Anda di halaman 1dari 15

I.

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Preparat rentang adalah preparat yang proses pembuatanya dengan

metode rentang. Jaringan-jaringan yang dapat dibuat preparat rentang adalah

jaringan-jaringan yang tipis, misalnya pleura, mesenterium, peritonium,

plaracnoidea dan pericardium.Metode rentang atau spread adalah suatu metode

sediaan dengan cara merentangkan obyek yang akan diamati di atas gelas

benda sehingga diperoleh lapisan tipis yang dapat teramati di bawah

mikroskop.

Jenis bahan siapan yang umum direntang saat difiksasi adalah otot,

syaraf, jenis jaringan tipis (selaput yang membungkus jantung, hati dan lain-

lain). Jaringan-jaringan yang tipis pada preparat rentang dapat langsung

diamati di bawah mikroskop tanpa pewarnaan dan juga tanpa fiksasi lebih dulu,

namun pembuatan sediaan rentang dengan cara tersebut tentu saja tidak tahan

lama. Pembuatan sediaan rentang yang dapat tahan lama dan dapat diamati

sewaktu-waktu dapat dilakukan dengan cara fiksasi terlebih dahulu terhadap

jaringan sebelum diwarnai. Metode rentang dapat digunakan untuk tujuan

sitologi dan histologi serta juga dapat digunakan untuk tujuan sitokimiawi.

Pengamatan jaringan dapat diperjelas dengan menggunakan

mikroskop. Mikroskop stereo merupakan mikroskop yang dipakai untuk

observasi perbesaran rendah dari sampel dengan ukuran relatif besar secara tiga

dimensi. Mikroskop stereo pun disebut sebagai mikroskop binokuler.

Komponen utama dari mikroskop stereo hampir sama seperti mikroskop

cahaya, akan tetapi mikroskop stereo memakai cahaya terpantul bukan


menggunakan cahaya yang ditransmisikan. Cahaya mikroskop stereo berasal

dari pantulan permukaan objek, bukan cahaya yang ditransmisikan melalui

objek semisal pada mikroskop cahaya. Berdasarkan uraian di atas, maka

dilakukan praktikum Metode Rentang.

B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada praktikum ini adalah bagaimana mengamati

sistem peredaran darah pada Mencit (Mus musculu), Katak (Rana sp.) dan

Kelelawar (Hipposideros sp.)?


C. Tujuan Praktikum
Tujuan yang ingin dicapai pada praktikum ini adalah untuk mengamati

sistem peredaran darah pada Mencit (Mus musculu), Katak (Rana sp.) dan

Kelelawar (Hipposideros sp.).


D. Manfaat Praktikum
Manfaat yang dapat diperoleh pada praktikum ini adalah dapat

mengamati sistem peredaran darah pada Mencit (Mus musculu), Katak (Rana sp.)

dan Kelelawar (Hipposideros sp.).

II. TINJAUAN PUSTAKA


A. Pembuluh Darah
Pembuluh darah adalah sistem organ yang berfungsi menyebarkan darah

ke seluruh tubuh yag mengandung oksigen dannutrisi yang diperlukan sel atau

jaringan untuk mekanisme imun tubuh. Sistem kardiovaskular terdiri dari

jantung dan pembuluh darah.Jantung bertugas sebagai alat pompa yang

membuat darah mengalir keluar dari jantung melalui pembuluh darah, lalu

pembuluh darah mengalirkan darah ke semua organ tubuh dan kemudian

kembali ke lagi jantung. Istilah sistemperedaran darah yang lebih luas juga

mencakup darah dan sistem limfatik. Sirkulasi darah dalam tubuh terdiri dari
sirkulasi sistemik dan sirkulasi paru-paru. Sirkulasi sistemik membawa darah

dari jantung melalui aorta ke seluruh tubuh, lalu kembali lagi ke jantung melalui

vena cava superior dan inferior. Sirkulasi paru-paru membawa darah dari jantung

melalui vena pulmonalis ke paruparu dan kembali lagi ke jantung melalui arteri

pulmonalis. Jantung berperan sebagai alat pompa yang menjalankan dua sistem

pompa secara berdampingan yaitu sirkulasi paru dan sirkulasi sistemik. Sisi

kanan jantung menerima darah dengan kadar oksigen rendah dari jaringan tubuh

dan kemudian memompa darah ini ke paru-paru untuk mengambil oksigen dan

menghilangkan karbon dioksida (Pramawardani, 2017).

B. Pembuluh Darah Vena, Arteri dan Kapiler

Pembuluh darah dibedakan menjadi tiga, yaitu pembuluh balik atau

vena, pembuluh arteri atau nadi dan pembuluh kapiler. Vena yaitu pembuluh

darah yang menghantarkan darah untuk menuju ke jantung. Pembuluh vena

terbentuk dari penyatuan kapiler. Dinding vena terdiri dari tiga lapisan, yaitu

lapisan terluar yang terdiri atas jaringan ikat fibrosa atau disebut tunika

adventisia, lapisan tengah berotot lebih tipis, lebih mudah kemps dan kurang

elastic daripada arteri serta lapisan dalam yang endothelial disebut tunika

intima. Pembuluh balik atau vena yang memilki dinding tipis tidak elastis dan

diameter lebih besar daripada pembuluh nadi karena jalur menuju jantung

pembuluh vena ukurannya semakin besar, hal ini terjadi karena darah dalam

perjalanan ke jantung memilki tekanan yang sangat rendah. Tekanan yang

sangat rendah mengakibatkan darah tidak sampai ke jantung, dengan pembuluh


vena yang mempunyai banyak katup akan memastikan darah mengalir ke satu

arah menuju jantung.

Fungsi dari pembuluh darah arteri adalah membawa darah yang kaya

oksigen dari jantung ke seluruh tubuh. Jantung memompa darah untuk

dialirkan melalui aorta. Aorta ini kemudian bercabang dan menjadi struktur

yang lebih kecil, yaitu arteri untuk dialirkan ke seluruh tubuh. Ketika jantung

memompa darah, dinding otot arteri akan mengembang dan sebaliknya. Jika

jantung rileks, arteri akan mengencang untuk mendorong darah. Pembuluh

darah kapiler adalah pembuluh darah terpanjang dan berongga yang

menghubungkan antara pembuluh darah arteri dan vena. Fungsi dari pembuluh

darah ini adalah tempat pertukaran oksigen dan karbon dioksida antara sel

darah merah dan jaringan tubuh. Kapiler merupakan pembuluh darah yang

memiliki rongga dan diameter paling kecil jika dibandingkan dengan arteri dan

vena sehingga hanya satu sel darah saja yang bisa melewati pembuluh darah

ini. Pembuluh darah kapiler rentan terhadap benturan dan cukup mudah untuk

pecah apabila terkena benturan yang cukup keras. Ketika pecah, sel darah yang

diangkut oleh kapiler akan mengendap yang dapat menimbulkan bekas merah

serta rasa nyeri ketika disentuh (Achmad, 2009).

C. Peredaran Darah Mamalia dan Amphibi


Secara struktur atau anatomi jantung katak (Rana sp.) berbeda dengan

jantung mencit (Mus musculus). Jantung katak terdiri-dari 3 ruangan yaitu 2

atrium telah terbagi dengan sempurna oleh septum inter-uariculum menjadi

atrium kiri dan kanan dan 1 ventrikel. Ruangan jantung katak yang terdiri dari
1 ventrikel akan berpengaruh terhadap peredaran darahnya. Karena darah yang

datang dari seluruh tubuh kaya akan CO2 akan tercampur kembali dengan darah

yang datang dari paru-paru (pulmo) yang kaya akan O2. Peredaran darah

seperti ini tidaklah efektif dan efesien, karena selalu terjadi kombinasi lagi di

ventrikel darah yang kaya O2 dengan CO2. Peredaran darah seperti ini

mempunyai pengaruh terhadap suplai O2 pada tingkat jaringan. Tidak menutup

kemungkinan akan terjadi hipoksia. Hipoksia adalah defesiensi O 2 pada tingkat

jaringan (Merta dkk, 2016).

Sedangkan jantung pada mencit terdiri dari 4 ruangan yaitu 2 atrium

dan 2 ventrikel yang sudah dipisahkan oleh suatu septum sehingga menjadi

ruangan-ruangan yang terpisah secara sempurna Peredaran darah manusia

terbagi menjadi dua bagian, yaitu sistem peredaran darah besar dan sistem

peredaran darah kecil. Sistem peredaran darah besar adalah siklus darah sejak

dipompa keluar oleh jantung, mengalir ke seluruh tubuh dan kembali ke

jantung. Sedangkan sistem peredaran darah kecil adalah siklus darah mengalir

dari jantung menuju paru-paru dan kembali ke jantung (Anggraeni dkk, 2016).

D. Mikroskop Stereo
Mikroskop stereo merupakan mikroskop yang mampu untuk melihat

benda secara tiga dimensi. Mikroskop stereo atau mikroskop stereoskopik

adalah alat optik yang berbeda dengan mikroskop lainnya dari segi instrumen

dan prinsip kerja. Mikroskop stereo merupakan mikroskop yang terdiri dari

gabungan dua mikroskop yang memiliki dua lensa objektif dan lensa okuler

serta dilengkapi prisma ganda yang berfungsi menghasilkan gambar nyata dan
tiga dimensi. Mikroskop stereo hanya dapat digunakan untuk melihat benda

yang berukuran relatif besar, contohnya embrio ayam, akar krisan, bunga. Hal

ini disebabkan karena mikroskop stereo memiliki perbesaran yang rendah

tetapi fokus kedalaman dan luas pandang yang lebih besar dibandingkan

mikroskop gabungan. Cahaya mikroskop stereo menggunakan tercermin

(episcopic) iluminasi yaitu cahaya yang dipantulkan dari permukaan benda

yang diamati. Sifat-sifat mikroskop stereo antara lain mempunyai dua lensa

objektif dan okuler, perbesaran tidak terlalu kuat tetapi yang lebih diutamakan

adalah medan pandang yang luas dan jarak kerja yang panjang, objek dapat

diamati dalam medium kering maupun basah, perbesaran lensa objektif 1x

atau 2x sedangkan lensa okuler 15x atau 20x sehingga perbesaran total sampai

30x, latar belakang meja objek disesuaikan dengan objek yang akan diamati,

tidak dilengkapi dengan kondensor, alat pengatur halus dan diafragma

(Maryadi, 2015).
III. METODE PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat


Praktikum ini dilaksanakan pada hari Sabtu Tanggal 15 November

2019 Pukul 07.30-Selesai WITA. Bertempat di Laboratorium Zoologi,

Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,

Universitas Halu Oleo, Kendari.


B. Bahan Praktikum

Bahan yang digunakan pada praktikum ini dapat dilihat pada Tabel. 1

Tabel. 1 Bahan dan Kegunaan


No. Nama Bahan Kegunaan
1 2 3
1. Mencit (Mus musculu), Katak Sebagai objek pengamatan
(Rana sp.) dan Kelelawar
(Hipposideros sp.)
2. Kantung hitam Untuk menutup penglihatan sampel

C. Alat Praktikum

Alat yang digunakan pada praktikum ini dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel. 2 Alat dan Kegunaan


No. Nama Alat Fungsi
1 2 3
1. Mikroskop stereo Untuk mengamati peredaran darah objek.
2. Kamera Untuk mendokumentasikan data
pengamatan.
3 Alat tulis Untuk menulis data pengamatan.

D. Prosedur Kerja

Prosedur kerja pada praktikum ini yaitu sebagai berikut:

1. Membungkus katak mencit (Mus musculus), (Rana sp.) dan kelelawar

(Hipposideros sp.) menggunakan kantung plastik warna hitam.


2. Mengamati telinga pada mencit (Mus musculus), selaput renang pada katak

(Rana sp.) dan sayap pada kelelawar (Hipposideros sp.) menggunakan mikroskop

stereo.
3. Mendokumentasikan hasil pengamatan

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan

Hasil pengamatan pada praktikum ini tercantum pada Tabel 3.


Tabel 3. Hasil Pengamatan
No Gambar
Nama Spesies Keterangan
. Pengamatan Literatur
1 2 3 4 5
1. Sayap
Kelelawar 1.Pembuluh nadi
(Hipposideros 1 (Arteri)
sp.) 2. Pembuluh balik
2 (Vena)
3. Kapiler darah
3

2. Telinga Mencit 3
1. Pembuluh nadi
(Mus muculus) 2 (Arteri)
2. Pembuluh balik
1 (Vena)
3. Kapiler darah

3. Selaput 1. Pembuluh nadi


Renang Katak (Arteri)
(Rana.sp) 1 2. Pembuluh balik
(Vena)
2 3. Kapiler darah
3

B. Pembahasan

Metode rentang (spraed preparation) adalah suatu metode sediaan dengan

cara merentangkan suatu jaringan yang akan diamati di bawah mikroskop.

Jaringan-jaringan yang dapat dibuat preparat rentang adalah jaringan-jaringan


yang tipis misalnya plarachnoidea, pericardium, dan lain-lain. Jaringan tipis

seperti pericardium dapat langsung diamati di bawah mikroskop tanpa pewarnaan

dan juga tanpa fiksasi terlebih dahulu. Tetapi pembuatan sediaan rentang dengan

cara tersebut tentu saja tidak tahan lama, karena jaringan tidak difiksasi lebih

dulu. Sediaan rentang yang dapat tahan lama dan dapat diamati sewaktu-waktu,

maka sediaan tersebut harus difiksasi terlebih dahulu sebelum di warnai.


Pengamatan sediaan rentang menggunakan beberapa jenis hewan,

diantaranya mencit (Mus musculus), katak (Rana sp.) dan kelelawar

(Hipposideros sp.). Bagian yang diamati berupa selaput tipis yang

memperlihatkan aliran darah hewan, yaitu bagian telinga pada mencit (Mus

musculus), selaput renang pada katak (Rana sp.) dan sayap pada kelelawar

(Hipposideros sp.). Prosedur pengamatan dengan sediaan rentang diawali dengan

membungkus bagian kepala dan badan dari kelelawar, mencit dan katak dengan

kantong plastik, selanjutnya merentangkan sayap kelelawar, selaput renang pada

kaki katak dan telinga mencit, kemudian mengamati aliran darahnya dibawah

mikroskop.

Hasil pengamatan menunjukan adanya pembuluh darah pada bagian

tubuh hewan yang diamati. Pembuluh darah merupakan salah satu komponen

dalam sirkulasi darah atau sistem kardiovaskular tubuh, selain jantung dan darah.

Pembuluh darah berupa pipa elastis yang memiliki fungsi untuk membawa darah

dari jantung ke bagian tubuh yang lain ataupun sebaliknya. Terdapat tiga jenis

pembuluh darah utama yang ada di jantung, yaitu arteri, vena dan kapiler. Arteri

merupakan pembuluh darah dengan dinding pembuluh yang tebal dan elastis,

sehingga bisa menjaga tekanan darah agar tetap konsisten. Pembuluh darah ini
bertugas membawa darah yang kaya akan oksigen dari jantung ke bagian tubuh

lainnya. Pembuluh darah vena berfungsi membawa darah yang miskin oksigen

dari seluruh tubuh untuk kembali ke jantung. Berbeda dengan arteri, vena

mempunyai dinding pembuluh yang lebih tipis dan kaku. Pembuluh kapiler

bertugas menghubungkan arteri terkecil dengan vena terkecil. Dindingnya tipis

sehingga memungkinkan pembuluh darah untuk bertukar senyawa dengan

jaringan sekitarnya.

Sistem peredaran darah pada hewan vertebrata memiliki sistem yang

sejenis, hal ini dikarenakan hewan-hewan vertebrata hampir seluruhnya memiliki

organ tubuh yang sama, itu sebabnya sistem peredaran darah yang terjadi sangat

mirip. Adapun perbedaannya terletak pada alat peredaran darahnya, dalam hal ini

jantung. Hewan-hewan vertebrata memiliki anatomi jantung yang berbeda-beda.

Perbedaan tersebut menyesuaikan dengan ukuran, aktivitas dan habitat dari

hewan-hewan tersebut. Berdasarkan pernyataan (Merta, dkk., 2016), bahwa

struktur/anatomi jantung katak (Rana sp.) berbeda dengan jantung mencit (Mus

musculus). Jantung katak terdiri-dari 3 ruangan, yaitu 2 atrium telah terbagi

dengan sempurna oleh septum inter-uariculum menjadi atrium kiri dan kanan dan

1 ventrikel , sedangkan jantung pada mencit terdiri dari 4 ruangan, yaitu 2 atrium

dan 2 ventrikel yang sudah dipisahkan oleh suatu septum sehingga menjadi

ruangan-ruangan yang terpisah secara sempurna.

Mencit (Mus musculus) dan kelelawar (Hipposideros sp.) merupakan

kelompok hewan mamalia, yang sistem peredaran darahnya sama dengan

manusia. Peredaran darah mencit termasuk peredaran darah tertutup dan ganda
(Merta, dkk., 2016). Peredaran darah tertutup karena darah yang dialirkan dari dan

keseluruh tubuh melalui pembuluh darah dan darah mengalir melewati jantung

sebanyak dua kali sehingga dapat disebut peredaran darah ganda. Yang terdiri dari

Peredaran darah panjang atau sistematik, adalah peredaran darah yang

mengalirkan darah yang kaya oksigen dari bilik (ventrikel) kiri jantung lalu

diedarkan ke seluruh jaringan tubuh. Oksigen bertukar dengan karbondioksida di

jaringan tubuh. Lalu darah yang kaya karbondioksida dibawa melalui vena

menuju serambi kanan (atrium) jantung. Peredaran darah pendek atau pulmona,

adalah peredaran darah yang mengalirkan darah dari janrung ke paru-paru dan

kembali ke jantung. Darah yang akan kaya karbondioksida dari bilik kanan

dialirkan ke paru-paru melalui arteri pulmonalis, di alveolus paru-paru darah

tersebut bertukar dengan darah yang kaya akan oksigen yang selanjutnya akan

dialirkan ke serambi kiri jantung melalui vena.

Peredaran darah katak (Rana sp.)termasuk peredaran ganda dan

tertutup, yakni darah beredar melalui pembuluh darah dan melewati jantung

sebanyak dua kali dalam satu peredaran. Peredaran darah pulmoner, darah

dipompa dari ventrikel masuk ke pulmo melalui arteri pulmonalis kemudian darah

kaya okesigen akan masuk kedalam atrium kiri. Peredaran darah sistemik, darah

dipompa dari ventrikel masuk ke aorta, arteri, kapiler, kemudian nutrisi dan

oksigen disuplai pada sel. Darah kaya karbon dioksida akan kembali ke jantung

melalui venula, vena, dan vena kava, dan bermuara pada atrium kanan. Peredaran

darah semacam ini dianggap tidak efektif dan efesien karena darah yang kaya

oksigen tercampur dengan darah yang kaya karbon dioksida di ventrikel.


V. PENUTUP

A. Simpulan

Berdasarkan hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa, sistem peredaran

darah pada Mencit (Mus musculu), Katak (Rana sp.) dan Kelelawar (Hipposideros sp.)
disusun oleh pembuluh-pembuluh darah, yaitu pembuluh nadi (Arteri), pembuluh

balik (Vena) dan kapiler darah.

B. Saran

Saran yang dapat diajukan pada praktikum ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk laborotorium agar menyediakan alat pratikum atau alat bedah yang

memadai.
2. Untuk asisten agar membimbing praktikan dengan baik dan menjelaskan

materi yang akan dipraktikumkan.


3. Untuk praktikan agar terus belajar dan bekerjasama dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA

Achmad, Y. N., 2009, Pengaruh Penggunaan Sepatu Hak Tinggi terhadap Potensi
terjadinya Varises pada Tungkai Bawah, Skripsi, Fakultas Ilmu
Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta.

Anggraeni, D. P., Widiyarti, Prihartmanto, A., 2016, Simulasi Aliran Darah dalam
Pembuluh Darah Manusia dengan Metoda Lagrange Smooth Particle
Hydrodynamic (SPH), Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro, 10(2):79

Maryadi, 2015, Pengaruh Pemanfaatan Video Berlatih Menggunakan Mikroskop


terhadap Hasil Belajar Siswa di SMP Muhammadiyah 4 Semarang,
Skripsi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas
Negeri Semarang, Semarang.

Merta, I. W., Syachruddin, A. R. dan Bachtiar, I., 2016, Perbandingan antara


Frekwensi Denyut Jantung Katak (Rana sp.) dengan Frekwensi Denyut
Jantung Mencit (Mus musculus) Berdasarkan Ruang Jantung, Jurnal
Biota, 1(3): 127

Pramawardani, A. F., 2017, Pengaruh Monosodium Glutamat (MSG) terhadap


Ketebalan Dinding Aorta Tikus (Rattus norvegicus) Jantan, Karya Tulis
Akhir, Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Malang,
Malang.

Anda mungkin juga menyukai