Anda di halaman 1dari 10

KANDUNGAN MINERAL PADA SEDIMEN PANTAI DAN LAUT, HUBUNGANNYA

DENGAN BATUAN SUMBER DI PESISIR KABUPATEN REMBANG, JAWA TENGAH

Oleh:

D. Setiady 1, 2dan E. Usman1

1
Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan, Jl. DR. Junjunan 236 Bandung
2 deny_mgi@yahoo.com

Diterima : 10-10-2010; Disetujui : 13-03-2011

SARI

Sedimen di sepanjang pantai Kabupaten Rembang terdiri atas sedimen muda (aluvial) dan
sedimen tua (breksi dan batugamping). Sedimen muda merupakan sedimen lepas dan terdapat di
daerah sedimentasi. Sedimen tua berupa sedimen kompak yang secara fisik mempunyai resisitensi
tinggi terhadap abrasi
Batuan yang terdapat di kawasan pesisir adalah: pasir kuarsa, andesit, tras kaolin, batugamping,
batubara dan lempung. Peta sebaran sedimen dasar laut perairan Kabupaten Rembang, menunjukkan
dominasi endapan pasir, lanau (pasir halus) dan lanau pasiran (pasir halus - kasar).
Kandungan mineral yang terdapat di perairan Kabupaten Rembang terdiri dari: magnetit, pirit,
hematit, zirkon, ilmenit diopsid, augit, hornblende, kuarsa, biotit, muskovit dan dolomit
Kata Kunci: sedimen, mineral, Rembang

ABSTRACT

The coastal sediment along the coastal of Rembang District consists of young sediment (alluvium)
and old sediment (breccias and limestones). Young sediment is placer sediment that occupies the
sedimentation area. Old sediment is massive sediment that has a high resistance to abrasion
Rocks content in the coastal zone area consist of quarzt sand, andesite, caoline, limestone, trass, coal
and clay. Seafloor surficial sediments map of the Rembang water area shows the domination of sand
deposits, silt (fine sand) and sandy silt (fine to medium sand).
Mineral content in Rembang waters area consists of magnetites, pyrites, hematites, zircons, ilmenite
diopsides, augitse, hornblendas, quartzs, biotitse, muskovites and dolomites.
Keywords: sediment, mineral, Rembang

PENDAHULUAN. tersebut yaitu Penelitian kandungan mineral


dalam sedimen dasar laut.
Latar Belakang, Hipotesa dan Tujuan
Secara geografis lokasi penelitian berada di
Penelitian
Kabupaten Rembang mencakup wilayah pantai
Pusat Penelitian dan Pengembangan
hingga ke batas 4 mil laut. Di sebelah barat
Geologi kelautan mempunyai tugas dan fungsi
berbatasan dengan Kabupaten Jepara, di sebelah
melakukan kegiatan penelitian di wilayah
timur berbatasan dengan Kabupaten Tuban, di
perairan Indonesia. Salah satu dari tugas
sebelah utara hingga batas 4 mil laut merupakan
Laut Jawa.(Gambar-1)

JURNAL GEOLOGI KELAUTAN


Volume 9, No.3, Desember 2011
135
Gambar-1. Lokasi Daerah Penelitian

Tujuan kegiatan penelitian sumber daya kondisi bawah dasar laut daerah penelitian.
mineral kelautan dimaksudkan untuk Anggota Selorejo (Pliosen Akhir-Plistosen)
mengetahui kandungan mineral pada sedimen di disusun oleh selang-seling lapisan tipis
lepas pantai, serta hubungannya dengan batuan batugamping dengan batupasir yang kaya akan
sumbernya. Sehingga kita dapat mengetahui rombakan foraminifera plankton (kalkarenit).
batuan asal dari mineral tersebut. Berdasarkan Secara fisiografi daerah penelitian
Pola arus dan sedimentasi sungai, mineral yang termasuk ke dalam Dataran Aluvium Jawa Utara
terdapat di pantai dan laut berasal dari batuan atau dikatakan Depresi Semarang-Pati sebagian
sumber yang ada di daratan sekitarnya. Gunungapi Kuarter komplek Muria dan sebagian
Zona Antiklinorium Rembang-Madura
Geologi dan stratigrafi regional (Bemmelen, 1949).
Berdasarkan Peta Geologi Lembar Di daerah lereng dan kaki G. Lasem
Rembang, (Kadar dan Sudijono, 1993), secara terdapat endapan Breksi Gunungapi (Qvb)
regional batuan yang terdapat di daerah berupa breksi berselingan dengan konglomerat
penelitian berumur Miosen Awal sampai Resen, dan batupasir tufaan. Breksi gunungapi,
terbagi atas aluvial, batuan sedimen, dan batuan komponen dan masa dasarnya terdiri dari
gunung api. Tebal batuan sedimen berkisar muntahan gunungapi bersusunan andesit, kelabu
antara 1200 m hingga 2600 m. tua, kompak hingga kurang kompak. Komponen
Tatanan stratigrafi yang kemungkinan umumnya berukuran 2 – 40 cm, menyudut
merupakan batuan sumber terdiri dari tua ke hingga menyudut tanggung, masadasar pasir
muda terdiri atas Anggota Selorejo, Formasi tufaan, tersemen oleh oksida besi, setempat
Lidah, Endapan Gunungapi Muria dan Aluvium. ditemukan komponen andesit berukuran lebih
Formasi-formasi ini diduga berkaitan dengan

JURNAL GEOLOGI KELAUTAN


136 Volume 9, No.3, Desember 2011
kasar (40 – 150 cm) dan fragmen batugamping. halus sampai sedang bersifat gampingan dengan
Konglomerat berkomponen andesit, membulat kuarsa dan foraminifera sebagai fragmen dalam
tanggung berukuran 2 – 20 cm, masadasar pasir batuan. Sisipan napal mengandung fosil seperti
tufaan, tersemen oleh oksida besi, perlapisan moluska, bryozoa, glaukonit, pirit, foraminifera
mendatar. Batupasir tufaan, coklat, berbutir dan kadang-kadang sisa tumbuhan berwarna
sedang hingga kasar, kompak hingga kurang hitam. Di beberapa tempat formasi ini
kompak, terpilah buruk, setempat menunjukkan mengandung koral dengan diameter mencapai
struktur lapisan bersusun, silang siur dan 0,5 meter. Umur formasi ini adalah Miosen
struktur mengeruk dan mengisi. Berdasarkan Tengah.
hubungan dengan satuan batuan dibawahnya dan Formasi selanjutnya yang terdapat di daerah
bentuk gunung yang masih kerucut, umur ini adalah Formasi Ngrayong (Tmn) berupa
breksi gunungapi ini diduga Kuarter. batupasir, serpih, batulempung, batulanau dan
Formasi Lidah (QTpl) berupa batulempung sisipan-sisipan batugamping. Kadang-kadang
abu-abu dan batulempung hitam, mengandung terdapat sisipan batubara dan lignit. Batupasir
sisipan batupasir bermoluska. Kadang-kadang umumnya terdiri dari kuarsa dengan butiran
sisipan batulempungnya kaya akan moluska. Di menyudut sampai menyudut tanggung. Serpih
beberapa tempat batulempung mengandung sering sekali mengandung sisa tumbuhan
banyak foraminifera bentos dan foraminifera berwarna hitam sedangkan batulempung
plankton yang merupakan rombakan dari kadang-kadang mengandung banyak foram
formasi yang lebih tua. Umur formasi ini adalah plankton. Umur formasi ini adalah Miosen Awal–
Pliosen Akhir – Plistosen. Selain itu pada Miosen Tengah.
Formasi Lidah terdapat Anggota Selorejo Di daerah Lasem – Sluke dan sekitarnya
(QTps) berupa selang-seling lapisan tipis terdapat Endapan Gunungapi Lasem (Qvl) yang
batugamping dengan kalkalrenit yang kaya akan berupa andesit, aglomerat, breksi, tuf lapili, tuf
foraminifera plankton. Kalkarenit kadang- halus, dan lahar. Aglomerat berkomposisi
kadang mengandung glaukonit. Cangkang andesit. Fragmen-fragmen batuannya terdiri dari
foraminifera yang menjadi unsur utama andesit yang bertekstur porfiritik sampai
penyusun batuan umumnya telah terabrasi dan afanitik berbentuk bulat, bergaris tengah antara
buram. Umur batuan ini adalah Pliosen Akhir – 1 sampai 30 cm. Masa dasar aglomerat adalah tuf
Plistosen. Satuan batuan berikutnya adalah litik kristalin dengan campuran tuf halus.
Formasi Mundu (Tmpm) yang tersusun atas Andesit berupa aliran lava G. Bugel berwarna
napal masif, abu-abu keputihan, kaya akan abu-abu, berbutir halus sampai menengah,
foraminifera plankton. Umur formasi ini adalah bertekstur afanitik-fanerik. Batuan ini biasanya
Miosen Akhir - Pliosen. menunjukkan struktur kekar berlembar. Breksi,
Selanjutnya terdapat Formasi Ledok (Tml) tuf lapili, dan tuf halus dapat dikelompokkan
berupa batulempung abu-abu, napal, batulanau kedalam batuan piroklastika. Dalam keadaan
gampingan dengan sisipan-sisipan tipis segar warnanya abu-abu keputihan dan menjadi
batugamping. Kadang-kadang terdapat batupasir kecoklatan sampai kekuningan jika lapuk. Breksi
glaukonit. Umur formasi ini Miosen Atas. piroklastika ini berkomposisi andesit, kepingan-
Formasi yang lebih tua lagi disebut Formasi kepingan andesit didalamnya berbentuk
Wonocolo (Tmw) terdiri atas batulempung menyudut sampai menyudut tanggung dengan
gampingan dengan selingan tipis batugamping garis tengah bervariasi dari 1 sampai 160 cm.
dan batupasir glaukonit di lapisan bagian bawah. Tuf lapili juga bersifat andesit.
Batulempung abu-abu umumnya mengandung
foraminifera dalam jumlah sedang. Umur relatif METODA PENELITIAN
formasi ini adalah Miosen Tengah – Miosen
Metoda pengambilan data di lapangan
Akhir.
(survey) antara lain adalah:
Berikutnya adalah Formasi Bulu (Tmb)
Navigasi kapal dilakukan pada waktu
berupa batugamping berwarna putih keabu-
pengambilan data kedalaman dasar laut dan
abuan, kadang-kadang berlapis dan pasiran,
pengambilan percontoh sedimen sepanjang
sering membentuk pelat-pelat dengan sisipan
lintasan penyelidikan dengan peralatan GPS
napal dan batupasir. Sisipan batupasir berbutir

JURNAL GEOLOGI KELAUTAN


Volume 9, No.3, Desember 2011
137
(Global Posotioning System) GARMIN-GPS menempati kawasan pesisir Perairan Rembang.
235. Pengambilan percontoh sedimen dilakukan (Gambar-2)
di sepanjang pantai Kabupaten Rembang mulai Berdasarkan jenis dan warnanya pantai
dari Kecamatan Kaliori sampai Kecamatan berpasir di daerah penelitian terdiri dari Pantai
Kragan, dimana posisi pengambilan percontoh berpasir putih dan Pantai berpasir coklat. Pantai
sedimen dicatat dengan menggunakan GPS berpasir coklat yang didominasi oleh mineral
Garmin –100. Pengukuran kedalaman dasar laut logam dan sedikit pecahan cangkang moluska,
menggunakan sebuah tranducer (sensor) yang menempati daerah sebelah timur daerah
dipasang di lambung kanan kapal pada penelitian. Pantai berpasir putih yang
kedalaman 2 meter dari muka laut, Echosounder didominasi oleh pecahan cangkang moluska, dan
200 Khz, Simrad EA 300 P dan 3.5/12 Khz, kuarsa merupakan daerah pariwisata terdapat di
dengan ketelitian pembacaan sampai kedalaman sekitar Kecamatan Sluke, Kecamatan Kragan
10 cm. dan Kecamatan Sarang.
Pemetaan Karakteristik Pantai (Dolan, et al,
1972), dilakukan untuk pengambilan sampel dan Analisa Laboratorium
memetakan sedimen atau batuan yang terdapat Berdasarkan hasil analisis besar butir
disepanjang pantai perairan Rembang. terhadap 65 contoh sedimen dasar laut
sedangkan pengambilan contoh sedimen pantai berdasarkan Folk, (1980), sedimen dasar laut
dengan menggunakan bor tangan (Hand Auger daerah selidikan terdiri dari pasir, lanau pasiran
Eijelkamp) dengan interval contoh sedimen dan lanau. (Gamba-3). Sedimen Pasir hanya
yang dapat mewakili. terdapat di daerah dekat pantai, dan lanau
Sebanyak 65 percontoh laut telah diambil pasiran dari pantai ke arah lepas pantai,
dengan menggunakan pemercontoh comot, dan sedangkan lanau terdapat di leapas pantai.
penginti gaya berat (Gambar-1). Hasil Hasil analisis mineral di pesisir dan lepas
pengambilan contoh sedimen selanjutnya pantai di daerah penelitian terdiri dari mineral:
dilakukan analisis laboratorium (Grain Size). magnetit, pirit, hematit, zirkon, ilmenit, diopsid,
Dari hasil ini, sedimen-sedimen dikelompokkan augit, hornblende, kuarsa, biotit, muskovit dan
berdasarkan kriteria kemudian diplot di peta dolomit.
dasar sehingga menghasilkan peta sebaran Kedalaman dasar laut
sediment dasar Laut. Analisis mineral Panjang lintasan sounding pada survey di
berjumlah 30 contoh terdiri dari contoh yang Perairan Rembang ini adalah kurang lebih 265
berasal dari laut (RB), sebanyak 17 buah dan kiloline. Kedalaman dasar laut diperoleh
contoh dari pantai sebanyak 13 buah. sepanjang lintasan pemeruman yang dikoreksi
dengan hasil analisis pasang surut dari
HASIL PENELITIAN kedalaman tranduser sehingga diperoleh
Karakteristik Pantai kedalaman sesungguhnya. Dari data yg sudah
Berdasarkan karakteristik pantai, sedimen dikoreksi kemudian didapatkan kedalaman laut
yang terdapat di kawasan pesisir Perairan berkisar dari 1 m sampai dengan 25 m yang
Rembang terdiri atas pantai berpasir, pantai kemudian dihubungkan oleh garis kontur dengan
berlumpur yang merupakan sedimen lepas dan interval 1 m. (Gambar-4)
batuan sedimen tua (pantai berbatu/breksi,
batugamping dan terumbu karang) yang secara PEMBAHASAN
fisik mempunyai resisitensi tinggi terhadap Karakteristik Pantai
abrasi. Pantai yang terbentuk oleh batuan Pantai berpasir dan berlumpur memiliki
sedimen tua tersebut terdiri atas pantai relief rendah (low relief) dengan perbedaan tinggi
bertebing dan pantai curam. Di bagian daratan tidak lebih dari 10 (sepuluh) meter antara garis
pesisir bentang alam yang tersusun oleh batuan pantai dengan daratan dibelakang pantai. Secara
sedimen ini terdiri atas perbukitan dengan relief morfologi, pantai berpasir ini merupakan
tinggi. Sedangkan pantai berpasir dan pedataran pantai (coastal plain), dimana
merupakan sedimen lepas berupa pasir, pengaruh laut cukup jauh mencapai daratan,
Karakter garis pantainya tersusun oleh pasir

JURNAL GEOLOGI KELAUTAN


138 Volume 9, No.3, Desember 2011
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN
Volume 9, No.3, Desember 2011
Gambar-2. Peta Karakteristik Pantai Perairan Kabupaten Rembang, menunjukkan litologi, arah arus, sedimentasi dan abrasi

139
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN
Volume 9, No.3, Desember 2011
Gambar 3. Peta Sebaran Sedimen Permukaan Dasar Laut Perairan Kabupaten Rembang

140
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN
Volume 9, No.3, Desember 2011
Gambar 4. Peta kontur kedalaman permukaan dasar laut Kabupaten Rembang

141
kuarsa, pecahan terumbu, Mineral Hitam berasal dari aliran-aliran sungai. Terlihat bahwa
(magnetit, hematit dan augit). Pantai berpasir ini sumber mineral diendapkan dari muara sungai
sangat berhubungan dengan sedimen lepas ke arah lepas pantai. Pola kontur kedalaman
pantai, sehingga kandungan mineral di pantai dasar laut umumnya renggang dengan
dan lepas pantai sama. kedalaman yang berangsur-angsur, kecuali di
Proses dominan yang berkembang di daerah lepas pantai relatif lebih rapat yang
pantai berpasir dengan sedimen lepas pantai menunjukkan adanya beda tinggi yang besar.
dapat dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu :
Proses marine berupa abrasi, dimana air Sedimen dan Mineral Dasar Laut serta
laut menerobos jauh sampai ke pantai yang hubungannya dengan batuan sumber
terjadi di pantai di desa Sarang meduro, di TPI Berdasarkan peta sebaran sedimen dasar
Sarang , Di Teluk Bonang dan sepanjang pantai laut (Gambar-2) secara horisontal dari hasil
dekat jalan di desa Blimbing. Sehingga mineral analisis besar butir contoh sedimen yang di
yang terdapat di laut dan di pantai bercampur ambil dari dasar laut perairan Kabupaten
dengan kandungan mineral yang ada pada Rembang, terdiri dari endapan pasir, lanau
sedimen pantai pasiran (pasir halus) dan lanau Endapan pasir
Proses fluviatil berupa sedimentasi di banyak mengandung kandungan mineral yang
sekitar muara-muara sungai, dimana sungai – sangat tinggi dibandingkan dengan lanau pasiran
sungai yang membawa pelapukan material dan lanau
batuan dari darat diendapkan sepanjang pantai Hasil analisis mineral di pantai dan lepas
yang membentuk tanah-tanah timbul sepanjang pantai terdiri dari mineral hitam (Mineral berat)
pantai Kabupaten Rembang. yaitu: magnetit, pirit, hematit, zirkon, ilmenit,
Arus sepanjang pantai (longshore current) diopsid, augit, kuarsa, biotit, muskovit, dolomit
yang dominan adalah dari arah timur ke barat, dan hornblende.
hal ini ditandai dengan arah gosong pantai (split) Mineral-mineral dalam sedimen dasar laut
yang mengarah ke barat seperti gosong pantai tersebut berasal dari sedimen asal daratan yang
sepanjang daerah Dasun sampai Tireman dan ditransport melalui sungai-sungai yang
sebaliknya gosong pantai yang mengarah dari bermuara di lepas pantai, kemudian diendapkan
barat ke timur yaitu dari Desa Pandangan Kulon oleh gelombang laut dan arus sejajar pantai
sampai Desa Tanjung. Berdasarkan hal tersebut sepanjang pantai perairan Kabupaten Rembang.
maka banyak mineral diendapkan disebelah Magnetit, hematit dan ilmenit merupakan
barat daerah penelitian. mineral hitam yang mempunyai kandungan yang
Sedangkan pantai berbatu dan pantai tingggi, kedua mineral tersebut merupakan
terumbu sangat resisten sehingga proses marin penyusun utama dari batuan andesit.
yang sangat dominan, dengan demikian proses Secara geologi Kabupaten Rembang
abrasi akan mengikis batuan tersebut. merupakan daerah batugamping, batuan beku
Berdasarkan hal tersebut maka hubungan antara andesit dan pasir kuarsa mempunyai potensi
sedimen sepanjang pantai dengan batuan bahan galian tambang yang cukup besar, saat ini
sumber adalah sebagai berikut: pantai berpasir telah dimanfaatkan sebagai salah satu sumber
kemungkinan berasal dari batupasir Ngrayong pendapatan daerah dan masyarakat.Mineral
yang dominan akan kuarsa. Pantai berlumpur hitam (magnetit, pirit, hematit, hornblenda dan
kemungkinan berasal dari napal dan lempung biotit) kemungkinan berasal dari batuan andesit
dari Formasi Ledok, sedangkan pantai berbatu yaitu dari Endapan Breksi Gunungapi (Qvb).
yaitu breksi berasal dari batuan gunung api, Pasir kuarsa (SiO2), adalah mineral yang
serta batugamping berasal dari Formasi Bulu sangat umum terdapat di pantai dan lepas pantai
Kabupaten Rembang. Di beberapa tempat
Kedalaman Dasar Laut terdapat pasir yang mengandung kuarsa hampir
Morfologi dasar laut perairan 4 mil 100%. Kuarsa umumnya bening, tetapi kadang
Kabupaten Rembang yang mempunyai putih kekuningan. Beberapa kuarsa digunakan
kedalaman hingga 25 meter. Di beberapa daerah sebagai batu perhiasan dan gelas. Kuarsa berasal
yang lebih dalam relatif datar karena adanya dari batupasir kuarsa Formasi Ngrayong (Tmn)
pengendapan sedimen-sedimen asal darat yang

JURNAL GEOLOGI KELAUTAN


142 Volume 9, No.3, Desember 2011
Berdasarkan hal tersebut, maka Daerah Kabupaten Rembang yang telah bekerja
kemungkinan batuan induk dari kandungan sama dengan baik serta rekan-rekan satu tim di
mineral yang terdapat di pantai dan lepas pantai lapangan, atas dorongan dan motivasi yang
adalah batuan andesit dari batuan breksi diberikan dan kerjasamanya selama di lapangan
vulkanik dan batupasir kuarsa fomasi ngrayong, sampai selesainya tulisan ini, serta kepada
sedangkan batugamping berasal dari Formasi editor yang telah membantu dalam terbitnya
Bulu dan formasi wonocolo tulisan ini.

KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA


Mineral hitam (magnetit, pirit, hematit, Bemmelen, R.W., 1949, The Geology of
hornblenda dan biotit) kemungkinan berasal dari Indonesia, Martinus Nijhoff, Vol.1A. The
batuan andesit yaitu dari Endapan Breksi Haque.
Gunungapi (Qvb). Kuarsa berasal dari batupasir Dolan, R., Hayde, B. P., Hornberger, G.,Zieman,
kuarsa Formasi Ngrayong (Tmn), sedangkan J and Vincent, M.K., 1972. Classification of
batugamping berasal dari Formasi Bulu dan the
Formasi Wonocolo.
Mineral-mineral dalam sedimen dasar laut coastal environments of the word.I. The Americas
tersebut berasal dari sedimen asal daratan yang Folk, R.L., 1980, Petrology of sedimentary
ditransport melalui sungai-sungai yang rocks, Hemphill publishing Company,
bermuara di lepas pantai, kemudian diendapkan Austin, Texas.
oleh gelombang laut dan arus sejajar patai
Kadar, dan Sudijono. 1993, Peta Geologi Lembar
sepanjang pantai perairan Kabupaten Rembang
Rembang, jawa. Skala 1:100.000. Pusat
UCAPAN TERIMA KASIH. Penelitian dan Pengembangan geologi.
Penulis mengucapkan banyak terimakasih
kepada Ir. Subaktian Lubis, M.Sc., selaku Kepala
Puslitbang Geologi Kelautan. Serta Pemerintah

JURNAL GEOLOGI KELAUTAN


Volume 9, No.3, Desember 2011
143
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN
144 Volume 9, No.3, Desember 2011