Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH DASAR REKAYASA BIOPROSES

DNA dan RNA


Disusun untuk memenuhi tugas pembuatan makalah DNA dan RNA

Oleh

Melly Aulia 1710516220013


Rahmawati 1710516220017
M. Fauzi Ridani 1710516210015

KELOMPOK 7

JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU
2018
Kata Pengantar

Alhamdulillah puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang masih
memberikan nafas kehidupan, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah
pembuatan makalah ini dengan judul “DNA dan RNA”.
Makalah ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Dasar
Rekayasa Bioproses. Dalam makalah ini membahas tentang pengertian DNA dan
RNA, struktur dari DNA dan RNA, lokasi DNA dan RNA, ukuran DNA dan
RNA, replikasi DNA, jenis-jenis RNA, fungsi DNA dan RNA dan perbedaan
DNA dan RNA.
Akhir kata kami sampaikan terima kasih atas perhatiannya terhadap
makalah ini, dan kami berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi diri kami
sendiri dan khususnya pembaca pada umumnya.
Tak ada gading yang tak retak, begitulah adanya makalah ini. Dengan
segala kerendahan hati, saran-saran dan kritik yang membangun sangat kami
harapkan dari para pembaca guna peningkatan pembuatan makalah pada tugas
yang lain dan pada waktu mendatang.
Daftar Isi

Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB 1: PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
1.2. Rumusan Masalah
1.3. Tujuan
BAB II: PEMBAHASAN
2.1. Pengertian DNA dan RNA
2.1.1. Pengertian DNA
2.1.2. Pengertian RNA
2.2. Struktur DNA dan RNA
2.2.1. Struktur DNA
2.2.2. Struktur RNA
2.3. Lokasi DNA dan RNA
2.4. Ukuran DNA dan RNA
2.5. Replikasi DNA
2.6. Jenis-jenis RNA
2.7. Fungsi DNA dan RNA
2.8. Perbedaan DNA dan RNA
BAB III: PENUTUP
3.1. Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Pendapat Mendel diakui kebenarannya berkat perkembangan penelitian


mengenai kromosom. Hasil studi menunjukkan bahwa ada kecocokan antara hasil
pengamatan kesetaraan antara teori Mendel dengan hasil penelitian kromosom
membawa kepada pemikiran bahwa gen terletak pada kromosom, dan secara
umum disimpulkan bahwa kromosom merupakan pembawa gen. Setelah
diakuinya kromosom sebagai pembawa gen maka pertanyaan berikutnya adalah
senyawa kimia apa yang merupakan dasar gen. Serangkaian studi genetika atau
materi genetika yang dikombinasikan dengan studi kimia, yang dilaksanakan oleh
banyak peneliti dari berbagai lembaga dengan waktu yang cukup lama, telah
membawa kepada kesimpulan bahwa material genetik disusun oleh asam nukleat,
yaitu Asam Deoksiribonukleat (DNA) atau Asam Ribonukleat (RNA). DNA
merupakan bahan genetik prokariot, eukariot dan sebagian virus, sedangkan
sebagian lain dari virus menggunakan RNA sebagai bahan dasar genomnya.
Asam nukleat adalah senyawa-senyawa polimer yang menyimpan semua
informasi genetika, yaitu seperangkat “ cetak biru “ tentang karakteristik actual
dan potensial yang diterima oleh suatu organisme dari generasi sebelumnya, untuk
kemudian diwariskan ke generasi berikutnya. Asam Nukleat, terdiri dari dua
macam, yaitu DNA dan RNA. Baik DNA maupun RNA merupakan polimer atas
unit-unit nukleotida. Suatu unit nukleutida terdiri atas tiga bagian: gula pentosa,
basa organik (senyawa heterosiklik yang mengandung nitrogen), dan asam fosfat.
Pentosa yang dikandung RNA adalah ribosa, sedangkan pentosa pada DNA
adalah deoksiribosa, yang kekurangan suatu satu atom oksigen dari ribosa. DNA
dan RNA dapat dibedakan dari jenis gulanya.

1.2. Rumusan Masalah

1. Apa pengertian dari DNA dan RNA ?


2. Bagaimanakah struktur dari DNA dan RNA ?
3. Bagaimana lokasi dari DNA dan RNA ?
4. Bagaimana ukuran dari DNA dan RNA
5. Bagaimana Replikasi DNA ?
6. Apa saja jenis-jenis dari RNA ?
7. Bagaimana peran atau fungsi dari DNA dan RNA ?
8. Apa Perbedaan DNA dan RNA?

1.3. Tujuan

1. Mengetahui pengertian DNA dan RNA


2. Mengetahui struktur dari DNA dan RNA
3. Mengetahui lokasi dari DNA dan RNA
4. Mengetahui ukuran dari DNA dan RNA
5. Mengetahui bagaimana proses replikasi DNA
6. Mengetahui jenis-jenis dari RNA
7. Mengetahui peran atau fungsi dari DNA dan RNA
8. Mengetahui perbedaan dari DNA dan RNA
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian DNA dan RNA


2.1.1. Pengertian DNA

DNA merupakan materi yang membentuk kromosom-kromosom dan juga


merupakan informasi genetik yang tersimpan dalam tubuh makhluk hidup.
Informasi genetik ini pada dasarnya merupakan kumpulan instruksi/perintah yang
mengatur sel untuk bisa melakukan hal-hal tertentu. DNA singkatan
dari deoxyribonucleic acid, atau dalam Bahasa Indonesia disebut dengan Asam
Deoksiribosa Nukleat atau ADN. Kata deoxyrybo mengacu pada nama gula yang
terkandung dalam DNA, yaitu deoxyrybose (deoksiribosa).
Susunan kimia DNA adalah polimer berupa rantai panjang dari nukleotida.
Perlu Kamu ingat bahwa satu nukleotida terdiri dari satu gugus fosfat, satu
komponen gula pentosa (5-karbon), dan satu basa nitrogen. Satu-satunya pembeda
tiap nukleotida ialah basa nitrogen. Hanya ada 4 kemungkinan basa yang terdapat
pada tiap satu nukloetida DNA, yaitu adenine (A), guanine (G), thymine (T),
atau cytosine (C). Variasi urutan dari keempat basa-basa tersebut membentuk
suatu kode genetik pada sel. Mungkin hal ini dirasa aneh, hanya dengan 4 huruf
yang terdapat pada DNA, suatu informasi genetik yang berbeda-beda dapat
diwariskan pada keturunan makhluk hidup. Itu sebenarnya wajar saja, karena pada
kromosom terdapat berjuta-juta nukleotida, maka sangat banyak kombinasi yang
berbeda meskipun hanya berasal dari 4 huruf tersebut.

2.1.2. Pengertian DNA

RNA adalah asam nukleat lain selain DNA. Ada sebagian virus yang
mempunyai RNA sebagai bahan dasar genomnya, sedangkan makhluk yang lain
termasuk bakeri dan eukariot menggunakan DNA sebagai genomnya. Dilihat dari
segi evolusi diduga bahwa gen makhluk hidup pertama adalah RNA, jadi virus
RNA merupakan pionir makhluk hidup. Di luar bahan genom, masih terdapat
RNA lain seperti mRNA, tRNA, dan rRNA yang mempunyai semua organisme
seluler dan berperan dalam proses ekspresi gen.
Pada umumnya molekul RNA merupakan rantai berutas tunggal, kecuali
RNA genom beberapa virus berutas ganda. RNA sebagaimana DNA disusun oleh
nukleotida-nukleotida satu dengan yang lain dihubungkan dengan ikatan 5-3
fosfodiester. Fosfat yang terdapat pada C ke 5 pada satu ribonukleotida
dihubungkan dengan C ke 3 pada nukleotida yang lain. Sehingga akan terbentuk
satu rantai nukleotida sebagaimana DNA, dengan kedua ujungnya terdiri dari
ujung 5’p dan ujung 3‘ OH (Jusuf, 2001).

2.2. Struktur DNA dan RNA


2.2.1. Struktur DNA

DNA terdiri atas dua utas benang polinukleotida yang saling berpilin
membentuk heliks ganda (double helix). Model struktur DNA itu pertama kali
dikemukakan oleh James Watson dan Francis Crick pada tahun 1953 di Inggris.
Struktur tersebut mereka buat berdasarkan hasil analisis foto difraksi sinar X pada
DNA yang dibuat oleh Rosalind Franklin. Karena yang difoto itu tingkat molekul,
maka yang tampak hanyalah bayangan gelap dan terang saja. Bayangan foto itu
dianalisis sehingga mereka berkesimpulan bahwa molekul DNA merupakan dua
benang polinukleotida yang berpilin.
Seutas polinukleotida pada molekul DNA tersusun atas rangkaian nukleotida.
Setiap nukleotida tersusun atas :
1. Gugusan gula deoksiribosa (gula pentosa yang kehilangan satu atom
oksigen)
2. Gugusan asam fosfat yang terikat pada atom C nomor 5 dari gula)
3. Gugusan basa nitrogen yang terikat pada atom C nomor 1 dari gula
Ketiga gugus tersebut saling terkait dan membentuk “tulang punggung” yang
sangat panjang bagi heliks ganda. Strukturnya dapat diibaratkan sebagai tangga,
dimana ibu tangganya adalah gula deoksiribosa dan anak tangganya adalah
susunan basa nitrogen. Sedangkan fosfat menghubungkan gula pada satu
nukleotida ke gula pada nukleotida berikutnya untuk membentuk polinukleotida.
Basa nitrogen penyusun DNA terdiri dari basa purin, yaitu adenin (A) dan
guanin (G), serta basa pirimidin yaitu sitosin atau cytosine (C) dan timin (T).
Ikatan antara gula pentosa dan basa nitrogen disebut nukleosida. Ada 4 macam
basa nukleosida yaitu :
1. Ikatan A-gula disebut adenosin deoksiribonukleosida (deoksiadenosin)
2. Ikatan G-gula disebut guanosin deoksiribonukleosida (deoksiguanosin)
3. Ikatan C-gula disebut sitidin deoksiribonukleosida (deoksisitidin)
4. Ikatan T-gula disebut timidin deoksiribonukleosida (deoksiribotimidin)
5. Ikatan asam-gula-fosfat disebut sebagai deoksiribonukleotida atau sering
disebut nukleotida. Ada 4 macam deoksiribonukleotida, yaitu adenosin
deoksiribonukleotida, timidin deoksiribonukleotida, sitidin
deoksiribonukleotida, timidin deoksiribonukleotida. Nukleotida-nukleotida
itu membentuk rangkaian yang disebut polinukleotida. DNA terbentuk
dari dua utas poinukleotida yang saling berpilin.
Basa-basa nitrogen pada utas yang satu memiliki pasangan yang tetap dengan
basa-basa nitrogen pada utas yang lain. Adenin berpasangan dengan timin dan
guanin berpasangan dengan sitosin. Pasangan basa nitrogen A dan T dihubungkan
oleh dua atom hidrogen (A=T). Adapun pasangan basa nitrogen C dan G
dihubungkan oleh tiga atom hidrogen (C≡G). Dengan demikian, kedua
polinukleotida pada satu DNA saling komplemen.

2.2.2. Struktur RNA

Di samping DNA kebanyakan sel-sel beinti tidak sejati (prokaryotic) maupun


yang berinti (eukaryotic) memiliki asam nukleat lain yang sangat penting pula
yang di namakan asam ribonukleat (ARN). Virus (seperti virus mozaik tembakau
dan virus influenza) tidak memiliki DNA melainkan hanya RNA saja. Pada
makhluk-makhluk ini RNA-lah merupakan molekul genetic keseluruhannya dan
membawa segala pertanggungan jawab seperti yang dimiliki DNA. Karena itu
RNA demikian itu sering disebut juga RNA genetic, sedangkan RNA dalam sel
disebut RNA non-genetik.(Suryo,Genetika Manusia).
RNA merupakan rantai tunggal polinukleotida.Setiap ribonukleotida terdiri
dari tiga gugus molekul, yaitu :
1. 5 karbon
2. basa nitrogen yang terdiri dari golongan purin (yang sama dengan DNA)
dan golongan pirimidin yang berbeda yaitu sitosin (C) dan Urasil (U)
3. gugus fosfat
Purin dan pirimidin yang berkaitan dengan ribosa membentuk suatu molekul
yang dinamakan nukleosida atau ribonukleosida, yang merupakan prekursor dasar
untuk sintesis DNA.Ribonukleosida yang berkaitan dengan gugus fosfat
membentuk suatu nukleotida atau ribonukleotida.RNA merupakan hasil
transkripsi dari suatu fragmen DNA, sehingga RNA merupakan polimer yang jauh
lebih pendek dibandingkan DNA.

2.3. Lokasi DNA dan RNA

DNA pada umumnya terdapat di kromosom, sedangkan RNA tergantung dari


macamnya yaitu:
1. RNAduta (RNAd), nama asingnya messengger RNA (mRNA), terdapat
dalam nukleus. RNAd dicetak oleh satu pita DNA yang berlangsung
didalam nukleus.
2. RNApemindah (RNAp) nama asingnya transfer RNA (tRNA), terdapat
dalam sitoplasma.
3. RNAribosom (RNAr) nama asaingnya ribosome RNA (rRNA), terdapat
terutama didalam ribosom molekulnya berupa pita tunggal yang tidak
bercabang dan mempunyai bagian-bagiannya (Suryo, 2008).

2.4. Ukuran DNA dan RNA

Pada umumnya molekul RNA lebih pendek dari molekul DNA. DNA
berbentuk double helix, sedangkan RNA berbentuk pita tunggal. Meskipun
demikian pada beberapa virus tanaman, RNA merupakan pita double namun
tidak terpilih sebagai spiral.

2.5. Replikasi DNA

Replikasi merupakan proses pelipat gandaan DNA. Proses replikasi ini


diperlukan ketika sel akan membelah diri. Pada setiap sel, kecuali sel gamet,
pembelahan diri harus disertai dengan replikasi DNA supaya semua sel turunan
memiliki informasi genetik yang sama. Pada dasarnya, proses replikasi
memanfaatkan fakta bahwa DNA terdiri dari dua rantai dan rantai yang satu
merupakan “konjugat” dari rantai pasangannya. Dengan kata lain, dengan
mengetahui susunan satu rantai, maka susunan rantai pasangan dapat dengan
mudah dibentuk.
Ada beberapa teori yang mencoba menjelaskan bagaimana proses replikasi
DNA ini terjadi. Salah satu teori yang paling populer menyatakan bahwa pada
masing-masing DNA baru yang diperoleh pada akhir proses replikasi; satu rantai
tunggal merupakan rantai DNA dari rantai DNA sebelumnya, sedangkan rantai
pasangannya merupakan rantai yang baru disintesis. Rantai tunggal yang
diperoleh dari DNA sebelumnya tersebut bertindak sebagai “cetakan” untuk
membuat rantai pasangannya.
Proses replikasi memerlukan protein atau enzim pembantu; salah satu yang
terpenting dikenal dengan nama DNA polimerase, yang merupakan enzim
pembantu pembentukan rantai DNA baru yang merupakan suatu polimer. Proses
replikasi diawali dengan pembukaan untaian ganda DNA pada titik-titik tertentu
di sepanjang rantai DNA. Proses pembukaan rantai DNA ini dibantu oleh enzim
helikase yang dapat mengenali titik-titik tersebut, dan enzim girase yang mampu
membuka pilinan rantai DNA.
Setelah cukup ruang terbentuk akibat pembukaan untaian ganda ini, DNA
polimerase masuk dan mengikat diri pada kedua rantai DNA yang sudah terbuka
secara lokal tersebut. Proses pembukaan rantai ganda tersebut berlangsung disertai
dengan pergeseran DNA polimerase mengikuti arah membukanya rantai ganda.
Monomer DNA ditambahkan di kedua sisi rantai yang membuka setiap kali DNA
polimerase bergeser. Hal ini berlanjut sampai seluruh rantai telah benar-benar
terpisah.
Proses replikasi DNA ini merupakan proses yang rumit namun teliti. Proses
sintesis rantai DNA baru memiliki suatu mekanisme yang mencegah terjadinya
kesalahan pemasukan monomer yang dapat berakibat fatal. Karena mekanisme
inilah kemungkinan terjadinya kesalahan sintesis amatlah kecil.
2.6. Jenis-jenis RNA

Terdapat tiga tipe utama RNA, yakni :


1. Transfer RNA(tRNA)
RNA jenis ini dibentuk di dalam nukleus, tetapi menempatkan diri di dalam
sitoplasma. tRNA merupakan RNA terpendek dan bertindak sebagai penerjemah
kodon dari mRNA. tRNA memiliki proporsi nukleosida yang lebih relatif tinggi.
Transfer RNA (transfer-Ribonucleic acid) atau asam ribonukleat transfer adalah
molekul yang menginterpretasikan pesan genetik berupa serangkaian kodon di
sepanjang molekul mRNA dengan cara mentransfer asam-asam amino ke ribosom
dalam proses translasi.
Tiap tRNA mengandung suatu sekuen dengan tiga rangkaian basa pendek
(antikodon). Semua ujung 3’ tRNA mengandung sekuen SSA yang terletak
berseberangan dengan sekuen antikodon . Suatu asam amino tertentu akan
melekat pada ujung 3 tRNA. Pelekatan ini merupakan cara berfungsinya tRNA,
yaitu membawa asam amino spesifik yang nantinya berguna dalam sintesis
protein, yaitu pengurutan asam amino sesuai urutan kodon pada mRNA.
2. Ribosomal RNA(rRNA)
rRNA terdapat dalam ribosom,yang mengandung protein yang massanya
kurang lebih sama. Molekulnya berupa pita tunggal, tak bercabang, dan fleksibel.
rRNA meliputi sekitar 80 persen total RNA dalam sel dan pada sel-sel yang tidak
mempunyai inti sejati terdiri atas beberapa tipe rRNA yaitu 23S rRNA, 16S
rRNA, dan 5S rRNA.
3. Messenger RNA(mRNA)
RNA jenis ini merupakan polinukleotida berbentuk pita tunggal linier dan
disintesis oleh DNA di dalam nukleus. mRNA berupa rantai tunggal yang relatif
panjang . Panjang pendeknya mRNA berhubungan dengan panjang pendeknya
rantai polipeptida yang akan disusun. Urutan asam amino yang menyusun rantai
polipeptida itu sesuai dengan urutan kodon yang terdapat di dalam molekul
mRNA yang bersangkutan. mRNA bertindak sebagai pola cetakan pembentuk
polipeptida. Setiap molekul membawa salinan urutan DNA, yang ditranslasikan
dalam sitoplasma menjadi satu rantai polipeptida atau lebih.
Adapun fungsi utama mRNA adalah membawa kode-kode genetik dari DNA di
inti sel menuju ke ribosom di sitoplasma. mRNA ini dibentuk bila diperlukan dan
jika tugasnya selesai, maka akan dihancurkan dalam plasma.

2.7. Fungsi DNA dan RNA

DNA berfungsi memberikan informasi atau keterangan genetik, sedangkan


fungsi RNA tergantung dari macamnya, yaitu:
1. RNA d, menerima informasi genetik dari DNA, prosesnya dinamakan
transkripsi, berlangsung didalam inti sel.
2. RNA t, mengikat asam amino yang ada di sitoplasma.
3. RNA t, mensintesa protein dengan menggunakan bahan asam amino,
proses ini berlangsung di ribosom dan hasil akhir berupa polipeptida.
Pada sekelompok virus (misalnya bakteriofag), RNA merupakan bahan
genetik. Ia berfungsi sebagai penyimpan informasi genetik, sebagaimana DNA
pada organisme hidup lain. Ketika virus ini menyerang sel hidup, RNA yang
dibawanya masuk ke sitoplasma sel korban, yang kemudian di translasi oleh sel
inang untuk menghasilkan virus-virus baru.
Namun demikian, peran penting RNA terletak pada fungsinya sebagai
perantara antara DNA dan protein dalam proses ekspresi genetik karena ini
berlaku untuk semua organisme hidup. Dalam peran ini, RNA diproduksi sebagai
salinan kode urutan basa nitrogen DNA dalam proses transkripsi. Kode urutan
basa ini tersusun dalam bentuk 'triplet', tiga urutan basa N, yang dikenal dengan
nama kodon setiap kodon berelasi dengan satu asam amino (atau kode untuk
berhenti), monomer yang menyusun protein.

2.8. Perbedaan DNA dan RNA

Bentuk penuh DNA adalah asam deoksiribonukleat, dan dianggap sebagai


blok bangunan dari segala bentuk kehidupan. Semua organisme hidup memiliki
DNA dan RNA. DNA dan RNA yang berbeda satu sama lain dalam ukuran,
bentuk, struktur, fungsi dan lokasi. DNA dan RNA bersama-sama membentuk
struktur spiral ganda.DNA memiliki struktur heliks ganda, yang panjang dan
berisi rantai panjang nukleotida.DNA ketika mengulurkan bisa sepanjang enam
meter.Padahal, RNA merupakan rantai nukleotida lebih pendek dan juga
merupakan struktur heliks.Nukleotida yang menyusun DNA Adenin, Guanin,
Timin, dan Sitosina.Mereka diwakili dengan huruf seperti A, G, T dan C yang
merupakan huruf pertama dari nama-nama nucleobases.Sekuens DNA tipikal
digambarkan dalam bentuk ATTGCTGAAGGTGCGG.
DNA diukur berdasarkan jumlah pasangan basa itu. Dalam satu tubuh
manusia, jika struktur DNA semua ditulis dengan menggunakan huruf-huruf
dalam format tersebut, maka akan mengisi 4 ribu buku, masing-masing 500
halaman. Hal ini karena struktur DNA dari masing-masing begitu lama.
Meskipun banyak memiliki persamaan dengan DNA, RNA memiliki
perbedaan dengan DNA, antara lain yaitu :
DNA RNA
Bagian pentosa DNA adalah Bagian pentosa RNA adalah ribosa
dioksiribosa
Bentuk molekul DNA adalah heliks Bentuk molekul RNA berupa rantai
ganda tunggal yang terlipat, sehingga
menyerupai rantai ganda.
DNA mengandung basa adenin guanin, RNA mengandung basa adenin, guanin
sitosin dan timin dan sitosin seperti DNA tetapi tidak
mengandung timin, sebagai gantinya
RNA mengandung urasil
DNA terletak di dalam nukleus, RNA terletak di dalam nukleus,
kloroplas, mitokondria sitoplasma, kloroplas, mitokondria
DNA memiliki kadar tetap RNA memiliki kadar tidak tetap
BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan

DNA (deoxyribonucleic acid) merupakan tempat penyimpanan informasi


genetik. Asam nukleat adalah polinukleotida yang terdiri dari unit-unit
mononukleotida, jika unit-unit pembangunnya dioksinukleotida maka asam
nukleat itu disebut dioksiribonukleat (DNA) dan jika terdiri dari unit-unit
mononukleotida disebut asam ribonukleat (RNA). Bentuk penuh DNA adalah
asam deoksiribonukleat, dan dianggap sebagai blok bangunan dari segala bentuk
kehidupan. Semua organisme hidup memiliki DNA dan RNA. Pada umumnya
molekul RNA lebih pendek dari molekul DNA. DNA berbentuk double helix,
sedangkan RNA berbentuk pita tunggal.
DNA berfungsi memberikan informasi atau keterangan genetik, sedangkan fungsi
RNA tergantung dari :
1. RNA d, menerima informasi genetik dari DNA, prosesnya dinamakan
transkripsi, berlangsung didalam inti sel.
2. RNA t, mengikat asam amino yang ada di sitoplasma.
3. RNA t, mensintesa protein dengan menggunakan bahan asam amino,
proses ini berlangsung di ribosom dan hasil akhir berupa polipeptida.
DAFTAR PUSTAKA

Jusuf, M. 2001. Genetika 1 Struktur dan Ekspresi Gen. . CV.Sagung Seto.


Jakarta.
Ir. H. Suryo. 2008. Genetika Manusia. Yogyakarta. Fak. Biologi UGM.
Yogyakarta.
Sumber Lain :
http://desyratnasari2112.blogspot.com/2016/05/makalah-dna-dan-rna.html diakses
pada tanggal 28 Oktober 2018, Pukul 23:06
http://anaandadi.blogspot.com/2011/12/makalah-rna.html diakses pada tanggal 28
Oktober 2018, Pukul 21:51
https://mazara30.wordpress.com/2014/01/09/materi-tentang-dna/ diakses pada
tanggal 28 Oktober 2018, pukul 22:34
http://micha1631.blogspot.com/2012/10/makalah-rna.html diakses pada 28
Oktober 2018, Pukul 21:48

Anda mungkin juga menyukai