Anda di halaman 1dari 2

DESTILASI STAHL

Prinsip kerja destilasi stahl sama dengan destilasi dengan air (hidrodestilasi).
Namun destilasi stahl memiliki beberapa kelebihan. Kelebihan penggunaan destilasi stahl
antara lain:
a. Minyak atsiri yang dihasilkan tidak berhubungan langsung dengan udara luar sehingga tidak
mudah menguap.
b. Volume minyak atsiri yang dihasilkan dapat langsung diketahui jumlahnya karena alatnya
dilengkapi dengan skala.
Pada percobaan kali ini dilakukan isolasi dan penetapan kadar minyak atsiri dari Cinnamomi
cortex dengan cara destilasi uap Stahl. Destilasi uap Stahl adalah metode destilasi yang
digunakan untuk mengisolasi minyak atsiri dari suatu senyawa simplisia. Metode destilasi
digunakan pada bagian tanaman yang mengandung minyak atsiri, dalam hal ini digunakan
Cinnamomi cortex. Prinsip dasar dari destilasi adalah perbedaan titik didih dari zat-zat cair
dalam campuran zat cair tersebut sehingga zat (senyawa) yang memiliki titik didih terendah akan
menguap lebih dahulu, kemudian apabila didinginkan akan mengembun dan menetes sebagai zat
murni (destilat). Kelebihan dari destilasi uap Stahl ini adalah dapat menetapkan kadar
minyak atsiri yang diperoleh secara langsung dengan mengukur volume minyak atsiri
yang terukur pada alat. Destilasi uap Stahl merupakan metode yang sederhana dan
menggunakan pelarut air karena air mempunyai titik didih lebih besar dari minyak atsiri
sehingga pemisahan dengan destilasi dapat dilakukan.
Dalam penentuan kadar minyak atsiri dengan metode destilasi uap Stahl, hal yang pertama
adalah menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan. Alat-alat yang akan digunakan dicuci dan
dikeringkan untuk mencegah adanya kontaminan yang dapat mempengaruhi hasil percobaan.
Simplisia Cinnamomi cortex yang digunakan dipotong-potong terlebih dahulu untuk
memperkecil ukuran partikel sehingga minyak atsiri dapat keluar dengan lebih mudah dari sel
dan untuk memperluas permukaan simplisia sehingga semakin banyak simplisia yang
berinteraksi dengan larutan penyari. Setelah dipotong-potong, simplisia ditimbang sebanyak …
gram kemudian simplisia dimasukkan ke dalam labu Stahl. Simplisia tersebut dicampurkan
dengan sejumlah tertentu air hingga seluruh simplisia dalam labu terendam atau 2/3 dari volume
labu terendam. Penambahan air hingga simplisia terendam bertujuan agar isolasi minyak atsiri
yang terkandung di dalamnya dapat lebih optimal sehingga didapat jumlah minyak atsiri yang
lebih banyak. Air dapat menembus ke dalam pori-pori sel dan membawa komponen yang
terkandung di dalamnya untuk keluar. Selain itu, air merupakan pelarut yang bersifat polar. Air
dapat menarik metabolit yang bersifat polar maupun non polar. Pelarut polar termasuk pelarut
yang tidak selektif sehingga dapat menarik hampir seluruh metabolit yang terdapat pada
tanaman, termasuk minyak atsiri.
Pelarut polar termasuk pelarut yang tidak selektif sehingga dapat menarik hampir seluruh
metabolit yang terdapat pada tanaman, termasuk minyak atsiri. Walaupun air dan minyak atsiri
memiliki kepolaran yang berbeda, teteapi air tetap bisa menarik minyak atsiri keluar dari sel
tumbuhan. Selain itu, dengan pemasanan kepolaran air akan menurun karena merenggangnya
ikatan hidrogen antar molekul air sehingga momen dipolnya menurun dan kepolarannya pun
menurun. Oleh karena itu, air dapat lebih mudah menarik minyak atsiri dari sel tumbuhan. Air
dan uap air akan menembus dinding sel dengan adanya panas, minyak atsiri akan terbawa oleh
uap air.
Pada pendinginan, minyak atsiri akan tekondensasi dan terpisah dari airnya. Penambahan air juga
untuk melarutkan simplisia sehingga pemanasan terjadi merata, tidak hanya pada bagian bawah
labu yang bisa menimbulkan kegosongan. Setelah simplisia dan air berada di dalam labu Stahl,
ditambahkan boiling chip ke dalam labu. Penambahan boiling chip ke dalam labu Stahl bertujuan
untuk menghindari adanya bumping atau letusan akibat gelembung air yang dihasilkan ketika
pemanasan. Dengan adanya boiling chip, gelembung air akibat pemanasan akan diserap dan
tidak akan terjadi bumping atau letusan. Setelah labu Stahl siap, rangkaian alat destilasi Stahl
dipasang dan direkatkan dengan vaselin agar rangkaian alat tidak lepas dan tidak terjadi
kebocoran selama destilasi berlangsung.
Setelah rangkaian alat destilasi Stahl dipasang, alat pemanas yang berada dibawah labu Stahl
(mantel heater) dinyalakan dan diatur suhunya. Destilasi dilakukan selama 3 jam. Larutan sampel
(simplisia dengan air) akan mendidih dan menghasilkan uap air, yang di dalamnya juga berisi
minyak atsiri, karena dengan pemanasan kepolaran air akan berkurang sehingga bisa melarutkan
minyak atsiri yang bersifat non polar, kemudian uap air akan menuju kondensor dan mengalami
kondensasi sehingga uap akan kembali wujudnya menjadi cairan. Titik didih minyak atsiri lebih
rendah daripada titik didih air sehingga minyak atsiri akan terbawa juga dalam uap air. Proses ini
akan berlangsung terus-menerus selama destilasi berlangsung. Air dan uap air akan menembus
dinding sel dan dengan adanya panas, minyak atsiri akan terbawa oleh uap air. Pada
pendinginan, minyak atsiri akan terkondensasi dan terpisah dari airnya. Minyak atsiri dapat
terbentuk secara langsung oleh protoplasma akibat adanya peruraian lapisan resin dari dinding
sel atau oleh hidrolisis dari glikosida tertentu. Destlasi dihentikan hingga destilasi berjalan
lambat tapi teratur.

Anda mungkin juga menyukai