Anda di halaman 1dari 4

PEMBAHASAN

KEBIJAKAN KESEHATAN LINGKUNGAN

Dasar keilmuan kesehatan lingkungan adalah mengidentifikasi, mengukur,


menganalisis, menilai, memprediksi bahaya berbagai pajanan di lingkungan, dan melakukan
pengendalian dengan tujuan mencegah dan melindungi kesehatan masyarakat dan ekosistem.

Ilmu kesehatan lingkungan mempelajari interaksi dinamis berbagai pajanan atau agen
lingkungan (fisik, radiasi, kimia, biologi, dan perilaku) melalui wahana udara, air, limbah,
makanan dan minuman, vektor atau binatang pembawa penyakit, dan manusia di lingkungan
pemukiman, tempat kerja atau sekolah, tempat-tempat umum maupun perjalanan dengan
risiko dampak kesehatan (kejadian penyakit) pada kelompok manusia atau masyarakat.

Pengajaran, penelitian, dan kegiatan pengabdian pada masyarakat di Depertemen


Kesehatan Lingkungan dilakukan menurut konsentrasi pada tujuh bidang ilmu utama: polusi
udara, polusi air, vektor dan binatang pembawa penyakit, kontaminasi makanan dan
minuman, toksikologi lingkungan, epidemiologi kesehatan lingkungan, dan prakiraan risiko
kesehatan.

Departemen Kesehatan Lingkungan mengasuh pendidikan untuk Program Sarjana


Kesehatan Masyarakat dengan peminatan Kesehatan Lingkungan serta Program Magister
Ilmu Kesehatan Masyarakat dengan kekhususan Epidemiologi Kesehatan Lingkungan dan
Kesehatan Lingkungan.

Departemen Kesehatan Lingkungan mempunyai 14 orang staf pengajar tetap dengan


latar belakang keilmuan yang beragam sesuai dengan sifat multidisiplin ilmu, dibantu oleh
beberapa orang dosen luar biasa.

Menurut Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) kesehatan


lingkungan adalah suatu kondisi lingkungan yang mampu menopang keseimbangan ekologi
yang dinamis antara manusia dan lingkungannya untuk mendukung tercapainya kualitas
hidup manusia yang sehat dan bahagia.

Kesehatan lingkungan merupakan bagian dari dasar-dasar kesehatan masyarakat


modern yang meliputi terhadap semua aspek manusia dalam hubungannya dengan
lingkungan, dengan tujuan untuk meningkatkan dan memperttahankan nilai-nilai kesehatan
manusia pada tingkat setinggi - tingginya dengan jalan memodifisir tidak hanya faktor social
dan lingkungan fisik sematamata, tetapi juga terhadap semua sifat - sifat dan kelakuan -
kelakuan lingkungan yang dapat membawa pengaruh terhadap ketenangan, kesehatan dan
keselamatan organisme umat manusia (Mulia Ricky M, 2005).

Tujuan pemeliharaan kesling

1. Menanami tumbuhan pada lahan yang kosong guna mengurangi zat CO2
2. Menjaga kebersihan lingkungan dengan lingkungan yang sehat maka kita
harus menjaga kebersihannya, karena lingkungan yang sehat adalah
lingkungan yang bersih dari segala penyakit dan sampah
3. Kontribusi lingkungan dalam mewujudkan derajat kesehatan merupakan hal
yang essensial di samping masalah perilaku masyarakat, pelayanan kesehatan
dan faktor keturunan. Lingkungan memberikan kontribusi terbesar terhadap
timbulnya masalah kesehatan masyarakat.

Permasalahan kesling di Indonesia

1. Urbanisasi penduduk

2. Tempat pembuangan sampah

3. Penyediaan sarana air bersih

4. Pencemaran udara

5. Pembuangan limbah industri dan rumah tangga

6. Bencana alam/pengungsian

7. Perencanaan tata kota dan kebijakan pemerintah

Cara - cara pemeliharaan kesehatan lingkungan

1) Tidak mencemari air dengan membuang sampah disungai


2) Mengolah tanah sebagaimana mestinya
3) Menanam tumbuhan pada lahan-lahan kosong
4) Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor

Program kesling
1. Rumah sehat
Rumah sehat dapat diartikan sebagai tempat berlindung, bernaung, dan tempat
untuk beristirahat, sehingga menumbuhkan kehidupan yang sempurna baik fisik,
rohani maupun sosial (Sanropie, dkk, 1989).
Rumah sehat menurut Winslow memiliki kriteria, antara lain (Chandra, 2007) :
• Dapat memenuhi kebutuhan fisiologis
• Dapat memenuhi kebutuhan psikologis
• Dapat menghindarkan terjadinya kecelakaan
• Dapat menghindarkan terjadinya penularan penyakit

Kriteria rumah sehat:


a) Bahan bangunan
• Lantai yang kedap air dan mudah dibersihkan.
• Dinding berfungsi sebagai pendukung atau penyangga atap.
• Langit-langit harus mudah dibersihkan dan tidak rawan kecelakaan.
• Atap berfungsi untuk melindungi isi ruangan rumah dari gangguan
angin, panas dan hujan, juga melindungi isi rumah dari pencemaran
udara.
b) Ventilasi
Berdasarkan Notoatmodjo (2007), ada dua macam cara yang dapat
dilakukan agar ruangan mempunyai sistem aliran udara yang baik, yaitu :
ventilasi alamiah, ventilasi buatan.
c) Pencahayaan
Ada dua sumber cahaya yang dapat dipergunakan, yakni : cahaya alamiah
yaitu matahari dan cahaya buatan.
d) Luas Bangunan
Rumah luas lantai bangunan rumah sehat harus cukup untuk penghuni di
dalamnya, artinya luas lantai bangunan tersebut harus disesuaikan dengan
jumlah penghuninya. Luas bangunan yang tidak sebanding dengan jumlah
penghuninya akan menyebabkan kepadatan penghuni (overcrowded). Luas
bangunan yang optimum adalah apabila dapat menyediakan 2,5 – 3 m2
untuk setiap orang (tiap anggota keluarga

2. Penyediaan Air Bersih


Air merupakan salah satu bahan pokok yang mutlak dibutuhkan oleh manusia
sepanjang masa. Sumber air yang banyak dipergunakan oleh masyarakat adalah
berasal dari : air permukaan, air tanah, air atmosfer/meteriologi/air hujan.
Pengolahan air untuk keperluan rumah tangga dapat dilakukan dengan
sederhana dengan cara sebagai berikut (Azwar, 1989) :
A. Sediakanlah bahan-bahan seperti pasir, arang aktif (dapat dari batok kelapa, tawas,
kaporit dan bubuk kapur).
B. Sediakan pula empat buah kaleng.
• Kaleng pertama dipakai untuk menampung air yang akan dibersihkan, dalam proses
pengolahan kedalamnya dibubuhi setengah sendok teh kaporit, 2 sendok makan tawas
yang telah dilarutkan terlebih dahulu, kemudian kesemuanya diaduk dalam beberapa
menit. Setelah tampak kepingkeping bubuhkanlah satu sendok makan bubuk kapur,
kemudian aduk lagi, setelah beberapa menit akan tampak kepingan yang lebih besar.
Setelah itu endapkan selama setengah jam.
• Kedalam kaleng kedua yang berisi pasir dialirkan air dari kaleng pertama.
• Kaleng ketiga adalah sebagai penampung air yang telah disaring dari kaleng kedua.
Air yang mengalir mula-mula keruh, tetapi lama-lama akan jernih. Air dalam kaleng
ketiga ini digunakan untuk proses pengendapan sisa kotoran yang mungkin ada.
• Kaleng keempat diisi dengan arang aktif gunanya untuk menghilangkan bau khlor
yang ada. Air yang keluar dari kaleng keempat ini, telah dapat dipergunakan untuk
sumber air bersih.