Anda di halaman 1dari 8

Heriyadi

030735564
ESPA4214 MSDM Diskusi 1

Manajemen adalah sebuah proses untuk mencapai tujuan organisasi dengan memanfaatkan
fungsi-fungsi manajemen seperti merencanakan (planning), mengorganisasikan (organizing),
memimpin (leading) dan mengendalikan (controlling). Melihat pengertian manajemen tersebut,
menekankan pada penerapan fungsi-fungsi manajamen dalam sebuah kegiatan usaha agar
tercapai efisiensi dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Dalam era globalisasi seperti sekarang
ini peranan manajemen sangatlah penting, mengingat ketatnya persaingan dan segala bentuk
perubahan yang tidak dapat kita diprediksi sebelumnya.
Perubahan tatanan pandangan terhadap sebuah organisasi di era globasasi menuntut adanya
penerapan prinsip-prinsip manajemen yang dapat membawa sebuah perusahaan menuju ke
sebuah misi yang lebih maju. Organisasi modern merupakan suatu organisasi yang aktivitas
pokoknya melakukan pelayanan kepada masyarakat dengan salah satu tujuan yang ingin dicapai
adalah memberikan pelayanan yang bermutu atau berkualitas. Salah satu prinsip organisasi
adalah fleksibilitas, artinya organisasi senantiasa dinamis sesuai dengan dinamika yang ada
dalam organisasi dan juga harus memperhatikan perubahan dari luar organisasi. Salah satu
pendorong terjadinya perubahan yang mendasar dalam semua organisasi di Indonesia adalah
terjadinya reformasi nasional pada tahun 1998 yang lalu. Organisasi adalah wadah serta proses
kerja sama sejumlah manusia yang terikat dalam hubungan formal dalam rangkaian hirarki untuk
mencapai tujuan yang telah ditentukan. Organisasi bukanlah tujuan tetapi alat untuk mencapai
tujuan. Sebagai bagian dari administrasi, organisasi adalah merupakan wadah dimana kegiatan
manajemen dijalankan. Karena itu tujuan dari organisasi adalah juga merupakan tujuan
manajemen. Dalam usaha mencapai tujuan, manajemen memiliki peran agar proses pencapaian
tujuan tersebut dapat berlangsung secara efektif (berdaya guna) dan efisien (berhasil guna).
Dengan menerapkan prinsip-prinsip manajemen seperti : planning, organizing, actuating, dan
controlling, tujuan organisasi dapat diupayakan untuk dicapai dengan lebih baik. Manajemen
memberi efektifitas dan efisiensi kerja yang lebih baik bagi Manajer dalam mencapai tujuan
organisasi. Dalam mencapai tujuan tersebut, manajemen memanfaatkan sumber daya yang
tersedia atau berpotensi. Adapun sumber daya manajemen (management resources) antara lain:
Akhlak (morale), orang (man), mesin (machine), material (material), metode (method), uang
(money), waktu (time), dan sasaran da’wah (market).
Ada 4 fungsi dasar manajemen dalam pelaksanaan sebuah organisasi :
a. Planning
Perencanaan sangat penting untuk implementasi strategi dan evaluasi strategi yang berhasil,
terutama karena aktivitas pengorganisasian, motivasi, penunjukkan staff, dan pengendalian
tergantung pada perencanaan yang baik, yaitu :
- Merinci tujuan dan menerangkan kepada setiap pegawai/personil lembaga pendidikan.
- Menerangkan atau menjelaskan mengapa unit organisasi diadakan.
- Menentukan tugas dan fungsi, mengadakan pembagian dan pengelompokkan tugas
terhadap masing-masing personil.
- Menetapkan kebijaksanaan umum, metode, prosedur dan petunjuk pelaksanaan lainnya.
- Mempersiapkan uraian jabatan dan merumuskan rencana/sekala pengkajian.
- Memilih para staf (pelaksana), administrator dan melakukan pengawasan.
- Merumuskan jadwal pelaksanaan, pembakuan hasil kerja (kinerja), pola pengisian staf dan
formulir laporan pengajuan.
- Menentukan keperluan tenaga kerja, biaya (uang) material dan tempat.
- Menyiapkan anggaran dan mengamankan dana.
- Menghemat ruangan dan alat-alat perlengkapan.
Hirarki perencanaan :
- Visi - Misi - Tujuan
- Strategi - Kebijakan - Sasaran
- Prosedur& Kebijakan - Program - Anggaran
b. Organizing
Tujuan pengorganisasian adalah mencapai usaha terkoordinasi dengan menerapkan
tugas dan hubungan wewenang. pengorganisasian merupakan suatu proses penentuan,
pengelompokkan dan pengaturan bermacam-macam aktivitas yang diperlukan untuk mencapai
tujuan, menempatkan orang-orang pada setiap aktivitas ini, menyediakan alat-alat yang
diperlukan.
c. Actuating
Kepemimpinan itu merupakan suatu seni atau proses untuk mempengaruhi dan mengarahkan
orang lain agar mereka mau berusaha untuk mencapai tujuan yang hendak dicapai oleh
kelompok. Jadi dapat disimpulkan bahwa seorang pemimpin bertugas untuk memotivasi,
mendorong dan memberi keyakinan kepada orang yang dipimpinnya dalam suatu entitas atau
kelompok, Pemimpin juga harus dapat memfasilitasi anggotanya dalam mencapai tujuannya.
d. Controling
Pengawasan merupakan suatu upaya sistematis untuk menetapkan standar prestasi kerja
dengan tujuan perencanaan untuk mendesain sistem umpan balik informasi
Bentuk pengawasan :
1) Pengawasan yang dilakukan pimpinan dengan memfokuskan pada usaha mengatasi
hambatan yang dihadapi para anggotanya.
2) Bantuan dan bimbingan diberikan secara tidak langsung. Para anggota diberikan dorongan
untuk memperbaiki dirinya sendiri, sedangkan pimpinan hanya membantu.
3) Pengawasan dalam bentuk saran yang efektif
4) Pengawasan yang dilakukan secara periodik.

INTI MANAJEMEN
Inti manajemen menurut para ahli adalah :
1. Kepemimpinan adalah inti dari manajemen.
2. Kepemimpinan merupakan motor penggerak dari semua sumber-sember dan alat-alat
(resoures). Maka baik atau tidaknya manajemen itu nanti sangat bergantung pada kualitas
pimpinannnya.
EFISIENSI SEBAGAI FAKTOR KUNCI KEGIATAN MANAJEMEN
Dalam rangka mencapai tujuan organisasinya bahwa dalam pengetahuan yang menjadi intinya
adalah efisiensi. Karena efisiensi sebagai perbandingan terbaik antara suatu usaha, dengan
hasilnya perbandingan ini dapat dilihat dari 2 segi yaitu segi hasil dan segi usaha.
· Dilihat dari segi hasil suatu usaha dapat dikatakan efisien kalau usaha itu memberikan hasil
yang terbaik
· Dilihat dari segi usaha suatu usaha dapat dikatakan efesien kalau sesuatu hasil yang
dikehendaki dapat tercapai dengan usaha yang teringan. Teringan dalam hubungannya dengan
pemakaian waktu benda atau ruang yang digunakan untuk melakukan usaha.
Prinsip-Prinsip Manajemen ;
1. Improves Understanding ; Meningkatkan Pemahaman
Meningkatkan Pemahaman memberikan pengetahuan kepada manajer untuk mendapatkan
indikasi tentang bagaimana mengelola sebuah organisasi, yang memungkinkan manajer untuk
memutuskan apa yang harus dilakukan untuk menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan dan
untuk menangani situasi yang mungkin timbul dalam manajemen. Dan akan menjadikan manajer
lebih efisien.
2. Direction for Training of Managers ; Arah untuk Pelatihan Manajer
Arah untuk Pelatihan Manajer memberikan pemahaman tentang proses manajemen yang akan
seorang manajer lakukan untuk mencapai suatu hasil maksimal. jadi, pelatihan membantu dalam
mengidentifikasi bidang manajemen di mana sudah ada dan masa depan manajer harus dilatih.
3. Role of Management ; Peran Manajemen
Menjadikan peran manajer kokoh, Oleh karena itu prinsip-prinsip ini bertindak sebagai acuan
kepada para manajer untuk memeriksa apakah keputusan-keputusan mereka sesuai. Selain
menetapkan kegiatan manajerial dalam istilah praktis, Mereka mengatakan apa yang diharapkan
seorang manajer yang harus dilakukan dalam situasi tertentu.
4. Guide to Research in Management ; Panduan Penelitian Manajemen.
Penelitian harus dilakukan untuk membuat manajemen praktis dan lebih efektif, yang memandu
manajer dalam pengambilan keputusan dan tindakan.
5. Pembagian tugas Wewenang
6. Disiplin
7. Pengarahan
8. Kepentingan individual di bawah kepentingan umum
9. Keterampilan
10. Teknis
11. Manusiawi
12. Konseptual
13. Imbalan
14. Sentralisasi
15. Hierarki
16. Stabilitas staf
17. Inisiatif
18. Semangat Korps
Pentingnya Manajemen
· Manajemen memiliki kemampuan untuk memanfaatkan peluang perusahaan.
· Manajemen akan menjadikan Manajer mendapatkan kepercayaan dari anggotanya
· Manajemen akan menghasilkan pimpinan yang berkualitas manajer investasi yang akan
memajukan sebuah organisasi.
· Manajemen perlu dilakukan dalam hidup kita. Dengan manajemen segala hal menjadi efektif
dan efisien.
· Kalau kita melaksanakan sesuatu tanpa manajemen, semuanya akan kacau. Manajemen
adalah bagaimana kita merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengontrol
kegiatan yang kita lakukan.

MANAJEMEN DALAM ERA INDUSTRIALISASI


Era Industrialisasi bisa disebut juga sebagai era pengetahuan. Pada era pengetahuan, organisasi
harus bisa:
- Belajar,
- Mengingat,
- Bertindak berdasarkan informasi,
Dalam Pengorganisasiannya dari suatu komunitas tersebut diperlukan sistem manajemen.yang
nantinya harus bisa menyatukan agar dapat berjalan dengan baik.
1. Manusia yang memiliki peran yang paling besar, Dimana manusia merupakan salah satu
bagian dari sumber daya, yang selanjutnya disebut dengan sumber daya manusia (SDM).
Kolektivitas manusia dalam suatu organisasi mempunyai kemampuan (skill),
pengetahuan (knowledge), pengalaman (experience) yang berbeda.
2. metode, metode bisa disebut juga manajemen, yang dimaksud disini adalah cara untuk
mengatur elemen-elemen lainnyayang nantinya membutuhkan suatu rencana, visi, misi, tujuan,
dan strategi yang nanti akan digunakan dalam sebuah sistem, dan programnya.

TANTANGAN MANAJEMEN DALAM ERA INDUSTRIALISASI


A. TANTANGAN EKSTERNAL
1. Perubahan Lingkungan Bisnis yang cepat.
Perlu menetapkan kebijaksanaan SDM sebagai berikut:
- Menghindari pengaruh negatif (perasaan tidak puas pada kondisi yang telah dicapai
perusahaan)
- Dalam menghadapi perubahan perusahaan-perusahaan harus berusaha mengatasinya, agar
dapat mempertahankan pasar atau pun keuntungan yang sudah dicapai.
- Memberikan imbalan yang cukup tinggi pada pekerja yang mampu melakukan improvisasi
yang kreatif.
2. Keragaman Tenaga Kerja
Harus siap dalam mengantisipasi keragaman tenaga kerja dalam rangka globalisasi.
3. Globalisasi
Cara mengantisipasinya adalah :
- Perusahaan harus berusaha memiliki SDM yang mampu mengatasi pengaruh perkembangan
bisnis atau ekonomi
- Perusahaan harus berusaha memiliki SDM dengan kemampuan ikut serta dalam bisnis
global/internasional dan perdagangan bebas.
4. Peraturan Pemerintah
Setiap perusahaan harus memiliki SDM yang mampumembuat keputusan dan
kebijaksanaan dan bahkan melakukan operasional bisnis, sesuai dengan peraturan perundang-
undangan dari pemerintah.
5. Perkembangan pekerjaan dan peranan keluarga
Semakin banyak pasangan suami isteri yang bekerja sehingga sering terjadi kesulitan untuk
bertanggung jawab secara optimal
6. Kekurangan Tenaga Kerja yang Terampil
Tenaga kerja terampil semakin banyak diperlukan, baik untuk melaksanakan pekerjaan teknis,
maupun untuk pekerjaan manajerial dan pelayanan.

B. TANTANGAN INTERNAL
a. Posisi Organisasi dalam Bisnis yang Kompetitif
Perlunya kegiatan MSDM yang dapat meningkatkan kemampuan SDM. Untuk mewujudkan suatu
organisasi yang kompetitif.
b. Fleksibelitas Organisasi / perusahaan
Memerlukan pengembangan sistem desentralisasi yang mengutamakan pelimpahan wewenang
dan tanggung jawab serta menyangkut penggunaan tenaga, dengan mengurangi pekerja reguler.
Menjadi tenaga kerja temporer
c. Pengurangan Tenaga Kerja Manajemen
Memperbaiki struktur pekerja dari tingkat bawah.
d. Tantangan Restrukturisasi
Usaha menyesuaikan struktur organisasi ataupun perusahaan karena dilakukan perluasan
atau penambahan dan sebaliknya pengurangan kegiatan bisnisnya.
e. Budaya Organisasi
Perusahaan akan mewarnai dan menghasilkan perilaku atau kegiatan berbisnis secara
operasional
f. Teknologi
Bukan hanya sekedar menyangkut pembiayaan (cost), tetapi dari manajemen SDM juga yang
harus menyediakan pekerja yang terampil.

MANAJEMEN DALAM ERA GLOBALISASI


Globalisasi adalah penyebaran inovasi ekonomi ke keseluruh dunia serta penyelesaian-
penyelesaian politis dan budaya yang menyertainya. Globalisasi mendorong intregasi
international. Disamping itu, dengan hadirnya teknologi informasi pada era globalisasi ini,
maka penyebaran informasi seakan tidak lagi terbendung oleh batasan waktu dan ruang bahkan
teritorial negara.
TANTANGAN DALAM ERA GLOBALISASI
Selain menghadapi masalah keanekaragaman yang tidak mudah untuk diselesaikan,
seperti halnya keragaman suku, agama, ras, adat istiadat, pengetahuan dan
sebagainya, manajer ataupun manajemen Indonesia juga menghadapi masalah globalisasi.
Menghadapi persaingan dengan perusahaan-perusahaan lokal yang semakin
kompetitif. Disamping itu, faktor kekuatan tawar menawar dari para pembeli dan pemasok lokal
ataupun global, juga merupakan salah satu ancaman yang tidak bisa diabaikan, dengan
munculnya produk-produk pengganti yang bisa datang dari mana saja. Kemudian dengan
munculnya teknologi informasi yang menyebabkan lahirnya perusahaan-perusahaan digital,
maka tingkat persaingan antar sesama perusahaan menjadi semakin berat dan ketat.

PERANAN MANAJEMEN DALAM ERA INDUSTRIALISASI DAN GLOBALISASI


Manajemen sangat berperan dalam sistem informasi karena memiliki sasaran :
ž Mengidentifikasikan beberapa teknis dan tren dari suatu organisasi yang nantinya akan
menggunakan teknologi untuk meningkatkan tingkat kerja organisasi.
ž Mengembangkan kerangka kerja sisitem informasi untuk mengatur organisasi seperti business
computing, telecomunication, specialized office product,general office product.
Dengan peranan tersebut diharapkan memiliki misi yaitu untuk meningkatkan performance
organisasi. Jadi, manajemen di era manapun faktor yang paling penting atau inti dari manajemen
adalah kepemimpinan. Karena merupakan motor penggerak dari semua sumber-sumber dan
alat-alat. Sehingga baik atau buruknya suatu manajemen itu tergantung pada baik buruknya
kepemimpinan. Dalam rangka mencapai tujuan suatu organisasi yang baik dalam suatu
manajemen, yang menjadi faktor kunci kegiatan manajemen itu intinya adalah efisien. Karena
efisiensi itu sebagai perbandingan terbaik antara suatu usaha dengan hasilnya.
Selain itu manajemen memiliki kemampuan untuk memanfaatkan peluang perusahaan
yang akan menjadikan seorang manajer mendapatkan kepercayaan dari anggotanya, sehingga
akan menghasilkan suatu pimpinan yang berkualitas manajer investasi yang akan memajukan
sebuah Organisasi. Dengan demikian manajemen perlu diterapkan dalam kehidupan kita. Karena
dengan manajemen segala hal menjadi lebih efektif dan efisien.

KOORDINASI
Koordinasi didefinisikan sebagai proses penyatuan tujuan-tujuan perusahaan dan kegiatan
pada tingkat satuan-satuan yang terpisah dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan yang
telah ditetapkan terlebih dahulu.

Tujuan Koordinasi :
Ø Koordinasi diharapkan keharmonisan atau keserasian seluruh kegiatan mencapai tujuan yang
diharapkan.
Ø Koordinasi merupakan usaha untuk menciptakan keadaan yang serasi, selaras, dan seimbang.
Kebutuhan Koordinasi
Kebutuhan koordinasi tergantung pada sifat dan kebutuhan komunikasi dalam pelaksanaan tugas
dan derajat ketergantungan setiap satuan pelaksana. Koordinasi sangat dibutuhkan terutama
pada pekerjaan yang insidentil dan tidak rutin serta pekerjaan yang tidak direncanakan terlebih
dahulu, juga bagi organisasi yang menetapkan tujuan yang tinggi.
Integritas
Integrasi adalah suatu usaha untuk menyatukan tindahan-tindakan berbagai badan/instansi/unit
tersebut sehingga merupakan satu kebulatan pemikiran dan kesatuan tindakan yang terarah
kepada suatu sasaran yang telah ditentukan dan difahami bersama
Singkronisasi
Singkronisasi, adalah suatu usaha untuk menyesuaikan/penyelasan kegiatan-kegiatan/tindakan-
tindakan dari berbagai badan atau instansi / unit termaksud sehingga didapat keserasian.
Pendekatan-pendekatan untuk mencapai koordinasi yang efektif
Ø Menggunakan pendekatan teknik-teknik dasar manajemen yang berupa hirarki manajerial,
rencana dan tujuan sebagai dasar bertindak.
Ø Meningkatkan koordinasi potensial bila tiap bagian sating tergantung satu dengan lainnya serta
lebih luas dalam ukuran dan fungsi. Koordinasi ini dapat ditingkatkan dengan melalui dua cara,
yaitu:
Ø System informasi vertikal, penyaluran data-data melalui tingkatan-tingkatan organisasi.
Komunikasi ini bisa di dalam atau diluar rantai perintah.
Ø Hubungan lateral (horizontal), dengan membiarkan informasi dipertukarkan dan keputusan
dibuat pada tingkat dimana informasi diperlukan. Ada beberapa hubungan lateral
Ø Hubungan langsung
Ø Hubungan kelompok langsung
Ø Hubungan silang

Kesimpulan :
- Penataan sebuah organisasi sebagai alat dalam keberhasilan manajemen di era
globalisasi sangatlah perlu, yang mencakup empat fungsi dasar manajemen yaitu : Planning,
Organizing, Actuating, dan Controling. Dengan demikian akan tercapai tujuan dari sebuah
manajemen yang kita harapkan, yaitu efktif dan efisien.
- Semakin kompleksnya tantangan dan persaingan dalam era globalisasi, baik itu tantangan
dari luar maupun dari dalam menuntut adanya pola pengembangan manajemen yang handal.
Manajemen sangat berperan dalam sistem informasi karena memiliki sasaran :
1. Mengidentifikasikan beberapa teknis dan tren dari suatu organisasi yang nantinya akan
menggunakan teknologi untuk meningkatkan tingkat kerja organisasi.
2. Mengembangkan kerangka kerja sisitem informasi untuk mengatur organisasi seperti
business computing, telecomunication, specialized office product,general office product.