Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Anda berfikir ilmu kimia dikerjakan di laboratorium oleh seseorang yang

menggunakan jas putih yang mempelajari sesuatu dalam tabung reaksi penggambaran

ini wajar, pada batas tertentu. Sebagian besar ilmu kimia merupakan ilmu percobaan,
dan sebagian besar pengetahuannya diperoleh dari penelitian di laboratorium. Tetapi,

saat ini kimiawan dapat menggunakan computer untuk mengkaji struktur

mikroskopik dan sifat-sifat kimia zat atau menggunakan peraltan elektronik canggih.

(Raymond Chang)

Laboratorium pendidikan yang selanjutnya disebut laboratorium adalah unit

penunjang akademik pada lembaga pendidikan, berupa ruangan tertutup atau

terbuka, bersifat permanen atau bergerak, dikelola secara sistematis untuk kegiatan

pengujian, kalibrasi, dan/atau produksi dalam skala terbatas, dengan menggunakan

peralatan dan bahan berdasarkan metode keilmuan tertentu, dalam rangka

pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan/atau pengabdian kepada masyarakat.


(Permenpan RB No. 03, 2010)

Kegiatan praktikum dalam laboratorium kimia harus memperhatikan aspek-aspek

keselamatan kerja. Keselamatan kerja dan kegiatan praktikum merupakan dua sisi

yang tidak dapat dipisahkan. Dua hal tersebut merupakan suatu kesatuan yang sama

pentingnya untuk diperhatikan dan dilaksanakan. Kecelakaan dalam praktikum di

laboratorium pada umumnya disebabkan oleh kejadian-kejadian kecil dan sederhana.

1
2

Oleh karena itu, sumber-sumber yang berpotensi menimbulkan kecelakaan dapat

dihindarkan dengan cara:

1. Pengenalan cara kerja yang baik dalam menggunakan peralatan, bahan, dan

urut-urutan langkah praktikum.

2. Memerhatikan jenis-jenis bahaya dalam praktikum. (Khamdinal 2016:2)

Peralatan Laboratorium dibagi 3 kategori : 1. Peralatan kategori 3 adalah alat

yang cara pengoperasian dan perawatannya sulit, risiko penggunaan tinggi, akurasi/
kecermatan pengukurannya tinggi, serta sistem kerja rumit yang pengoperasiannya

memerlukan pelatihan khusus/tertentu dan bersertifikat. 2. Peralatan kategori 2 adalah

peralatan yang cara pengoperasian dan perawatannya sedang, risiko penggunaan

sedang, akurasi/kecermatan pengukurannya sedang, serta sistem kerja yang tidak

begitu rumit dan pengoperasiannya memerlukan pelatihan khusus/tertentu. 3.

Peralatan kategori 1 adalah peralatan yang cara pengoperasian dan perawatannya

mudah, risiko penggunaan rendah, akurasi/ kecermatan pengukurannya rendah, serta

sistem kerja sederhana, pengoperasiannya cukup dengan menggunakan panduan,

(Permenpan RB No. 03, 2010).

Berdasarkan uraian latar belakang diatas maka dilakukanlah percobaan


tentang pengenalan alat-alat laboratorium.

B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah pada percobaan ini, yaitu :

1. Apa saja alat-alat yang umum dipakai di laboratorium ?

2. Apa saja alat-alat gelas yang digunakan untuk mereaksikan zat ?


3

3. Apa saja alat-alat yang digunakan untuk mengukur volume ?

4. Bagaimana teknik dasar penyaringan dan penimbangan ?

C. Tujuan Percobaan

1. Untuk mengetahui nama dan penggunaan alat-alat gelas yang umum dipakai

di laboratorium.

2. Untuk mengetahui nama dan penggunaan alat-alat gelas untuk mereaksikan


zat yang umum dipakai di laboratorium.

3. Untuk mengetahui nama dan penggunaan alat-alat pengukuran volume yang

umum dipakai di laboratorium

4. Untuk mengetahui beberapa teknik dasar penyaringan dan penimbangan