Anda di halaman 1dari 10

pasar adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli yang melakukan transaksi untuk menentukan nilai

harga dari barang atau jasa.

Belanja online - struktur pasar

Belanja online masuk jenis pasar abstrak (Sumber: economy.okezone.com)

Nah, supaya kamu makin mengenali jenis-jenis pasar, maka dibentuklah struktur pasar yakni
penggolongan pasar berdasarkan strukturnya, Squad. Terdapat 2 jenis struktur pasar, yaitu:

1. Pasar Persaingan Sempurna (Perfect Competition Market)

Contoh pasar persaingan sempurna

Contoh pasar persaingan sempurna (Sumber: akuntansilengkap.com)

Pasar persaingan sempurna merupakan suatu pasar dimana jumlah penjual dan pembeli sangat banyak
dan produk yang ditawarkan sejenis. Contoh barang yang dijual pada bentuk pasar ini adalah beras,
gandum, kentang, batu bara dan sebagainya. Agar mudah membedakan, pasar persaingan sempurna
memiliki ciri-ciri pokok antara lain:

a. Jumlah penjual dan pembeli banyak

b. Barang jualan bersifat homogen

c. Tidak ada campur tangan pemerintah dalam penentuan harga

d. Faktor-faktor produksi bergerak bebas


e. Penjual adalah price taker (pengambil keputusan harga)

f.Konsumen mempunyai posisi kuat untuk tawar menawar

g. Sulit mendapat keuntungan di atas rata-rata

h. Free entry and exit (tidak ada hambatan untuk keluar masuk pasar bagi penjual)

Baca Juga: Proses Terbentuknya Keseimbangan Pasar

2. Pasar Persaingan Tidak Sempurna (Imperfect Competition Market)

Contoh pasar persaingan tidak sempurna

Contoh pasar persaingan tidak sempurna (Sumber: gopena.net)

Squad, nggak cuma manusia doang lho yang nggak sempurna tapi pasar juga ada heheh. Kebalikan dari
pasar persaingan sempurna, pasar persaingan tidak sempurna merupakan jenis pasar yang hanya
memiliki penjual terbatas tetapi pembelinya sangat banyak. Barang atau jasa yang terdapat dalam pasar
ini heterogen. Oh iya, karena jumlah penjualnya terbatas maka penjual menjadi pihak yang menentukan
harga. Kenapa dikatakan "tidak sempurna"? Hal ini karena dianggap ada kecacatan yang menimbulkan
ketidakadilan dalam pasar.

Pasar persaingan tidak sempurna juga memiliki ciri-ciri pokok lho, antara lain:

a. Hanya terdapat sedikit penjual dengan sangat banyak pembeli

b. Harga ditentukan oleh penjual karena ada unsur monopoli sehingga interaksi ekonomi atau jumlah
permintaan dan penawaran kurang berperan dalam pembentukan harga
c. Sulit untuk produsen atau penjual baru masuk ke dalam pasar

d. Barang dan jasa yang ditawarkan bervariasi tetapi akan sulit untuk mencari barang subtitusinya.

Nah, dalam pasar persaingan tidak sempurna ini dibagi menjadi beberapa jenis yaitu:

1) Pasar Monopoli

Pertamina contoh pasar monopoli

Pertamina contoh pasar monopoli (Sumber: satujam.com)

Monopoli sendiri terdiri dari kata 'mono' yang artinya satu dan 'poli' yang artinya penjual. Yap! Sesuai
namanya, pasar ini hanya ada satu penjual berlaku sebagai penentu harga karena tidak ada yang
menyaingi dan barang yang dihasilkan tidak memiliki barang substitusi. Contohnya seperti PLN, PDAM,
PT KAI, Pertamina dan lain-lain.

2) Pasar Oligopoli

Contoh pasar oligopoli

Contoh pasar oligopoli (Sumber: salamadian.com)

Berbeda dengan pasar monopoli, pasar oligopoli dikuasai oleh beberapa perusahaan namun jumlah
barang yang ditawarkan tetaplah homogen atau satu jenis saja. Pasar oligopoli biasanya dilakukan
dengan bentuk upaya menahan perusahaan potensial dapat memasuki pasar. Contoh dari pasar oligopoli
anta lain industri motor, industri air mineral, industri rokok dan lain sebagainya.
3) Pasar monopolistis

Contoh pasar monopolistis

Contoh pasar monopolistis (Sumber: khanfarkhan.com)

Jenis pasar yang ini lebih asyik dari dua jenis tadi, Squad. Pasar monopolistis ini berisi beberapa
produsen dengan jenis barang yang serupa namun karakteristiknya berbeda-beda. Produsen juga
mempunyai kemampuan untuk memengaruhi harga pasar, tapi tidak terlalu besar dibandingkan dengan
pasar monopoli dan oligopoli. Contoh dari pasar monoplistis seperti produsen sabun, sampo, pasta gigi,
motor, dan sebagainya.

Pengertian Pasar Oligopsoni

Daftar isi

Sebenarnya, apa itu pasar Oligopsoni? Pengertian Pasar Oligopsoni adalah suatu bentuk pasar yang di
dalamnya terdapat dua atau lebih pembeli (umumnya pelaku usaha) yang menguasai pasar dalam hal
penerimaan pasokan, atau berperan sebagai pembeli tunggal atas barang/ jasa di dalam suatu pasar
komoditas.

Pada pasar ini pembeli merupakan pelaku usaha yang membeli bahan mentah lalu menjualnya kembali
kepada konsumen akhir. Dalam pasar ini, pembeli memiliki peranan besar dalam hal penentuan harga
barang di pasar tersebut.

Pasar Oligopsoni merupakan salah satu bentuk dari Pasar Persaingan Tidak Sempurna, yaitu pasar yang
belum terorganisir dengan baik dan sering timbul ketidakadilan di dalam pasar.

Ciri-Ciri Pasar Oligopsoni


Kita dapat mengenali sebuah pasar apakah termasuk di dalam pasar Oligopsoni, yaitu dengan melihat
karakteristiknya. Mengacu pada pengertiannya di atas, berikut adalah ciri-ciri pasar ini:

1. Terdapat Beberapa Pembeli

Di dalam pasar Oligopsoni terdapat beberapa pembeli yang menguasai pasar dimana tugasnya adalah
membeli produk-produk yang dihasilkan oleh produsen.

Meskipun menguasai pasar, para pembeli tidak bisa bertindak semaunya karena akan merugikan dirinya
sendiri. Jika pembeli melakukan kesalahan, produsen bisa saja memilih pembeli lain yang punya jaringan
dan dana yang kuat.

2. Umumnya Pembeli Adalah Distributor

Pada pasar ini, sebagian besar konsumennya adalah distributor. Mereka membeli produk yang dihasilkan
produsen untuk dijual kembali ke konsumen akhir.

3. Produknya Adalah Bahan Mentah

Semua produk yang dijual di pasar ini adalah produk mentah atau bahan setengah jadi yang harus diolah
agar dapat digunakan. Para pembeli kemudian mengolah bahan mentah tersebut dan menjualnya ke
konsumen akhir.

4. Harga Produk Cenderung Stabil


Di dalam pasar Oligopsoni, produsen dan konsumen saling memiliki ketergantungan satu sama lain.
Sehingga, ketika produsen menaikkan harga maka konsumen akan berpindah ke produsen lain yang
menawarkan harga lebih murah.

Saat terjadi masalah perekonomian, misalnya terjadi inflasi atau deflasi, maka pihak produsen dan
konsumen akan sama-sama menanggungnya.

5. Jenis Barang Sedikit

Produk di pasar Oligopsoni ini biasanya adalah komoditas, misalnya cengkeh, padi, susu sapi, dan lain-
lain. Namun, pasar ini terbentuk berdasarkan potensi yang ada di suatu daerah. Misalnya potensi di
suatu daerah adalah cengkeh, maka pasar Oligopsoni di daerah tersebut dikuasai oleh cengkeh saja.

6. Pendapatan Merata

Pendapatan para penjual di pasar ini cenderung merata karena di pasar ini tidak terjadi monopoli
ataupun penentuan secara semena-mena.

Baca juga: Pasar Monopsoni

Kelebihan dan Kekurangan Pasar Oligopsoni

Seperti halnya bentuk pasar lainnya, pasar ini memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Adapun
kelebihan dan kekurangan pasar Oligopsoni adalah sebagai berikut:

1. Kelebihan Pasar Oligopsoni


Di pasar ini, hak-hak produsen terlindungi dengan baik meskipun pembeli berperan sebagai penguasa.
Hal tersebut bisa terpenuhi karena di dalam pasar ini adala beberapa pembeli, sehingga ketika penjual
merasa dirugikan maka ia dapat berpindah ke pembeli lain.

Masih berhubungan dengan poin #1, di pasar ini pembeli tidak bisa bertindak semaunya. Meskipun
dapat menentukan harga, pembeli harus menyesuaikan harga dengan barang yang dibeli agar produsen
mau menjual kepadanya.

Walaupun pasar ini masih belum terorganisir dengan baik, namun pasar ini umumnya mengedepankan
keadilan, menghindari kecurangan, dan tidak menyalahgunakan kebebasan.

2. Kekurangan Pasar Oligopsoni

Kualitas produk pada pasar ini kurang terjaga dengan baik karena penjualan cenderung mudah.
Produsen kurang memperhatikan kualitas karena di dalam pasar ini terdapat beberapa pembeli besar
dan mudah menjual produknya sehingga kualitas kurang terjaga.

Di pasar ini juga cukup rentan terjadi manipulasi dimana beberapa pembeli melakukan kerjasama
memanipulasi keadaan yang dapat merugian produsen. Biasanya manipulasi ini terjadi karena pembeli
ingin mendapatkan harga yang lebih murah.

Kemudahan dalam hal jual-beli di pasar ini menimbulkan kekurangan tersendiri, yaitu kurangnya
kreatifitas. Produsen hanya fokus pada produksi tanpa merasa perlu melakukan inovasi dan kreatifitas
terhadap produk dan bisnis mereka.

Pasar Monopolistik

Pengertian Pasar Monopolistik

Pasar Monopolistik adalah sebuah bentuk pasar dimana ada banyak produsen yang saling berkompetisi
dengan produk yang hampir serupa namun memiliki beberapa perbedaan. Perbedaan ini yang menjadi
ciri khas dari produk yang dijual oleh masing-masing produsen. Kegiatan produksi barang tersebut
dikenal sebagai product differentiation atau diferensiasi produk. Karena produk yang diproduksi hampir
serupa, masing-masing produsen akan bersaing dari segi kualitas, harga, serta cara pemasaran produk
mereka.
Lihat juga materi StudioBelajar.com lainnya:

Koperasi

Kegiatan Ekonomi

Ciri-ciri Pasar Monopolistik

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, ciri-ciri Pasar Monopolistik adalah sebagai berikut:

Punya PR yang gak ngerti? Yuk tanya di Forum StudioBelajar.com

1. Memiliki jumlah produsen yang sangat banyak

Seperti pada pasar persaingan sempurna, pasar monopolistik memiliki jumlah produsen yang sangat
banyak. Karena banyaknya produsen, maka tiap-tiap produsen memiliki pangsa pasar (market share)
yang cenderung kecil. Hal ini membuat produsen memiliki kekuatan yang terbatas untuk menentukan
harga mereka karena harga yang ditentukan dalam pasar ini adalah harga rata-rata dari produk dari
produsen lain. Selain itu, karena banyaknya produsen dalam pasar monopolisitik maka praktik kolusi
(beberapa produsen melakukan kesepakatan untuk menaikan harga pasar) akan sulit dilakukan karena
sulitnya koordinasi antar produsen.

2. Adanya diferensiasi produk

Diferensiasi produk adalah ketika produsen memproduksi produk yang sedikit berbeda namun serupa
dengan produk pesaingnya. Sebagai contoh; Adidas, Nike, Skechers, Fila, dan Puma sama-sama
memproduksi running shoes, namun tiap produk mereka memiliki ciri khas tersendiri. Dalam pasar
monopolistik, ketika harga dari salah satu produsen naik sedangkan harga produk dari produsen lain
tetap konstan, maka permintaan akan produk tersebut akan turun. Contoh ketika Adidas menaikan harga
running shoesnya namun Nike, Skechers, Fila, dan Puma tidak, maka konsumer akan beralih untuk
membeli produk substitusinya.

Diferensiasi produk sendiri dapat dilakukan dari segi karakteristik produk maupun dari segi kualitas
produk.
Mau latihan soal? Yuk jawab pertanyaan di Forum StudioBelajar.com

3. Masing-masing produsen bersaing dari segi kualitas, harga, serta cara pemasaran produk mereka

Karena produk yang ada pada pasar monopolistik cenderung serupa, maka produsen akan bersaing dari
segi kualitas, harga, serta cara pemasaran produk mereka masing-masing. Produsen akan berlomba-
lomba memperbaiki kualitas produknya seperti melalui desain produk mereka ataupun servis yang
diberikan kepada konsumen. Dari kualitas produk tersebut, produsen dapat mengatur harga produknya.
Ketika produk yang diproduksi memiliki kualitas yang tinggi, maka produsen dapat memberikan harga
yang tinggi pada produk tersebut. Namun, produsen harus meyakinkan konsumen bahwa produk mereka
adalah produk dengan harga yang tinggi tersebut juga memiliki high quality. Oleh sebab itu, untuk
meyakinkan konsumen, produsen harus melakukan trik pemasaran yang tepat seperti membuat
kemasan yang lebih mewah, memberikan insentif seperti bonus produk lain, ataupun melalui iklan-iklan
yang menyatakan bahwa produk mereka lebih baik dibandingkan produk lain yang serupa.

4. Produsen bebas untuk keluar dan masuk kedalam pasar

Sama seperti Pasar Persaingan Sempurna, dalam Pasar Monopolistik produsen dapat bebas masuk dan
keluar pasar. Bebas masuk dan keluar pasar yang dimaksud adalah tidak ada halangan bagi produsen
baru yang ingin menjual produk mereka dalam pasar atau produsen lama yang ingin keluar dari pasar.

pasar monopolistik ciri ciri

Sumber gambar: slideshare.net

Kelebihan dan Kekurangan Pasar Monopolistik

Keuntungan Pasar Monopolistik


Banyaknya produsen dalam pasar sehingga konsumen memiliki banyak alternatif produk. Jika produk
yang biasa dibeli konsumen tidak tersedia, konsumen dapat dengan mudah memilih produk serupa dari
produsen yang berbeda. Selain itu, konsumen dapat menentukan pilihan produk sesuai dengan utilitynya
(kepuasannya).

Produsen dapat bebas keluar dan masuk pasar karena tidak ada hambatan yang berarti (tidak ada
barriers to entry).

Banyak inovasi yang dapat dilakukan, mulai dari proses produksi atau mengembangkan cara baru untuk
menarik konsumen.

Kekurangan Pasar Monopolistik

Banyaknya produsen dalam pasar membuat persaingan yang ketat. Dalam pasar monopolistik, beberapa
perusahaan besar akan memiliki pangsa pasar yang dominan (bisa mencapai 30-40%), kemudian sisanya
dipegang oleh banyak perusahaan-perusahaan kecil. Contoh: Pangsa pasar air mineral kemasan di
Indonesia didominasi oleh Aqua (hampir 90% pada tahun 2008), kemudian 10% sisanya dipegang oleh
perusahaan lainnya.

Karena produsen harus selalu mengembangkan inovasi agar dapat bersaing, akan muncul biaya inovasi
yang akhirnya akan dibebankan kepada konsumen melalui harga produk.

Besarnya biaya persaingan yang harus dikeluarkan seperti iklan dan insentif. Terkadang beberapa iklan
justru tidak tepat sasaran sehingga menghabiskan biaya yang cukup besar. Biaya insentif seperti bonus
produk lain juga akan menimbulkan biaya tambahan.

Contoh Pasar Monopolistik

Pasar monopolistik banyak kita temui pada kehidupan sehari-hari, seperti sampo, sabun, TV, sepatu, air
mineral, dan lain-lain. Pada pasar air mineral, ada banyak produsen yang memproduksi air mineral
seperti Aqua, VIT, Le Minerale, Prima, atau Nestle. Masing-masing produsen memiliki ciri khas tersendiri
seperti kemasan, kualitas, atau ukuran yang membedakan produknya dengan produk saingan. Contoh
lain untuk sepatu olahraga, Reebok, Adidas, Fila, dan Nike sama-sama memproduksi sepatu olahraga,
namun masing-masing merek memiliki desain, keunikan, serta keunggulan yang berbeda-beda.
Konsumen pada akhirnya akan memilih produk sesuai dengan preferensinya.