Anda di halaman 1dari 11

Nama : Evi Deristina Sinaga

NIM : 8196166006
Kelas : Magister Pendidikan Ekonomi Eksekutif B
MK : Metodologi Penelitian Kualitatif

Penentuan Subjek dan sumber data dalam penilitian kualitatif

Penelitian kualitatif adalah penelitian tentang riset yang bersifat deskriptif dan cenderung
menggunakan analisis. Proses dan makna (perspektif subjek) lebih ditonjolkan dalam
penelitian kualitatif. Landasan teori dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian
sesuai dengan fakta di lapangan. Selain itu landasan teori ini juga bermanfaat untuk
memberikan gambaran umum tentang latar penelitian dan sebagai bahan pembahasan hasil
penelitian. Terdapat perbedaan mendasar antara peran landasan teori dalam penelitian
kuantitatif dengan penelitian kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif, penelitian berangkat
dari teori menuju data, dan berakhir pada penerimaan atau penolakan terhadap teori yang
digunakan; sedangkan dalam penelitian kualitatif peneliti bertolak dari data, memanfaatkan
teori yang ada sebagai bahan penjelas, dan berakhir dengan suatu “teori”.

Kriyantono menyatakan bahwa, "Riset kualitatif bertujuan untuk menjelaskan fenomena


dengan sedalam-dalamnya melalui pengumpulan data sedalam-dalamnya.” Penelitian
kualitatif menekankan pada kedalaman data yang didapatkan oleh peneliti. Semakin dalam
dan detail data yang didapatkan, maka semakin baik kualitas dari penelitian kualitatif ini.

Berbeda dengan kuantitatif, objek dalam penelitian kualitatif umumnya berjumlah terbatas.
Dalam penelitian ini, peneliti ikut serta dalam peristiwa/kondisi yang sedang diteliti. Untuk
itu hasil dari penelitian ini memerlukan kedalaman analisis dari peneliti. Selain itu, hasil
penelitian ini bersifat subjektif sehingga tidak dapat digeneralisir. Secara umum, penelitian
kualitatif dilakukan dengan metode wawancara dan observasi. Melalui metode ini, peneliti
akan menganalisis data yang didapatkan dari lapangan dengan detail. Peneliti tidak dapat
meriset kondisi sosial yang diobservasi, karena seluruh realitas yang terjadi merupakan
kesatuan yang terjadi secara alamiah. Hasil dari penelitian kualitatif juga dapat
memunculkan teori atau konsep baru, apabila hasil penelitiannya bertentangan dengan teori
dan konsep yang sebelumnya dijadikan kajian dalam penelitian.

Penelitian kualitatif jauh lebih subjektif daripada penelitian atau survei kuantitatif. Juga
menggunakan metode yang sangat berbeda, termasuk dalam hal mengumpulkan informasi,
terutama individu, yaitu dengan menggunakan wawancara secara mendalam dan grup
fokus. Sifat dari jenis penelitian ini adalah penelitian dan penjelajahan terbuka, dan
berakhir dengan dilakukannya wawancara dalam jumlah relatif kelompok kecil yang
diwawancarai secara mendalam. Peserta diminta untuk menjawab pertanyaan umum, dan
pewawancara atau moderator group periset menjelajah dengan tanggapan mereka untuk
mengidentifikasi dan menentukan persepsi, pendapat dan perasaan tentang gagasan atau
topik yang dibahas dan untuk menentukan derajat kesepakatan yang ada dalam grup.
Kualitas hasil temuan dari penelitian kualitatif secara langsung tergantung pada
kemampuan, pengalaman dan kepekaan dari pewawancara atau moderator group.

Jenis penelitian ini jarang dilakukan untuk survei, karena memerlukan biaya yang mahal,
namun sangat efektif dalam memperoleh informasi tentang kebutuhan komunikasi dan
tanggapan serta pandangan tentang komunikasi tertentu. Dalam hal ini seringkali metode
pilihan dalam kasus di mana pengukuran atau survei kuantitatif tidak diperlukan.

Menentukan Subjek dalam penelitian kualitatif

Subjek penelitian adalah sumber utama data penelitian, yaitu yang memiliki data mengenai
variabel-variabel atau permasalahan- permasalahan yang diteliti. Pada dasarnya subjek
penelitian adalah yang akan dikenai kesimpulan hasil penelitian. Oleh karena itu, subjek
penelitian ini harus sesuai dengan permasalahan yang kita angkat dalam penelitian. dalam
penelitian kualitatif, jumlah sampel atau subjek yang diteliti tidak begitu berpengaruh, yang
jelas dalam penelitian kualitatif subjek yang diambil benar-benar fokus pada permasalahan
yang kita angkat dan kita mencoba untuk ‘mengorek’ keterangan darinya sedalam-
dalamnya dan sedetail-detailnya.

Penentuan subjek penelitian dalam penelitian kualitatif dilakukan saat peneliti mulai
memasuki lapangan dan selama penelitian berlangsung. Caranya yaitu peneliti memilih
orang tertentu yang dipertimbangkan akan memberikan data yang diperlukan. Guba dan
Lincoln mengemukakan bahwa penentuan subjek dalam penelitian kualitatif sangat berbeda
dengan penelitian kuantitatif. Penentuan subjek dalam penelitian ini tidak didasarkan pada
perhitungan statistik. Subjek dipilih berfungsi untuk mendapatkan informasi yang
maksimum, bukan untuk digeneralisasikan.

Beberapan kriteria yang harus dipenuhi seseorang atau sekelompok orang untuk menjadi
subjek dalam penelitian kualitatif menurut Sanapiah Faisal adalah sebagai berikut.

1. Mereka yang menguasai atau memahami sesuatu bukan sekedar mengetahui, tetapi
juga menghayatinya.
2. Mereka yang tergolong masih sedang berkecimpung atau terlibat pada kegiatan
yang tengah diteliti.
3. Mereka yang tidak cenderung menyampaikan informasi hasil ‘kemasannya’ sendiri.
4. Mereka yang mempunyai waktu yang memadai untuk dimintai informasi.
5. Mereka yang pada mulanya tergolong ‘cukup asing’ dengan peneliti, sehingga akan
lebih memacu semangat untuk dijadikan narasumber.

Penentuan Sumber data dalam penelitian kualitatif

Pengertian Sumber Data


Salah satu pertimbangan dalam memilih masalah penelitian adalah ketersediaan
sumber data. Penelitian kualitatif lebih bersifat understanding (memahami) terhadap
fonemena atau gejala sosial, karena bersifat to learn about the people (masyarakat sebagai
subyek). Yang dimaksud sumber data dalam penelitian adalah subyek dari mana data dapat
diperoleh. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, data diartikan sebagai kenyataan yang
ada yang berfungsi sebagai bahan sumber untuk menyusun suatu pendapat, keterangan
yang benar, dan keterangan atau bahan yang dipakai untuk penalaran dan penyelidikan.
Dalam pengertian lain, data adalah semua keterangan seseorang yang dijadikan
responden maupun yang berasal dari dokumen-dokumen, baik dalam bentuk statistik atau
dalam bentuk lainnya guna keperluan penelitian. Sumber data dimaksudkan semua
informasi baik yang merupakan benda nyata, sesuatu yang abstrak, peristiwa/gejala baik
secara kuantitatif ataupun kualitatif. Sumber data dalam penelitian adalah subyek darimana
data diperoleh. Bila dalam pengumpulan data menggunakan kuisioner atau wawancara
maka sumber datanya adalah responden. Bila dalam pengumpulan data menggunakan
observasi maka sumber datanya adalah benda, gerak atau proses sesuatu. Bila dalam
pengumpulan data menggunakan dokumen maka sumber datanya adalah dokumen dan
catatan. Sumber data statistik dapat diperoleh dari manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan,
benda, dan gejala atau peristiwa yang terjadi disekitar kita. Data dapat dikumpulkan
langsung oleh peneliti dari pihak yang bersangkutan atau disebut juga sumber primer, atau
data diperoleh dari pihak lain (pihak ke dua) atau disebut juga sumber sekunder.
Ketepatan memilih dan menentukan jenis sumber data akan menentukan kekayaan
data yang diperoleh. jenis sumber data terutama dalam penelitian kualitatif dapat
diklasifikasikan sebagai berikut :
1. Narasumber (informan)
Dalam penelitian kuantitatif sumber data ini disebut ”responden”, yaitu orang yang
memberikan “respon” atau tanggapan terhadap apa yang diminta atau ditentukan oleh
peneliti. Sedangkan pada penelitian kualitatif posisis nara sumber sangat penting, bukan
skedar memberi respon, melainkan juga sebagai pemilik informasi. Karena itu, ia disebut
informan (orang yang memberikan informasi, sumber informasi, sumber data) atau disebut
juga subyek yang diteliti. Karena ia juga aktor atau pelaku yang ikut melakukan berhasil
tidaknya penelitian berdasarkan informasi yang diberikan.
2. Peristiwa Atau Aktivitas
Data atau informasi juga dapat diperoleh melalui pengamatan terhadap peristiwa
atau aktivitas yang berkaitan dengan permasalahan penelitian. Dari peristiwa atau kejadian
ini, peneliti bisa mengetahui proses bagaimana sesuatu terjadi secara lebih pasti karena
menyaksikan sendiri secara langsung. Dengan mengamati sebuah peristiwa atau aktivitas,
peneliti dapat melakukan cross check terhadap informasi verbal yang diberikan oleh subyek
yang diteliti.
3. Tempat Atau Lokasi
Tempat atau lokasi yang berkaitan dengan sasaran atau permasalahan penelitian
juga merupakan salah satu jenis sumber data. Informasi tentang kondisi dari lokasi
peristiwa atau aktivitas dilakukan bisa digali lewat sumber lokasi peristiwa atau
aktivitasyang dilakukan bisadigali lewat sumber lokasinya, baik yang merupakan tempat
maupun tempat maupun lingkungnnya.
4. Dokumen atau Arsip
Dokumen merupakan bahan tertulis atau benda yang berkaitan dengan suatu
peristiwa atau aktivitas tertentu. Ia bisa merupakan rekaman atau dokumen tertulis seperti
arsip data base surat-surat rekaman gambar benda-benda peninggalan yang berkaitan
dengan suatu peristiwa.

Sumber-sumber Data Kualitatif


Sumber data kualitatif adalah sumber data yang disuguhkan dalam bentuk dua
parameter “abstrak”, misalnya: banyak-sedikit, tinggi-rendah, tua-muda, panas-dingin,
situasi aman-tidak aman, baik-buruk. Agar data tersebut dapat dianalisis dengan metode
statistik maka data kualitatif harus ditransformasikan menjadi data yang bersifat kuantitatif.
Agar usaha mentransformasikan nilai tersebut terlepas/bebas dari subyektifitas diperlukan
penguasaan bidang ilmu yang bersangkutan. Contoh : suatu kasus pencurian sepeda motor
dikatakan kecil apabila jumlah pencurian antara 1-4 tiap hari, dikatakan besar apabila
pencurian antara 5-10 tiap hari. Sumber data dalam penelitian kualitatif ada 2 (dua),
yaitu sumber data primer dan sumber data skunder.
A. Sumber Data Primer
Data primer adalah informasi yang diperoleh langsung dari pelaku yang melihat dan
terlibat langsung dalam penelitian yang dilakukan oleh peneliti. Data primer merupakan
sumber data yang diperoleh langsung dari sumber asli (tidak melalui media perantara). Data
primer dapat berupa opini subjek (orang) secara individual atau kelompok, hasil observasi
terhadap suatu benda (fisik), kejadian atau kegiatan, dan hasil pengujian. Data primer
disebut juga sebagai data asli atau data baru yang memiliki sifat up to date. Untuk
mendapatkan data primer, peneliti harus mengumpulkannya secara langsung.
Dalam pencarian data primer ada tiga dimensi penting yang perlu diketahui, yaitu:
1) Kerahasiaan, kerahasiaan mencakup mengenai apakah tujuan penelitian untuk diketahui
oleh responden atau tidak. Merahasiakan tujuan penelitian dilakukan bertujuan agar
para responden tidak memberikan jawaban-jawaban yang biasa dari apa yang kita
harapkan;
2) Struktur, struktur berkaitan dengan tingkat formalitas (resmi), atau pencarian data
dilakukan secara terstruktur atau tidak terstruktur. Pencarian dilakukan secara
terstruktur jika peneliti dalam mencari data dengan menggunakan alat, misalnya
kuesioner dengan pertanyaan yang sudah dirancang secara sistematis, dan sangat
terstruktur baik itu dilakukan secara tertulis ataupun lisan. Sebaliknya pencarian dapat
dilakukan dengan cara tidak terstruktur, jika instrumennya dibuat tidak begitu formal
atau terstruktur;
3) Metode Koleksi, metode koleksi menunjuk pada sarana untuk mendapatkan data. Untuk
mengumpulkan data primer diperlukan metode dan instrumen tertentu. Misal cara
mengumpulkan data melalui wawancara.
Metode Pengumpulan Data merupakan teknik atau cara yang dilakukan untuk
mengumpulkan data. Metode menunjuk suatu cara sehingga dapat diperlihatkan
penggunaannya melalui angket, wawancara, pengamatan, tes, dkoumentasi dan sebagainya.
Sedangkan instrumen pengumpul data merupakan alat yang digunakan untuk
mengumpulkan data. Karena berupa alat, maka instrumen dapat berupa lembar cek list,
kuesioner (angket terbuka / tertutup), pedoman wawancara, camera photo dan lainnya. Ada
beberapa metode dalam mengumpulkan/mendapatkan data primer antara lain :

1. Metode Interview/wawancara
Interview adalah usaha mengumpulkan informasi dengan mengajukan pertanyaan
secara lisan, untuk dijawab secara lisan pula. Menurut Supardi metode wawancara adalah
“proses tanya jawab dalam penelitian yang berlangsung secara lisan, dimana dua orang atau
lebih bertatap muka mendengarkan secara langsung informasi-informasi atau keterangan-
keterangan”. Wawancara pada hakikatnya merupakan kegiatan yang dilakukan seorang
peneliti untuk memperoleh pemahaman secara holistik mengenai pandangan atau perspektif
(inner perspectives) seseorang terhadap isu, tema atau topik tertentu.
Subyek (responden) adalah orang yang paling tau tentang dirinya sendiri. Apa yang
dinyatakan oleh subyek kepada peneliti adalah benar dan dapat dipercaya. Wawancara
dapat dilakukan secara terstruktur dan tidak terstruktur. wawancara terstruktur digunakan
sebagai teknik pengumpulan data, bila peneliti atau pengumpul data telah mengetahui
dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh. Oleh karena itu dalam melakukan
wawancara, pengumpul data telah menyiapkan berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis yang
alternatif jawabanpun telah disiapkan. Sedangkan wawancara Tidak terstruktur adalah
wawancara yang bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah
tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan data.
Dari beberapa defenisi dan penjelasan diatas dapat diambil beberapa kesimpulan,
antara lain :
1) Wawancara merupakan teknik pengumpulan data dalam metode survei yang
menggunakan pertanyaan secara lisan kepada responden atau subjek penelitian;
2) Teknik wawancara dilakukan jika peneliti memerlukan komunikasi atau hubungan
dengan responden;
3) Data yang dikumpulkan umumnya berupa masalah tertentu yang bersifat kompleks,
sensitif atau kontroversial, sehingga kemungkinan jika dilakukan dengan kuesioner
akan kurang memperoleh tanggapan responden.
4) Teknik ini terutama untuk responden yang tidak dapat membaca-menulis atau sejenis
pertanyaan yang memerlukan penjelasan dari pewawancara atau memerlukan
penerjemahan.

Didalam pelaksanaan metode wawancara, ada beberapa keunggulan dan juga kelemahan
metode ini, antara lain :

METODE WAWANCARA
Kelebihan Kekurangan
Peneliti dapat membantu menjelaskan
Biaya lebih besar jika responden yang akan
lebih, jika ternyata responden mengalami
diwawancara berada di beberapa daerah
kesulitan menjawab yang diakibatkan
terpisah
ketidakjelasan pertanyaan
Peneliti dapat mengontrol jawaban
responden secara lebih teliti dengan Responden mungkin meragukan kerahasiaan
mengamati reaksi atau tingkah laku yang informasi yang diberikan
diakibatkan oleh pertanyaan dalam proses
wawancara.
Peneliti dapat memperoleh informasi yang
tidak dapat diungkapkan dengan cara
kuesioner ataupun observasi. Informasi
Responden bisa menghentikan wawancara
tersebut misalnya, jawaban yang sifatnya
kapanpun
pribadi dan bukan pendapat kelompok, atau
informasi alternatif (grapevine) dari suatu
kejadian penting
Penelitian memperoleh rata-rata jawaban
Membutuhkan waktu yang lama
yang relatif tinggi dari responden.

2. Metode Observasi
Obrservasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang tidak hanya
mengukur sikap dari responden (wawancara dan angket) namun juga dapat digunakan
untuk merekam berbagai fenomena yang terjadi (situasi, kondisi). Teknik ini digunakan bila
penelitian ditujukan untuk mempelajari perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam
dan dilakukan pada responden yang tidak terlalu besar. Disamping wawancara, penelitian
juga melakukan metode observasi. Observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara
sistimatik terhadap unsur-unsur yang tampak dalam suatu gejala atau gejala-gejala dalam
objek penelitian. Menurut Supardi “Metode observasi merupakan metode pengumpul data
yang dilakukan dengan cara mengamati dan mencatat secara sistematik gejala-gejala yang
diselidiki”. Observasi dilakukan menurut prosedur dan aturan tertentu sehingga dapat
diulangi kembali oleh peneliti dan hasil observasi memberikan kemungkinan untuk
ditafsirkan secara ilmiah. Observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses
yang tersusun dari pelbagai proses biologis dan psikhologis. Dua diantara yang terpenting
adalah proses-proses pengamatan dan ingatan. Secara umum bentuk-bentuk observasi
dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
a. Observasi Partisipan, observasi partisipan adalah apabila observer (orang yang
melakukan observasi) turut ambil bagian atau berada dalam keadaan obyek yang
diobservasi.
b. Observasi Non Partisipan, merupakan suatu proses pengamatan observer tanpa ikut
dalam kehidupan orang yang diobservasi dan secara terpisah berkedudukan sebagai
pengamat.

Dalam sebuah penelitian, pengambilan data dengan menggunakan metode observasi


dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu :
a. Observasi terbuka, pada posisi ini kehadiran peneliti dalam menjalankan tugasnya di
tengah-tengah kegiatan responden diketahui secara terbuka, sehingga antara responden
dengan peneliti terjadi hubungan atau interaksi secara wajar;
b. Observasi tertutup, pada kondisi ini kehadiran peneliti dalam menjalankan misinya,
yaitu mengambil data dari responden, tidak diketahui responden yang bersangkutan.
Model observasi tertutup ini, pada umumnya untuk mengantisipasi agar reaksi
responden dapat berlangsung secara wajar dan tidak dibuat-buat, sehingga peneliti
dapat memperoleh data yang diinginkan;
c. Observasi tidak langsung, pada kondisi ini peneliti dapat melakukan pengambilan data
dari responden walaupun mereka tidak hadir secara langsung di tengah-tengah
responden. Observasi tidak langsung ini semakin banyak dilakukan, sesuai dengan
kemajuan teknologi komunikasi canggih, seperti penggunaan telepon, televisi jarak
jauh, dan jasa satelit komunikasi yang dapat digunakan dalam dunia penelitian.

B. Sumber Data Skunder


Data skunder merupakan pendekatan penelitian yang menggunakan data-data yang
telah ada, selanjutnya dilakukan proses analisa dan interpretasi terhadap data-data tersebut
sesuai dengan tujuan penelitian. data ini didapat dari sumber ke dua atau melalui
perantaraan orang. Data sekunder dapat dipergunakan untuk hal-hal sebagai berikut :
1. Pemahaman masalah, data sekunder dapat digunakan sebagai sarana pendukung untuk
memahami masalah yang akan kita teliti;
2. Penjelas masalah, data sekunder bermanfaat sekali untuk memperjelas masalah dan
menjadi lebih operasional dalam penelitian karena didasarkan pada data sekunder yang
tersedia;
3. Formulasi alternatif, alternatif penyelesaian masalah yang layak sebelum kita
mengambil suatu keputusan, kadang kita memerlukan beberapa alternatif lain;
4. Solusi masalah, data sekunder disamping memberi manfaat dalam membantu
mendefinisikan dan mengembangkan masalah, data sekunder juga kadang dapat
memunculkan solusi permasalahan yang ada. Tidak jarang persoalan yang akan kita
teliti akan mendapatkan jawabannya hanya didasarkan pada data sekunder saja..
Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diperoleh peneliti secara
tidak langsung melalui media perantara (diperoleh dan dicatat oleh pihak lain). Data
sekunder umumnya berupa bukti, catatan atau laporan historis yang telah tersusun dalam
arsip (data dokumenter) yang dipublikasikan dan yang tidak dipublikasikan. Ada beberapa
kriteria dalam mengevaluasi data sekunder, antara lain :
1. Waktu keberlakuan, apakah data mempunyai keberlakuan waktu. Jika saat dibutuhkan
data tidak tersedia atau sudah kedaluwarsa, maka sebaiknya jangan digunakan lagi
untuk penelitian kita;
2. Kesesuaian, apakah data sesuai dengan kebutuhan kita, kesesuaian berhubungan dengan
kemampuan data untuk digunakan menjawab masalah yang sedang diteliti.;
3. Ketepatan, apakah kita dapat mengetahui sumber-sumber kesalahan yang dapat
mempengaruhi ketepatan data, misalnya apakah sumber data dapat dipercaya,
bagaimana data tersebut dikumpulkan atau metode apa yang digunakan untuk
mengumpulkan data tersebut;
4. Biaya, berapa besar biaya untuk mendapatkan data sekunder tersebut, jika biaya jauh
lebih dari manfaatnya, sebaiknya kita tidak perlu menggunaknnya.
Salah satu metode dalam pengumpulan data skunder adalah dukumen, Dukumen
merupakan bahan tertulis atau benda yang berkaitan dengan suatu peristiwa atau aktifitas
tertentu. Ia bisa merupakan rekaman atau dukumen tertulis seperti arsip, database, surat-
surat, rekaman, gambar, benda-benda peninggalan yang berkaitan dengan suatu peristiwa.
Banyak peristiwa yang telah lama terjadi bisa diteliti dan dipahami atas dasar dukumen atau
arsip. Data dalam penelitian kualitatif kebanyakan diperoleh dari sumber manusia
atau human resources, melalui observasi dan wawancara. Akan tetapi ada pula sumber
bukan manusia, non human resources, diantaranya dokumen, foto dan bahan statistik.
Menurut Sugiyono (2008; 83) studi dokumen merupakan pelengkap dari penggunaan
metode obsevasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif. Bahkan kredibilitas hasil
penelitian kualitatif ini akan semakin tinggi jika melibatkan/menggunakan studi dokumen
ini dalam metode penelitian kualitatifnya.