Anda di halaman 1dari 6

FILSAFAT ILMU

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas


Filsafat Ilmu

Oleh :

Fitri Annisa Harahap


8196166002

B / EKSEKUTIF

PRODI MAGISTER PENDIDIKAN EKONOMI


PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2019
 Jurnal Pertama

Penulis : Lenia Wahyu Permatasari, Dr. Sri Kantun M.Ed, Drs. Joko Widodo M.M

Tahun : 2018

Judul : Motivasi Berbisnis Online Secara Reseller Pada Mahasiswa Prodi Pendidikan

Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember

Jurnal : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, Ilmu Pendidikan, Ilmu Sosial

Vol & Hal : 12 Nomor 1

 Jurnal Kedua

Penulis : Muhammad Riki Efendi, Sri Wahyuni, Muhammad Zulianto

Tahun : 2018

Judul : Pengaruh Facebook Sebagai Social Media Marketing Terhadap Perilaku

Konsumtif Mahasiswa

Jurnal : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, Ilmu Pendidikan, Ilmu Sosial

Vol & Hal : 12 Nomor 1

KOMPONEN ILMU

1. Realita (alam nyata).

2. Fenomena

3. Konsep

4. Variabel

5. Proposisi

6. Fakta

7. Hukum

8. Prinsip/asas
 Jurnal Pertama
Motivasi Berbisnis Online Secara Reseller Pada Mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember

1. Realita (alam nyata).

Aktivitas bisnis di era modern saat ini telah mengalami kemajuan yang begitu pesat.
Bisnis yang awalnya hanya dapat dilakukan secara konvensional dengan cara pemasaran,
pelayanan konsumen, dan pembayaran secara langsung, kini telah berkembang yang mana
dapat dilakukan secara online. Apalagi dengan berkembangnya penggunaan internet,
maraknya jasa pengiriman profesional dan kemudahan jasa transaksi pembayaran secara
online (e-banking).

2. Fenomena

Semakin banyak pencari kerja dan sedikitnya jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia
membuat persaingan kerja menjadi semakin ketat. Kondisi tersebut menuntut seseorang
untuk bisa lebih kreatif dalam mencari kerja. Salah satu langkah yang bisa diambil yaitu
dengan berwirausaha/berbisnis. Untuk mendorong seseorang berwirausaha tidaklah mudah,
apalagi di kalangan mahasiswa yang mayoritas cenderung memiliki pemikiran untuk mencari
kerja daripada menciptakan lapangan kerja setelah lulus dari kuliah. Salah satu penyebab
yang sering ditemui terjadinya fenomena ini adalah kurangnya motivasi pada diri mahasiswa
untuk berwirausaha.

3. Konsep

Motivasi intrinsik meliputi motivasi memenuhi kebutuhan material, motivasi menjalin


hubungan antarpersonal dan motivasi pengembangan diri, selain itu juga adanya motivasi
ekstrinsik meliputi dukungan keluarga dan pengaruh lingkungan.

4. Variabel

Motivasi intrinsic dan motivasi ekstrinsik


5. Proposisi

Mahasiswa melakukan aktivitas bisnis online juga dapat terjadi karena adanya berbagai
motivasi salah satunya untuk mengembangkan diri mereka sebagai dorongan untuk
mengembangkan potensi-potensi yang mereka sesuai dengan apa yang diinginkan

6. Fakta

Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi berbisnis online secara reseller mahasiswa
Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas
Jember (PE) karena adanya motivasi intrinsik meliputi motivasi memenuhi kebutuhan
material, motivasi menjalin hubungan antarpersonal dan motivasi pengembangan diri, selain
itu juga adanya motivasi ekstrinsik meliputi dukungan keluarga dan pengaruh lingkungan.

7. Hukum

Motivasi untuk memenuhi kebutuhan material juga dialami oleh informan TR. Informan
TR merupakan mahasiswa yang tinggal jauh dari orang tuanya, sehingga memiliki banyak
kebutuhan yang harus dipenuhinya. Kebutuhan yang harus dipenuhi informan TR tersebut
terkadang tidak sesuai dengan uang saku yang diberikan oleh orang tuanya setiap bulan,
sehingga mendorong dia mencari tambahan uang saku supaya semua kebutuhannya dapat
terpenuhi.

8. Prinsip/asas

Berdasarkan pernyataan yang dijabarkan diatas dapat diketahui bahwa adanya kebutuhan
material yang harus dipenuhi dapat membuat seseorang termotivasi untuk melakukan suatu
pekerjaan, begitu juga dengan mahasiswa PE yang melakukan bisnis online secara reseller
seperti AK dan TR. Kondisi AK yang sudah tidak mendapat uang saku dari orang tua dan
terbatasnya uang saku yang diperoleh TR, membuat mereka termotivasi untuk mencari
penghasilan tambahan, salah satunya yaitu melalui bisnis online secara reseller tersebut. Hal
tersebut dikuatkan dengan pendapat dari Heidjarachman dan Husnan (2002:208) bahwa
alasan orang bekerja adalah untuk mendapatkan uang. Dengan melakukan bisnis online
secara reseller mereka berharap dapat memperoleh penghasilan sehingga semua kebutuhan
materialnya dapat terpenuhi.
 Jurnal Kedua
Pengaruh Facebook Sebagai Social Media Marketing Terhadap Perilaku Konsumtif
Mahasiswa

1. Realita (alam nyata).

Facebook menjadi sarana yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan pemasaran, dengan
jumlah pengguna aktif mencapai 2,17 miliar di dunia dan 82 juta orang di Indonesia dengan
pengguna aktif didominasi oleh rentang umur 18-24 tahun. Facebook termasuk salah satu
media sosial yang perlu dimanfaatkan bila masyarakat ingin melakukan pemasaran online
mengingat pengguna Facebook yang sangat banyak (Helianthusonfri, 2016). Masyarakat
tinggal mengunggah barang yang ingin dipasarkan pada akun yang ia miliki tanpa harus
mengeluarkan biaya. Facebook juga kerap digunakan para calon konsumen untuk mencari
barang-barang yang ia inginkan atau untuk memenuhi kebutuhannya.

2. Fenomena

Intensitas penggunaan media sosial yang sering dilakukan dan paparan informasi tentang
suatu produk pada beranda akun Facebook mereka, bisa menjadi penyebab mahasiswa
memiliki perilaku konsumtif.

3. Konsep

Perilaku konsumtif adalah suatu perilaku pembelian yang tidak lagi didasarkan atas
kebutuhan atau pertimbangan yang rasional, melainkan membeli produk atau jasa tertentu
untuk memperoleh kesenangan semata atau untuk tujuan gengsi dan menaikkan status sosial
(Sumartono, 2002). Baudrillard (2017) menyatakan bahwa perilaku konsumsi saat ini tidak
hanya dipengaruhi oleh faktor-faktor ekonomis (pendapatan) dan berdasar pada pilihan-
pilihan rasional akan tetapi juga terdapat sistem budaya (kondisi lingkungan) dan sistem
pemaknaan sosial (gaya hidup bermasyarakat).

4. Variabel

Media Sosial Facebook dan Perilaku Konsumtif Mahasiswa


5. Proposisi

Perilaku konsumtif tidak mengenal jenis kelamin, umur, dan status masyarakat, sehingga
mahasiswa Pendidikan Ekonomi, FKIP, Universitas Jember juga termasuk kedalam golongan
yang bisa berperilaku konsumtif. Kalangan mahasiswa bisa melakukan pembelian secara
berlebihan tanpa memperhatikan kebutuhannya melainkan untuk dapat diterima oleh
lingkungannya, menaikkan gengsi, prestise dan untuk tampil beda dari lingkungannya, faktor
lainnya adalah banyaknya promosi barang melalui akun Facebook yang mereka miliki, sehingga
menimbulkan rasa ingin membeli produk yang dipromosikan tersebut meski pada dasarnya
mereka tidak terlalu membutuhkan barang tersebut.

6. Fakta

Berdasarkan hasil data yang didapatkan seperti yang terlihat pada tabel di atas, maka
diketahui besarnya nilai koefisien korelasi adalah 0,977. Koefisien korelasi sebesar 0,977
tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara variabel (X) Facebook sebagai social media
marketing terhadap variabel (Y) perilaku konsumtif mahasiswa Pendidikan Ekonomi, FKIP,
Universitas Jember dikategorikan mempunyai hubungan yang sangat kuat.

7. Hukum

Ada pengaruh yang signifikan Facebook sebagai social media marketing terhadap
perilaku konsumtif mahasiswa Pendidikan Ekonomi, FKIP, Universitas Jember. Besarnya
persentase pengaruh Facebook sebagai social media marketing terhadap perilaku konsumtif
mahasiswa Pendidikan Ekonomi, FKIP, Universitas Jember adalah 95,5%.

8. Prinsip/asas

Facebook sebagai social media marketing bisa memengaruhi sikap dan perilaku konsumen
hingga pada akhirnya menimbulkan perilaku konsumtif dimana pengguna Facebook tersebut
membeli barang dengan tujuan bukan untuk memenuhi kebutuhan semata, melainkan untuk
menunjukkan identitas diri mereka agar bisa diterima oleh lingkungannya, menaikkan gengsi,
prestise dan untuk tampil beda dari lingkungannya (Boer, 20014), (Scheinbaum, 2018), dan
Boveda-Lambie dan Lambeth, 2018). Faktor-faktor yang telah dijabarkan di atas membuat
mahasiswa memiliki sikap boros dalam melakukan pembelian, bahkan salah satu responden
mengakui jika ia termasuk mahasiswa yang berperilaku konsumtif.