Anda di halaman 1dari 2

Nama : Mentari Damaiyanti

Nim : 21117082
Prodi : PSIK

Peran Perawat Dalam Pencegahan Infeksi Nosokomial

Rumah sakit selain sebagai tempat pengobatan, juga merupakan sarana


pelayanan kesehatan yang dapat menjadi sumber infeksi dimana orang sakit
dirawat (Bety, tahun 2012). Tindakan medis yang dilakukan oleh tenaga
kesehatan yang dimaksudkan untuk tujuan perawatan atau penyembuhan pasien,
bila dilakukan tidak sesuai prosedur berpotensi untuk menularkan penyakit
infeksi, baik bagi pasien ( yang lain) atau bahkan petugas kesehatan itu sendiri
(Kemenkes RI, tahun 2011).
Dalam pelaksanaan Program Pengendalian dan pencegahan infeksi di
rumah sakit diperlukan kemampuan perawat sebagai pelaksana, ditunjang oleh
sarana dan prasarana, serta SPO yang mengatur langkah- langkah dalam
pelaksanaan pengendalian dan pencegahan infeksi di rumah sakit. Berdasarkan
permasalahan tersebut, perlu diketahui tentang peran perawat dalam pencegahan
infeksi nosokomial di Rumah Sakit.
Infeksi adalah peristiwa masuk dan penggandaan mikroorganisme di
dalam tubuh pejamu yang mampu menyebabkan sakit (Perry & Potter, 2005;
Linda Tietjen, 2004). Infeksi nosokomial adalah infeksi yang didapat seseorang
dalam waktu
3x24 jam sejak mereka masuk rumah sakit (Depkes RI, 2003). Istilah infeksi
nosokomial (Hospital Acquired Infection) diganti dengan istilah baru yaitu
Healthcare-Associated Infectioni (HAIs) dengan pengertian yng lebih luas tidak
hanya di rumah sakit tetapi juga di fasilitas pelayanan kesehatan lainnya (Depkes
RI, 2007). Infeksi nosokomial dapat ditularkan melalui berbagai cara, diantaranya
penularan secara kontak langsung maupun tidak langsung, menularan
melalui Common Vechile yaitu penularan melalui benda mati yang telah
terkontaminasi oleh kuman, kemudian penularan melalui udara dan inhalasi, serta
penularan dengan perantara vektor yang terjadi secara internal dan eksternal. Oleh
sebab itu maka peran perawat dalam pencegahan infeksi nosokomial sangatlah
penting, karena perawat merupakan tenaga kesehatan yang terpapar cukup lama
dengan pasien.
Peran perawat dalam pencegahan infeksi nosokomial salah satunya yaitu
penerapan kewaspadaan universal. Kewaspadaan universal merupakan upaya
pencegahan terjadinya Infeksi Nosokomial (INOS) yang harus dilakukan pada
semua layanan kesehatan, baik terhadap pasien, petugas kesehatan maupun
maupun kepada keluarga pasien atau pengunjung di rumah sakit. Tujuan
pelaksanaan kewaspadaan universal didasarkan pada keyakinan untuk membatasi
dan mencegah bahaya atau resiko penularan patogen melalui darah dan cairan
tubuh dari sumber yang diketahui maupun yang tidak diketahui (WHO, 2002).
Prinsip utama kewaspadaan universal adalah: 1) Menjaga higiene sanitasi
individu, 2) Higiene sanitasi ruangan dan 3) Sterilisasi peralatan. Ketiga prinsip
tersebut dijabarkan melalui 5 kegiatan pokok yaitu: a) Mencuci tangan guna
mencegah infeksi nosokomial, b) Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD)
diantaranya sarung tangan, masker dan topi, c) Mengelola alat kesehatan bekas
pakai, d) Mengelola jarum dan alat tajam untuk mencegah perlukaan, dan e)
Mengelola limbah Rumah Sakit dan sanitasi ruangan (Depkes, 2006).
Jadi tugas perawat yaitu harus memberikan pelayanan yang baik dengan
memperhatikan prinsip 5 kewaspadaan universal sehingga dapat mencegah
terjadinya infeksi nosokomial. Kewaspadaan universal memerlukan peran perawat
sebagai pelaksana, ditunjang oleh sarana dan pra sarana, serta SOP (Standar
Operasional Prosedur) yang mengatur langkah-langkah tindakan kewaspadaan
universal.