Anda di halaman 1dari 9

BAB III

HASIL PRAKTIKUM

3.1 Penyelidikan Epidemiologi


3.1.1 Alat praktek
a. Laptop
b. LCD
c. Layar LCD
d. Sound sistem
3.1.2 Bahan
a. 4 kasus penyakit

Untuk praktek penyelidikan epidemiologi, peserta dibagi menjadi empat


kelompok yang terdiri dari 14/15 orang. Setiap kelompok akan membahas satu
kasus penyakit, kelompok 1 membahas kasus pertusis, kelompok 2 membahas
kasus keracunan makanan, kelompok 3 membahas kasus leptospirosis, dan
kelompok terakhir membahas kasus Hepatitis A.

Masing-masing kelompok didampingi oleh asisten pemateri yang akan


membantu proses praktek epidemiologi selama 90 menit. Peserta dituntut untuk
bertindak sebagaimana seorang epidemiologi apabila terjadi kasus seperti yang
telah dibagikan. Adapun yang harus dilakukan yaitu: 1) persiapan, 2) langkah-
langkah penyelidikan epidemiologi, 3) pengamanan sampel/pengambilan sampel,
dan 4) laporan hasil penyelidikan epidemiologi dan rekomendasi.

Setelah 90 menit, setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi yang


dimulai dari kelompok 1 dan seterusnya. Peserta dari kelompok lain diberikan
kesempatan untuk bertanya kepada kelompok yang sedang presentasi. Setelah
semua kelompok selesai mempresentasikan para asisten mengomentari hasil dari
presentasi kami menambahkan apa yang kurang dari masing-masing kelompok.

Adapun hasil dari penyelidikan epidemiologi dari masing-masing


kelompok adalah sebagai berikut:

1. Kasus pertusis (kelompok 1)


2. Kasus keracunan makanan (kelompok 2)

FORMULIR BANTU SURVAILANS EPIDEMIOLODI PENANGANAN


KASUS

YANG BERPOTENSI KERACUNAN MAKANAN/ WABAH/ KLB

DINAS KESEHATAN KABUPATEN SLEMAN

1. IDENTITAS KEJADIAN
a. Nama kejadian : Kejadian Luar Biasa ( KLB) Keracunan Makanan
di Mesjid Al-Hikmah, Dusun Sembada
b. Nama Perusahaan/instansi/LSM / terkena kejaddian : Mesjid Al-
Hikmah, Dusun Sembada
c. Alamat lengkap kejadian : Dusun Sembada
d. Nomor kontak yang bisa dihubungi : (telp, wa, atau email)
e. Tanggal kejadian :
- Hari dan tanggal : Sabtu, 25 Mei 2019
- J a m : sekitar jam 20:00 WIB
f. Laporan kejadian :
- Dilaporkan pertama kali :
Hari dan tanggal : Sabtu, tanggal 25 Mei 2019
Jam : 20.00 WIB
Petugas yang melaporkan : Kepala Dusun Sembada
Penerima laporan : Petugas Puskesmas P
Laporan / sampel disimpan di :
- Jenis laporan yang dikirim
Jenis : Laporan secara langsung
Jumlah kasus terlaporkan : 5 orang warga

2. KRONOLOGIS KEJADIAN :
Pada hari Sabtu tanggal 25 Mei 2019 jam 20:00 petugas Puskesmas
P menerima laporan dari kepala Dusun Sembada. Bahwa ada beberapa
warga yang menderita diare, pusing, sakit perut dan muntah. 5 orang
dirujuk ke RS. Sebelumnya da riwayat takjilan di Masjd Al-Hikmah
Dusun Sembada dengan menu air teh, nasi putih, ayam bakar, mie goreng,
kerupuk dan semangka.
a. Persiapan
1. Memastikan loksi klb kebenaran informasi
2. Menyiapkan format PE KLB keracunan makanan
3. Menyiapakan apd jika diperlukan
4. Menyiapkan tempat pengiriman sample
5. Petugas menuju ke lokasi
b. Langkah-langkah PE
1. Menegakkan atau memastikan diagnosis
2. Memastikan terjadinya KLB
3. Menghitung jumlah kasus atau angka insiden yang tengah
berjalan
4. Menggambarkan karakteristik KLB
5. Menidentifikasi sumber penyakit dan cara penularan
6. Menidentifikasikan populasi yang mempunyai peningkatan
risiko infeksi
7. Mengidentifikasi tindakan penanggulangan
c. Pengamanan Sampel
d. Memastikan KLB keracunan makanan atau tidak
e. Menegakkan atau memastikan diagnosis
f. Memastikan terjadinya klb

g. Koordinasi bersama pihak terkait yaitu lintas sektor


h.
i. Melakukan observasi Mengambil contoh makanan/minuman
yang diduga sebagai penyebab

3. GAMBARAN KASUS
a. Berdasarkan gejala
NO GEJALA FREQUENSI PROSENTASE
(%)

1 Pusing 5 25%

2 Saki perut 5 25%

3 Demam

4 Mual

5 Muntah 5 25%

6 Diarhe 5 25%

7 Dll
8

Data E seat 2 survailance/ word/formulir bantu survailance

Berdasarkan table diatas gejala terbanyak yang dialami oleh mereka yang
makan di Dusun Sembadaadalah pusing 5…… orang (%), sakit perut 5
diare…..dst

b. Berdasarkan jenis kelamin


NO JENIS POPULASI SAKIT TIDAK AR (%)
KELAMIN BERESIKO SAKIT
1 Laki laki 0

2 Perempuan 5 5 0

Table diatas menunjukkan bahwa sebagian besar yang sakit di dusun


sembadan …. Berjenis kelamin perempuan sebanyak 5 orang

c. Berdasarkan umur
NO KEL FREQUENSI SAKIT TIDAK AR (%)
UMUR SAKIT
1 ≤ 15 1 1 0
tahun
2 16-20
thn
21-25
thn
26-30
thn
31-35
thn
36-40 5 5
thn
41-45
thn
46-50
thn
‘> 50
thn
Bersarakan distribusi table kelompok umur menunjukkan bahwa
kelompok umur 36-40 merupakan kelompok umur dengan jumlah sakit yang
terbanyak 5

d. Distribusi berdasarkan waktu

Distribusi Berdasarkan Waktu


35
Nasi dimasak nila disantan
Puncak kasus
gudangan di olah buah di olah
30
Informasi KLB terdeteksi di Puskesmas PE
25 Index case (22.00 Puskesmas dan Pengobatan
Ikan Nila Digoreng
WIB)
Jumlah Kasus

20 Dinas Kesehatan Kab.


Bahan
Sleman Menerima Laporan
Ikan Nila Diantar Gudangan Buah di
15 dibeli
Buah diantar packing
Kasus Terakhir
10

5 Makanan Investigasi Dilakukan


diantar
0
05.01-09.00
09.01-13.00
13.01-17.00
17.01-21.00
21.01-05.00
01.01-05.00
05.01-09.00
09.01-13.00
13.01-17.00
17.01-21.00
21.01-01.00
01.01-05.00
05.01-09.00
09.01-13.00
13.01-17.00
17.01-21.00
21.01-01.00

01.01-05.00
05.01-09.00
09.01-13.00
13.01-17.00
17.01-21.00
21.01-01.00
Rabu, 31 Jan 2018 Kamis, 1 Feb 2018 Jum'at, 2 Feb 2018 Sabtu, 3 Feb 2018
Onset

Table diatas merupakan gambaran kemunculan gejala pada ketiga


lokasi , masa inkubasi 1 jaam dan yang tepanjang 7 jam- jam dengan
rata rata 15 jam. Kasus pertama muncul pada hari …… jam …..,
sedangkan puncak kejadian pada hari 25 mei 2019 jam 20.00 wib … ,
kemudian mengalami penurunan hingga kasus terakhir pada hari 25
mei 2019 jam ….. dari kurva tersebut dapat diketahui bahwa penyebab
berasal dari sumber ( common source)

e. Distribusi responden berdasarkan tempat


NO TEMPAT FREQUENSI SAKIT TIDAK AR (%)
SAKIT
1
2

Berdasarkan tempat kejadian , Attack rate tertinggi terjadi pada lokasi


di …… (%)

f. Distribusi makan dan tidak makan


Makan Tidak makan AR
makanan sakit Tdk total AR sakit Tdk Total AR Ratio
sakit sakit

Table diatas menunjukkan bahwa diketahui jenis makanan dengan


AR ratio tertinggi adalah …….. (%)

g. Tabel analisis bivariate keracunana makanan yang bersumber


dari catering ….
Status CI 95%
Makanan AR RR p-
sakit Tdk (%)) value low up
sakit
Nasi

 makan 5

 tidak makan

Air teh 5

 makan
 tidak makan

Ayam bakar 5

 makan

 tidak makan

Mie goreng 5

Berdasarkan table diatas hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa


makanan yang berhubungan significan dalaminterval kepercayaan
95% adalah …. ( …) , papaya ….. selanjutnya dilakukan uji
multivariate untuk mengetahui makanan yang paling berpengaruh
dalam terjadinya keracunan makanan.

h. hasil analisis multivariate KLB keracunan makanan


Jenis makanan RR p- Exp (B) 95% C.I. for
value EXP (B)

lower Upper

Table diatas menunjukkan bahwa AR makanan tertinggi adalah


semangka dan kemudian disusul dengan papaya. Hal ini diakibatkan
karena semangka dan papaya di kemas dalam mika sehingga
kemungkinan adanya kontaminasi silang antara semangka dan papaya.
Setelah semangka dan papaya , tahu bakso juga tinggi hal ini karena
mereka yang makan tahu bakso sebagian besar makan semangka dan
papaya

i. differensi diagnose berdasarkan gejala klinis


Stapilococus Bacillus Salmonella Clostridium E coly
aurues cereus non perfringen enterotoxig
thypoid enic

Gejala

Pusing v

Mual V V V

Muntah V V

Demam V V V V

Sakit V V V v
perut

diarhe v V V v v

Massa inkubasi - v v v v

2-4 jam 6-24 jam 6-48 jam 6-24 jam 6-48 jam

Jenis makanan

Nasi

Ikan nuila

Gudangan

Tahu V v
bakso

Semangka V V

pepaya v v

j. differensial diagnosis berdasarkan masa inkubasi


Nama agent Masa inkubasi (jam) Keterangan
terpendek Terpanjang
Stapilococus 2 jam 4 jam Dieliminasi
aurues
Bacillus cereus 6 jam 24 jam Dieliminasi

Salmonella non 6 jam 10 hari dicurigai


thypoid
Clostridium 6 jam 24 jam dicurigai
perfringen
E coly 6 jam 48 jam dicurigai
enterotoxig enic

3. Kasus leptospirosis (kelompok 3)


4. Kasus hepatitis A (kelompok 4)