Anda di halaman 1dari 11

CRITICAL BOOK REPORT

MANAJEMEN LABORATORIUM

DISUSUN OLEH :

AINI FITRI

M.D. PERMATASARI

MELIA IVANA MUNTHE

NURHALISAH PUTRI

RANGGA ADINATA

BIOLOGI NON KEPENDIDIKAN C 2019

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN


KATA PENGANTAR

Segala puji bagi tuhan yang Maha Esa yang telah memberikan kesempatan
kepada saya untuk menyelesaikan tugas ini dengan penuh kemudahan dan
kelancaran.Tanpa kemudahanya mungkin penulis tidak akan dapat menyelesaikan
tugas critical book review ini.

Critical book review ini disusun untuk membahas tentang mata kuliah
MANAJEMEN LABORATORIUM, yang di ambil dan diamati dari dua buah
buku.Dalam penyusunan tugas ini,penulis menyadari bahwa masih memiliki banyak
kekurangan dalam penyusunan isi atau materi pada kalimat.Namun demikian,
perbaikan dan penyempurnaan tugas ini sangat diharapkan dari kritik ataupun saran.

Penulis mengucapkan terimakasih banyak kepada seluruh pihak yang telah


memudahkan penulis dalam penyusunan tugas ini dan penulis berharap semoga tugas
ini berguna dan bermanfaat bagi pembaca.

Medan,21 Nopember 2019

Penulis
DAFTAR ISI

Kata Pengantar....................................................................................................... ....i

Daftar Isi ...................................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................1

1.1 LatarBelakang ...................................................................................1


1.2 Tujuan Penulisan ...............................................................................1
1.3 ManfaatPenulisan ..............................................................................
BAB II ISI BUKU ..............................................................................................

2.1 Buku Utama .....................................................................................


2.2 Buku Pembanding …………………………………………………
BAB III PEMBAHASAN ....................................................................................

3.1 Kelebihan dan Kelemahan Buku .......................................................


BAB IV PENUTUP ..............................................................................................

4.1 Kesimpulan ......................................................................................


4.2 Saran ..................................................................................................
DaftarPustaka .........................................................................................................
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kata Laboratorium berasal dari bahasa Latin yang berarti “tempat bekerja”.
Dalam perkembangannya, kata laboratorium mempertahankan arti aslinya, yaitu
“tempat bekerja” khusus untuk keperluan penelitian ilmiah. Laboratorium adalah
suatu ruangan atau kamar tempat melakukan kegiatan praktek atau penelitian yang
ditunjang oleh adanya seperangkat alat-alat serta adanya infrastruktur laboratorium
yang lengkap (ada fasilitas air, listrik, gas dan sebagainya).

Pengelolaan Laboratorium (Laboratory Management) adalah usaha untuk


mengelola Laboratorium. Bagaimana suatu Laboratorium dapat dikelola dengan baik
sangat ditentukan oleh beberapa faktor yang saling berkaitan satu dengan yang
lainnya. Beberapa alat-alat lab yang canggih, dengan staf propesional yang terampil
belum tentu dapat beroperasi dengan baik, jika tidak didukung oleh adanya
manaJemen Laboratorium yang baik. Oleh karena itu manajemen lab adalah suatu
bahagian yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan Laboratorium. Suatu
manajemenlab yang baik memiliki sistem organisasi yang baik, uraian kerja (job
description) yang jelas, pemanfaatan fasilitas .yang efektif, efisien, disiplin, dan
administrasi lab yang baik pula.

Ketika sains dan teknologi berkembang pesat dan menjadi salah satu mata
pelajaran penting dalam kurikulum di banyak sekolah di Eropa, termasuk negeri
Belanda, banyak pendidik/pengajar sains merasa perlu mengadakan ruang tempat
siswa melakukan kegiatan yang berkaitan dengan sains. Para pendidik itu
berpandangan bahwa sains adalah suatu ilmu empiris, yaitu ilmu yang didasari atas
pengamatan dan eksperimentasi (percobaan). Jadi, pengamatan dan eksperimentasi
adalah bagian integral pendidikan sains.
1.2 Tujuan Penulisan
1. Untuk memenuhi tugas dari mata kuliah Manajemen Laboratorium
2. Melatih dan meningkatkan pengetahuan kreativitas mahasiswa
3. Mahasiswa lebih memahami dan mendalami pokok bahasan Teknik dalam
laboraturium

1.3 Manfaat Penulisan

1. Agar mahasiswa lebih memahami dan mendalami pokok bahasan khususnya


tentang teknik laboratorium.
2 Agar mahasiswa mampu berpikir Pentingnya keamanan Laboratorium.
3 Untuk memahami bagaimana menggunakan laboratorium yang baik..
BAB II
ISI BUKU

2.1 Buku 1
2.1.1 Identitas Buku
Judul :Teknik Dasar Analisis Biologi Molekuler

ISBN : 987-602-280-766-7

Pengarang :Dr. Ir. Maftuchah, M.P.

Dr. Ir. Aris Winaya, M.M, M.Si.

Ir. Agus Zainuddin, M.P.

Penerbit :Deepublish

Tempat Terbit :Yogyakarta

Tahun terbit :2014

Jumlah halaman : 239 Halaman

2. Ringkasan Isi Buku

Pada pelaksanaan pekerjaan di laboratrium molekuler, diperlukan kemempuan


peneliti dalam melaksanakan serangkaian pekerjaa secara mandiri. Berbagi kegiatan
mulai persiapan alat, persiapan bahan, pembuatan larutan stok, penangan keamanan
bekerja, pemilihan prosedur yang akan dipakai, analisis data, hingga penanganan
limbah setelah suatu pekerjaan selesai dipakai harus dikuasai.Berbagai pengetahuan
dasar khususnya tentang teknik pemakaian peralatan laboratorium secara tepat dalam
suatu pekerjaan dilaboratorium sangat diperlukan untuk menghindari terjadinya
kesalahan-kesalahan yang dapat merugikan. Beberapa teknik pemakaian peralatan
laboratorium tesebut adalah :

1. Teknik pemakaian ruang bahan kimia atau almari bahan kimia

Cara dan tempat penyimpanan bhan bahan kimia di laboratorium harus disesuaikan
dengan sifat masing-masing bahan kimia tersebut. . Bahan kimia yang dapat disimpan
pada suhu ruang biasanya diletakkan secara Iangsung pada almari bahan kimia. Akan
tetapi, ada beberapa jenis bahan kimia yang harus disimpan pada suhu 4°c maupun -
20°C, sehingga tempat penyimpanan bahan kimia tersebut selalu perlu dilengkapi
dengan perlengkapan pendingin suhu, sebagaimana kulkas dan frezeer.
Selain bahan kimia yang utuh (masih dalam kemasan/botol yang asl), ada pula bahan
kimia yang disimpan dalam bentuk larutan stok. Informasi yang Iengkap perlu
dicantumkan pada masing-masing botol larutan stok, yang meliputi: jenis bahan
kimia, konsentrasi stok, tanggal pembuatan, dan nama pembuat. Almari tempat
penyimpanan larutan stok harus dipisahkan dengan bahan kimia yang masih utuh.
Demikian pula, penyimpanan bahan kimia berbahaya harus mendapatkan perhatian
khusus agar tidak membahayakan pengguna.

2. Teknik Penggunaan Ruang Steril


Berbagai aktifitas yang dilakukan pada kegiatan analisis molekuler memerlukan
kondisi sterilitas yang tinggi untuk mencegah terjadinya kontaminasi. Ruang steril
dipergunakan untuk melaksanakan pekerjaan yang memerlukan sterilitas tinggi
tersebut. Jika lokasi terbatas, maka fungsi ruang steril dapat digantikan dengan
penggunaan laminar air flow cabinet. Dalam pemakaiarinya, harus dipisahkan antara
laminar air flow cabinet yang diperuntukkan bagi pekerjaan yang memerlukan
sterilitas.

3. Teknik pengguaan ruang kerja


Ruang kerja dan meja kerja merupakan suatu tempat yang dipergunakan oleh peneliti
untuk meletakkan berbagai peralatan utama di laboratorium, seperti: mikroskop, pH
meter, elektrotoresis, mesin PCR (Po/ymerase Chain ReactiOn. centrifuge, shaker, in
ku bator, shaker incubator, vortex, rotator, dan lain-lain.
Dalam ruang kerja selalu dilengkapi dengan meja kerja yang dipergunakan untuk
mempersiapkan segala pekeriaan di laboratorium, misalnya: penulisan buku kerja,
persiapan media. pembuatan larutan stok, persiapan regensia PCR, persiapan proses
elektroforesis, dan sebagainya. Harus diingat, bahwa mepa kerja harus selalu
dibersihkan baik sebelum melaksanakan pekerjaan maupun setelah menyelesaikan
pekerjaan. Kebersihan meja kerja menjadi tanggung jawab seluruh pengguna
laboratorium. Adanya bahan kimia berbahaya yang tertinggal di meja kerja akan
sangat membahayakan bagi pengguna laboratorium.
Dalam setiap kegiatan, seorang peneliti biasanya menggunakan meja kerja yang
terpisah dengan peneliti lain. Hal ini perlu dilakukan untuk mencegah tercampurnya
bahan kimia, peralatan yang dipergunakan, dan memudahkan dalam menangani
pekerjaan yang dilakukan.

4. Tempat pencucian gelas


Tempat pencucian alat gelas dipergunakan untuk mencuci dan mengeringkan segala
peralatan kotor yang telah dipergunakan dalam pekerjaan laboratorium. Setiap
pengguna laboratorium harus membiasakan dir untuk segera mencuci segala peralatan
yang kotor yang telah dipakainya. Tempat pencucian bagi alat-alat gelas yang telah
terkontaminasi mikroba harus dipisahkan dengan tempat pencucian peralatan yang
tidak terkontaminasi.
5. Pembuangan limbah
Pembuangan limbah harus diatur sedemikian rupa terutama untuk limbah yang
berbahaya. Limbah fenol, ethidium bromide, acry/amide, silver nitrate, tidak boleh
dibuang secara langsung di tempat cucian, akan tetapi limbah tersebut harus
ditampung terlebih dahulu di suatu tempat atau dalam botol penampungan khusus.
Gel elektroforesis yang mengandung limbah berbahaya tidak boleh langsung dibuang
ke tempat sampah, tetapi harus dicuci air terlebih dahulu kemudian dimasukkan
kantung plastik bersama segala bahan yang telah terkontaminas (kertas tissue, sarung
tangan, dan lain-lain). Limbah berbahaya tersebut hendaknya ditampung dalam suatu
tempat khusus sebelum dimusnahkan.
BAB III

PEMBAHASAN

3.1 Kekurangan dan Kelemahan Buku

Kelemahan isi buku 1 :


Dalam penulisan buku ada bebeapa istilah yang digunakan namun tidak dijelaskan
apa arti dari istilah tersebut. Dalam penggunaan bahasa ada beberapa kata yang
hampir mirip tetapi maknanya berbeda sehinga pembaca sulit menafsirkannya.
Keunggulan isi buku 2 :
Buku ini menuliskan dengan rinci teknik penggunaan dari setiap ruangan dan alat
laboratorium. Setiap penjelasan matri dijelaskan dengan menggunakan bahasa yang
mudah dipahami dan dipaparkan secara singkat dan jelas. Juga disertai dengan
gambar sehingga pembaca dapat dengan jelas mengetahui yang tempatda alat yang
mana. Jadi tidak ada kekeliruan yang terjadi karena pembaca tidak tahu tempat dan
alatnya.

Anda mungkin juga menyukai