Anda di halaman 1dari 4

Bab VI

Hasil Prakiraan Dampak Penting;

Prakiraan dampak penting merupakan kajian secara cermat dan mendalam dari dampak
penting hipotetik yang dihasilkan dari proses pelingkupan. Prakiraan dampak penting akan
menghasilkan informasi yang dinyatakan sebagai besaran dampak (magnitude) dan sifat penting
dampak (importance). Besar dampak merupakan selisih antara kondisi kualitas lingkungan tanpa
adanya proyek yang dibandingkan dengan kondisi kualitas lingkungan sebagai akibat dari adanya
proyek pada waktu tertentu.
Pelaksanaan prakiraan dampak penting digunakan metode formal dan nonformal. Dengan
menilai besaran dan sifat penting dapak. Besaran dampak dapat dibedakan menjadi kategori Besar
(B) dan Kecil (K). Penentuan besar dan kecilnya dampak sangat tergantung pada perubahan
komponen lingkungan masing-masing antara kualitas lingkungan tanpa kegiatan Rona
Lingkungan Hidup Awal (RLHA) dan dengan kegiatan. Perubahan ini dapat menjadi dampak
positif (+) jika nilai RLHA < nilai dengan adanya kegiatan atau dapat juga menjadi dampak negatif
(-) jika nilai RLHA > nilai dengan adnaya kegiatan. Dampak positif merupakan jenis dampak yang
menguntungkan manusia atau menambah baik kualitas lingkungan hidup, sedangkan dampak
negatif merupakan dampak yang merugikan bagi kehidupan manusia atau menurunkan kualitas
lingkungan hidup.
Sedangkan sifat penting dampak ditentukan dengan berpedoman pada Undang-undang
Rl No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pasal 22 ayat
(2) bahwa kriteria mengenai dampak penting suatu kegiatan terhadap lingkungan, yaitu
berdasarkan:
- Besarnya jumlah penduduk yang akan terkena dampak rencana usaha dan/atau kegiatan.
- Luas wilayah persebaran dampak.
- lntensitas dampak dan lamanya dampak berlangsung.
- Banyaknya komponen lingkungan hidup lain yang akan terkena dampak.
- Sifat kumulatif dampak
- Berbalik atau tidak berbaliknya dampak;
- Kriteria lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
Sehingga berdasarkan hal tersebut prakiraan dampak penting rencana kegiatan
pembangunan Terminal Khusus PT. TBS di Desa Puununu Kabupaten Bombana, diuraikan
berdasarkan tahapannya sebagai berikut:
A. Tahap Prakonstruksi
1. Kegiatan Survey dan Penetapan Lokasi
a. Timbulnya Keresahan Masyarakat (YUDHA)
 Besaran dampak
Kondisi masyarakat di wilayah studi (Desa Puununu dan Desa Pongkalero) saat ini baik.
Berdasarkan hasil wawancara, di lokasi studi tidak pernah terjadi konflik masyarakat.
Masyarakat sudah memahami keberadaan pertambangan dan di sekitar lingkungannya. Namun,
kondisi masyarakat yang sangat baik ini menyimpan harapan dan juga kekhawatiran. Masyarakat
berharap keberadaan lokasi pertambangan dan aktivitas pendukungnya di sekitar lingkungannya
dapat menyerap tenaga kerja di desa mereka, dan juga menghawatirkan pencemaran lingkungan
yang berpotensi terjadi akibat pertambangan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kualitas
RLHA dari aspek keresahan masyarakat dinilai baik (skala 4).
Dari hasil Konsultasi publik diperoleh informasi bahwa masyarakat pada umumnya tidak
mempermasalahkan rencana PT. TBS untuk membangun terminal khusus di Desa Puununu.
Lokasi yang ditetapkan jauh dari pemukiman (±250 meter dari rumah terdekat dan ±500 meter
dari pusat pemukiman Desa Puununu). Namun, keresahan masyarakat diprakirakan timbul
akibat status lahan yang masih ditanyakan oleh kerabat pemilik lahan dalam konsultasi publik,
serta kekhawatiran mengenai aktivitas nelayan dan pencari gurita (Bungin Ite) nanti terganggu jika
akan melintas di perairan lokasi yang ditetapkan dan sementara kegiatan survey nanti. Dengan
demikian, kualitas lingkungan atas parameter keresahan masyarakat diprakirakan dapat
menurun ke kategori sedang (skala 3). Besaran dampak yang terjadi adalah negatif (-1).

 Sifat Penting Dampak


- Jumlah manusia terkena dampak
Masyarakat yang terkena dampak akibat survey dan penetapan lokasi relative sedikit.
Akan menarik perhatian masyarakat yang melintas di depan lokasi kegiatan (baik di darat
mapun laut). Dengan demikian dapat dikategorikan berdampak tidak penting (TP)
- Luas wilayah persebaran dampak
Dampak survey dan penetapan lokasi tidak akan menyebar luas karena hanya berada di
dalam tapak proyek, sehingga dampak ini dinilai tidak penting (TP).
- Intensitas dan lamanya dampak berlangsung
Dampak keresahan masyarakat terkait dengan kegiatan survey dan penetapan lokasi
intensitasnya relatif kecil, yakni hanya terjadi pada tahap pra konstruksi (±3 bulan),
sehingga dinilai tidak penting (TP)
- Banyaknya komponen lingkungan yang terkena dampak
Peningkatan keresahan masyarakat tidak memiliki dampak lanjutan pada komponen
lingkungan lainnya. Oleh karena itu, dampak ini dapat dikategorikan tidak penting (TP).
- Sifat kumulatif dampak
Peningkatan keresahan masyarakat dapat bersifat kumulatif oleh pengaruh dampak-
dampak lainnya, sehingga dampak ini dikategorikan penting (P).
- Berbalik tidak berbaliknya dampak
Peningkatan keresahan masyarakat dapat saja berubah apabila pihak pemrakarsa tidak
mempertimbangkan harapan masyarakat, sehingga dampak ini dinilai penting (P).
Berdasarkan uraian kriteria di atas maka dampak keresahan masyarakat akibat kegiatan survey
dan penetapan lokasi pada tahap prakonstruksi merupakan dampak negatif Penting (-P).
B. Tahap Konstruksi
1. Kegiatan Mobilisasi Tenaga Kerja Konstruksi
a. Peningkatan Kesempatan kerja(YUDHA)
b. Peningkatan pendapatan (YUDHA)
c. Timbulnya Keresahan Masyarakat (YUDHA)
2. Kegiatan pembangunan dan pengoperasian basecamp, site dan Gudang
a. Penurunan Kualitas Udara (ASWAN)
b. Peningkatan Kebisingan (ASWAN)
3. Kegiatan Mobilisasi Peralatan dan Material
a. Penurunan Kualitas Udara (ASWAN)
b. Peningkatan Kebisingan (ASWAN)
c. Gangguan Kesehatan Masyarakat (ERWIN)
d. Timbulnya Keresahan masyarakat (YUDHA)
4. Kegiatan Pembangunan Dermaga
a. Terjadinya Sedimentasi (DARSAN)
b. Penurunan Kualitas Air (ASWAN)
c. Penurunan Kualitas Udara (ASWAN)
d. Peningkatan Kebisingan (ASWAN)
e. Gangguan Biota Perairan (LALANG)
f. Timbulnya Keresahan Masyarakat (YUDHA)
5. Pembangunan Fasilitas Darat
a. Penurunan Kualitas Udara (ASWAN)
b. Peningkatan Kebisingan (ASWAN)

C. Tahap Operasional
1. Kegiatan Penerimaan tenaga Kerja Operasional
a. Peningkatan Kesempatan kerja(YUDHA)
b. Peningkatan pendapatan (YUDHA)
c. Timbulnya Keresahan Masyarakat (YUDHA)
2. Kegiatan Pengoperasian Terminal Khusus
a. Peningkatan Kesempatan Berusaha (YUDHA)
b. Peningkatan Pendapatan (YUDHA)
c. Penurunan Kualitas Udara (ASWAN)
d. Peningkatan Kebisingan (ASWAN)
e. Terjadinya Sedimentasi (DARSAN)
f. Penurunan Kualitas Air (ASWAN)
g. Gangguan Biota Perairan (ASWAN)
h. Timbunya Keresahan Masyarakat (YUDHA)

D. Tahap Pascaoperasional
1. Demobilisasi Peralatan, Aset, dan tenaga Kerja Operasional
a. Timbulnya Keresahan (YUDHA)