Anda di halaman 1dari 10

KEPUTUSAN KEPALA UNIT PELAKSANA TEKNIS

PUSKESMAS MANYAR
NOMOR : 445/C/SK-VIII/42/437.52.06/2017

TENTANG

STANDARISASI KODE, KLASIFIKASI DIAGNOSIS DAN TERMINOLOGI


PADA UNIT PELAKSANA TEKNIS PUSKESMAS MANYAR

KEPALA UNIT PELAKSANA TEKNIS PUSKESMAS MANYAR,

Menimbang : a. bahwa dalam penyelenggaraaan pelayanan klinis yang


berkualitas di Puskesmas, diperlukan penulisan rekam medis
yang sesuai standar;
b. bahwa dalam rangka penulisan rekam medis yang sesuai
standar, perlu ditetapkan standardisasi kode diagnosis dan
terminologi;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud
pada huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Keputusan
Kepala Unit Pelaksana Teknis Puskesmas Manyar tentang
Standariisasi Kode Klasifikasi Diagnosis dan Terminologi pada
Unit Pelaksana Teknis Puskesmas Manyar;

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktek


Kedokteran;
2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan
Publik;
3. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan;
4. Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah
Daerah;
5. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga
Kesehatan;
6. Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2012 tentang Sistem
Kesehatan Nasional;
7. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 269/Menkes/Per/2008
tentang Rekam Medis;
8. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 55 Tahun 2013 tentang
Penyelenggaraan Rekam Medis;
9. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 11 Tahun 2017 tentang
Keselamatan Pasien;
10. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor
HK.02.02/MENKES/514/2015 tentang Panduan Praktik Klinik
bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer;
11. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 tentang
Pusat Kesehatan Masyarakat;
12. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 46 Tahun 2015 tentang
Akreditasi Puskesmas, Klinik Pratama, Tempat Praktek
mandiri Dokter, dan Tempat Praktek Mandiri Dokter Gigi;
13. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor
828/MENKES/SK/II/2008 tentang Petunjuk Teknis Standar
Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan;
14. Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 43 tahun 2016
tentang Pedoman Fasilitasi Akreditasi fasilitas Kesehatan
Tingkat Pertama;

MEMUTUSKAN

Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA UNIT PELAKSANA TEKNIS PUSKESMAS


MANYAR TENTANG STANDARDISASI KODE KLASIFIKASI
DIAGNOSIS DAN TERMINOLOGI PADA UNIT PELAKSANA TEKNIS
PUSKESMAS MANYAR.

KESATU : Menentukan standardisasi kode klasifikasi diagnosis dan


terminologi sebagaimana terlampir dalam keputusan ini.

KEDUA : Kode klasifikasi sebagaimana dimaksud dalam diktum Pertama


menggunakan standard ICD X.
KETIGA : a. Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan;
b. Apabila didalam penetapan keputusan ini terdapat kekeliruan,
akan diadakan pembetulan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di Gresik
pada tanggal 29 Mei 2017

KEPALA UNIT PELAKSANA TEKNIS


PUSKESMAS MANYAR,

JON SUDIRO HENDRATA


LAMPIRAN KEPUTUSAN KEPALA UNIT PELAKSANA
TEKNIS PUSKESMAS MANYAR
NOMOR : 445/C/SK-VIII/42/437.52.06/2017
TANGGAL : 29 Mei 2017

STANDARISASI KODE KLASIFIKASI DIAGNOSIS DAN TERMINOLOGI


NO PENYAKIT KODE ICD X
1 Tuberkulosis (TB Paru) A15
A15
2 TB dengan HIV
Z21
3 Morbili B05.9
4 Variesela B01.9
5 Malaria B54
6 Leptospirosis A27.9
7 Filariasis B74
8 Infeksi pada Umbilikus P38
9 Kandidiasis Mulut B37.9
10 Lepra A30
11 Keracunan Makanan T62.2
12 Alergi Makanan L27.2
13 Syok R57.9
14 Reaksi Anafilaktik T78.2
A90 Dengue Fever
Demam Dengue dan Demam Berdarah
15 A91 Dengue Haemorrhagic
Dengue
Fever

16 Anemia Defisiensi Besi D50.8


17 HIV Aids tanpa komplikasi Z21
18 Lupus Eritematous Sistemik M32
19 Limfadenitis B70
20 Ulkus Mulut (Afotsa, Herpes) K12
21 Refluks Gastroesofageal K21.9
22 Gastritis K29.7
23 Intoleransi Makanan K90.4
24 Malabsorbsi Makanan K90.9
25 Demam Tifoid A01.0
26 Gastroenteritis A09
27 Disentri Basiler dan Disentri Amuba A06.0
K92.2 Gastrointestinal
28 Perdarahan Gastrointestinal
Hemorrhage, unspecified
K62.5 Hemorrhage of Anus
and Rectum
29 Hemorrhoid Grade 1-2 I84
30 Hepatitis A B15
31 Hepatitis B B16
32 Kolesistitis K81.9
33 Appendisitis Akut K35.9
34 Peritonitis K65.9
35 Parotitis B26
36 Askariasis B77.9
B76.0 Ankylostomiasis
37 Ankilostomiasis (Infeksi Cacing Tambang)
B76.1 Necatoriasis
B65.9 Schostosomiasis,
unspecified
38 Skistosomiasis
B65.2 Schistosomiasis due to
S. Japonicum

39 Taeniasis B68.9
40 Strongiloidiasis B78.9
41 Mata kering / Dry Eye H04.1
42 Buta Senja H53.6
43 Hordeolum H00.0
44 Konjungtivitis H10.1
45 Blefaritis H01.0
46 Perdarahan Sub Konjungtiva H57.8
47 Benda Asing di Konjungtiva T15.9
48 Astigmatism H52.2
49 Hipermetropia H52.0
50 Miopia ringan H52.1
51 Presbiopia H52.4
52 Katarak pada pasien dewasa H26.9
53 Glaukoma Akut H40.2
54 Glaukoma Kronis H40.2
55 Trikiasis H02
56 Episkleritis H15.1
57 Trauma Kimia Mata T26
58 Laserasi Kelopak Mata S01.1
59 Hifema H21.0
60 Retinopati Diabetik H36.0
61 Otitis Eksterna H60.9
H65.0 Acute Serous Otitis
Media
H65.1 Other acute Non
62 Otitis Media Akut
Suppurative Otitis Media
H66.0 Acute Suppurative Otitis
Media
H66.1 Chronic Tubobympanic
Suppurative Otitis Media
H66.2 Chronic Atticoantral
63 Otitis Media Supuratif Kronik
Suppurative Otitis Media
H66.3 Other Chronic
Suppurative Otitis Media

64 Benda Asing Di Telinga T16


65 Serumen Prop H61.2
66 Angina Pektoris Stabil I20.9
67 Infark Miokard I21.9
R00 Tachycardy Unspecified
I47.1 Supraventricular
68 Takikardia
Tachycardy
I47.2 Ventricular Tachycardy
69 Gagal Jantung Akut dan Kronis I50.9
70 Cardiorespiratory Arrest R09.2
71 Hipertensi Esensial I10
72 Fraktur Terbuka T14.2
73 Fraktur Tertutup T14.20
74 Polimialgia Reumatik M53.3
75 Artritis Reumatoid M53.3
76 Arthritis, Osteoartritis M19.9
77 Vulnus T14.1
78 Lipoma D17.9
79 Tension Headache G44.2
80 Migren G43.9
81 Vertigo R42
82 Tetanus A35
83 Rabies A82.9
84 Malaria Serebral B50.9
85 Epilepsi G40.9
86 Transient Ischaemic Attack (TIA) G45.9
87 Stroke I63.9
88 Bells Palsy G51.0
89 Status Epileptikus G41.9
90 Delirium F05.9
91 Kejang Demam R56.0
92 Tetanus Neonatorum A33
93 Gangguan Somatoform F45
94 Demensia F03
95 Insomnia F51
Gangguan Campuran Anxietas dan
96 F41.2
Depresi
97 Gangguan Psikotik F20
98 Influenza J11
99 Faringitis Akut J02.9
100 Laringitis Akut J04.0
J03
101 Tonsilitis Akut
J35
102 Bronkitis Akut J20.9
103 Asma Bronkial (Asma Stabil) J45
104 Status Asmatikus (Asma Akut Berat) J45.902
105 Pneumonia Aspirasi J69.0
J18.0
106 Pneumonia dan Bronkopneumonia
J18.9
107 Pneumothoraks J93.9
108 PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis) J44.9
109 Epitaksis R04.0
110 Benda Asing Di Hidung T17.1
111 Furunkel pada Hidung J34.0
112 Rinitis Akut J00
113 Rinitis Vasomotor J30.0
114 Rinitis Alergi J30.4
J01 Acute sinusitis
115 Sinusitis (Rinosinusitis)
J32 Chronic Sinunitis
116 Miliaria L74.3
117 Veruka Vulgaris B07
118 Herpes Zoster B02.9
119 Herpes Simpleks B00.9
120 Moluskum Kontagiosum B08.1
121 Reaksi Gigitan Serangga T63.4
122 Skabies B86
123 Pedikulosis Kapitis B85.0
124 Pedikulosis Pubis B85.3
125 Dermatofitosis B35
126 Pitiriasis Versikolor / Tinea Versikolor B36.0
L01 Impetigo
127 Pioderma L02 Cutaneous Abcess
L08.0 Pyoderma
128 Erisipelas A46
129 Dermatitis Seboroik L21
130 Dermatitis Atopik L20
131 Dermatitis Numularis L20.8
Liken Simpleks Kronik
132 L28.0
(Neurodermatitis Sirkumkripta)
133 Dermatitis Kontak Alergik (DKA) L23
134 Dermatitis Kontak Iritan L24
135 Napkin Eczema (Dermatitis Popok) L22
136 Dermatitis Perioral L71.0
137 Pitiriasis Rosea L42
138 Eritrasma L08.1
139 Skrofuloderma A18.4
140 Hidradenitis Supuratif L73.2
141 Akne Vulgaris Ringan L70.0
142 Urtikaria L50
143 Exanthematous Drug Eruption L27.0
144 Fixed Drug Eruption L27.0
145 Cutaneous Larva Migrans B76.9
146 Luka Bakar Derajat I dan II T30 – T32
I83.0 Varicose Veins of Lower
Extremities with Ulcer
147 Ulkus pada Tungkai
L97 Ulcer of Lower Limb, Not
elsewhere Classified

148 Sindrom Stevens – Johnson L51.1


149 Obesitas E66.9
150 Tirotoksikosis E05.9
151 Diabetes Melitus Tipe 2 E11
152 Hiperglikemia hiperosmolor non ketotik R73.9
153 Hipoglikemia E16.2
E79.0 Hyperuricemia without
Signs of Inflammatory Arthritis
154 Hiperuricemia- Gout Arthritis
and Tophaceous Disease
M10 Gout
155 Lipidemia E78.5
156 Malnutrisi Energi Protein (MEP) E46
157 Infeksi Saluran Kemih N39.0
158 Pielonefritis Tanpa Komplikasi N10
159 Fimosis N47
160 Parafimosis N47.2
161 Kehamilan Normal O80.9
162 Hiperemesis Gravidarum O21.0
163 Anemia defisiensi besi pada kehamilan D50
164 Pre-Eklampsia O14.9
165 Eklampsia O15.9
O39.0 Unspecified Abortion,
Complete, without Complication
166 Abortus
O06.4 Unspecified Abortion,
Inomplete, without Complication

167 Ketuban Pecah Dini (KPD) O42.9


168 Persalinan Lama O63.9
169 Perdarahan Post Partum O72.1
170 Ruptur Perineum Tingkat 1-2 O70.0
171 Mastitis N61
O92.02 Retracted Nipple
Associated with the Puerperium
172 Inverted Nipple
O92.03 Retracted Nipple
Associated with Lactation

O92.12 Cracked Nipple


Associated with the Puerperium
173 Cracked Nipple
O92.13 Cracked Nipple
Associated with Lactation

Fluor Albus / Vaginal Discharge Non


174 N98.9
Gonore
A51 Early Syphilis
A51.0 Primary Genital Syphilis
175 Sifilis
A52 Late Syphilis
A53.9 Syphilis Unspecified

176 Gonore A54.9

177 Vaginitis N76.0

178 Vulvitis N76.0

Ditetapkan di Gresik
pada tanggal 29 Mei 2017

KEPALA UNIT PELAKSANA TEKNIS


PUSKESMAS MANYAR,

JON SUDIRO HENDRATA