Anda di halaman 1dari 25

TATA CARA MENULIS MAKALAH

Disusun Oleh:
Kelompok 6

Nama : 1. Ayu Dzakiroh (061740411836)


2. Emha Isnan Alfajri (061740411841)
3. Ricky Samuel Situmeang (061740411848)
Kelas : 5 EGD

Dosen Pembimbing : Edi Suryadi, M.T.

PROGRAM STUDI DIV TEKNIK ENERGI


JURUSAN TEKNIK KIMA
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
2019
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Seseorang yang masih duduk di bangku sekolah atau perguruan tinggi


seringkali akan mendapatkan tugas yang disajikan dalam bentuk makalah.
Sedangkan banyak sekali susunan atau kerangka yang beredar di masyarakat
sekarang ini masih salah atau tepatnya masih belum sempurna.
Ada sebuah susunan standart dengan elemen-elemen sebuah makalah
yang harus ditaati. Saat Anda di bangku perkuliahan, Anda akan dituntut
menyusun sebuah makalah atau karya ilmiah dengan susunan yang
sempurna. Baik dari urutan kerangka pembahasan, tata bahasa, format
halaman, format gambar, format tabel dan masih banyak lagi aturan baku
yang menjadikan makalah menjadi sebuah hasil karya ilmiah yang baik dan
benar.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa itu makalah?


2. Bagaimana cara menulis makalah?
3. Apa jenis – jenis makalah?
4. Apa ciri – ciri dari sebuah makalah?

1.3 Tujuan

1. Dapat mengetahui tentang makalah


2. Dapat memahami tentang tata cara menulis makalah
3. Dapat mengetahui jenis – jenis makalah
4. Dapat mengenal ciri – ciri makalah
5. Dapat menulis makalah dengan baik dan benar

1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Definisi Makalah

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, makalah diartikan dalam dua


hal. Yang pertama adalah tulisan resmi tentang suatu pokok yang dimaksudkan
untuk dibacakan di muka umum di suatu persidangan dan yang sering disusun
untuk diterbitkan. Yang kedua didefinisikan sebagai karya tulis pelajar atau
mahasiswa sebagai laporan hasil pelaksanaan tugas sekolah atau perguruan
tinggi.
Jika ingin melihat lebih dalam arti makalah menurut beberapa ahli maka
akan ada semakin banyak definisi. Menurut W.J.S Poerwadarminta (1994)
mengartikan makalah sebagai uraian tertulis yang membahas suatu masalah
tertentu yang dikemukakan untuk mendapat pembahasan lebih lanjut.Tanjung
dan Ardial juga mengartikan makalah adalah karya tulis yang memuat
pemikiran tentang suatu masalah atau topik tertentu yang ditulis secara
sistematis dan disertai analisis yang logis dan objektif.
Sedangkan Badan Standarisasi Nasional (BSN) menulis bahwa sebuah
karya tulis disebut makalah jika memenuhi beberapa syarat berikut; makalah
merupakan pemikiran sendiri, belum pernah dipublikasikan, mengandung unsur
kekinian dan bersifat ilmiah (http://ciputrauceo.net. diakses 29 September
2019).

2.2 Perbedaan Makalah, Paper, dan Jurnal Ilmiah

Banyak orang berpikir bahwa makalah, paper dan jurnal ilmiah adalah
produk yang sama namun sebenarnya ketiga jenis karya tulis ini memiliki
karakter dan tujuan yang berbeda. Perbedaan tersebut diantaranya:
a. Makalah
 Makalah membahas atau menelaah suatu kajian literatur yang sudah ada
atau dari laporan pelaksanaan kegiatan lapangan.

2
 Makalah umumnya dibuat untuk dipresentasikan pada suatu seminar,
sidang, atau diskusi.
 Bagian pokok yang harus ada pada makalah adalah Pendahuluan, Isi, dan

Kesimpulan.
b. Paper
 Paper berupa karya tulis ilmiah yang biasa digunakan untuk
mendokumentasikan sebuah penelitian yang baru. Namun tidak menutup
susunan paper juga digunakan untuk review penelitian yang sudah ada.
 Terdiri dari tiga bagian pokok yaitu Topik, Data, dan Argumen.

c. Jurnal Ilmiah
 Jurnal Ilmiah berupa media kumpulan karya ilmiah yang diterbitkan
setiap kurun waktu tertentu.
 Sebelum di publikasikan, Jurnal Ilmiah harus melewati proses peer-
review untuk menyeleksi dan menentukan apakah sebuah paper atau
makalah yang di submit ke jurnal tersebut layak diterbitkan atau tidak.
Proses peer-review dilakukan oleh satu atau beberapa pemeriksa yang
juga merupakan ahli atau akademisi di bidang yang dikaji
(http://ciputrauceo.net. diakses 29 September 2019).

2.3 Ciri-Ciri Makalah


Makalah memiliki ciri-ciri yang bisa dikenali. Berikut beberapa ciri-
ciri yang dimiliki makalah yang bisa diketahui:
a. Isinya adalah menjabarkan tentang seberapa besar pemahaman siswa atau
mahasiswa mengenai suatu permasalahan.
b. Bahasa yang digunakan adalah bahasa formal dan sesuai Ejaan yang
Disempurnakan (EYD).
c. Berisi tentang gabungan dari beberapa referensi yang telah di filter sesuai
dengan topik bahasan (https://www.romadecade.org. diakses 29
September 2019)

3
2.4 Jenis-Jenis Makalah
Berdasarkan jenis kajian yang dibahas, Fauzy Ahmad (dikutip
http://ciputrauceo.net. diakses 29 September 2019) mengkategorikan makalah
menjadi 3 jenis yaitu:
a. Makalah Deduktif
Adalah makalah yang didasarkan pada kajian teoritis yang relevan
dengan permasalahan yang dibahas.
b. Makalah Induktif
Aadalah makalah yang ditulis berdasarkan data empiris yang bersifat
objektif berdasarkan apa yang diperoleh dari lapangan namun tetap relevan
dengan pembahasan.
c. Makalah Campuran
Adalah makalah yang disusun atau ditulis berdasarkan kajian toritis
dan data empiris. artinya makalah campuran ini adalah penggabungan antara
makalah deduktif dan makalah induktif. Pada makalah campuran dapat
dibagi lagi menjadi 6 jenis yaitu:
 Makalah Ilmiah
Makalah ini biasanya membahas permasalahan yang ditulis dari
hasil studi ilmiah dan jenis makalah ini tidak berdasarkan pendapat atau
opini dari penulis yang bersifat subyektif.
 Makalah Kerja
Biasanya makalah ini diperoleh dari hasil sebuah penelitian dan
memungkinkan seorang penulis makalah tersebut berargumentasi dari
permasalahan yang dibahas yang didapatkan dari sebuah proses
penelitian dan itu artinya opini yang bersifat subyektif dari penulis lebih
memungkinkan pada makalah jenis ini.
 Makalah Kajian
Isi dari makalah ini biasanya sebagai sarana pemecahan suatu
masalah yang bersifat kontroversial.
 Makalah Posisi
Istilah ini digunakan untuk karya tulis yang disusun atas
permintaan suatu pihak yang fungsinya sebagai alternatif pemecahan

4
masalah yang kontroversial. Prosedur pembahasan dan penulisannya
dilakukan secara ilmiah.
 Makalah Analisis
Sifat dari makalah ini adalah obyektif-empiris.
 Makalah Tanggapan
Biasanya makalah ini sering dijadikan sebagai tugas mata kuliah
bagi mahasiswa yang isinya merupakan reaksi terhadap suatu bacaan.

2.5 Petunjuk Menulis Makalah


Dalam menulis makalah dapat mengikuti petunjuk-petunjuk berikut
ini:
a. Pemilihan Topik
Topik adalah tema pembuatan makalah. Topik dapat pula diperoleh
dari uraian latar belakang masalah. Latar belakang adalah sebab mengapa
sebuah penelitian dilakukan atau alasan makalah ditulis. Sedangkan tema
akan muncul karena adanya sebab pada latar belakang.
Pemilihan topik harus menarik serta mencakup berbagai kajian
ilmu yang memasyarakat. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar pembaca
dapat mengambil manfaat dari makalah tersebut sesuai dengan ilmu yang
dibutuhkan. Topik yang biasanya digunakan dalam penulisan makalah
antara lain berkutat pada bidang akademis atau mata pelajaran dibangku
sekolah seperti Sejarah, Agama, Teknologi Informasi dan Komunikasi
(TIK), Kesehatan, Biologi, Geografi, Ekonomi, Pendidikan
Kewarganegaraan (PKN), Fisika, dan Kewirausahaan
(http://ciputrauceo.net. diakses 29 September 2019).
Sebagai tambahan pertimbangan, Kusmarwanti, M.Pd.
menyarankan ada 4 hal yang harus disesuaikan dalam menentukan
sebuah topik makalah yaitu:
 Kemampuan Anda dalam menguasai teori/kajian masalah.
 Ketersedian bahan pendukung, referensi dan literatur lain yang dapat
Anda akses.
 Kesan menarik dan unik dari topik Anda.

5
 Seberapa besar manfaat dari makalah yang Anda terbitkan secara
umum (http://ciputrauceo.net diakses 29 September 2019).
b. Pemilihan Bahasa
Dalam penulisan sebuah makalah, perlu diperhatikan juga
mengenai penulisan serta bahasa yang digunakan. Makalah biasanya
menggunakan bahasa baku atau sesuai ejaan yang disempurnakan.
Ketentuan penulisan makalah untuk cakupan internasional, harus
menggunakan Bahasa Inggris agar dapat diterima juga secara
internasional. Berbeda dengan penulisan untuk kalangan dalam negeri
(Indonesia) harus menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar
sesuai dengan EYD yang berlaku saat ini. Perlu Anda ketahui pula bahwa
EYD biasanya disempurnakan setiap beberapa tahun.
Pemilihan bahasa serta penulisan makalah yang baik dan benar
akan ikut menentukan bobot kualitas dari makalah yang Anda tulis. Jadi
hal ini penting juga untuk diperhatikan. Pemilihan kata juga dirasa
penting agar pembaca mampu memahami dengan baik maksud yang
ingin Anda sampaikan dalam makalah. Hal ini akan menghindarkan dari
kemungkinan adanya salah tafsir atau minim pemahaman terhadap esensi
makalah Anda.
Pemilihan kata harus dengan bahasa baku atau ilmiah serta tepat
sasaran, tidak bertele-tele namun tetap informatif. Akan lebih baik
apabila setiap penjelasan yang Anda tulis disertai dengan contoh yang
konkret sehingga memudahkan pembaca untuk memahaminya
(http://ciputrauceo.net. diakses 29 September 2019).
c. Susunan Kerangka Makalah
Susunan kerangka makalah merupakah bagian-bagian yang harus
dimuat dalam sebuah makalah. Kerangka makalah dibuat untuk
memudahkan penulis dalam menyusun makalah dan memudahkan
pembaca dalam memahami isi makalah. Kerangka makalah yang baik
akan membuat makalah terlihat rapi dan sistematis. Susunan kerangka
makalah yang harus dimuat yaitu:

6
1. Cover
Cover atau sampul makalah memuat judul makalah serta nama
penulis, logo lembaga atau institusi, tempat, dan tahun terbit. Nama
penulis ditulis dengan jelas, nama asli dan nama lengkap tanpa
disingkat serta tanpa menyebutkan gelar. Alamat penulis memuat
nama instansi atau lembaga tempat penulis bekerja atau menempuh
jenjang studi (universitas). Tahun terbit adalah tahun pada saat
makalah telah selesai penelitian dan penulisannya kemudian
diterbitkan untuk umum.
Judul pada halaman cover atau sampul menggunakan huruf
kapital yang dicetak tebal dengan menggunakan jenis huruf Times
New Roman dengan besar font sebesar 14, ditulis dengan pengaturan
layout center (rata tengah). Untuk penulisan nama penulis tidak
diperlukan huruf kapital untuk semua kata, cukup huruf kapital di
awal kata. Namun untuk penulisan keterangan nama instansi atau
jenjang pendidikan menggunakan huruf kapital dengan dicetak tebal.
Judul yang ditampilkan harus judul yang jelas, informatif,
singkat namun menjelaskan isi dari penelitian dalam makalah tersebut.
Anda tidak dianjurkan menuliskan judul makalah misalnya “Laporan
Penelitian Kajian Sosial di Masyarakat”, Anda harus menjelaskan
lebih spesifik pada judul Anda tersebut, yaitu misalnya “Pengaruh
Budaya Patrilineal dalam kehidupan masyarakat Jawa” judul tersebut
akan menginformasikan kepada pembaca, garis besar dari isi atau
bahasan makalah Anda (http://ciputrauceo.net. diakses 29 September
2019).
2. Daftar Isi
Daftar isi memuat informasi halaman dari isi makalah. Setiap
bab dan sub-bab dalam makalah diberikan keterangan halaman agar
memudahkan pembaca menemukan bahan yang akan dibaca. Daftar
isi juga memuat daftar gambar dan daftar tabel (jika ada)
(http://ciputrauceo.net. diakses 29 September 2019).

7
3. Kata Pengantar
Kata pengantar mencakup isi dari keseluruhan esensi makalah,
yaitu membahas isi makalah secara menyeluruh namun umum. Hal ini
perlu dilakukan agar pembaca mempunyai pandangan umum arah dari
penelitian dalam makalah Anda tersebut.
Biasanya pada kata pengantar, penulis juga mencantumkan
ucapan syukur kepada Tuhan YME, serta ucapan terimakasih kepada
pihak-pihak yang telah mendukung dan membantu proses
penyelesaian makalah.
Dalam kata pengantar penulis juga dapat menjabarkan
penjelasan waktu penulisan makalah, tempat penelitian, serta pihak-
pihak yang menjadi mentor penulis dalam menyelesaikan makalah
baik individu, instansi maupun lembaga-lembaga tertentu yang terlibat
dan memberikan sumbangsih.
Dia akhir kata pengantar, penulis juga diperbolehkan
menuliskan harapan penulisan makalah tersebut, manfaat bagi
pembaca, kemudian penulis juga menerima masukan berupa kritik dan
saran dari pembaca. Serta pencantuman nama lengkap penulis, tempat
dan tanggal atau tahun (waktu) penulisan makalah tersebut namun
tanpa dibubuhi tanda tangan (http://ciputrauceo.net. diakses 29
September 2019).
4. Pendahuluan
Pendahuluan merupakan bahasan awal topik penelitian di dalam
makalah yang disusun oleh dan dari sudut pandang penulis.
Pendahuluan tidak perlu ditulis secara luas, cukup cakupan luarnya
saja asalkan sudah mencakup esensi umum dari makalah Anda.
Pendahuluan dapat dijelaskan secara umum dan singkat namun tujuan
dan maknanya jelas. Pendahuluan dapat menjelaskan tentang pokok
permasalahan awal yang ditemui. Permasalahan disini yang dimaksud
adalah masalah yang ditemukan dan ingin diteliti dalam makalah
Anda tersebut.

8
Di dalam bab pendahuluan, mencakup bab-bab penting dalam
penelitian makalah. Biasanya di dalam pendahuluan terdapat tiga poin
penting yang menjadi sub-bab nya yaitu Latar Belakang, Rumusan
Masalah, dan Tujuan Pembahasan (http://ciputrauceo.net. diakses 29
September 2019).
5. Latar Belakang
Latar belakang menjelaskan secara umum permasalahan yang
ditemukan, serta mengapa masalah tersebut perlu untuk diteliti
kemudian di analisa dalam sebuah makalah. Latar belakang ditulis
sejelas-jelasnya dengan penjelasan yang umum dan mudah
dimengerti. Dapat pula dijelaskan dari awal hal yang ingin diteliti
menjadi masalah yang perlu untuk dianalisis.
Latar belakang juga menjelaskan fakta-fakta, data-data, temuan
penelitian sebelumnya, dan referensi yang penulis temukan, yaitu
alasan yang membuat peneliti ingin meneliti hal tersebut. Penulis juga
mengemukakan pendekatan serta landasan teori yang bisa digunakan
untuk menelaah permasalahan yang ditemukan, yaitu dilihat dari sudut
pandang teoritis.
Latar belakang ditulis dengan metode piramida terbalik, yaitu
mengerucut ke bawah. Pada awalnya penulis menjelasakan secara luas
dan umum gambaran permasalahan kemudian lama-kelamaan
dikerucutkan menjadi poin permasalahan krusial, objek, serta ruang
lingkup yang ingin diteliti (http://ciputrauceo.net. diakses 29
September 2019).
6. Rumusan Masalah
Rumusan masalah berisi pokok masalah yang ditemukan.
Biasanya rumusan masalah sangat singkat dan padat, tidak lebih dari
satu paragraf serta berisi poin-poin pertanyaan atau masalah yang
akan diteliti. Poin pertanyaan biasanya antara dua sampai tiga
pertanyaan. Rumusan masalah merupakan hasil pengerucutan dari
bahasan pada latar belakang yang telah diulas sebelumnya. Cara
membuat rumusan masalah yang baik adalah mengerucutkan

9
permasalahan melalui cara penyempitan kajian permasalahan yang
begitu luas dan umum, menjadi masalah yang sangat khusus, spesifik
dan menjurus, serta ditulis dalam bentuk pertanyaan yang kemudian
akan diteliti dalam penelitian.
Tujuan penulisan rumusan masalah sanagt penting, yaitu alasan
dari dilakukannya penelitian dalam makalah tersebut. Rumusan
masalah juga berfungsi sebagai pedoman atau penentu arah penelitian,
penentu metode dan teori yang akan diambil untuk digabungkan
sebagai landasan teori dalam penelitian, serta memudahkan peneliti
untuk menentukan sampel dan populasi penelitian
(http://ciputrauceo.net. diakses 29 September 2019).
7. Tujuan Pembahasan
Tujuan pembahasan berisi manfaat dari penelitian yang
dilakukan. Pada dasarnya manfaat ini ditujukan untuk pembaca.
Manfaat diperoleh jika telah menemukan hasil atau kesimpulan dari
permasalahan dan konfirmasi dari hipotesa awal. Tujuan pembahasan
biasanya ditulis secara singkat namun menggambarkan serta
mendeskripsikan manfaat penelitian kepada pembaca.
Tujuan pembahasan dibagi menjadi dua, tujuan fungsional dan
tujuan individual. Tujuan fungsional lebih ditujukan kepada instansi
yang terkena imbas dari hasil penelitian makalah yang Anda buat,
yaitu manfaat penelitian Anda diharapkan mampu menjadi landasan
mengambil kebijakan atau keputusan. Tujuan individual manfaatnya
lebih kepada individu, yaitu menambah ilmu pengetahuan,
pengenalan, serta pengalaman baru terhadap kajian yang belum diteliti
sebelumnya. Tujuan pembahasan juga memiliki manfaat penelitian
kepada penulis, yaitu menambah kaidah wawasan penulis
(http://ciputrauceo.net. diakses 29 September 2019).
8. Isi
Isi berisi uraian pokok dari topik makalah. Isi menjelaskan
tentang definisi dan landasan teori, ulasan materi, penyelesaian
masalah, serta solusi atau hasil penelitian. Isi menjelaskan tentang

10
permasalahan, penelitian yang dilakukan, metode penelitian, tempat
penelitian, sasaran penelitian, serta penjabaran hasil data-data yang
diperoleh di lapangan. Data yang diperoleh bisa merupakan data
kualitatif, data kuantitatif, maupun mixed methods.
Jika data dilakukan dengan proses wawancara, maka penulis
bisa mencantumkan kutipan hasil pembicaraan dengan orang yang di
wawancara atau narasumber tersebut. Namun jika data penelitian
berupa data kuantitatif dapat mencantumkan hasil penelitian berupa
daftar tabel berisi angka atau hal-hal yang bersifat numerik. Metode
penelitian dapat dilakukan dengan metode survei, wawancara, dan
pengamatan serta pengambilan data di lapangan
(http://ciputrauceo.net. diakses 29 September 2019).
9. Kesimpulan
Kesimpulan merupakan penjabaran dari hasil penelitian yang
diperoleh. Hasil penelitian diperoleh dari analisis rumusan masalah
yang ditemukan kemudian dianalisis menggunakan teori dan metode
penelitian yang dilakukan, sehingga diperoleh kesimpulan penelitian.
Kesimpulan bisa sesuai dengan hipotesa namun bisa juga tidak
sesuai dengan hipotesa awal sehingga muncul sebuah kesimpulan baru
dari rumusan masalah yang telah dijabarkan sebelumnya. Kesimpulan
juga menjabarkan apakah penelitian yang dilakukan telah menjawab
rumusan masalah atau masih diperlukan penelitian lanjutan
(http://ciputrauceo.net. diakses 29 September 2019).
10. Saran
Saran lebih ditujukan penulis kepada pembaca. Saran diperoleh
dari kesimpulan penelitian untuk lebih dikembangkan kembali,
ditindaklanjuti, maupun diterapkan. Saran berisi manfaat penelitian
kepada pembaca berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh
kemudian diharapkan agar dilaksanakan atau diterapkan oleh
pembaca. Tujuan atau harapannya adalah agar pembaca mampu
menerapkan atau menggunakan hasil dari penelitian yang telah
dilakukan dalam aplikasinya secara langsung di masyarakat baik

11
secara teoritis maupun praktis (http://ciputrauceo.net. diakses 29
September 2019).
11. Penutup
Penutup berisi harapan penulis kepada pembaca yaitu berharap
agar penelitian tersebut bermanfaat kepada pembaca. Penulis juga
memberikan kesan dan pesan serta ucapan terimakasih kepada pihak-
pihak yang mendukung penulis atas kontribusi nya untuk
menyelesaikan makalah penelitian. Penutup juga menjelaskan
kekurangan serta kelebihan dalam penulisan makalah penelitian
(http://ciputrauceo.net. diakses 29 September 2019).
12. Daftar Pustaka
Daftar pustaka berisi daftar referensi-referensi yang
dicantumkan atau dipergunakan dalam penyusunan makalah. Daftar
pustaka berisi paling sedikit dua puluh lima referensi, bisa dari jurnal,
maupun buku. Penulisan daftar pustaka harus disusun secara
sistematis serta diurutkan secara sistematis berdasarkan abjad atau
alfabetis menurut nama pengarang.
Daftar pustaka terdiri atas nama pengarang, tahun terbit
publikasi, judul publikasi, serta tempat terbit dan penerbit. Pengaturan
penulisan nama dalam daftar pustaka adalah dengan ketentuan nama
keluarga harus ditulis terlebih dahulu, kemudian diikuti oleh nama
panggilan.
Jika daftar pustaka yang digunakan ditulis oleh nama pengarang
yang sama namun beda waktu atau tahun penerbitan yang berbeda,
maka yang harus ditulis terlebih dahulu adalah terbitan yang pertama.
Namun jika nama pengarang sama, dan diterbitkan dalam tahun yang
sama, maka ketentuan nya adalah nama pengarang disusun dengan
membedakan tahun terbit dengan huruf abjad. Penulisan nama
lengkap pengarang, hanya untuk item pertama, sedangkan item
berikutnya sudah cukup dengan diberi tanda: ------- (strip dengan
jumlah antara lima atau tujuh secara berkelanjutan)
(http://ciputrauceo.net diakses 29 September 2019).

12
2.6 Format Cetak Menulis Makalah

Dalam menulis makalah terdapat beberapa format yang harus


diikuti. Format tersebut yaitu:
1. Ukuran Kertas
Yang diperbolehkan dalam penulisan makalah adalah pada
kertas HVS berukuran A4 atau 21 x 29,7 cm (http://ciputrauceo.net
diakses 29 September 2019).
2. Jenis huruf
Yang biasa digunakan dalam membuat makalah yaitu huruf
Times New Roman dengan ukuran 12. Bisa juga menggunakan
beberapa huruf lain selain Times New Roman yaitu huruf Book
Antiqua ukuran 10, Arial ukuran 10 serta Tahoma ukuran 9.
Dengan menggunakan jenis huruf Times New Roman atau huruf
yang setara dengan ukuran sebagai berikut :
 Ukuran font 12 untuk isi naskah.
 Ukuran font 16 dan tebal untuk judul dalam Bahasa Indonesia serta
14 dan tebal untuk judul dalam Bahasa Inggris.
 Ukuran font 12 dan tebal untuk nama penulis pada judul.
 Ukuran font 14 dan tebal untuk nama lembaga pada judul.
 Ukuran font 10 dan tebal untuk tulisan lain pada judul
(http://ciputrauceo.net diakses 29 September 2019).
3. Margin Halaman
Pada penulisan makalah, untuk sebelah kiri menggunakan
margin 4. Sedangkan untuk atas, kanan, serta bawah menggunakan
margin 3 (http://ciputrauceo.net diakses 29 September 2019).
4. Spasi
Yang umumnya digunakan adalah spasi 1, namun beberapa
perguruan tinggi memperbolehkan spasi ganda atau spasi
2(http://ciputrauceo.net diakses 29 September 2019). Selain itu dapat
diikuti aturan spasi sebagai berikut:

13
 Spasi 1 untuk halaman judul, pengesahan, abstrak, daftar isi, dan
daftar lainya juga bagian naskah yang seperti jarak antara
gambar/tabel dengan judul gambar/tabel.
 Spasi 1,5 untuk isi naskah tapi ada juga bebrapa perguruan tinggi
yang menggunakan spasi 2 untuk isi naskah.
 Spasi 2 untuk jarak judul subbab terhdap teks isi pertamanya.
 Spasi 3 untuk jarak teks terhadap tabel, gambar, grafik, atau
diagram.
 Spasi 4 untuk jarak judul bab terhadap teks isi pertama dan jarak
akhir teks terhadap judul subbab berikutnya (https://ade-
technoit91.blogspot.com. diakses 29 September 2019)
5. Penomoran
Cover atau sampul makalah tidak memiliki nomor halaman,
kemudian Daftar isi, Kata pengantar, Daftar Gambar/tabel yang diberi
format nomor Romawi (i ii iii iv dst), kemudian baru pada Bab 1
hingga lampiran menggunakan format nomor biasa (1 2 3 dst). Dapat
diikuti aturan sebagai berikut:
 Nomor bab di tulis dengan kata BAB kemudian di ikuti angka
romawi Contoh : BAB I,BAB II.Sementara judul bab dituliskan di
bawah nomor bab,dan di tuliskan dengan huruf capital rata tengah
ukuran font 14 poin dan di cetak tebal.
 Nomor subbab ,semuanya menggunakan angka arab,contoh : 2.1,
2.2, sedangkan judul subbab di tuliskan dengan huruf capital untuk
tiap awal katanya,rat kiri,ukuran huruf 12 poin(normal) dan di
cetak tebal (http://ciputrauceo.net. diakses 29 September 2019).
6. Judul makalah
Tidak perlu diawali dengan kata penelitian/analisis/ studi kecuali
inti dari yang dikaji adalah sebuah penelitian/analisis/studi literatur
lain (http://ciputrauceo.net. diakses 29 September 2019).
7. Format gambar, tabel, dan grafik :
 Format gambar harus diberi nomor berurutan, kemudian jika
gambar diberi judul, judul tersebut tidak boleh melebihi sepuluh

14
kata dalam satu gambar. Letak judul pada gambar adalah berada di
bawah gambar tersebut.
 Format tabel adalah hanya menggunakan garis horisontal. Tabel
juga harus diberikan penomoran secara berurutan serta judul tabel
tidak boleh melebihi 10 kata. Berbeda dengan format gambar, kali
ini judul tabel diletakkan diatas tabel dengan penulisan semua
huruf kecil kecuali pada huruf pertama di awal kata. Huruf pertama
ditulis menggunakan huruf kapital.
 Format grafik diberi judul ditengah grafik dengan huruf kecil
kecuali huruf pertama pada awal kata. Huruf pertama ditulis
menggunakan huruf kapital (http://ciputrauceo.net. diakses 29
September 2019).
8. Cara Mengutip
Pengaturan atau tata cara mengutip jika kutipan tersebut pendek
atau hanya satu kalimat adalah kutipan tersebut langsung diletakkan
pada kalimat tersebut kemudian ditambahkan tanda petik serta ditulis
nama penulis dan tahun publikasinya.
Jika kutipan tersebut terdiri dari kalimat yang panjang atau
banyak, maka kutipan tersebut (biasanya dalam bentuk paragraf) harus
diketik dengan jenis huruf serta font yang berbeda daripada jenis font
dan ukuran huruf makalah utama. Letak kutipan tersebut juga diatur
sedemikian rupa sehingga terletak agak terpisah dari paragraf utama
bahasan makalah (http://ciputrauceo.net. diakses 29 September 2019).
9. Catatan Kaki (footnotes)
Merupakan sebuah penjelasan tentang sesuatu yang dinyatakan
dalam teks artikel. Penjelasan atau catatan kaki ini ditulis di bagian
bawah halaman dan diberi nomor footnotes tapi letaknya tetap di
halaman yang sama dengan sesuatu yang dinyatakan.Nomor footnote
agak diangkat sedikit di atas baris biasa, tetapi tidak sampai setinggi
satu spasi. Biasanya catatan kaki ada karena 4 hal ini.
 Keterangan khusus atau tambahan penting, tetapi tidak dimasukkan
dalam teks karena uraiannya akan menyimpang dari garis besar

15
karya ilmiah atau karena uraiannya akan bersifat berlarut-larut dan
di luar konteks
 Komentar khusus mengenai bagian yang bersangkutan dalam teks
 Kutipan yang akan mengganggu kelancaran penyajian uraian bila
dimuat dalam teks
 Penunjuk sumber yang diberi komentar
tambahan (http://ciputrauceo.net. diakses 29 September 2019).

2.7 Langkah – Langkah Menulis Makalah

Selain memahami pemilihan topik dan format pembuatan makalah


lainnya ada baiknya Anda melihat tahapan yang kami sarankan untuk
menulis sebuah makalah hingga sukses sampai dipublikasikan. Dengan
adanya tahapan ini akan memudahkan Anda mempercepat proses
pembuatan makalah dengan kualitas yang tetap optimal. Karena bagi
sebagian orang yang sedang mengerjakan tugas makalah, ancaman terbesar
biasanya adalah ketepatan waktu. Namun cara belajar setiap orang
terkadang tidak sama, Anda tidak perlu mengikuti secara baku tahapan-
tahapan berikut jika dirasa terlalu banyak memakan waktu
(http://ciputrauceo.net. diakses 29 September 2019).
a. Tahap Persiapan
 Pemilihan topik
 Perumusan tujuan
 Identifikasi pembaca
 Tentukan batasan isi materi
 Tentukan judul makalah
 Kumpulkan literatur dan bahan pendukung yang terpercaya
 Lakukan wawancara narasumber jika perlu
 Buat ringkasan kecil dari bahan materi yang terkumpul
 Catat kutipan dan kata sulit (http://ciputrauceo.net. diakses 29
September 2019).

16
b. Tahap Penulisan Draft
 Buat tulisan kasar ke dalam setiap susunan makalah
 Lakukan perumusan masalah dan kesimpulan (http://ciputrauceo.net.
diakses 29 September 2019).
c. Tahap Revisi
 Pemeriksaan ide apakah sesuai topik dan tujuan,apakah melewati
batas pembahasan atau tidak.
 Pembahasan apa yang kurang mendetail.
 Penyesuaian dengan kebutuhan dan kejelasan penjabaran untuk
pembaca.
 Tambahkan reaksi dan masukan dari orang lain yang membaca
(http://ciputrauceo.net. diakses 29 September 2019).
d. Tahap Penyuntingan
 Perhatikan kembali aspek mekanik seperti huruf kapital, ejaan,
struktur kalimat, tanda Baca, istilah, kosakata, format karangan.
 Gunakan sedikit metafora, irama, atau kiasan untuk memberikan gaya
tulisan Anda (http://ciputrauceo.net. diakses 29 September 2019).
e. Tahap Publikasi
 Perhatikan cover, footer dan header jika perlu untuk disesuaikan
dengan media publikasi yang akan kita tuju.
 Konsultasikan dengan pembimbing atau orang yang ahli di bidang
yang sama.
 Buat versi presentasi dari makalah Anda jika diperlukan
(http://ciputrauceo.net. diakses 29 September 2019).

2.8 Kesalahan-Kesalahan Umum Menulis Makalah

Dalam penulisan tidak jarang ditemui banyak sekali kesalahan


penulisan yang tidak memenuhi kebakuan dan tidak sesuai dengan aturan
yang dikenal sebagai Ejaan Bahasa Indonesia (EBI). Mulai tahun 2015, EBI
menggantikan aturan kebakuan yang sebelumnya dikenal sebagai Ejaan
Yang Disempurnakan (EYD) (http://hikaruyuuki.lecture.ub.ac.id. diakses 13

17
September 2019). Berikut Kesalahan yang sering dijumpai dalam penulisan
makalah dan perbaikannya:
a. Penulisan Nomor
Semua kata bilangan dari satu sampai sembilan harus ditulis
dengan huruf dan tidak boleh diikuti dengan angka dalam kurung.
Demikian juga bilangan-bilangan kelipatan sepuluh sampai dengan
seratus dan kelipatan seribu ditulis dengan huruf, misalnya : empat puluh,
lima puluh, lima ratus, dan lima ribu. Ketentuan-ketentuan diatas berlaku
untuk penulisan kata bilangan dalam uraian. Sedangkan untuk nomor
rumah, tanggal, nomor telepon, bilangan dalam tabel, bilangan persentase
dan nomor halaman, boleh ditulis dengan angka arab. Bilangan yang
terdiri dari empat angka atau lebih ditulis dengan memberikan satu tanda
titik menyekat ribuan dan jutaan, misalnya 7.450 , 25.550 , 6.333.059
sedangkan untuk bilangan desimal, digunakan tanda koma (,) sebagai
penyekat berlaku. Sedangkan penulisan nama bulan harus dengan huruf
(Rusmawanto, 2013).
b. Penulisan Singkatan
Singkatan yang boleh dipergunakan adalah singkatan yang telah
diakui secara internasional, sepereti cm, kg, lbs, cal, BTU, HP, cc. oC, oR
dan oF. Demikian pula singkatan unsur kimia, seperti: Na, K, H, Zn serta
nama-nama bahan kimia, seperti: DDT, TNT dan sebagainya. Penulisan
singkatan harus dilengkapi kepanjangannyapada penulisan yang pertama,
misalnya Tempat Perlengkapan Ikan (TPI) (Rusmawanto, 2013).
c. Penggunaan Tanda Baca
Tanda baca merupakan suatu hal yang sudah sangat akrab di
telinga. Tanda baca sesungguhnya ada banyak sekali. Beberapa yang
sering kita jumpai, yaitu titik (.), koma (,), titik dua (:), titik koma (;),
petik (“…”), petik tunggal (‘…’), dan masih banyak lagi (Dessy, 2018).
1. Tanda Titik (.)
Tanda titik banyak disalahkan penggunaannya pada kondisi
seperti berikut ini:

18
 Penggunaan setelah angka atau huruf pada sebuah daftar. Akan
tetapi, tidak digunakan pada angka atau huruf yang lebih dari satu,
seperti pada subbab.
 Penggunaan pada bilangan yang menyatakan ribuan atau kelipatan
ribuan. Perlu diperhatikan bahwa penggunaan tanda titik pada
kondisi ini berlaku hanya untuk menyatakan jumlah (Dessy, 2018).
2. Tanda Koma (,)
Tanda koma banyak disalahkan penggunaannya pada kondisi
berikut:
 Pemisah unsur rincian dalam kalimat. Pada rincian terakhir yang
biasanya diikuti kata hubung, sebelumnya tetap diberi tanda koma.
 Pemisah antara anak kalimat yang mendahului induk kalimat. Hal
ini tidak berlaku bila induk kalimat yang mendahului anak kalimat.
 Penggunaan mengikuti kata hubung. Tanda koma terletak sebelum
kata hubung yang terletak di tengah kalimat dan setelah kata
hubung yang terletak di akhir kalimat (Dessy, 2018).
3. Tanda Titik Dua (:)
Tanda titik dua banyak disalahkan penggunaannya pada kondisi
berikut:
 Pemisah antara jilid dan halaman buku, surah dan ayat dalam kitab
suci, serta judul dan subjudul suatu karangan (Dessy, 2018).
4. Tanda Titik Koma (;)
Tanda titik koma banyak disalahkan penggunaannya pada
kondisi berikut:
 Pemisah unsur rincian apabila dalam kalimat tersebut juga telah
digunakan tanda koma. Apabila tidak ada tanda koma sebelumnya,
meskipun tidak salah, namun lebih disarankan untuk mendahulukan
penggunaan tanda koma (Dessy, 2018).
5. Tanda Petik Ganda (“…”)
Tanda petik sering digantikan oleh tanda petik tunggal maupun
huruf yang di miringkan. Tanda petik banyak disalahkan
penggunaannya pada kondisi berikut:

19
 Penggunaan untuk mengapit judul sebuah buku, film, lagu, dan
lain-lain.
 Penggunaan untuk mengapit istilah tertentu (Dessy, 2018).
6. Tanda Petik Tunggal (‘…’)
Seperti sebelumnya, tanda baca ini juga sering digantikan oleh
tanda petik maupun huruf yang dimiringkan. Tanda petik tunggal
banyak disalahkan penggunaannya pada kondisi berikut:
 Penggunaan pada petikan yang berada di dalam petikan.
 Penggunaan untuk mengapit penjelasan dari suatu hal (Dessy,
2018).
7. Tanda Strip (-)
Dalam bahasa Indonesia, jika penulisan angka ditulis dengan
angka, maka kita perlu membubuhkan tanda strip setelah kata depan.
Jika angka ditulis dengan huruf, maka kata depan ditulis melekat
dengan angka tersebut (Audy, 2017).
d. Spasi Pada Tanda Baca
1. Tanda “:” (titik dua): tidak boleh ada spasi sebelumnya. Di Microsoft
Word, apabila ada spasi sebelum “:” maka pasti akan digarisbawahi
karena itu adalah penulisan yang salah. Penulisan tanda baca ini
sebenarnya bersifat universal, artinya semua bahasa memiliki aturan
kebakuan yang sama. Perkecualian untuk pemerian (misalnya
penulisan detail Tempat, Waktu, dll pada surat).
Contoh: antara lain : (salah) | antara lain: (benar)
2. Tanda “/” (garis miring), “-” (tanda hubung): tidak boleh ada spasi
sebelum dan sesudahnya.
3. Tanda “.” (titik), “!” (tanda seru), “?” (tanda tanya): tidak boleh ada
spasi sebelumnya tetapi harus ada spasi setelahnya. Titik adalah tanda
berhenti penuh, perhatikan di bawah tanda seru, tanda tanya ada
titiknya. Fungsinya adalah sebagai penanda akhir kalimat.
4. Tanda “,” (koma), “;” (titik koma): sama seperti tanda berhenti penuh,
walaupun tanda koma adalah tanda berhenti setengah
(http://hikaruyuuki.lecture.ub.ac.id. diakses 13 September 2019).

20
e. Penulisan Imbuhan
Penulisan imbuhan “di-“ dan kata “di” memiliki arti yang berbeda.
Namun, banyak sekali salah penulisan, yang entah kenapa banyak yang
tidak bisa membedakan apa fungsi keduanya.
1. Imbuhan di-: membentuk kata kerja pasif dari suatu kata kerja dasar.
Penulisannya harus digabung antara di- kemudian kata dasar. Contoh:
dipukul, ditetapkan, dianalisis, diatasi, dibuat, dikembangkan,
dilaksanakan, dll.
2. Preposisi: kata depan untuk keterangan tempat. Penulisannya harus
dipisah antara kata di dan kata keterangan tempatnya. Contoh: di atas,
di bawah, di antara, di mana (http://hikaruyuuki.lecture.ub.ac.id.
diakses 13 September 2019).
f. Penulisan Kata Berbahasa Asing
Penulisan kata berbahasa asing harus dicetak miring. Sebisa
mungkin gunakan kata padanan berbahasa Indonesia. Apabila kata
berbahasa asing mendapatkan imbuhan maka kata berbahasa asing harus
dicetak miring, awalan/akhiran harus diikuti/diawali dengan tanda –
(tanda hubung). Contoh: mem-parsing, meng-crawling, di-stemming,
meng-output-kan (http://hikaruyuuki.lecture.ub.ac.id. diakses 13
September 2019).
g. Penulisan Diksi
1. Diksi “dimana/di mana”
Pada penulisan rumus atau menjelaskan dengan klausa baru,
umumnya banyak yang menggunakan kata “di mana/dimana” padahal
dalam bahasa Indonesia tidak dikenal kata hubung (konjungsi) “di
mana” karena kata “di” adalah preposisi. Kata yang benar untuk
penghubung kalimat majemuk adalah “yang mana”, karena yang
adalah kata hubung.
2. Diksi “di antaranya”
Penggunaan ‘di antaranya’ hanya digunakan apabila sesuatu
terletak di tengah-tengah/di antara sesuatu yang lain di kanan dan kiri.
Apabila ingin menyebutkan beberapa hal yang terkandung di dalam

21
sesuatu, gunakan “antara lain” bukan “di antaranya”
(http://hikaruyuuki.lecture.ub.ac.id. diakses 13 September 2019).
h. Penggunaan Kata Hubung “Namun”
Banyak yang mengira bahwa kata namun dan tetapi dapat saling
menggantikan. Tetapi ternyata dalam bahasa tulis, penggunaan kedua
kata hubung ini berbeda. Kata tetapi memang boleh diletakkan di tengah
kalimat sebagai penghubung antar klausa, tapi kata namun tidak boleh
diletakkan di tengah kalimat karena namun merupakan penghubung antar
kalimat. Sehingga, posisinya harus berada di awal kalimat (Audy, 2017).

22
BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Menulis makalah merupakan salah satu hal yang penting untuk


dipelajari. Sebagai seseorang yang berada di dunia akademis pasti akan
selalu menemui pekerjaan yang membutuhkan penulisan makalah. Dengan
memahami pedoman serta tata cara menulis makalah yang baik maka
penulisan makalah akan menjadi lebih mudah dan hasil yang diperoleh akan
lebih baik.
Dalam menulis makalah sering dijumpai kesalahan-kesalahan
penulisan. Mempelajari penulisan makalah yang baik akan meningkatkan
kemampuan menulis makalah dan akan mengurangi kesalahan-kesalahan
yang sering terjadi dalam menulis makalah.

3.2. Saran
Sebagai mahasiswa harus lebih memahami bagaimana cara menulis
makalah yang baik dan benar demi menujang perkuliahan.

23
DAFTAR PUSTAKA

Audy, M. (2017). 6 kesalahan ejaan dalam skripsi. https://blog.typoonline.com/6-


kesalahan-ejaa-dalam-skripsi/ diakses 24 September 2019.
Dessy. (2018). Kesalahan umum penggunaan tanda baca.
https://blog.typoonline.com/kesalahan-umum-penggunaan-tanda-baca/
diakses 24 September 2019.
https://ade-technoit91.blogspot.com/2012/12/aturanpenulisan--skripsi-dan-
tesis.html?m=1 diakses 13 September 2019.
http://ciputrauceo.net/blog/2015/2/5/contoh-makalah-mahasiswa-yang-benar-
beserta-pedoman-pembuatan-makalah diakses pada 29 September 2019.
http://hikaruyuuki.lecture.ub.ac.id/kesalahan-umum-dan-perbaikan-dalam-
penulisan-karya-ilmiah/ diakses 13 September 2019.
https://www.romadecade.org/contoh-makalah/ diakses 29 September 2019.
Rusmawanto. (2013). Aturan penulisan makalah dan skripsi.
http://blog.ub.ac.id/rusmawanto/2013/01/15/aturan-penulisan-makalah-dan-
skripsi/ diakses 11 September 2019.

24