Anda di halaman 1dari 27

Makalah

INSTALASI MOTOR LISTRIK


Pengoperasian Motor Listrik 3 Fase Putar kanan - Putar kiri
(Forward - Reverse)
Otomatis

Anggota kelompok :
1. Dwi Selvi A. (32)
2. Dwi Suci N. (33)
3. Elham Defano D. S (34)

SMK Negeri 1 Geneng


Tahun pelajaran 2019 - 2020
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan yang maha Esa, karena berkat ridho
dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan laporan uji kompetensi. Laporan uji
kompetensi ini di susun sebagai salahsatu bukti bahwa saya telah mengikuti Ujian
Nasional praktek bidang keahlian Tehnik Mekatronika.

Saya sadar selaku sebagai penulis laporan bahwa dalam penulisan laporan uji
kompetensi ini masih terdapat banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan, ini di
karenakan keterbatasan wawasan dan pengetahuan yang dimiliki saya. Untuk itu, saran,
gagasan, dan kritik yang bersifat membangun sangat penulis harapkan untuk koreksi dan
perbaikan laporan ini. Pada kesempatan kali ini penulis mengucapkan terimakasih yang
sebesar-besarnya kepada:

 Drs. SUTOPO, M.Pd. ,selaku Kepala SMK Negeri 1 Geneng.


 NURICKWAN,selaku guru pembimbing.
 Bapak / Ibu Orang Tua Penulis , selaku orang tua penulis.
 Teman- teman penulis yang tidak bisa disebutkan satu persatu.dan semua pihak.
 Terlepas dari kekurangan dan keterbatasan materi yang ada dalam laporan ini,
mudah-mudahan laporan ini bermanfaat bagi penulis khususnya dan semua pembaca
pada umumnya.

Geneng, Oktober 2019

Penulis
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

HALAMAN PENGESAHAN
………………………………………………………………………………………………………
………………i

KATA PENGANTAR………………………………………………………….ii

DAFTAR ISI……………………………………………………………………iii

BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang……………………………………………………….1
Rumusan Masalah……………………………………………………2
Batasan Masalah……………………………………………………..2
Tujuan…………………………………………………………..……3
BAB II TINJAUAN MATERI

2.1 Listrik 3 phase ……………………………………………….………4

2.2 Motor Listrik…………………………………………………………5

2.3 Teori Motor Induksi………………………………………………….8

2.4 Kabel Listrik………………………………………………………….9

2.5 Kontaktor……………………………………………………………12

2.5.1 Prinsip Kerja……………………………………………………15

2.5.2 Karakteristik……………………………………………………16

2.5.3 Aplikasi………………………………………………………….18

2.6 Push Button……………………………………………………….…19

2.7 Thermal Overload……………………………………………………20

2.8 MCB (miniature circuit breaker)………………….………………….22

2.9 Tespen………………………………………………………………..25
2.10 Obeng…………………………………………………….…………26

2.11 Tang…………………………………………………………………26

2.11.1 Tang Kombinasi……………………………………………..26

2.11.2 Tang Kupas………………………………………………….27

2.11.3 Tang Potong…………………………………………………27

2.11.4 Tang Skun……………………………………………………28

REPORT THIS AD

2.11.5 Tang Buaya………………………………………………….28

BAB III PEMBAHASAN

3.1 Alat dan Bahan………………………………………………….…..28

3.1.1 Tabel Alat……………………………………………………….30

3.1.2 Tabel Bahan…………………………………………………….30

3.2 Kontrol Putar Kanan Kiri Motor 3 Fasa………………………….…29

3.3 Cara Pemasangan……………………………………………………35

BAB IV PENUTUP

4.1 Kesimpulan………………………………………………………..…36

4.2 Saran…………………………………………………………………36

DAFTAR RUJUKAN
BAB I

PENDAHULUAN

 Latar Belakang

Semakin majunya teknologi membuat manusia dituntut untuk melakukan kegiatan secara
cepat dan tepat dengan menggunakan perlatan yang canggih sehingga manusia mampu melakukan
pekerjaanya dengan baik dan lebih mudah, seperti halnya didalam dunia industri yang juga
memerlukan alat yang canggih. Motor listrik merupakan salah satu peralatan yang digunakan
untuk menggerakkan mesin yang ada di industri, motor tersebut dapat bergerak memutar ke kanan
dan ke kiri (forward reverse) yang bisanya digunakan untuk menggerakkan berbagai macam mesin
yang ada di dalam dunia industri.
Didalam dunia industri terdapat berbagai macam mesin salah satunya adalah konveyor yang
merupakan alat yang dapat memindahkan barang yang berat dengan cepat, menggunakan tenaga
gerakkan motor, putaran motor sendiri diperlukan untuk memutar ke depan maupun ke belakang
oleh karena itu rangkaian kontrol motor forward reverse sangat diperlukan guna mempermudah
barang agar dapat bergerak susai dengan yang diinginkan.
Oleh karena itu penulis melakukan praktik rangkaian motor listrik forward reverse dan
penulisan laporan dari hasil praktik adalah sebagai bukti bahwasannya penulis telah melakukan uji
kompetensi tersebut, selain itu penulis juga dapat mengerti berbagai komponen dan beberapa
faktor hal yang menjadi kendala didalam pemasangan rangkaian kontrol motor forward reverse
yang sering digunakan didalam dunia industri tersebut.
Dalam laporan ini penulis akan memperjelas rangkaian kontrol motor forward reverse ,
beberapa komponen listrik yang digunakan didalam kontrol tersebut dan bagiamana cara agar
motor listrik dari rangkaian tersebut dapat aman dalam penggunaannya sehingga dapat dipelajari
dan dimengerti oleh pembaca dan pembaca mampu membuat rangkain kontrol motor forward
reverse dengan baik.

 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi tersebut diatas, diajukan rumusan masalah
sebagai berikut :

1. Bagaimana melakukan wiring kontrol motor listrik putar kanan dan putar kiri (forward
reverse)?
2. Bagaimana kegunaan berbagai komponen dalam pemasangan kontrol motor listrik
(forward reverse)?
3. Bagaimana prinsip kerja motor listrik forward reverse ?
4. Bagaimana merangkai rangkaian motor 3 phase forward reverse dengan prinsip k3 ?
5. Bagaimana cara pemasangan Rangkaian kontrol motor 3 phase forward reverse ?

 Pembatasan Masalah
Beberapa masalah yang teridentifikasi dalam uji kompetensi kejuruan yang akan di hadapi
oleh penulis dalam pemasangan rangkaian kontrol motor forward reverse adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana instalasi pengecekkan komponen listrik yang digunakan.
2. Bagaimana instalasi pemasangan komponen.
3. Bagaimana instalasi perakitan kontrol motor forward reverse dengan prinsip k3.
4. Dalam hal ini lingkup permasalahan akan dibatasi, yaitu membahas masalah rangkaian
kontrol motor 3 fasa forward reverse baik komponen listriknya dan beberapa kerumitan
rangkaian yang akan dipasang.

 Tujuan
Tujuan dari pembutan laporan ini dari hasil uji praktek kejuruan yang dilakukan penulis
adalah sebagai berikut:
1. Penulis dapat mengerti prinsip kerja motor listrik 3 fasa dengan sistem kontrol forward
reverse.
2. Penulis juga dapat merangkai sistem kontrol motor listrik 3 fasa dengan sistem kontrol
forward reverse dengan baik dan benar.
3. Penulis juga dapat memberikan bukti tertulis bahwasannya penulis telah melaksanakan uji
kompetensi kejuruan.
4. Penulis dapat mengerti berbagai komponen listrik 3 fasa yang digunakan dalam
pemasangan rangkain kontrol motor 3 fasa dengan baik.
5. Penulis juga dapat mendapat pengalaman teknik sehingga memperoleh sertifikasi industri
dari tim penguji dunia industri.
6. Penulis dapat mengetahui permasalahan-permasalahan yang akan dihadapai dalam
rangkaian motor listrik 3 fasa forward reverse.
7. Penulis dapat merangkai rangkaian motor 3 phase forward reverse dengan prinsip k3.
BAB II

PEMBAHASAN

 Listrik 3 Fasa
Pada istilah umum di Indonesia, sistem 3 fasa ini lebih familiar dengan nama sistem R-S-T.
karena memang umumnya menggunakan simbol “R”, “S” , “T” untuk tiap penghantar fasanya
serta simbol “N” untuk penghantar netral.

Gambar 2.1 Arus Listrik 3 Phase

Listrik 3 fasa adalah listrik AC (alternating current) yang menggunakan 3 penghantar yang
mempunyai tegangan sama Berikut adalah kekurangan dan kelebihan sistem 3 fasa.
Kekurangan sistem 3 fasa:
 Mahal
 Waktu yang di perlukan lebih lamadalam proses wairing
 Lebih bahaya karena bertegangan sangat tinggi
 Kelebihan sistem 3 fasa:
 Tegangan besar
 Teganganya dibagi menjadi 3 Penghantar yaitu R,S,T
Hampir seluruh perusahaan tenaga listriknya menggunakan sistem listrik 3 fasa ini. Sistem
ini diperkenalkan dan dipatenkan oleh Nikola Tesla pada tahun 1887 dan 1888. Sistem ini secara
umum lebih ekonomis bagi industri dalam penghantaran daya listrik, dibanding dengan sistem 2
fasa atau 1 fasa, dengan ukuran penghantar yang sama. Karena sistem 3 fasa dapat menghantarkan
daya listrik yang lebih besar. Dan juga peralatan listrik yang besar, seperti motor-motor listrik,
lebih powerful dengan sistem ini.

2.2 Motor Listrik

Motor listrik adalah sebuah perangkat elektromagnetis yang mengubah energi listrik
menjadi energi mekanik. Energi mekanik ini digunakan untuk, misalnya, memutar impeller
pompa, fan atau blower, menggerakan kompresor, mengangkat bahan, dll.
Motor listrik digunakan juga di rumah (mixer, bor listrik, fan angin) dan di industri. Motor
listrik kadangkala disebut “kuda kerja” nya industri sebab diperkirakan bahwa motor-motor
menggunakan sekitar 70% beban listrik total di industri.
Motor listrik modern tersedia dalam berbagai bentuk: motor satu fasa, motor tiga fasa,
motor sinkron, motor tak sinkron, motor dengan dua kecepatan dan lain-lain. Masing-masing
memiliki karakter tersendiri. Agar motor dapat berumur panjang, biasanya motor dibuat kedap air
dan kedap terhadap partikel debu.
Agar motor tidak mengalami panas berlebih, motor biasanya dilengkapi sistem pendingin.
Pendinginan motor juga berbeda-beda, mulai dari yang sederhana yaitu berupa pendinginan
sendiri sampai dengan pendinginan khusus seperti direndam dalam air atau minyak pendingin.

Gambar 2.2 Motor Listrik.

Motor listrik pada dasarnya memiliki dua bagian yaitu stator dan rotor. Stator adalah bagian
yang stationer (tidak berputar), terdiri dari sejumlah gulungan magnet listrik yang diatur
sedemikian rupa untuk membentuk silinder yang berongga dengan masing- masing kutub
menghadap ke tengah silinder.
Rotor adalah bagian yang berputar, juga terdiri sejumlah gulungan magnet listrik yang
disusun di sekitar sebuah silinder yang tiap kutubnya saling berhadapan dengan kutub magnet
pada stator. Rotor ditempatkan di dalam stator. Tujuan susunan ini adalah untuk memutar rotor dan
apa saja yang terhubung dengan sumbu rotor.

Gambar 2.3 Lilitan Rotor dan Stator

Gambar 2.4 Stator dan Rotor Motor Listrik.

Fungsi komponen – komponen pada motor listrik :

 Kipas rotor
Sebagai pendingin mesin agar tidak mengalami panas berlebih (overheat) pada saat mesin
digunakan.
 Rotor
Bagian yang berputar, berbentuk silinder dan terdiri dari magnet yang kutubnya saling
berhubungan dengan stator.
 Stator
Bagian yang diam, rumah dari rotor atau tempat rotor berputar. Terdiri dari sejumlah gulungan
magnet listrik, yang dibentuk sedemikian rupa sehingga membentuk silinder agar kutub saling
berhadapan dengan kutub rotor.
 Poros
Batang besi yang berbentuk silinder panjang, sebagai tempat atau tumpuan rotor untuk berputar.
 Belitan stator
Terdiri atas lilitan tembaga, sebagai penghantar listrik yang akan di alirkan pada stator untuk
mengaktifkan magnet-magnet listrik.
 Bearing
Sebagai tempat atau tumpuan poros, dan berfungsi agar putaran lancar dan tidak macet.
 Terminal
Sebagai tempat dari sumber tenaga listrik yang didapat. Dan yang akan digunakan untuk
memenuhi kebutuhan listrik mesin.
 Teori Motor Induksi

Gambar 2.5 Motor Induksi Tiga Fasa

Motor induksi tiga fasa merupakan motor elektrik yang paling banyak digunakan dalam
dunia industri. Salah satu kelemahan motor induksi yaitu memiliki beberapa karakteristik
parameter yang tidak linier, terutama resistansi rotor yang memiliki nilai yang bervariasi untuk
kondisi operasi yang berbeda, sehingga tidak dapat mempertahankan kecepatannya secara konstan
bila terjadi perubahan beban. Oleh karena itu untuk mendapatkan kecepatan yang konstan dan
peformansi sistem yang lebih baik terhadap perubahan beban dibutuhkan suatu pengontrol
Motor induksi 3 fasa adalah alat penggerak yang paling banyak digunakan dalam dunia
industri. Hal ini dikarenakan motor induksi mempunyai konstruksi yang sederhana, kokoh,
harganya relatif murah, serta perawatannya yang mudah, sehingga motor induksi mulai menggeser
penggunaan motor DC pada industri. Motor induksi memiliki beberapa parameter yang bersifat
non-linier, terutama resistansi rotor, yang memiliki nilai bervariasi untuk kondisi operasi yang
berbeda. Hal ini yang menyebabkan pengaturan pada motor induksi lebih rumit dibandingkan
dengan motor DC.
Salah satu kelemahan dari motor induksi adalah tidak mampu mempertahankan
kecepatannya dengan konstan bila terjadi perubahan beban. Apabila terjadi perubahan beban maka
kecepatan motor induksi akan menurun. Untuk mendapatkan kecepatan konstan serta
memperbaiki kinerja motor induksi terhadap perubahan beban, maka dibutuhkan suatu pengontrol.
Penggunaan motor induksi tiga fasa di beberapa industri membutuhkan performansi yang tinggi
dari motor induksi untuk dapat mempertahankan kecepatannya walaupun terjadi perubahan beban.
Salah satu contoh aplikasi motor induksi yaitu pada industri kertas. Pada industri kertas ini untuk
menghasilkan produk dengan kualitas yang baik, dimana ketebalan kertas yang dihasilkan dapat
merata membutuhkan ketelitian dan kecepatan yang konstan dari motor penggeraknya, sedangkan
pada motor induksi yang digunakan dapat terjadi perubahan beban yang besar.
2.3.1 Putaran Motor
Dalam dunia industri yang menggunakan motor-motor listrik (umumnya menggunakan
motor induksi), inverter berfungsi untuk mengatur kecepatan motor tersebut. Kecepatan motor
induksi ditentukan oleh frekuensi tegangan dan jumlah kutub motor, seperti yang dijelaskan dalam
rumus menghitung putaran motor atau rpm:

n = 120 × f ÷ p

dimana:
n = jumlah putaran, dalam satuan rpm
f = frekuensi, dalam satuan Hz
p = jumlah kutub
Jumlah kutub motor telah ditentukan oleh pabrikan saat dibuat, dan frekuensi tegangan telah
ditetapkan oleh penyedia jaringan listrik, seperti PLN yang menetapkan frekuensi tegangan
sebesar 50 Hz, sehingga praktis putaran motor relatif tetap.

Contoh perhitungan:
Diketahui motor dengan daya 1,5 KW dan mempunyai jumlah kutub 4, berapakah jumlah putaran
atau rpm motor tersebut?
Penyelesaian:
n = 120 × f ÷ p = 120 × 50 ÷ 4 = 1500 rpm

pada frekuensi 30 Hz, maka rpm motornya sebesar


n = 120 × f ÷ p = 120 × 30 ÷ 4 = 900 rpm
pada frekuensi 20 Hz, maka rpm motornya sebesar
n = 120 × f ÷ p = 120 × 20 ÷ 4 = 600 rpm
pada frekuensi 10 Hz, maka rpm motornya sebesar
n = 120 × f ÷ p = 120 × 10 ÷ 4 = 300 rpm

 Kabel Listrik
Kabel listrik adalah suatu penghantar listrik yang terbungkus isolasi, ada yang berinti
tunggal atau banyak, ada yang kaku atau berserabut, ada yang dipasang di udara atau di dalam
tanah, danmasing-masing digunakan sesuai dengan kondisi pemasangannya.Kabel instalasi yang
biasa digunakan pada instalasi penerangan, jenis kabel yangbanyak digunakan dalam instalasi
rumah untuk pemasangan tetap ialah NYA dan NYM. Pada penggunaannya kabel NYA
menggunakan pipa untuk melindungi secara mekanis ataupun melindungi dari air dan kelembapan
yang dapat merusak kabel tersebut. Penjelasan jenis-jenis kabel adalah sebagai berikut :

 Kabel NYA
Kabel NYA hanya memiliki satu penghantar berbentuk pejal. Kabel ini pada umumnya
digunakan pada instalasi rumah. Dalam pemakaiannya pada instalasi listrik harus menggunakan
pelindung dari pipaunion atau paralon/PVC ataupun pipa fleksibel.

Gambar 2.6 Kabel NYA

 Kabel NYM
Sedangkan kabel NYM adalah kabel yang memiliki beberapa penghantar dan memiliki
isolasi luar sebagai pelindung. Penghantar dalam pemasangan pada instalasi listrik boleh tidak
menggunakan pelindung pipa. Namun untuk memudahkan saat peggantian kabel/revisi,
sebaliknyapada pemasangan dalam dinding/beton menggunakan selongsong pipa.

Gambar 2.7 Kabel NYM

 Kabel NYY
Kabel tanah thermoplastik tanpa perisai seperti NYY biasanya digunakan untuk kabel
tenaga pada industri. Kabel ini juga dapat ditanam dalam tanah dengan syarat
diberikanperlindungan terhadap kemungkinan kerusakan mekanis.Perlindungannya bisa berupa
pipa atau pasir dan di atasnya diberi batu.

Gambar 2.8 Kabel NYY

Penggunaan utama NYY sebagai kabel tenaga adalah untuk instalasi industri di dalam
gedung maupun di alam terbuka, di saluran kabel dan dalam lemari hubung bagi,
apabiladiperkirakan tidak akan ada gangguan mekanis. NYY dapat juga ditanam di dalam
tanahasalkan diberi perlindungan secukupnya terhadap kemungkinan terjadinya kerusakanmekanis
Didalam dunia industri ada beberapa tipe dan ukuran kabel yang digunakan sebagai batas
kemampuan kabel untuk mengalirkan tegangan listrik, berikut adalah beberapa ukuran kabel
beserta batas kemampuan kabel dalam mengalirkan tegangan listrik :
 Kabel ukuran 0.75 mm2 dapat dialiri arus maksimal 5 Ampere.
 Kabel ukuran 1.5 mm2 dapat dialiri arus maksimal 10 Ampere.
 Kabel ukuran 2.5 mm2 dapat dialiri arus maksimal 16 Ampere.
 Kabel ukuran 4.0 mm2 dapat dialiri arus maksimal 20 Ampere.
 Kabel ukuran 6.0 mm2 dapat dialiri arus maksimal 30 Ampere.
 Kabel ukuran 10.0 mm2 dapat dialiri arus maksimal 50 Ampere.

 Kontaktor Magnet

Gambar 2.9 Kontaktor

Kontaktor atau sakelar magnet adalah sakelar yang bekerja berdasarkan kemagnetan.
Artinya sakelar ini bekerja bila ada gaya kemagnetan. Magnet berfungsi sebagai penarik dan
pelepas kontak-kontak. Sebuah kontaktor harus mampu mengalirkan arus dan memutuskan arus
dalam keadaan kerja normal. Arus kerja normal ialah arus yang mengalir selama pemutusan tidak
terjadi. Sebuah kontaktor kumparan magnetnya (coil) dapat dirancang untuk arus searah (arus DC)
atau arus bolak-balik (arus AC). Kontaktor arus AC ini pada inti magnetnya dipasang cincin
hubung singkat, gunanya adalah untuk menjaga arus kemagnetan agar kontinu sehingga kontaktor
tersebut dapat bekerja normal. Sedangkan pada kumparan magnet yang dirancang untuk arus DC
tidak dipasang cincin hubung singkat.
Kontaktor adalah sebuah komponen yang berfungsi sebagai penghubung/ kontak dengan
kapasitas yang besar dengan menggunakan daya minimal. Dapat dibayangkan MC adalah relay
dengan kapasitas yang besar. Umumnya MC terdiri dari 3 pola kontak utama dan kontak bantu
(aux. contact).Untuk menghubungkan kontak utama hanya dengan cara memberikan tegangan
pada koil MC sesuai spesifikasinya.

Sebuah Kontaktor Magnet Terdiri Dari :


 Kumparan / Koil.
Kumparan / Koil adalah lilitan yang apabila di aliri Arus / tegangan maka akan terjadi
magnetisasi yang akan menarik kontak – kontaknya sehingga input & output pada kontak NO
akan terhubung & sebaliknya untuk kontak NC akan terputus / tidak terhubung.
Kontaktor akan bekerja normal bila tegangannya mencapai 85 % dari tegangan kerja, bila
tegangan turun kontaktor akan bergetar. Apabila pada kumparan kontaktor diberi tegangan terlalu
tinggi / tidak sesuai dengan spesifikasi maka akan menyebabkan berkurangnya umur / merusak
kumparan kontaktor. Tetapi bila tegangan yang diberikan terlalu rendah maka akan menimbulkan
tekanan antara kontak-kontak dari kontaktor menjadi berkurang yang nantinya dapat menimbulkan
bunga api pada permukaannya serta dapat merusak kontak-kontaknya.

 Beberapa Kontak NO (Normally Open)


Normally Open bekerja bila coil contactor atau relay dalam keadaan tak terhubung arus
listrik, kontak internalnya dalam kondisi terbuka atau tak terhubung.

 Beberapa Kontak NC (Normally Close)


Normally Close bekerja kebalikan dari normally open dimana bila coil contactor atau relay
dalam keadaan tak terhubung arus listrik, kontak internalnya dalam kondisi tertutup atau
terhubung.

Kontak pada kontaktor terdiri dari :

 Kontak Utama ( Digunakan Untuk Rangkaian Daya )


Kontak Bantu ( Digunakan Untuk Rangkaian Pengontrol / Pengunci )
Agar penggunaan kontaktor dapat disesuaikan dengan beban yang akan dikontrol, maka pada
setiap kontaktor selalu dilengkapi dengan plat nama yang berisikan data-data mengenai :
1. Perusahaan pembuat kontaktor.
2. Nomor seri pembuatan.
3. Tegangan nominal beban.
4. Tegangan kerja kontaktor.
5. Kemampuan arus yang dapat dialirkan.
6. Kelas operasi.

 Prinsip Kerja
Sebuah kontaktor terdiri dari koil, beberapa kontak Normally Open ( NO ) dan beberapa
Normally Close ( NC ). Pada saat satu kontaktor normal, NO akan membuka dan pada saat
kontaktor bekerja, NO akan menutup. Sedangkan kontak NC sebaliknya yaitu ketika dalam
keadaan normal kontak NC akan menutup dan dalam keadaan bekerja kontak NC akan membuka.
Koil adalah lilitan yang apabila diberi tegangan akan terjadi magnetisasi dan menarik kontak-
kontaknya sehingga terjadi perubahan atau bekerja. Kontaktor yang dioperasikan secara
elektromagnetis adalah salah satu mekanisme yang paling bermanfaat yang pernah dirancang
untuk penutupan dan pembukaan rangkaian listrik maka gambar prinsip kerja kontaktor magnet
dapat dilihat pada gambar berikut :

Gambar 2.10 Simbol-simbol kontaktor magnet

Kontaktor termasuk jenis saklar motor yang digerakkan oleh magnet seperti yang telah
dijelaskan di atas. Bila pada jepitan a dan b kumparan magnet diberi tegangan, maka magnet akan
menarik jangkar sehingga kontak-kontak bergerak yang berhubungan dengan jangkar tersebut ikut
tertarik. Tegangan yang harus dipasangkan dapat tegangan bolak balik ( AC ) maupun tegangan
searah ( DC ), tergantung dari bagaimana magnet tersebut dirancangkan. Untuk beberapa
keperluan digunakan juga kumparan arus ( bukan tegangan ), akan tetapi dari segi produksi lebih
disukai kumparan tegangan karena besarnya tegangan umumnya sudah dinormalisasi dan tidak
tergantung dari keperluan alat pemakai tertentu.

 Karakteristik
Spesifikasi kontaktor magnet yang harus diperhatikan adalah kemampuan daya kontaktor
ditulis dalam ukuran Watt / KW, yang disesuaikan dengan beban yang dipikul, kemampuan
menghantarkan arus dari kontak – kontaknya, ditulis dalam satuan ampere, kemampuan tegangan
dari kumparan magnet, apakah untuk tegangan 127 Volt atau 220 Volt, begitupun frekuensinya,
kemampuan melindungi terhadap tegangan rendah, misalnya ditulis ± 20 % dari tegangan kerja.
Dengan demikian dari segi keamanan dan kepraktisan, penggunaan kontaktor magnet jauh lebih
baik dari pada saklar biasa.

Gambar 2.11 Cara Kerja Kontak

Relay dianalogikan sebagai pemutus dan penghubung seperti halnya fungsi pada tombol
(Push Button) dan saklar (Switch)., yang hanya bekerja pada arus kecil 1A s/d 5A. Sedangkan
Kontaktor dapat di analogikan juga sebagai sebagai Breaker untuk sirkuit pemutus dan
penghubung tenaga listrik pada beban. Karena pada Kontaktor, selain terdapat kontak NO dan NC
juga terdapat 3 buah kontak NO utama yang dapat menghubungkan arus listrik sesuai ukuran yang
telah ditetapkan pada kontaktor tersebut. Misalnya 10A, 15A, 20A, 30A, 50Amper dan seterusnya.
Seperti pada gambar dibawah ini.

Gambar 2.12 Gambar Kontak MC

Gambar 2.13 Cara Kerja MC

 Aplikasi
Keuntungan penggunaan kontaktor magnetis sebagai pengganti peralatan kontrol yang
dioperasikan secara manual meliputi hal :
Pada penangan arus besar atau tegangan tinggi, sulit untuk membangun alat manual yang
cocok. Lebih dari itu, alat seperti itu besar dan sulit mengoperasikannya. Sebaliknya, akan relatif
sederhana untuk membangun kontaktor magnetis yang akan menangani arus yang besar atau
tegangan yang tinggi, dan alat manual harus mengontrol hanya kumparan dari kontaktor.Kontaktor
memungkinkan operasi majemuk dilaksanakan dari satu operator (satu lokasi) dan diinterlocked
untuk mencegah kesalahan dan bahaya operasi.Pengoperasian yang harus diulang beberapa kali
dalam satu jam, dapat digunakan kontaktor untuk menghemat usaha. Operator secara sederhana
harus menekan tombol dan kontaktor akan memulai urutan event yang benar secara
otomatis.Kontaktor dapat dikontrol secara otomatis dengan alat pilot atau sensor yang sangat
peka.Tegangan yang tinggi dapat diatasi oleh kontaktor dan menjauhkan seluruhnya dari operator,
sehingga meningkatkan keselamatan / keamanan instalasi.Dengan menggunakan kontaktor
peralatan kontrol dapat dipasangkan pada titik-titik yang jauh. Satu-satunya ruang yang diperlukan
dekat mesin adalah ruangan untuk tombol tekan.Dengan kontaktor, kontrol otomatis dan semi
otomatis mungkin dilakukan dengan peralatan seperti kontrol logika yang dapat diprogram seperti
Programmable Logic Controller (PLC).

2.5.4 Cara Menghitung Ampere pada MCB

Misalnya jika terjadi short circuit atau hubung pendek atau konslet (karena pada saat
terjadi short, arus listrik akan melonjak naik), maka MCB akan jatuh / trip atau mati dengan
sendirinya atau secara otomatis. Sebagai pembatas beban, MCB dipasang bersama KWH meter
dan disegel oleh PLN biasanya bertuas warna biru. Sedang untuk pengaman instalasi listrik di
dalam alat ini bertugas menggantikan sekring biasanya warna hitam pada tuasnya. Untuk
pengoperasiannya sangat sederhana yakni menggunakan tuas naik (on) dan turun (off).Ukuran
MCB sama seperti sekring ada 2Ampere, 4A, 6A, 10A, 16A, 20A, 25A, 32A, 40A, 50A dan 63A.
MCB terdapat berbagai jenis untuk berbagai macam kebutuhan pemutusan arus listrik. Menurut
phasa, ada 1phasa, 2phasa, 3phasa, dan menurut jenis peralatan yang akan diproteksi misal:
instalasi motor 3phasa, instalasi tenaga, dan lain-lain, masing-masing berbeda jenis dan ratingnya.

Kebutuhan ampere :

3 Ø ( phasa ) I = P/ (Ö3).V.cos j

1 Ø ( phasa ) I = P/ V.cos j

P : Daya kW
V : Tegangan Volt

Misal:

Sebuah motor listrik 3 Ø mempunyai daya : 10 kW

Berapa kebutuhan Ampere pada MCB ?

nilai cos j minimal dari PLN = 0.85

I = P/ (Ö3).V.cos j

= 2000 / (Ö3).380.cos j

= 2000 / (Ö3).380.0,85

= 3.6 A
Arus nominal pada Rating MCB harus lebih besar dari arus yang dibutuhkan oleh peralatan
yang terhubung. Pilih MCB yang mempunyai rating arus sebisa mungkin lebih tinggi tetapi
mendekati hasil perhitungan:

Ampere yang digunakan pada MCB : 4 A

2.6 Push Button

Gambar 2.14 Push Button.

Tombol ini banyak digunakan pada panael kendali, tombol ini digunakan sebagai kontak
ON dan OFF, tombol ini memiliki 2 kontak , yaitu kontak pertama NC (normaly Close) dan
kontak kedua NO (Normaly Open) . Pada saat tombol belum di tekan kontak pertama dalam
kondisi NC (normaly Close) dan kontak kedua dalam kondisi NO (normaly Open) dan pada saat
di tekan kondisi kontak pertama NO (normaly Open) dan kontak kedua NC (normaly Close).

2.7 Thermal Overload

Fungsi dari Over load relay adalah untuk proteksi motor listrik dari beban lebih. Seperti
halnya sekring (fuse) pengaman beban lebih ada yang bekerja cepat dan ada yang lambat. Sebab
waktu motor start arus dapat mencapai 6 kali nominal, sehingga apabila digunakan pengaman
yang bekerja cepat, maka pengamannya akan putus setiap motor dijalankan.

Gambar 2.15 Skema Thermal Overload.

Overload relay yang berdasarkan pemutus bimetal akan bekerja sesuai dengan arus yang
mengalir, semakin tinggi kenaikan temperatur yang menyebabkan terjadinya pembengkokan ,
maka akan terjadi pemutusan arus, sehingga motor akan berhenti. Jenis pemutus bimetal ada jenis
satu fasa dan ada jenis tiga fasa, tiap fasa terdiri atas bimetal yang terpisah tetapi saling terhubung,
berguna untuk memutuskan semua fasa apabila terjadi kelebihan beban. Pemutus bimetal satu fasa
biasa digunakan untuk pengaman beban lebih pada motor berdaya kecil.
Kontruksi Overload relay apabila resistance wire dilewati arus lebih besar dari nominalnya,
maka bimetal trip, bagian bawah akan melengkung ke kiri dan membawa slide ke kiri, gesekan ini
akan membawa lengan kontak pada bagian bawah tertarik ke kiri dan kontak akan lepas. Selama
bimetal trip itu masih panas, maka dibagian bawah akan tetap terbawa ke kiri, sehingga kontak ±
kontaknya belum dapat dikembalikan ke kondisi semula walaupun reset buttonnya ditekan,
apabila bimetal sudah dingin barulah kontaknya dapat kembali lurus dan kontaknya baru dapat di
hubungkan kembali dengan menekan reset button.

Gambar 2.16 Thermal Overload.

Pembatasan dilakukan dengan mengatur besaran arus pada dial di alat tersebut. Jadi alat
tersebut memiliki range adjustment misal TOR dengan range 1 ~ 3,2 Amp disetting 2,5 Amp.
Artinya, kita membatasi arus dengan TOR pada level 2,5 Amp saja.
Perlu diketahui, TOR di pasaran memiliki beberapa type yang disebut Class. Jadi dengan
memilih class yang berbeda maka kecepatan trip TOR akan berbeda pula. Saat ini terdapat TOR
dengan Class 10, Class 15, Class 20 dll. Class ini menunjukkan kecepatan trip saat TOR dialiri
arus sebesar 6X setting. Semisal, digunakan TOR class 20 dengan setting 10 Amp, saat arus
mencapai 60 Amp alat ini akan trip setelah mencapai waktu 20 detik. Bagaimana jika kelebihan
arus hanya pada 13 Amp saja? Kita bisa menunggu ber jam jam agar trip. Untuk lebih jelasnya
mintalah kurva trip saat membeli TOR dan hitung kecepatan tripnya. Perlu diketahui kurva TOR
adalah logaritmik bukan linier. jadi, kita tidak perlu lagi menyalahkan keakuratan TOR yang
selama ini dipakai.

2.8 MCB ( Miniature Circuit Breaker)

Gambar 2.17 MCB “Miniature Circuit Breaker”.

MCB merupakan kependekan dari Miniature Circuit Breaker. Biasanya MCB digunakan
oleh pihak PLN untuk membatasi arus sekaligus sebagai pengaman dalam suatu instalasi listrik.
MCB berfungsi sebagai pengaman hubung singkat (konsleting) dan juga berfungsi sebagai
pengaman beban lebih. MCB akan secara otomatis dengan segera memutuskan arus apabila arus
yang melewatinya melebihi dari arus nominal yang telah ditentukan pada MCB tersebut. Arus
nominal yang terdapat pada MCB adalah 1A, 2A, 4A, 6A, 10A, 16A, 20A, 25A, 32A dan lain
sebagainya. Nominal MCB ditentukan dari besarnya arus yang bisa ia hantarkan, satuan dari arus
adalah Ampere, Jadi jika MCB dengan arus nominal 2 Ampere maka hanya perlu ditulis dengan
MCB 2A.

Banyak perangkat yang saat ini menggunakan listrik, mulai dari AC, Komputer/ laptop,
lampu dan masih banyak lagi. Kebanyakan pelanggan PLN di Indonesia saat ini masih
menggunakan MCB 2 A, hal ini dikarenakan banyaknya pelanggan yang menggunakan daya
450VA (Volt Ampere). Pelanggan yang menggunakan daya 450VA akan menggunakan MCB
dengan nominal 2A, dengan perhitungan tegangan di Indonesia adalah (standar rata-rata) 220 Volt
jika kita ingin daya yang terpasang dirumah kita 450VA yang perlu kita lakukan hanyalah
membagi 450 dengan 220, hasilnya akan 2,04 sehingga kita membutuhkan MCB dengan nominal
2 Ampere. Beberapa satuan listrik di bawah ini:
1. Satuan dari tegangan istrik: Volt
2. Satuan dari arus listrik: Ampere
3. Satuan dari hambatan listrik: Ohm
4. Satuan dari daya listrik: Watt
Setelah mengetahui satuan-satuan listrik diatas mari kita lanjutkan apa yang dimaksud
dengan MCB dan apa sebenarnya fungsi dari MCB. Jelas sekali MCB memiliki fungsi yang
sangat fital dalam suatu instalasi listrik, bila MCB memang tidak memiliki fungsi maka tidak akan
mungkin jika dipasang dalam suatu instalasi. MCB sendiri terdiri dari MCB 1 fasa, 2 fasa dan 3
fasa. Pada dasarnya MCB 2 fasa adalah gabungan dari dua buah MCB 1 fasa, sedangkan MCB 3
fasa merupakan gabungan tiga buah dari MCB 1 fasa.
Fungsi dari MCB (Miniature Circuit Breaker.) adalah sebagai berikut:

 Pengaman hubung singkat


Hubung singkat atau konsleting memang kerap sekali terjadi di Indonesia. Tak jarang
terdapat rumah atau pasar yang terbakar karena hubung singkat listrik. Ada banyak faktor yang
menyebabkan terjadinya hubung singkat, salah satunya adalah tidak digunakannya pengaman
hubung singkat. Sebagai contoh saja di pos ojek biasanya mengambil listrik langsung dari tiang
listrik, listrik yang diambil tersebut langsung dilewatkan ke sakelar kemudian diteruskan ke lampu
dan beberapa perangkat elektronik lain. Jika suatu saat beban melebihi batas kemampuan kabel
dan terjadi hubung singkat maka tak ada pengaman yang terpasang sehingga menyebabkan
timbulnya panas dan bunga api, panas dan bunga api inilah yang menimbulkan kebakaran.

 Mengamankan beban lebih


Biasanya pelanggan telah mengontrak listrik degan PLN, kontrak yang dilakukan adalah
berapa daya yang dikontrak oleh pelanggan. Misalnya pelanggan mengontrak daya 450 maka jika
daya yang digunakan sudah melebihi 450 secara otomatis MCB akan trip (putus). Pemasangan
Instalasi yang dilakukan PLN dirumah pelanggan disesuaikan dengan kontrak yang telah
disepakati, misalnya dengan daya 450 maka kabel yang akan dipasang adalah yang sesuai untuk
daya 450. Semakin besar daya yang dikontrak maka penyesuaian kabel juga akan dilakukan.
Kabel memiliki daya hantar listrik tersendiri, jika kita menghantarkan arus 30A dengan kabel kecil
maka kabel tersebut tidak akan kuat dan akhirnya panas dan terbakar. Bayangkan jika MCB yang
kita gunakan tidak membatasi pemakaian arus bisa jadi berhubung banyak orang yang awam
tentang listrik terjadilah kebakaran dimana-mana akibat listrik.

 Sebagai sakelar utama


MCB yang terpasang dirumah kita selain berfungsi sebagai Pengaman dari terjadinya
hubung singkat dan beban lebih juga bisa difungsikan sebagai sakelar utama instalasi rumah kita.
Jika kita ingin memasang lampu atau memasang kotak-kontak (steker) dirumah kita maka kita
hanya perlu menggunakan MCB untuk memutus semua arus listrik didalam rumah. Selain itu
MCB juga bisa digunakan sebagai pemutus aliran listrik saat anda bepergian dalam waktu yang
lama. Misalkan anda ingin pergi ke luar kota selama 1 minggu jangan lupa untuk mematikan
aliran listrik dirumah anda dengan cara turunkan sakelar MCB.
Pada dasarnya pemutusan aliran listrik yang dilakukan oleh MCB berasal dari dua prinsip,
yakni prinsip panas dan prinsip elektromagnetik. Prinsip panas digunakan saat MCB memutuskan
arus karena beban lebih sedangkan prinsip elektromagnetik digunakan saat MCB mendeteksi
adanya hubung singkat.

o Pemutusan MCB karena Elektromagnetik


Pemutusan dilakukan oleh koil yang terinduksi dan mempunyai medan magnet.Akibatnya
poros yang terdapat didekatnya akan tertarik dan menjalankan tuas pemutus. Pada saat MCB
bekerja karena hubung singkat (konsleting) akan terdapat panas yang sangat tinggi, MCB
dilengkapi dengan pemadam busur api untuk meredam panas tersebut.

o Pemutusan MCB karena panas


Pemutusan dilakukan karena terdapat beban lebih. Karena beban lebih maka akan
menimbulkan panas. Panas ini akan membuat bimetal melengkung dan mendorong tuas pemutus
akibatnya MCB akan trip (memutuskan arus).

 Tespen
Gambar 2.18 Tespen

Tespen adalah alat yang di gunakan untuk mengecek atau pun mengetahui ada tidaknya
suatu tegangan listrik. Rangkaian Tespen berbentuk obeng yang memiliki mata minus (-)
berukuran kecil pada bagian ujungnya. Tespen juga memiliki jepitan seperti pulpen sebelumnya
dan di dalamnya terdapat led yang dapat menyala sebagai indikator tegangan listrik. Tespen
memiliki banyak fungsi yaitu, untuk membuka skrub dari komponen alat listrik dan untuk
mengecek ada tidaknya suatu tegangan listrik.

 Obeng
Gambar 2.19 Obeng

Obeng adalah alat yang digunakan untuk memutar sekrup, baik memasang, maupun
membuka . Ada banyak macam ukuran obeng. Karena itu , sebaiknya dimiliki 1 set obeng mulai
dari ukuran kecil sampai ukuran sampai ukuran besar. Ada dua macam bentuk obeng yaitu obeng
ujung pilih dan obeng ujung kembang. Kalau kita akan membuka atau memasang suatu mur,
haruslah dipilih obeng yang swsuai bentuknya dan ukurannya terhadap mur tersebut. Kalau tidak
maka sekrup akan mudh cacat dan sukar memasang maupun membukanya.

 Tang
Tang merupakan salah satu peralatan bengkel yang spesial, karena merupakan salah satu
kunci yang dapat distel atau diatur. Fungsi dari tang adalah untuk memegang, memotong, melepas
dan memasang komponen dan lain sebagainya. Ada banyak jenis tang menurut kegunaanya adalah
sebagai berikut:

o Tang Kombinasi
Tang kombinasi berbentuk ujung rahangnya bergerigi rapat, untuk menjepit kawat atau
kabel. Di tengahnya, bagian yang bergerigi renggang, untuk mengunci mur. Rahang tajam sebagai
pemotong kawat dan kabel. Kelemahannya, jika celah antar rahang berkarat akan berakibat macet.

Gambar 2.20 Tang Kombinasi

o Tang Kupas
Tang kupas berbentuk bagian rahang sebagai penjepit kabel. Di bawah rahang yang tajam
sebagai pemotong kabel. Di gagang yang bergerigi untuk mengelupas kabel.

Gambar 2.21 Tang Kupas

o Tang Potong
Tang potong memiliki rahang tajam. Fungsinya untuk memotong kawat, kabel plastik, dan
fiber tipis. Bahannya dari besi chrome vanadium. Gagangnya dilapis plastik. Kelemahan, tidak
mampu memotong ukuran bidang yang besar atau tebal.

Gambar 2.22 Tang Potong

o Tang Skun
Tang skun memiliki rahang yang tidak tajam namun ditiap rahangnya memiliki bebagai
ukuran yang biasanya digunakan untuk menyekun bagian ujung kabel listrik agar aman dan
kelihatan rapi.

Gambar 2.23 Tang Skun

o Tang Buaya
Sekilas bentuknya mirip buaya: moncongnya besar, lebar, dan bergerigi. Maka tang ini
dikenal dengan sebutan “tang buaya”. Rahangnya yang bergerigi untuk mengunci dan melepas
baut. Jika ukuran baut besar, tang dapat diatur sesuai ukuran baut.

Carannya, lebarkan kedua tungkai, lalu kunci dengan sekrup pengatur sekaligus pengunci
yang ada di ujung atas tungkai. Jika ingin mengubahnya lagi, Anda cukup melepaskan tuas di
bagian tungkai bawah. Kelemahannya, sekrup pengatur dan pengunci agak keras. Ini karena drat
mur dan baut terlampau dalam.

Gambar 2.24 Tang Buaya


.

Cara Pemasangan

Alat Dan Bahan


Ini adalah alat dan bahan untuk merakit atau membuat rangkaian motor 3 phase.

3.1.1 Tabel Alat

No. ALAT
1. Taspen
2. Obeng (+) & (-)
3. Tang Kombinasi
4. Tang Potong
5. Tang Cucut
6. Tang Skun
7. Mistar
8. Tang kupas

3.1.2 Tabel Bahan

No. BAHAN
1. Motor 3 Fasa
2. 2 Kontaktor
3. 1 Overload
4. 1 MCB 3 Fasa
5. 1 MCB 1 Fasa
6. 1 Fuse 3 Fasa
7. 1 Rail Omega
8. 4 Push Button
9. Skun
10. Kabel
11. Kabel Duck
Kontrol Putar Kanan Kiri Motor 3 Fasa

 Pengaturan Motor Putar Kanan Kiri (Forward Reverse)


Pengaturan putaran motor putar kanan putar kiri atau yang disebut forward reverse.
Pengaturan ini akan menggunakan komponen utama yaitu kontaktor magnet. Dalam
mengoperasikan motor putar kanan putar kiri dapat dilakukan dengan dua cara yaitu yang pertama
secara manual dan secara otomatis. Sistem manual biasanya tidak menggunakan time delay relay
(TDR) sebagai pengatur waktu putaran berikutnya, sedangkan sistem otomatis menggunakan time
delay relay (TDR).
Dalam pengaturan putaran motor kekanan dan kekiri sama halnya dengan membalik putaran
motor. Putaran motor dapat terbalik, jika arah putaran medan magnet stator juga terbalik. Untuk
membalik putaran medan magnet stator dapat dilakukan dengan menukar dua dari tiga penghantar
fasa sumber listrik motor tersebut. Untuk jelasnya dapat dilihat contoh pada gambar berikut ini.

Gambar 3.2 Cara membalik putaran motor induksi 3 fasa.

 Pengaturan Putaran Motor Maju Mundur Dengan Kontaktor Magnet Secara Manual
Pengaturan putaran motor maju mundur secara manual menggunakan 2 buah kontaktor
magnet, dimana kedua kontaktor magnet tersebut berfungsi sebagai penukar dua dari ketiga fasa
pada motor induksi 3 fasa dan dilengkapi dengan 1 buah tombol tekan PB STOP serta 2 buah
tombol tekan PB FWD dan PB REVS yang masing-masing sebagai tombol start foward dan start
revers. Seperti terlihat pada Gambar 2 di bawah, dimisalkan K1 berfungsi untuk mengoperasikan
motor saat berputar maju (kanan) dan K2 sebagai pengoperasian putaran mundur (kiri). Disebut
secara manual karena untuk merubah putaran motor dari putaran maju (kanan) menjadi putaran
mundur (kiri) mengunakan tangan operator untuk menekan tombol tekan START revers, begitu
juga sebaliknya. Pengaturan putaran motor ini biasanya untuk mempermudah suatu pekerjaan
angkat mengangkat pada suatu industri yaitu untuk mengangkat barang dari satu tempat ke tempat
lain yang tidak tetap (berpindah-pindah) dan tidak memerlukan kecepatan atau frekuensi yang
begitu tinggi.

o Rangkaian Kontrol
o Rangkaian Daya
Gambar 3.3 Rangkaian Pengaturan Putaran Motor Maju Mundur Dengan MC Secara Manual.

Keterangan simbol:

Q1 = main breaker

F2 = thermal overload relay 3A

F10 = circuit breaker

K1 = forward contactor coil


K2 = reverse contactor coil

 Putaran searah jarum jam (forward)


Saat tombol FWD ditekan DAN circuit breaker F10 ditutup DAN anak kontak TOL F2
masih dalam kondisi tutup, koil kontaktor K1 akan mendapatkan energi listrik ‘energized‘. Pada
saat yang bersamaan kontak utama K1 akan segera berubah ke posisi tutup. Jika fuse F1 tidak
putus DANmain breaker Q1 sudah ditutup, motor akan mendapatkan suplai arus dari sumber daya
sehingga berputar. Karena urutan fasanya adalah L1-L2-L3 maka putaran motornya adalah searah
jarum jam. Sebagai tambahan agar operator tidak capek terus menahan tombol FWD, sebuah anak
kontak dari K1 akan mengunci rangkaian kontrol tetap dalam kondisi close-loop untuk
memastikan suplai ke koil K1 tetap ada.

 Putaran berlawanan arah jarum jam (reverse)


Karena kita menggunakan kontrol yang sederhana, kita mesti matikan terlebih dahulu
motor jika sebelumnya dijalankan dengan putaran arah jarum jam dengan menekan tombol STOP.
Seperti langkah sebelumnya, koil K2 akan aktif saat tombol REV ditekan dan rangkaian
akan tetap tertutup meskipun tombol REV dilepas karena dikunci oleh anak kontak K2. Kontak
utama K2 akan mengalirkan arus dari suplai ke motor dengan urutan fasa yang berbeda dari
rangkaian FWD yaitu L2-L1-L3. Hal ini akan mengakibatkan motor berputar ke arah yang
berlawanan dari sebelumnya (yaitu: berlawanan arah jarum jam).
Untuk kedua arah putaran, motor akan berhenti jika koil yang bersangkutan tidak
mendapatkan energi listrik lagi (de-energized). Dengan kata lain, terbukanya rangkaian kontrol
akan memutus aliran arus ke motor. Pada rangkaian di atas, berikut penyebab hilangnya rangkaian
kontrol motor:
1. Tombol STOP ditekan
2. Anak kontak TOL bekerja saat motor bekerja melebih arus kerjanya
3. Circuit breakertrip
4. Masalah lain: suplai daya kontrol hilang, kabel kontrol putus, dll.
5. Sebagai alasan keamanan agar motor tidak rusak atau adanya daya balik ke sumber
suplai, anak kontak NC lawan dari masing-masing koil diserikan terhadap koil lawannya.
Anak kontak K1 untuk putaran FWD akan menghambat koil K2 untuk aktif selama motor
masih dalam kondisi putaran searah jarum jam. Begitu juga sebaliknya, anak kontak K2
untuk putaran REV akan memutus koil K1 agar tidak energized saat motor masih dalam
putaran berlawanan arah jarum jam.

3.3 Cara Pemasangan


1) Buat wiring control putar kanan kiri motor 3 fasa.
2) Siapkan alat dan bahan.
3) Periksa apakah semua komponen yang ada dalam kondisi yang baik.
4) Potong kabel sesuai ukuran,lalu pasang skun pada kabel tersebut.
5) Pasang rail omega dan kabel duck pada papan acrilic dengan cara mengebor dahulu papan
acrilic yang telah disiapkan.
6) Pasang semua komponen dengan rapi.
7) Pasang semua kabel pada komponen-komponen yang telah adaa sesuai dengan diagram
wiring.
8) Periksa apakah wiring yang telah dibuat,sesuai dengan gambar.
9) Sambungkan listrik 3 fasa pada MCB 3 fasa.
10) Coba nyalakan listrik dan tekan tombol forward, lihat apakah motor bisa memutar ke
kanan dan tekan tombol reverse , lihat apakah motor bisa memutar ke kiri.

BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasilkan praktik yang dilaksanakan dapat disimpukan tentang rangkaian


kontrol motor 3 fasa putar kanan putar kiri (forward reverse) yaitu sebagai berikut:
Rangkaian motor listrik 3 fasa forward reverse merupakan rangkaian kontrol motor yang
dapat digunakan untuk berbagai macam keperluan terutama pada mesin – mesin di dunia industri
seperti conveyor, fan , dll.
Rangkaian kontrol forward reverse motor listrik 3 fasa adalah rangkaian kontrol motor yang
membuat putaran motor listikdapat berputar ke kanan dan ke kiri sesuai keperluan.
4.2 Saran
Berdasarkan uji kompetensi yang dilalui penulis dalam laporan ini penulis akan memberikan
beberapa saran untuk perakitan rangkaian kontrol motor listrik forward reverse, sebagai berikut :
1) Kuasai atau pelajari dahulu tentang materi motor 3 fasa putar kanan putar kiri, sebelum
merangkai dan mengerjakan.
2) Merakit rangkaian motor 3 fasa putar kanan putar kiri sesuai prosedur, bila tidak menurut
prosedur akan mengakibatkan
3) Utamakan K3 (Kesehatan, Keselamatan dan Kerja) dalam mengerjakannya, untuk
menghindari hal-hal yang tidak di inginkan.
4) Sering-seringlah bertanya kepada pembimbing kalau ada yang tidak di mengerti.
5) Pastikan anda disiplin waktu saat mengerjakan.

DAFTAR RUJUKAN
 Muchsin , Ismail . Elektronika Dan Tenaga Listrik . Tidak disebutkan tahun . Pusat
Pengembangan Bahan Ajar . Tidak disebutkan tempat
 Nestle . Modul dasar – dasar motor listrik . 2008 . PT.Nestle Indonesia . Kejayan
 Aldwi . Definisi listrik 3 fasa . http://alidwiw.blogspot.com/p/v- html. Diakses pada
tanggal 23 Januari 2014
 Hage . 2008 . Motor listrik . http://dunia-listrik.blogspot.com/2008/12/motor- html .
Diakses pada tanggal 23 Januari 2014
 Wahyudi, Eka . 2013 . Pengertian MCB.http://highvoltagers.blogspot.com/2013/08/mcb-
merupakan- kependekan-dari-miniature.html . Diakses pada tanggal 24 Januari 2014
 Chan , Yefri . 2011 . Pengertian motor listrik .
http://yefrichan.wordpress.com/2011/03/26/pengertian-motor-listrik/ . Diakses pada
tanggal 27 Januari 2014
 Royers . 2008 . Jenis dan kegunaan kontaktor magnet .http://erick-
blogspot.com/2009/10/jenis-dan-kegunaan-kontaktor-magnet.html . Diakses pada tanggal
27 Januari 2014
 Mybustanoel , Diary . 2012 . Menjalankan Motor 3 Fasa Dengan Menggunakan Thermal
Overload . http://diary- blogspot.com/2012/02/menjalankan-motor-3-fasa-
dengan.html . Diakses pada tanggal 27 Januari 2014
 Yulifah , Erni. 2013 . Putaran motor maju mundur .
http://ernicknick.blogspot.com/2013/01/pengaturan-putaran-motor-maju- html .
Diakses pada tanggal 28 Januari 2014
 Kurniawan , Tatang Anis . Motor listrik 3 fasa .
http://tatanganiskurniawan2tit.blogspot.com/2013/03/motor-listrik-3-phase- motor-
ac-3-phase.html . Diakses pada tanggal 28 Januari 2014
 ĴāЂГīж घटटतकच , Wiring Diagram Motor Bolak Balik (Forward Reverse Three Phase
Motor). http://electric- blogspot.com/2012/09/motor-bolak-balik-forward-
reverse.html. Diakses pada tangggal 28 Januari 2014
 2013 . 3 fasa arus MCB dan Kabel Listrik .
http://laskarkalong.wordpress.com/2013/04/26/3-fasa-arus-mcb-dan-kabel- listrik/ .
Diakses pada tanggal 31 Januari 2014
 Hamaw . 2013 . Sistem instalasi listrik 1 fasa dan 3 fasa .
 http://hamamww.ngeblog.ittelkom.ac.id/2013/09/15/sistem- instalasi- listrik-
1-fasa-dan-3-fasa/. Diakses pada tanggal 25 Januari 2014

 Sumardjati, Prih . Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik . 2008 . PT.


 Macanan JayaCemerlang . Klaten
Lembar Pengesahan Laporan

Nama Sekolah : SMK NEGERI 1 GENENG


Progam Keahlian : TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK
Kode :
Waktu : 8 . 45 menit
Nomor Peserta
Nama Peserta :
1. Elham Defano Danu Santoso.
2. Dwi Selfi A.
3. Dwi Suci N.
Judul Proyek : Pengoperasian Motor Listrik 3 fase Putar Kanan - Putar Kiri (Forward - Reverse)
Otomatis
Laporan ini telah diuji pada tanggal 07 Oktober 2019

Disetujui Oleh :
Mengetahui
Pembimbing selaku guru kami,
NURICKWAN,
NIP.