Anda di halaman 1dari 30

PELAYANAN PUBLIK

DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0:


TANTANGAN DAN PELUANG YANG DIHADAPI PEMERINTAH DAERAH

I MADE BRAM SARJANA


ANALIS KEBIJAKAN
BADAN LITBANG KAB. BADUNG
MATERI

HASIL DAN
PENDAHULUAN METODE KESIMPULAN
PEMBAHASAN

2
A. PENDAHULUAN
• Pelayanan Publik:
• raison d’etre lembaga pemerintah,
core business pemerintah.
• Sistem Demokrasi: Undang-Undang Nomor 25 Tahun
• Negara tidak memandang warga 2009
negara hanya sebagai pelanggan
Tentang Pelayanan Publik :
yang harus dilayani dengan standar
tertentu, melainkan juga sebagai
“pelayanan publik adalah kegiatan atau
pemilik (owner) pemerintah
rangkaian kegiatan dalam rangka
(Maksudi, 2017: 305).
pemenuhan pelayanan sesuai dengan
peraturan perundang-undangan bagi
setiap warga negara atau penduduk atas
barang, jasa dan/atau pelayanan
administratif yang disediakan oleh
penyelenggara pelayanan publik”.
3
Konteks Indonesia:
Pusat
4
Penyerahan
Otonomi Daerah: kewenangan
UU 23 th. 2014 ttg
Pem.Da

Pasal 31 ayat (2) huruf c:


Penataan Daerah bertujuan Urusan
mempercepat peningkatan Wajib
Daerah
kualitas pelayanan publik.
Urusan
Pilihan

Tujuan penyerahan kewenangan dalam sistem otonomi daerah (Widjaja, 2017:17) :


- menumbuhkan daerah dalam berbagai bidang
- menumbuhkan kemandirian daerah dan meningkatkan daya saing daerah
- meningkatkan pelayanan kepada masyarakat
Perubahan Gaya Hidup : Generasi Millennial
5
REVOLUSI INDUSTRI 4.0
“Bila sektor publik tidak berubah, maka dunia usaha
tidak akan tumbuh sehat bahkan pindah ke tempat
lainnya yang lebih kompetitif (Kasali,2006:xxxviii)”
Artificial Intelligence

Pemerintah akan menyusut!?

Big Data

Internet of Things
6
KONSEKUENSI
REVOLUSI INDUSTRI 4.0:
• Cara kerja pelayanan publik harus berubah,
beradaptasi dengan lingkungan yg berubah
• Kreativitas dan inovasi jadi cara beradaptasi dengan
perubahan

7
• Desk research
• Deskriptif analisis
• Studi literatur terhadap kajian-kajian
terdahulu:
B. METODE • Text book, jurnal online, peraturan
• Sumber data: sekunder
• Laporan pemerintah, publikasi pemerintah, data
BPS, data lembaga relevan, berita dari media
yang dipublikasikan online

8
c. Hasil dan Pembahasan 9

• Revolusi Industri 1.0 ke 4.0:


• Dilandasi perubahan cara kerja/gaya hidup
yang karakteristiknya amat berbeda dari era
sebelumnya.
• Revolusi Industri 4.0:
• Era disrupsi (perubahan yang amat mendasar hingga
tercabut dari akarnya)
10

Sumber: https://www.rmit.edu.au/industry/develop-your-workforce/tailored-workforce-solutions/c4de/industry-4
EKOSISTEM DIGITAL
Start up dan Medsos 11

PRIVAT = PUBLIK
??
12

• Pelayanan publik dituntut bertransformasi pula sesuai


ekosistem digital
• Fondasi transformasi tidak semata membeli perangkat
teknologi, melainkan perubahan pola pikir dan cara kerja
pelayanan publik.
• Teknologi hanyalah alat/instrumen yang membantu agar
proses pelayanan menjadi lebih cepat.
Lima Tugas Inti Pemerintah Dalam Proses
Transformasi Pelayanan Publik Berbasis Digital 13

Merancang strategi digital menyeluruh dengan target yang jelas.

Menyediakan platform teknologi informasi bersama.

Mendefinisikan standar-standar teknis.

Memfasilitasi perubahan melalui proses legislasi.

Mengindentifikasi resiko, bangun proyek percontohan, kembangkan skill digital yang krusial.

Sumber: Stern, et.al (2018).


Langkah
pemerintah 14
Tantangan dan Peluang Pelayanan Publik 4.0 15
Pelayanan Publik Revolusi Industri 4.0
Otonomi Daerah Pelayanan Publik Tantangan Peluang Tujuan
Urusan pemerintahan Ruang lingkup: 1. Disparitas 1. Kebijakan dan - Ease of doing
kewenangan daerah: - Pelayanan ruang fiskal peraturan business
1. Urusan Wajib barang publik. dan perundang- - Accountability,
a) Pelayanan - Pelayanan Jasa pembangunan undangan. public trust
Dasar (6 jenis) Publik. ekonomi antar 2. Inisiatif layanan - Smart public
b) Non Pelayanan - Pelayanan daerah publik berbasis services
Dasar (18 jenis). administratif. 2. Kesenjangan IT. - Smart
2. Urusan Pilihan digital (digital 3. Ekosistem government
(sesuai dengan potensi divide) digital (start up - Smart society
daerah: 8 jenis). 3. Stabilitas dalam negeri). - Digital society
• Fungsi Penunjang (4 politik lokal
jenis).
Tantangan 1: Disparitas Ruang Fiskal dan
Pembangunan Ekonomi Antar Daerah 16
Tabel 1. Postur Belanja Daerah Kabupaten/Kota Tahun Anggaran 2017-2018
Kabupaten/Kota
2017 2018
Uraian
Total Belanja Rp Rp
(Trilyun) % (Trilyun) %
769,6 100 804,2 100
1 Belanja Pegawai 318,0 41,3 320,0 39,8
2 Belanja Barang dan Jasa 165,5 21,5 191,8 23,8
3 Belanja Modal 166,3 21,6 164,2 20,4
4 Belanja Lainnya 119,8 15,6 128,2 15,9
Sumber: Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK), Kementerian Keuangan, 2019.
Gambar 2. Peta Ruang Fiskal Daerah Tahun 2017
17

Sumber: Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK), Kementerian Keuangan, 2019.


Grafik 1. Kontribusi dan Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Menurut Pulau Triwulan I 2019 18
6,66
JAWA
59,03

4,55
SUMATRA
21,36

5,33
KALIMANTAN
8,26

6,51
SULAWESI
6,14

4,46
BALI DAN NUSA TENGGARA
3,02

-10,44
MALUKU DAN PAPUA
2,19

-20 -10 0 10 20 30 40 50 60 70

PERTUMBUHAN KONTRIBUSI
Sumber: BPS, 2019 (data diolah)
Tantangan 2: Kesenjangan Digital
Gambar 3. Kontribusi Pengguna Internet per Wilayah dari Seluruh Pengguna Internet Tahun 2018 19

Sumber: Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII), 2019.


Gambar 4. Infrastruktur Sinyal di Wilayah Penyaluran Bantuan Sosial Nontunai
20

Sumber: Bank Indonesia, 2019.


Grafik 2. Persentase Rumah Tangga yang Pernah Mengakses
Internet Dalam Tiga Bulan Terakhir Menurut Provinsi Tahun 2016-
2017
21
2016 2017
85,7

76,96
73,33 71,71
69,06
65,86 65,36 67,1 65,68
64,11 62,68
62,04 60,65 61,78
58,41 57,48 58,32 57,33
54,91 54,76 56,36
55,43 55,66 55,95 54,52
52,15 51,49 52,92 52,41
49,23 4
49,739,76 49,43 50,26 50,85
48,19 46,93 46,11 47,77
47,14 45,92 47,81 49,18 47,22
44,83 45,51
45,25 45,81
42,81 42,95 42,95 41,9 42,66
41,31
40,44 39,140,8 37,62 39,39
39,23
35,23 33,61 34,59 36,18 35,55 33,71
30,18
27,26 27,33

19,26

Sumber: BPS, 2018 (data diolah).


Tantangan 3: Stabilitas Politik Lokal 22
Tabel 2. Delapan Kabupaten/kota Dengan Kerawanan Tinggi
No Kabupaten/Kota Skor IKP 2019
1. Kab. Jayapura (Papua) 80,21
Indeks
2. Kab. Lembata (NTT) 72,04
Kerawanan
3. Kab. Mamberamo Raya (Papua) 69,66 Pemilu (IKP):
0 -33,00:
4. Kota Solok (Sumatera Barat) 68,69
rendah
5. Kab. Intan Jaya (Papua) 68,52 33,01-66,00:
sedang
6. Kab. Bogor (Jawa Barat) 67,64 66,01-100: tinggi
7. Kab. Tolikara (Papua) 67,44
8. Kab. Nduga (Papua) 66,88
Sumber: Bawaslu RI, 2019.
Peluang 1: Dukungan Kebijakan dan
Peraturan Perundang-undangan 23

• UU 23 thn 2014 ttg Pemerintahan Daerah:


• Pasal 12 (1) urusan wajib pelayanan dasar : 6
• Urusan wajib bukan pelayanan dasar : 18
• Pasal 12 (3) urusan pilihan: 8
• Fungsi penunjang urusan pemerintahan
• UU 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik:
• Ruang lingkup yanlik: barang, jasa, administrasi
• pasal 13 ayat (1) huruf e : kewajiban yanlik sediakan layanan
sms, email, website
• pasal 23 ayat (3) dan ayat (4) : kewajiban yanlik sediakan sistem
informasi elektronik ttg informasi yanlik
Peluang 2: Adanya Inisiatif Pelayanan Publik Berbasis Teknologi
Informasi
Tabel 3. Daftar Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota Peraih Penghargaan Indonesia Smart 24
Nation Award (ISNA) 2018
ISNA 2018 BEST BEST BEST BEST BEST BEST BEST
Smart Readiness Smart Smart Branding Smart Smart Living Smart Society Smart
Governance Economy Environment
1st Kota Surabaya Kota Yogyakarta Kota Tangerang Kota Kota Semarang Kota Tarakan Kota Sorong
Semarang
2nd Kota Bekasi Kota Sukabumi Kota Batu Kota Salatiga Kota Surakarta Kota Tangerang Kota Jayapura
KOTA

Selatan
3nd Kota Bandung Kota Tanjung Kota Binjai Kota Surakarta Kota Salatiga Kota Padang Kota Balikpapan
Pinang Panjang
1st Kab. Bekasi Kab. Kulonprogo Kab. Gianyar Kab. Blora Kab. Sukoharjo Kab. Kotabaru Kab. Biak
Numfor
KABUPATEN

2nd Kab. Bogor Kab. Sleman Kab. Banyuwangi Kab. Semarang Kab. Kab. Tanahlaut Kab. Mimika
Karanganyar
3nd Kab. Sidoarjo Kab. Bintan Kab. Lombok Kab. Kudus Kab. Klaten Kab. Kab. Fakfak
Utara Kotawaringin
Barat
1st Jawa Barat Jawa Timur Jawa Barat Jambi Jawa Tengah Sumatera Kalimantan
Selatan Timur
PROVINSI

2nd Jawa Timur DI Yogyakarta DKI Jakarta Maluku Kalimantan Kalimantan Bali
Timur Selatan
3nd DKI Jakarta Jawa Tengah Bali Sulawesi DKI Jakarta Nusa Tenggara Aceh
Tengah Timur
Sumber: Smart Nation Citiasia
Peluang 3: Munculnya Ekosistem Digital (Start
Up Dalam Negeri) 25

• Pertumbuhan start up
dalam negeri di berbagai
wilayah.
• Start up membuka akses
pasar bagi UMKM negeri,
menggerakkan industri
jasa pengantaran.

Sumber: Hasil survei Masyarakat Industri Kreatif dan Teknologi Informasi Indonesia (MIKTI) dan Teknopreneur
Indonesia, 2018
26

Sumber: Hasil survei Masyarakat Industri Kreatif dan Teknologi Informasi Indonesia (MIKTI) dan Teknopreneur
Indonesia, 2018
d. Kesimpulan 27

• Revolusi Industri 4.0 menimbulkan tantangan dan peluang


dalam pelayanan publik.
• Tantangan menuntut pelayanan publik harus beradaptasi,
berubah
• Tantangan:
• Disparitas ruang fiskal dan pembangunan ekonomi antar
daerah,
• Kesenjangan infrastruktur teknologi digital (digital divide)
• Kerawanan politik lokal.
28

• Peluang:
• Dukungan kebijakan
• Bermunculannya inisiatif pelayanan publik berbasis digital,
• Tumbuhnya ekosistem start up dalam negeri
• Kunci tidak tidak pada implementasi teknologi baru, namun
mind set dalam pelayanan publik
• Tujuan adaptasi thd disrupsi: ease of doing business, trust,
smart public service, smart government, smart society, digital
society.
DAFTAR PUSTAKA
• Nasution, Arman Hakim & Kartajaya, Hermawan. 2018. Inovasi. Yogyakarta: Andi.
• Harahap, Hasrul. 2016. Evaluasi Pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2015. Jurnal Renaissance Mei 2016, hlm. 17-23. Diunduh dari
https://media.neliti.com/media/publications/255788-evaluasi-pelaksanaan-pilkada-serentak-ta-49aa51f2.PDF pada 23 Juni 2019.
• Heo, Inhye. The Paradox of Administrative Decentralization Reform in Young Asian Democracies: South Korea and Indonesia. World
Affairs. Dec 2018, Vol. 181 Issue 4, p372-402. 31p.
• Kasali, Rhenald. 2006. Change!: Tak Peduli Berapa Jauh Jalan yang Anda Jalani, Putar Arah Sekarang Juga (Manajemen Perubahan dan
Manajemen Harapan). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
• Maksudi, Beddy Iriawan. 2017. Dasar-Dasar Administrasi Publik: Dari Klasik ke Kontemporer. Depok: Rajawali Pers.
• Marsudi, Almatius Setya; Widjaja Yunus. 2019. Industri 4.0 dan Dampaknya Terhadap Financial Technology Serta Kesiapan Tenaga Kerja
Indonesia. Ikraith Ekonomika Vol.2 No 2 Bulan Juli 2019. Diunduh dari https://media.neliti.com/media/publications/267990-industri-40-
dan-dampaknya-terhadap-finan-f4465e5a.pdf pada 18 Juni 2019.
• Muharam, Riki Satia. Inovasi Pelayanan Publik Dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0 Di Kota Bandung. Decision: Jurnal
Administrasi Publik, [S.l.], v. 1, n. 01, p. 39-47, Mar. 2019. ISSN 2656-4939. Diunduh dari
http://journal.unpas.ac.id/index.php/decision/article/view/1401 pada 18 Juni 2019.
• Nasir, Mohamad. 2019. Program Penguatan Kapasitas Pemimpin Indonesia Dalam Rangka Making Indonesia 4.0 di Kemenristekdikti
Tahun 2019. Paparan Menristekdikti pada Forum Kelitbangan Kabupaten Badung, 21 Pebruari 2019.
• Stern, Sebastian, et.al. 2018. Public Services Government 4.0-the Public Sector in Digital Age. Mc Kinsey & Company. Diunduh dari
https://www.mckinsey.de/~/media/McKinsey/Locations/Europe%20and%20Middle%20East/Deutschland/Publikationen/2018%20Compendi
um/Government%2040%20the%20public%20sector%20in%20the%20digital%20age/kompendium_04_ps.ashx pada 13 Maret 2019.
29
• Utomo, Tri Widodo W. 2017. Inovasi Harga Mati: Sebuah Pengantar Inovasi Administrasi Negara. Depok: Rajawali Pers.
• Widjaja, HAW. 2017. Penyelenggaraan Otonomi di Indonesia Dalam Rangka Sosialisasi UU No 32 Tahun 2014 tentang Pemerintahan
Daerah. (Cetakan kelima). Depok: Rajawali Pers.
TERIMA KASIH
MATUR SUKSMA

Anda mungkin juga menyukai