Anda di halaman 1dari 9

Pemeriksaan Sistem Reproduksi wanita

Masalah Wanita, yang meliputi kehamilan,persalinan,gangguan


haid, tumor panggul, inkontinesia atau prolaps, kontrasepsi, dan
kesuburan, merupakan sebagaian besar masalah praktik sehari-hari..
Umumnya pasien tidak tampak sakit, tetapi peran petugas kesehatah
adalah mendeteksi kapan sesuatu menjadi abnormal dan melakukan
tindakan yang sesuai. Perkembangan teknologi sangat menarik dan
beragam, tetapi anamnesis yang akurat dan akurat dan teliti dan
pemeriksaan fisik yang cermat merupakan syarat keberhasilan layanan
kesehatan.

Standar kompetensi

Mahasiswa mampu melakukan Pemeriksaan system reproduksii wanita

Kompetensi Dasar
1. Mahasiswa mampu melakukan pemeriksaan fisik alat kelamin
eksterna wanita
2. Mahasiswa mampu melakukan pemeriksaan fisik abdomen yang
berkaitan dengan system reproduksi wanita

Pemeriksaan Ginekologi

Pemeriksaan ginekologi mencakup payudara, abdomen, dan


panggul. Pemeriksaan ginekologi sering menimbulkan menakutkan bagi
wanita. Agar pasien lebih nyaman, ruang pemeriksaan harus hangat, dan
dokter pria sebaiknya selalu ditemani seorang perawat wanita karena
Pasien akan merasa lebih nyaman bila pemeriksaan ginekologi dilakukan
oleh seorang dokter wanita.
Fisiologi dan anatomi organ panggul memiliki rentang “normal”
yang sangat llebar. selain itu fungsi organ panggul bervariasii sepanjang
kehidupan wanita normal, termasuk pubertas ,kehamilan, laktasi dan
klimakterium masing-masing menimbulkan gejala dan tanda sistematik
yang berbeda. Jangan berpikiran sempit sewaktu menilai anamnesis
ginekologik. Banyak sekali penyakit sistemik yang dapat bermanifestasi
sebagai perubahan fungsi Vagina dan uterus.Contoh yang baik adalah
infeksi jamur vagina berulang yang merupakan masalah ginekologi yang
sangat sering dijumpai, tetapii mungkin merupakan keluhan utama pada
wanita yang menderita diabetis mellitus yang tidak terdiagnosis.
Gambar 1. Potongan transversal refleksi urogenital wanita

1. Pemeriksaan abdomen

Pasien harus diperiksa dalam posisi telentang dengan kandung


kemih kosong. periksalah abdomen.buka seluruh abdomen sampaii tepat
diatas simfisis pubis. Amati ada tidaknya tanda peradangan, cari jaringan
parut dan peregangan,dan terutama peregangan panggul.
Lakukan periksaan abdomen bawah mulai dari umbilicus,periksa ke
arah bawah menuju tulang pubis dengan tangan kiri,dan raba adanya
massa suprapubis lalu ke sebelah kanan dan kiri daerah supra pubik.
Periksa nyeri difosa iliaka dan periksa lipat paha mencari limfadenopati
dan hernia .

Gambar2. Refleksi organ pada regio abdomen


2. Pemeriksaan urogenital

Gambar 3. urogenital eksterna wanita

Genitalia eksterna wanita diperlihatkan pada gambar di atas..vulva


terdiri dari mons veneris,labia mayor ,klitoris, vestibulum dan kelenjar-
kelenjarnya,meatus uretra,dan introitus vagina. Mons veneris adalah
tonjolan bulat dari jaringan lemak diatas simfisis pubis.labia mayora
adalah dua buah lipatan kulit lebar yang membentuk batas lateral
vulva.kedua labia mayora bertemu dibagian anterior di mons veneris untuk
membentuk komisura anterior.Labia mayor dan mons veneneris
mempunyai folikel rambut dan kelenjar sebasea.labia minora sesuai
dengan skrotum pada pria.labia minora adalah lipatan kulit yang sempit
dan berpigmen yang antara labia mayora dan menutupi vestibulum, yang
merupakan daerah diantara kedua labia minora.Diantara anterior,kedua
labia minora membentuk prepusium klitoris. Klitoris,yang analog dengan
penis,terdiri dari jaringan erektil dan banyak mengandung ujung
saraf,klitoris mempunyai satu glans dan dua korpora kavernosa. Meatus
uretra eksternal terletak dibagian anterior vestibulum dibawah
kritoris.kelenjar parauretra,atau kelenjar skene,adalah kelenjar –kelenjar
kecil yang bermuara di lateral uretra. Sekresi kelenjar sebasea di daerah
ini melindungi jaringan yang rentan terhadap urin.
Kelenjar-kelenjar vestibulum mayor dikenal sebagai kelenjar
Bartholin atau kelenjar vulvovaginal.Kelenjar-kelenjar ini sesuai dengan
kelenjar Cowper pada pria.Tiap kelenjar yang berukuran sebesar kacang
polong ini terletak posterolateral dari orifisium vagina.selama koitus,
kelenjar ini menghasilkan cairan encer yang berfungsi sebagai Lubrikan
Vagina.
Dibagian inferior labia minora bersatu pada komisura porterior
untuk membentuk fourchette.perineum adalah daerah diantara four
chette.perineum adalah daerah diantara fourchette dan anus.

Gejala-gejala yang paling sering di jumpai pada wanita di daerah


genitourinarius antara lain :
 Perdarahan abnormal melalui vagina
 Dismenorea
 Massa atau lesi
 Sekret vagina
 Gatal di vagina
 Nyeri perut
 Dispareunia
 Perubahan distribusi rambut
 Perubahan pola pengeluaran urine
 iInfertilitas

Pemeriksaan Fisik
Untuk melakukan pemeriksaan fisik , pasien perlu di siapkan terlebih
dahulu.
 Minta pasien untuk mengosongkan kandung kemih dan rektum
 Posisikan pasien litotomi
 Pakailan sarung tangan sebelum melakukan pemeriksaan
 Sebelum memulai pemeriksaan, informasikan apa yang akan
pemeriksa lakukan
Pemeriksaan genitalia
1. Genitalia eksterna dan rambut pubis
Pada genitalia eksterna pemeriksa dapat melakukan penilaian
antara lain Mons veneris untuk melihat adanya lesi atau
pembengkakan. Rambut pubis untuk melihat pola dan kutu pubis.
Kulit vulva untuk melihat adanya kemerahan, ekskoriasi, massa,
leukoplakia dan pigmentasi. Jika menemukan kelainan harus
dilanjutkan dengan palpasi.
2. labia mayor dan minor
Sampaikan pada pasien bahwa anda akan membuka labia. Dengan
tangan kanan , labia mayor dan minor dibuka di buka terpisah oleh
ibu jari dan jari telunjuk tangan kanan. Periksalan introitus vgina.
Catatlah setiap lesi peradangan, ulserasi , sekret parut, kutil,
trauma , bengkak, perubahan atropik ataupun massa.
3. Klitoris
di periksa untuk melihat ukuran dan adanya lesi. Normalnya klitoris
berukuran 3-4 mm
4. Meatus uretra
Lihat apakah ada pus atau peradangan
5. Kelenjar bartolin
Sampaikan kepada pasien bahwa anda akan melakukan
pemeriksaan palpasi kelenjar bartolin di labia. Palpasi daerah
kelenjar kanan pada posisi jam 7-8 dengan memegang bagian
posterior labia kanan di antara di antara jari telunjuk kanan di
dalam vagina dan ibu jari kanan di luar. Perhatikan adanya keluhan
nyeritekan, bengkak, atau pus. Pakailan tangan kiri untuk
memeriksa daerah kelenjar kiri pada posisi jam 4-5.
Gambar 4. Pemeriksaan kelenjar bartolin
Gambar 5 teknik pemeriksaan uretra

6. Perineum
Perineum dan anus diperiksa untuk melihat adanya massa, parut,
fisura atau fistel, warna. Periksa pula anus untuk melihat adanya
hemoroid, iritasi dan fissura.
7. Relaksasi pelvis
Dengan labia terpisah lebar minta pasien untuk mengejan atau
batuk. Jika ada relaksasi vagina , mungkin akan terlihat
penggembungan dinding anterior (sistokel) atau posterior
(rektokel). Jika adan inkontinensia stres. Batuk ataumengejan akan
menyebabkan menyemprotnya urin dari uretra.
Daftar Pustaka

1. Daere J., Kopelman,P. 2004. BUKU SAKU KETERAMPILAN


KLINIS Jane Daere, EGC
2. Ford J.M., Hennessey,I. and Japp,A. 2005.INTRODUCTION
TO CLINICAL EXAMINATION. 8 ed Elsevier
3. Robertson,N.D. 2005 MACLEODS CLINICAL EXAMINATION
11 ed.
4. Stone,C.K., Humphries. 2002 CURRENT EMERGENCY
DIAGNOSTIC and TREATMENT.
5. Swartz,H.M. 1995. BUKU AJAR DIAGNOSTIK FISIK. EGC
Check List Pemeriksaan Sistem reproduksi wanita

NO. LANGKAH KEGIATAN NILAI


MEMPERSIAPKAN PASIEN 0 1 2
1. Jelaskan maksud dan tujuan pemeriksaan
2. Minta pasien mengosongkan kandung kemih dan
rectum
MENILAI ABDOMEN BAWAH DAN PANGGUL
3. Minta pasien menanggalkan pakaian
4. Amati ada tidaknya tanda peradangan, jaringan
parut dan peregangan,terutama panggul.
.
5. Periksa abdomen bawah .mulai dari umbilicus,ke
arah bawah menuju tulang pubis dengan tangan
kiri,dan raba adanya massa suprapubis.
6. periksa nyeri difosa iliaka.

7. periksa lipat paha mencari limfadenopati dan


hernia .
MENILAI GENITALIA EKSTERNA
8. Posisikan pasien untuk pemeriksaan urogenital
9. Lakukan pemeriksaan genitalia eksterna dan
rambut pubis
10. Lakukan pemeriksaan labia mayor dan minor
11. Lakukan pemeriksaan klitoris
12. Lakukan pemeriksaan meatus uretra
13. Lakukan pemeriksaan kelenjar bartolin
14. Lakukan pemeriksaan perineum
15. Lakukan pemeriksaan relaksasi pelvis