Anda di halaman 1dari 13

38

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif.

dengan pendekatan Cross Sectional dimana data yang menyangkut variabel

bebas atau risiko dan variabel terikat atau variabel akibat, akan dikumpulkan

dalam waktu yang bersamaan.(Notoatmojo, 2010).

B. Waktu dan Tempat Penelitian

1. Waktu Penelitian

Penelitian di laksanakan di wilayah kerja Puskesmas Margoyoso

kecamatan Sumberejo Kabupaten Tanggamus pada bulan Februari 2018.

2. Tempat Penelitian

Tempat penelitian dilakukan di Puskesmas Margoyoso Kecamatan

Sumberejo Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung tahun 2018.

C. Rancangan Penelitian

Rancangan penelitian ini menggunakan survei analitik dengan

menggunakan pendekatan cross sectional yaitu dimana variabel sebab atau

resiko dan akibat atau kasus yang terjadi dapat diambil pada waktu bersamaan

(Notoatmojo, 2010). Rancangan Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor

yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada pasien yang berobat jalan di
39

wilayah kerja Puskesmas Margoyoso Kecamatan Sumberejo Kabupaten

Tanggamus Provinsi Lampung tahun 2018.

D. Subjek Penelitian

1. Populasi

Menurut Notoatmodjo (2010) mengemukakan bahwa populasi adalah

keseluruhan objek penelitian atau objek yang akan diteliti. Dari kedua

pendapat di atas penulis dapat menarik kesimpulan bahwa yang dimaksud

dengan populasi adalah keseluruhan objek yang akan diteliti atau diselidiki.

Populasi dalam penelitian ini adalah pasien umur 30 tahun ke atas

yang berkunjung ke Puskesmas Margoyoso Kecamatan Sumberejo

Kabupaten Tanggamus pada bulan Februari 2018 yaitu 53 pasien.

2. Sampel

Jumlah sampel yang di ambil sebagai obyek penelitian ini

menggunakan tehnik accidental sampling yaitu dilakukan dengan

mengambil kasus atau responden yang kebetulan ada atau tersedia di suatu

tempat sesuai dengan konteks penelitian. (Notoatmodjo, 2010)

pengambilan sampel yaitu pada bulan Februari 2018.

Pengambilan sampel dilakukan dengan tehnik accidental sampling

yaitu peneliti mengumpulkan data dari subyek yang ditemuinya saat itu dan

dalam jumlah yang secukupnya. Karena jumlah populasi tidak diketahui

secara pasti.

3. Penggambilan sampel

kriteria sampel dalam penelitian populasi sebagai berikut:


40

a. pasien dewasa umur 30 tahun ke atas yang berkunjung ke Puskesmas

Margoyoso

b. Pasien hipertensi yang melakukan kunjungan ke Puskesmas

Margoyoso

c. Pasien dalam kondisi sehat (stabil) yang berkunjung ke Puskesmas

Margoyoso yang memungkinkan dilakukan pengambilan data.

d. Bersedia menjadi responden

e. Mau bekerja sama dalam penelitian

E. Variabel Penelitian

Variabel adalah sesuatu yang digunakan sebagai ciri, sifat atau ukuran

yang dimiliki atau didapat atau satuan penelitian tentang suatu konsep

pengertian (Notoatmodjo, 2010).

Penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu variabel dependen (Terkait) dan

variabel independen (Bebas).

1. Variabel independen : Aktivitas fisik , pola

makan, merokok dan Genetik (riwayat

keluarga hipertensi).

2. Variabel dependen : Kejadian hipertensi

F. Definisi Operasional
41

Definisi Operasional adalah uraian tentang batasan variabel yang di

maksut, atau tentang apa yang di ukur oleh variabel yang bersangkutan

(Notoatmojo, 2010).

Tabel 3.1
Definisi Operasional

Definisi
Variabel Alat Ukur Cara Ukur Hasil Ukur Skala
Operasional
Independen (X)
Aktifitas fisik Merupakan Kuesioner Wawancara 0. Baik, bila Nominal
aktifitas fisik melakukan
atau kegiatan > 30-45
sehari-har menit
yang dilakukan sebanyak 3-4
oleh responden kali
seminggu

1. Kurang baik,
bila kadang-
kadang
melakukan
<30-45 menit
sebanyak 3-4
kali
seminggu

Pola makan kebiasaan Kuesioner Wawancara 0. Tidak Nominal


mengkonsumsi beresiko, bila
makanan yang pola makan
beresiko terjaga (tidak
menyebabkan mengkonsum
hipertensi, si makanan
frekuensi, jenis yang memicu
makanan dan terjadinya
jumlah hipertensi
makanan
1. Beresiko,
bila pola
makan
makanan
yang
dikonsumsi
memicu
terjadinya
hipertensi
42

Kebiasaan Merupakan Kuisioner Wawancara 0. Tidak Ordinal


merokok kebiasaan Merokok
menghisap 1. Merokok
rokok yang ringan bila
beresiko kurang lebih
menyebabkan meghabiskan
hipertensi, roko 5-12
frekuensi, batang
dan jumlah perhari.
rokok yang di
hisap 2. Mempunyai
riwayat
perokok
berat, bila
menghisap
rokok kurang
lebih 15
batang
sampai 1
bungkus
rokok per
hari

Genetik Adanya faktor Kuisioner Wawancara 0. Tidak Nominal


(Riwayat genetik pada mempunyai
keluarga). keluarga riwayat
tertentu akan Hipertensi,
menyebabkan bila dalam
keluarga itu garis
mempunyai keturunan
risiko keluarga
menderita atau dari
hipertensi. ayah,ibu
atau kakek
nenek tidak
ada yang
menderita
hipertensi.

1. Mempunyai
riwayat
Hipertensi,
bila dalam
garis
keturunan
keluarga
atau dari
ayah,ibu
atau kakek
nenek tidak
ada yang
menderita
43

hipertensi.

Dependen (Y)
Hipertensi Penentuan Tensimeter Tekanan 0. Tidak Nominal
hipertensi air raksa sistolik dan hipertensi,
berdasarkan dan diastolik bila hasil
diagnosis stetoskop pengukuran
tekanan
darah sistol
< 140 dan
atau
tekanan
darah
diastol < 90
mmHg

1. Hipertensi,
bila hasil
pengukuran
tekanan
darah sistol
≥ 140 dan
atau
tekanan
diastol ≥ 90
mmHg

G. Alat Ukur

Alat ukur pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah

kuesioner, dimana daftar pertanyaan tersusun dengan baik, sudah matang

dimana responden tinggal memberikan jawaban atau dengan memberikan

tanda-tanda tertentu. (Notoatmojo, 2007).

Untuk dapat mengukur variabel penelitian ini penulis menggunakan instrumen

dalam pengumpulan data hal ini sesuai dengan pendapat (Notoatmojo,2010).

instrumen adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data. Instrumen ini

dapat berupa question (pertanyaan), formulir observasi, formulir-formulir lain

yang berkaitan dengan penataan data dan lain-lain:

1. Variabel independen
44

a) Aktifitas fisik ,Merupakan kegiatan atau aktifitas fisik yang dilakukan

oleh responden.

Alat ukur: kuisioner.

Cara ukur: wawancara.

b) Pola makan, merupakan metaatan mengkonsumsi makanan yang

beresiko menyebabkan hipertensi, frekuensi, jenis makanan dan jumlah

makanan Alat ukur: kuisioner.

Cara ukur: wawancara

c) Kebiasaan merokok, Merupakan kebiasaan menghisap rokok oleh

responden.

Alat ukur: kuisioner.

Cara ukur: wawancara

d) Genetik Adanya faktor genetik pada keluarga tertentu akan

menyebabkan keluarga itu mempunyai risiko menderita hipertensi.

Alat ukur: kuisioner.

Cara ukur: wawancara.

2. Variabel dependen Kejadian Hipertensi Penentuan hipertensi berdasarkan

pengukuran.

Alat ukur: Tensimeter air raksa dan stetoskop.

Cara ukur: Tekanan sistolik dan diastolik.

H. Pengumpulan Data

Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah: penelitian

lapangan (field research), Setelah didapatkan subjek penelitian, kemudian


45

dilakukan Wawancara mengenai aktivitas fisik responden, pola makan, kebiasaan

merokok dan riwayat keluarga yang hipertensi. Dan dilakukan dengan cara

penyebaran pengisian lembar kuesioner dan wawancara. Kemudian data

dikumpulkan dan diolah, sebelum digunakan dalam penelitian, instrumen

penelitian terlebih dahulu diuji validitas dan reliabilitas. Peneliti melakukan uji

validitas dan reliabilitas dilakukan secara acak kepada pasien yang berkunjung

ke Puskesmas Air Naningan Kecamatan Air Naningan Kabupaten Tanggamus

kemudian diuji apakah kuisioner cukup valid dan reliabel untuk digunakan.

a. Uji Validitas

Uji instrumen digunakan untuk melihat validitas dan reliabilitas alat

pengumpulan data sebelum digunakan. Validitas adalah indeks yang

menunjukan alat ukur benar-benar mengukur apa yang diukur.

(Notoatmojo,2007). Untuk mengetahui validitas suatu instrumen perlu

dilakukan uji korelasi antara sekor masig-masing item pertanyaan dengan

skor total kuisioner tersebut. Tehnik korelasi yang dipakai adalah “product

moment” dengan hasil valid apabila nilai korelasi dari pertanyaan dalam

kuisioner tersebut memenuhi taraf signifikan diatas r tabel

(Notoatmojo,2007).

b. Uji Reliabilitas

Uji Reliabilitas adalah indeks yang menunjukan menunjukan sejumlah nama

suatu alay ukur tetap konsisten bila dilakukan pengukuran dua kali atau

lebih terhadap gejala yang sama, dengan menggunakan alat ukur yang
46

sama. (Notoatmojo,2010). Kuisioner sebagai alat ukur untuk gejala-gejala

sosial (non fisik) juga harus mempunyai reabilitas yang tinggi. Untuk itu

sebelum digunakan kuisioner yang telah memiliki validitas harus diuji coba

terlebih dahulu dengan menggunakan rumus korelasi product momen. Bila

angka korelasi sama atau lebih dari angka kritis pada derajat kemaknaan p

0,05 (r tabel) maka alat ukur tersebut reliabel. (Notoatmojo,2007).

I. Pengolahan Data

Menurut notoadmojo (2010), pengolahan data adalah suatu proses

dalam memperoleh data ringkasan atau angka ringkasan dengan menggunakan

cara-cara atau rumus-rumus tertentu. Pengolahan data dan analisa data

meliputi kegiatan selanjutnya dilakukan pengolahan data melalui langkah-

langkah dengan menggunakan program ststistik komputer dengan lankah

sebagai berikut:

a. Editing

kegiatan dengan pengecekkan isian formulir atau observasi yang telah diisi

oleh responden berkaitan dengan kemungkinan adanya kesalahan dan

melihat kelengkapaan, kejelasaan dan konsistensi jawaban.

b. Coding

Setelah melakukan editing data ke dalam angka-angka sehingga

memudahkan dalam pengolahan data selanjutnya. Peneliti memberikan kode

untuk setiap jawaban pertanyaan dalam format observasi yang dilakukan

oleh peneliti:
47

Untuk coding pada Aktifitas fisik peneliti memeberikan nilai nol (0) bila

responden melakukan aktifitas fisik > 30-45 menit sebanyak 3-4 dalam

seminggu , dan nilai satu (1) bila responden tidak melakukan aktifitas

fisik. Selanutnya coding pada Pola makan peneliti memeberikan nilai

nol (0) jika responden mengkonsumsi makanan yang tidak beresiko

hipertensi dan nilai satu (1) jika pasien mengkonsumsi makanan yang

beresiko hipertensi. Pada kebiasaan merokok di berikan coding nilai nol

(0) bila responden tidak merokok, jika responden merokok ringan di

berikan nilai satu (1) dan nilai dua (2) bila responden merokok berat.

Selanjutnya di berikan coding pada Genetik (riwayat hipertensi):

Diberikan nilai nol (0) bila responden Tidak mempunyai riwayat

Hipertensi, bila responden mempunyai riwayat hipertensi di berikan

nilai satu (1). Dan pada Kejadian hipertensi di berikan coding:

Diberikan nilai nol (0) bila responden tidak hipertensi, jika tekanan

darah sistol < 140 dan atau tekanan darah diastol < 90 mmHg Dan nilai

satu (1) jika Hipertensi bila tekanan darah sistol ≥ 140 dan atau

tekanan diastol ≥ 90 mmHg.

c. Procesing

Procesing adalah proses pengetikan data dari kuisioner kemudian diolah

menggunakan komputer. Data yang diambil bersifat kuantitatif dengan

memberikan nilai yang hendak diukur.

d. Cleaning

Cleaning adalah kegiatan pengecekan kembali data yang telah di entri

kedalam program komputer agar tidak terjadi kesalahan.


48

J. Analisa Data

1. Analisa Univariat

Tehnik analisa data yang digunakan guna analisa univariat, data

yang sejenis digabungkan, kemudian dicari frekwensi dan presentasenya.

Data —data yang dianalisa secara urut dengan menggunakan perangkat

lunak komputer.

Pada analisa univariat terdapat beberapa variabel yaitu:

variabel independen : Aktifitas fisik, Pola makan, Kebiasaan merokok dan

Riwayat keluarga hipertensi (Genetik).

variabel dependen : Kejadian Hipertensi

2. Analisa Bivariat

Analisa bivariat digunakan untuk melihat hubungan antara variabel

independent dengan variabel dependen. Dalam penelitian ini peneliti

menggunakan Program komputer dengan uji Chi-square (X2), karena data

yang digunakan berupa data kategorik-kategorik. Pengujian ini dengan cara

membandingkan frekuensi yang diamati dengan frekuensi yang diharapkan

apakah ada perbedaan bermakna.

Sedangkan Confidental Interval (CI) yang digunakan adalah 95%. Apabila

nilai p-value < 0,05 berarti ada hubungan yang signifikan antara kedua

variabel yang diteliti. Apabila nilai p-value ≥ 0,05 yang berarti tidak ada

hubungan yang signifikan. Dalam bidang kesehatan untuk mengetahui

derajat hubungan yaitu dengan resiko relative (RR) dan Odd Ratio (OR).

Nilai OR digunakan untuk jenis penelitian Cross Sectional dan Case


49

Control. Penelitian ini menggunakan OR karena merupakan jenis penelitian

Cross Sectional.

DAFTAR PUSTAKA

Wulandari, Ari & Susilo yekti. 2011. cara jitu mengatasi darah tinggi
(hipertensi). Penerbit ANDI Yogyakarta: C.V ANDI

Notoadmodjo, soekidjo. ( 2007, 2010 ). Metode Penelitian. Jakarta: Rhineka


Cipta

Arif Mansjoer. ( 2010). Kapita Selekta Kedokteran Jilid 1. Jakarta: Media


Aesculapius.

Aru W.Sudoyo. ( 2006). Ilmu Penyakit Dalam edisi keempat-jilid III. Jakarta:
Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI

H.M.Sjaifoellah Noer. (2010). Ilmu Penyakit Dalam Jilid 1. Jakarta: Balai Penerbit
FKUI

Iman Soekirman. ( 2008). Penyakit Jantung Koroner dan Serangan Jantung.


Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Kusumah ( 2010. Materi Dasar Pengajaran Ilmu Penyakit Degenarif. Jakarta.

Slamet Suyono. ( 2010). Ilmu Penyakit Dalam. Jilid 3. Jakarta: Fakultas


Kedokteran UI.

Heni, Rokheni., ( 2011).buku ajar Kererawatan Kardiovaskuler. Jakarta Selatan:


Penerbit Salemba Medika

Kementrian Kesehatan RI, ( 2008).Profil Dinas Kesehatan Republik Indonesia


Jakarta

Sugiono, ( 2007). Statistik Untuk Penelitian. EGC.Jakarta

Syamsudin. (2011). Farmakoterapi Kardiovaskular dan Renal, Penerbit Salemba


Medika. Jakarta Selatan

Udjianti, WJ, Gunawan. ( 2010). Keperawatan Kardiowaskular. Jakarta Selatan:


Penerbit Salemba Medika
50

Renaldi, (2010) Bahaya rokok bagi kesehata, Penerbit Salemba Medika. Jakarta
Selatan

BKKBN, ( 2009). Perencanaan Tingkat Puskesmas. Margoyoso; puskesmas


Margoyoso Kec. Sumberejo

Riset kesehatan Dasar ( 2007). Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan


Departemen Kesehatan Republik Indonesia

Dinas Kesehatan Tanggamus. ( 2012). Gambaran Sepuluh Besar Penyakit Tahun


2012. Kabupaten Tanggamus, Lampung

Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2010).Rencana program nasional


pencegahan dan penggulangan penyakit tidak menular tahun 2010-2014,
Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jendral PP&PL,Direktorat
Pengendalian PTM. 2010, Jakarta. Diakses 16 November 2014.
http://www.perpustakaan.depkes.go.id/cgibin/koha/opacsearch.pl?
q=pb:Departemen%20Kesehatan%20%20RI%2C

Lilyana. 2008. Faktor Faktor Resiko Hipertensi. FKMUI. Diakses 20 November


2014.https://docs.google.com/viewer?
a=v&q=cache:jWY2Vju5D2IJ:lontar.ui.ac.id/file%3Ffile
%3Ddigital/122840-S-5426-Faktor-faktor

Syahrini, susanto, udiyono. 2012. Faktor – faktor resiko hipertensi primer di


puskesmas Tlogosari kulon kota semarang. Diakses November 2014.
http://ejournal1.undip.ac.id/index.php/jkm

Wahyudi, S., 2012. Manfaat Lemak bagi Kesehatan . Diakses November 2014
http://www.infotipso.com/2012/05/manfaat-lemak-bagi-kesehatan.html