Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Ekonomi merupakan kata serapan dari bahasa inggris yaitu economy. Sementara kata
economy itu sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu oikonomike yang berarti
pengelolahan rumah tangga. Dalam hal ini yang dimaksud dengan pengelolahan
rumah tangga adalah suatu usaha dalam pembuatan keputusan dan pelaksanaannya
yang berhubungan dengan pengalokasian sumber daya rumah tangga yang terbatas
diantara berbagai anggotanya dengan mempertimbangkan kemampuan, usaha, dan
keinginan masing-masing. Lalu kemudian sosiologi ekonomidalam hal ini dapat
didefinisikan dengan dua cara, pertama sosiologi ekonomi didefinisikan sebagai
sebuah kajian yang mempelajari hubungan antara masyarakat, yang didalamnya
terjadi interaksi sosial dan ekonomi. Dalam hubungan tersebut dapat dilihat
bagaimana masyarakat mempengaruhi ekonomi dan bagaimana ekonomi
mempengaruhi masyarakat. Hal ini akan kami bahas dalam makalah ini terkait
sosiologi ekonomi.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa itu Sosiologi Ekonomi ?
2. Bagaimana Sejarah Perkembangan Sosiologi Ekonomi ?
3. Apa sajakah Aspek Ilmu Sosiologi Ekonomi ?
4. Bagaimana Perbandingan Kajian Ekonomi, Sosiologi, dan Sosiologi Ekonomi ?
5. Apa Fokus dalam Kajian Sosiologi Ekonomi ?
6. Apa saja Fenomena Ekonomi ?

1.3 Tujuan Penulisan


1. Mengetahui apa itu sosiologi ekonomi.
2. Membahas bagaimana sejarah perkembangan sosiologi ekonomi.
3. Memahami apa saja aspek-aspek dalam ilmu sosiologi ekonomi.
4. Mengetahui apa saja fenomena ekonomi.

1
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Sosiologi Ekonomi


Sosiologi ekonomi adalah studi sosiologis yang bertujuan untuk menganalisis
hubungan antara ekonomi dan fenomena sosial. Asumsi yang dibangun sosiologi
ekonomi dalam melihat fenomena ekonomi adalah tindakan ekonomi sebagai suatu
bentuk tindakan sosial, tindakan ekonomi disituasikan secara sosial, dan institusi
ekonomi merupakan konstruksi sosial. Sosiologi Ekonomi menunjukkan perkembangan
yang eksplosif sejalan dengan berbagai permasalah sosial ekonomi masyarakat, baik di
negara-negara maju maupun di negara-negara berkembang yang sedang berupaya
meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya melalui berbagai kebijakan pembangunan.
Perkembangan studi Sosiologi Ekonomi tidak terlepas dari pengaruh pemikiran
tokoh sosiologi klasik dan aliran pemikiran baru dalam sosiologi ekonomi sejak dekade
1980-an. Hasil kajian eksploratif yang pada tulisan ini melalui penelusuran atas
perkembangan studi Sosiologi Ekonomi di Indonesia, menunjukkan bahwa sebagian
besar studi diarahkan kepada bagaimana masyarakat memenuhi kebutuhan dan mencapai
kemakmuran atau kesejahteraan yang erat kaitannya dengan masalah kemiskinan. Saat
ini studi Sosiologi Ekonomi lebih marak menganalisis tentang kapital sosial, serta
masalah struktur, kelembagaan dan sistem ekonomi nasional dikaitkan dengan
kesejahteraan masyarakat. Sistem ekonomi nasional yang dimaksud adalah yang sejalan
amanat konsititusi kita. Pada sisi lain, dampak pembangunan nasional terutama sejak
masa orde baru juga banyak diteliti mengingat kebijakan pembangunan dinilai belum
mampu menciptakan kesejahteraan masyarakat, bahkan terkesan belum berhasil
menciptakan inklusifitas dalam pembangunan nasional, berlandaskan pembangunan
model negara kesejahteraan (MNK) dengan indikator utama berupa “pemerataan”
pembangunan.

Menurut Para Ahli, mendefinisikan Sosiologi Ekonomi sebagai berikut :


1. Max Weber
Sosiologi ekonomi adalah disiplin ilmu pengetahuan yang memfokuskan diri dalam
tindakan ekonomi dalam ruang lingkup dimensi sosialnya. Sehingga kajian yang

2
dilakukan dalam studi sosiologi ekonomi ini adalah hubungan manusia dan
kekuasaan.
2. Richard Swedberg
Definisi sosiologi ekonomi adalah kajian yang perpaduan ilmu pengetahuan
sosiologi dan ekonomi yang terjadi karena adanya perpeduan antara sosiologis dan
ekenomis sebagai akibat tindakan manusia yang dilakukan dalam memenuhi
kebutuhan hidupnya.
3. Dadang Supardan
Pengertian sosiologi ekonomi adalah kegiatan ekenomi yang memberikan penjelasan
mengenai cara masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup yang dilakukannya.

2.2 Sejarah Perkembangan Sosiologi Ekonomi

Secara historis perkembangan pemikiran Sosiologi Ekonomi antara lain disebabkan


oleh berkembangnya paham-paham, pemikiran-pemikiran dan teori-teori tentang
ekonomi yang melihat cara kerja sistem ekonomi dengan menekankan pula pada aspek-
aspek non-ekonomi.Salah satu dari paham-paham, teori-teori, pemikiran-pemikiran yang
mendukung perkembangan Sosiologi Ekonomi tersebut adalah Paham Merkantilisme,
yang berpandangan, bahwa kekayaan dianggap sama dengan jumlah uang yang dimiliki
oleh suatu negara dan cara untuk meningkatkan kekuasaan adalah dengan meningkatkan
kekayaan Negara.

Didalam kehidupan masyarakat sebagai satu system maka bidang ekonomi hanya
sebagai salah satu bagian atau subsistem saja. Oleh karena itu, didalam memahami aspek
kehidupan ekonomi masyarakat maka perlu dihubungkan antara factor ekonomi dengan
factor lain dalam kehidupan masyarakat tersebut. Factor-faktor tersebut antara lain:
faktor agama dan nilai-nilai tradisional, ikatan kekeluargaan, etnisitas, dan stratifikasi
sosial.Faktor-faktor tersebut mempunyai pengaruh yang langsung terhadap
perkembangan ekonomi. Faktor agama dan nilai-nilai tradisional: ada nilai-nilai yang
mendorong perkembangan ekonomi, akan tetapi ada pula nilai-nilai yang menghambat
perkembangan ekonomi. Demikian pula dengan kelompok solidaritas, dalam hal ini
yakni keluarga dan kelompok etnis, yang terkadang mendorong pertumbuhan dan
terkadang pula menghambat pertumbuhan ekonomi.

3
Sosiologi ekonomi mencapai puncakya dua kali sejak kemunculannya: di 1890-1920
dengan teoritis sosiologi klasik (kesemuanya menarik dan menulis mengenai ekonomi),
dan saat ini , semenjak 1980an terus berlangsung.Sosiologi ekonomi klasik dan
pendahulunya Yang pertama menggunakan istilah sosiologi ekonomi muncul pada tahun
1879, ketika muncul karya oleh ekonom Inggris W. Stanley Jevons 1879-1965. Sosiologi
ekonomi klasik mengalami kemajuan untuk mengikuti beberapa karateristik. Pertama,
Weber dan yang lain berbagi pengertian itu mereka sebagai pelopor, membangun tipe
analisis yang belum ada sebelumnya. Kedua, mereka memfokuskan pada pertanyaan-
pertanyaan pokok yang mendasari: apa aturan dari ekonomi di masyarakat?bagaimana
analisa sosiologi terhadap ekonomi berbeda dengan para ahli ekonomi? Apa itu tindakan
ekonomi? Untuk ini harus ditambahkan tokoh klasik yang mengasyikan dengan
pemahaman kapitalisme dan berpengaruh di masyarakat-“perubahan besar” kira-kira
membawa hal itu. Melihat beberapa karya bebas kebelakang yang ada sebelum periode
1890-1920 dalam satu aliran atau lainnya menggambarkan terlebih dahulu beberapa
pengertian sosiologi ekonomi. Dalam bayangan penting, contoh, Laws oleh Montesquieu
sebagai pelopor analisis comperatif kedalam bermacam fenomena ekonomi di negara
republik, monarki dan lalim (montesquieu[1748]1989). Menekankan Aturan kerja di
masyarakat karya dari Simon (1760-1825), yang juga membantu mempopulerkan istilah
indusrtialisme(cf. Saint-Simon 1964). Karya dari Alexis de Tocqueville (1805-1859)
yang penuh akan kelebihan, pemikiran sosiologi adalah beberapa dari banyak ahli
sosiologi yang setuju. Dari beberapa pelopor ini kita hanya akan berkonsentrasi pada
Karl Marx, tokoh dengan gagasan terbesar pada abad 19, ide-idenya tetap aktif sebelum
lahirnya sosiologi modern.

Karl Marx (1818-1883) masuk dengan aturan sosiologi ekonomi di masyarakat dan
mengembangkan teori menurut ketekunan perkembangan ekonomi secara umum
dimasyarakat. Apa yang orang lakukan di kehidupannya, Marx juga berargumen, ada
ketertarikan material, dan juga metenaokan struktur dan proses dimasyarakat. Ketika
Marx ingin membangun pendekatan secara ilmiah di masyarakat, ia juga memasukan
paham politik untuk merubah dunia. Hasilnya kita ketahui sebagai “Marxisme”-
campuran dari ilmu sosial dan pernytaan politik, masuk dalam satu ajaran. Untuk
bermacam sebab Marxisme salah atau tidak relevan dengan sosiologi ekonomi. Telalu
jauh berpihak dan fanatik untuk mengambil seluruhnya. Tugas yang sulit menghadang
sosiologi ekonomi saat ini untuk mengintisari aspek-aspek Marxisme yang berguna

4
Pendapat Marx dimulai dari unsur buruh dan produksi. Seseorang bekerja untuk tuntutan
hidup. Perhatian ekonomi/material selalu dihubungkan secara umum. Buruh sosial lebih
baik dari sifat dasar individual, sejak orang bekerja sama untuk tuntutan hasil. Marx
mengkritik ahli ekonomi untuk penggunaan individu yang terisolir; dirinya sendiri
terkadang mengatakan “ individu sosial”. Hal terpenting perhatian ini juga pada sifat
dasar bersama, istilah Marx “Perhatian Kelas”. Perhatian hal ini, bagaimanapun, hanya
akan efektif jika seseorang sadar seharusnya datang ke kelas yang dapat dipercaya. Marx
mengkritik pemikiran Adam smith’s mengenai gabungan perhatian individu dan lebih
lanjut pada perhatian umum masyarakat(“tangan gaib”). Menurut Marx secara khas kelas
menindas dan bertarung sesamanya dengan begitu buas, kisah sejarah ini sama jika
ditulis menggunakan “ surat darah dan api” ([1867]1906,786). Kalangan borjuis tidak
terkecuali dinalam nilai ini sejak menganjurkan “kekerasan dan keinginan sangat jahat
dari hati manusia, kemarahan atas perhatian pribadi” . didalam beberapa karya Marx
mengusut sejarah perjuangan kelas, dari masa awal hingga masa mendatang. Rumusan
terkenal dari era 1850an, negara berada dipanggung yang benar “hubungan produksi”
masuk pada konflik dengan kekuatan produksi dengan revolusi dan jalan pintas ke hal
baru “Mode of Production” sebagai hasilnya. Marx menulis Modal bagai meletakan hal
kosong “ hukum ekonomi dari gerakan masyarakat modern”. Dan hukum ini bekerja
“dengan besi kebutuhan yang tidak dapat dihindari hasilnya” dari perubahan
revolusioner. Ciri-ciri positif pendekatan Marx adalah pengertian yang luas kepada orang
yang rela untuk berjuang untuk perhatian materi. Ia juga berkontribusi untuk pemahaman
bagaimana kelompok besar dari seseorang. Serupa dengan ketertarikan ekonomi,
dibawah keadaan yang baik mereka dapat bersatu dan menyadari perhatian bersama. Sisi
negatifnya Marx jelas sekali meremehkan aturan di kehidupan ekonomi orang lain
dengan lainnya. Dugaannya, ketertarikan ekonomi berada di tangan terakhir dari
masyarakat juga tidak mungkin dipertahankan. “ struktur sosial, tipe dan sikap
menciptakan ketidaksiapan” untuk memuji kutipan dari Schumpeter.
Marx Weber

Diantara sosiologi ekonomi klasik Marx Weber menempati tempat unik. Ia


mengalami proses paling jauh kearah membangun sosiologi ekonomi., dasar teori dan
berdasarkan studi empiris(swedberg 1998). Faktanya Ia berkerja mirip profesor ekonomi,
tidak ragu-ragu untuk usaha membangun jembatan antaran ekonomi dan sosiologi. Marx
weber Juga telah membantu menempati pertanyaan penelitian utama disepanjang

5
karirnya, berupa kesamaan sifat dasar ekonomi dan sosial: untuk memahami asal-usul
kapitalisme modern. Weber menggambarkan peranan jahat di pekerjaan teoritisnya
terhadap perhatian waktu dan memperluas garis itu dalam membuat pekerjaan dengan
pemikiran sosiologi. Pelatihan akademi Weber pada dasarnya menekankan hukum
sebagai hal utama, dengan latar belakangnya sebagai spesialis hukum. Dua disertasi- satu
dalam perusahaan perdagangan menengah (Lex mercatoria) dan lainnya dalam
perdagangan tanah di permulaan Roma- topik yang relevan untuk memahami munculnya
kapitalisme: timbulnya pemilikan pribadi terhadap tanah dan pemilikan di perusahaan
(menentang pemilikan pribadi). Karya ini mengkombinasikan studi tentang jabatan
pekerja desa, berdasarkan pendapatannya dalam posisi ekonomi(“politik ekonomi dan
finansial”) di awal 1890an.

Dalam kapasitasnya ia mengajarkan ekonomi namun sebagian besar menerbitkan


sejarah ekonomi dan dalam pertanyaan politik. Weber menulis, sebagai contoh, sangat
besar menggantikan perundangan. Kearah akhir 1890an Weber jatuh sakit, dan untuk 20
th selanjutnya dia bekerja pada sekolah pribadi. Di tahun ini Ia memproduksi studi
terbaik, Etika Protestan dan semangat kapitalisme (1904-05) karya mengenai etika
ekonomi didalam dunia religi. Di 1903 Weber menerima posisi kepala redaktur giant
hand book of economics. Dari mulai kumpulan pendapat “ekonomi dan masyarakat”yang
berasal dari dirinya sendiri. Perkerjaannya saat itu diketahui sebagai “ekonomi dan
masyarakat” terdiri atas gabungan karyanya yang telah dipublikasi dan penemuan scrip
yang ditemukan setelah kematiannya. Di 1919-20 Weber juga mengajar kursus di sejarah
ekonomi, yang mana merupakan bagian catatan bersama selama beberapa tahun di
pendidikan dasar, lebih dulu dipublikasikan sebagai sejarah ekonomi umum,
mengandung banyak perhatian materi sosiologi ekonomi. Lebih jauh Weber menulis
tentang sosiologi ekonomi dapat ditemukan dalam Collected Essays in the Sociology of
Religion (1920-21) dan Economy and Society (1922). Yang pertama berisi revisi dari
The Protestant Ethic “The Protestant Sects and The Spirit of Capitalism” (1904-05; revisi
1920) dan banyak menulis etika ekonomi Cina, Indian, dan Yahudi. Menurut Weber,
bahan dalam Collected Essays, sebagian besar perhatian sosiologi agama juga
kepentingan sosilogi ekonomi.

Penelitian yang paling berpengaruh adalah The Protestant Ethic. Berpusat sekitar
keasyikan Weber dengan artikulasi dari ideal dan kepentingan material dan ide-ide.

6
Penganut petapa aliran protestan merangsang dengan hasrat untuk menyelamatkan
(perhatian religi) dan tindakan yang sesuai. Untuk berbagai alasan yang berlawanan asas
akhirnya individu percaya bahwa pekerjaan sekuler (duniawi). Membawanya ke cara
metodis, menggambarkan alat keselamatan – kapan ini terjadi, kepentingan agama
dikombinasikan dengan kepentingan ekonomi. Hasil kombinasi ini adalah pembebasan
dari kekuatan yang besar, yang mana menghancurkan tradisi dan anti ekonomi berpegang
pada agama diatas orang dan memeperkenalkan mentalitas baik dalam aktifitas kapitalis.
Tesis dalam The Protestant Ethic sudah membawa debat besar, dengan banyak pelajar
yang membantah Weber. Sementara ia menulis The Protestant Ethic, Weber menerbitkan
sebuat esai, “ ‘Objectivity’ in Social Science and Social Policy” yang menerangkan
teoritisnya melihat sosiologi ekonomi. Ia berpendapat ilmu ekonomi harus luas dan
seperti paying. Tak hanya memasukkan teori ekonomi tapi juga memasukkan sejarah
ekonomi dan sosilogi ekonomi. Weber juga beralasan bahwa analisis ekonomi harus
mencakup tak hanya “fenomena ekonomi” tapi juga “fenomena yang berkaitan dengan
ekonomi”. Fenomena ekonomi terdiri dari bank-bank dan bursa. Fenomena yang
berhubungan dengan ekonomi adalah fenomena non-ekonomi keadaan yang kurang pasti
harus mempunyai pengaruh terhadap fenomena ekonomi., seperti pada kasus petapa
Protestan. Secara ekonomi fenomena mengkondisikan lebih luas dipengaruhi oleh
fenomena ekonomi. Tipe agama yang berkelompok ada rasa persamaan, contoh sebagian
bergantung dalam semacam kerja yang anggota lakukan. Sementara teri ekonomi hanya
dapat mengatasi fenomena ekonomi murni (dalam versi rasional meraka), sejarah
ekonomi dan sosiologi ekonomi bisa menyetujui dengan tiga kategori fenomena.

Sebuah pendekatan yang agak berbeda, keduanya untuk sosiologi ekonomi dan
kepentingan, bisa ditemukan dalam Economy and Society. Bagian pertama berisi analisis
secara umum. Dua konsep penting adalah “tindakan sosial” dan “permintaan”. Dalam
“tindakan” ditegaskan sebagai kebiasaan berinvestasi dengan ‘maksud’, adalah
memenuhi syarat sebagai “sosial” jika diorientasikan kepada actor lainnya. “Permintaan”
melewati masa, dipandang objektif dan dikelilingi bermacam persetujuan. Ekonomi yang
mempelajari tindakan ekonomi murni, adalah semata-mata tindakan oleh kepentingan
ekonomi. Bagaimanapun sosiologi ekonomi mempelajari tindakan sosial ekonomi, yang
mendorong bukan saja oleh kepentingan ekonomi tapi juga oleh tradisi dan emosi;
lagipula selalu berorientasi pada satu aktor. Jika mengabaikan satu tindakan, menurut
Weber, malahan focus dalam keseragaman empiris, ada kemungkinan untuk

7
membedakan tiga tipe berbeda : diinspirasikan oleh “pengakuan” oleh “adat” (termasuk
“kebiasaan”) dan “kepentingan”. Tipe tindakan yang paling seragam mungkin terdiri dari
perpaduan ketiganya. Tindakan yang “ditentukan oleh kepentingan” ditegaskan oleh
Weber sebagai instrumen dalam sifat dasar dan mengorientasikan ke dugaan identik.
Contoh, pasar modern, dimana setiap aktor rasional secara instrumental dan menganggap
semua orang baik.

Weber menegaskan bahwa kepentingan selalu subjektif, kepentingan “objektif” tak


ada melebihi aktor. Dalam kalimat khas Weber berbicara “kepentingan aktor sebagai
dirinya sendiri adalah sadar akan mereka”. Dia juga mencatat dimana saat beberapa
orang berkelakuan dalam sikap instrumental dalam hubungan untuk kepentingan
individualis mereka, hasil yang khas adalah motif kebiasaan bersama sangat stabil
daripada memaksakan norma dengan wibawa. Contoh, susah untuk membuat seseorang
melakukan kegiatan ekonomi untuk melawan kepentingan pribadi.

Uraian sosiologi ekonomi Weber dalam Economy and Society menghasilkan poin-
poin pokok. Tindakan ekonomi dua aktor yang berorientasi satu sama lain merupakan
hubungan ekonomi. Hubungan ini dapat membawa berbagai ungkapan, termasuk konflik,
kompetisi dan kekuatan. Jika dua atau lebih actor atau lebih bersama-sama oleh rasa
memiliki, hubungan ekonomi bisa terbuka dan tertutup. Kepemilikan menggambarkan
bentuk khusus dari ekonomi tertutup. Organisasi politik merupakan bentuk penting
lainnya dari hubungan ekonomi tertutup. Beberapa organisasi ini murni ekonomi,
sementara lainnya memiliki sasaran ekonomi yang lebih rendah atau memiliki tugas
pokok urusan ekonominya sendiri. Contoh, serikat buruh, Weber melampirkan
pentingnya peran kapitalisme dalam perusahaan. Dilihat sebagai tempat aktifitas
pengusaha dan sebagai kekuatan revolusioner. Pasar, seperti banyak fenomena ekonomi,
berpusat sekitar konflik kepentingan, dalam kasus ini antara penjual dan pembeli. Pasar
melibatkan pertukaran keduanya dan kompetisi. Kompetitor harus bertarung habis-
habisan siapa yang akan menjadi penjual dan pembeli terakhir, dan hanya bila
perjuangan ini sudah mantap adalah tempat untuk pertukaran itu sendiri (perebutan
pertukaran). Hanya kapitasime rasional lah pusat tipe pasar modern. Yang disebut
kapitalisme politik itu kunci untuk membuat keuntungan adalah cukup negara atau
kekuatan politik yang memberi kemurahan, perlindungan, atau semacamnya. Iklan

8
kapitalisme tradisional terdiri dari perdagangan skala kecil, dalam bentuk uang atau
barang dagangan. Kapitalisme rasional hanya muncul di Barat.

2.3 Aspek Ilmu Sosiologi Ekonomi

Kegiatan ekonomi dalam masyarakat, secara garis besar merupakan kegiatan pokok,
yaitu: kegiatan produksi (proses produksi), kegiatan konsumsi dan kegiatan distribusi,
termasuk kegiatan promosi. Timbulnya kegiatan produksi, karena adanya kebutuhan
manusia untuk melakukan kegiatan konsumsi. Misalnya, petani sawah melakukan
penanaman padi (memproduksi padi) karena adanya kebutuhan manusia akan makanan
yang berasal dari padi. Petani di sini berperan sebagai produsen, sedangkan manusia di
sini berperan sebagai konsumen, yaitu yang mengonsumsi hasil dari produksi. Agar hasil
produksi mudah didapat oleh konsumen, maka perlu adanya saluran distribusi. Jadi
saluran distribusi merupakan sarana untuk mempertemukan antara titik produksi dengan
titik konsumsi. Peran promosi akan efektif ketika jenis barang yang diproduksi telah
beragam,sehingga konsumen sudah mempunyai pilihan yang sesuai dengan keinginan,
bukan sekedar memenuhi kebutuhan.
Pada masyarakat yang pola hidupnya masih sangat sederhana, kegiatan ekonomi
pada umumnya hanya meliputi dua kegiatan pokok, yaitu proses produksi dan proses
konsumsi.Artinya yang satu memproduksi suatu barang, kemudian yang lainnya secara
langsung mengkonsumsi barang tersebut, dengan sistem pertukaran barang (barter).
Semakin maju peradaban masyarakat, kebutuhan akan barang konsumsi semakin
kompleks. Sehingga untuk memenuhi kebutuhannya, memerlukan kerjasama dengan
masyarakat di luar lingkungannya untuk memproduksi barang yang dibutuhkan. Maka
dengan demikian akan terjadi proses pertukaran barang, yang pada perkembangan
selanjutnya tercipta mekanisme pasar dalam suatu masyarakat.
Dalam sebuah proses produksi membutuhkan berbagai perangkat teknis, yakni
faktor-faktor produksi (Faktor modal dan sumber daya alam sebagai bahan baku). Untuk
melangsungkan proses itu diperlukan tenaga kerja yang juga menjadi faktor produksi.

9
2.4 Perbandingan kajian Ekonomi,Sosiologi dan Sosiologi Ekonomi

1. Ekonomi
Ilmu ekonomi adalah mempelajari tentang bagaimana orang dan masyarakat
mengadakan pilihan, dengan atau tanpa uang, untuk menggunakan sumber-sumber
produktif yang langka dan memiliki berbagai alternatif penggunaan, untuk
menghasilkan bermacam-macam komoditi dan membaginya untuk konsumsi masa
sekarang dan masa depan diantara banyak orang dalam masyarakat
2. Sosiologi
Sosiologi adalah suatu upaya sistimatis untuk menerangkan keteraturan dan
keragaman berbagai tujuan dan perilaku perseorangan, struktursosial, norma-norma
dannilai-nilai, lebih khususlagi sosiologi mempelajari sebabmusabab dan proses
saling keterkaitan yang menghubungkan beberapa bentukvariabel satu dengan yg
lainnya
3. Sosiologi Ekonomi
Sosiologi ekonomi adalah penggabungan kerangka berpikir, variabel-variabel dan
model-model penjelas dari sosiologi dalam kegiatan yang menyeluruh yang meliputi
produksi, distribusi pertukaran, dan konsumsi barang dan jasa yang bersifat langka.

2.5 Fokus Kajian Sosiologi Ekonomi

Faktor-faktor serta pandangan sosiolog sangat berpengaruh terhadap suatu kenyataan


sosial, dalam hal ini sosiologi ekonomi selalu memusatkan perhatian pada:

a. Analisis sosiologi terhadap proses ekonomi, misalnya proses pembentukan


harga antara pelaku ekonomi, atau proses terjadinya
b. perselisihan dalam tindakan ekonomi, atau proses terjadinya perselisihan dalam
tindakan ekonomi
c. Analisis hubungan dan interaksi antara ekonomi dan institusi lain dari
masyarakat, seperti hubungan antara ekonomi dengan agama, pendidikan
stratifikasi sosial, demokrasi atau politik
d. perselisihan dalam tindakan ekonomi, atau proses terjadinya perselisihan
dalam tindakan ekonomi.

10
e. Analisis hubungan dan interaksi antara ekonomi dan institusi lain dari
masyarakat, seperti hubungan antara ekonomi dengan agama, pendidikan
stratifikasi sosial, demokrasi atau politik.
f. Studi tentang perubahan institusi dan parameter budaya yang menjadi konteks
bagi landasan ekonomi dari masyarakat, misalnya semangat kewirausahaan
dikalangan santri
2.6 Fenomena Ekonomi
 Proses Ekonomi (Produksi,
 Distribusi dan Konsumsi)
 Produktifitas dan Inovasi
 Teknologi
 Pasar
 Kontrak
 Uang
 Tabungan
 Organisasi Ekonomi (Bank,Asuransi, Koperasi)
 Kehidupan di tempat kerja
 Ekonomi dan pembangunan
 Ekonomi dan perubahan sosial
 Pembagian kerja segregasipekerjaan
 Kelas ekonomi
 Ekonomi Internasional
 Ekonomi dan masyarakat luas
 Ekonomi dan gender
 Ekonomi dan etnik
 Kekuatan ekonomi
 Ekonomi moral, rasional danpolitik ekonomi
 Ekonomi dan budaya
 Ekonomi dan pendidikan

11
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Sosiologi ekonomi adalah studi sosiologis yang bertujuan untuk menganalisis
hubungan antara ekonomi dan fenomena sosial. Asumsi yang dibangun sosiologi
ekonomi dalam melihat fenomena ekonomi adalah tindakan ekonomi sebagai suatu
bentuk tindakan sosial, tindakan ekonomi disituasikan secara sosial, dan institusi
ekonomi merupakan konstruksi sosial. Secara historis perkembangan pemikiran
Sosiologi Ekonomi antara lain disebabkan oleh berkembangnya paham-paham,
pemikiran-pemikiran dan teori-teori tentang ekonomi yang melihat cara kerja sistem
ekonomi dengan menekankan pula pada aspek-aspek non-ekonomi.Salah satu dari
paham-paham, teori-teori, pemikiran-pemikiran yang mendukung perkembangan
Sosiologi Ekonomi tersebut adalah Paham Merkantilisme, yang berpandangan, bahwa
kekayaan dianggap sama dengan jumlah uang yang dimiliki oleh suatu negara dan cara
untuk meningkatkan kekuasaan adalah dengan meningkatkan kekayaan Negara.

3.2 Saran

Mengkaji lebih lanjut bagaimana sosiologi ekonomi ini berpran dalam sebuah

perekonomian secara luas.

12