Anda di halaman 1dari 22

BAB III

TINJAUAN KASUS ASKEP INVERSIO UTERI

A. Kasus Askep
Ny K P3A0 umur 39 thn datang ke IGD RSUD Wangaya dengan keluhan
perdarahan pervaginam. Pasien datang pukul 10 AM. Perdarahan terjadi pasca
melahirkan di bidan pukul 07.30 am. Pasien terus menerus mengeluarkan darah
pervaginam hingga lebih dari 30 menit. Setelah lebih dari 30 menit perdarahan
terus menerus terjadi pada pasien, dilakukan manual plasenta oleh bidan. Setelah
dilakukan manual plasenta perdarahan pervaginam tetap terjadi sehingga pasien
dirujuk ke RSUD Wangaya. Di IGD RSUD Wangaya, pasien dilakukan kompresi
bimanual dan setelah itu perdarahan tidak juga berhenti. Tidak ada riwayat
hipertensi, menarche umur 15 thn, siklus haid 28 hari sekali, jumlah ganti
pembalut 3-4x sehari. HPHT 3 Februari 2019, HPL 10 November 2019.
Pemeriksaan fisik didapatkan pasien tampak lemas dan pucat, pasien tampak
meringis menahan nyeri diperutnya, tekanan darah 90/ 70 mmHg, nadi
115x/menit, respirasi 28x/menit, suhu 36,4c, CRT > 2 detik. Pemeriksaan
genitalis didapatkan teraba fundus uteri setinggi simfisis pubis, pada pemeriksaan
VT teraba fundus uteri setinggi porsio, pemeriksaan laboratorium darah
menunjukan leukosit 23 /µl, eritrosit 1,46 µl, hemoglobin 6,3 gr/dl, hematokrit
20%, trombosit 264 µl, tampak terpasang IVFD RL 30tpm. Berdasarkan hasil
anamnesa, didapatkan diagnosa medis yaitu Inversio Uteri. Pengkajian
keperawatan dilakukan tanggal 12 November 2019.

B. Pengkajian
1. Identitaspasien
Nama : Ny.K
Umur : 39 Tahun
Agama : Hindu
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : Iburumahtangga
Alamat : Ayani utara
No.RM : 292984
Tanggal MRS : 12 November 2019 pukul10.00
TanggalPengkajian : 12 November 2019 pukul 11.00
2. Identitaspenanggungjawab
Nama : Tn.M
Umur : 40 tahun
Agama : Hindu
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : KaryawanSwasta
Alamat : Ayani utara
3. Riwayat Obstetri Dan Gynekologi
a. Riwayat menstruasi
1) Menarche : 15 tahun
2) Siklus : teratur 28 hari sekali
3) Banyaknya: 3-4 kali ganti pembalut
4) Lama : 4-5 hari
5) Keluhan : pasien mengatakan kadang sakit perut saat haid tetapi
tidakterlalu sering
6) HPHT : 3 Februari 2019
7) HPL : 10 November 2019
b. Riwayatkehamilanini
ANC teratur, frekuensi 14x, di BPS
Keluhanataukomplikasisaatkehamilan
1) Trimester I : Mualmuntahringan
2) Trimester II : tidakada
3) Trimester III : tidakada
4) Imunisasi
5) Imunisasi TT1 : caten
6) Imunisasi TT2 : 1 bulancaten
Pergerakanjanindalam 24 jam terkahir :ibumengatakan pergerakan
janinsering dan teratur yaitu >20 kali
c. Riwayatobsterti
G3 P3 A0

BBl Nifas
Jenispersalin
No TglLahir UK Penolong J
an BB Menyusui Masalah
K
25 Februari Tidak
1 Aterm Spontan Bidan 3205 ♂ Ya
2010 ada
Tidak
2 16 Mei 2015 Aterm Spontan Bidan 3100 ♀ Ya
ada
12 November Inversio
3 Aterm Spontan Bidan 3300 ♀ Ya
2019 Uteri

d. Apgar Skor
Karakteristik Menit
No Tgl/Jam Menit 1 Menit 5
Penilaian 10
1. 12-11-2019, Denyut jantung 2 2 2
Pukul. 07.00
2. 12-11-2019, Pernapasan 2 2 2
Pukul. 07.00

3. 12-11-2019, Refleks 1 1 2
pukul. 07.00

4. 12-11-2019, Tonus otot 1 2 2


Pukul 07.00

5. 12-11-2019, Warna kulit 1 2 2


Pukul. 07.00

Total 7 9 10
Kesimpulan: Bayi normal tidak mengalami asfiksia.
e. Riwayatpersalinanini
1) Kontraksi uterus :
adasebelumjaninlahirdanmengalamikelemahankontraksi uterus
selebelumplasentakeluar.
2) Pengeluaranpravaginam : terjadi perdarahan pervaginam, pasien
tampak mengeluarkan darah dari jalan lahir kurang lebih 500 ml
3) TFU (Tinggu Fundus Uteri)
a) Pemeriksaan Genetalis (luar) : teraba setinggi simpisis pubis
b) Pemeriksaan VT (Vagina Toucher ) : setinggi porsio, cekung
kedalam
4. RiwayatPenyakit
Pasien mengatakan mengeluarkan darah dari jalan lahir sampai kain yang
digunakan tembus dan penuh dengan darah. Pasien mengatakan merasa
pusing dan lemas tak bertenaga.
Suami ibumengatakanbahwaistrinya
tidakpernahmengalamipenyakitseperti:jantung, TBC , Ginjal,
Asmadanpenyakitberbahayalainnya. Suami ibu mengatakan proses
persalinan kedua anak sebelumnya tidak mengalami masalah atau penyulit
seperti yang dialami istrinya sekarang. Suami ibu mengatakan merasa
khawatir dengan kondisi istrinya saat ini.
5. RiwayatNutrisidanEliminasi
a. Makanterakhirtanggal 11 November jam 21.00 jenismakanan :nasi, lauk,
sayur
b. Minumterkahir tanggal 12 November 2019 jam 01.00 jenisminuman: air
putih
c. BAK terkhirtanggal 11 November 2019 jam 20.00
d. BAB tekhir tanggal 11 november 2019 jam 22.00
6. Keadaanpsikologis
Ibu tampak lemas dan pucat. Dari raut wajah ibu terlihat ibu tampak cemas
dengan kondisinya dan terlihat menahan nyeri yang dirasakannya. Suami
ibu mengatakan sebelum proses persalinan istrinya tampak sudah siap untuk
melaksanakan persalinan seperti persalinan kedua anak sebelumnya. Suami
ibu mengatakan bahwa ia merasa khawatir dengan kondisi yang dialami
istrinya saat ini, ia mengatakan tidak tahu apa yang bisa terjadi selanjutnya
dengan istrinya.
7. PemeriksaanFisik
a. Keadaanumum : pasien tampak lemas, pucat, meringis menahan nyeri
b. Kesadaran : somnolen
c. Status Emosional : -
d. TTV:tekanan darah 90/ 70 mmHg, nadi 115x/menit, respirasi 28x/menit,
suhu 36,4℃, CRT > 2 detik.
e. Kepala
1) Edema wajah :tidakada
2) Cloasmagravidarum :tidakada
f. Mata : pasien tampak sesekali memejamkan mata kemudian kembali
membuka mata, konjungtivatampak pucat, sclera putih
g. Mulut :membran mukosa tampak kering, tidakada, caries tidakada
h. Leher :tidakadapembesarankelenjartiroid, vena
jugularisdankelenjargetahbening
i. Payudara :
1) Bentuk :simetris, membesar, tidakadabenjolan
2) Putting susu: ukuransedang, menonjol, bersih
3) Colostrum :sudahkeluar
j. Abdomen
Palpasi:teraba fundus uteri setinggi simfisis pubis
k. Punggungdanpinggang
1) Punggung : tidakadakelainanpostur
2) Pinggang : Nyeri
l. Ekstermitas
1) Bentuk : simetris
2) Kekuatanotot :
4 4

4 4
3) Edema : tidakada
4) Varices : tidakada
5) Kuku : bersih, pendek, CRT >2 detik
m. GenetaliaLuar : produksiurinsedikit, perdarahanberkumpal, tampak
darah keluar dari jalan lahir.
1) Genitalis : teraba fundus uteri setinggi simfisis pubis,pemeriksaan VT
teraba fundus uteri setinggi porsio
2) Bekasluka : tidakada
3) Kelenjarbortilini : tidakadapembengkakan
n. Anus : tidakadahemoroid
o. Pemeriksaandalam:
Tanggal : 12 November 2019 pukul. 05.00 olehbidan
Indikasi : tidakadanyakontraksi yang
mengakibatkanplasentatidakkeluar
Tujuan : mengetahuiuntukpengeluaranplasenta
Hasil : inkomplit, pada daerah simfisis uterus teraba fundus uteri
cekungke dalam, perdarahanbergumpal.
p. Pemeriksaan laboratorium darah : Leukosit 23 /µl, eritrosit 1,46 µl,
hemoglobin 6,3 gr/dl, hematokrit 20%, trombosit 264 µl.

C. Analisa Data
DATA FOKUS ANALISIS MASALAH
DS : Penatalaksanaan kala Hipovolemia
Pasien mengatakan masih mengeluarkan III tidak tepat
darah dari jalan lahir.
Pasien mengatakan merasa pusing dan Fundus uteri cekung
lemas tak bertenaga. ke dalam
DO :
1. Pada pemeriksaan VT didapat fundus Inversio uteri
uteri cekung kedalam dan setinggi
porsio Perdarahan
2. Pasien tampak mengeluarkan darah pervaginam aktif
dari jalan lahir
3. Kain yang digunakan pasien tampak Kehilangan vascular
tembus penuh dengan darah yang berlebihan
4. Pasien tampak lemas dan pucat
5. Kesadaran pasien somnolen Kehilangan volume
6. Pemeriksaan tanda-tanda vital : cairan aktif
tekanan darah 90/ 70 mmHg, nadi
115x/menit, respirasi 28x/menit, suhu Hipovolemia
36,4℃
7. Produksi urine pasien sedikit
8. Membran mukosa pasien tampak
kering
9. Hematokrit 20%, hemoglobin 6,3
gr/dl
DS : Penatalaksanaan kala Perfusi perifer
Pasien mengatakan merasa pusing dan III tidak tepat tidak efektif
lemas tak bertenaga.
DO : Fundus uteri cekung
1. Pasien tampak pucat dan lemas ke dalam
2. Kesadaran pasien somnolen
3. Pemeriksaan tanda-tanda vital : Inversio uteri
tekanan darah 90/ 70 mmHg, nadi
115x/menit, respirasi 28x/menit, suhu Perdarahan
36,4℃ pervaginam aktif
4. Keterlambatan pengisian kapiler yaitu
>2 detik Kehilangan vascular
5. Pemeriksaan laboratorium darah : yang berlebihan
Leukosit 23 /µl, eritrosit 1,46 µl,
hemoglobin 6,3 gr/dl, trombosit 264 Sirkulasi perifer
µl
Hipovolemia
Keterlamatan
pengisian kapiler

Kulit pucat

Perfusi perifer tidak


efektif
DS : Penatalaksanaan kala Ansietas
Suami ibu mengatakan sebelum proses III tidak tepat
persalinan istrinya tampak sudah siap
untuk melaksanakan persalinan seperti Fundus uteri cekung
persalinan kedua anak sebelumnya. ke dalam
Suami ibu mengatakan bahwa ia merasa
khawatir dengan kondisi yang dialami Inversio uteri
istrinya saat ini, ia mengatakan tidak tahu
apa yang bisa terjadi selanjutnya dengan Perubahan status
istrinya. kesehatan
DO :
1. Raut wajah suami ibu tampak terlihat Ancaman kematian
cemas
2. Suami ibu tampak terus Ansietas
menggenggam tangan istrinya
3. Raut wajah suami ibu tampak pucat
menahan kecemasan akan kondisi
istrinya.
4. Raut wajah ibu terlihat ibu tampak
cemas dengan kondisinya

Diagnosa keperawatan berdasarkan perioritas


1. Hipovolemia berhubungan dengan kehilangan cairan aktif (perdarahan
pervaginam) yang ditandai dengan pasien mengatakan masih mengeluarkan
darah dari jalan lahir, pasien mengatakan merasa pusing dan lemas tak
bertenaga, Pada pemeriksaan VT didapat fundus uteri cekung kedalam dan
setinggi porsio, pasien tampak mengeluarkan darah dari jalan lahir, kain yang
digunakan pasien tampak tembus penuh dengan darah, pasien tampak lemas
dan pucat,kesadaran pasien somnolen, pemeriksaan tanda-tanda vital :tekanan
darah 90/ 70 mmHg, nadi 115x/menit, respirasi 28x/menit, suhu
36,4℃, produksi urine pasien sedikit, membran mukosa pasien tampak kering,
hematokrit 20%, hemoglobin 6,3 gr/dl.
2. Perfusi perifer tidak efektif berhubungan dengan penurunan konsentrasi
hemoglobin yang ditandai dengan pasien mengatakan merasa pusing dan lemas
tak bertenaga, pasien tampak pucat dan lemas, kesadaran pasien somnolen,
pemeriksaan tanda-tanda vital :tekanan darah 90/ 70 mmHg, nadi 115x/menit,
respirasi 28x/menit, suhu 36,4℃, keterlambatan pengisian kapiler yaitu >2
detik, pemeriksaan laboratorium darah : Leukosit 23 /µl, eritrosit 1,46 µl,
hemoglobin 6,3 gr/dl, trombosit 264 µl.
3. Ansietas berhubungan dengan ancaman kematian yang ditandai dengan suami
ibu mengatakan sebelum proses persalinan istrinya tampak sudah siap untuk
melaksanakan persalinan seperti persalinan kedua anak sebelumnya. Suami ibu
mengatakan bahwa ia merasa khawatir dengan kondisi yang dialami istrinya
saat ini, ia mengatakan tidak tahu apa yang bisa terjadi selanjutnya dengan
istrinya, raut wajah suami ibu tampak terlihat cemas, suami ibu tampak terus
menggenggam tangan istrinya, raut wajah suami ibu tampak pucat menahan
kecemasan akan kondisi istrinya.
D. Intervensi/Rencana Keperawatan
No. Rencana Keperawatan
No. Tgl/Jam
Dx Tujuan Intervensi Rasional
1. 12 November 2019 1 Setelah dilakukan tindakan Manajemen Hipovolemia 1. Takikardi ada sesuai variasi
Pukul 11.00 keperawatan selama 1 x 2 jam 1. Periksa tanda dan gejala derajat hipotensi, tergantung
diharapkan status cairan pasien hipovolemia (mis. frekuensi pada derajat kekurangan cairan
dapat membaik, dengan kriteria nadi meningkat, nadi teraba 2. Kebutuhan penggantian cairan
hasil : lemah, tekanan darah menurun, didasarkan pada perbaikan
1. Frekuensi nadi pasien tetap turgor kulit menurun, membran kekurangan saat ini dan
atau cukup membaik (90- mukosa kering, volume urine kehilangan terus menerus.
100x/menit) menurun) 3. Dengan mengetahui tingkat
2. Tekanan darah pasien 2. Monitor status cairan (masukan kesadaran pasien dapat
cukup membaik(dapat dan haluaran, turgor kulit, CRT) mengetahui kestabilan kondisi
meningkat menjadi 100/80 3. Periksa tingkat kesadaran pasien pasien.
mmHg) 4. Berikan dan anjurkan 4. Dengan memperbanyak asupan
3. Membran mukosa pasien memperbanyak asupan cairan cairan dapat mempertahan
tetap atau cukup membaik oral kebutuhan cairan
(membran mukosa masih 5. Berikan posisi trendelenberg 5. Dengan posisi ini kaki lebih
kering atau mulai tampak jika memungkinkan tinggi daripada posisi kepala
lembab) 6. Pasang kateter urine untuk dapat melancarkan peredaran
4. Kadar Hb pasien cukup menilai produksi urine darah ke otak.
membaik (dapat sedikit 7. Kolaborasi pemberian cairan 6. Untuk memantau produksi
meningkat 6,3 – 7 gr/dl) infus kristaloid urine. Penurunan haluaran urine
5. Kadar Ht pasien cukup 8. Kolaborasi pemberian transfusi dapat menandakan insufisiensi
membaik (dapat sedikit darah jika perlu perfusi/hipovolemia renal, atau
meningkat 20-25% poliuri sehingga memerlukan
penggantian cairan agresif.
7. Cairan kristaloid memberikan
perbaikan sirkulasi segera,
meskipun keuntungan mungkin
sementara (peningkatan klirens
renal)
8. Diindikasikan bila hipovolemia
berkenaan dengan kehilangan
darah aktif.
2. 12 November 2019 2 Setelah dilakukan tindakan 1. Monitor tanda vital : palpasi nadi 1. Indikator keadekuatan perfusi
Pukul 11.00 keperawatan selama 1 x 2 jam perifer dan perhatikan pengisian sistemik, kebutuhan
diharapkan keadekuatan aliran kapiler/CRT. cairan/darah, dan terjadinya
pembuluh darah distal dapat 2. Monitor tingkat kesadaran pasien komplikasi.
meningkat dengan kriteria 3. Inspeksi balutan dan pembalut 2. Dengan mengetahui tingkat
hasil: perineal, perhatikan warna, kesadaran pasien dapat
1. Kulit pasien tampak cukup jumlah, dan bau drainase. mengetahui kestabilan kondisi
meningkat (tidak terlalu Timbang pembalut dan pasien.
pucat saat awal pengkajian) bandingkan dengan berat kering 3. Memperkirakan pembuluh darah
2. Pengisian kapiler/CRT cukup bila pasien mengalami perdarahan besar untuk sisi operasi dan atau
membaik (<2 detik ) hebat. potensial perubahan mekanisme
3. Tekanan darah sistolik cukup 4. Berikan oksigen untuk pembekuan meningkatkan
membaik (diatas 90 mmHg) mempertahankan saturasi oksigen resiko perdarahan pasca operasi.
4. Tekanan darah diastolik 5. Pasang kateter urine untuk 4. Untuk mempertahankan asupan
cukup membaik (diatas 70 menilai produksi urine oksigen ke otak dan pembuluh
mmHg) 6. Anjurkan memperbanyak asupan darah.
5. Kadar Hb pasien cukup cairan oral 5. Untuk memantau produksi
membaik (dapat sedikit 7. Kolaborasi pemberian cairan urine. Penurunan haluaran urine
meningkat 6,3 – 7 gr/dl) infus kristaloid dapat menandakan insufisiensi
8. Kolaborasi pemberian transfusi perfusi/hipovolemia renal, atau
darah jika perlu poliuri sehingga memerlukan
penggantian cairan agresif.
6. Dengan memperbanyak asupan
cairan dapat mempertahan
kebutuhan cairan.
7. Cairan kristaloid memberikan
perbaikan sirkulasi segera,
meskipun keuntungan mungkin
sementara (peningkatan klirens
renal).
8. Diindikasikan bila hipovolemia
berkenaan dengan kehilangan
darah aktif.
3. 12 November 2019 3 Setelah dilakukan tindakan 1. Monitor tanda-tanda ansietas 1. Untuk mengetahui tingkat
Pukul 11.00 keperawatan selama 1 x 2 jam (verbal dan non verbal) ansietas yang dialami atau
diharapkan kondisi emosional 2. Ciptakan suasana terapeutik dirasakan
suami pasien dapat menurun untuk menumbuhkan rasa 2. Memberikan rasa nyaman dan
dengan kriteria hasil : kepercayaan meyakinkan pasien atau
1. Verbalisasi kebingungan 3. Dengarkan setiap pertanyaan keluarga dengan kondisi yang
menurun (suami dapat dan keluhan yang dikeluarkan dialami
mengerti penyebab kondisi dengan penuh perhatian 3. Membina hubungan saling
isitrinya saat ini) 4. Yakinkan informasi pasien percaya sehingga nantinya akan
2. Verbalisasi khawatir akibat tentang diagnosis, harapan, lebih mudah memberikan
kondisi yang dihadapi intervensi pembedahan, terapi penjelasan mengenai penyakit
menurun (suami pasien yang akan datang, dan kondisi dan kondisi yang dialami
mengerti dan paham dengan terburuk yang mungkin terjadi. 4. Memberikan dasar pengetahuan
kondisi istrinya sekarang) 5. Jelaskan tujuan dan persiapkan perawat untuk menguatkan
3. Perilaku gelisah dan tegang inform consent persetujuan atau kebutuhan infomasi dan
menurun (suami ibu tampak penolakan tindakan membantu untuk
memberikan semangan 6. Diskusikan dan jelaskan peran mengidentifikasi pasien dengan
kepada istrinya) rehabilitasi setelah proses ansietas tinggi, kebutuhan akan
4. Raut wajah pucat suami pembedahan perhatian khusus
dapat menurun (suami 5. Pemahaman jelas akan prosedur
tampak tenag mendapingi dan apa yang terjadi
istrinya) meningkatkan perasaan kontrol
dan mengurangi ansietas
6. Rehabilitasi adalah komponen
terapi penting untuk memenuhi
kebutuhan fisik, sosial,
emosional, dan vokasional
sehingga pasien dapat mencapai
tingkat fisik dan fungsi emosi
sebaik mungkin.
E. Implementasi/ Pelakasanaan keperawatan
Hari/Jam No Dx Tindakan Keperawatan Evaluasi Paraf
Selasa, 12 November 1,2 - Memonitori tingkat kesadaran DS : -
2019 pasien DO : Tingkat kesadaran pasien somnolen,
Pukul : 11.10 wita - Memantau TTV dan KU pasien TD : 90/70 mmHg, N :100x/mnt, S :
- memberikan oksigen untuk 36,5°C, RR: 28x/mnt, CRT >2detik,
mempertahankan saturasi oksigen mukosa bibir pasien tampak kering, turgor
- memasang kateter urine untuk kulit pasien tampak kurang elastis, pasien
menilai produksi urine diberikan terapi O2 4lpm.
- Memeriksa tanda dan gejala Hasil pemeriksaan Laboratorium :
hipovolemia Leukosit 23 /µl, eritrosit 1,46 µl,
- Memonitori tingkat kesadaran hemoglobin 6,3 gr/dl, hematokrit 20%,
pasien trombosit 264 µl.

Pukul 11.35 wita 1,2 - Memberikan dan menganjurkan DS :


memperbanyak asupan cairan oral - suami pasien mengatakan pasien
- menginspeksi balutan dan lemas dan tidak mau minum.
pembalut perineal, perhatikan - Suami pasien mengatakan khawatir
warna, jumlah, dan bau drainase. dengan kondisi istrinya
Timbang pembalut dan DO :
bandingkan dengan berat kering - Terdapat cairan darah pada
bila pasien mengalami perdarahan pembalut pasien -+ 250cc,
hebat berwarna merah kecoklatan, dan
- memonitori tanda-tanda ansietas berbau amis.
(verbal dan non verbal) - CRT >2detik,
- Memonitori status cairan - Pasien terpasang IVFD 30tpm dan
(masukan dan haluaran, turgor sudah masuk kurang lebih 250cc.
kulit, CRT) - Jumlah urine yang tertampung d
- urine bag sekitar 100cc.
- Suami pasien tampak khawatir dan
selalu memenggang tangan
istrinya.
Pukul 12.00 wita 1,3 - Menciptakan suasana terapeutik DS:
untuk menumbuhkan rasa - Suami pasien mengatakan rasa
kepercayaan. khawatirnya berkurang.
- Mendengarkan setiap pertanyaan
dan keluhan yang dikeluarkan
dengan penuh perhatian DO :
- Meyakinkan informasi pasien - Raut wajah suami pasien sudah
tentang diagnosis, harapan, tampak tenang dan tidak gelisah
intervensi pembedahan, terapi lagi
yang akan datang, dan kondisi - Suami pasien mampu ngutarangan
terburuk yang mungkin terjadi perasaannya saat ini.
- Berkolaborasi pemberian cairan - Suami pasien mengerti dan
infus kristaloid meminta tim kesehatan untuk
melalukan yang terbaik.
- Cairan IVFD sudah diganti dengan
terapi yang baru.
Pukul 12.30 wita 1,2,3 - Menjelaskan tujuan dan DS :
persiapkan inform consent - Suami pasien mengatakan mengerti
persetujuan atau penolakan dan menyetujui segala tindakan
tindakan yang akan diberikan kepada
- Berkolaborasi pemberian transfusi istrinya.
darah jika perlu DO :
- Mendiskusikan dan jelaskan peran - Sudah terpasang tranfusi darah
rehabilitasi setelah proses 1kolf, dan tidak ada tanda-tanda
pembedahan alergi
-

F. Evaluasi Keperawatan
Hari/ tanggal No Dx Diagnosa Evaluasi Keperawatan
Selasa, 12 1 Hipovolemia berhubungan dengan kehilangan cairan S :
November aktif (perdarahan pervaginam) yang ditandai dengan - Suami pasien mengatakan pasien lemas
2019 pasien mengatakan masih mengeluarkan darah dari dan tidak mau minum.
Pukul: 13.00 jalan lahir, pasien mengatakan merasa pusing dan
wita lemas tak bertenaga, Pada pemeriksaan VT didapat O:
fundus uteri cekung kedalam dan setinggi porsio, - Tingkat kesadaran pasien somnolen,
pasien tampak mengeluarkan darah dari jalan lahir, - TTV: TD : 90/70 mmHg, N :100x/mnt, S
kain yang digunakan pasien tampak tembus penuh : 36,5°C, RR: 28x/mnt, CRT >2detik
dengan darah, pasien tampak lemas dan - mukosa bibir pasien tampak kering,
pucat,kesadaran pasien somnolen, pemeriksaan tanda- turgor kulit pasien nampak kurang elastis
tanda vital :tekanan darah 90/ 70 mmHg, nadi - Leukosit 23 /µl, eritrosit 1,46 µl,
115x/menit, respirasi 28x/menit, suhu hemoglobin 6,3 gr/dl, hematokrit 20%,
36,4℃, produksi urine pasien sedikit, membran trombosit 264 µl.
mukosa pasien tampak kering, hematokrit 20%, A:
hemoglobin 6,3 gr/dl. - Tujuan 1,2,3,4,5 belum tercapai, masalah
belum teratasi
P:
- Lanjutkan rencana keperawatan

Selasa, 12 2 Perfusi perifer tidak efektif berhubungan dengan S:


November penurunan konsentrasi hemoglobin yang ditandai - suami pasien mengatakan pasien masih
2019. dengan pasien mengatakan merasa pusing dan lemas lemas
Pukul: 13.00 tak bertenaga, pasien tampak pucat dan lemas, O:
wita kesadaran pasien somnolen, pemeriksaan tanda-tanda - TTV: TD : 90/70 mmHg, N :100x/mnt, S
vital :tekanan darah 90/ 70 mmHg, nadi 115x/menit, : 36,5°C, RR: 28x/mnt, CRT >2detik
respirasi 28x/menit, suhu 36,4℃, keterlambatan - mukosa bibir pasien tampak kering,
pengisian kapiler yaitu >2 detik, pemeriksaan turgor kulit pasien tampak kurang elastis
laboratorium darah : Leukosit 23 /µl, eritrosit 1,46 µl, - Leukosit 23 /µl, eritrosit 1,46 µl,
hemoglobin 6,3 gr/dl, trombosit 264 µl. hemoglobin 6,3 gr/dl, hematokrit 20%,
trombosit 264 µl.
A:
- Tujuan 1,2,3,4 belum tercapai, masalah
belum teratasi

P:
- Lanjutkan rencana keperawatan

Selasa, 12 3 Ansietas berhubungan dengan ancaman kematian S:


November yang ditandai dengan suami ibu mengatakan sebelum - Suami pasien mengatakan rasa
2019 proses persalinan istrinya tampak sudah siap untuk khawatirnya berkurang.
Pukul: 13.00 melaksanakan persalinan seperti persalinan kedua - Suami pasien mengatakan mengerti dan
wita anak sebelumnya. Suami ibu mengatakan bahwa ia meminta tim kesehatan untuk melalukan
merasa khawatir dengan kondisi yang dialami istrinya yang terbaik
saat ini, ia mengatakan tidak tahu apa yang bisa O:
terjadi selanjutnya dengan istrinya, raut wajah suami - Suami pasien mampu ngutarangan
ibu tampak terlihat cemas, suami ibu tampak terus perasaannya saat ini.
menggenggam tangan istrinya, raut wajah suami ibu - Raut wajah suami pasien sudah tampak
tampak pucat menahan kecemasan akan kondisi tenang dan tidak gelisah lagi
istrinya. A:
- Tujuan 1,2,3,4 tercapai, masalah teratasi
P:
- pertahankan kondisi pasien