Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH

LAPORAN PENELITIAN GEOGRAFI


“TANAH LONGSOR DI SUKABUMI”

PENULIS :ISTIQOMAH

KELAS : X IPS 2

SMA NEGERI 1 PADANGCERMIN

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

PROVINSI LAMPUNG

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah subhanahu wata’ala yang telah mempergantikan siang
dan malam dengan sempurna sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini
tanpa ada halangan apapun. Sholawat serta salam kami haturkan kepada tauladan
terbaik, baginda Rasulullah Muhammad SAW yang telah memperjuangkan islam
sehingga bisa sampai kepada kita saat ini.

Terlaksananya makalah ini tidak lepas dari bimbingan dan arahan dari berbagai
pihak. Untuk itu kami ucapkan terima kasih kepada segenap pihak yang telah
membantu dengan tenaga, fikiran, ide dan bahkan materi.

Penyusun sebagai manusia biasa menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari
sempurna. Oleh karenanya kami mengharapkan kesediaan bapak/ibu guru dan
pembaca sekalian untuk memberikan kritik dan saran yang membangun.

Akhir kata, semoga makalah ini dapat menambah wawasan baru bagi pembaca
sekalian.

Hanura, 10 November 2019

Penulis

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ..................................................................................... i


KATA PENGANTAR .................................................................................. ii
DAFTAR ISI ................................................................................................. iii

BAB 1 PENDAHULUAN ............................................................................ 1


A. Latar Belakang ......................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah .................................................................................... 2
C. Tujuan Penelitian ..................................................................................... 2

BAB 2 PEMBAHASAN ................................................................................ 3


A. Pengertian Tanah Longsor ...................................................................... 3
B. Penyebab Terjadinya Tanah Longsor ..................................................... 3
C. Dampak yang diakibat Terjadinya Tanah Longsor ................................. 4
D. Cara penanggulagan Terjadinya Tanah Longsor .................................... 4

BAB 3 PENUTUP ......................................................................................... 5


3.1. Kesimpulan ............................................................................................ 5
3.2. Saran ....................................................................................................... 6

Daftar Pustaka ................................................................................................ 7

iii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Longsor Sukabumi 2018 adalah Tanah longsor yang terjadi pada pada
tanggal 31 Desember 2018, di Kampung Cigarehong, Dusun Cimapag, Desa
Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Sebanyak 33 orang
yang tertimbun material tanah longsor, hingga akhir waktu pencarian, 32 orang berhasil
ditemukan meninggal dunia dan 1 orang dinyatakan hilang

Kampung Cimapag, yang berada di bawah Kasepuhan Sirnaresmi berada di lereng, dekat
dengan perbatasan Banten dan Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Sejak semula,
para penduduknya hidup secara nomaden sampai akhirnya kampung itu didirikan antara
1941-1942, dan terus berkembang. Penduduknya hidup dari pertanian dan peternakan.
Sekitar 20 tahun yang lalu, sempat terjadi longsor —ketika sawah belum begitu sebanyak
sekarang.Sejatinya, daerah yang masuk Kampung Sirnaresmi merupakan bagian dari desa
wisata yang berkontur daerah bergunung-gunung, terletak di ketinggian 300-
600 mdpl dan berjarak 23 km dari kecamatan utama, Cisolok. Selain dari bertani,
masyarakat di sini menyadap nira, pengukir bedog (sejenis golok), pandai besi, dan
pengrajin.

Pada dasarnya, Sukabumi merupakan daerah yang rawan longsor, dan bencana itulah
yang paling sering terjadi selama 10 tahun terakhir.Termasuk daerah Cimapag ini, juga
banyak dari daerah di Sukabumi yang berasal dari material gunung api muda yang belum
mengalami pemadatan sehingga bertanah gembur dan rawan longsor. Sutopo dari BNP
juga menyebut, daerah ini masuk zona merah yang rawan bencana. Terlebih lagi,
masyarakatnya masih banyak yang belum mendapat pengetahuan kebencaanaan.Selain
itu pula, lereng yang berkemiringan 30 derajat, tanah yang gembur lagi mudah menyerap
air, alih fungsi lahan dan pemakaian lahan untuk persawahan juga jadi penyebab
terjadinya longsor.Kondisi tanah yang hanya ditanami tanaman berusia singkat berupa
tanaman pertanian yang tak berakar kuat, maka itulah yang juga jadi penyebab longsor

1
B. Perumusan masalah
a. Apa itu Longsor?
b. Faktor–faktor apa sajakah yang menyebabkan terjadinya Tanah Longsor ?
c. Dampak apa yang ditimbulkan dari Bencana Alam Tanah Longsor ?
d. Bagaimana cara penanggulangannya ?

C. Tujuan
Tujuan dibuatnya Makalah ini adalah untuk menyelesaikan tugas yang telah
diberikan pada mata pelajaran Geografi. Selain itu penyusunan ini juga untuk
membuka jendela pengetahuan tentang permasalahan yang ada saat ini

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Bencana Tanah Longsor

Longsoran atau tanah longsor adalah suatu peristiwa geologi yang


merupakan salah satu jenis gerakan massa tanah atau batuan, ataupun percampuran
keduanya, menuruni atau keluar lereng akibat dari terganggunya kestabilan tanah
atau batuan penyusun lereng tersebut. Tanah longsor terjadi karena ada gangguan
kestabilan pada tanah/batuan penyusun lereng. yang terjadi karena pergerakan masa
batuan atau tanah dengan berbagai tipe dan jenis seperti jatuhnya bebatuan atau
gumpalan besar tanah.

B. Sebab terjadinya tanah longsor

Secara umum kejadian longsor disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor
pendorong dan faktor pemicu. Faktor pendorong adalah faktor-faktor yang
memengaruhi kondisi material sendiri, sedangkan faktor pemicu adalah faktor yang
menyebabkan bergeraknya material tersebut. Meskipun penyebab utama kejadian
ini adalah gravitasi yang memengaruhi suatu lereng yang curam, namun ada pula
faktor-faktor lainnya yang turut berpengaruh :
 Erosi yang disebabkan sungai-sungai atau gelombang laut yang menciptakan
lereng-lereng yang terlalu curam
 Lereng dari bebatuan dan tanah diperlemah melalui saturasi yang diakibatkan
hujan lebat
 Gempa Bumi menyebabkan tekanan yang mengakibatkan longsornya lereng-
lereng yang lemah
 Gunung Berapi menciptakan simpanan debu yang lengang, hujan lebat dan
aliran debu-debu
 Getaran dari mesin, lalu lintas, penggunaan bahan-bahan peledak, dan bahkan
petir
 Berat yang terlalu berlebihan, misalnya dari berkumpulnya hujan atau salju.

3
C. Dampak yang diakibatkan tanah longsor

Dampak yang diakibatkan oleh bencana tanah longsor adalah korban meninggal
dan hancurnya rumah yang tertimpa longsoran tanah. Dampak negative yang lain yaitu
rusaknya lahan hutan dan pertanian yang berada dilokasi tanah longsor. Akibat
longsoran tanah kadang menutup badan jalan sehingga terhambatnya arus lalu lintas
yang menghubungkan ke wilayah yang lain.

D. Cara penanggulangan bencana tanah longsor

a. Hindarkan daerah rawan bencana untuk pembangunan pemukiman dan fasilitas


utama lainnya.
b. Mengurangi tingkat keterjalan lereng.
c. Meningkatkan/memperbaiki dan memelihara drainase baik air permukaan maupun
air tanah. Fungsi drainase adalah untuk menjauhkan airn dari lereng, menghidari
air meresap ke dalam lereng atau menguras air ke dalam lereng ke luar lereng.
Jadi drainase harus dijaga agar jangan sampai tersumbat atau meresapkan air ke
dalam tanah.
d. Pembuatan bangunan penahan, jangkar (anchor) dan pilling.
e. Terasering dengan sistem drainase yang tepat (drainase pada teras - teras dijaga
jangan sampai menjadi jalan meresapkan air ke dalam tanah).
f. Penghijauan dengan tanaman yang sistem perakarannya dalam dan jarak tanam
yang tepat (khusus untuk lereng curam, dengan kemiringan lebih dari 40 derajat
atau sekitar 80% sebaiknya tanaman tidak terlalu rapat serta diseling-selingi
dengan tanaman yang lebih pendek dan ringan , di bagian dasar ditanam rumput).
g. Mendirikan bangunan dengan fondasi yang kuat.
h. Melakukan pemadatan tanah disekitar perumahan.
i. Pengenalan daerah rawan longsor.
j. Pembuatan tanggul penahan untuk runtuhan batuan (rock fall).
k. Penutupan rekahan di atas lereng untuk mencegah air masuk secara cepat kedalam
tanah.
l. Pondasi tiang pancang sangat disarankan untuk menghindari bahaya liquefaction.
m. Utilitas yang ada didalam tanah harus bersifat fleksibel.
n. Dalam beberapa kasus relokasi sangat disarankan.

4
BAB III

PENUTUP

3.1. Simpulan

Longsoran atau tanah longsor adalah suatu peristiwa geologi yang merupakan salah
satu jenis gerakan massa tanah atau batuan, ataupun percampuran keduanya,
menuruni atau keluar lereng akibat dari terganggunya kestabilan tanah atau batuan
penyusun lereng tersebut. Tanah longsor terjadi karena ada gangguan kestabilan
pada tanah/batuan penyusun lereng. yang terjadi karena pergerakan masa batuan
atau tanah dengan berbagai tipe dan jenis seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan
besar tanah.

Secara umum kejadian longsor disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor
pendorong dan faktor pemicu. Faktor pendorong adalah faktor-faktor yang
memengaruhi kondisi material sendiri, sedangkan faktor pemicu adalah faktor yang
menyebabkan bergeraknya material tersebut. Meskipun penyebab utama kejadian
ini adalah gravitasi yang memengaruhi suatu lereng yang curam, namun ada pula
faktor-faktor lainnya yang turut berpengaruh :
 Erosi yang disebabkan sungai-sungai atau gelombang laut yang menciptakan
lereng-lereng yang terlalu curam
 Lereng dari bebatuan dan tanah diperlemah melalui saturasi yang diakibatkan
hujan lebat
 Gempa Bumi menyebabkan tekanan yang mengakibatkan longsornya lereng-
lereng yang lemah
 Gunung Berapi menciptakan simpanan debu yang lengang, hujan lebat dan
aliran debu-debu
 Getaran dari mesin, lalu lintas, penggunaan bahan-bahan peledak, dan bahkan
petir
 Berat yang terlalu berlebihan, misalnya dari berkumpulnya hujan atau salju.

5
3.2. Saran

Bencana bisa terjadi kapan saja dan dimana saja, namun kita harus mengetahui
jenis-jenis bencana, sebab-sebab yang menimbulkan bencana dan akibat-akibat
yang ditimbulkannya.

Saran-saran, saya sampaikan kepada semua pihak untuk mengantisipasi dan


penanggulangan bencana agar tidak menimbulkan kerusakan lingkungan hidup,
korban meninggal dan kerugian harta benda yang besar.

1. Peran serta masyarakat sangat dibutuhkan dalam penyelamatan dan


pelestarian lingkungan, karena sebagian bencana yang terjadi diakibatkan oleh
kerusakan lingkungan.
2. Sedapat mungkin tidak tinggal di tempat atau daerah rawan bencana, agar
tidak terjadi korban dan kerugian yang besar.
3. Masyarakat pada umumnya harus mengetahui baik melalui Media Elektronik
( radio, TV dan Internet ) maupun Media Cetak ( buku literature, surat kabar,
majalah ) tentang bencana-bencana yang terjadi dan bagaimana cara
mengatasi atau menyelamatkan diri.

6
DAFTAR PUSTAKA

1. http://id.wikipedia.org/wiki/Bencana_alam
2. http://id.wikipedia.org/wiki/Bencana_alam
3. http://rovicky.wordpress.com/2010/10/18/banjir-bandang-bagaimana-terjadinya/
4. http://id.wikipedia.org/wiki/Tanah_longsor