Anda di halaman 1dari 25

SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR

RUMAH SAKIT MITRA SEHAT MANDIRI


NOMOR : 01.02.05.009.MSM.1V.18

Tentang
PENETAPAN DAN PEMBERLAKUAN PANDUAN CUCI TANGAN (HAND HYGIENE)
DI RUMAH SAKIT MITRA SEHAT MANDIRI

Menimbang : a. Bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan Rumah Sakit Mitra
Sehat Mandiri, maka diperlukan penyelenggaraan pelayanan Pencegahan
dan Pengendalian Infeksi
b. Bahwa agar pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah
Sakit Mitra Sehat Mandiri dapat terlaksana dengan baik, perlu adanya
kebijakan Direktur Rumah Sakit Mitra Sehat Mandiri sebagai landasan
bagi penyelenggaraan pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di
Rumah Sakit Mitra Sehat Mandiri;
c. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam 1 dan b,
perlu ditetapkan dengan keputusan Direktur Rumah Sakit Mitra Sehat
Mandiri.

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan;


2. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit;
3. UU 29/2004 tentang Praktik Kedokteran;
4. Keputusan Menteri Kesehatan No. 129/Menkes/SK/II/ 2008 tentang
Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan
Pelayanan Rumah Sakit, Depkes, 2008;
5. Pedoman Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien (IKP), KKP-RUMAH
SAKIT, 2007;
6. Petunjuk Pelaksanaan Indikator Mutu Pelayanan Rumah Sakit, WHO-
Depkes, 2001;
7. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di RUMAH SAKIT dan
Fasilitas Kesehatan Lainnya, Depkes – Perdalin – JHPIEGO, 2007;

Memperhatikan : Pertimbangan Direktur Rumah Sakit Mitra Sehat Mandiri Trosobo, Krian,
Sidoarjo

i
Memutuskan :
Menetapkan :
Pertama : Penetapan dan Pemberlakuan Panduan Cuci Tangan (Hand Hygiene )
Kedua : Panduan Cuci Tangan (Hand Hygiene) sebagaimana dimaksud dalam diktum
pertama dipergunakan sebagai acuan yang harus dilaksanakan oleh semua
karyawan di Rumah Sakit Mitra Sehat Mandiri
Ketiga : Pembinaan dan pengawasan Cuci Tangan (Hand Hygiene) dilaksanakan oleh
Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Rumah Sakit Mitra Sehat
Mandiri dibawah pengawasan direktur.
Keempat : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, dan apabila dikemudian hari
terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan
sebagaimana mestinya.

Pada tanggal,
Direktur Rumah Sakit Mitra Sehat Mandiri,

drg. Surdiyanto

ii
DAFTAR ISI

Halaman

Keputusan Direktur Tentang Penetapan Dan Pemberlakuan Panduan


Cuci Tangan (Hand Hygiene) ............................................................................ i
Daftar Isi ............................................................................................................. ii
Daftar Tabel........................................................................................................ iii
Daftar Gambar .................................................................................................... iv
Bab 1 Definisi.............................................................................................. ...... 1
Bab 2 Ruang Lingkup .................................................................................. ...... 2
Bab 3 Tata Laksana
3.1 Indikasi Kebersihan Tangan ................................................................ 3
3.2 Cara Melaksanakan Kebersihan Tangan.. ........................................... 3
3.3 5 Momen Hand Hygiene ..................................................................... 7
3.4 Cairan Antiseptik Di Rumah Sakit Mitra Sehat Mandiri .................... 7
3.5 Area Distribusi Cairan Antiseptik ....................................................... 8
3.6 Kewajiban Dan Tanggung Jawab ........................................................ 8
3.7 Revisi Dan Audit ................................................................................. 8
Bab 4 Dokumentasi ............................................................................................... 9
4.1 Formulir Penilaian Pelaksanaan/Evaluasi Kepatuhan Hand Hygiene
Supervisi Terpadu ............................................................................ 9
4.2 Check List Ketersediaan Sarana Hand Hygiene. ................................ 10
4.3 Poster Hand Hygiene ............................................................................ 12

iii
DAFTAR TABEL

Tabel 4.1.1 Format Check List Penilaian Pelaksanaan/Evaluasi Kepatuhan Hand


Hygiene Supervisi Terpadu ................................................................... 9
Tabel 4.1.2 Format Check List Pelaksanaan Hand Hygiene Program PPI ............... 10
Tabel 4.1.3 Formulir Check List Ketersediaan Sarana Hand Hygiene........................11

iv
DAFTAR GAMBAR

Gambar 4.3.1 5 (Lima) Momen Melakukan Cuci Tangan/Hand Hygiene ....... 12


Gambar 4.3.2 Gambar Cuci Tangan Dengan Hand Scrub ............................... 13
Gambar 4.3.3 Gambar Cuci Tangan Dengan Sabun Dan Air Mengalir ............ 14

v
BAB 1
DEFINISI
 Cuci tangan/kebersihan tangan (hand hygiene) adalah suatu cara/prosedur
membersihkan kuman/kotoran yang ada pada tangan untuk mencegah penyebaran infeksi
dengan menggunakan air mengalir dan sabun atau menggunakan handrub berbasis
alkohol.
 Air bersih: air yang alami atau kimiawi dibersihkan dan disaring sehingga aman untuk
diminum, serta untuk pemakaian lainnya (misalnya mencuci tangan dan membersihkan
instrument medis) karena memenuhi standar kesehatan yang telah ditetapkan. Pada
keadaan minimal, air bersih harus bebas dari mikroorganisme dan memiliki turbiditas
rendah (jernih, tidak berkabut).
 Sabun: produk-produk pembersih (cair) yang menurunkan tegangan permukaan sehingga
membantu melepaskan kotoran, debris dan mikroorganisme yang menempel sementara
pada tangan. Sabun biasa memerlukan gosokan untuk melepas mikroorganisme secara
mekanik, sementara sabun antiseptik (antimikroba) selain melepas juga membunuh atau
menghambat pertumbuhan dari hampir sebagian besar mikrooganisme.
 Agen antiseptik atau antimikroba (istilah yang digunakan bergantian) : Bahan kimia
yang diaplikasikan di atas kulit atau jaringan hidup lain untuk menghambat atau
membunuh mikroorganisme (baik yang sementara atau yang merupakan penghuni tetap)
sehingga mengurangi jumlah hitung bakteri total.
Contohnya :
- Alkohol 60-90% (etil dan isopropil atau metil alkohol)
- Klorheksidin glukonat 2-4 % (Hibiclens, Hibiscrub, Hibitane)
- Klorheksidin glukonat dan cetrimide dalam berbagai konsentrasi (Salvon)
- Yodium 3 %, yodium dan produk alkohol berisi yodium atau tincture (yodium
tinktur) iodofor 7,5-10%, berbagai konsentrasi (Betadine atau Wescodyne)
- Kloroksilenol 0,5-4% (Para kloro metaksilenol atau PCMX) berbagai konsentrasi
(Dettol)
- Triklosan 0,2-2%
 Emollient : cairan organik, seperti gliserol, propilen glikol atau sorbitol yang
ditambahkan pada handrub dan losion. Kegunaan emollient untuk melunakkan kulit dan
membantu mencegah kerusakan kulit (keretakan, kekeringan, iritasi dan dermatitis)
akibat pencucian tangan dengan sabun yang sering (dengan atau tanpa antiseptik) dan air.
1
BAB 2
RUANG LINGKUP

Sasaran dari Program Kebersihan Tangan Rumah Sakit Mitra Sehat Mandiri mencakup
semua elemen yang ada, meliputi :
1) Seluruh karyawan rumah sakit.
2) Pasien dan keluarga pasien.
3) Pengunjung rumah sakit
4) Karyawan baru.

2
BAB 3
TATA LAKSANA

3.1 INDIKASI KEBERSIHAN TANGAN


1) Segera : Setelah tiba di tempat kerja
2) Sebelum : a. Kontak langsung dengan pasien
b. Memakai sarung tangan sebelum pemeriksan klinis dan
tindakan invasif (pemberian suntikan intra vaskuler)
c. Menyediakan/mempersiapkan obat-obatan
d. mempersiapkan makanan
e. Memberi makan pasien
f. Meningglkan rumah sakit
3) Diantara : Prosedur tertentu pada pasien yang sama dimana tangan
terkontaminasi, untuk menghindari kontaminasi silang
4) Setelah :
a. Kontak dengan pasien
b. Melepas sarung tangan
c. Melepas alat pelindung diri
d. Kontak dengan darah, cairan tubuh, sekresi, eksresi, eksudat luka dan peralatan
yang diketahui atau kemungkinan terkontaminasi dengan darah,cairan tubuh,
ekskresi (bedpen, urinal) apakah menggunakan atau tidak
menggunakan sarung tangan
e. Menggunakan toilet,menyentuh/mengelap hidung dengan tangan

3.2 CARA MELAKSANAKAN KEBERSIHAN TANGAN


1) Persiapan Membersihkan Tangan
a. Air Mengalir
Sarana utama untuk cuci tangan adalah air mengalir dengan saluran
pembuangan atau bak penampung yang memadai. Dengan guyuran air tersebut
maka mikroorganisme yang terlepas karena gesekan mekanis atau kimiawi saat
cuci tangan akan terhalau dan tidak menempel lagi di permukaan kulit. Air
mengalir tersebut dapat berupa kran atau dengan cara mengguyur dengan gayung,
namun cara mengguyur dengan gayung memiliki risiko cukup besar untuk
3
terjadinya pencemaran, baik melalui gagang gayung ataupun percikan air bekas
cucian kembali ke bak penampung air brsih. Air kran bukan berarti harus dari
PAM, namun dapat diupayakan secara sederhana dengan tangki berkran di ruang
pelayanan/perawatan kesehatan agar mudah dijangkau oleh para petugas
kesehatan yang memerlukannya. Selain air mengalir ada, dua jenis bahan pencuci
tangan yang dibutuhkan yaitu : sabun atau detergen dan larutan antiseptik.
b. Sabun
Bahan tersebut tidak membunuh mikroorganisme tetapi menghambat dan
mengurangi jumlah mikroorganisme dengan jalan mengurangi tegangan
permukaan sehingga mikroorganisme terlepas dari permukaan kulit dan mudah
terbawa oleh air. Jumlah mikroorganisme semakin berkurang dengan
meningkatnya frekuensi cuci tangan, namun dilain pihak dengan seringnya
menggunakan sabun atau detergen maka lapisan lemak kulit akan hilang dan
membuat kulit menjadi kering dan pecah-pecah.
c. Larutan antiseptik
Larutan antiseptik atau disebut juga antimikroba topical, dipakai pada
kulit atau jaringan hidup lainnya untuk menghambat aktivitas atau membunuh
mikroorganisme pada kulit. Antiseptik memiliki bahan kimia yang
memungkinkan untuk digunakan pada kulit dan selaput mukosa. Antiseptik
memiliki keragaman dalam hal efektivitas, akibat dan rasa pada kulit setelah
dipakai sesuai dengan keragaman jenis antiseptik tersebut dan reaksi kulit masing-
masing individu.
Kulit manusia tidak dapat disterilkan. Tujuan yang ingin dicapai adalah
penurunan jumlah mikroorganisme pada kulit secara maksimal terutama kuman
transien. Kriteria memilih antiseptik adalah sebagai berikut :
 Memiliki efek yang luas, menghambat atau merusak mikroorganisme secara
luas (gram positif dan gram negative, virus lipofilik, bacillus dan tuberculosis,
fungi, endospora)
 Efektivitas
 Kecepatan aktivitas awal
 Efek residu, aksi yang lama setelah pemakaian untuk merendam pertumbuhan
 Tidak mengakibatkan iritasi kulit
 Tidak menyebabkan alergi
4
 Efektif sekali pakai, tidak perlu diulang-ulang
 Dapat diterima secara visual maupun estetik
d. Lap tangan yang bersih dan kering

2) Prosedur Standar Membersihkan Tangan


Teknik mambersihkan tangan dengan sabun dan air harus dilakukan seperti di bawah ini :
1. Basahi tangan dengan air mengalir yang bersih.
2. Tuangkan 3-5 cc sabun cair untuk menyabuni seluruh permukaan tangan.
3. Ratakan dengan kedua telapak tangan.
4. Gosok punggung dan sela-sela jari tangan kiri dengan tangan kanan dan sebaliknya.
5. Gosok kedua telapak dan sela-sela jari .
6. Jari-jari sisi dalam dari kedua tangan saling mengunci.
7. Gosok ibu jari kiri berputar dalam genggaman tangan kanan dan lakukan sebaliknya.
8. Gosok dengan memutar ujung jari-jari di telapak tangan kiri dan sebaliknya.
9. Bilas kedua tangan dengan air mengalir.
10. Keringkan dengan handuk sekali pakai atau tissue towel sampai benar-benar kering.
11. Gunakan handuk sekali pakai atau tissue towel untuk menutup kran.
Cat : Setiap gerakan dilakukan 5 kali hitungan (20 – 30") untuk handrub dan 40-60"
untuk handwash.

Karena mikroorganisme tumbuh dan berkembang biak pada keadaan lembab dan air yang
tidak mengalir, maka :
 Dispenser sabun harus dibersihkan terlebih dahulu sebelum pengisian ulang
 Jangan menambahkan sabun cair ke dalam tempatnya bila masih ada isinya, penambahan
ini dapat menyebabkan kontaminasi bakteri pada sabun yang dimasukkan
 Jangan menggunakan baskom yang berisi air. Meskipun memakai tambahan antiseptik
(seperti : Dettol atau Savlon), mikroorganisme dapat bertahan dan berkembang biak
dalam larutan ini. (Rutula 1996)
 Jika air mengalir tidak tersedia, gunakan wadah air dengan kran atau gunakan ember dan
gayung, tampung air yang telah digunakan dalam sebuah ember dan buanglah di toilet.

5
Hal-hal yang perlu diingat saat membersihkan tangan
 Kebersihan tangan sebelum dan sesudah kontak dengan pasien.
 Kebersihan tangan merupakan hal yang paling penting untuk mencegah penyebaran
infeksi.
 Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir bila tangan terlihat kotor atau terkontaminasi
dengan bahan-bahan protein. Gunakan handrub berbasis alkohol secara rutin untuk
dekontaminasi tangan jika tangan tidak terlihat ternoda.
 Jangan gunakan handrub berbasis alkohol jika tangan terlihat kotor.
 Jangan gunakan produk berbasis alkohol setelah menyentuh kulit yang tidak utuh, darah
atau cairan tubuh. Pada kondisi ini cuci tangan dengan sabun dan air mengalir dan
keringkan dengan lap/handuk tisu setelah pakai.
 Pastikan tangan kering sebelum memulai kegiatan.

Walaupun tidak tersedia air, mencuci tangan harus tetap dilakukan !


Jika tidak ada air mengalir, pertimbangkan untuk menggunakan :
 Wadah air dengan kran dan wadah atau tempat untuk menampung air
 Gunakan larutan berbasis alkohol tanpa air (handrub antiseptik)

Handrub Antiseptik (handrub berbasis alkohol)


Penggunaan handrub antiseptik untuk tangan yang bersih lebih efektif membunuh flora
residen dan flora transien daripada mencuci tangan dengan sabun antiseptik atau dengan sabun
biasa dan air. Antiseptik ini cepat dan mudah digunakan serta menghasilkan penurunan jumlah
flora tangan awal yang lebih besar (Girou et al. 2002). Handrub antiseptik juga berisi emolien
seperti gliserin, glisol propelin, atau sorbitol yang melindungi dan melembutkan kulit.
Handrub antiseptik tidak menghilangkan kotoran atau zat organik, sehingga jika tangan
sangat kotor atau terkontaminasi oleh darah atau cairan tubuh, harus mencuci tangan dengan
sabun dan air terlebih dahulu.Selain itu, untuk mengurangi “penumpukan” emolien pada tangan
setelah pemakaian handrub antiseptik berulang, tetap diperlukan mencuci tangan dengan sabun
dan air setiap kali setelah 5-10 aplikasi handrub. Terakhir, handrub yang hanya berisi alkohol
sebagai bahan aktifnya, memiliki efek residual yang terbatas dibandingkan dengan handrub yang
berisi campuran alkohol dan antiseptik seperti khlorheksidin.

6
3.3 ADA 5 SAAT PENTING ( FIVE MOMENT ) YANG HARUS DIINGAT OLEH
SETIAP PETUGAS UNTUK MELAKSANAKAN CUCI TANGAN, YAITU :
1. Sebelum kontak dengan pasien.
2. Sebelum melakukan tindakan aseptik.
3. Setelah kontak dengan cairan tubuh pasien.
4. Setelah kontak dengan pasien.
5. Setelah kontak dengan lingkungan disekitar pasien.

3.4 CAIRAN ANTISEPTIK DI RUMAH SAKIT MITRA SEHAT MANDIRI


Ada 2 jenis cairan antiseptik yang dipakai di Rumah Sakit Mitra Sehat Mandiri :
1. Cairan handrub berbasis alkohol
2. Sabun cair antiseptik
Cairan handrub berbasis alcohol dibuat dengan rekomendasi dari WHO dan dibuat oleh
Instalasi Farmasi dengan komposisi :
- Etanol 96% : 8333 ml
- Hidrogenperoksida 3% : 417 ml
- Gliserol 98% : 145 ml
Digunakan untuk segala kegiatan dalam pekerjaan sehari-hari.
Sabun cairan antiseptik yang digunakan untuk cuci tangan dengan air mengalir disediakan
oleh bagian pengadaan. Sabun cair antiseptik mengandung bahan:
- Preventol CMK 1%
- Alkyl benzena sulphonat < 10%
- Coconut diethanolamine < 5%
- Sodium lauril ether sulphate < 5%
- Nonyl phenol ethoxylate < 5%
- Fragrance < 1%

7
Perbandingan efektivitas antiseptik berdasarkan bahan aktif kandungannya secara garis besar
digambarkan dalam table berikut :
Grup Aktivitas anti mikroba Aksi Efek
Gram Gram M.tbc Virus Fungi Antimikrobial residual
(+) (-) inisial
1 Alkohol/ethanol/ +++ +++ +++ ++ +++ cepat -
propanol
2 Khlorheksidin +++ ++ + ++ + intermediate +
glukonat
3 Heksakhlorofen +++ + + ? + lambat +
4 Iodine +++ +++ ++ ++ ++ cepat kontradiktif
5 Khloroksilenol +++ + + + + lambat kontradiktif
6 Triklosan +++ ++ ± ? ± lambat +

3.5 AREA DISTRIBUSI CAIRAN ANTISEPTIK


Area di rumah sakit berbeda menurut kebutuhan daya efektivitas cairan antiseptik untuk
membunuh agen atau kuman penyebab infeksi :
1) Antiseptik handrub berbasis alkohol diletakkan di semua area rumah sakit mulai dari
rawat jalan sampai di bagian sanitasi lingkungan untuk cuci tangan.
2) Sabun cairan antiseptik diletakkan di semua wastafel tempat cuci tangan dengan air
mengalir disertai tissu towel.

3.6 KEWAJIBAN DAN TANGGUNG JAWAB


1. Seluruh Staf Rumah Sakit
a. Memahami dan menerapkan prosedur cuci tangan menggunakan handrub atau
handwash
b. Melaporkan kejadian atau insiden keselamatan pasien yang berhubungan dengan
kejadian infeksi yang berhubungan dengan cuci tangan
c. Bertanggung jawab untuk melakukan hand hygiene dengan handrub atau handwash
2. Kepala Instalasi/Kepala Ruang
a. Memastikan seluruh staf di Instalasi memahami prosedur hand hygiene
b. Supervisi semua petugas dan memastikan terlaksananya 5 momen untuk mencegah
terulangnya kasus infeksi di rumah sakit
3. Pimpinan Rumah Sakit
a. Memantau dan memastikan panduan cuci tangan dilaksanakan
b. Dikelola dengan baik oleh Kepala Unit
8
c. Menjaga standarisasi dalam menerapkan panduan cuci tangan (hand hygiene)

3.7 REVISI DAN AUDIT


1. Kebijakan ini akan dikaji ulang dalam kurun waktu 3 tahun
2. Pelaksanaan audit yang berhubungan dengan kepatuhan dan sarana hand hygiene
dilakukan tiap 3 bulan.

9
BAB 4
DOKUMENTASI

4.1 FORMULIR PENILAIAN PELAKSANAAN/EVALUASI KEPATUHAN HAND


HYGIENE SUPERVISI TERPADU
CHECK LIST

PENILAIAN PELAKSANAAN/EVALUASI KEPATUHAN HAND HYGIENE


SASARAN 5 (PATIENT SAFETY)
PENGURANGAN RESIKO INFEKSI TERKAIT PELAYANAN KESEHATAN

TEKNIK
KEPATUHAN 5
NAMA HAND HASIL HASIL
NO. MOMEN
PETUGAS HYGIENE
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

KETERANGAN :
Tabel 4.1.1 Format check list Penilaian Pelaksanaan / Evaluasi Kepatuhan Hand Hygiene
Supervisi Terpadu

10
A. TEKNIK HAND HYGIENE
1. Gosok telapak tangan dengan handrub 4. Jari-jari sisi dalam dari kedua tangan
saling mengunci
2. Gosok punggung tangan dan sela sela 5. Gosok ibu jari berputar dalam
jaridan sela sela jari dan genggaman tangan kanan dan sebaliknya
3. Gosok telapak tangan dan sela-sela jari 6. Putar ujung jari tangan kanan di tangan
dan sebaliknya kiri dan sebaliknya.
Hasil : Baik : Bila dilakukan 5-6 langkah
Cukup : Bila dilakukan 3-4 langkah
Kurang : Bila dilakukan ≤ 2 langkah

B. KEPATUHAN 5 MOMEN
1. Sebelum menyentuh pasien 4. Setelah menyentuh pasien
2. Sebelum melakukan tindakan aseptik 5. Setelah menyentuh area disekitar pasien
3. Setelah menyentuh cairan tubuh
HASIL : Patuh : Bila dilakukan 4 - 5 momen
Patuh sebagian : Bila dilakukan 2 - 3 momen
Tidak Patuh : Bila dilakukan ≤ 2 momen

Mengetahui
Kepala Ruangan Petugas supervisi

(..............................) (......................)

11
EVALUASI PELAKSANAAN HAND HYGIENE
No Uraian Penilaian Hasil Penyeba Rencana Ket.
Ya Sbgn Tidak b Tindak
Masalah Lanjut
KELENGKAPAN
1 Terdapat botol handrub cukup,
dengan jumlah ….…….
2 Terdapat cairan handrub
cukup, dengan kebutuhan rata-
rata ……………………
3 Terdapat tissue yang cukup,
dengan kebutuhan rata-rata
………
4 Terdapat cairan handwash
disetiap wastafel
5 Terdapat poster dengan jumlah
……..
6 Terdapat poster mencuci
tangan dengan air dan sabun
disetiap wasrafel
7 Terdapat botol yang siap pakai
melalui pembeRumah
Sakitihan (cuci kering pakai)
sebelum diisi ulang cairna
handrub
8 Permintaan handrub dalam
bentuk botol/jirigen (coret
yang tidak perlu)
9 Terdapat tanggal pengisian
cairan handrub
Total nilai
PELAKSANAAN
1 Dilakukan setiap kegiatan
perawat
1.
………………………………
………
2.
………………………………
………
2 Terdapat jadwal kegiatan
PKMRUMAH SAKIT untuk
pasien dan pengunjung
Total nilai
HASIL KEGIATAN
1 Terdapat absensi kegiatan

12
PKRUMAH SAKIT
2 Terdapat nilai kepatuhan tiap
nakes
3 Terdapat rencana tindak lanjut
dari hasil kegiatan
Total nilai
Kesimpulan :

Surabaya……………………………………
Mengetahui,
Kepala Ruangan IPCN

(………………………) (………………………)

13
AUDIT FASILITAS HAND HYGIENE
Ruang : ................................
Tanggal Audit : ................................
Auditor : ................................
Berikan tanda CENTANG (√) jika indikator SESUAI dan tanda SILANG (x) jika indikator TIDAK SESUAI
No Indikator Audit Fasilitas Cuci Tangan Ya Tidak Tidak Ada Keterangan
1 Tersedia pangkon Alkohol Handrub on bed
2 Tersedia botol Alkohol Handrub on bed
3 Botol Alkohol Handrub terisi cukup
4 Terpasang poster cuci tangan dengan Handrub
5 TeRumah Sakitedia wastafel
6 TeRumah Sakitedia air mengalir (beRumah Sakitih)
TeRumah Sakitedia dispenser sabun yang berfungsi di dekat
7 wastafel
8 Isi sabun dalam dispenser cukup
9 Tersedia dispenser tissue yang berfungsi di dekat wastafel
10 Isi tissue dalam dispenser cukup
11 Terpasang poster 5 momen di dekat wastafel
12 Terpasang poster cuci tangan dengan air dan sabun di dekat wastafel
13 Tersedia tempat sampah di dekat wastafel
14 Tempat sampah berfungsi baik
15 Tempat sampah bersih

FORMULA PERHITUNGAN
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐽𝑎𝑤𝑎𝑏𝑎𝑛 "𝑌𝑎"
1. Fasilitas hand hygiene yang sesuai :𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐼𝑛𝑑𝑖𝑘𝑎𝑡𝑜𝑟 𝐴𝑢𝑑𝑖𝑡 × 100

𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐽𝑎𝑤𝑎𝑏𝑎𝑛 "𝑇𝑖𝑑𝑎𝑘"


2. Fasilitas hand hygiene yang tidak sesuai : × 100
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐼𝑛𝑑𝑖𝑘𝑎𝑡𝑜𝑟 𝐴𝑢𝑑𝑖𝑡

𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐽𝑎𝑤𝑎𝑏𝑎𝑛 "𝑇𝑖𝑑𝑎𝑘 𝐴𝑑𝑎"


3. Fasilitas hand hygiene yang tidak ada : × 100
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐼𝑛𝑑𝑖𝑘𝑎𝑡𝑜𝑟 𝐴𝑢𝑑𝑖𝑡
11
IV.3 POSTER HAND HYGIENE

5 SAAT MELAKUKAN PRAKTEK MEMBERUMAH SAKITIHKAN TANGAN

SEBEL
UM

2
TIND
AKAN
ASEP
TIK

1 SEBEL
UM
4 SETEL
AH
KONT
KONT AK
AK DENG
DENG AN
AN PASIE

5
PASIE N SETEL
N AH
KONT
AK
DENG

3
AN
LINGK
SETE
UNGA
LAH N
TERK
SEKIT
ENA
AR
CAIR
PASIE
AN
N
TUB
UH
PASI
Sumber : EN
WHO
Guidelines
2009

12
CUCI TANGAN DENGAN HAND SCRUB

1 2 3

Gosok
Tuangkan 3- Gosok kedua punggung dan
5cc antiseptik telapak sela-sela jari
berbasis tangan tangan kiri
alkohol ke hingga dengan tangan
4 dalam tangan
5 merata
6 sebaliknya
kanan dan

Gosok ibu
Gosok Jari-jari sisi jari berputar
kedua dalam dari dalam
telapak kedua Genggaman
dan sela- tangan saling tangan kanan
sela jari mengunci dan
7 8 sebaliknya

Putar ujung
Dan tangan
jari tangan
kanan anda sudah 20 –
Di tangan
Diadaptasi
beRumah
dari WHO guidelines onSakitih
hand hygine in 30 Sakitt Global Patient
health care : FiRumah
kiri dan
detik
Safety Challenge, World Health Organization, 2009
sebaliknya

13
CARA CUCI TANGAN DENGAN AIR DAN SABUN

1 2 3 4

Gosok
Tuangkan Gosok punggung
basahi sabun 3-5 dan sela-sela
kedua
tangan cc ke jari tangan
telapak
dengan air dalam kiri dengan
tangan
5 6 tangan 7 hingga 8 tangandankanan
merata
sebaliknya

Gosok ibu jari


Gosok Jari-jari sisi berputar dalam Putar ujung
kedua dalam dan Genggaman jari tangan
telapak kedua tangan tangan kanan kanan
dan sela- saling dan sebaliknya Di tangan kiri
9sela jari 1
mengunci 1 1dan
9 0 1 sebaliknya
2

Keringkan
Bilas dengan Gunakan Dan tangan
Bilas kedua
kedua handuk/tiss tissu anda sudah
tangan
tangan u sekali teRumah beRumah
dengan
dengan air air pakai Sakitebut Sakitih
sampai untuk
benar- menutup
benar keran
kering

Diadaptasi dari WHO guidelines on hand hygine in health care : FiRumah Sakitt Global Patient
Safety Challenge, World Health Organization, 2009.

14
DAFTAR KEPUSTAKAAN

1. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah sakit dan Fasilitas Pelayanan
Kesehatan Lainnya, Kementerian Kesehatan RI, 2011.

2. WHO Web site. “WHO Guidelines on Hand Hygiene in Health Care”


(http://whqlibdoc.who.int/publications/2009/9789241597906_eng.pdf?ua=1)

3. WHO Web site. “Guide to implementation of the WHO multimodal hand hygiene
improvement strategy”
(http://whqlibdoc.who.int/hq/2009/WHO_IER_PSP_2009.02_eng.pdf?ua=1)

4. WHO Web site. “Hand Hygiene: Why, How & When?”


(http://who.int/gpsc/5may/Hand_Hygiene_Why_How_and_When_Brochure.pdf?ua=1)

5. WHO Web site. “Guide to Local Productin: WHO-recomended Handrub Formulations”


(http://www.who.int/gpsc/5may/Guide_to_Local_Production.pdf?ua=1)

15
DISTRIBUSI DOKUMEN:

No Jabatan tanda tangan


1 Direktur 1
2 Wadirum & Keuangan 2
3 Wadir Medis 3
4 Manajer Pelayanan 4
5 Manajer Penunjang 5
6 Manajer Keperawatan 6
7 Kabag TU 7
8 Kabag Umum 8
9 Kabag SPI 9
10 Kabag Keuangan 10
11 Kabag Humas & Pemasaran 11
12 Kasi Sekretariat 12
13 Kasi PeRumah Sakitonalia 13
14 Kasi Diklat 14
15 Kasubsi Diklat 15
16 Kasi Kamtib 16
17 Kasi Akutansi 17
18 Kasi Keuangan & Perpajakan 18
19 Kasi Hutang Piutang 19
20 Kasi Kendaraan 20
21 Kasi Rumah Tangga 21
22 Kasi Kesehatan Lingkungan 22
23 Kasi Pemeliharaan Sarana 23
24 Kasubsi Pemeliharaan sarana 24
25 Kanit HD 25
26 Kanit Rawat Jalan 26
27 Karu Rawat Jalan 27
28 Kanit IGD 28
29 Karu IGD 29
30 Kanit Pemasaran 30
31 Kanit Verifikator 31
32 Kanit Fisioterapi 32
33 Kanit SIM 33
34 Kanit Binroh 34
35 Kanit Farmasi 35
36 Kanit MR 36
37 Kasubnit Pengadaan Log.Med 37
38 Kasubnit Pergudangan Log.Med 38
39 Kanit Radiologi 39
40 Kanit Laboratorium 40

16
41 Kanit Gizi 41
42 Karu Shofa marwah 42
43 Karu Mina 43
44 Karu Zam-zam 44
45 Karo Arofah 45
46 Karu Multazam 46
47 Karu Tan'im Muzdalifah 47
48 Karu Hijir Islmail 48
49 Karu OK 49
50 Karu ICU 50

17