Anda di halaman 1dari 5

PENGUAT KELAS A

penguat kelas A adalah rangkaian dasar penguat transistor common emitor


(CE). Tipe penguat dibuat dengan mengatur arus bias basis yang sesuai pada titik
tertentu untuk mendapatkan titik kerja pada garis beban rangkaian tersebut. Untuk
penguat tipe kelas A arus bias basis dibuat sedemikian rupa, sehingga titik kerja
transistor (Q) berada tepat ditengah kurva garis beban VCE – IC dari rangkaian
penguat tersebut. Contoh rangkaian dasar penguat transistor tipe kelas A dapat
dilihat pada gambar berikut.

Resistor Ra dan Rb pada rangkaian diatas berfungsi untuk menentukan arus


bias basis. Garis beban rangkaian dasar penguat tipe kelas A diatas ditentukan oleh
konfigurasi resistor Rc dan Re yang dirumuskan sebagai berikut :
Apabila Ic = Ie, maka rumus diatas dapat di sederhanakan seperti berikut :

Untuk menentukan arus basis sebaiknya melihat dahulu datasheet transistor yang
digunakan kemudian menentukan nilai resistor Ra dan Rb untuk menentukan
besarnya arus basis (Ib) yang memotong titik Q. Berikut adalah garis beban dan titik
Q penguat kelas A.
Besar penguatan sinyal AC dapat dihitung dengan teori analisa rangkaian
sinyal AC. Analisa rangkaian AC adalah dengan menghubung singkat setiap
komponen kapasitor C dan secara imajiner menyambungkan VCC ke ground.
Resistor Ra dan Rc dihubungkan ke ground dan semua kapasitor dihubung
singkat.Dengan cara ini rangkaian gambar analisa AC dapat dirangkai menjadi
seperti gambar berikut.

Dengan adanya kapasitor Ce nilai Re pada analisa sinyal AC menjadi tidak


berarti. Untuk lebih lanjut dapat mencari literatur yang membahas penguatan
transistor untuk mengetahui bagaimana perhitungan nilai penguatan transistor
secara detail. Penguatan didefenisikan dengan :

dimana rc adalah resistansi Rc paralel dengan beban RL (pada penguat akhir,


RL adalah speaker yang biasanya bernilai 4-16 Ohm) dan re` adalah resistansi
penguatan transitor. Nilai re` dapat dihitung dari rumus
Dimana data nilai hfe dan hie dapat diketahui di datasheet transistor. Gambar
berikut menunjukkan ilustrasi penguatan sinyal input serta proyeksinya menjadi
sinyal output terhadap garis kurva x-y rumus penguatan
Ciri khas dari penguat kelas A adalah, seluruh sinyal output bekerja pada
daerah aktif. Penguat tipe class A disebut sebagai penguat yang memiliki tingkat
fidelitas yang tinggi (hifi). Selama sinyal masih bekerja di daerah aktif, bentuk sinyal
keluarannya akan sama persis dengan sinyal input. Namun penguat kelas A ini
memiliki efisiensi yang rendah kira-kira hanya 25% – 50%. Kondisi ini karena titik
Q yang ada pada titik A, sehingga dalam kondisi tidak ada sinyal input (atau ketika
sinyal input = 0 Vac) transistor tetap bekerja pada daerah aktif dengan arus bias
konstan. Transistor selalu aktif (ON) sehingga sebagian besar dari sumber catu daya
terbuang menjadi panas. Karena ini juga transistor penguat kelas A perlu ditambah
dengan pendingin ekstra seperti heatsink yang lebih besar.

1. Amplifier Kelas A

Penguat kelas A adalah penguat yang titik kerja efektifnya setengah dari tagangan
VCC penguat. Untuk bekerja penguat kelas A memerlukan bias awal yang
menyebabkan penguat dalam kondisi siap untuk menerima sinyal. Karena hal ini
maka penguat kelas A menjadi penguat dengan efisiensi terendah namun dengan
tingkat distorsi (cacat sinyal) terkecil.

Sistem bias penguat kelas A yang populer adalah sistem bias pembagi tegangan
dan sistem bias umpan balik kolektor. Melalui perhitungan tegangan bias yang
tepat maka kita akan mendapatkan titik kerja transistor tepat pada setengah dari
tegangan VCC penguat. Penguat kelas A cocok dipakai pada penguat awal (pre
amplifier) karena mempunyai distorsi yang kecil.

Contoh dari penguat class A adalah adalah rangkaian dasar common emiter (CE)
transistor. Penguat tipe kelas A dibuat dengan mengatur arus bias yang sesuai di
titik tertentu yang ada pada garis bebannya. Sedemikian rupa sehingga titik Q ini
berada tepat di tengah garis beban kurva VCE-IC dari rangkaian penguat tersebut
dan sebut saja titik ini titik A. Gambar berikut adalah contoh
rangkaian common emitor dengan transistor NPN Q1.

Garis beban pada penguat ini ditentukan oleh resistor Rc dan Re dari rumus VCC =
VCE + IcRc + IeRe. Jika Ie = Ic maka dapat disederhanakan menjadi VCC = VCE +
Ic (Rc+Re). Selanjutnya pembaca dapat menggambar garis beban rangkaian ini dari
rumus tersebut. Sedangkan resistor Ra dan Rb dipasang untuk menentukan arus
bias. Pembaca dapat menentukan sendiri besar resistor-resistor pada rangkaian
tersebut dengan pertama menetapkan berapa besar arus Ib yang memotong titik Q.

Besar arus Ib biasanya tercantum pada datasheet transistor yang digunakan. Besar
penguatan sinyal AC dapat dihitung dengan teori analisa rangkaian sinyal AC.
Analisa rangkaian AC adalah dengan menghubung singkat setiap komponen
kapasitor C dan secara imajiner menyambungkan VCC ke ground. Dengan cara ini
rangkaian gambar-1dapat dirangkai menjadi seperti gambar-3. Resistor Ra dan
Rc dihubungkan ke ground dan semua kapasitor dihubung singkat.

Dengan adanya kapasitor Ce, nilai Re pada analisa sinyal AC menjadi tidak berarti.
Pembaca dapat mencari lebih lanjut literatur yang membahas penguatan transistor
untuk mengetahui bagaimana perhitungan nilai penguatan transistor secara
detail. Penguatan didefenisikan dengan Vout/Vin = rc/ re`, dimana rc adalah resistansi
Rc paralel dengan beban RL (pada penguat akhir, RL adalah speaker 8 Ohm) dan
re` adalah resistansi penguatan transitor. Nilai re` dapat dihitung dari rumus re` =
hfe/hie yang datanya juga ada di datasheet transistor. Gambar-4 menunjukkan
ilustrasi penguatan sinyal input serta proyeksinya menjadi sinyal output terhadap
garis kurva x-y rumus penguatan vout = (rc/re) Vin.

Ciri khas dari penguat kelas A, seluruh sinyal keluarannya bekerja pada daerah
aktif. Penguat tipe class A disebut sebagai penguat yang memiliki tingkat fidelitas
yang tinggi. Asalkan sinyal masih bekerja di daerah aktif, bentuk sinyal
keluarannya akan sama persis dengan sinyal input. Namun penguat kelas A ini
memiliki efisiensi yang rendah kira-kira hanya 25% – 50%. Ini tidak lain karena
titik Q yang ada pada titik A, sehingga walaupun tidak ada sinyal input (atau ketika
sinyal input = 0 Vac) transistor tetap bekerja pada daerah aktif dengan arus bias
konstan. Transistor selalu aktif (ON) sehingga sebagian besar dari sumber catu
daya terbuang menjadi panas. Karena ini juga transistor penguat kelas A perlu
ditambah dengan pendingin ekstra seperti heatsink yang lebih besar.

Penguat Kelas A menguatkan seluruh daur masukan sehingga keluarannya


merupakan salinan asli yang diperbesar amplitudonya, seperti yang ditunjukkan
pada Gambar 12.2. Penguat kelas ini umumnya digunakan sebagai penguat sinyal
kecil. Penguat jenis ini tidak terlalu efisien, dengan efisiensi maksimum 50%. Bila
digunakan untuk sinyal-sinyal kecil, rugi-rugi daya yang terjadi juga kecil sehingga
dapat diterima. Dalam penguat Kelas A, unsur penguatnya diberi prategangan
sedemikian sehingga rangkaian itu selalu menghantar dan dioperasikan pada
bagian yang linear pada lengkungan karakteristik penguat. Karena peralatan itu
selalu menghantar meskipun tidak ada masukan, terdapat daya yang terbuang, dan
hal itulah yang menyebabkan efisiensinya rendah.

Pencinta audio (audiophile) percaya bahwa penguat audio Kelas A memberikan


mutu suara yang tinggi karena bekerja pada kawasan linear dan lebih menyukai
menggunakan tabung elektron ketimbang transistor.

Titik beban transistor pada penguat kelas A diletakkan di antara titik A dan B,
biasanya untuk menghasilkan kinerja yang baik maka titik beban diletakkan tepat
di tengah-tengah garis beban. Hal ini memiliki maksud agar sinyal keluaran akan
memiliki bentuk sinyal yang simetri antara siklus negatif dan positif. Supaya
diperoleh titik beban yang tepat ditengah, maka VCE dirancang supaya sama besar
dengan VCC/2. Untuk menghasilkan ini, maka IB dirancang supaya menghasilkan
ICRC sama dengan VCC/2. Penguat kelas A dapat diwujudkan dengan rangkaian
seperti Gambar 3 berikut.

Penguat kelas A dirancang untuk menguatkan sinyal-sinyal kecil. Sedangkan


kekurangan dari penguat jenis ini adalah ketika tidak ada sinyal masukan, maka
transistor akan tetap mengkonsumsi arus listrik.