Anda di halaman 1dari 11

BENTUK NEGARA DAN SISTEM PEMERINTAHAN

YANG IDEAL DI INDONESIA

Dosen Pembimbing:
Dr. Iskandar A. Gani, S.H., M.Hum.
19660616 199102 1 001

Disusun Oleh:
Imtiaz 1803101010162
T.M Habil Hawari 1703101010156
Feby Prayuda Putra 1803101010172
Reski Afrizal 1803101010289
Muhammad Ikram 1803101010203
Yudi Fachrurrazi 1803101010215
Radinal Alam 1803101010169
M. Rifky Fadhil 1803101010152
Harris Nur Iman 1803101010366
Haniful Huda 1803101010264

FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS SYIAH KUALA
Bentuk Negara dan sistem pemerintahan yang ideal di Indonesia

1. Bentuk Negara
A. Negara
Negara adalah sekumpulan orang yang menempati wilayah tertentu dan diorganisasi oleh
pemerintah negara yang sah, yang umumnya memiliki kedaulatan. Negara juga merupakan suatu
wilayah yang memiliki suatu sistem atau aturan yang berlaku bagi semua individu di wilayah
tersebut, dan berdiri secara independent. Syarat primer sebuah negara adalah memiliki rakyat,
memiliki wilayah, dan memiliki pemerintahan yang berdaulat. Sedangkan syarat sekundernya
adalah mendapat pengakuan dari negara lain.

B. Bentuk Negara
Ada dua bentuk negara yang dikenal di dunia saat ini, yakni kesatuan (Unitaris) dan serikat
(federasi).
1. Negara Kesatuan (Unitaris):
Negara kesatuan merupakan merupakan bentuk negara yang kekuasaan tertingginya berada di
pemerintahan pusat. Secara hierarkinya, negara kesatuan merupakan negara yang bersusunan
tunggal yang berarti tidak ada negara didalam negara. Negara kesatuan dibedakan kembali
menjadi dua yaitu sistem sentralisasi dan desentralisasi. Dalam sistem sentralisasi, semua
persoalan diatur oleh pemerintah pusat. Daerah bertugas menjalankan perintah dari pusat tanpa
diberikan kewenangan. Sedangkan dalam desentralisasi, daerah diberikan kewenangan untuk
mengatur urusan rumah tangga sendiri (hak otonomi) sesuai kebutuhan dan peraturan yang juga
diatur oleh pemerintah pusat.
Ciri - Ciri Negara Kesatuan:
1. Hanya terdiri satu undang-undang dasar, kepala negara, dewan menteri dan dewan perwakilan
rakyat.
2. Kedaulatan negara mencakup kedaulatan ke dalam dan kedaulatan ke luar yang telah
ditandatangani oleh pemerintah bagian pusat.
3. Menganut dua sistem, yaitu sentralistik atau dari pusat dan desentralistik atau dari daerah.
4. Hanya menggunakan satu kebijakan terhadap masalah yang dihadapi seperti ekonomi, sosial,
politik, budaya, keamanan dan pertahanan.
Contoh negara kesatuan yaitu Indonesia, Filipina, Jepang, Tionghoa, Belanda, dsb.
2. Negara Serikat (Federasi)
Negara serikat merupakan bentuk negara yang didalamnya terdapat beberapa negara yang
disebut negara bagian. Negara - negara tersebut ada yang merupakan penggabungan diri atau
hasil pemekeran bagian. Dalam negara serikat, dikenal 2 macam pemerintahan didalamnya yaitu
pemerintahan federal dan pemerintahan negara bagian. Pemerintahan federal biasanya mengatur
urusan bersama dari semua anggota negara bagian seperti hubungan Internasional, pertahanan,
mata uang, dan komunikasi.

Ciri - Ciri Negara Federasi:


1. Kepala negara yang telah dipilih rakyat dan bertanggung jawab terhadap rakyatnya.
2. Kepala negara memiliki hak veto yang dapat diajukan oleh parlemen.
3. Masing-masing negara bagian mempunyai kekuasaan asli namun tidak memiliki kedaulatan.
4. Tiap-tiap negara bagian mempunyai wewenang menyusun undang-undang dasar sendiri.
5. Pemerintah pusat mempunyai kedaulatan terhadap negara bagian dalam urusan dalam maupun luar.
Contoh negara federasi yaitu Amerika Serikat, Rusia, Malaysia, India, Australia, dsb.

2. Sistem Pemerintahan
A. Definisi
Definisi Sistem

Suatu hal yang bukan satu atau kompleks namun terorganisasi itu disebut dengan sistem . Sistem
menghimpun dan memadu suatu bagian dan membentuk suatu rencana keseluruhan yang
kompleks.

Di dalam sistem ada pola yang membagi dan menghubungkan suatu item atau komponen yang
mempunyai suatu fungsi atau suatu parameter yang sama agar saling terhubung satu sama lain.
Suatu pandangan agar sesuatu yang kompleks agar bisa dimengerti disebut juga sistem. Sistem
adalah batasan metode dimana metode tersebut akan memkoridorkan batasan masalah yang akan
di hubungkan atau komponen komponen yang memiliki suatu parameter kesamaan saling
terhubung dalam suatu batasan.
Definisi Pemerintahan

Proses ketatanegaraan dalam Negara. Pemerintah merupakan kelengkapan atau alat pelaksana
untuk menjalankan pemerintahan di suatu negara. Fungsi pemerintah adalah menjalankan tugas-
tugas yang esensial dan fakultif yang dibutuh kan Negara agar tetap berdaulat dan sejahtera.
Tugas esensial atau tugas asli Negara dari pemerintah adalah mempertahankan negara agar tetap
diakui dan berdaulat.

Sedangkan tugas fakultatif negara adalah agar rakyat tetap dalam koridor sejahtera baik secara
umum, pendidikan, logika, etika, estetika , sosial, hukum dan ekonomi.

Definisi Sistem Pemerintahan

suatu sistem untuk menjaga kestabilan masyarakat dalam banyak segi sosial, norma, dan
ekonomi, menjaga kestabilan sistem dalam menjaga kedaulatan negara, menjaga kekuatan dari
segi pertahanan, ekonomi, politik dan keamanan dimata dunia sehingga menjadi suatu sistem
pemerintahan yang berkelanjutan untuk memenuhi tugas esensial dan fakultif dari suatu Negara.

Macam – Macam Sistem Pemerintahan di Dunia


1. Monarki

Monarki adalah sebuah dukungan terhadap pendirian, pemeliharaan, atau pengembalian sistem
kerajaan sebagai sebuah bentuk pemerintahan dalam sebuah negara.

Jenis- Jenis Monarki adalah sebagai Berikut:

A. Monarki Absolut

Monarki absolut merupakan suatu sistem pepmerintahan dimana Raja memiliki kekuasaan penuh
terhadap negaranya. Monarki absolut sering juga disebut sebagai monarki mutlak. Perdana
Menteri dalam sistem pemerintahan Monarki Abslout hanya sebagai simbolis dari sebuah sistem
pemerintahan suatu negara.

Contoh : Brunei Darusaalam, Arab Saudi, Oman, Qatar, Eswatini (Swaziland).

B. Monarki Konstitusional

Sistem pemerintahan monarki konstitusional merupakan sistem pemerintahan yang mengakui


bahwa raja adalah kepala suatu negara. Monarki konstitusional biasanya menggunakan Politik
Tiga Serangkai (Trias Politica) yang berarti bahwa raja hanya ketua simbolis cabang eksekutif.
Jika Raja memiliki kekuasaan penuh terhadap suatu negaranya, maka itu bukan sistem
pemerintahan monarki konstitusional, melainkan monarki absolut.

Contoh : Inggris, Belanda, Belgia, Kuwait, Jepang, Malaysia, Thailand, Maroko, dan Spanyol.

C. Monarki Parlementer

Sistem pemerintahan ini merupakan sistem pemerintahan yang menggunakan raja sebagai kepala
negara dan menempatkan parlemennya (DPR) sebagai pemegang kekuasaan tertinggi. Dalam
sistem pemerintahan ini, Kekuasaan tertinggi dipegang oleh Kabinet (Perdana Menteri) dan
bertanggung jawab pada parlemen. Dalam Monarki Parlementer, raja hanya sebagai simbol
kekuasaan dan kedudukannya tidak dapat diganggu guagat.

Contoh : Belgia, Thailand, dan Jepang

2. Republik

A. Republik Absolut

Dalam republik absolut, pemerintahan bersifat diktator. Hukum dimanipulasi hingga mendukung
kekuasaannya. Perbedaan utama antara monarki absolut dengan republik absolut adalah bahwa
dalam monarki absolut kekuasaan raja diwarisi dari para pendahulunya, sedangkan dalam
republik absolut kekuasaan bisa didapat melalui berbagai cara, seperti kudeta (perebutan
kekuasaan) atau pemilu yang curang.

Contoh : Jerman pada masa Hitler, Italia pada masa Mussolini, dan Spanyol pada masa Jenderal
Franco.

B. Republik Konstitutional

Sistem pemerintahan Republik Konstitusional merupakan sistem pemerintahan yang dapat


menerapkan sistem pemerintahan presidensial maupun parlementer.

Contoh : Indonesia dan Amerika Serikat

C. Republik Parlementer

Dalam sistem pemerintahan republik parlementer, berarti suatu negara di kepalai oleh seorang
presiden, namun kekuasaan tertinggi ada pada Perdana Menteri yang memimpin kabinet. Para
menteri tersebut memiliki hak prerogatif yaitu hanya sebagai kehormatan saja

Contoh : Jerman, Italia, dan India


3. Aristokrasi

Aristokrasi berasal dari Bahasa Yunani Kuno, Aristo yang berarti terbaik dan Kratia yang berarti
untuk memimpin. Dengan demikian, Aristokrasi adalah sistem pemerintahan yang dipimpin oleh
individu yang terbaik. Contoh negara yang menggunakan bentuk pemerintahan ini adalah Yunani.

4. Oligarki

Oligarki adalah bentuk pemerintahan yang kekuasaan politiknya secara efektif dipegang oleh
kelompok elit kecil dari masyarakat, baik dibedakan menurut kekayaan, keluarga, atau militer.
Contoh negara yang menggunakan bentuk pemerintahan ini adalah Rusia.

5. Demokrasi

Demokrasi adalah bentuk atau sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan
kedaulatan rakyat atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut.

Salah satu pilar dalam sistem demokrasi adalah prinsip Trias Politica yang membagi tiga
kekuasaan politik negara (legislatif, eksekutif, dan yudikatif) untuk diwujudkan dalam tiga jenis
lembaga negara yang bersifat independen dan berada dalam peringkat yang sejajar antara satu
dengan yang lainnya. Kesejajaran atau independensi ketiga jenis lembaga negara ini diperlukan
agar ketiga lembaga tersebut dapat saling mengawasi dan saling mengontrol berdasarkan prinsip
check and balances.

Contoh negara yang menggunakan bentuk pemerintahan ini adalah Indonesia dan Amerika
Serikat

6. Otokrasi

Otokrasi berasal dari Bahasa Yunani Autokrator, yang berarti berkuasa sendiri. Otokrasi adalah
suatu bentuk pemerintahan yang kekuasaan politiknya dipegang oleh satu orang. Otokrasi
biasanya dibandingkan dengan oligarki dan demokrasi. Contoh negara yang menggunakan
bentuk pemerintahan ini adalah Jerman pada masa Adolf Hitler.

7. Emirat

Emirat adalah sebuah wilayah yang dipimpin oleh seorang Emir. Contoh, Uni Emirat Arab yang
merupakan sebuah negara yang terdiri dari 7 (tujuh) emirat federal yang masing-masing
diperintah oleh seorang Emir. Contoh negara yang menggunakan bentuk pemerintahan ini adalah
Uni Emirat Arab.
8. Plutokrasi

Plutokrasi adalah sistem pemerintahan yang mengacu pada suatu kekuasaan atas dasar kekayaan
yang mereka miliki. Sejarah mencatat bahwa keterlibatan kaum hartawan dalam politik
kekuasaan berawal di kota Yunani, untuk kemudian di-ikuti di kawasan Venisia, Genoa, dan Pisa
di daerah Italia.

3. Pemerintahan di Indonesia
Indonesia adalah negara berbentuk negara kesatuan dengan prinsip otonomi daerah yang
luas. Negara kesatuan adalah bentuk negara berdaulat yang diselenggarakan sebagai satu
kesatuan tunggal. Negara kesatuan menempatkan pemerintah pusat sebagai otoritas tertinggi
sedangkan wilayah-wilayah administratif di bawahnya hanya menjalankan kekuasaan yang
dipilih oleh pemerintah pusat untuk didelegasikan. Wilayah administratif di dalam negara
Indonesia saat ini terbagi menjadi 34 provinsi.
Bentuk pemerintahan negara Indonesia adalah republik konstitusional, sedangkan sistem
pemerintahan negara Indonesia adalah sistem presidensial. Bentuk pemerintahan republik
merupakan pemerintahan yang mandat kekuasaannya berasal dari rakyat, melalui mekanisme
pemilihian umum dan biasanya dipimpin oleh seorang presiden.
Sistem presidensial adalah sistem negara yang dipimpin oleh presiden. Presiden adalah kepala
negara sekaligus kepala pemerintahan. Presiden dan wakil presiden dipilih secara langsung oleh
rakyat melalui pemilihan umum. Presiden dalam menjalankan pemerintahan dibantu oleh
menteri-menteri. Presiden berhak mengangkat dan memberhentikan para menteri. Para menteri
atau biasa disebut sebagai kabinet bertanggung jawab terhadap presiden.Presiden dalam
menjalankan pemerintahannya diawasi oleh parlemen.
Parlemen di Indonesia terdiri dari dua bagian yakni, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan
Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Anggota DPR dan DPD dipilih secara langsung oleh rakyat
melalui pemilihan umum. Pemilihan umum untuk memilih anggota DPR merupakan pemilihan
umum yang diselenggarakan oleh sebuah komisi pemilihan umum dengan mekanisme
kontestasinya berbentuk pemilihan umum multi partai. Pemilihan umum untuk memilih anggota
DPD juga diselenggarakan oleh komisi pemilihan umum dengan mekanisme kontestasinya
berasal dari calon perseorangan dengan syarat-syarat dukungan tertentu yang mewakili wilayah
administrasi tingkat 1 atau provinsi.
Anggota-anggota DPR dan DPD merupakan anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)
yang bersidang sedikitnya satu kali dalam 5 (lima) tahun. MPR merupakan lembaga tinggi
negara berwenang untuk mengubah dan menetapkan undang-undang dasar negara. MPR adalah
lembaga tinggi negara yang melantik presiden dan wakil presiden. MPR hanya dapat
memberhentikan presiden dan atau wakil presiden dalam masa jabatannya menurut undang-
undang dasar.
4. Perwujudan Pemerintahan yang Ideal di Indonesia
Kami Mempunyai beberapa pendapat untuk sistem pemerintahan yang ideal bagi
Indonesia namun kesemuanya menganggap negara federasi lebih baik bagi Indonesia dengan
negara yang memiliki pulau serta kebudayaan yang berbeda-beda

Beberapa Pendapat itu kami bagi menjadi 7, yaitu:

1. Sistem federasi akan menyelesaikan berbagai persoalan yang melanda tanah air dengan cepat.
Mulai dari persoalan ekonomi, politik, hingga budaya.

Dalam sistem federasi yang diterapkan di Indonesia, tentu ada beberapa aspek yang
masih tetap harus menjadi kekuatan pemerintah pusat. Seperti persoalan pertahanan dan
keamanan, moneter dan kelautan. Sedangkan untuk urusan luar negeri bisa dikerjakan bersama
antara pusat dan negara bagian federasinya.

prinsip dan substansi kekuatan federasi terletak pada prinsip persatuannya, sementara sistem
NKRI lebih monolitik karena disatukan secara sentralistik. kalau diukur menggunakan rasio
kemajuan ekonomi antara sistem federasi dengan kesatuan, tentu apa yang menjadi cita-cita
pemerataan ekonomi dan pembangunan akan melaju dengan sangat cepat dibanding dengan
sistem kesatuan.

Ditopang juga dengan penguatan budaya di wilayah-wilayah federasi, maka Indonesia akan
menjadi Negara bercorak Multi Kultural yang sangat kuat.

Walau begitu, tentu juga ada resiko apabila perubahan tersebut dilakukan. Krna juga Akan ada
sejumlah pembagian yang dilakukan. Mulai dari pembagian kekuatan politik, ekonomi, sosial
dan budaya dibutuhkan azas kolektivitas untuk mencapai kedudukan setara antar wilayah-
wilayah federasi.

Untuk mencapai itu, keputusan Presiden dalam menentukan kebijakan yang menjadi hak-hak
otoritasnya tetap bersifat prerogratif. Dari penguatan wilayah-wilayah melalui sistem federasi,
apa yang kita cita-citakan sebagai tatanan masyarakat yang adil dan madani akan tercapai dengan
cepat.

2. Indonesia ada lah negara yang sangat luas maka Jaminan pemerataan alokasi dan pendapatan
lebih terjamin, soalnya pemasukan negara bukan dari pusat ke daerah lagi, tapi daerah yang
membangun pusat. Kebudayaan dan kepribadian daerah pun juga lebih terlihat, daerah
bisa memiliki simbol sendiri yang mewakili daerah. Karena pemerintah daerah punya hak buat
mencampuri aturan pusat yang dianggap tidak sesuai, maka kepribadian daerah bisa terjaga.
Kelebihan ini sangat bagus bila di terapkan bagi kelangsungan qanun syariat di Aceh dan tidak
mengikuti aturan pemerintah pusat yang bertentangan dengan qanun Aceh.
3. Federasi ini negara yang memiliki pemerintahan dimana negara bagiannya bekerjasama
dalam membentuk suatu kesatuan yang Sehingga dari masing-masing negara bagian memiliki
beberapa otonomi khusus dan juga pemerintahan pusat yang mengatur beberapa urusan yang
dianggap nasional.

4. Dengan luasnya negara Indonesia ini ditambah banyak tiap wilayahnya terpisah oleh pulau
maka pemerintah pusat sulit menjangkau serta melakukan pemerataan baik dari segi anggaran
maupun pemanfaatan sumber daya alam yang ada. Dengan adanya sistem federasi maka setiap
wilayah bisa memaksimalkan potensi wilayahnya sendiri tanpa harus menunggu persetujuan dari
pusat. Mengenai Sistem Presidensil di Indonesia sendiri sudah baik, namun Rakyat kurang
dilibatkan dalam sistem ini. Maka, Indonesia harusnya menganut sistem presidensial tetapi juga
melibatkan rakyatnya dalam pemerintahan nya.

5. Federasi jika diterapkan di Indonesia, keuntungannya adalah pemerataan ekonomi dan


kemakmuran lebih cepat terlaksana daripada sistem pemerintahan terpusat pada negara kesatuan.
Juga dapat Mendorong Inovasi dalam Hukum dan Kebijakan, juga persaingan antara daerah atau
negara bagian akan semakin sehat dan kondusif sehingga turut mendukung stabilitas nasional
secara keseluruhan, dan pemerataan dan keadilan sosial lebih mudah diwujudkan

6. Berbicara mengenai bentuk negara yang ideal bagi NKRI, jika kita liat dari penerapan yang
terjadi pada saat ini. Bentuk negara kesatuan belumlah efektif dan ideal bagi negara Indonesia
saat ini. Selain dikarenakan wilayah Indonesia yang sangat luas sehingga cakupan pemerataan
dan kesejahteraan nya tidak efektif. Dan faktor lainnya seperti kasus koruptor. Yang dapat
mengakibatkan ketidakstabilan dalam pemerintahan.

Oleh karena itulah kita merujuk pada konsep negara federasi bagi Indonesia yang dinamis sesuai
yang pernah ditawarkan oleh Prof. Dr. Amin Rais di penghujung tahun 1999.

Federasi adalah sebuah bentuk dan konsep bernegara dimana dalam pengertian modern, sebuah
federasi adalah sebuah bentuk pemerintahan dimana beberapa negara bagian bekerja sama dan
membentuk negara kesatuan. Masing-masing negara bagian memiliki beberapa otonomi khusus
dan pemerintahan pusat mengatur beberapa urusan yang dianggap nasional. Dalam sebuah
federasi setiap negara bagian biasanya memiliki otonomi yang tinggi dan bisa mengatur
pemerintahan dengan cukup bebas.

Namun ada juga pendapat yang tidak menginginkan negara federasi dan lebih memilih kesatuan

salah satunya:

- Memang kata Federasi bukanlah kata asing bagi sistem politik Indonesia. Karena sejak awal
kelahiran negara Indonesia. Sistem federasi pernah digunakan sebagai bentuk negara Indonesia
pada masa Orde Lama dahulu. Pada tahun 1949 setelah perjanjian Konferensi Meja Bundar
(KMB),yang dilakukan oleh pihak Indonesia dan Belanda. Telah menyepakati bentuk negara
Indonesia adalah negara serikat/federasi. Indonesia berbentuk negara serikat hanya berselang
satu tahun saja, hingga kembali kepada bentuk negara kesatuan pada tahun 1950.

Sehingga tidak heran, hingga saat ini sistem negara federasi sangat tabu. Karena bentuk negara
federasi sering disebut-sebut bentukannya belanda. Atau kalau saya mau lebih frontal. "Negara
boneka" Belanda karena dahulu pada Konferensi Meja Bundar tersebut. Belanda lebih
menginginkan Indonesia berbentuk federasi. Sehingga kata federasi terdengar sangat tabu untuk
diwacanakan. Terutama era orde baru, yang lebih mengedepankan sistem pemerintahan yang
sentralistik.

Wacana negara federasi kembali mengemuka setelah adanya era Reformasi. Hal ini dikarenakan
banyaknya daerah-daerah di Indonesia yang ingin melepaskan diri dari Indonesia, ketika era orde
baru berkuasa. Terutama di luar pulau Jawa. Karena timpangnya pembangunan era orde baru
yang terkesan sentralistik pada saat itu. Sehingga wacana negara federasi dapat menjadi solusi,
agar Indonesia tidak Bubar seperti Uni Soviet dan Yugoslavia.

beragamnya masyarakat Indonesia adalah suatu alasan terbesar kenapa para tokoh-tokoh nasional
masih takut untuk menerapkan sistem federasi untuk indonesia. Indonesia merupakan negara
yang paling beragam , bahkan paling beragam di dunia. Berbeda dengan negara Amerika Serikat,
yang mana jumblah etnis dan suku tidak sebanyak di Indonesia. Sehingga kalaupun Amerika
berbentuk federasi, masyarakat Amerika tetap dapat dipersatukan dalam wadah negara federal.
Sedangkan Indonesia, jika berbentuk federasi seperti negara Amerika Serikat. Tentu akan sangat
banyak daerah-daerah yang mau di akomodir kepentingannya, sehingga pada akhirnya
mendirikan negara sendir

Walaupun secara logika sistem negara federasi jauh lebih cocok untuk mengakomodir segala
kepentingan masyarakat Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, agama, bahasa, maupun Etnis

Namun menurut saya negara Kesatuan lebih ideal dari pada federasi jika diterapkan diindonesia
dimana dapat dilihat dari masyarakat dan pemerintahannya dengan tidak membagi bagi
kekuasaannya dimana jika kekuasaan dibagi2 seperti pada federasi maka beberapa wilayah
Indonesia akan memilih untuk melepas diri karena memiliki kekuasan tersendiri makanya dalam
hal ini kesatuan lah yang lebih cocok untuk mempersatukan Wilayah Indonesia.
Kesimpulan

Dalam sistem yang dibuat oleh manusia banyak kekurangan dan kelemahan dan tidak akan
mendapatkan yang sempurna sama halnya dengan sistem pemerintahan ini..

Namun Kelompok kami sendiri lebih memilih Federasi

dikarenakan bagian Indonesia sangat luas dan aturan yang seharusnya berbeda-beda disetiap
daerah Namun Presiden wajib memiliki kekuatan yang kuat agar tak terjadi perang saudara dan
hal lainnya