bukan harga mati. Meskipun demikian jumlah yang diterima tidak penuh
atau lebih sedikit bila dibandingkan karyawan yang memenuhi masa kerja sesuai
dengan perhitungan semula.
b. tabungan
Himpunan iuran peserta dan iuran pemberi kerja merupakan tabungan untuk dan
atas nama pesertanya sendiri. Iuran yang dibayarkan oleh karyawan setiap bulan
dapat dilihat sebagai tabungan dari para pesertanya. Iuran tersebut adalah
konsekuensi dari manfaat yang akan di terima oleh karyawan di masa yang akan
datang.
c. Pensiun
Seluruh himpunan iuran peserta dan iuran pemberi kerja serta hasil
pengelolaannya akan di bayarkan dalam bentuk manfaat pensiun sejak bulan
pertama setelah mencapai usia pensiun selama seumur hidup peserta, dan
janda/duda peserta.

Norma.
Norma perhitungan manfaat pensiun, uang pertanggungan, nilai tunai, serta tata cara
pembayarannya ditetapkan sebagai berikut:
a. manfaat pensiun untuk peserta dan keluarganya didasarkan atas himpunan iuran
dalam cadangan wajib dari masa kepesertaan, di tambah bonus dari cadangan
bonus untuk dan atas nama peserta.
b. NIlai tunai bagi peserta yang berhenti sebelum mencapai masa kepesertaan 3
(tiga) tahun, hanya didasarkan atas himpunan iuran sendiri ditambah bonus dari
cadangan bonus.
c. Bagi peserta yang berhenti setelah 3 (tiga) tahun, perhitungan nilai tunai
didasarkan atas himpunan iuran sendiri dan iuran pemberi kerja serta bonus.
d. Pembyaran manfaat pensiun, uang pertanggungan dan senilai tunai ditujukan
kepad peserta/ahli waris peserta ditunjuk dalam Sertifikat Dana Pensiun.

4. Program Pensiun
Program pensiun adalah program yang mengupayakan manfaat pensiun bagi peserta.
Menurut Undang-undang Nomor 11 Tahun 1992, progam pensiun terdiri dari tiga
golongan:
a. Program pensiun iuaran pasti (defined contribution plan)
b. Program pensiun manfaat atau imbalan pasti (defined benefit plan)
c. Program pensiun berdasarkan keuntungan
Metode Pembiayaan Program Pensiun.
Dalam melakukan pembiayaab program pensiun umumnya di kenal dua cara, yaitu:

Metode Pay As You go (current cost metode)


Ciri-ciri metode Pay As You Go adalah:

1. Tidak terdapat ketentuan mengenai besarnya manfaat pensiun.


2. Menfaat tidak di tetapkan dan belum dejanjikan
3. pensiun merupakan bagian kecil dalam kaitannya dengan kegiatan usaha.

Metode Sistem Pendanaan (funding System)


System pendanaan dibedakan menjadi dua bentuk:

1. single premium funding (unit benefit method)


Adalah biaya setiap peserta program untuk suatu tahun tertentu ditentukan dengan
factor anuitas untuk menetapkan nilai sekarang dari pensiun tahunan peserta
setelah memperhitungkan masa kerja.

2. Level premium funding


Adalah metode pendanaan yang dirancang untuk menghindari kenaikan biaya
pensiun yang terjadi pada saat usia peserta semakin bertambah dan pada saat
kenaikan gaji.

4. Peran Dana Pensiun


Untuk memahami peran dana pensiun, perlu dilihat pada Undang-undan Nomor 11
Tahun 1992 sebagai berikut:
a. Sejalan dengan hakekat pembangunan nasional, diperlukan penghimpunan dan
pengelolaan dan guna memelihara kesinambungan penghasilahn pada hari tua
dalam rangka mewujudkan keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia.
b. Dana pensiun dapat pula menambah motivasi dan ketenangan kerja sehinnga
mendapatkan produktivitas.

Kelemahan Program Pensiun

Berdasarkan penelitian, terdapat beberapa kelemahan program yayasan dana pensiun


antara lain:

a. Belum ada ketetuan yang mengatur hal-hal mendasar untuk menjamin terpenuhinya
hak dan kewajiban para pihak penyelenggara program pensiu..
b. Pengelolaan YDP masih banyak yang kurang profesional.
c. Arahan investasi kurang jelas daan kurang konsisten terhadap pencapaian tujuan.
d. Banyak investasi dilakukan pada aktiva tetap yang kurang produktif, tidak cepat
menghasilkan.
e. Keuntungan lembaga/yayasan dana pensiun yang besar tidak diimbangi dengan
perbaikan manfaat pensiun yang sepadan.
Keunggulan Dana Pensiun
Pada umunya dana pensiun mempunyai keunggulan potensial sebagai berikut:

a. Pengelola yang ditunjuk, seyogianya profesional, setia, jujur, serta mampu menyusun
rencana dan berpikir panjang.
b. Dana dibebaskan dari pajak penghasilan dengan demikian para peseta dapat menikmati
manfaat pensiun sekurang-kurangnya 15% lebih tinggi dari manfaat program lainnya.
c. Seluruh Himpunan iuran dan hasil pengelolaan kekayaan, investasi dibagikan kepada
peserta secara prorate menurut jumlah iuran.
d. Biaya-biaya tetap lebih rendah, karena umumnya peserta secara bersama-sama melalui
mitra pendiri, pemberi kerja memiklnya sehingga akan memberikan damapk efisiensi
yang tinggi.
e. Manfaat pensiun dapat di nikmati secara berkala bulanan selama seumur hidup dengan
jumlah yang sama bagi peserta, serta anak yatim piatu dari peserta samapai berusia 25
tahun.
PEMBIAYAAN KONSUMEN
1. Pengertian
Pembiayaan konsumen adalah suatu pinjaman yang diberikan oleh suatu perusahaan
kepada debitur untuk pembelian barang dan jasa yang akan langsung di konsumsi oleh
konsumen, dan bukan untuk tujuan produksi ataupun distribusi.

2. Jenis
Atas dasar kepemilikan, perusahaan pembiayaan konsumen dapat di bedakan menjadi
tiga jenis:
1. Perusahaan pembiayaan konsumen yang merupakan anak perusahaan dari
pemasok.
Bagan mekanisme pembiayaan Konsumen bila perusahaan pembiayaan konsumen
adalah Anak Perusahaan dari Pemasok

PT. MAJU MADA


(pemasok)

Konsumen
debitur

PT Usaha Makmur
(perusahaan pembiayaan konsumen)
2. Perusahaan Pembiayaan Konsemen yang merupakan satu group usaha dengan
pemasok.
Bagan mekanisme pembiayaan Konsumen bila perusahaan pembiayaan konsumen
satu group usaha dengan anak perusahaan dari pemasok.

Metro inc.

PT. Mt FC PT. sFC


(pemasok) (perusahaan pembiayaan
konsumen)

Konsumen
debitur