Anda di halaman 1dari 13

Laporan Mini Riset

STRATEGI PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK


(Studi pada Yayasan Pendidikan Mis Al-Ihsan Desa Amplas)

Dosen Pengampu
Dra. Arlina, M. Pd.

Diajukan untuk memenuhi tugas pada


Mata Kuliah Strategi Pembelajaran Akidah Akhlak

Oleh
Ummi Aida Adlina Siregar
0301173509

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM


FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SUMATERA UTARA
MEDAN
2019
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Sejalan dengan perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan
teknologi yang sangat pesat yang akan semakin terus berkembang dan
memperkokoh diri menjadi suatu disiplin ilmu, program studi, dan profesi yang
dapat berperan dalam memecahkan masalah-masalah belajar dan pembelajaran.1
Dalam konteks pembelajaran, strategi berkaitan dengan pendekatan dalam
penyampaian materi pada lingkungan pembelajaran. Strategi pembelajaran juga
dapat diartikan sebagai pola kegiatan pembelajaran yang dipilih dan digunakan
guru secara kontekstual, sesuai dengan karakteristik peserta didik, kondisi
sekolah, lingkungan sekitar dan tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan.
Untuk itu strategi pembelajaran sangat mempengaruhi keberhasilan seorang guru
dalam mengajar yaitu menggunakan strategi yang tepat.
Pada kesempatan ini saya akan membahas tentang strategi dan metode
yang digunakan pendidik di sekolah Mis Al-Ihsan Desa Amplas Tembung.

B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang yang ada pada laporan observasi ini, maka
secara umum dpaat dirumuskan pertanyaan sebagi berikut:
1. Bagaimana profil dan gambaran Umum Sd/MI Al-Ihsan?
2. Apa yang dilakukan guru sebelum masuk kelas?
3. Apa yang dilakukan guru dalam kegiatan membuka pembelajaran?
4. Apa yang dilakukan guru dalam kegiatan inti pembelajaran?
5. Apa yang dilakukan guru dalam kegiatan menutup pembelajaran?

C. MAKSUD DAN TUJUAN PENELITIAN


Berdasarkan rumusan maslah diatas, maka tujuan dalam penulisan laporan
observasi ini sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui Profil dan gambaran umum SD/MI Al Ihsan
2. Untuk mengetahui kegiatan guru sebelum masuk kelas

1
Bambang Warsita, Teknologi Pembelajaran (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2008), h. 264.
3. Untuk mengetahu kegiatan guru dalam membuka pembelajaran
4. Untuk mengetahui kegiatan guru dalam kegiatan inti pembelajaran
5. Untuk mengetahui kegiatan guru dalam menutup pembelajaran.

BAB II
METODE PENELITIAN

A. Rancangan Penelitian
Menurut Sugiyono (2009: 15), penelitian Kualitatif adalah penelitian yang
berlandaskan pada filsafat post positivisme, digunakan untuk meneliti pada
kondisi obyek yang alamiah (sebagai lawannya eksperimen) dimana peneliti
adalah sebagai instrumen kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan
secara purposive dan snowball, teknik pengumpulan dengan tri anngulasi
(gabungan), analisis data bersifat induktif atau kualitatif, dan hasil kualitatif lebih
menekankan makna dari generalisasi. Pendekatan kualitatif digunakan dalam
mengolah data yang bukan berbentuk angka-angka, sehingga hasil dalam
pengolahannya berupa uraian naratif yang menghubungkan antara suatu fakta
dengan fakta lainya.
Penelitian deskriptif adalah penelitian yang menggambarkan sifat-sifat
atau karakter individu, keadaan, gejala atau kelompok tertentu. Penelitian
deskriptif mempelajari masalah-masalah dalam masyarakat serta situasi-situasi,
termasuk tentang hubungan, kegiatan-kegiatan, sikap-sikap, pandangan-
pandangan, serta proses-proses yang sedang berlangsung dan pengaruhnya dari
suatu fenomena.

B. Ruang Lingkup Penelitian


Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui strategi dan metode yang
digunakan oleh guru pada pembelajaran Akidah Akhlak yang terdapat pada Mis
Al-Ihsan Desa Amplas Tembung.

C. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Yayasan Pendidikan Al-Ihsan Desa Amplas
(Jl. Satria Timur Pasar 1 Tambak Rejo, Desa Amplas kec. Percut Sei Tuan, Kab
Deli Serdang, Sumatera Utara 20371, Indonesia).

D. Teknik Pengumpulan Data


Teknik pengumpulan data merupakan komponen yang sangat penting
dalam penelitian. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berpengaruh
pada proses analisis data dan penarikan kesimpulan. Apabila terjadi kesalahan
pada teknik pengumpulan data, maka analisis data dan kesimpulan yang akan
dapat dari penelitian tersebut juga bermasalah jadi pengumpulan data tidak bisa
dilakukan secara sembarangan. Apabila terjadi kesalahan pada teknik
pengumpulan data, maka analisis data dan kesimpulan yang akan dapat dari
penelitian tersebut juga bermasalah. Ada tata cara dan prosedur tersendiri untuk
mengumpulkan data yang bertujuan agar data yang didapatkan valid yaitu dapat
dipertanggungjawabkan kebenarannya. Jadi pengumpulan data tidak bisa
dilakukan secara sembarangan. Adapun teknik pengumpulan data yang dibuat
dalam penelitian masing-masing tidak sama, tergantung dari jenis penelitiannya.
Selanjutnya bila dilihat dari segi cara atau teknik pengumpulan data dapat
dilakukan dengan observasi (pengamatan), interview (wawancara), kuesioner
(angket), dokumentasi dan gabungan keempatnya.2
Sedangkan metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut:
a. Metode Observasi
Menurut Arikunto (2006:124) observasi adalah mengumpulkan data atau
keterangan yang harus dijalankan dengan melakukan usaha-usaha pengamatan
secara langsung ke tempat yang akan diselidiki. Sedangkan menurut kamus Ilmiah
Populer (dalam Suardeyasasri, 2010:9) kata observasi berarti suatu pengamatan
yang teliti dan sistematis, dilakukan secara berulang-ulang. Maka menurut Hadi
dan Nurkancana (dalam Suardeyasasri, 2010:9) adalah suatu metode
pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan dan
pencatatan secara sistematis baik secara langsung maupun secara tidak langsung

2
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan (Bandung: Alfabeta, 2015), h. 308.
pada tempat yang diamati.3metode ini digunakan untuk memperoleh data yang
berkaitan tentang strategi dan metode pembelajaran yang digunakan oleh guru
Mis Al-Ihsan dalam mengajarkan materi kepada peserta didiknya.
b. Metode Interview (Wawancara)
Metode Interview (wawancara) adalah teknik pengumpulan data berupa
sebuah tanya jawab yang dapat dilakukan secara langsung antar penulis dan pihak
yang berhubungan dengan objek yang sedang diteliti penulis. Dalam penelitian ini
peneliti mewawancarai guru Akidah Akhlak kelas 2 Mis Al-Ihsan Desa Amplas
mengenai strategi dan metode yang digunakan dalam menyampaikan materi
Pembelajaran.

BAB IV
TEMUAN PENELITIAN
A. Profil dan Gambaran Umum Yayasan Pendidikan Al-Ihsan
1. Sejarah Berdirinya Yayasan Pendidikan Al-Ihsan
Yayasan Pendidikan Al-Ihsan berdiri pada tahun 2002 dengan awal
mendirikan sebuah lembaga pendidikan yaitu RA (Raudhatul Athfal), dan
disambung dengan mendirikan satu lembaga pendidikan lagi di tahun 2004 yaitu
MDTA (Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah), dan di tahun 2007 Yayasan
Pendidikan Al-Ihsan mendirikan MIS (Madrasah Ibtidaiyah) swasta, dan
sekarang telah meluluskan 3 alumni dari tingkat MIS. Yayasan Penidikan Mis Al-
Ihsan Desa Amplas merupakan salah satu Mis Swasta yang ada di Kecamatan
Percut Sei Tuan. Yayasan ini termasuk lembaga yang bercorak agama Islam yang
menanamkan nilai-nilai agama baik etika, moral maupun akhlak kepada anak
didik sesuai dengan sunnah Nabi, sehingga terciptanya anak didik yang
berprestasi dan menjadi insan yang mulia.

2. Identitas Yayasan Pendidikan Islam


a. Nama Sekolah : MIS Al-Ihsan
b. Nama Yayasan : Yayasan Pendidikan Al-Ihsan
c. Tahun Didirikan Sekolah : 2002

3
Ibid, h. 309.
d. Nama Kepala Yayasan : Mukhtar Arifin
e. Nama Kepala Sekolah : Suheri S. Pd.I
f. Alamat Sekolah : Jl. Satria Timur, Desa Amplas, Psr 1 Tambak Rejo
g. Provinsi : Sumetara Utara
h. Kab/Kota : Deli Serdang
i. Kecamatan : Percut Seit Tuan
j. Desa/Kelurahan : Amplas

3. Visi, Misi Yayasan Pendiidkan Mis Al-Ihsan Desa Amplas


a. Visi
Terbentuknya siswa/siswi menjadi generasi cerdas dan mandiri yang tertib
belajar, disiplin, giat ibadah, berakhlak mulia dan berjiwa kepemimpinan.
b. Misi
1. Menanamkan nilai-nilai Agama kepada anak didik yang sesuai dengan
Sunnah Nabi.
2. Membangun, menumbuhkan, mengembangkan dan membina potensi anak
didik.
3. Mengajarkan dan mengaplikasikan nilai-nilai etika yang mengacu pada
Akhlak Karimah.
4. Mengajarkan Iptek dan menanamkan IMTAQ kepada anak didik
5. Dan terciptanya anak didik yang berprestasi dan menjadi insan yang
mulia.

4. Hasil Penelitian Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan Pertama
Tanggal/Hari : Senin, 4 Maret 2019
Jam : 07. 30 Wib
Guru : Paini
Kelas : 4 MIS
Materi : Mengihandari Akhlak Tercela
Nama Sekolah : MIS Al-Ihsan
Waktu Catatan Cod Keterangan
Pinggir ing
Pada jam 07.30 bel sekolah berbunyi dan
kemudian guru masuk kelas, mengucapkan
salam. Dan sebelum memulai pelajaran
guru menyuruh siswanya untuk membaca
Pukul do’a bersama-sama yangyang dipimpin oleh
07.30 – 08.30 salah satu temannya.
Setelah berdo’a guru mengabsensi siswa
siswanya secara satu persatu. Setelah itu
guruguru memulai pembelajaran dengan
materi yang berjudul “Menghindari Akhlak
Tercela”. Kemudian guru menjelaskan
defenisinya, macam-macam, dan manfaat
menghindari akhlak tercela. Kemudian guru
bertanya kepada siswanya apakah sudah
memahami apa yang dijelaskan oleh guru,
jika siswa merasa belum paham dan
mengerti apa yang disampaikan oleh guru,
guru akan menjelaskan kembali bagian-
bagian yang belum dipahami peserta didik.
Setelah itu kemudian guru mengajukan
pertanyaan kepada siswanya. Hal ini
bertujuan agar siswa lebih mampu
memahaminya. Setelah itu guru bisa
mengetahui siswanya mana yang sudah
paham dan yang belum paham.
Setelah selesai proses pembelajaran, guru
menutup pertemuan pada hari ini dengan
mengucapkan terima kasih kepada siswanya
yangtelah mengikuti proses pembelajaran
dengan tertib dan baik. Sebelum keluar
kelas guru-guru menutup pertemuan dengan
mengucapkan Hamdalah dan kemudian
dengan salam.

Pertemuan Kedua
Tanggal/Hari : Kamis, 7 Maret 2019
Jam : 10. 00 Wib
Guru : Paini
Kelas : 4 MIS
Materi : Membiasakan Akhlak Tercela
Nama Sekolah : MIS Al-Ihsan
Waktu Catatan Cod Keterangan
Pinggir ing
Pada jam 10.00-11.00 guru mulai masuk
kelas dengan mengucapkan slaam kemudian
guru menyuruh anak-anak membaca
bismillah dan berdoa sebelum belajar
Pukul bersama-sama. Sebelum memulai pelajaran
10.00 – 11.00 guru juga mengabsen siswa setelah itu guru
mereview kembali pelajaran yang
sebelumnya dan bertanya apakah sudah ada
yang mengerti materi yang akan dibahas
sebelum guru menjelaskan.
Sebelum memulai pelajaran guru
menjelaskan materi. Kemudian guru
menyuruh siswanya untuk membentuk
kelompok untuk mendiskusikan materi yang
diberikan. Setiap ketua kelompok disuruh
maju ke depan kelas untuk mengambil
kertas kosong yang telah disediakan guru
untuk setiap kelompoknya kemudian ketua
kelas membagikan kertas kepada
anggotanya.
Kemudian siswa mendiskripsikan akhlak
terpuji apa-apa saja. Kemudian guru juga
memberi kesempatan kepada siswanya
untuk mendiskusikan sesuai dengan
kelompoknya. Setelah waktunya habis guru
mengacak kelompok yang akan maju
terlebih dahulu, disini guru melakukan
dengan mencabut nomor.
Kemudian guru menyuruh siswa yang
mewakilkan perkelompok untuk
menjelaskan hasil diskusi mereka dengan
kelompoknya, begitu seterusnya sampai
kelompok terakhir. Setelah semua
kelompok selesai mempersentasikannya
guru memberikan penjelasan kesimpulan
dan memberikan kesempatan siswa bertanya
apabila ada yang tidak paham dengan materi
tersebut.
Setelah kegiatan pembelajaran selesai guru
pun memberikan tugas untuk dikerjakan
dirumah kepada siswa dan dikumpulkan
untuk pertemuan berikutnya. Kemudian
guru mengakhiri pertemuan hari ini dengan
mengajak para siswa mengucapkan
Hamdallah, dan do’a mau pulang.
Kemudian murid diizinkan satu persatu
untuk pulang dan menyalamin gurunya.

Pertemuan Ketiga
Tanggal/Hari : Senin, 11 Maret 2019
Jam : 07. 30 Wib
Guru : Paini
Kelas : 4 MIS
Materi : Adab Berpakaian dan Berhias
Nama Sekolah : MIS Al-Ihsan
Waktu Catatan Cod Keterangan
Pinggir ing
Pada jam 07.30-08.30 guru mulai masuk
kelas dengan mengucapkan slaam
kemudian guru menyuruh anak-anak
membaca bismillah dan berdoa sebelum
Pukul belajar bersama-sama. Kemudian guru
07.30 – 08.30 mengabsen siswanya dan guru mengajakan
materi tentang adab berpakain dan berhias.
Kemudian guru menjelaskan tujuan
pembelajaran dari materi tersebut lalu guru
menjelaskan materi tersebut dengan
memperlihatkan gambar-gambar yang ada
didepan, kemudian gruur membentuk
beberapa kelompok yang beranggotakan3-5
orang lalu mendiskusikan materi tersebut.
Kemudian 1 orang dari kelompok tersebut
mewakili kelompoknya masing-masing
untuk menyimpulkan hasil dari pemahaman
berdiskusi tersebut. Setelah selesai siswa
kembali ke bangku masing-masing, dan
guru tersebut pun memberikan penghargaan
bagi semua siswa yang mampu
menyesuaikan dan menjelaskan materi
tentang adab berpakaian dan berhias.
Kemudian guru mengingatkan materi yang
akan dibahas untuk pertemuan berikutnya.
Sebelum mengakhiri pelajaran guru
mengucapkan hamdallah dan menutupnya
dengan salam.

BAB V
KESIMPULAN

A. Kesimpulan
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui strategi dan metode yang
digunakan oleh guru pada pembelajaran Akidah Akhlak yang terdapat pada Mis
Al-Ihsan Desa Amplas Tembung. Dari observasi ini, dapat diambil kesimpulan
bahwa Yayasan Pendidikan Al-Ihsan Medan yang di kelola oleh Bapak kepala
Sekolah Suheri S.Pd.I dan guru–guru yang mengajar di Yayasan Pendidikan Al-
Ihsan tersebut sudah memenuhi kriteria sebagai guru yang ideal. Di sekolah Mis
ini juga sudah memakai K13. Adapun strategi yang dipakai yaitu contextual
Learning, Picture and picture, Inquiry dan metode nasehat serta ceramah.
Aktivitas di seolah tersebut sesuai dengan aturannya dan proses
pembelajarannya cukup efektif dan kelebihan daris ekolah ini yaitu lokasinya
yang mudah dijangkau, luas dan kelasnya yang memadai. Dan disekolah ini
sangat menerapkan sebuah kejujuran dalam melakukan kegiatan apapun.

B. Saran
Sarannya yaitu semoga sekolah Mis Al-Ihsan dapat lebih meningkatkan
dan mengefektifkan kegiatan belajar mengajar dan meningkatkan fasilitas dan
penggunaan sarana dan prasarana secara maksimal. Dan semoga guru dapat
menggunakan berbagai metode atau stratgei dalam pembelajaran supaya
pembelajaran menjadi menarik dan memotivasi siswa untuk semakin giat dalam
belajarnya.
Lampiran Dokumentasi Penelitian

Gambar 1. Beranda Mis Al-Ihsan Gambar 2. Siswa sedang belajar

Gambar 3. Siswa sedang membaca doa selesai belajar

Gambar 4. Guru Mis Al-Ihsan Gambar 5. Foto dengan Siswa/siswi Al-Ihsan


.