Anda di halaman 1dari 7

ANALISA PICO SISTEM INFORMASI KESEHATAN

Dibuat untuk memenuhi salah satu tugas mata ajar System Informasi Kesehatan

Oleh :

GITA ROSALINA

NIM : 0432950316019

STIKES BANI SALEH


PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
BEKASI
2019
JURNAL PERTAMA
Identitas Jurnal
a. Judul asli artikel : Perancangan Sistem Informasi Pelaporan Posyandu Lansia
b. Penulis/pengarang : Hendra Rohman, Try Nur Aminaa
c. Nama jurnal : Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan (J-MIAK)
d. Nomor, edisi, tahun terbit, DOI/ISBN/ISSN/e-ISSN jurnal : 02, Volume 01, Tahun
2018, 2621-6612
e. Jumlah halaman : 6

Analisa PICO
Population
Rancangan system informasi kesehatan ini dilakukan di Puskesmas Gondokusuman
II Yogyakarta. Subjek dalam penelitian ini adalah petugas pelaporan posyandu lansia
dibagian Unit Konsultan Gizi Puskesmas Gondokusuman II. Tidak ada jumlah sampel dan
kriteria sampel dalam penelitian ini.

Intervention
Tidak dilakukan intervensi dalam penelitian ini. Namun penulis akan memaparkan
rancangan sistem dari penelitian Perancangan Sistem Informasi Pelaporan Posyandu Lansia.
- Mengidentifikasi kebutuhan perancangan
- Perancangan prototype system
- Usulan perancangan diterima? (Tidak/Ya)
- Pengoperasian prototype system berbasis microsoft access 2010
Aplikasi ini memiliki beberapa kelebihan dibanding dengan aplikasi database lain dalam hal
kemudahan pengoperasian mengolah basis data.

Comparation
Dalam penelitian ini tidak ada pembanding

Outcome
Hasil dari penelitian ini berupa Perancangan Sistem Informasi Pelaporan Posyandu
Lansia adalah identifikasi kebutuhan pengguna yang akan digunakan berupa formulir rekapan
hasil kegiatan kesehatan posyandu lansia. Hasil wawancara dengan petugas pengelola laporan
posyandu lansia dan pengamatan di Puskesmas Gondokusuman II yang akan dijadikan
rancangan aplikasi memberikan solusi yang kemudian peneliti memasukkan kebutuhan
pengguna dari formulir rekapan hasil kegiatankesehatan kelompok lanjut usia, diharapkan
aplikasi ini mampu:
1. Input data sosial data rekapan hasil kegiatan kesehatan posyandu lansia.
2. Penulisan umur dengan input data pasien lansia melalui fitur form dengan menyeting pada
property sheet ketika di klik pada kolom umur secara otomatis akan muncul umur tanpa harus
menghitung bahkan menulis manual.
3. Menampilkan riwayat kunjungan pasien lansia dengan mencari riwayat kunjungan pasien
lansia per bulan untuk mengetahui dari riwayat kunjungan pasien per bulannya ada berapa
pasien di masing-masing kelompok posyandu.
4. Menampilkan data setiap pasien di masing- masing kelompok posyandu dengan mencari
nama kelompok posyandu.

JURNAL KEDUA
Identitas Jurnal
a. Judul asli artikel : PROSES IMPROVEMENT PELAYANAN KESEHATAN LANJUT
USIA ( LANSIA ) DI PUSKESMAS KLAMPIS NGASEM KOTA SURABAYA
b. Penulis/pengarang : Andini Rachmawati, Sri Umiyati
c. Nama jurnal : Jurnal Aplikasi Administrasi
d. Nomor, edisi, tahun terbit, DOI/ISBN/ISSN/e-ISSN jurnal : nomor 1, volume 22, Mei
2019
e. Jumlah halaman : 9

Analisa PICO
Population
Rancangan Proses Improvement Pelayanan Kesehatan Lanjut Usia (LANSIA) di
Puskesmas Klampis Ngasem Kota Surabaya, namun tidak ada ketentuan tempat untuk
dilakukannya penelitian. Tidak ada jumlah responden dalam penelitian dan kriteria sampel
dalam penelitian ini.
Intervention
Penilaian kualitas pelayanan kesehatan dilakukan melalui 3 pendekatan yaitu melalui
pendekatan struktur atau input (struktur), pendekatan proses dan pendekatan hasil (output),
menurut Donabedian, 1968. Pendekatan struktur meliputi sarana fisik perlengkapan dan
peralatan, organisasi dan manajemen, keuangan, sumber daya manusia dan sumber daya
lainnya di fasilitas kesehatan. Hal ini berarti yang dimaksud dengan struktur adalah masukan
(input). Jika struktur atau input disuatu organisasi pelayanan kesehatan baik kemungkinan
besar kualitas pelayanan akan baik pula. Struktur digunakan sebagai pengukuran tidak
langsung dari kualitas pelayanan. Hubungan antara struktur dan kualitas pelayanan adalah
hal yang penting dalam merencanakan, mendesain, dan melaksanakan sistem yang
dikehendaki untuk memberikan pelayanan kesehatan. Pengaturan karakteristik struktur yang
digunakan mempunyai kecenderungan untuk mempengaruhi proses pelayanan sehingga
akan membuat kualitasnya berkurang atau meningkat. Pendekatan struktur dari 9 unsur nilai
pelayanan meliputi Penanganan Pengaduan Saran dan Masukkan, Maklumat Pelayanan,
Persyaratan, Prosedur, Waktu Pelayanan, Biaya Tarif dan Kompetensi Pelaksana.
- Pendekatan proses adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan dan
interaksinya dengan pasien. Penilaian terhadap proses adalah evaluasi terhadap
dokter dan profesi kesehatan dalam me- “manage” pasien. Kriteria umum yang
digunakan adalah derajat pengelolaan pasien, konform dengan standar dan harapan
setiap profesi. Asumsinya adalah bahwa semakin patuh semua tenaga kesehatan
profesional kepada standar yang diakui oleh masing-masing profesi, akan semakin
tinggi pula mutu pelayanan terhadap pasien. Baik tidaknya proses dapat diukur dari
relevan tidaknya proses bagi pasien, fleksibilitas dan efektifitas, mutu proses itu
sendiri dan kewajaran proses. Sedangkan pendekatan proses pada 9 unsur nilai
pelayanan yaitu Perilaku Pelaksana.
- Pendekatan hasil (Luaran) yaitu hasil langsung dari proses, aktifitas, kegiatan atau
pelayanan dari sebuah program. Hasil merupakan hasil akhir kegiatan dan tindakan
tenaga kesehatan profesional terhadap pasien, dapat berarti adanya perubahan derajat
kesehatan dan kepuasan. Hasil secara tidak langsung dapat digunakan sebagai
pendekatan untuk menilai pelayanan kesehatan. Dan pendekatan hasil pada 9 unsur
nilai pelayanan yaitu Produk Spesifikasi Jenis Pelayanan.

Comparation
Dalam penelitian ini tidak ada pembanding
Outcome
Hasil penelitian mengenai Proses Improvement Pelayanan Kesehatan Lanjut Usia
(Lansia) di Puskesmas Klampis Ngasem Kota Surabaya dengan menggunakan Teori
Donabedian melalui tiga pendekatan, yakni pendekatan struktur (input), pendekatan proses,
pendekatan hasil (output) ditemukan dua indikator yang menjadi prioritas pelayanan yakni
Maklumat Pelayanan atau pernyataan kesanggupan dan kewajiban penyelenggara untuk
melaksanakan pelayanan sesuai dengan standar pelayanan dan Waktu Pelayanan yakni jangka
waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan seluruh proses pelayanan dari setiap jenis
pelayanan.

JURNAL KETIGA
Identitas Jurnal
a. Judul asli artikel : PENINGKATAN KESEHATAN LANSIA MELALUI SISTEM
INFORMASI AGEING MONITORING MEDICAL RECORD
b. Penulis/pengarang : Sonny Pamuji Laksono, Irfan Syarif, Qomariyah MS
c. Nama jurnal : SEMINAR NASIONAL KOLABORASI PENGABDIAN PADA
MASYARAKAT
d. Nomor, edisi, tahun terbit, DOI/ISBN/ISSN/e-ISSN jurnal : volume 1, Desember 2018:
2655-6235
e. Jumlah halaman : 6

Analisa PICO
Population
Penelitian ini meneliti topic tentang Peningkatan Kesehatan Lansia Melalui Sistem
Informasi Ageing Monitoring Medical Record. Namun tidak ada jumlah sampel dan kriteria
sampel dalam penelitian ini. Dengan dikembangkannya System Informasi Ageing Medical
Record sebagai pemantau status kesehatan lansia berbasis Posbindu Lansia, maka Posbindu
dapat memberikan informasi capaian skrining terhadap status kesehatan komunitas para
lansia di posbindu kepada puskesmas dan suku dinas kesehatan. Setelah selesai kegiatan
pengabdian kepada masyarakat ini ,diharapkan dengan adanya pengembangan sistem
informasi tersebut dapat menghasilkan data status kesehatan masing masing individu lansia
dilevel Posbindu Lansia sehingga program skrining terhadap PTM Lansia dapat tercapai
100% untuk wilayah Kelurahan Sumur batu dan Kelurahan Cempaka baru serta
meningkatkan upaya Preventif terhadap factor resiko terjadinya PTM pada lansia.
Intervention
Beberapa metode pendekatan yang akan digunakan pada kegiatan pengmas yaitu:
a. Sosialisasi dan pendampingan kepada stakeholder Dilakukan terhadap Ketua Posbindu,
Kader Posbindu, RT, RW, PKK Kelurahan Cempaka Baru dan Kelurahan Sumur Batudan
pihak-pihak terkait lainnya dengan tujuan memperolehdukungan terhadappelaksanaan
kegiatan Pengmas serta keberlanjutan program pengmas.
b. Pendampingan Dengan pendampingan yang intensif diharapkan terjadi perubahan perilaku
danperilaku baru bersifat long lasting.
c. Intervensi Intervensi yang dilakukan meliputi :
1) Penerapan tehnologi aplikasi System Ageing Monitoring Medical Record di Posbindu
2) Pemberian alatdan pelatihan sarana pemeriksaan Laboratorium Darah Multi-Function
Monitoring System (Gula darah, kolesterol, asamurat, Hemoglobin)
3) Pengobatan dan pemeriksaan gizi dengan penentuan IMT pada lansia,
d. Observasi Kegiatan observasi dilakukan dengan tujuan:
1) Mendapatkan data tentang keterampilan kader dan kondisiPosbindu lansia yang ada.
2) Mendapatkan data tentang Penyakit Tidak Menular (PTM) dan permasalahan yang ada pada
lansia.

Comparation
Tidak ada pembanding dalam penelitian ini.

Outcome
Hasil dari penelitian Peningkatan Kesehatan Lansia Melalui Sistem Informasi Ageing
Monitoring Medical Record adalah sebagai berikut :
1. Hasil aplikasi System Ageing Monitoring Medical Record terlaksana 100% data peserta
Lansia dapat terakses dan termonitor progresifitas taraf kesehatannya.
2. Peningkatan kemampuan operasionalisasi System Ageing Monitoring Medical Record.
3. Peningkatan pengetahuan kader Posbindu Lansia berkaitan dengan Pengelolaan System
Ageing Monitoring Medical Record
4. Peningkatan kebugaran jasmani para Lansia dengan pelatihan senam lansia pada kader
Posbindu lansia
5. Peningkatan keterampilan kader Posbindu Lansia dalam pemeriksaan kolesterol, gula darah,
asam urat, trigliserida dan hemoglobin darah secara mandiri.
Daftar Pustaka
(Masyarakat, 2018)Masyarakat, P. P. (2018). Seminar Nasional Kolaborasi Ageing
Monitoring Medical Record. 1, 333–339.
Rachmawati, A. (2019). PROSES IMPROVEMENT PELAYANAN KESEHATAN LANJUT
USIA ( LANSIA ) DI PUSKESMAS KLAMPIS NGASEM KOTA SURABAYA. 22(1), 1–9.
Rohman, H., & Try Nur Aminna. (2018). Perancangan Sistem Informasi Pelaporan Posyandu
Lansia. Jurnal Manajemen Informasi Dan Administrasi Kesehatan (J-MIAK), 01(02), 1–
6.